Anda di halaman 1dari 1

Kasus 2 Komplikasi SPOK !

1. Infertilitas : Terjadi karena gangguan keseimbangan hormon berupa meningkatnya hormon LH yang menetap sehingga mencegah terjadinya ovulasi (pengeluaran sel telur) dari indung telur. Kadar LH yang meningkat menyababkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testoteron , keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan menjadi atresia. 2. DM Type 2 : Ada resistensi insulin yang mengakibatkan pankreas bekerja lebih keras menghasilkan insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi tinggi sementara kadar gula yang tidak terolah juga meningkat. 3. Dislipidemia : disini di ketahui bahwa obesitas diderita oleh pasien, obesitas dan adanya resistensi insulin mengarah pada perubahan respon sel lemak terhadap insulin , sehingga terjadi gangguan supresi pengeluaran lemak bebas dari jaringan lemak , peninkatan lemak bebas yang masuk ke dalam sirkulasi portal meningkat produksi vigliselida , selain itu terjadi peningkatan aktifitas enzim lipase yang bertugas mengubah partikel lipopulein yang besar menjadi lebih kecil yang akhirnya ditemukan menurun konsentrasi HDL dan menurunnya kadar kolestrol LDL 4. Hipertensi : Akibat menurunnya konsentrasi kolestrol HDL dan meningkatnya kadar kolestrol LDL maka mempercepat proses aterosklerosis pembuluh darah dan akibat berkurangnya kelenturan yang berhubungan dengan hipertensi. 5. Penyakit Kardiovaskuler : adanya penurunan kadar total HDL dan meningkatnya kadar kolestrol, trigliserida, dan LDL sehingga memudahkan mengalami penyempitan pembuluh darah jantung bahkan sumbatan pembuluh darah 6. Kanker endometrium : terjadi karena peningkatan kadar estrogen yang selalu tinggi sehingga endometrium selalu terpapar oleh estrogen ditambah dengan adanya defisiensi progesteron. Pada PCO progesteron keluar setelah ovulasi tapi disini tidak terjadi ovulasi, sehingga estrogen meningkat terus menerus menyebabkan hiperplasia endometrium sehingga terjadi heavy menstrual bleeding kemudian mengakibatkan intramenstrual bleeding sehigga terjadi Ca endometrium