Anda di halaman 1dari 826

PT PLN (Persero)

DIREKTORI KOMPETENSI

Edisi 1 On-line Oktober 2012 Volume 1

ii

Penyusun Direktori Kompetensi direvisi oleh Tim Revisi Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan bersama Tim Pengarah dan Narasumber. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.240.K/DIR/2012 tanggal 28 Mei 2012 Tim Pengarah Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Kepala Divisi Pengembangan Organisasi Kepala Divisi Pengembangan Sistem SDM Kepala Divisi Pengembangan SDM dan Talenta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tim Revisi Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan Sriyono D Siswoyo, Ronny Kadir, Harmen, Priyono Rahardjo, Yohanes Sutamtomo, Ridho Hutomo , Benny Adhetya, Septiana, Ira Verawaty, Mega Yuliana Narasumber Suharto Wiranu, Edi Sukmoro, Satri Falanu, Dody Budiawan, Edi Pamostang M, Hernadi Buchron, Amir Rosidin, Supangkat Iwan S, Jemjem Kurnaen R, Achmad Taufik Haji, Tjutju Kurnia, Tri Setyo Nugroho, Budi Kristanto, Harry Hartoyo, Sigit Djalu Purwoko, Kuswowo, Herry Hasanudin, Yoni Kustianto, Abdul Hakam, Edit Mursita, Bektiwacono, RR. Nur Indah Triaswuri, Rastito, Winayu Siswanto, Untung Prihadi, Sugeng Raharjo, Tatang Rusdjaja, Purnomo, Indra Vichary, Toto, AL. Susilo Handoko, Rustamadji, Ahmad Paruhuman, Badrul Musthafa, Koesdianto, Musthofa, Anton Suranto, Ermawan, Dwi Listiawati, Ignatius Sumediya, Djoko Rahardjo, Agung Rahmawan, Heru Priyatno, Abdul Haris, Sulthan Han, Suaji Projo, Amris Adnan, Undang S, Solider Sinaga, Suwadi Nanra, Ananta Agung N, Awat, Nuraini, Hasanuddin, Arif S, Lindri, Rudi Antono, Daryono PW, Yonery Primadita

Sanksi Pelanggaran Pasal 44 UU No. 7 1987 Tentang Perubahan atas UU No. 6 1982 Tentang Hak Cipta 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyerahkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

iii

PT. PLN (Persero)

Visi
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh-kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.

Misi
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang usaha lain terkait yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham. 2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. 3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan

Nilai-nilai
Saling percaya Integritas Peduli Pembelajar

Motto
Sahabat Setia Untuk Kemajuan

MAKNA SIMBOLIS GAMBAR SAMPUL DEPAN


Gerak cepat anak panah yang menancap tepat di atas logo PT PLN (Persero) yang terdapat di tengah bola dunia. Logo PT PLN (Persero) di tengah bola dunia dengan tulisan Competency- Based Human Resource Management menyimbolkan keberadaan perusahaan yang telah mendunia karena dukungan kompetensi yang unggul yang dimiliki oleh seluruh insan PT PLN (Persero) Anak panah menggambarkan perusahaan yang sedang bergerak dan akan mencapai sasaran perusahaan, yaitu menjadi perusahaan kelas dunia dengan cepat dan tepat Efek gerakan anak panah menunjukkan arah gerak-laju yang tepat sasaran yang dihasilkan melalui kinerja optimal yang mengacu pada kompetensi unggul tiap insan PT PLN (Persero) seperti yang digambarkan dalam buku ini. Secara keseluruhan, gambar sampul depan buku ini ingin memberikan gambaran bahwa buku Direktori Kompetensi ini disusun untuk mengarahkan gerak-laju setiap sumber daya manusia di perusahaan dalam mencapai cita-cita perusahaan dengan satu gerakan yang cepat, serasi, dinamis, dan tepat menuju sasaran. Gerakan yang cepat, serasi, dinamis, dan tepat sasaran tersebut diharapkan lahir dari hasil kinerja yang optimal melalui kompetensi yang unggul dari sumber daya manusia di perusahaan. Buku Direktori Kompetensi ini merupakan acuan tertulis mengenai jenis-jenis kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seluruh pegawai guna memberikan kontribusi bagi perusahaan melalui hasil kerja yang optimal sesuai kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

vi

DIREKTUR UTAMA PT PLN (Persero)

Sambutan

Menghadapi tantangan perubahan lingkungan usaha di masa depan yang strategis dan berbeda dengan model bisnis saat ini, PT PLN (Persero) membutuhkan pegawai yang tidak hanya mampu berpartisipasi aktif, tetapi juga secara kreatif mampu mengajak pegawai lain untuk fokus pada tugas pekerjaan masing-masing dan mampu mengeksekusi strategi yang disepakati bersama di semua tingkatan untuk mewujudkan visi perusahaan.Sebagai pegawai berkompeten, yang memiliki antusiasme tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan siap mempelajari hal-hal baru dalam menghadapi tuntutan perubahan. Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDMBK) yang dicanangkan pada tanggal 5 Januari 2004 merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sistem ini memerlukan buku panduan yang berupa direktori kompetensi yang secara sistematis mendefinisikan seluruh kompetensi yang diperlukan pada semua jenjang jabatan di PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya. Untuk itu, sejalan dengan dinamika perubahan yang dihadapi perusahaan, buku Direktori Kompetensi ini harus selalu diselaraskan dengan kebutuhan dan merupakan acuan standar yang terintegrasi bagi perusahaan dan anak perusahaan dalam melaksanakan MSDM-BK. Hal penting dari penyempurnaan buku Direktori Kompetensi ini adalah bahwa kompetensi berikut level kebutuhan kompetensi jabatan yang diperlukan perusahaan menjadi semakin jelas dan terukur. Dengan demikian, perusahaan dan anak perusahaannya akan lebih mudah memilih para pemangku jabatan/pemimpin yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada saat yang tepat. Pemimpin atau penanggung jawab fungsi diharapkan mampu mengartikulasikan visi perusahaan dengan baik, menginspirasi, dan menyalakan semangat pegawai untuk mewujudkannya. Keberhasilan suatu perusahaan tidak terlepas dari keberhasilan pemimpin di semua level dalam menggerakkan tim kerja, mensinergikan semua kekuatan, dan mengoptimalkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.

Jakarta, 17 Oktober 2012 Direktur Utama

NUR PAMUDJI

Sambutan

vii

DIREKTUR SDM DAN UMUM PT PLN (Persero)


Kompetensi merupakan bauran dari pengetahuan, keterampilan, dan kualitas pribadi yang dimiliki oleh seorang individu yang dapat diamati, diukur, dan diaplikasikan dalam pekerjaan. Fokus dari pengamatan adalah pada kemampuan individu yang bersangkutan dalam mengkreasi nilai tambah untuk menghasilkan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, model kompetensi yang dipakai oleh sebuah perusahaan dibangun mengacu pada proses bisnis perusahaan dan faktor kunci utama yang dibutuhkan oleh pegawai untuk memastikan keberhasilan pencapaian Visi dan Misi Perusahaannya. Mengantisipasi dinamika perubahan lingkungan usaha, hard competency dalam buku Direktori Kompetensi Edisi Ketiga tahun 2006 yang pada Edisi Oktober 2008 telah diubah menjadi kompetensi bidang, dipandang perlu untuk direvisi sesuai dengan perubahan proses bisnis dan dinamika tuntutan lingkungan usahanya. Sehubungan dengan itu, khusus untuk kompetensi bidang, dalam Edisi Pertama Online tahun 2012 ini disempunakan dari 173 unit kompetensi menjadi 650 unit kompetensi. Kompetensi bidang (technical competency) adalah jenis kompetensi yang diperlukan sesuai dengan jenis profesi masing-masing individu pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan secara teknis baik jabatan yang bersifat struktural maupun fungsional. Kompetensi Bidang disusun berdasarkan pada pengelompokan pohon profesi pada PT PLN (Persero). Revisi buku direktori ini mencakup pengurangan/ penambahan jumlah kompetensi bidang, penyempurnaan kata kunci dan deskripsi perilaku, serta penajaman kebutuhan level kompetensi untuk bidang masing-masing. Dalam Edisi Pertama Online ini, penyusunan kompetensi dan penetapan level kecakapanya diselaraskan dengan fungsi dan lingkup tanggung jawab organisasi dan telah divalidasi oleh para pemangku jabatan dan disusun oleh Tim Revisi Direktori Kompetensi 2012. Karena sifat kompetensi yang harus dapat diamati dan diukur, maka revisi uraian hard competency dalam buku ini dibangun sedemikian rupa agar proses pemetaan profil kompetensi pegawai menjadi lebih mudah dan terjadi alignment yang kuat antara perencanaan pengembangan karir per individu pegawai dengan pencapaian Visi, Misi Perusahaan. Buku Direktori kompetensi on-line ini berlaku di seluruh lingkungan PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya dan berfungsi sebagai acuan standar yang mendukung ketentuan Sistem Sumber Daya Manusia tentang Sistem Pembinaan Kompetensi dan Karier Pegawai. Jakarta, 17 Oktober 2012 Direktur SDM dan Umum

