Anda di halaman 1dari 65

KIMIA UNSUR

Disusun Oleh : Reskunanda Adhi W

Kimia unsur adalah unsur unsur yang mempunyai sifat kimia Yang berada di lingkungan sekitar kita. APAKAH ITU KIMIA UNSUR ?? Kimia unsur dalam pelajaran kimia mempelajari tentang unsur unsur kimia yang mempunyai sifat sifat khusus

Kimia Unsur
A. B. C. D. Kelimpahan dan Identifikasi Unsur Golongan Gas Mulia dan Halogen Golongan Alkali dan Alkali Tanah Periode Ketiga dan Periode Keempat

E.
F.

Kegunaan Unsur dan Senyawa Kimia


Unsur Radioaktif

Golongan gas mulia dan halogen


Beberapa golongan unsur memiliki nama khusus seperti golongan VIIIA (gas mulia) dan VIIA (halogen). Golongan tersebut memiliki nama khusus seperti sifat priodik, sifat fisik dan sifat kimia. Kekhas sifat ke 2 golongan tersebut dapat membantu kita unsur-unsur yang lain. Dalam 1 golongan (semakin ke atas) dan dalam 1 periode (semakin ke kanan). Berlaku : - jari jari atom : semakin kecil - Keelektronegatifan : semakin besar - Energi ionisasi : semakin besar - Afinitas : semakin besar

Pilih salah satu

GAS MULIA
Sifat unsur golongan gas mulia a. sifat periodik unsur golongan gas mulia b. Sifat fisik gas mulia c. Sifat kimia usur golongan gas mulia

SIFAT PERIODIK UNSUR GOLONGAN GAS MULIA


Gas mulia merupakan unsur yang stabil. Gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain dan sukar menerima ataupun melepas elktron. Dengan elektron valensi yang sudah penuh hal unsur gas mulia yang sangat sukar menerima elektron. Hal ini dapat dilihat dari harga afinitas elektronnya yang rendah. Kesetabilan unsur- unsur golongan gas mulia menyebabkan unsur- unsur ini sukar membentuk ion, artinya sukar melepas atau menerima elektron.

Sifat Periodik Unsur Gas Mulia


Dengan konfigurasi elektron yang sudah penuh, gas mulia termasuk unsur yang stabil, artinya sukar bereaksi dengan unsur lain, sukar untuk menerima elektron maupun untuk melepas elektron. Perhatikanlah data afinitas elektron, energi ionisasi, dan jari-jari atom unsur gas mulia pada Tabel di bawah!

Data Fisis Nomor atom Elektron valensi Jari-jari atom () Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Energi ionisasi (kj/mol) Afinitas electron (kj/mol) Kerapatan (g/L)

He 2 2 0,50 -272,2 -268,9 2640 -48 0,178

Ne 10 8 0,65 -248,6 -246,0 2080 -120 0,900

Ar 18 8 0,95 -189,4 -185,9 1520 -96 1,78

Kr 36 8 1,10 -157,2 -153,4 1350 -96 1,78

Xe 54 8 1,30 -111,8 -108,1 1170 -77 5,89

Rn 86 8 1,45 -71 -62 1040 9,73

Sifat periodik unsur gas mulia


Konfigurasi Elektron 1s2 [He] 2s2 2p6

Unsur He Ne

Nomor Atom 2 10

Ar
Kr Xe Rn

18
36 54 86

[Ne] 3s2 3p6


[Ar] 4s2 3d10 4p6 [Kr] 5s2 4d10 5p6 [Xe] 6s2 5d10 6p6

HELIUM
Keterangan Umum Unsur 2 hidrogen helium -

Nama, Lambang, Nomor atom


Deret kimia Golongan, Periode, Blok Penampilan Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

helium, He, 2
gas mulia 18, 1, s He

Ne
4,002602(2) g/mol 1s2 2

Neon
Neon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon. Sifat ini membuat neon terutama dipergunakan sebagai bahan pembuatan tanda

Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok Penampilan Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit 20.1797(6) g/mol 1s2 2s2 2p6 2, 8 neon, Ne, 10 gas mulia 18, 2, p takberwarna

ARGON
Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom


Deret kimia

argon, Ar, 18
gas mulia

18
Ne

klorin argon -

Golongan, Periode, Blok Penampilan Massa atom


Konfigurasi elektron

18, 3, p

Ar

Kr

39,948(1) g/mol
[Ne] 3s2 3p6

Jumlah elektron tiap kulit

2, 8, 8

KRIPTON
Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok krypton, Kr, 36 noble gases 18, 4, p

Penampilan

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

83.798(2) g/mol [Ar] 3d10 4s2 4p6 2, 8, 18, 8

XENON
Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa atom relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada rasanya. Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi lampu sorot, dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung yang dipergunakan oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel sub-atom.

