Anda di halaman 1dari 7

Budidaya tomat cherry hidroponik

Budidaya tomat cherry hidroponik ini saat ini masih cukup terbuka lebar karena tergolong baru dan belum banyak orang yang membudidayakannya . Tomat Cherry menjadi pilihan karena rasanya yang manis , warnanya yang menarik dan ukurannya yang mini . Tomat Cherry bisa di panen 2-3 bulan dan pemeliharaanya ringan serta mudah. Untuk membudidayakan tomat cherry terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Syarat Lingkungan Tomat cherry cocok di tanam pada daerah ketinggian 600-1500 m dpl dan bersuhu 17 -280C. 2. Penyemaian dan Penanaman Biji tomat cherry terlebih dahulu dijadikan bibit selama satu bulan. Penyemaian bibit menggunakan tray ( wadah persemaian berbentuk kotak bersekat berbahan plastik ) yang diisi dengan media tanam berupa rock wool ( bentuknya mirip sabut kelapa ) . Setelah satu bulan dan tinggi mencapai 15 cm barulah bibit bida dipindahkan ke lokasi tanam didalam green house. Bibit tersebut ditanam dalam polybag ukuran 30 -35 cm berisi arang sekam yang disusun berjajar. 3. Pemeliharaan Selama pemeliharaan kondisi green house diusahakan selalu tertutup dan steril agar tanaman tidak terserang penyakit. Pengecekan tanaman harus dilakukan secara rutin terutama terhadap serangga yang dapat menjadi hama perusak tanaman. Daun tua serta buah yang rusak hendaknya dibuang supaya kondisi sekitar media tanam tetap bersih dan stabil. Untuk penyiraman tanaman tomat dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan menggunakan alat drip irigation ( irigasi tetes ). Pupuk dilarutkan dalam air lalu kemudian diberikan kepada tanaman. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk khusus hidroponik yang disebut larutan AB mix. Takarannya pupuk cair diencerkan dengan air dengan komposisi air = X ml pupuk x 200 . Misal larutan pupuk A 5ml , pupuk B 5 ml maka airnya = 5 x 200 = 1000 ml . Untuk memupuk 500 tanaman dibutuhkan 45 liter pupuk AB mix yg diperlukan dalam 1 bulan . 4. Panen dan Pasca Panen Penyemaian benih menjadi bibit kurang lebih selama 1 bulan dan dalam 2 3 bulan kemudian sudah bisa dilakukan panen perdana. Tanaman ini dipanen 2 hari sekali sampai sekitar 5 -6 bulan lamanya. Jadi total produktivitas tomat cherry sekitar 10 bulan dan setelah itu harus diganti bibit baru. Sebelum tanaman diganti agar terus menerus bisa dipanen sebaiknya disiapkan penyemaian baru 4 bulan sebelumnya. Buah yang dipanen tidak perlu dicuci untuk mencegah kebusukan tetapi cukup dilap menggunakan kain agar bersih dan langsung dikemas, baik dengan styrofoam dibungkus plastik wrapping. Untuk suhu penyimpanan tomat cherry yang baik sekitar 5 10 0C, suhu tersebut akan membuat tomat cherry bertahan 1 -2 minggu lamanya. 5. Kendala dan resiko Selama ini kendala datang dari perubahan cuaca yang drastis yang mempengaruhi kondisi buah. Misalnya dari kondisi mendung dan berubah ke kondisi kering maka akan membuat buah tomat mudah pecah dan berjamur. Selama ini yang biasa dilakukan adalah kontrol secara rutin terhadap kondisi tanaman, buah yang pecah harus segera dibuang dan penyiraman tambahan harus dilakukan jika kondidi cuaca sangat kering.

1. Ciri-ciri Tanaman Tomat Tanaman tomat memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. Berbentuk perdu, kecuali tomat liar yang tumbuh menjalar Berumur lebih dari setahun Berakar tunggang Berbatang bersegi dan berbulu halus Bunganya berbentuk terompet kecil dan berwarna kuning Buahnya berbentuk bulat, bulat pipih, dan ada juga yang seperti bola lampu Buahnhya berdaging dan mengandung banyak air Daunnya bercelah dengan tulang daun menyirip

2. Jenis-jenis Tomat Ada beberapa jenis tomat yang dikenal oleh masyarakat. Beberapa jenis di antaranya bisa jadi telah umum dikonsumsi oleh masyarakat banyak, baik yang dimakan secara langsung maupun yang digunakan sebagai bumbu masak. Di bawah ini merupakan jenis-jenis tomat, antara lain : a. Tomat apel Tomat jenis ini berbuah bulat dan sedikit keras seperti apel atau pir. b. Tomat sayur atau tomat porselin Tomat sayur atau porselin berbuah bulat pipih, lunak, dan bentuknya tidak teratur. Tomat ini banyak dijual dipasar. c. Tomat kentang Tomat jenis ini berbuah bulat besar dan padat. Ukuran buah tomat ini lebih kecil dari tomat apel dan berdaun lebar. d. Tomat keriting Tomat jenis ini berbentuk agak lonjong dank eras, sedangkan daunnya rimbun keriting dan berwarna hijau kelam.

