Anda di halaman 1dari 28

Lapkas : Stroke Iskemik

ABSTRAK

Gangguan Peredaran Darah Otak (GPDO) atau penyakit serebrovaskuler (Cerebro Vascular Disease / CVD) atau yang lebih di kenal dengan stroke menurut WHO adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa d itemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskular. Pada stroke, terjadi hipoksia serebrum yang menyebabkan cedera dan kematian sel-sel neuron. Kerusakan otak karena stroke, terjadi sebagai akibat pembengkakan dan edema yang timbul dalam 24 72 jam pertama setelah kematian sel neuron. Menurut American Heart Assosiation, TIA, atau transient ischemic attack, adalah "stroke ringan" yang terjadi ketika darah gumpalan arteri untuk pendek waktu. Gejala-gejala TIA adalah sama dengan orang-orang dari stroke, tetapi mereka biasanya berlangsung hanya beberapa menit. sekitar 15 persen dari stroke utama didahului oleh TIA. Stroke terjadi bila pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otak tersumbat atau pecah. Ketika ini terjadi, sel-sel otak tidak mendapatkan darah yang mereka butuhkan. Kehilangan oksigen, sel-sel saraf berhenti bekerja dan mati dalam hitungan menit. Kemudian, bagian dari tubuh yang berada di bawah kontrol tidak bisa berfungsi baik. Efek dari stroke mungkin permanen tergantung pada berapa banyak sel yang hilang, di mana mereka berada di otak, dan faktor lainnya. Klasifikasi stroke berdasarkan penyebab adalah: 1. Stroke iskemik atau stroke non hemoragik, berupa TIA, trombosis dan emboli. 2. Stroke hemoragik, terdiri atas: Perdarahan Intra Serebral (PIS) Perdarahan Sub Arachnoid (PSA) Menurut data statistik dari Stroke Assosiation 85% stroke disebabkan oleh penyumbatan (disebut stroke iskemik). 15% stroke disebabkan oleh perdarahan diotak (stroke hemoragik) 10% disebabkan oleh intercerebral primer perdarahan, dan 5% yang disebabkan oleh suatu subarachnoid perdarahan.
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Stroke adalah penyebab kematian tersering ketiga pada orang dewasa di Amerika Serikat. Angka kematian setiap tahun akibat stroke baru atau rekuren adalah lebih dari 200ribu. Di Amerika Serikat perempuan membentuk lebih dari separuh kasus stroke yang meninggal, lebih dari dua kali dari jumlah perempuan yang meninggal akibat kanker payudara. Empat juta orang Amerika mengalami deficit neurologic akibat storke. Kemungkinan meninggal adalah 30-35%, dan kemungkinan kecacatan mayor pada yang selamat adalah 35-40% (Price dan Wilson, 2006). Di dunia, stroke menempati urutan kedua setelah penyakit jantung, baru kemudian diikuti oleh kanker sebagai urutan ketiga. Data WHO menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit pembuluh darah lebih banyak dibanding penyakit lain, yaitu sekitar 15 juta tiap tahun atau sekitar30 % dari kematian total pertahunnnya dan sekitar 4,5 juta diantaranya disebabkanoleh stroke. Dari seluruh kematian di negara-negara industri, 10 - 12 %disebabkan oleh stroke dan sekitar 88 % kematian akibat stroke terjadi pada usia diatas 65 tahun. Menurut data Riskesdas Depkes RI, 2007 dalam laporan nasionalnya mendapatkan bahwa penyebab kematian utama untuk semua usia adalah stroke (15,4%), TB (7,5%), hipertensi (6,8%). Stroke iskemik memiliki persentase paling besar yaitu sebesar 80% , terbagi atas subtipe stroke trombotik dan embolik yang dapat mengurangi sirkulasi atau kebutuhan darah diotak atau mengakibatkan kematian neuron yang diperlukan otak. Penyakit serebrovaskuler dapat menyebabkan kemunduran kognitif. Penyakit serebrovaskuler fokal dapat terjadi akibat trombosis atau emboli vaskuler serta perdarahan otak. Frekuensi gangguan kognitif pasca stroke iskemikberkisar antara 20-30%, dan makin meningkat risikonya, bahkan sampai 2 tahun pasca stroke. Gangguan kognitif pasca stroke termasuk dalam suatu kelompok gangguan kognitif yang disebut dengan vascular cognitive impairment (VCI) yang meliputi gangguan kognitif ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari sampai yang paling berat berupa demensia vaskuler. Gangguan kognitif dapat mengenai satu atau lebih domain kognitif seperti atensi, bahasa, memori, visuospasial dan fungsi eksekutif. Penyakit stroke diakibatkan oleh berbagai macam risiko, diantaranya ada 2 faktor resiko yaitu :
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

