Anda di halaman 1dari 6

5.

BRONKIEKTASIS

BATASAN Bronkiektasis adalah pelebaran dan distorsi bronkus ukuran sedang yang bersifat permanen dan ireversibel. PATOGENESIS DAN ETIOLOGI Etiologi Fokal Difus : sekunder dari obstruksi bronkus karena benda asing, karsinoma, limfadenitis sekitar dan secret kental. : pneumonia, penyakit granulomatus kronis, kelainan hipersensitivitis dan imonodefisiensi, kelainan genetic dan penyakit rematik. Saat ini penyebab tersering adalah: penyakit granulomatus seperti :TB, sarkoidosis, histoplasmosis, coccidioidomycosis. Patogenesis Belum diketahui secara sempurna, nampaknya yang menjadi penyebab utama adalah keradangan dengan destruksi otot, jaringan elastic dan tulang rawan dinding bronkus, oleh mukopus yang terinfeksi yang kontak lama dan erat dengan dinding bronkus. Mukopus mengandung produk-produk neutrofil yang bisa merusak jaringan paru (protease serin, elastase, kolagenase), oksida nitrit, sitokin inflamasi (IL8) dan substansi yang menghambat gerakan silia dan mocociliary clearance. Terjadi mukokel yang terinfeksi setelah dilatasi mekanik bronkus yang telah lunak oleh pengaruh proteolitik. Inflammatory insult yang pertama akan diikuti oleh kolonisasi bakteri, yang akan menyebabkan kerusakan bronkus lebih lanjut dan predisposisi untuk kolonisasi lagi dan ini merupakan lingkaran yang tidak terputus. Pada akhirnya terjadi fibrosis dinding bronkus dan jaringan paru sekitarnya menyebabkan penarikan dinding bronkus yang sudah lemah sehingga terjadi distorsi. Distensi juga bisa di perberat oleh atelektasis paru sekitar bronkus yang menyebabkan bronkus mendapat tekanan intratorakal yang lebih besar.

Klasifikasi menurut Reid (atas dasar hubungan patologi dan bronkografi): 1. Bronkiektasis silindris 2. Bronkiektasis varicose 3. Bronkiektasis sakuler atau kistik GEJALA KLINIS Batuk kronik berdahak mukopurulen/purulen dalam jumlah banyak (wet bronchietasis). Volume sputum 24 jam dapat digunakan sebagai indicator berat ringan penyakit. Menurut Ellis dan kawan-kawan, volume sputum < 10 ml / hari di klasifikasikan sebagai ringan, 10-150ml/hari sedang, dan > 150 ml/hari berat. Batuk berulang tanpa dahak, kadang disertai batuk darah (dry bronchietasis). Batuk darah bisa mengancam jiwa karena berasal dari arteri bronkialis dengan tekanan sistemik. Batuk darah dijumpai 50 % kasus. Sesak napas dan wheezing bisa di jumpai dan lebih persisten bila penyakit bertambah progresif. Pemeriksaan fisik Dijumpai ronki basah kasar, halus persisten Ada periode eksaserbasi yang di tandai panas, peningkatan batuk dan jumlah sputum. DIAGNOSIS Diagnosis bronkiektasis ditegakkan atas dasar: - Gejala klinis : batuk berdahak banyak, bila diendapkan ada 3 lapis : Atas Bawah : lapisan cairan dengan busa : purulen dan putih padat : Tengah : keruh dan mukopurulen - Radiologis Foto toraks : - Dapat normal. Dikatakan 7-20% normal pada yang terdiagnosis bronkiektasis.