RADON
Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon terbentuk dari penguraian radium. Radon juga gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan dalam radioterapi. Radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab atas 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang,Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok Penampilan Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit radon, Rn, 86 gas mulia 18, 6, p tak berwarna (222) g/mol [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6 2, 8, 18, 32, 18, 8

SIFAT FISIK GAS MULIA


Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.

1. 2. 3.
Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2, maka gas mulia bersifat kekal dan diberi valensi nol. Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom).

Titik Didih Unsur Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon K 4,2 27,2 87,3 120 165 211
0C

Titik Leleh K 0,8 24,6 83,9 116 161 202


0C

-268,8 -245,8 -185,7 -153 -108 -62

-272,2 -248,4 -189,1 -157 -112 -71

Pembuatan dan reaksi gas mulia


Gas mulia dapat di peroleh dari pendingina udara cair secara bertahap (destilasi bertingkat) Sebab titik didik komponennya bervariasi. Argon secara khusus dapat diperoleh dari reaksi udara dengan karbit : CaC2 + N2 2CaC2 + O2 CaO + CO2 CaCN2 + C (bebas dari N2) 2CaO + 4C (bebas dari O2) CaCO3 (bebas dari CO2)

Sebagai sisanya adalah Ar dan gas mulia lain. He dapat diperolah dengan jalan pemisahan dari gas alam, sebab pada sumber gas alam tertentu terdapat He dalam jumlah tidak terlalu rendah Rn terdapat dalam rongga-rongga batuab uranium berasal dari peluruhan Ra
226Ra 88 222 86

Rn + 4He
2

Sifat kimia usur golongan gas mulia


Biloks +2 Senyawa XeF2 KrF2, 2SbF5 RnF2 +4 XeF4 KrF4 +6 +8 XeF6 XeO4 XeO6-4 Penampakan Kristal tak berwarna Padatan Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Gas tak berwarna Padatan tak berwarna
0C

Struktur Linier Linier Linier Segiempat datar Segiempat datar Pentagonal bipiramidal cacat Tetrahedral Oktahedral

129 50 117 49,6 -

Kegunaan Gas Mulia


He Ne
Pengisi balon udara, pencampur oksigen pada tabung penyelam dan sebagai pendingin untuk suhu mendekati 0 K Pengisi bola lampu, lampu TL, lampu reklame, pendingin pada reaktor nuklir

Ar Kr Xe Rn

Sebagai obat biaus pada pembedahan. Senyawa Xe dan oksigen: XeO3, XeO4 merupakan oksdator yang sangat kuat Terapi kanker

HALOGEN
fluor

clor

Halogen artinya pembentuk garam. Unsur-unsur halogen merupakan unsur yang bersifat elektropositif dan mudah bereaksi dengan unsur elektropositif untuk membentuk garam. Anda dapat lebih mengenal sifat-sifat unsur halogen dengan mempelajari urayan berikut.

brom

iodin

SIFAT UNSUR HALOGEN


Sifat periodik unsur halogen Sifat fisik unsur halogen Sifat kimia unsur halogen

a.Sifat periodik unsur halogen

Sifat unsur

Elektron Valensi

Jari-jari Atom()

Keeletronegatifan

Energi Ionisasi (kJ mol-1)

Afinitas Elektron (kJ mol-1)

Fluorin Klorin Bromin Iodin Astatin

2s2 2p5 3s2 3p5 4s2 4p5 5s2 5p5 6s2 6p5

0,64 0,99 1,14 1,33 1,40

3,98 3,16 2,96 2,66 2,20

1.681,0 1.251,1 1.139,9 1.008,4 930

-328,0 -349,0 -324,7 -295,2 -270

Titik didih dan titik leleh unsur-unsur halogen


Unsur Fluorin Klorin Bromin Iodin Astatin Titik didih (C) -188,14 -34,6 58,78 184,35 337 Titik leleh (C) -219.62 -100,98 -7,25 113,5 302

SIFAT FISIS DAN KIMIA HALOGEN


X2
1. Molekulnya 2. Wujud zat (suhu kamar) 3. Warna gas/uap 4. Pelarutnya (organik) 5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) 6. Kelarutan oksidator 7. Kereaktifan terhadap gas H2 Fluor (F2) Diatom Gas Kuning muda CCl4, CS2 Tak berwarna Tak berwarna Coklat Ungu Gas Kuning hijau Cair Coklat merah Padat Ungu Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2)