1. Faktor risiko yang dapat diubah tekanan darah, merokok, diabetes, penyakit jantung, kolesterol, penyempitan pembuluh darah, penyakit sickle cell, penggunaan terapi hormon, insulin, diet dan nutrisi, latihan fisik, kegemukan, metabolik sindrom, pemakain alkohol berlebihan, narkoba, pemakaian obat-obatan kontrasepsi, gangguan pola tidur, peradangan. (American Heart Assosiation Guidline, 2006). 2. Faktor risiko yang tidak dapat dirubah umur, jenis kelamin, berat lahir rendah, faktor keturunan, dan kelainan pembuluh darah bawaan. (American Heart Assosiation Guidline, 2006).

I.2

Tujuan Adapun tujuan dari penulisan Laporan Kasus ini adalah : 1. Untuk memenuhi tugas akhir dan sebagai syarat ujian akhir Kepanitraan Klinik Senior (KKS) bagian Ilmu Penyakit Neurologi Rs. Haji Medan. 2. Untuk melaporkan kasus pasien bagian Neurologi di bangsal Rs.Haji Medan. 3. Untuk Membedakan Jenis stroke haemoragik dan iskemik. 4. Untuk bisa mendiagnosis dan menetukan different diagnosis pada kasus stroke. 5. Untuk mengetahui pemeriksaan fisik, lanjutan, anjuran dan terapi pada kasus stroke di RS.Haji Medan.

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Stroke adalah suatu sindrom klinis yang di tandai oleh kehilangan fungsi otak fokal

akut (kadang global) yang berlangsung dalam waktu 24 jam atau menyebabkan kematian dini yang disebabkan baik oleh perdarahan spontan ke dalam atau meliputi jaringan otak (perdarahan intracerebral spomtan atau perdarahan sub arachnoid-stroke hemoragis). Atau suplai darah yang tidak adekuatnya ke suatu bagian otak sebagai akibat aliran darah yang rendah. Trombosis dan emboli yang berhubungan dengan suatu penyakit pembuluh darah,jantung atau darah (stroke atau infark serebri) . Stroke merupakan penyebab kecacatan nomer satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Duapertiga stroke terjadi di negara berkembang. Pada masyarakat berat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insidensi stroke meningkat seiring pertambahan usia.

Faktor Resiko Faktor resiko untuk terjadinya stroke dapat diklasifikasikan berdasarkan

kemungkinannya untuk dimodifikasi atau tidak (nonmodifiable, modifiable, atau potentially modifiable) dan bukti yang kuat (well documented atau less well documented) (Goldstein,2006). 1. Non modifiable risk factors : a. Usia b. Jenis kelamin c. Berat badan lahir rendah d. Ras/etnis e. genetik 2. Modifiable risk factors
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

a. Well-documented and modifiable risk factors 1. Hipertensi 2. Paparan asap rokok 3. Diabetes 4. Atrial fibrilasi dan beberapa kondisi jantung tertentu 5. Dislipidemia 6. Stenosis arteri karotis 7. Sickle cell disease 8. Terapi hormonal pasca menopause 9. Diet yang buruk 10. Inaktivitas fisik 11. Obesitas b. Less well-documented and modifiable risk factors 1. Sindroma metabolik 2. Penyalahgunaan alkohol 3. Penggunaan kontrasepsi oral 4. Sleep-disordered breathing 5. Nyeri kepala migren 6. Hiperhomosisteinemia 7. Peningkatan lipoprotein (a) 8. Peningkatan lipoprotein-associated phospholipase 9. Hypercoagulability 10. Inflamasi
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