Gambaran yang menyokong bronkiektasis adalah : - Tram track /tram line pada bronkiektasis silindris - Tooth paste line pada bronkiektasis varicose - Kiste terisolasi /menggerombol dengan air fluid level pada bronliektasis sakuler. CT scan toraks. Untuk tujuan praktis dapat menggantikan bronkografi. HR (high resolution) CT scan merupakan alat diagnostic yang akurat untuk diagnosis. Bronkografi, secara tradisional merupakan gold standart namun saat ini tidak dikerjakan karena kontras tidak tersedia. DIAGNOSIS BANDING 1. Bronkitis kronis 2. Karsinoma bronkogenik 3. Kistik fibrosis 4. Tuberculosis paru PENATALAKSANAAN a. Terapi medis Fisioterapi dada : postural drainase, perkusi dada, latihan batuk. Hidrasi Bronkodilator Kortikosteroid bila diperlukan Antibiotik. Umumnya diberikan pada saat eksaserbasi. Pemilihan didasarkan hasil pemeriksaan kultur sputum dan bronchoalveolar lavage (BAL). Jika kumannya campuran berikan spectrum luas seperti amoxycilin sehari 2 kali 2 tablet. Pada infeksi oleh Pseudomonas, pilihannya: gentamycin 3-5 mg/kgBB/hari sehari 2-3 kali, tobramycin 3-5 mg/kgBB/hari 3 kali pemberian, dan ciprofloxacin 500 mg sehari 2 kali b. Pembedahan

Indikasi : Gejala klinis berulang dan refrakter karena lesi local. Hemoptisis massif dan lokasi perdarahan diketahui/dicurigai. Bila tidak mungkin untuk operasi dilakukan embolisasi arteri bronkialis/

PENYULIT 1. Batuk darah 2. Pneumoni 3. Abses paru 4. Kor pulmonale 5. Gagal napas

DAFTAR PUSTAKA
Chesnutt MS, Prendergast TJ.2003. Lung. In :Current medical diagnosis & treatment 2003. Editors : Tierney LM, Mcphee SJ,Papadakis MA.42 th. Ed. New York ; McGraw-Hill, 216-311. Luce JM. 2000. Bronchiectasis. In : Textbook of respiratory medicine. Editors :Murray JF and Nadel JA 3 rd. ED Philadelphia. WB Saunders Comp, 1325-1341.

6. BRONKITIS AKUT

BATASAN Infeksi dan inflamasi akut saluran napas besar ETIOLOGI 1. Virus (minimal 40%): Influenza A dan B, Adenovirus, Rhinovirus, Coronavirus, Parainfluenza virus, Respiratory synsitial virus, Herpes simplex. 2. Bakteri : M. pneumoniae, M. catarrhalis, Chlamydia, S. pneumonia GEJALA KLINIS Keluhan 1. Batuk dengan atau tanpa dahak 2. Demam ringan / sumer-sumer 3. Rasa tidak enak substernal 4. Sesak napas 5. Batuk darah Pemeriksaan fisik : auskultasi dijumpai ronki basah, krepitasi, dan wheezing. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : sputum cat gram, leukosit PMN dan kemungkinan bakteri pathogen DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dengan foto toraks tidak dijumpai infiltrat.

DIAGNOSIS BANDING Pneumoni Asma bronchial

PENYULIT Bronkospasme pasca infeksi yang ditandai dengan batuk tanpa dahak dan wheezing sampai 4-6 minggu setelah infeksi reda. Pneumoni. PENATALAKSANAAN 1. Simtomatis Antitusif : DMP 15 mg sehari 2 kali, codein 10 mg sehari 3 kali, doveri 100 mg sehari 3 kali Antipiretika : paracetamol 500 mg sehari 3 kali Tidak perlu antibiotik 2. Terapi terhadap penyulit : bronkodilator, antibiotik.

DAFTAR PUSTAKA
Niederman MS, Sarosi GA. 2000. Respiratory tract infections. In :Chest Medicine. Essential of pulmonary and critical care medicine. Eds. George RB et al. 4 thEd. Philadelphia. Isippimcott Williams and Wilkins, 377-429. Pennington JE. 1994. Community acquired pneumonia and acute bronchitis. In : Respiratory infection. Diagnosis and management. Ed. Penington JE.3 rd. New York. Raven Press. 193-206.