Anda di halaman 1dari 3

BETHESDA STROKE CENTER

LITERATUR

MengenalTransformasiHemoragik
Stroke merupakan penyebab kematian terbanyak yang ketiga dan penyebab kecacatanpadaorangdewasadiAmerikaSerikat.Insidensidanprevalensistrokeyangtinggi memiliki dampak yang besar pada masyarakat. Pemahaman akan perjalanan klinik stroke akan sangat membantu dalam penatalaksanaan yangtepatdanpemberianinformasiyangsesuai. Transformasi hemoragik pada stroke iskemik dapat terjadi sebagai suatu hal yang alamiah dalam perjalanan klinik pasien stroke, atau dapat pula terjadi sebagai akibat pemberian terapi trombolitik. Transformasi hemoragik dikategorikan menjadi 4 sub tipe tanpa memandang apakah perdarahan berhubungan dengan perburukan kondisi klinis atau tidak, yaitu : (1) infark hemoragik derajat 1, infark hemorgaik derajat 2, (3) hematoma parenkimal derajat 1, dan (4) hematoma parenkimal derajat 2. Infark hemoragik derajat 1 dan 2 hanya berupa petikie di daerah infark, sementara pada hematoma parenkimal ada lesi perdarahan di area infark. Penelitian Fiorelli, dkk

memperlihatkan bahwa angka kejadian transformasi

hemoragik adalah 38 dari 264 (14,3%) pasien tanpa terapi trombolitik. Transformasi hemoragik tipe hematoma parekimal derajat 2 (perdarahan pada > 30 % lesi dengan efek desak ruang) memiliki risiko perburukan klinis yang lebih besar (OR: 32,5, 95% CI: 13,477,7) dankematiandalam3bulan(OR:18,0,95%CI:8,0540).

www.strokebethesda.com

BETHESDA STROKE CENTER

LITERATUR

Penelitian Molina, dkk pada 53 pasien dengan stroke kardioembolik menunjukkan bahwa transformasi hemoragik pada CT scan serial terdapat pada 32%. Infark hemoragik derajat1pada4pasien (27%),infarkhemoragik derajat2 pada6 pasien (35,3%),hematoma parenkimal derajat 1 pada 4 (27%), dan hematoma parenkimal derajat 2 pada 3 kasus (20,7%). Transformasi hemoragik awal (48 jam) dijumpai pada teritori arteri cerebri media pada15pasien. Transformasi hemoragik merupakan bagian dari perjalanan klinik stroke iskemik

akut. Transformasi hemorgik dapat dihubungkan dengan perburukan kondisi klinis ataupun tidak. Trasformasi hemoragik yang menimbulkan perburukan klinis disebut dengan transformasi hemoragik simptomatik. Diantara tipe transformasi hemoragik, hematoma parnkimal derajat 2 (dengan jumlah perdarahan > 30 % lesi iskemik dan lesi desak ruang yang besar) yang dihubungkan perburukan klinis setelah onset stroke (OR: 18,95, 95% CI 6 56),dankematiandalam3bulan(OR:11,95%CI3,736). Penelitian Giligan, dkk pada 270 pasien stroke iskemik akut memperlihatkan bahwa

perdarahanbesarpadastrokeiskemikterjadipada21%kasusyangmendapatstreptokinase, dan 4% pada kelompok plasebo. Tekanan darah sistolik yang tinggi ikut berperan dalam meningkatkan risiko transformasi hemoragik. Sebagian besar pasien dengan transformasi hemoragik yang besar memiliki tekanan darah sistolik 160 mmHg. Faktor lain yang berpengaruh adalah usia tua. Perburukan klinis bahkan sampai kematian terjadi pada 91% kasusdengantransformasihemoragikyangbesar. Penelitian Motto, dkkpada 554 pasien stroke iskemik akut dengan CT scan kepala

ulang hari kelima menunjukkan bahwa prognosis buruk pada perdarahan intra parenkimal

www.strokebethesda.com

BETHESDA STROKE CENTER


(OR:6,8,95%CI:4,510,4).

LITERATUR

adalah sebesar 83%. Edema serebri meningkatkan risiko luaran yang buruk dan kematian

Mekanisme yang mendasari munculnya hemoragik intra parenkimal dan edema

padatransformasihemoragikadalahpeningkatanpermeabilitassawardarahotakakibatdari iskemia yang sangat berat atau cedera reperfusi. Tindakan reperfusi yang cepat dengan trombolitik akan meningkatkan risiko transformasi hemoragik. Lesi iskemik yang besar pada CTscanakanmeningkatkanpularisikotransformasihemoragik(8). Penelitian Kent, dkk
(8)

pada 1193 pasien stroke iskemik menunjukkan bahwa

transformasi hemoragik lebih umum terjadi pada pemberian terapi trombolitik dibanding tanpaterapitrombolitik(9,9%VS4,2%,p<0,001).Transformasihemoragikyangsimptomatik (terutama hematoma parenkimal yang besar) dihubungkan dengan prognosis yang buruk. Hal serupa ditunjukkan pada penelitian Molina, dkk (9)pada 32 pasien yang mendapat terapi trombolitik.Perbaikanneurologilebihumumdijumpaipadapasiendenganinfarkhemoragik dibandingpasiendenganhematomaparenkimal. Faktor risiko apa yang berhubungan dengan kejadian transformasi hemoragik selain

terapi trombolitik dan hipertensi? Penelitian Jaillard, dkk (10)pada 310 pasien stroke iskemik akut menunjukkan bahwa 37 pasien mengalami transformasi hemoragik yang simptomatik (33 pada kelompok streptokinase dan 4 pada kelompok plasebo). Transformasi hemoragik yangsimptomatiklebihseringdijumpaipadapasiendenganusiatua,atrialfibrilasi,diabetes melitus,dangambaranCTScanyangiskemik.

www.strokebethesda.com