11. Infeksi

Epidemiologi Pada 1053 kasus stroke di 5 rumah sakit di Yogya- karta angka kematian tercatat

sebesar 28.3%; sedangkan pada 780 kasus stroke iskemik adalah 20,4%, lebih banyak pada laki-laki. Mortalitas pasien stroke di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menduduki peringkat ketiga setelah penyakit jantung koroner dan kanker, 51,58% akibat stroke hemoragik, 47,37% akibat stroke iskemik, dan 1,05% akibat perdarahan subaraknoid (Lamsudin, 1998). Penelitian prospektif tahun 1996/1997 mendapatkan 2.065 pasien stroke dari 28 rumah sakit di Indonesia (Misbach, 2000). Survei Departemen Kesehatan RI pada 987.205 subjek dari 258.366 rumah tangga di 33 propinsi mendapatkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian utama pada usia > 45 tahun (15,4% dari seluruh kematian). Prevalensi stroke ratarata adalah 0,8%, tertinggi 1,66% di Nangroe Aceh Darussalam dan terendah 0,38% di Papua (RISKESDAS, 2007). ( menurut Kepala Unit Stroke RSUP Dr Sardjito/ Bagian Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia). Insiden stroke bervariasi di berbagai negara di Eropa, diperkirakan terdapat 100-200 kasus stroke baru per 10.000 penduduk per tahun (Hacke dkk, 2003). Di Amerika diperkirakan terdapat lebih dari 700.000 insiden stroke per tahun, yang menyebabkan lebih dari 160.000 kematian per tahun, dengan 4.8 juta penderita stroke yang bertahan hidup. (Goldstein dkk, 2006). Rasio insiden pria dan wanita adalah 1.25 pada kelompok usia 55-64 tahun, 1.50 pada kelompok usia 65-74 tahun, 1.07 pada kelompok usia 75-84 tahun dan 0.76 pada kelompok usia diatas 85 tahun (Lloyd dkk, 2009).

Klasifikasi Stroke Klasifikasi stroke berdasarkan atas patologi anatomi (lesi), stadium dan lokasi (sistem

pembuluh darah) (Misbach, 1999). 1) Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya: a) Stroke iskemik Transient Ischemic Attack (TIA)
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

Trombosis serebri Emboli serebri b) Stroke hemoragik Perdarahan intraserebral Perdarahan subarakhnoid 2) Berdasarkan stadium: a) Transient Ischemic Attack (TIA) b) Stroke in evolution ) Completed stroke 3) Berdasarkan lokasi (sistem pembuluh darah): a) Tipe karotis b) Tipe vertebrobasiler

Patofisiologi Stroke infark terjadi akibat kurangnya aliran darah ke otak. Aliran darah ke otak

normalnya adalah 58 mL/100 gram jaringan otak per menit; jika turun hingga 18 mL/100 gram jaringan otak per menit, aktivitas listrik neuron akan terhenti meskipun struktur sel masih baik, sehingga gejala klinis masih reversibel. Jika aliran darah ke otak turun sampai <10 mL/100 gram jaringan otak per menit, akan terjadi rangkaian perubahan biokimiawi sel dan membran yang ireversibel membentuk daerah infark. Perdarahan Intraserebral Kira-kira 10% stroke disebabkan oleh perdarahan intraserebral. Hipertensi, khususnya yang tidak terkontrol, merupakan penyebab utama. Penyebab lain adalah pecahnya aneurisma, malformasi arterivena,angioma

kavernosa,alkoholisme, diskrasia darah, terapi antikoagulan, dan angiopati amiloid.