EDDY D. ERNINGPRAJA

ix

DAFTAR ISI
1. Pendahuluan...................................................................................................... 1 2. Susunan Direktori Kompetensi ....................................................................... 8 2.1. Kompetensi Utama ............................................................................... 8 2.2. Kompetensi Peran ................................................................................. 8 2.3. Kompetensi Bidang ................................................................................ 9 2.4. Makna Umum Setiap Level Kompetensi ................................................ 9 2.5 Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ).11 3. Soft Competency............................................................................................. 19 3.1 KOMPETENSI UTAMA......................................................................... 19 001 CSO ......................................................................................... 19 Orientasi Pelayanan Pelanggan Customer Service Orientation 002 ACH........................................................................................... 20 Orientasi pada Pencapaian Achievement Orientation 003 CLE........................................................................................... 21 Pembelajaran Berkelanjutan Continouous Learning KOMPETENSI PERAN......................................................................... 22 004 ANT........................................................................................... 22 Berpikir Analitis Analytical Thinking 005 DCM.......................................................................................... 23 Pengambilan Keputusan Decision Making 006 BSS........................................................................................... 24 Spirit Bisnis Business Spirit 007 DEV........................................................................................... 25 Mengembangkan Orang Lain Developing Others 008 RSB........................................................................................... 26 Membangun Hubungan Relationship Building 009 TWK.......................................................................................... 27 Kerjasama Tim Teamwork 010 LDS........................................................................................... 28 Kepemimpinan Leadership

3.2

011 CFO........................................................................................... 29 Peduli Kualitas Concern For Order 012 PNO.......................................................................................... 30 Perencanaan dan Pengorganisasian Planning & Organizing 013 OAW.......................................................................................... 31 Pemahaman Peta Peran Organisasi Organizational Awareness 4. Hard Competency............................................................................................ 35 4.1 PEMBANGKITAN................................................................................. 39 4.1.1 KORPORAT.............................................................................. 39 014 GEP........................................................................................... 39 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Pembangkitan Generation Expansion Planning 015 ETP........................................................................................... 40 Kebijakan Operasi Pembangkitan Generation Operation Policy 016 PPP........................................................................................... 41 Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy 017 MAP.......................................................................................... 42 Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy 018 PTM-MP.................................................................................... 43 Kebijakan Manajemen Power Trader Power Trader Management Policy 019 PGE-CC.................................................................................... 44 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pembangkit Korporat Performance Generation Evaluation Control Corporate 4.1.2 KANTOR INDUK...................................................................... 45 020 PFP........................................................................................... 45 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Power Plant Operation and Maintenance Planning 021 PPO-P....................................................................................... 46 Kebijakan Operasi Pembangkit Power Plant Operation Policy 022 PPM-P....................................................................................... 47 Kebijakan pemeliharaan Pembangkit Power Plant Maintenance Policy

xi

023 PTM-T....................................................................................... 48 Manajemen Power Trader Power Trader Management 024 GPEC........................................................................................ 49 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pembangkit Generation Performance Evaluation and Control 4.1.3 PELAKSANA OPERASI THERMAL........................................ 50 025 TCFPPOMP.............................................................................. 50 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Operation and Maintenance Planning 026 TCFPPO.................................................................................... 51 Operasi Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Operation 027 TCFPPM................................................................................... 52 Pemeliharaan Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Maintenance 028 TCFRLTM.................................................................................. 53 Manajemen Real Time Trading-Thermal Thermal Real Time Trading Management 029 TPPOM..................................................................................... 54 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-Thermal Thermal Power Plant Operation & Maintenance 4.1.3.1 PLTU BATUBARA................................................................... 55 030 TCFP......................................................................................... 55 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara Thermal Coal-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 031 TCFO-CCR............................................................................... 56 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Ruang Kendali) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 032 TCFO-LOKAL............................................................................ 57 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Lokal, Boiler, dan Alat Bantu) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 033 TCFO-LOKAL............................................................................ 58 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 034 TCFO-DESALT......................................................................... 59 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Desalination Plant dan Reverse Osmosis) Thermal Coal-fired Power Plant Operation

xii

035 TCFO-WTP............................................................................... 60 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 036 FCFO-COAL............................................................................. 61 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Coal & Ash handling) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 037 FCFO-STRE.............................................................................. 62 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (STRE) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 038 TCFO-UNLOADER................................................................... 63 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Ship Unloader) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 039 TCFO-LOADER........................................................................ 64 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Loader, Dozer, Scraper, Forklift) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 040 TCFO-BOP................................................................................ 65 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Sistem Pendingin, Pelumas, Udara Tekan, Bahan Bakar, Air Pengisi,Demin Plant) Thermal Coal-fired Power Plant Operation 041 TCFM-Turbin............................................................................. 66 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Turbin) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance 042 TCFM-Boiler.............................................................................. 67 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Boiler) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 043 TCFM-AUXILIARY.................................................................... 68 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Auxiliary dan Bengkel) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 044 TCFM-DC POWER................................................................... 69 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Listrik Tenaga) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance 045 TCFM -CONTROLE INSTRUMEN............................................ 70 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance 046 TCFM-PROTECTION............................................................... 71 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Proteksi Mechanical & Electrical) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance 047 TCFM Electrical Instalation....................................................... 72 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Listrik Instalasi) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance

xiii

048 TCFM-DC POWER................................................................... 73 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (DC Power) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance 049 RLTMTCF.................................................................................. 74 Manajemen Real Time Trading -PLTU Batubara Real time Trading Management 050 TCFPPOMM.............................................................................. 75 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTU Batubara Thermal Coal Fired Power Plant Operation & Maintenance Management 051 OBSTCF.................................................................................... 76 Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Black Start) Coal fired Power Plant Operation (Black Start Unit) 4.1.3.2 Pengelolaan dermaga.................................................. 76 052 HCEM-PLTU Coal..................................................................... 77 Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTU Batubara Hydrolica Civil Engineering Maintenance 053 SCE-M....................................................................................... 78 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, jalan dan jembatan-PLTU Batubara Structural Civil Engineering Maintenance 054 EVM-PLTU Coal........................................................................ 79 Pemeliharaan Lingkungan-PLTU Batubara Environment Maintenance 055 JMT-COAL................................................................................ 80 Manajemen Jetty -PLTU BB Jetty Management 4.1.3.3 PLTU MINYAK......................................................................... 81 056 TOFPPOMP.............................................................................. 81 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak Thermal Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 057 TOFO-CCR............................................................................... 82 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Ruang Kendali) Thermal Oil-fired Power Plant Operation 058 TOFO-LOCAL........................................................................... 83 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Lokal, Boiler dan Alat Bantu) Thermal Oil-fired Power Plant Operation

xiv

059 TOFO-BOP............................................................................... 84 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Sistem Pendingin, Pelumas, Udara Tekan, Bahan Bakar, Air Pengisi,Demin Plant) Thermal Oil-fired Power Plant Operation 060 TOFO-DESALINATION PLANT................................................ 85 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Desalination Plant dan RO) Termal Oil-fired Power Plant Operation 061 TOFO-WTP............................................................................... 86 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Thermal Oil-fired Power Plant Operation 062 TOFO-FUEL HANDLING.......................................................... 87 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Fuel Handling) Thermal Oil-fired Power Plant Operation 063 TOFM-TURBIN......................................................................... 88 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Turbin) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 064 FOFM-Boiler.............................................................................. 89 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Boiler) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 065 TOFM -AUXILIARY................................................................... 90 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Auxiliary dan Bengkel) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 066 TOFM-POWER ELECTRICAL.................................................. 91 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Listrik Tenaga) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 067 TOFM-TURBIN......................................................................... 92 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Turbin-Generator dan Alat Bantu) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 068 TOFM-DC POWER................................................................... 93 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (DC Power) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 069 TOFM-CONTROLE INSTRUMEN............................................ 94 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Kontrol InstrumenSoftware Dan Hardware) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 070 TOFM-PROTECTION............................................................... 95 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Proteksi Mechanical & Electrical) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance 071 TOFPM-Instalation electrical...................................... 96 Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Listrik Instalasi) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance

xv

072

RLTM TOF................................................................................. 97 Manajemen Real time Trading -PLTU Minyak Real time trading Management 073 TOFPPOM................................................................................ 98 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTU Minyak Thermal Oil Fired Power Plant Operation & Maintenance 074 OBS-PLTU-Oil........................................................................... 99 Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Black Start) Oil-fired Power Plant Operation 075 CFM-PRO............................................................................... 100 Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTU Minyak Hydrolica Civil Engineering Maintenance 076 CFM-PRO............................................................................... 101 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan-PLTU Minyak Structural Civil Engineering Maintenance 077 EVM-PLTU Oil......................................................................... 102 Pemeliharaan Lingkungan-PLTU Minyak Environment Maintenance 4.1.3.4 PLTG GAS............................................................................. 103 078 OCGFOMP.............................................................................. 103 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas Open cycle gas-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 079 OCGFO-CCR.......................................................................... 104 Operasi Pembangkit PLTG gas (Ruang Kendali) Open cycle gas-fired Power Plant Operation 080 OCGFO-Lokal TG................................................................... 105 Operasi Pembangkit PLTG gas (Lokal, Turbin, Generator) Open cycle gas-fired Power Plant Operation 081 OCGFO-GAS HANDLING....................................................... 106 Operasi Pembangkit PLTG Gas (Gas Handling) Open Cycle Gas-fired Power Plant Operation 082 COGFM-TURBIN.................................................................... 107 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Turbin Gas) Open cycle gas-fired Power Plant Maintenance 083 OCGFM-COMPRESSOR........................................................ 108 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Kompresor) Open Cycle gas-fired Power Plant Maintenance 084 OCGFM-AUXILIARY............................................................... 109 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Auxiliary dan Bengkel) Open Cycle gas-fired Power Plant Maintenance

xvi

085 086 087 088

OCGFM-POWER ELECTRICAL..............................................110 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Listrik Tenaga) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance OCGFM-ELCTRICAL INSTALASI............................................111 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Listrik Instalasi) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance OCGFM-DC POWER...............................................................112 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (DC Power) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance OCGFM-CONTROLE INSTRUMEN........................................113 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Open Cycle Gas-Fired Power Plant Maintenance 089 OCGFM-PROTECTION...........................................................114 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Proteksi-Mechanical & Electrical) Open Cycle Gas-Fired Power Plant Maintenance 090 RLTMOCGF.............................................................................115 Manajemen Real Time Trading-PLTG Gas Real Time Trading Management 091 POM-GF...................................................................................116 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Gas Power Plant Operation & Maintenance Management 092 POMM-GF................................................................................117 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Gas Power Plant Operation & Maintenance 093 OCGF-PLTG Gas.....................................................................118 Operasi Pembangkit PLTG Gas (Black Start) Open Cycle Gas-fired Power Plant Operation 094 SCE-PLTG GAS.......................................................................119 Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana-PLTG Gas Struktural Civil Engineering 095 EVM-PLTG GAS..................................................................... 120 Pemeliharaan Lingkungan-PLTG Gas Environment Maintenance 4.1.3.4 PLTG MINYAK....................................................................... 121 096 OCOFOMP.............................................................................. 121 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak Open cycle Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 097 OCOFO-CCR.......................................................................... 122 Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Ruang Kendali) Open cycle Oil-fired Power Plant Operation

xvii

098 OCOFO-Lokal......................................................................... 123 Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Lokal, Turbin, Generator) Open cycle Oil-fired Power Plant Operation 099 COFO-OIL HANDLING........................................................... 124 Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Oil Handling) Oil-fired Power Plant Operation 100 OCOFM-MECHANICAL.......................................................... 125 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Mekanik Turbin Gas) Open cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 101 COFM-Turbin.......................................................................... 126 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Turbin) Combine cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 102 OCOFM-COMPRESSOR........................................................ 127 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Kompresor) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 103 OCOFM-AUXILIARY............................................................... 128 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Auxiliary dan Bengkel) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 104 OCOFM-DC POWER.............................................................. 129 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (DC Power) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 105 OCOFM-ELECTRICAL INSTALATION................................... 130 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Listrik Instalasi) Open cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 106 OCOFM-ELECTRIC POWER................................................. 131 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Listrik Tenaga) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 107 OCOFM-INSTRUMEN............................................................ 132 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 108 OCOFM-PROTECTION.......................................................... 133 Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Proteksi-Mechanical & . Electrical) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance...................... 133 109 RLTMOCOF............................................................................ 134 Manajemen Real Time Trading-PLTG Minyak Real Time Trading Management Open Cycle Oil Fired 110 OCPPOMM............................................................................. 135 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Minyak Power Plant Operation & Maintenance Management 111 OCPPOM................................................................................ 136 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Minyak Open Cycle Power Plant Operation & Maintenance

xviii

112 113 114

OBS-PLTG Minyak.................................................................. 137 Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Black Start) Operation Black start Open Cycle Oil-fired Power Plant Operation SCE-PLTG Minyak.................................................................. 138 Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana-PLTG Minyak Struktural Civil Engineering EVM-PLTG Minyak.................................................................. 139 Pemeliharaan Lingkungan-PLTG Minyak Environment Maintenance

4.1.3.5 PLTGU GAS.......................................................................... 140 115 CGFOMP................................................................................ 140 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 116 CGFO-CCR............................................................................. 141 Operasi Pembangkit PLTGU-Gas (Ruang Kendali) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 117 CGFO-PLTG........................................................................... 142 Operasi Pembangkit PLTGU-PLTG Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 118 CGFO-LOKAL......................................................................... 143 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal, HRSG, Turbin, Generator) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 119 CGFO-BOP............................................................................. 144 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Balance of Plant) Combine Cycle Gas-Fired Power Plant Operation 120 CGFO-DESALT....................................................................... 145 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Pemurnian Air HRSG) Combine Cycle Gas-Fired Power Plant Operation 121 CGFO - WTP........................................................................... 146 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 122 CGFO-HRSG.......................................................................... 147 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal HRSG dan Alat Bantu) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 123 CGFO-Lokal TG...................................................................... 148 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Uap-Generator) Cobine Cycle Gas-Fired Power Plant Operation

xix

124 CGFO-GENERATOR.............................................................. 149 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu) Combine Cycle Gas -fired Power Plant Operation 125 CGFO-GAS HANDLING......................................................... 150 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Gas Handling) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation 126 CGFO-Turbin.......................................................................... 151 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu) Combine cycle gas-fired Power Plant Opearation 127 CGFM-HRSG.......................................................................... 152 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (HRSG) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 128 CGFM-AUXILIARY.................................................................. 153 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary dan Bengkel) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 129 CGFM-ELECTRIC POWER.................................................... 154 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Listrik Tenaga) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 130 CGFM-RELAY-PROTECTION................................................ 155 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Relay & Proteksi) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 131 CGFM-DC............................................................................... 156 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (DC Power) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 132 CGFM-INSTRUMEN............................................................... 157 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Combine Cycle Gas-Fired Power Plant Maintenance 133 CGFM-PROTECTION............................................................. 158 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Proteksi-Mechanical & Electrical) Combine Cycle Gas-Fired Power Plant Maintenance 134 CGFM-COMPRESSOR.......................................................... 159 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Mekanik Kompresor) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 135 CGFM-Turbin.......................................................................... 160 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Turbin) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 136 CGFM-INSTALASI.................................................................. 161 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Listrik Instalasi) Combine Cycle Gas-Fired Power Plant Maintenance

xx

137 RLTM-GF................................................................................ 162 Manajemen Real Time Trading-PLTGU Gas........................... 162 Real Time Trading Management Combile Cycle Gas-Fired 138 PPGFOM................................................................................. 163 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTGU Gas Power Plant Gas-Fired Operation & Maintenance 139 OBS-PLTGU Gas.................................................................... 164 Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Black Start) Operation Black Start Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 140 HCE-PLTGU GAS................................................................... 165 Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTGU Gas Hydrolica Civil Engineering 141 SCV-PLTGU GAS................................................................... 166 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan-PLTGU Gas Structural Civil Engineering 142 EVM-PLTGU GAS................................................................... 167 Pemeliharaan Lingkungan Environment Maintenanc 4.1.3.6 PLTGU MINYAK.................................................................... 168 143 COFOMP................................................................................ 168 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning 144 COFO-CCR............................................................................. 169 Operasi Pembangkit PLTGU-Minyak (Ruang Kendali) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 145 COFO-PLTG........................................................................... 170 Operasi Pembangkit PLTGU-PLTG Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 146 COFO-LOKAL......................................................................... 171 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal, HRSG, Turbin, Generator) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 147 COFO-BOP............................................................................. 172 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Balance of Plant) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 148 COFO-DESALT....................................................................... 173 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (pemurnian air HRSG) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation

xxi

149 COFO-WTP............................................................................. 174 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 150 COFO-HRSG.......................................................................... 175 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal HRSG dan Alat Bantu)...................................................................................... 175 Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 151 COFO-Lokal TG...................................................................... 176 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal Turbin UapGenerator) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 152 COFO-TG................................................................................ 177 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal Turbin GasGenerator dan Alat Bantu) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 153 COFO -OIL HANDLING.......................................................... 178 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Oil Handling) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 154 COFM-Turbin.......................................................................... 179 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Turbin Uap) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 155 COFM-HRSG.......................................................................... 180 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (HRSG) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 156 GOF-AUXILIARY.................................................................... 181 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary dan Bengkel) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 157 COFM-POWER....................................................................... 182 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Listrik Tenaga) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 158 COFM-RELAY-PROTECTION................................................ 183 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Relay &Proteksi) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 159 COFM-DC POWER................................................................. 184 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (DC Power) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 160 COFM-CONTROLE-INSTRUMEN.......................................... 185 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Kontrol InstrumenSoftware Dan Hardware) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

xxii

161 COFM-PROTECTION............................................................. 186 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Proteksi-Mechanical & Electrical) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance 162 COFM-COMPRESSOR.......................................................... 187 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Mekanik Kompresor) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 163 COFM-INSTALASI.................................................................. 188 Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Listrik Instalasi) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance 164 RLTM-PLTGU-OIL................................................................... 189 Manajemen Real Time Trading-PLTGU Minyak Real Time Trading Management 165 POM-PLTGU-OIL.................................................................... 190 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTGU Minyak Power Plant Operation & Maintenance Combine Cycle Oil Fired 166 OBS-PLTGU (OIL).................................................................. 191 Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Black Start) Operation Black Start Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation 167 HCE-PLTGU OIL..................................................................... 192 Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTGU Minyak Hhydrolica Civil Engineering 168 SCE-PLTGU OIL..................................................................... 193 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, jalan dan jembatan-PLTGU Minyak Structural Civil Engineering 169 EVM-PLTGU OIL..................................................................... 194 Pemeliharaan Lingkungan-PLTGU Minyak Environment Maintenance 170 GTPPOMP PLTP..................................................................... 195 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTP Geothermal Power Plant Operation and Maintenance Planning 171 GTPPO-CCR........................................................................... 196 Operasi PLTP (Ruang Kendali) Geothermal Power Plant Operation 172 GTPPO-Lokal TG.................................................................... 197 Operasi Pembangkit PLTP (Lokal Turbin Generator) Geothermal Power Plant Operation 173 GTPPO-Local Demister.......................................................... 198 Operasi Pembangkit PLTP (Lokal Demister) Geothermal Power Plant Operation

xxiii

174 GTPPO-Auxiiary...................................................................... 199 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Generator) Geothermal Power Plant Operation 175 GTPPM-Turbin........................................................................ 200 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Turbin) Geothermal Power Plant Maintenance 176 GTPPM-AUX........................................................................... 201 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Auxiliary dan Bengkel) Geothermal Power Plant Maintenance 177 GTPPM-DC POWER.............................................................. 202 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (DC Power) Geothermal Power Plant Maintenance 178 GTPPM-INSTRUMEN............................................................. 203 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Geothermal Power Plant Maintenance 179 GTPPM-Protection.................................................................. 204 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Proteksi-Mechanical & Electrical) Geothermal Power Plant Maintenance 180 GTP-POWER.......................................................................... 205 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Tenaga) Geothermal Power Plant Maintenance 181 GTPM-INSTALASI.................................................................. 206 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Instalasi) Geothermal Power Plant Maintenance 182 GTRLTM.................................................................................. 207 Manajemen Real Time Trading-PLTP Geothermal Real Time Trading Management 183 GTPOM................................................................................... 208 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTP Geothermal Power Plant Operation & Maintenance 184 GTCFM-DC............................................................................. 209 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Tenaga, Relay & Proteksi, DC Power) Geothermal Coal-fired Power Plant Maintenance 185 GTM -INSTRUMEN................................................................. 210 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Geothermal Power Plant Maintenance 186 GTM-PRO................................................................................211 Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Proteksi Mechanical & Electrical) Geothermal Power Plant Maintenance

xxiv

187 GTM-PRO............................................................................... 212 Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan Geothermal Power Plant Maintenance 188 GTM-PRO............................................................................... 213 Pemeliharaan Lingkungan Geothermal Power Plant Maintenance 189 GTLCF.................................................................................... 214 Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Gheothermal Laborant Fuel And Chemical 4.1.4 PELAKSANA OPERASI HIDRO (PLTA).................................. 215 190 HOP........................................................................................ 215 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Operation and Maintenance Planning 191 HPPO...................................................................................... 216 Operasi Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Operation 192 HPM........................................................................................ 217 Pemeliharaan Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Maintenance 193 PTM......................................................................................... 218 Manajemen Power Trader Power Trader Management 194 POM-HIDRO........................................................................... 219 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Power Plant Operation & Maintenance 4.1.4.1 PLTA...................................................................................... 220 195 HPP-OM.................................................................................. 220 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTA Hidro Power Plant Operation and Maintenance Planning 196 HPO-CCR............................................................................... 221 Operasi Pembangkit PLTA (Ruang Kendali) Hidro Power Plant Operation 197 HPO-Lokal............................................................................... 222 Operasi Pembangkit PLTA (Lokal Turbin Air, Generator) Hidro Power Plant Operation 198 HPO-GEN............................................................................... 223 Operasi Pembangkit PLTA (Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator) Hidro Power Plant Operation 199 HPO-DAM............................................................................... 224 Operasi PLTA (DAM) Hidropower Plant Operation

xxv

200 HPO-RAMP............................................................................. 225 Operasi PLTA (Pintu Air) Hidropower Plant Operation 201 HPO-SPILL............................................................................. 226 Operasi PLTA (Spillway) Hidropower Plant Operation 202 HPM........................................................................................ 227 Pemeliharaan PLTA Hidropower Plant Maintenance 203 RLTMH.................................................................................... 228 Manajemen Real Time Trading-PLTA Real Time Trading Management 204 POM-H.................................................................................... 229 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTA Hydropower Plant Operation & Maintenance 205 HPP-Turbin............................................................................. 230 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Turbin) Hidropower Power Plant Maintenance 206 HPP-AUX................................................................................ 231 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Auxiliary dan Bengkel) Hidro Power Power Plant Maintenance 207 DPP-DC.................................................................................. 232 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (DC Power) Hidro Power Plant Maintenance 208 HPP-POWER.......................................................................... 233 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Listrik Tenaga) Hidro Power Plant Maintenance 209 HPP -INSTRUMEN................................................................. 234 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Hidropower Power Plant Maintenance 210 HPP-PROTECT...................................................................... 235 Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Proteksi Mechanical & Electrical) Hidropower Power Plant Maintenance 211 HCE-PLTA............................................................................... 236 Pemeliharaan Sipil Basah/ Bendungan dan Spill way-PLTA Hydrolica Civil Engineering 212 SCE-PLTA............................................................................... 237 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan-PLTA Structural Civil Engineering 213 EVM-PLTA............................................................................... 238 Pemeliharaan Lingkungan-PLTA Environment Maintenance

xxvi

214 HLCF....................................................................................... 239 Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Hidro Laborant Fuel and Chemical 4.1.5 PELAKSANA OPERASI DIESEL (PLTD)................................. 240 215 DPP-DSL................................................................................. 240 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation and Maintenance Planning 216 DPO-DSL................................................................................ 241 Operasi Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation 217 DPM-DSL................................................................................ 242 Pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Maintenance 218 RLTMD.................................................................................... 243 Manajemen Power Trader-Diesel Power Trader Management 219 DOM-DSL................................................................................ 244 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation & Maintenance 4.1.5.1 PLTD...................................................................................... 245 220 DPP-D..................................................................................... 245 Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTD Diesel Power Plant Operation and Maintenance Planning 221 DPO-CCR............................................................................... 246 Operasi Pembangkit PLTD (Ruang Kendali) Diesel Power Plant Operation 222 DPO-Lokal............................................................................... 247 Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation 223 DPO-GEN............................................................................... 248 Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation 224 DPO-Lokal............................................................................... 249 Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation 225 DPO-GEN............................................................................... 250 Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation 226 DPO-K..................................................................................... 251 Operasi Pembangkit PLTD Kecil Diesel Power Plant Operation

