Anda di halaman 1dari 17

SIFILIS

EDMOND APRIZA

12/342367/PKG/00777

SIFILIS
Sifilis adalah suatu penyakit infeksi menular akibat hubungan seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum (Spirochaeta) yang dapat mengenai seluruh organ tubuh serta dapat menembus plasenta, dan perjalanan klinisnya melewati beberapa stadium,sifatnya kronis dan sistemik Pada perjalanannya dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dan dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genitogenital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral)

Etiologi dari Penyakit Sifilis, antara lain: 1) Hubungan seksual yang bebas, sering berganti pasangan. 2) Kurangnya kebersihan diri 3) Menggunakan alat-alat yang telah di pakai penderita tanpa di desinfektan atau di sterilisasi terlebih dahulu, misalnya jarum suntik 4) Virulensi kuman yang tinggi 5) Kontak langsung dengan lesi yang mengandung Bakteri Treponema Pallidum

Patofisiologi
Bakteri Treponema masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Umumnya 10 - 90 hari atau 3 - 4 minggu setelah terjadi infeksi ditempat Bakteri Trepoma Pallidum timbul lesi primer yang bertahan 1 - 5 minggu dan kemudian hilang sendiri. Kurang lebih 6 minggu (2 - 6 minggu) setelah lesi primer terdapat kelainan kulit dan selaput lendir

Secara umum manifestasi klinis dari Penyakit Sifilis, yaitu:


1) Keluarnya cairan dari vagina, penis, atau dubur yang berbeda dari biasanya.Dapat berwana putih susu, kekuningan, kehijauan, atau disertai berak darah dan bau yang tidak enak 2) Perih, nyeri, atau panas saat BAK atau setelah BAK atau menjadi sering BAK 3) Tumbuh sesuatu seperti jengger ayam atau kutil di sekitar kemaluan 4) Pada pria, skrotum menjadi bengkak dan nyeri. 5) Sakit perut bagian bawah, terkadang timbul, terkadang hilang 6) Secara umum merasa tidak enak badan atau demam

GEJALA KLINIS Perjalanan klinik penyakit ini mempunyai beberapa stadium

Stadium I (primary syphilis)

Stadium II (Secondary syphilis)

Stadium III (Tertiarysyphilis)

Stadium I SIFILIS
Timbul suatu ulkus yang disebut ulkus durum yang mempunyai sifat khas. Sifat-sifat ulkus tersebut : - tidak nyeri (indolen) - sekitar ulkus teraba keras (indurasi) - dasar ulkus bersih dan berwarna merah - seliter (biasanya hanya 1 2 ulkus). Gambaran sifilis stadium 1 pada rongga mulut, yakni terlihat adanya chancre

Stadium II SIFILIS
Stadium ini dimulai sekitar 8 minggu setelah infeksi atau sekitar 5 minggu setelah setelah timbul ulkus durum (afek primer). I. Lesi di kulit berbentuk macam-macam : a. reseolae syphilitica : merupakan makulae yang pertama timbul. b. papulo-sirsiner : papulae yang timbul kemudian yang menyusun diri menjadi setengah lingkaran atau satu lingkaran penuh. c. korona veneris; gerombolan papulae yang terdapat di dahi/muka. d. condyloma accuminata : pspulae yang tebal berwarna putih kea-abuabuan, basah, berbentuk bulan/lonjong, terdapat di daerah yang lembab seperti : genetal, perium, anus, aksila. e. bila lesi-lesi di atas menyembuh mungkin meninggalkan bekas berupa makulae hipopigmentasi disebut lekoderma sifilitika.

II. Lesi pada mukosa mulut : a. mucous patch/muqous plaque; bercak menebal pada mukosa pipi berwarna keputihan, tidak nyeri. Lesi ini juga bisa terdapat di dasar mulut atau lidah. b. ulkus (snail track ulcer) : ulkus yang melingkar seperti jalannya siput, didapatkan pada palatum atau mukosa pipi. III. Lesi di kepala berambut Alopecia areata : rontoknya sebagian rambut yang menyebabkan kebotakan yang khas yaitu tepinya bergerigi seperti bekas gigitan serangga. IV. Pembesaran getah bening : Limfadenitis generalisata dengan sifat-sifat : soliter, tidak nyeri dan tidak saling melekat dapat dicari pada daerah oksipital, preaurikuler, mandibuler, servikal, sulkus bisipitalis, dll. V. Hepato-spenomegali : kadang-kadang disertai ikterus ringan

Stadium III : (begign late syphilis) Berupa gumma. Dimulai dengan timbulnya granuloma di dalam jaringan (otot, tulang, dsb) yang kemudian memecahkan ke permukaan membentuk ulkus yang yang dalam dengan dasar tertutup pus. Tepi ulkus meninggi dan keras dindingnya curam (seperti dilubangi). Proses gumma juga terjadi pada laring, paru, gastrointestinal, hepar dan testis. Pada kardiovaskuler, sifilis III menyebabkan miockarditis, gangguan katup jantung dan aneurisma aorta. terbentuknya perforasi palatum