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

STROKE ISKEMIK Stroke iskemik merupakan tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak (Sjahrir,2003). Klasifikasi Stroke Iskemik : 1. Transient Ischaemic Attack (TIA) defisit neurologis membaik dalam waktu kurang dari 30 menit. 2. Reversible Ischaemich Neurological Deficit (RIND) defisit neurologis membaik kurang dari 1 minggu. Etiologi Penyebab dari strok non-hemoragik, antara lain 1. Infark otak Emboli (15-20%). Emboli dapat terbentuk dari gumpalan darah, kolesterol, lemak, fibrin, trombosit, udara, tumor, metastase, bakteri, atau benda asing. a. Emboli kardiogenik b. c. Fibrilasi atrium atau aritmia lain Thrombus mural ventrikel kiri Penyakit katup mitral atau aort Endokarditis (infeksi atau non-infeksi)

Emboli paradoksal (foramen ovale paten) Emboli arkus aorta

Trombosis (75-80%). Oklusi vaskular hampir selalu disebabkan oleh trombus, yang terdiri dari trombosit, fibrin, sel eritrosit, dan leukosit. a. b. September 8, 2013

Penyakit ekstrakranial Arteri karotis interna Arteri vertebralis Penyakit intracranial Arteri karotis interna Arteri serebri media Arteri basilaris

Lapkas : Stroke Iskemik

2.

Lakuner (oklusi arteri perforans kecil)

Penyebab lain (dapat menimbulkan infark atau perdarahan) (5%) Trombosis sinus dura Diseksi arteri karotis atau vertebralis Vaskulitis sistem saraf pusat Penyakit moya-moya Migren Kondisi hiperkoagulasi

Patofisiologi Stroke Iskemik Iskemik otak mengakibatkan perubahan dari sel neuron secara bertahap (Sjahrir, 2003): Tahap 1: a. Penurunan aliran darah b. Pengurangan 02 c. Kegagalan energi d. Termina; depolarisasi dan kegagalan homeostasis ion Tahap 2 : a. Eksitoksisitas dan kegagalan homeostasis ion b. Spreading depression Tahap 3 : Inflamasi Tahap 4 : Apoptosis

Maninfestasi Klinis Bergantung pada neuroanatomi dan vaskularisasinya, gejala klinis dan defisit neurologinya yang ditemukan berguna untuk menilai lokasi iskemik : 1. Gangguan peredaran darah arteri serebri anterior yang menyebabkan hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral yang terutama melibatkan tungkai.
September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

10

2. Gangguan peredaran darah arteri serebri medial menyebabkan hemiparesis dan hemihipestesi kontralateral tyang terutama mengenai lengan disertai gangguan fungsi luhur berupa : apasia (bila mengenai area otak dominan) atau bila mengenai area otak non dominan (hemispatial neglechete). 3. Gangguan peredaran darah arteri serebri posterior menimbulkan hemianopsi homonim atau kuadrantanopsi kontralateral tanpa disertai gangguan motorik maupun sensorik. Gangguan daya ingat terjadi bila infark pada lobus terporalis medial. Aleksia tanpa agrafia timbul bila infark terjadi pada korteks visual dominan dan splenium korpus kolosum. Agnosia dan prosopagnosia (ketidakmampuan mengenali wajah) timbul akibat infark pada korteks temporooksipitalis inferior. 4. Gangguan peredaran darah batang otak menyebabkan gangguan saraf kranial seperti : disatria, diplopia, dan vertigo; gangguan sereberal, seperti ataksia atau hilang keseimbangan ; atau penurunan kesadaran. 5. Infark lakunar merupakan infark kecil dengan klinis gangguan murni motorik atau sensorik tanpa disertai gangguan fungsi luhur.

Diagnosis Skor stroke Skor stroke Siriraj, skor Gajah Mada. Laboratorium darah Hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis trombosit, dan laju endapan darah. PT dan aPTT, agregasi trombosit, fibrinogen. Gula darah Profil lipid dan kolesterol, asam urat.

EKG dan ekokardiografi : mencari pencetus stroke akibat penyakit jantung. Pungsi lumbal (sesuai indikasi) Foto toraks CT scan / MRI kepala MRA, OTAK Skor Stroke Siriraj

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

11

(2,5 x derajat kesadaran) + ( 2 x muntah) + ( 2 x nyeri kepala ) + ( 0,1 x tekanan diastolik ) ( 3 x penanda ateroma ) 12 Dimana : Derajat kesadaran Muntah Nyeri kepala Ateroma 0 = kompos mentis, 1 = somnolen, 2 = sopor / koma 0 = tidak ada , 1 = ada 0 = tidak ada , 1 = ada 0 = tidak ada , 1 = salah satu atau lebih (diabetes, angina, penyakiPembuluh darah ) Hasil : Skor > 1 : perdarahan supratentorial Skor < 1 : infark serebri

