Anda di halaman 1dari 3

ARTICLE REVIEW: THE PURPOSE OF POLITICAL SCIENCE BY HANS J.

MORGENTHAU

oleh Arya Wirawan Maulana NIM: 1111113000091

PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1433 H/2012 M

Dalam The Purpose of Political Science, Morgenthau berpendapat bahwa tujuan ilmu politik adalah sangat jelas yaitu untuk memahami politik secara teoritis. Artikel ini menguraikan empat pertanyaan mendasar Morgenthau yang muncul dalam menjawab tujuan ilmu politik, yaitu: 1. Bagaimana bisa kita memahami teori politik dalam pandangan sifat materi pelajaran? 2. Bagaimana bisa kita memahami teori politik dalam sudut pandang sifat pengamat? 3. Bagaimana kita membedakan antara fenomena politik yang butuh pemahaman teori, dan yang tidak? 4. Apa tujuan dari memahami teori politik?

Memahami teori ilmiah dalam ilmu politik bukan merupakan perkara mudah. Teori ilmiah di ilmu politik terus-menerus mengalami permasalahan, hal ini dikarenakan sifat dari data empiris dalam ilmu politik yang sangat sulit untuk dipahami. Ini merupakan permasalahan yang masih dialami oleh ilmu-ilmu sosial sampai saat ini dan belum ditemukan penyelesaiannya. Ada dua poin yang dapat digunakan untuk memahami teori politik dalam materi pelajaran, pertama adalah kejadian bersejarah unik dan kedua adalah manifestasi dari kekuatan-kekuatan sosial. Kejadian bersejarah unik ini hanya terjadi satu kali dan belum pernah terjadi sebelumnya. Situasi historis ini selalu berisi sejumlah potensi yang terbatas menjadi sesuatu yang berkembang, contohnya seperti situasi politik di Jerman tahun 1932 dengan adanya demokrasi parlementer, diktator militer, dan paham NAZI. Secara tidak langsung situasi tersebut juga dapat berkembang dengan terbentuknya kekuatan-kekuatan sosial baru. Dengan begitu kita dapat memahami ilmu politik dengan mempelajari kejadian sejarah unik yang pernah terjadi dan lewat kekuatan-kekuatan sosial yang pernah terbentuk. Selanjutnya dalam memahami ilmu politik kita juga dapat menggunakan teori berdasarkan pandangan seorang pengamat politik. Seorang pengamat politik adalah sebuah produk dalam masyarakat yang mempunyai tujuan untuk memahami masyarakat itu sendiri. Sudut pandang pengamat politik sangat dipengaruhi oleh masyarakat yang ia amati. Perspektif pengamat menentukan apa yang dapat diketahui dan bagaimana itu dapat dipahami. Pandangan pengamat politik ini mempunya dua konsekuensi yang saling berlawanan, yaitu menyampaikan kebenaran atau keuntungan sosial. Kebenaran ilmu politik

adalah kebenaran tentang kekuasaan, manifestasinya, konfigurasinya, keterbatasannya, implikasinya, serta hukum-hukumnya. Ilmu politik yang benar adalah politik yang memiliki komitmen moral dan berani menghadapi resiko untuk tidak populer. Untuk menjawab fenomena apa saja yang memerlukan pemahaman teori, kita harus membedakan antara masalah mana yang harus diberi pemahaman teoritis. Karena fenomenafenomena ini menyentuh hakikat kehidupan politik, dan orang-orang, yang terdiri dari bagian utama dari ilmu politik, yang telah dibawa ke permukaan oleh situasi bersejarah sebelumnya, dan yang akan digantikan oleh orang lain yang muncul dari situasi sejarah yang berbeda. Isi dari ilmu politik tidak dapat ditentukan dengan pertanyaan dan abstrak. Ada kecenderungan yang kuat dalam ilmu politik kontemporer untuk memaksa teori ke semua individu secara sama dengan menilai kesesuaian kriteria yang belum ditetapkan berdasarkan metodologis dibandingkan dengan kontribusi dasar terhadap pengetahuan dan pemahaman tersebut. Tujuan dari ilmu politik kini adalah untuk menyesuaikan pemikiran-pemikiran teori ilmu politik yang telah dengan perkembangan ilmu politik yang terjadi sampai saat ini. Ideide politik memiliki konsekuensi politik. Seperti kekuatan militer, pengaruh ekonomi, kewenangan konstitusional, penilaian legislatif, dan keputusan pengadilan, itu semua adalah faktor dalam persamaan politik. Maka dari itu sangatlah penting untuk kita memahami teori dalam ilmu politik yang dapat kita gunakan untuk menganalisis dan menentukan kebijakan politik.