(makin besar sesuai dengan arah panah) X = Br dan I Cl2 + 2KX 2KCl + X2
X=I Br2 + KX 2K Br + X2

8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida

X = Cl, Br, I F2 + 2KX 2KF X2

Tidak dapat mengusir F, Cl, Br

9. Reaksi dengan logam (M) 10. Dengan basa kuat MOH (dingin) 11. Dengan basa kuat (panas) 12. Pembentukan asam oksi

2 M + nX2 2MXn (n = valensi logam tertinggi) X2 + 2MOH MX + MXO + H2O (auto redoks) 3X2 + 6MOH 5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks) Membentuk asam oksi kecuali F

HUBUNGAN ANTARA JARI JARI ATOM, AFINITAS ELEKTRON, DAN KEREAKTIFAN HALOGEN
Fluor UNSUR 1. Konfigurasi elektron 2. Massa Atom 9F Klor 17Cl Brom 35Br Iodium 53I

[X] ns2 , np5

3. Jari-jari Atom
4. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron

5. Keelektronegatifan 6. Potensial Reduksi (Eored > 0)

7. Suhu Lebur (0o) 8. Suhu Didih (0o) 9. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen

-216.6 -188.2 -1

-101.0 -34 + 1, +3 +5, +7

-72 58 +1 +5, +7

114.0 183 +1 +5, +7

SIFAT KIMIA UNSUR GOLONGAN HALOGEN 1. 2. 3. 4. 5. Kelarutan Kereaktifan dan daya pengoksidasi halogen Reaksi pendesakan halogen Sifat asam Reaksi kimia

halogen

molecule

structure

model

d(XX) / pm (gas phase)


143 199

d(XX) / pm (solid phase) 149 198

fluorine chlorine

F2 Cl2

bromine

Br2

228

227

iodine

I2

266

272

HX

HF

HCl

HBr

HI

Sifat reduktor Keasaman Kepolaran Kestabilan terhadap panas

Catatan : makin besar/kuat sesuai dengan arah panah

SIFAT FISIKA DAN KIMIA HIDROGEN HALIDA

HCl 1. Bentuk pada suhu biasa 2. Dalam pelarut non polar (Benzana/Toluensa) 3. Dalam air 4. Dengan H2SO4, pekat (oksidator) 5. Kestabilan terhadap pemanasan Tidak teroksidasi

HBr

HI

Gas tidak berwarna

Larut, tak menghantarkan arus listrik

Larut, menghantarkan arus listrik Teroksidasi menjadi Br2 Teroksidasi menjadi I2 Terurai menjadi He dan I2

Tidak terurai

Sedikit terurai

X2
1. Molekulnya 2. Wujud zat (suhu kamar) 3. Warna gas/uap 4. Pelarutnya (organik) 5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) 6. Kelarutan oksidator

Fluor (F2)

Klor (Cl2)

Brom (Br2)

Iodium (I2)

Diatom Gas Kuning muda Gas Kuning hijau Tak berwarna Cair Coklat merah Padat Ungu

CCl4, CS2 Tak berwarna Coklat Ungu

7. Kereaktifan terhadap gas H2

(makin besar sesuai dengan arah panah) X = Br dan I Cl2 + 2KX 2KCl + X2 X=I Br2 + KX 2KBr + X2

8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida

X = Cl, Br, I F2 + 2KX 2KF X2

Tidak dapat mengusir F, Cl, Br

9. Reaksi dengan logam (M)


10. Dengan basa kuat MOH (dingin) 11. Dengan basa kuat (panas) 12. Pembentukan asam oksi Catatan : I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2 + KI Kl3 I2 larut terhadap alkohol coklat

2 M + nX2 2MXn (n = valensi logam tertinggi)


X2 + 2MOH MX + MXO + H2O (auto redoks) 3X2 + 6MOH 5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks) Membentuk asam oksi kecuali F

Unsur Periode Ketiga

Unsur Periode 3indeks


Natrium Na
Magnesium Mg Aluminium Al
Logam

Silikon Si
Fosfor P Belerang S Klor Cl Argon Ar
Tabel Perbandingan Unsur

Metaloid

Non logam

Gas Mulia

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Natrium (Na)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 11 : [Ne] 3s1 : 22,98977 : 2,23 : 892 C : 495 C :1 : 495 kJ/mol : 1+ : Kristal Logam : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Natrium (Na)
Kegunaan Dipakai dalam pebuatan ester NACl digunakan oleh hampir semua makhluk Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor NAOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas

NAHCO3 dipakai sebagai pengembang kue


Memurnikan logam K, Rb, Cs NACO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Natrium (Na)
Catatan Merupakan logam lunak, bewarna putih keperakan, reaktif Bereaksi dengan cepat dengan air membentuk sodium hidroksida dan hidrogen Dapat bereaksi dengan Alkohol namun lebih lambat dibanding dengan air Tidak bereaksi terhadap nitrogen Merupakan komponen terbesar kedua yang larut di air laut Mudah ditemui pada sumber air alami Dihasilkan dengan elektrolisis lelehan NaCl Prosesnya disebut proses Downs, yaitu dengan menambah 58% CaCl2 dan KF pada elektrolisis lelehan NaCL. Tujuan penambahan untuk menurunkan titik lebur NaCl hingga mencapai 550 C

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Magnesium (Mg)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 12 : [Ne] 3s2 : 24,305 : 1,72 : 1107 C : 651 C : 1,25 : 738 kJ/mol : 2+ : Kristal Logam : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Magnesium (Mg)
Kegunaan Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum Pemisah sulfur dari besi dan baja Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan Untuk membuat lampu kilat Sebagai katalis reaksi organik

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Catatan

Magnesium (Mg)

Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat Termasuk unsur reaktif Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine Senyawa yang terbentuk umumnya ikatan ion, namun ada juga berupa ikatan kovalen Magnesium umumnya dapat diperoleh melalui pengolahan air laut sbg: -Ca(OH)2 ditambahkan pada air laut agar meganesium mengendap sebagai Mg(OH)2. Asam klorida kemudian ditambahkan sehingga diperoleh kristal magnesium klorida Ca(OH)2 (S) + Mg2+ Mg(OH)2 (S) + Ca 2+ Mg(OH)2 (s) + 2H+ + Cl- MgCl2.6H2O -Untuk menghindari terbentuknya MgO pada pemanasan megnesium klorida, sebelum elektrolisis leburan kristal yang terbentuk ditambahkan magnesium klorida yang mengalami hidrolisis sebagian ke dalam campuran leburan natrium dan kalsium klorida -Magnesium akan diperoleh pada katoda sedangkan pada anoda akan terbentuk Cl2-

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Alluminium (Al)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 13 : [Ne] 3s2 3p 1 : 26,98154 : 1,82 : 2467 C : 660 C : 1,45 : 577 kJ/mol : 3+ : Kristal Logam : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Allumunium (Al)
Kegunaan Banyak dipakai dalam industri pesawat Untuk membuat konstruksi bangunan Dipakai pada berbagai macam aloi Untuk membuat magnet yang kuat Tawas sebagai penjernih air Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa

Membuat berbagau alat masak


Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Catatan

Allumunium (Al)

Berupa logam lunak bewarna perak Merupakan penghantar panas yang sangat baik da dapat menghantar listrik Sulit terkorosi karena membentuk lapisan oksida di permukaannya Tidak beracun, non-magnetik dan sulit terbakar Sumber utamanya adalah biji bauksit Alumunium dapat diperoleh melalui proses Hall, yaitu: -biji bauksit dimurnikan dengan menambah NaOH dan HCl sehingga diperoleh Al2O3 Al2O3 (s) + 2NAOH (aq) 2NaAIO2 (aq) + H2O 2NaAIO (aq) +HCL (aq) Al(OH)3 + NaCl (aq) Al(OH)3 Al2O3 (s) + 3H20 -Al2O3 yang diperoleh kemudian disaring dan dilelehkan baru kemudian dielektrolisis Anoda : 3O2- O2(g) + 6e Katoda : 2Al3 + 6e 2Al -Sebelum elektrolisis, ditambahkan kriolit (NaAIF6) untuk menurunkan titik leleh AL2O3

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Silikon (Si)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom : 14 : [Ne] 3s2 3p 2 : 28,0855 : 1,46 : 2355 C : 1410 C : 1,74 : 787 kJ/mol : 4+ : Kristal Kovalen raksasa : Padat

Wujud

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan Dipaki dalam pembuatan kaca Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor

Silikon (Si)

Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga Untuk membuat enamel Untuk membuat IC