Skor Stroke Gajah Mada Penurunan + + Nyeri kepala + + _ _ Babinski + + Jenis stroke Perdarahan Peredarahan Perdarahan Iskemik Iskemik

Penatalaksanaan Umum A : (airway) B : (breathing) O2 2 4 L / maximal 5L C : (circulation) infus intravena : R-sol, RL, atau saline 0,9% 1. v p 0 mengurangi resiko peningkatan TIK

2. Hindari nyeri D : (detection of focal neurological deficit) scor siriraj atau scor gajah mada 3. Nutrisi Khusus 1. Terapi spesifik

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

12

Trombolisis rp-TA intavena/intraarterialm< 3 jam setelah awitan stroke dengan dosis 0,9 mg/kg BB (max 90mg). Sebanyak 10% dosis awal diberi sebagai bentuk bolus sisanya dilanjutkan melalui infus dalam waktu 1 jam.

Antiplatelet : asal salisilat 160 325 mg /hari 48 jam setelah awitan stroke atau clopidogrel 75mg / hari. Obat Neuroprotektor Citicolin 500 mg dosis maximal.

Hipertensi pada stroke iskemik akut tekana darah diturunkan apabila tekanan sistolik >220 mmHg dan diastol >110 mmHg dengan penurunan maximal 20% dari tekanan MAP (mean arterial presure) awal per hari. Panduan penurunan tekanan darah tinggi : Sistol >230mmHg dan diatol >140 mmHg berikan nicardipine 5-15mg per jam infus continue. Sistol 180-230mmHg dan diastol 105-140 mmHg atau MAP rata-rata 130mmHg pada dua kali pengukuran tekanan darah dengan selang 20 menit atau pada keadaan hipertensi gawat darurat (infark myocard, edem paru cardiogenic, retinopati, neufropati, atau ensepalopati hipertensif) berikan : Labetalol 10 20 mg intravena selama 1 2 menit. Ulangi atau tgandakan setiap 10 menit sampai maksimum 300mg atau berikan dosis awal berupa bolus yang diikuti oleh labetalol drip 2-8mg/menit. Bila tekanan sistolik <180 mmHg dan tekanan dan tekanan diastol <105 mmHg , tangguhkan pemberian obat antihipertensi. Pencegahan 1. Primer mengendalikan faktor resiko, gizi seimbang, dan olah raga teratur. 2. Sekunder mengendalikan faktor resiko, medikamentosa, tindakan infasif bila perlu.

Prognosis Dipengaruhi oleh usia pasien, penyebab stroke, dan kondisi medis lain yang mengawali atau menyertai stroke. Penderita yang selamat memiliki resiko tinggi untuk mengalami stroke berulang jika faktor resiko tidak dihindari.

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

13

DAFTAR PUSTAKA 1. Dewanto George, dr.Sp.s , J.Suwono Wita,dr.Sp.s , Riyanto Budi ,dr.Sp.s , Turana Yud ,dr.Sp. . D gno T t L n P ny t Sy r f Stro / G nggu n

Peredaran Darah Otak hal 24. EGC ; Jakarta. 2009 2. http://www.kalbemed.com/Portals/6/1_05_185Strokegejalapenatalaksanaan.pdf 3. Guidline Stroke . Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia. Kelompok Strudi Stroke. PERDOSSI : Jakarta .2007

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

14

LAMPIRAN STATUS NEUROLOGI

IDENTITAS PRIBADI NAMA JENIS KELAMIN USIA SUKU BANGSA AGAMA ALAMAT STATUS PEKERJAAN TANGGAL MASUK TANGGAL KELUAR : Ny. Khatijah : Perempuan : 70 tahun : Batak / Indonesia : Islam : Jln. Bilal no. 70B : Menikah : Ibu rumah tangga : 16 Agustus 2013 :

ANAMNESE Keluhan Utama : Lemah lengan atas dan tungkai bawah Sebelah kiri. Telaah :