xxvii

227 DPO-Lokal............................................................................... 252 Operasi Pembangkit PLTD kecil (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation 228 DPPM-D.................................................................................. 253 Pemeliharaan Pembangkit Diesel-PLTD Diesel Power Plant Maintenance 229 PTM-D..................................................................................... 254 Manajemen Real Time Trading-Pltd Real Time Trading Management 230 POM-D.................................................................................... 255 Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTD Power Plant Operation & Maintenance 231 DPP-AUX................................................................................ 256 Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Auxiliary dan Bengkel) Diesel Power Plant Maintenance 232 DPP-POWER.......................................................................... 257 Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Listrik Tenaga) Diesel Power Plant Maintenance 233 DPP-DC.................................................................................. 258 Pemeliharaan Pembangkit PLTD (DC Power) Diesel Power Plant Maintenance 234 DPP-PROTEC......................................................................... 259 Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Proteksi-Mechanical & Electrical) Diesel Power Plant Maintenance 235 DPP -INSTRUMEN................................................................. 260 Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Diesel Power Plant Maintenance 236 SCE-PLTD............................................................................... 261 Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana-PLTD. Structural Civil Engineering 237 EVM-PLTD.............................................................................. 262 Pemeliharaan Lingkungan-PLTD Environment Maintenance 238 DLCF....................................................................................... 263 Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Diesel Laborant Fuel And Chemical

xxviii

4.2 PENYALURAN................................................................................... 267 4.2.1 KORPORAT............................................................................ 267 239 TEP......................................................................................... 267 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Penyaluran Transmission expansion planning 240 ETP......................................................................................... 268 Kebijakan Penyaluran Energi Listrik Energy Transaction Policy 241 PPP......................................................................................... 269 Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy 242 MAP........................................................................................ 270 Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy 243 ETM......................................................................................... 271 Kebijakan Pengukuran Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Metering Policy 244 ETS......................................................................................... 273 Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement 245 CTP-EC................................................................................... 274 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penyaluran Korporat Transmission Performance Evaluation and Control Corporate..... 4.2.2 KANTOR INDUK.................................................................... 275 246 EMG........................................................................................ 275 Manajemen Energi Energy Management 247 PSA-P..................................................................................... 276 Program Analisis Sistem Tenaga Power System Analysis Programme 248 PSPP....................................................................................... 277 Program Perencanaan Interkoneksi Sistem Tenaga Power System Interconnection Planning Programme 249 MPP........................................................................................ 278 Perencanaan Program Pemeliharaan Maintenance Planning Programme 250 ETSC....................................................................................... 279 Pengendalian Setelmen Transaksi Energi Listrik Electricity Energy Transaction Settlement Control 251 ETM......................................................................................... 281 Program Pengukuran Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Metering

xxix

252 CTP-E..................................................................................... 282 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Transmisi Control Transmission Performance Evaluation 4.2.3 PELAKSANA OPERASI (PELAYANAN PEMELIHARAAN).. 283 253 EMG........................................................................................ 283 Manajemen Energi Energy Management 254 PSA......................................................................................... 284 Analisis Sistem Tenaga Power System Analysis 255 TSP-APP................................................................................. 285 Perencanaan Pemeliharaan Penyaluran dan Gardu Induk Transmition and Substation Maintenance Planning 256 SSC......................................................................................... 286 Inspeksi Komisioning Gardu Induk Substation Commissioning 257 PSC......................................................................................... 287 Inspeksi Komisioning Sistem Proteksi dan Kontrol Protection and Control System Commissioning 258 ETM......................................................................................... 288 Pengukuran Transaksi Energi Listrik-APP Electric Energy Transaction Metering 259 SME........................................................................................ 290 Evaluasi Sistem Pemeliharaan System Maintenance Evaluation 4.2.4 PENGATURAN BEBAN......................................................... 291 260 TSP-APB................................................................................. 291 Perencanaan operasi Penyaluran dan Gardu Induk-APB Transmition and Substation Maintenance Planning 261 ETS......................................................................................... 292 Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement 262 SOME...................................................................................... 293 Evaluasi system operation-APB Evaluation Sytem operation 4.2.5 PELAKSANA TEKNIS.............................................................. 294 263 SMP-S..................................................................................... 294 Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Penyaluran GI Service Maintenance Planning Substation 264 SEO......................................................................................... 295 Operasi Peralatan Gardu Induk Substation Equipment Operation

xxx

265 SEM........................................................................................ 296 Pemeliharaan Peralatan Gardu Induk Substation Equipment Maintenance 266 CSM........................................................................................ 297 Pemeliharaan Gardu Induk Konvensional Conventional Substation Maintenance 267 GIS.......................................................................................... 298 Pemeliharaan Gardu Induk SF6 Gas Insulated Substation Maintenance 268 PCM........................................................................................ 299 Pemeliharaan Rele Proteksi dan Kontrol Protection and Control Maintenance 269 ETM......................................................................................... 300 Pengukuran Transaksi Energi Listrik-Penyaluran GI Electric Energy Transaction Metering 270 ETS......................................................................................... 302 Setelmen Transaksi Energi Listrik-Penyaluran GI Electric Energy Transaction Settlement 271 SOM-E.................................................................................... 304 Evaluasi Operasi dan Pemeliharaan Gardu Induk Substation Operation & Maintenance Evaluation 4.2.6 PELAKSANA TEKNIS TRANSMISI....................................... 305 272 SMP-T..................................................................................... 305 Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Penyaluran Trans Service Maintenance Planning Transmition Line 273 HCM........................................................................................ 306 Pemeliharaan Kabel Tanah dan Laut Tegangan Tinggi High Voltage Power Cable Maintenance 274 HLM......................................................................................... 307 Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan High & Extrahigh Voltage Hotline Maintenance 275 TLM......................................................................................... 308 Pemeliharaan SUTT/SUTET Transmission Line Maintenance 276 TOME...................................................................................... 309 Evaluasi Pemeliharaan Transmisi Transmition Line Maintenance evaluation 4.2.7 Pelaksana Teknis PRODATEL ...................................... 310 277 SMPP...................................................................................... 310 Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Prodatel Service Maintenance Planning 278 PCM.........................................................................................311 Pemeliharaan Rele Proteksi dan Kontro Protection and Control Maintenance

xxxi

279 TLPM....................................................................................... 312 Pemeliharaan Proteksi Penghantar Transmission Line Protection Maintenance 280 SPM........................................................................................ 313 Pemeliharaan Proteksi Gardu Induk (GI) Substation Protection Maintenance 281 DSPM...................................................................................... 314 Pemeliharaan Proteksi Sistem DC DC System Protection Maintenance 282 STM......................................................................................... 315 Pemeliharaan SCADA dan Telekomunikasi SCADA and Telecommunication Maintenance 283 RSM........................................................................................ 316 Pemeliharaan RTU & Substation RTU & Substation Maintenance 284 MSM........................................................................................ 317 Pemeliharaan Master Station Master Station Maintenance 285 POM-E.................................................................................... 318 Evaluasi Pemeliharaan Prodatel Protection, Scada and Telecomunnicationn Maintenance Evaluation 4.2.8 OPERASI PELAKSANA TEKNIS............................................ 319 286 OP........................................................................................... 319 Perencanaan Operasi Operation Planning 287 PSD......................................................................................... 320 Operasi Realtime Sistem Tenaga Power System Dispatching 288 SEO......................................................................................... 321 Operasi Peralatan Sistem Interkoneksi Equipment Operation Interconnection System 289 SIO-E...................................................................................... 323 Evaluasi Operasi Sistem Interkoneksi System Interconection Operation evaluation 4.3 DISTRIBUSI........................................................................................ 327 4.3.1 KORPORAT............................................................................ 327 290 DSP......................................................................................... 327 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Distribusi Distribution System Planning 291 ETP......................................................................................... 328 Kebijakan Transaksi Energi Listrik Energy Transaction Policy

xxxii

292 PPP......................................................................................... 329 Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy 293 MAP........................................................................................ 330 Kebijakan Manajemen Aset Management Asset Policy 294 ETMP...................................................................................... 331 Kebijakan Pengukuran Transaksi Energi Listrik Energy Transaction Metering Policy 295 ETS......................................................................................... 332 Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement 296 DPE......................................................................................... 333 Evaluasi Kinerja Distribusi Distribution Performance Evaluation 4.3.2 KANTOR INDUK.................................................................... 334 297 DSP......................................................................................... 334 Perencanaan Sistem Distribusi Distribution System Planning 298 DLF......................................................................................... 335 Perkiraan Kebutuhan Listrik Distribution Load Forecasting 299 DMN........................................................................................ 336 Manajemen Distribusi Distribution Management 300 DNOP...................................................................................... 337 Perencanaan Operasi Jaringan Distribusi Distribution Network Operation Planning 301 DSMP...................................................................................... 338 Perencanaan Pemeliharaan Sistem Distribusi Distribution System Maintenance Planning 302 MPLP...................................................................................... 339 Program penggunaan Alat Pengukur dan Pembatas Metering and Power Limiter Programme 303 DPE - KD................................................................................. 340 Evaluasi Kinerja Distribusi - KD Distribution Performance Evaluation 304 SCM........................................................................................ 341 Manajemen Supply-Chain Supply Chain Management 4.3.3 Organisasi Pelaksana (Area).................................... 342 305 DNO-M.................................................................................... 342 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Distribusi Distribution Network Operation and Maintenance Planning

