Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan 1.

Berdasarkan tanda-tanda yang diperlihatkan pasien pada skenario kali ini, diagnosis yang paling tepat adalah hipertiroid. Tanda-tanda tersebut adalah berat badan turun, mudah , sering berdebar-debar, kadang buang air besar encer, takikardi, hipertensi. 2. Hipertiroid adalah suatu keadaan yang abnormal pada kelenjar tyroid. Keabnormalan ini terjadi karena hiperfungsi kelenjar tiroid sehinga produksi dan sekresi hormone tiroid meningkat . Hiperfungsi ini disebabkan oleh berbagai hal dan salah satunya adanya reaksi autoimun. 3. Pemeriksaan yang mungkin dapat dilakukan untuk mendiagnosis kelainan pada kelenjar tiroid antara lain pemeriksaan palpasi, pemeriksaan kadar FT3, TSHs, dan FT4, serta perhitungan dengan index waynes dan indeks new castle. Untuk lebih memastikan dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi atau CT-scan, juga dilakukan biopsy jarum halus. 4. Terapi yang bisa dilakukan antara lain secara umum untuk pencegahan yaitu dengan cukup mengonsumsi yodium; menggunakan Obat Anti Tiroid (OAT) seperti propiltiourasil, tiourasil, dan metimazol; penghambat transfer ion iodide, seperti beta blocker; iodide; yodium radioaktif, dan pembedahan. 5. Sementara ini terapi yang paling efektif untuk menangani kelainan ini adalah pembedahan. Akan tetapi pembedahan ini perlu mendapat perhatian lebih baik sebelum dan setelah operasi karena efek yang ditimbulkan. Efek tersebut antara lain hipotiroid, hipertiroid, dan krisis tiroid. Juga apabila belum terjadi pembesaran struma tidak perlu dilakukan pembedahan. Saran 1. Selain menjaga pola hidup sehat pasien juga sebaiknya melakukan terapi penyembuhan secara teratur supaya efek samping yang berikan tidak terlalu besar. 2. Sebaiknya pasien tetap disarankan untuk melakukan salah satu terapi untuk penyembuhan setelah terjadi remisi spontan. 3. Terapi yang diberikan sebaiknya secara bertahap dan memiliki efek samping paling kecil yang disesuaikan dengan komplikasi yang mungkin timbul. 4. Memberikan penyuluhan semacam edukasi pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya mengkonsumsi zat gizi secara seimbang terhadap kesehatan tubuh dan pola hidup sehat karena reaksi autoimun kemungkinan berasal dari keadaan yang kurang terjaganya pola hidup sehat dan pola konsumsi yang tidak seimbang juga harus meminum obat secara teratur serta memeriksa TSH.