OS datang ke RS Haji Medan pada tanggal 16 Agustus 2013 dengan keluhan lemah lengan atas dan tungkai bawah sebelah kiri, sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Anak Os mengatakan Os baru pertama kali mengalami hal seperti ini. Kejadaian ini berawal sehabis Os mengambil wudhu, tiba- tiba Os terduduk dan lengan atas serta tungkai bawah kiri tidak bisa digerakkan. Anaknya pun menjelaskan bahwa lemasnya lengan atas dan tungkai bawah secar bersamaan. Anak Os berkata sbelumnya Os tidak mengalami mual, muntah, dan tiak ada penurunan kesadaran. Riwayat Penyakit terdahulu Riwayat Penggunaan obat : Hypertensi : Captropril

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

15

ANAMNESE TRAKTUS Traktus Sirkulatorius Traktus Respiratorius Traktus Digestivus Traktus Urogenitalis Penyakit Terdahulu & Kecelakaan Intoksikasi & Obat-obatan ANAMNESE KELUARGA Faktor Herediter Faktor Familler Lain-Lain ANAMNESE SOSIAL Kelahiran dan Pertumbuhan Imunisasi Pendidikan Pekerjaan Perkawinan dan Anak PEMERIKSAAN JASMANI PEMERIKSAAN UMUM Tekanan Darah Nadi Frekuensi Nafas Temperatur Kulit dan Selaput Lendir Kelenjar dan Getah Bening Persendian : 130/80 mmHg : 80 x/menit : 22 x/menit : 36.8 C : Baik : Baik : Baik : Baik (Normal) : Tidak lengkap : SD : Ibu Rumah Tangga : Menikah, 4 anak : Tidak dijumpai : Tidak dijumpai :(-) : Hypertensi : Tidak dijumpai : Tidak dijumpai : Tidak dijumpai : Tidak dijumpai : Tidak dijumpai

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

16

KEPALA DAN LEHER Bentuk dan posisi Pergerakan Kelainan panca indera Rongga mulut dan gigi Kelenjar parotis Desah Dan lain-lain RONGGA DADA DAN ABDOMEN Inspeksi Perkusi Palpasi Auskultasi GENITALIA Toucher : Tidak dilakukan pemeriksaan : : : : : Bulat : Normal : Tidak ditemukan : Normal : Normal : Normal : (-) Rongga Dada Simetris fusiform Sonor Stem fremitus dex=sin vesikuler DBN Thympani Normal BUNormal Rongga Abdomen

STATUS NEUROLOGI SENSORIUM KRANIUM Bentuk Fontanella Palpasi Perkusi Auskultasi Transiluminasi PERANGSANGAN MENINGEAL Kaku kuduk
September 8, 2013

: Compos Mentis

: Normal : Tertutup sempurna : Normal : (-) : Normal :Tidak Dilakukan pemeriksaan

: (-)

Lapkas : Stroke Iskemik

17

Tanda kernig Tanda Laseque Tanda Brudzinki 1 Tanda Brudzinki II

: (-) : (-) : (-) : (-)

PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL Muntah Sakit kepala Kejang : (+) : (-) : (-)

SARAF OTAK/NERVUS KRANIALIS NERVUS I Normosmia Anosmia Parosmia Hiposmia : : : : Meatus Nasi Dextra (+) (-) (-) (-) Meatus Nasi Sinistra (+) (-) (-) (-)

NERVUS II Visus Lapangan Pandang Normal Menyempit Hemianopsia Scotoma Refleks Ancaman Fundus oculi Warna : : : : : :

Oculi Dextra(OD) 1/6

OculiSinistra(OS) 1/6

(+) (-) (-) (-) (+)

(+) (-) (-) (-) (+)

: Tidak Dilakukan pemeriksaan

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

18

Batas Ekskavasilo Arteri Vena

: Tidak Dilakukan pemeriksaan : Tidak Dilakukan pemeriksaan : Tidak Dilakukan pemeriksaan : Tidak Dilakukan pemeriksaan

NERVUS III,IV,VI Gerakan Bola Mata Nistagmus Pupil Lebar Bentuk Refleks Cahaya Langsung : : : : :

Oculi Dextra(OD) (+) (-)