xxxiii

306 DNP......................................................................................... 343 Perencanaan Jaringan Distribusi Distribution Network planning 307 DSP......................................................................................... 344 Perencanaan Sistem Distribusi Distribution System Planning 308 DNO........................................................................................ 345 Operasi Jaringan Distribusi Distribution Network Operation 309 MPLO...................................................................................... 346 Operasi APP Metering and Power Limiter Operation 310 DSO........................................................................................ 347 Operasi Gardu Distribusi Distribution Substation Operation 311 MVNO..................................................................................... 348 Operasi Jaringan Tegangan Menengah Medium Voltage Network Operation 312 LVNO....................................................................................... 349 Operasi Jaringan Tegangan Rendah Low Voltage Network Operation 313 DSD-NONSCADA................................................................... 350 Operasi Sistem Distribusi - Non SCADA Distribution System Dispatching - Non SCADA 314 DNM ....................................................................................... 351 Pemeliharaan Jaringan Distribusi Distribution Network Maintenance 315 DSM........................................................................................ 352 Pemeliharaan Gardu Distribusi Distribution Substation Maintenance 316 DNM -P................................................................................... 353 Pemeliharaan Proteksi Distribution Network Maintenance - Protection 317 MVNM..................................................................................... 354 Pemeliharaan Jaringan Distribusi Tegangan Menengah Medium Voltage Network Maintenance 318 MVHLM................................................................................... 355 Pemeliharaan Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan Tegangan Menengah Medium Voltage Hot-Line Maintenance 319 LVNM...................................................................................... 356 Pemeliharaan Jaringan Tegangan Rendah Low Voltage Network Maintenance

xxxiv

320 LVHLM.................................................................................... 357 Pemeliharaan Jaringan Distribusi Tegangan Rendah - dengan Metoda PDKB Low Voltage Hot Line Maintenance 321 DNC........................................................................................ 358 Konstruksi Jaringan Distribusi Distribution Network Construction 322 DNI.......................................................................................... 359 Inspeksi Jaringan Distribusi Distribution Network Inspection 323 DSO-E..................................................................................... 360 Evaluasi Operasi Sistem Distribusi Distribution System Operation evaluation 324 RDN-C..................................................................................... 361 Konstruksi Jaringan Distribusi Recovery Distribution Network Construction 4.3.4 Organisasi Pelaksana (APD)....................................... 362 325 DNOM SCADA........................................................................ 362 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Distribusi dengan SCADA Distribution Network Operation and Maintenance Planning with SCADA 326 TSM......................................................................................... 363 Pemeliharaan Sistem Telekomunikasi Telecommunication System Maintenance 327 DDPM...................................................................................... 364 Pemeliharaan DC Power Distribution DC Power Maintenance 328 RMSM..................................................................................... 365 Pemeliharaan RTU & Master Station RTU & Master Station Maintenance 329 MVDO (SCADA)...................................................................... 366 Operasi Distribusi Tegangan Menengah - SCADA Medium Voltage Distribution Operation - With SCADA 330 DSD......................................................................................... 367 Pengaturan Sistem Distribusi Distribution System Dispatching 332 DNM -DP................................................................................. 369 Pemeliharaan DC Power Distribution Network Maintenance - DC Power

xxxv

4.3.5 Organisasi Pelaksana (area Prima)........................ 370 333 CSP......................................................................................... 370 Perencanaan Pelayanan Pelanggan Customer Service Planning 334 ABM........................................................................................ 371 Manajemen Aktifitas Activity Based Management 335 ICO.......................................................................................... 372 Orientasi pada Industri Komersial Industrial Commercial Orientation 336 MRBT...................................................................................... 373 Analisis dan Pemecahan Masalah Pembacaan Meter dan Pembuatan Rekening Meter Reading and Billing Troubleshooting 337 CEDT...................................................................................... 374 Analisis dan Pemecahan Masalah Pemutusan Sambungan Listrik Pelanggan Customer Electricity DisconnectionTroubleshooting 338 AT-EUC................................................................................... 375 Analisis dan Pemecahan Masalah Pencatatan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Analysis & Troubleshooting of Electricity Using by Customer 339 CTPE....................................................................................... 376 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penjualan Control Transaction Performance Evaluation 340 MPL......................................................................................... 377 Alat Pengukur dan Pembatas Metering and Power Limiter 4.4 NIAGA................................................................................................ 381 4.4.1 KORPORAT............................................................................ 381 341 BMA......................................................................................... 381 Manajemen Brand Brand Management 342 MPY........................................................................................ 382 Kebijakan Pemasaran Marketing Policy 343 PDV......................................................................................... 383 Pengembangan Produk Product Development 344 TMG........................................................................................ 384 Manajemen Tarif Tariff Management

xxxvi

345 CTPC...................................................................................... 385 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penjualan Korporat Control Transaction Performance Evaluation Corporate 346 ARM........................................................................................ 386 Pengelolaan Piutang Account Receivable Management 347 RMGO..................................................................................... 387 Pelaksana Pengelolaan Pendapatan Revenue Management Operation 4.4.2 KANTOR INDUK.................................................................... 389 348 ABM........................................................................................ 389 Manajemen Aktifitas Proses Bisnis Activity Based Management 349 BSD......................................................................................... 390 Pengembangan Usaha Business Development 350 TRS......................................................................................... 391 Analisis Tarif Tariff Analysis 351 BCO........................................................................................ 392 Orientasi Bisnis dan Komersial Business and Commercial Orientation 352 CUS......................................................................................... 393 Perencanaan Pelayanan Pelanggan Customer Service 353 AT-EUC................................................................................... 394 Analisa dan Pemecahan Masalah Pencatatan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Analysis & Troubleshooting of Electricity Using by Customer 354 CEDT...................................................................................... 395 Analisa dan Pemecahan Masalah Pemutusan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Customer Electricity DisconnectionTroubleshooting 355 MRBT...................................................................................... 396 Analisan dan Pemecahan Masalah Pembacaan Meter dan Pembuatan Rekening Meter Reading and BillingTroubleshooting 356 CTPE....................................................................................... 397 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penjualan Control Transaction Performance Evaluation 357 ETS......................................................................................... 398 Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement

xxxvii

358 CSA......................................................................................... 400 Administrasi Pelanggan Customer Service Administration 359 MMA........................................................................................ 401 Manajemen Pemasaran Marketing Management 4.4.3 PELAKSANA OPERASI......................................................... 402 360 CSA......................................................................................... 402 Administrasi Pelanggan Customer Service Administration 361 MEUC...................................................................................... 403 Pemantauan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Monitoring of Electricity Usage by Customer 362 ACED...................................................................................... 404 Analisa Pemutusan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Customer Electricity Disconnection Analysis 363 MRBV...................................................................................... 405 Verifikasi Pembacaan Meter dan Pembuatan Rekening Meter Reading and Billing Verification 364 CTP-E..................................................................................... 406 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penjualan Control Transaction Performance Evaluation 365 NSL......................................................................................... 407 Keterampilan Bernegosiasi Negotiation Skill 366 EUC......................................................................................... 408 Pencatatan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Electricity Using by Customer 367 CED......................................................................................... 409 Pemutusan Penggunaan Energi Listrik Pelanggan Customer Electricity Disconnection 368 MRB........................................................................................ 410 Pembacaan Meter dan Pembuatan Rekening Meter Reading and Billing 4.5 ENJINIRING & KONSTRUKSI........................................................... 413 4.5.1 KANTOR INDUK.................................................................... 413 369 CMS........................................................................................ 413 Supervisi Manajemen Konstruksi Contruction Management Supervision. 370 EES......................................................................................... 414 Evaluasi Supervisi Konstruksi Pekerjaan Listrik Pembangkit Evaluation of Electric Power Construction Supervision