LABORATORIUM
1. Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap (untuk mencari Treponema pallida) caranya : dasar ulkus dibersihkan (di kompres dengan larutan garam faali) lalu dijepit dengan jari/pinset, serum yang keluar ditaruh pada gelas benda (kalau tidak cukup banyak ditambahi dengan 1 2 tetes larutan faali steril) kemudian ditutup dengan gelas penutup tepinya diberi vaselin. Sediaan ini diperiksa dengan mikroskop lapangan gelap. Bila positif akan tampak pada lapangan pandangan yang gelap benda berbentuk spiral yang mengkilat seperti ombak, berputar pada cumbu panjang, maju-mundur, merentang seperti pegas. 2. Pemeriksaan serologi (darah diambil dari vena tanpa antikoagulan sebanyak 5 10 cc) a. VDRL : mulai positip setelah minggu keenam setelah indeksi, pada sifilis yang dianggap positif bila titernya 1 : 4 atau lebih. b. TPHA : tes ini spesifik dan akan positif selamanya. c. TPI : serum penderita dicampur dengan Treponema pallida hidup, positif bila terlihat hambatan pergerakan T. pallida karena adanya antibodi yang spesifik. d. FTA-ABS : memakai zat floresensi yang diletakkan pada antihuman antibody terhadap serum penderita yang mengandung antibodi terhadap sifilis

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS


Stadium I : diagnosis pasti bila didapatkan semua di bawah ini : a. Didapatkannya koitus suspektus. b. Didapatkan ulkus durun dengan sifat-sifatnya. c. Didapatkan Spirochaeta pallida pada pemeriksaan mikroskop lapangan gelap. d. Tes serologi positif. Bila penyakit baru diderita sekitar 3 5 minggu tes serologi belum positif, diagnosa pasti a dan b saja, pemeriksaan mikroskop (c) negatif, pemeriksaan ini diulang 3 hari berturut-turut, sementara itu ulkusnya dikompres dengan larutan faali. Bila tetap negatif, ditunggu hasil pemeriksaan STS tiga kali (1 minggu) berturut-turut. Bila hasilnya STS positif dinyatakan sifilis. Bila hasilnya negatif dinyatakan bukan sifilis. Stadium II : diagnosa ditegakkan dengan : a. Didapatkannya coitus suspectus (sekitar 8 minggu atau lebih atau riwayat adanya afek primer sekitar 5 minggu sebelum). b. Gambaran kulit dan mukosa mulut. c. Limfadenitis generalisata. d. Pemeriksaan Spirachaeta pallida yang positif. e. Tes serologi untuk suyphilis (STS) yang positif. Stadium III : diagnosa ditegakkan : a. Gejala di kulit yang didapatkan. b. STS dari darah dan cairan serebrospinalis yang positif. c. Gejala-gejala lainnya (konsultasi ke bagian penyakit saraf dan penyakit dalam)

PENATALAKSANAAN
Sifilis dini (stadium I & II) : a) b) c) pilihan utama : Penisilin prokain 600000 IU iom/hari selama 10 hari berturut-turut, atau : Penisilin bensatin (Penadur LA) 2,4 juta unit seminggu sekali total 4,8 juta unit. Alternatif : tetrasiklin 4 x 500 mg oral, selama 15 hari. Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 15 hari. Pengamatan yang teratur atas gejala klinik dan STS dalam waktu 2 tahun dengan frekuensi : setiap bulan pada 3 bulan pertama, setiap 3 bulan sampai 9 bulan berikutnya, setiap 6 bulan sampai setahun berikutnya. Selanjutnya dianjurkan kontrol setiap tahun. Pemeriksaan pasangan seksual perlu dilakukan (klinik dan STS). Pilihan utama : penisilin prokain 600000 IU i.m./hari selama 20 hari berturut-turut (total 12 juta UI). atau : penisilin bensatin (Penadur LA) 3 juta U per minggu selama 3 minggu (total 9 juta U). Alternatif : Tetrasiklin 2 gram/hari oral selama 3 4 minggu Eritromisin 2 gram/hari oral selama 3 0 4 minggu. Pengawasan selanjutnya seperti sifilis dini.

Sifilis lanjutan : a)

b)

1. Tindakan bedah dalam rongga mulut tidak dianjurkan untuk dilakukan pada pasien penderita sifilis,seperti,ekstraksi gigi 2. Pasien penderita sifilis dirujuk ke bagian penyakit dalam, dilakukan perawatan lebih lanjut mengenai sifilis 3. Apabila diperlukan untuk melakukan tindakan ekstraksi gigi,pasien sudah sembuh total dari sifilis dan dapat balasan rujukan dari penyakit dalam,yang memperbolehkan dilakukan tindakan.