e. Tomat Plum

Tomat plum adalah sebutan untuk buah tomat yang bentuknya seperti buah plum. yaitu berbentuk bulat lonjong, berdaging tebal, mengandung banyak air dan berkulit tipis. Tomat plum mempunyai rasa yang agak masam. Di beberapa tempat di kenal dengan sebutan rampai. Tomat plum umumnya digunakan dalam berbagai masakan yang membutuhkan rasa segar seperti sambal terasi, tumis, sup, serta di buat minuman seperti jus tomat. f. Tomat Anggur Tomat Anggur mempunyai bentuk serupa dengan buah anggur. Baik dalam hal bentuk ataupun untaiannya. Tomat anggur merupakan jenis tomat yang paling kecil diantara lainnya. Tomat anggur mempunyai bentuk yang bulat, berasa manis, dengan daging yang tidak tebal dan kadar air yang tidak terlalu banyak. Karena bentuknya yang seperti anggur dan rasanya yang manis, tomat ini sering di konsumsi begitu saja atau di gunakan sebagai salah satu bahan dalam salad buah. Tomat anggur juga jarang sekali dijumpai di Indonesia karena orang Indonesia memang jarang mengkonsumsi buah tomat secara negitu saja tanpa di masak terlebih dahulu. g. Tomat Ceri Tomat cerry ini hampir mirip dengan tomat plum. Namun mempunyai rasa yang lebih manis. Tomat ceri ini bentuknya kecil agak lonjong, berasa manis dan mengandung banyak air. Ketika masih muda tomat ceri berwarna hijau pucat dan ketika sudah masak warnanya berubah menjadi orange ke merahan. Karena memiliki bentuk yang cantik, seperti halnya tomat anggur, tomat ceri juga biasanya digunakan sebagai pelengkap salad, garnising atau dimakan dalam keadaan segar.

h. Tomat Pear Tomat pear ini memang mempunyai bentu yang sangat mirip dengan buah pear hanya saja ukurannya jauh lebih kecil. Tomat pear berasa manis dan memiliki warna beraneka ragam, yaitu merah, orange dan kuning. Meski bentuknya unik dan cantik, tapi tomat ini tidak populer di Indonesia. Kalaupun ada hanya di jadikan sebagai tanaman hias. tomat pear biasanya di konsumsi sebagai pelengkap salad atau penghias makanan. i. Tomat Beef/Beefsteak Tomat beef ini memiliki bentuk yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Selain bentuknya besar, daging buahnya juga tebal, bijinya tidak terlalu banyak dan kadar airnya sangat sedikit. Sehingga jika di iris tidak menjadi basah dan berair. Rasa tomat beef ini agak sedikit masam, dan sangat cocok di gunakan sebagai sayuran dan garnising pada sandwich atapun hamburger. Namun terkadang, tomat jenis ini juga di tambahkan dalam berbagai jenis sup, tumis, atau jenis masakan lainnya. j. Tomat Hijau Tomat hijau adalah istilah yang digunakan untuk menyebut tomat yang belum masak dan warnanya masih hijau. Tomat hijau dipanen saat masih mentah sehingga masih berwarna hijau, dengan rasa yang sedikit masam, dan kadar air yang masih sedikit. Tomat hijau biasanya di gunakan untuk memasak sambel cabe hijau, dan untuk menumis masakan yang membutuhkan sedikit rasa asam yang segar.

3.

Bertanam Tomat

Tanaman tomat dapat tumbuh, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Jenis tomat apel lebih baik ditanam di dataran tinggi, sedangkan jenis tomat sayur lebih baik ditanam di dataran rendah.

Tanah yang subur dan sedikit mengandung pasir merupakan kondisi tanah yang disenangi tanaman tomat. Namun, tanah liat yang mengandung sedikit pasir sangat tidak disukai tanaman ini. Selain itu, tanaman tomat ternyata tidak tahan terhadap hujan. Jadi, lebih baik tidak menanam tomat pada saat musim hujan.

Tomat dikembangbiakkan dengan bijinya. Sebelum kamu menanam tomat disemaikan terlebih dahulu. Tanah yang akan dijadikan persemaian dicangkul dan diberi pupuk kandang. Biji tomat ditaburkan berbaris dengan jarak antar baris 5 cm. Ketika kamu menaburkan biji tomat ini, lakukanlah dengan hati-hati dan tipis-tipis di atas tanah persemaian. Setelah 5-7 hari disemaikan, biji tomat akan tumbuh. Setelah berumur 2 minggu, bibit dari persemaian dipindahkan ke dalam kantong plastik.

Lahan yang akan digunakan untuk bertanam tomat dicangkul. Kemudian, buatlah beberapa lubang. Setiap lubang diberi pupuk kandang. Setelah satu bulan, pindahkanlah tanaman tomat yang ada di kantong plastik. Setelah itu, tanaman tomat dapat ditutupi dengan dedaunan atau pelapah pisang. Hal ini dilakukan agar dapat mencegah panas matahari atau air hujan. Baru setelah 3-4 hari penutup tadi dapat dibuka. Setelah itu, jangan lupa untuk memberi pupuk.

Seperti halnya manusia, tanaman juga suka sakit. Penyebabnya adalah serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tomat, di antaranya ulat dan cacing. Adapun cendawan, bakteri, dan virus merupakan penyebab penyakiut pada tanaman tomat. Penyakit

pada tanaman tomat cepat menyebar. Jadi perhatikan selalu tanaman tomat agar terhindar dari penyakit dan menghasilkan buah yang baik.

Pencegahan terhadap penyakit agar tidak menyebar adalah dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang sakit. Dengan demikian, penyebab penyakitnya akan mati dan tidak akan mengganggu tanaman lagi.