xxxviii

371 ESS......................................................................................... 415 Evaluasi Pekerjaan Supervisi Proyek Gardu induk dan Transmisi Evaluation of Substation & Transmission Supervision 372 TSDS....................................................................................... 416 Supervisi Spesifikasi dan Gambar Teknik Technical Spesification and Drawing Supervision 373 GSP......................................................................................... 417 Pengadaan Barang dan Jasa Goods and Services Procurement 4.5.2 ORGANISASI PELAKSANA.................................................. 418 374 SIS.......................................................................................... 418 Supervisi Pekerjaan Survey & Investigasi Survey & Investigation Supervision 375 EWS........................................................................................ 419 Supervisi Pekerjaan Tanah Earth Work Supervision 376 FRS......................................................................................... 420 Supervisi Konstruksi Pondasi & Dinding Penahan Tanah Fondation & Retaining Wall Contruction Supervision 377 CCS......................................................................................... 421 Supervisi Konstruksi Beton Concrete Contruction Supervision 378 SWS........................................................................................ 422 Supervisi Konstruksi Baja & Kayu Steel & Wood Contruction Supervision 379 SFS......................................................................................... 423 Supervisi Pemasangan Batu & Finishing Stone Contruction & Finishing Supervision 380 CPS......................................................................................... 424 Supervisi Bangunan Pelindung Pantai Coastal Protection Structure Supervision 381 BWS........................................................................................ 425 Supervisi Pekerjaan Boiler PLTU Boiler Work Supervision 382 TWS........................................................................................ 426 Supervisi Pekerjaan Turbin & Auxilliaries Turbin & Auxilliaries Work Supervision 383 BPS......................................................................................... 427 Supervisi Pekerjaan Balance of Plant PLTU Balance of Plant work Supervision 384 HMS........................................................................................ 428 Supervisi Pengelolaan Material di lapangan Handling, Receiving Materals & Equipment On Site Supervision

xxxix

385 PMS-PLTU.............................................................................. 429 Supervisi Pekerjaan Turbin Uap & Auxiliaries Works Supervision pada PLTU Prime Mover & Auxiliaries Works Supervision Coal Fired 386 PMS-PLTP.............................................................................. 430 Supervisi Pekerjaan Turbin Uap & Auxliaries Works Supervision pada PLTP Prime Mover & Auxiliaries Works Supervision 387 PMS-PLTG.............................................................................. 431 Supervisi Pekerjaan Turbin Gas & Auxiliaries Works Supervision pada PLTG Prime Mover & Auxiliaries Works Supervision 388 PMS-PLTD.............................................................................. 432 Supervisi Pekerjaan Mesin Diesel & Auxiliaries Works Supervision Prime Mover & Auxiliaries Works Supervision 389 PMS-PLTA............................................................................... 433 Supervisi Pekerjaan Turbine Air dan Auxilliaries Works Supervision Prime Mover & Auxiliaries Works Supervision 390 EIS.......................................................................................... 434 Supervisi Pekerjaan Pemasangan Peralatan Pekerjaan Listrik Pembangkit Substation Equipment Instalation Supervision 391 TOES...................................................................................... 435 Supervisi Erection Tower Tower Erection Supervision 392 SSTL....................................................................................... 436 Supervisi Penarikan Transmisi SUTT & SUTET Stringing Supervision of Transmission Line 393 SLM......................................................................................... 437 Supervisi Manajemen LARAP (Land Acquisition Resetlement Action Plan) Supervision of LARAP Management 394 SEIS........................................................................................ 438 Supervisi Pekerjaan Pemasangan Peralatan GI/GITET Substation Equipment Instalation Supervision 395 TRES....................................................................................... 439 Supervisi Pekerjaan Pemasangan Trafo Transformator Erection Supervision 396 PCIS........................................................................................ 440 Supervisi Pemasangan Rele Proteksi dan Kontrol Protection and Control Instalation Supervision 397 STIS........................................................................................ 441 Supervisi Pemasangan Peralatan SCADA dan Telekomunikasi SCADA and Telecommunication Instalation Supervision

xl

398 PCSITS................................................................................... 442 Supervisi Pengetesan Individu Sistem Proteksi dan Kontrol Protection and Control System Individual Test Supervision 399 MAE........................................................................................ 443 Enjiniring Kelautan Marine Engineering 400 ESA......................................................................................... 444 Enjiniring Analisis Sistem Kelistrikan Elecrical System Analysis Engineering 401 HCE & HYE ( HCY )................................................................ 445 Enjiniring Hidrolika dan Hidrology. Hydrolics and Hydrology Engineering (HCY) 402 EENR...................................................................................... 446 Enjiniring Listrik Energi Baru dan Terbarukan (ENR) Electrical Engineering New and Renewable Energy 403 MENR...................................................................................... 447 Enjiniring Mesin Energi Baru dan Terbarukan (MEN / MER) Mechanical Engineering New and Renewable Energy 404 GOE........................................................................................ 448 Enjiniring Geoteknik Geotechnical Engineering 4.6 Pengujian dan Riset................................................................... 451 405 CAL......................................................................................... 451 Peneraan Meter Calibration 406 HSC......................................................................................... 452 Pengujian Tegangan Tinggi dan Hubung Singkat High-Voltage and Short-Circuit Test 407 RSP......................................................................................... 453 Perencanaan Penelitian Research Planning 408 STD......................................................................................... 454 Standardisasi Standardization 409 TAS......................................................................................... 455 Asesmen Teknologi Technology Assessment 410 TCI.......................................................................................... 456 Pengujian Kontrol dan Instrumen Testing for Control and Instrument 411 TCS......................................................................................... 457 Konsultasi Teknik Technical Consultation

xli

412 TDM........................................................................................ 459 Pengujian Motor Bakar dan Alat Bantu Testing for Diesel Machine 413 TFE......................................................................................... 460 Pengujian Aspek Lingkungan Testing for Environment 414 TFW........................................................................................ 461 Pengujian Bidang Sipil Testing for Civil Work 415 THG......................................................................................... 462 Pengujian Mesin Fluida dan Sistem Testing for Hydro Generation 416 TLV.......................................................................................... 463 Pengujian Peralatan Listrik Tegangan Rendah Testing for Low-Voltage Equipment 417 TPC......................................................................................... 464 Pengujian Sistem Proteksi dan Kontrol Testing for Protection and Control System 418 TSQ......................................................................................... 465 Pengujian Peralatan Gardu Induk Testing for Substation Equipment 419 TTD......................................................................................... 466 Pengujian Peralatan Transmisi dan Distribusi Testing for Transmission and Distribution Equipment 420 TTS......................................................................................... 467 Pengujian Telekomunikasi dan SCADA Testing for Telecommunication and SCADA 421 TSG......................................................................................... 468 Pengujian Pembangkit Uap dan Alat Bantu Testing for Steam Generation 422 TOM........................................................................................ 469 Pengujian Material dan Elemen Mesin Testing for Material 423 MSV........................................................................................ 470 Pelayanan Manajemen dan Sistem Mutu Management Services 424 LQM........................................................................................ 471 Manajemen Mutu Laboratorium Laboratory Quality Management 425 TIL........................................................................................... 472 Informasi Teknik dan Perpustakaan Technical Information and Library 426 TIN.......................................................................................... 473 Inspeksi Teknik Technical Inspection

xlii

4.7 lingkungan dan K2..................................................................... 477 427 EDT......................................................................................... 477 Audit Lingkungan Environmental Auditing 428 ELS......................................................................................... 479 Keselamatan Ketenagalistrikan Electricity Safety 429 EMM........................................................................................ 480 Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan Environmental Monitoring and Management 4.8 ENERGI PRIMER............................................................................... 485 4.8.1 KORPORAT............................................................................ 485 430 PEP......................................................................................... 485 Perencanaan Energi Primer Primary Energy Planning 431 PEC......................................................................................... 486 Pengadaan Energi Primer Primary Energy Procurement 432 CPE......................................................................................... 487 Pengendalian Pelaksanaan Kontrak Energi Primer Control of Primary Energy Contract Execution 433 MEPE...................................................................................... 488 Monitoring dan Evaluasi Energi Primer Monitoring and Evaluation of Primary Energy 434 PER......................................................................................... 489 Pelaporan Energi Primer Primary Energy Reporting 4.8.2 ENERGI PRIMER BATUBARA.............................................. 490 435 PEP......................................................................................... 490 Perencanaan Batubara Coal Primary Energy Planning 436 PEC-COAL.............................................................................. 491 Pengadaan Energi Primer Batubara Coal Primary Energy Procurement 437 CPE-COAL.............................................................................. 492 Pengendalian Pelaksanaan Kontrak Energi Primer Batubara Control of Coal Primary Energy Contract Execution 438 MEPE-COAL........................................................................... 493 Monitoring dan Evaluasi Energi Primer Batubara Monitoring and Evaluation of Coal Primary Energy 439 PER-COAL.............................................................................. 494 Pelaporan Energi Primer Batubara Coal Primary Energy Reporting

