P. 1
Kebijakan Membangunan Kinerja Birokrasi (By: Arman & Husen)

Kebijakan Membangunan Kinerja Birokrasi (By: Arman & Husen)

4.5

|Views: 635|Likes:
Dipublikasikan oleh pascauninus
Tugas Kelompok, Mata Kuliah :Kebijakan Publik dan Kinerja Birokrasi, Dosen : Prof.Dr. H. Iim Wasliman M.Pd. (Uninus, S3, Angkatan 6, semester 2, Tahun 2009)
Tugas Kelompok, Mata Kuliah :Kebijakan Publik dan Kinerja Birokrasi, Dosen : Prof.Dr. H. Iim Wasliman M.Pd. (Uninus, S3, Angkatan 6, semester 2, Tahun 2009)

More info:

Published by: pascauninus on Jul 30, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Mata Kuliah ”Kebijakan Publik dan Kinerja Birokrasi Pendidikan dalam Kompleksitas Kehidupan”, yang di Bimbing oleh Prof

. Dr. H.M. Iim Wasliman, M.Pd., M.Si.

KEBIJAKAN MEMBANGUNAN KINERJA BIROKRASIDALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI

Disajikan oleh : Arman dan Husen

Konsep Masyarakat Madani dan Kinerja Birokrasi
• Masyarakat Madani adalah ”sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur, memiliki kemandirian hidup, memiliki norma-norma keagamaan yang kuat, memiliki nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan hukum, jaminan kesejahteraan bagi semua warga, serta perlindungan terhadap kelompok minoritas”. (Rangkuman dari beberapa sumber). • Kinerja birokrasi adalah ukuran kualitas yang ditunjukan dengan tingkat kepuasan masyarakat dan efisiensi pelayanan dan kuantitas pelayanan yang ditunjukan dengan jumlah dan pemerataan pelayanan birokrasi tersebut terhadap masyarakat.

Konsep birokrasi Max Weber dan Hegel,
Birorasi adalah sosok pelayanan dan perantara antara negara dan masyarakat, untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.

Kenyataanya : Birokrasi semakin tidak mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Kinerja birokrasi semakin lama semakin rendah dan semakin jauh dari harapan masyarakat. Penguasa berbagai aset negara.

Penyebab utamanya : ketidak cocokan sistem birokrasi pemerintah yang sistematik (mapan, resisten, tidak peka) dengan kondisi lingkungan yang semakin heterogen dan dinamis. Masyarakat yang berbeda menghendaki struktur organisasi dan bentuk pelayanan yang berbeda pula (Stalker, 1981:119-122; Kast & Rosenzweig, 1970:6).

REFORMASI PARALEL
Reformasi Birokrasi
• • • • • Reformasi prosedur pelayanan, dan SDM aparatur birokrasi. Dihasilkan birokrasi yang responsif, punya tujuan, visi dan misi yang jelas, memiliki pendidikan dan pengalaman. Menyadari kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. Punya sistem dan prosedur pelayanan yang simpel, cepat dan tepat. Birorat memandang dirinya adaah pelayan masyarakat, bukan raja yang harus disembah •

Reformasi Masyarakat
Empowerman dan pemberian kesempatan pada masyarakat untuk terlibat dalam penentuan kebijakan, Peningkatan keimanan (akidah) masyarakat, Meningkatak posisi masyarakat sebagai partner dan kontrol terhadap kinerja birokrasi. Rakyat dipandang sebagai pemilik negara,

• •

• •

Desentralisasi kekuasaan, menghilangkan monopoli kekuasaan. Prosedur pengadaan personalia harus yang benar-benar objektif dan terbuka

Model Birokrasi (1)
• • • • • • • • • Birokrasi harus netral dan tidak berpolitik. Bukan birokrasi yang diskriminatif, baik dalam aspek administratif maupun pembangunan. Pemerintah dan birokrasinya melepaskan bidang-bidang atau pekerjaan yang sekiranya sudah dapat dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Pemerintah adalah milik masyarakat: lebih baik memberdayakan daripada melayani terus menerus yang akan menimbulkan ketergantungan. Selalu memperhitungkan perubahan lingkungan kerja dan kecenderungan dinamika sosial ekonomi masyarakat universal. Aparatur yang tidak selalu menunggu petunjuk, perintah dan persetujuan dari atasan. Aparatur yang kreatifitas, inisiatif dan memiliki sikap kemandirian birokrasi menjadi berkurang. Model pemerintahan enterprenur, pemerintah dan birokrasi hanya mengarahkan, bukan mengurus semua bidang. Melakukan pemberdayaan masyarakat dengan serius dan berkelanjutan.

Model Birokrasi (2)
• • • • • • • • • Saling bersaing dalam memberikan pelayanan yang terbaik Gajih (Reward) aparat ditentukan berdasarkan prestasi dalam melakukan pekerjaan dan pelayanan masyarakat. Digerakkan oleh misi yang ditetapkan oleh negara bukan aturan yang dibuat sendiri. Menghasilkan pendanaan bukan menunggu anggaran Dikendalikan oleh warga negara pembayar pajak. Melakukan kerja keompok bukan kerja individu (per dinas) dan memperhatikan kemauan pasar atau publik. Perekrutan personilnya bukan untuk menampung pencari kerja dan para kader politiknya, tetapi dialkukan dengan Hasil dari fit and proper test, Birokrasi yang propartisipan-outonomus bukan komando-hirarkis. Birokrasi bertindak profesional terhadap publik Tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan partai politik tertentu dan diri sendiri, atau kelompok tertentu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->