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Silikon (Si)
Catatan Merupakan unsur elektropositif yang paling banyak dijumpai Isotop alaminya terdiri atas isotop 28 (92,2%), isotop 29 (4,7%), isotop 30 (3,1%) Memiliki sifat kimia seperti logam yang lain Kemampuan semikonduktor akan meningkat jika ditambahkan pengotor suhu Ditemukan pada banyak senyawa dioksida dan berbagai macam silicate yang ada di alam

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Fosfor (P)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 15 : [Ne] 3s2 3p 3 : 30,97376 : 1,23 : 280 C : 44 C : 2,05 : 1060 kJ/mol : 5+ : molekul Poliatom : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Fosfor (P)
Catatan Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat Termasuk unsur reaktif Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine Senyawa yang terbentuk umumnya ikatan ion, namun ada juga berupa ikatan kovalen Magnesium umumnya dapat diperoleh melalui pengolahan air laut sbg:

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen

Fosfor (P)

Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum Pemisah sulfur dari besi dan baja Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan Untuk membuat lampu kilat Sebagai katalis reaksi organik

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Sulfur (S)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 16 : [Ne] 3s2 3p 4 : 32,066 : 1,09 : 445 C : 119 C : 2,45 : 1000 kJ/mol : 6+ : molekul poliatom : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat Digunakan dalam baterai Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk Digunakan pada korek dan kembang api Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses

Sulfur (S)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Sulfur (S)
Catatan -Zat murninya tidak berbau dan tidak berasa -Memiliki struktur yang beragam, tergantung konsisi sekitar -Secara alami banyak terdapat di gunung berapi -Komponen murninya tidak beracun namun senyawa yang terbentuk kebanyakan berbahaya bagi manusia -Senyawa sulfur yang utama adalah SO2, dan SO3. SO2 berupa gas yang mudah larut dalam air sehigga menyebabkan hujan asam -Efek yang ditimbulkan dapat sikurangi dengan cara melewatkan air yang terkontaminasi pada padatan CaCO3. SO3 merupakan bahan utama membuat asam sulfat SO3 diperoleh dari oksidasi SO2 dengan katalis vanadium

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon

Chlor (Cl)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 17 : [Ne] 3s2 3p 5 : 35,4527 : 0,97 : -35 C : -101 C : 2,85 : 1260 kJ/mol : 7+ : molekul diatom : gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan Dipakai pada proses pemurnian air Cl2 dipakai pada disinfectan KCl digunakan sebagai pupuk ZnCl2 digunakan sebagai solder NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere

Chlor (Cl)

Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas

Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum


Dipakai pada berbagai macam industri

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Chlor (Cl)
Catatan Merupakan gas diatomik bewarna kehijauan Termasuk gas yang beracun Dalam bentuk padat dan cair merupakan oksidator yang kuat Mudah bereaksi dengan unsur lain Merupakan zat yang paling banyak terkandung di air laut Terdapat juga dalam carnalite dan silvite Diperoleh dengan cara mengelektrolisis larutan NaCl

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Argon (Ar)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 18 : [Ne] 3s2 3p 6 : 39,948 : 0,88 : -186 C : -189 C :: 1520 kJ/mol :: molekul monoatom : gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan

Argon (Ar)

Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses Untuk mendeteksi sumber air tanah Dipakai dalam roda mobil mewah

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon| tabel

Argon (Ar)
Catatan Merupakan gas yang tidak bewarna dan berasa Tidak reaktif seperti halnya gas mulia yang lain Dapat diperoleh dengan cara memaskan udarea dengan CaC2

Terdapat sekitar 1% argon di atmosfer


Terbentuk di atmosfer sebagai akibat dari proses sinar kosmik

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Tabel Perbandingan
Sifat Nomor atom No massa Jari-jari ( ) Titik Didih Titik Lebur Energi Ionisiasi Elektronegitifitas Tingkat Oks. Max Struktur Unsur Na 11 23 2,23 892 98 495 1,00 +1 Kristal logam padat Mg 12 24 1,72 1107 651 738 1,25 +2 Kristal logam padat Al 13 27 1,82 2467 660 577 1,45 +3 Kristal logam padat Si 14 28 1,46 2355 1410 787 1,74 +4 Kristal kovalen raksasa padat P 15 31 1,23 280 44 1060 2,05 +5 Molekul poliatom padat S 16 32 1,09 445 119 1000 2,45 +6 Molekul poliatom padat Cl 17 35,5 0,97 -35 -101 1260 2,85 +7 Molekul diatom gas Ar 18 40 0,88 -186 -189 1520 Molekul monoatom gas

Wujud

Thank You
Its end