Anda di halaman 1dari 4

TUGAS AGAMA

Afina Hasna Ghaida Taufik 13712021/ Teknik Material ITB K-08

1. HADITS SHAHIH Pengertian Hadits Shahih

[1]
Hadis shahih adalah hadits yang bersambung sanadnya (sampai kepada Nabi), diriwayatkan oleh (periwayat) yang adil dan dhabit sampai akhir sanadnya, tidak terdapat kejanggalan (syadz) dan cacat (Illat). Contohnya: 1.

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, ia berkata memberitakan kepada kami musaddad, memberitakan kepada kami mutamir ia berkata: aku mendengar ayahku berkata: aku mendengar anas bin malik berkata: nabi saw berdoa: Ya Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada engkau dari sifat lemah, lelah, penakut, dan pikun. Aku mohon perlindungan kepada engkau dari fitnah hidup dan mati, dan aku mohon perlindungan kepada engkau dari adzab kubur.

2.

Andaikan tidak memberatkan kepada umatku, niscaya akan kuperintahkan bersiwak pada setiap kali hendak melaksanakan shalat. (HR. Bukhari)

2. HADITS HASAN Pengertian Hadits Hasan Hadits hasan ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh seorang yang adil tetapi kurang dhabit, tidak terdapat di dalamnya suatu kejanggalan (syadz) dan tidak juga terdapat cacat ( Illat). Sehingga pengertian hadits hasan oleh para ulama mutahaddisin didefinisikan sebagai berikut:


ialah hadits yang pada sanadnya tidak terdapat orang yang tertuduh dusta, tidak terdapat kejanggalan pada matannya dan hadits itu diriwayatkan tidak dari satu jurusan (mempunyai banyak jalan) yang sepadan maknanya. Pada dasarnya, hadits hasan dengan hadits shahih tidak ada perbedaan, kecuali hanya dibidang hafalannya. Pada hadits hasan, hafalan perawinya ada yang kurang meskipun sedikit. Adapun untuk syarat-syarat lainnya, antara hadits hasan dengan hadits shahih adalah sama.

Contohnya:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu, Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda :


Perbanyaklah bersyahadat laa ilaaha illa Allah, sebelum engkau dihalangi darinya. Dan talqinkan kalimat tersebut kepada orang yang hendak meninggal

3. HADITS DHAIF Pengertian Hadits Dhaif


hadits dhaif adalah hadits yang tidak menghimpun sifat-sifat hadits shahih dan juga tidak menghimpun sifat-sifat hadits hasan.

Dengan demikian, jika hilang salah satu kriteria saja, maka hadits itu menjadi tidak shahih atau tidak hasan. Lebih-lebih jika yang hilang itu sampai dua atau tiga syarat maka hadits tersebut dapat dinyatakan sebagai hadits dhaiif yang sangat lemah. Karena kualitasnya dhaif, maka sebagian ulama tidak menjadikannya sebagai dasar hukum.
Contohnya: 1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwqaththa, dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin Yasar, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda


sesungguhnya cuaca yang sangat panas itu bagian dari uap neraka Jahannam

2. telah sampai kepadaku, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

) )
Artinya: Budak itu harus diberi makanan dan pakayan secara baik. (HR. Malik) 3. Bukhari berkata, kala Malik, dari Zuhri,dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:


Artinya: Jangan lah kamu melebihkan sbagian Nabi dan sebagian yang lain. (HR. Bukhari)