OculiSinistra(OS) (+) (-)

2,5 mm Bulat (+) (+) (-) (-) (-) (-)

2,5 mm Bulat (+) (+) (-) (-) (-) (+)

Refleks Cahaya Tidak Langsung: Rima Palpebra Deviasi Konjugate Fenomena Doll's Eye Strabismus : : : :

NERVUS V Motorik Membuka dan Menutup Mulut Palpasi Otot Maseter & Temporalis Kekuatan Gigitan Sensorik Kulit Selaput Lendir : : : : :

Kanan

Kiri

(+) (+) (+)

(+) (+) (+)

Normal Normal

Normal Normal

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

19

Refleks Kornea Langsung Tidak Langsung : : (+) (+) (+) (+)

Refleks Maseter Refleks Bersin

: :

Normal

Normal

Tidak dilakukan pemeriksaan

NERVUS VII Motorik -Mimik - Kerut Kening - Menutup Mata - Meniup Sekuatnya - Memperlihatkan Gigi - Tertawa Sensorik Pengecapan 2/3 Depan Lidah Produksi Kelenjar Lidah Hiperakusis Refleks Stapedial : : : : : : : : : :

Kanan

Kiri

(+) (+) (+) (+) (+)

(+) (+) (+) (+) (+)

normal (+) (+) Tidak dilakukan pemeriksaan

NERVUS VIII Auditorius Pendengaran Test Rinne Test Weber Refleks Stapedial Vestibularis
September 8, 2013

Kanan

Kiri

: : : :

(+)

(+)

Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan

Lapkas : Stroke Iskemik

20

Nistagmus Reaksi Kalori Vertigo Tinnitus

: : : :

(-)

(-)

Tidak dilakukan pemeriksaan (-) (-) (-) (-)

NERVUS IX,X Pallatum Mole Uvula Disfagia Disatria Disfonia Refleks Muntah Pengecapan 1/3 Lidah Belakang : Normal : Medial : (-) : (-) : (-) : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan

NERVUS XI Mengangkat Bahu : (+) sebelah kanan , (-) sebelah kiri

Fungsi Otot Sternocleidomastoideus : (+) NERVUS XII Lidah Tremor Atrofi Fasikulasi Ujung Lidah Sewaktu Istirahat Ujung Lidah Sewaktu Dijulurkan : (-) : (-) : (-) : Jatuh ke arah yang lemah (kiri) : terdorong ke arah yang lemah (kiri)

SISTEM MOTORIK Trofi Tonus Otot


September 8, 2013

: Normotrofi : Normotonus

Lapkas : Stroke Iskemik

21

Kekuatan Otot : ESD: 5 5 5 5 5 55555 EID: 55555 55555 Sikap (duduk-berdiri-berbaring): Berbaring Gerakan Spontan Abnormal Tremor Khorea Ballismus Mioklonus Atetosis Distonia Spasme Tic Dan Lain-Lain : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) EIS: ESS: 1 1 1 1 1 11111 11111 11111

TES SENSIBILITAS Eksteroseptif Propioseptif : Nyeri (+), raba (+) : Rasa gerak (+), rasa getar (+), rasa tekanan (+)

Fungsi Kortikal Untuk Sensibillitas Sterognosis Pengenalan dua titik Grafestesia : (+) : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

22

REFLEKS Refleks Fisiologis Biceps Triceps Radioperiost APR KPR Strumple Refleks Patologis Babinski Oppenheim Chaddock Gordon Schaefer : : : : : : : : : : :

Kanan

Kiri

(+)(+) (+)(+) Tidak dilakukan pemeriksaan (+)(+) (+)(+) (+)(+)

(+) (+)

(+) (+) (+)

(-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan

(+) (-) (+) (-) (-) (-) (-)

Hoffman-Tromner: Klonus Lutut Klonus Kaki Refleks Primitf : : :

KOORDINASI Lenggang Bicara Menulis Percobaan Afraksia Mimik Test Telunjuk-Telunjuk Test Telunjuk-Hidung
September 8, 2013

: Tidak dilakukan pemeriksaan : (+) Normal : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : (+) : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan

Lapkas : Stroke Iskemik

23

Diadokhokinesia Test Tumit-Lutut Test Romberg

: Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan

VEGETATIF Vasomotorik Sudomotorik Pilo-Erektor Miksi Defekasi Potensi Dan Libido : Normal : Tidak dilakukan pemeriksaan : (+) : (+) : (+) : Tidak dilakukan pemeriksaan

VERTEBRA Bentuk Normal Scoliosis Hiperiordosis Pergerakan Leher Pinggang : (+) : (+) Nyeri : Normal : (-) : (-)

TANDA PERANGSANGAN RADIKULER Laseque Cross Laseque Test Lhemitte Test Naffziger : (-) : (-) : Tidak dilakukan pemeriksaan : (-)

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

24

GEJALA-GEJALA SEREBRAL Ataksia Disatria Tremor Nistagmus Fenomena Rebound Vertigo Dan Lain-lain : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-)

GEJALA-GEJALA EKSTRAPIRAMIDAL Tremor Rigiditas Bradikinesia Dan Lain-lain : (-) : (-) : (-) : (-)

FUNGSI LUHUR Kesadaran Kualitatif Ingatan Baru Ingatan Lama Orientasi Diri Tempat Waktu Situasi Intelegensia Daya Pertimbangan Reaksi Emosi : Baik : Baik : Baik : Baik : Sulit dinilai : Sulit dinilai : Normal : Baik : Berkurang

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

25

Afasia Ekspresif Represif Apraksia Agnosia Agnosisa Visual Agnosia Jari-Jari Akalkulia Disorientasi Kanan-Kiri : (-) : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : (-) : (-) : (-) : Tidak dilakukan pemeriksaan

KESIMPULAN PEMERIKSAAN Keluhan Utama : Lemah daerah lengan atas dan tungkai bawah sebelah kiri. Telaah : OS datang ke RS Haji Medan pada tanggal 16 Agustus 2013 dengan keluhan lemah lengan atas dan tungkai bawah sebelah kiri, sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Anak Os mengatakan Os baru pertama kali mengalami hal seperti ini. Kejadaian ini berawal sehabis Os mengambil wudhu, tiba- tiba Os terduduk dan lengan atas serta tungkai bawah kiri tidak bisa digerakkan. Anaknya pun menjelaskan bahwa lemasnya lengan atas dan tungkai bawah secar bersamaan. Anak Os berkata sbelumnya Os tidak mengalami mual, muntah, dan tiak ada penurunan kesadaran.

Riwayat Penyakit terdahulu : Hypertensi Riwayat Penggunaan obat : Captopril

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

26

PEMERIKSAAN JASMANI: Tekanan Darah Nadi Frekuensi Nafas Temperatur Kulit dan Selaput Lendir Kelenjar dan Getah Bening Persendian Score siriraj ( 2,5 x kesadaran ) + (2 x muntah ) + ( 2 x nyeri kepala ) + (0,1 x diastol ) (3 x penanda arterioma) 12 = (2,5 x 0) + (2x 1) + (2x0) + (0,1x 80) (3x1) 12 = 0 + 2 + 0 + 8 -3 12 = -5 Kesimpulan : Stroke Iskemik ( < 1) DIAGNOSA DIAGNOSA FUNGSIONAL : Hemiparese sinistra+Parese N.VI, XII DIAGNOSA ETIOLOGIK DIAGNOSA ANATOMIK DIAGNOSA KERJA : Hipertensi : Thalamus : Hemiparese sinistra + parese N.VI,XII Ec. Stroke iskemik . PENATALAKSANAAN Bed rest v p 0 : 130/80 mmHg : 80 x/menit : 22 x/menit : 36,8 C : Baik : Tidak ada pembesaran KGB : Baik

IVFD R.sol 20 gtt/menit

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

27

Inj. Citicoline 500 mg/ 12 jam Inj. Furosemid 1amp/12jam Inj. Ranitidin 1amp/12jam Tab KSR 1x1 Tab Neurodex 1x1

September 8, 2013

Lapkas : Stroke Iskemik

28

LAMPIRAN Hasil Pemeriksaan Lab , Rotgen dan EKG

September 8, 2013