xliii

4.8.3 ENERGI PRIMER GAS........................................................... 495 440 PEP-GAS................................................................................ 495 Perencanaan Energi Primer Gas Gas Primary Energy Planning 441 PEC-GAS................................................................................ 496 Pengadaan Gas Gas Primary Energy Procurement 442 CPE-GAS................................................................................ 497 Pengendalian Pelaksanaan Kontrak Energi Primer Gas Control of Gas Primary Energy Contract Execution 443 MEPE-GAS............................................................................. 498 Monitoring dan Evaluasi Energi Primer Gas Monitoring and Evaluation of Gas Primary Energy 444 PER-GAS................................................................................ 499 Pelaporan Energi Primer Gas Gas Primary Energy Reporting 4.8.4 ENERGI PRIMER BBM.......................................................... 500 445 PEP-OIL.................................................................................. 500 Perencanaan Energi Primer BBM Oil Primary Energy Planning 446 PEC-OIL.................................................................................. 501 Pengadaan Energi Primer BBM Oil Primary Energy Procurement 447 CPE-OIL.................................................................................. 502 Pengendalian Pelaksanaan Kontrak Energi Primer BBM Control of Oil Primary Energy Contract Execution 448 MEPE-OIL............................................................................... 503 Monitoring dan Evaluasi Energi Primer BBM Monitoring and Evaluation of Oil Primary Energy 449 PER-OIL.................................................................................. 504 Pelaporan Energi Primer BBM Oil Primary Energy Reporting 4.9 Produksi Peralatan Ketenagalistrikan............................... 507 4.9.1 KANTOR INDUK...................................................................... 507 450 STD......................................................................................... 507 Standarisasi Standardization 451 EDG........................................................................................ 508 Desain Enjiniring Engineering Design 452 MTC........................................................................................ 509 Teknologi Material Material Technology

xliv

453 PDV......................................................................................... 510 Pengembangan Produk Product Development 454 PFS..........................................................................................511 Kajian Kelayakan Proyek Project Feasibility Studies 455 PRP......................................................................................... 512 Perencanaan Sumber Daya Proyek Project Resources Planning 456 CTM........................................................................................ 513 Manajemen Biaya dan Waktu Proyek Project Cost and Time Management 457 MPM........................................................................................ 514 Manajemen Tenaga Kerja Proyek Project Manpower Management 458 PMM........................................................................................ 515 Manajemen Material Proyek Project Material Management 459 PQM........................................................................................ 516 Manajemen Mutu Proyek Project Quality Management 460 MCE........................................................................................ 517 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pemeliharaan Maintenance Performance Control and Evaluation 4.9.2 UNIT PELAKSANA PRODUKSI DAN REKONDISI PERALATAN.......................................................................... 518 461 PRM........................................................................................ 518 Manajemen Produksi dan Perbaikan Production and Repair Management 462 PPC......................................................................................... 519 Perencanaan dan Pengendalian Produksi Production Planning and Control 463 MTH........................................................................................ 520 Pengelolaan Material Material Handling 464 PMO........................................................................................ 521 Pengoperasian Mesin Produksi Production Machine Operation 465 MPT......................................................................................... 522 Pengujian Material dan Produk Material and Product Testing 466 PAS......................................................................................... 523 Perakitan Produk Product Assembling

xlv

4.9.2.1 PEMBANGUNAN PEMBANGKITAN.................................... 524 467 CWS........................................................................................ 524 Pengawasan Bidang Sipil Civil Work Supervision 468 MWS....................................................................................... 525 Pengawasan Bidang Mekanik Mechanical Work Supervision 469 EWS........................................................................................ 526 Pengawasan Bidang Listrik & Kontrol Electrical and Control Work Supervision 4.9.3 UNIT PELAKSANA MAINTENANCE DAN OVERHAUL PEMBANGKITAN................................................................... 527 470 STM......................................................................................... 527 Pemeliharaan Turbin Uap Steam Turbine Maintenance 471 BLM......................................................................................... 528 Pemeliharaan Boiler Boiler Maintenance 472 MCM........................................................................................ 529 Pemeliharaan Mill & Coal Feeder Mill & Coal Feeder Maintenance 473 HEM........................................................................................ 530 Pemeliharaan Heat Exchanger Heat Exchanger Maintenance 474 CHM........................................................................................ 531 Pemeliharaan Coal Handling System Coal Handling System Maintenance 475 AHM........................................................................................ 532 Pemeliharaan Ash Handling System Ash Handling System Maintenance 476 PCM........................................................................................ 533 Pemeliharaan Pompa dan Kompresor Pump and Compressor Maintenance 477 GBM........................................................................................ 534 Pemeliharaan Gear Box Gear Box Maintenance 478 PPM........................................................................................ 535 Pemeliharaan Piping Piping Maintenance 479 VVM........................................................................................ 536 Pemeliharaan Valve Valve Maintenance

xlvi

480 HPM........................................................................................ 537 Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air Hydro Powerplant Maintenance 481 TFM......................................................................................... 538 Pemeliharaan Transformator Transformer Maintenance 482 GMM....................................................................................... 539 Pemeliharaan Generator dan Motor Generator and Motor Maintenance 483 SGM........................................................................................ 540 Pemeliharaan Switchgear Switchgear Maintenance 484 PTM......................................................................................... 541 Pemeliharaan Proteksi Protection Maintenance 485 ICM.......................................................................................... 542 Pemeliharaan Kontrol Instrumen Instrument Control Maintenance 486 MMP........................................................................................ 543 Perencanaan Pemeliharaan Mekanik Mechanical Maintenance Planning 487 EMP........................................................................................ 544 Perencanaan Pemeliharaan Listrik Electrical Maintenance Planning 488 IMP.......................................................................................... 545 Perencanaan Pemeliharaan Instrumentasi Instrumentation Maintenance Planning 4.10 KEUANGAN....................................................................................... 549 4.10.1 KORPORAT............................................................................ 549 489 FASP....................................................................................... 549 Kebijakan Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards Policy 490 FRCP...................................................................................... 550 Kebijakan Laporan Keuangan dan Konsolidasi Financial Reporting and Consolidation Policy 491 FIAP........................................................................................ 551 Kebijakan Analisa Laporan Financial Analysis Policy 492 FAI-MP.................................................................................... 552 Kebijakan Pengelolaan Aset Tetap dan Persediaan Fixed Assets and Inventory Management Policy 493 CMGP..................................................................................... 553 Kebijakan Manajemen Biaya Cost Management Policy

xlvii

494 TAXP....................................................................................... 554 Kebijakan Pengelolaan Pajak Tax Management Policy 495 IMGP....................................................................................... 555 Kebijakan Pengelolaan Asuransi Insurance Management Policy 496 FRC-O..................................................................................... 556 Pelaksana Laporan Keuangan dan Konsolidasi Financial Reporting and Consolidation Operation 497 FIA-O....................................................................................... 557 Pelaksana Analisa Laporan Financial Analysis Operation 498 FAI-MO.................................................................................... 558 Pelaksana Pengelolaan Aset Tetap dan Persediaan Fixed Assets and Inventory Management Operation 499 CMG-O.................................................................................... 559 Pelaksana Manajemen Biaya Cost Management Operation 500 TAX-O..................................................................................... 560 Pelaksana Pengelolaan Pajak Tax Management Operation 501 IMG-O..................................................................................... 561 Pelaksana Pengelolaan Asuransi Insurance Management Operation 502 BUD-P..................................................................................... 562 Kebijakan Perencanaan Anggaran Budgeting Planning Policy 503 BMG-O.................................................................................... 563 Pelaksana Pengelolaan Budget Budget Management Operation 504 ANI-P....................................................................................... 564 Kebijakan Analisis Investasi Analysis of Investment Policy 505 ANI-O...................................................................................... 565 Pelaksana Analisis Investasi Analysis of Investment Operation 506 EMG-O.................................................................................... 566 Pelaksana Pengelolaan Pembelanjaan Expenditure Management Operation 507 RMG-P.................................................................................... 567 Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Revenue Management Policy 508 RMGO..................................................................................... 569 Pelaksana Pengelolaan Pendapatan Revenue Management Operation

xlviii
509 EMG-P.................................................................................... 571 Kebijakan Pengelolaan Pembelanjaan Expenditure Management Policy 510 CMG-O.................................................................................... 572 Pelaksana Pengelolaan Likuiditas Cash Management Operation 511 CMG-P.................................................................................... 573 Kebijakan Pengelolaan Likuiditas Cash Management Policy 512 LMG-P..................................................................................... 574 Kebijakan Pengelolaan Pinjaman Loan Management Policy 513 LMG-O.................................................................................... 575 Pelaksana Pengelolaan Pinjaman Loan Management Operation 514 FIP-P....................................................................................... 576 Kebijakan Perencanaan Keuangan Financial Planning Policy 515 FIPP........................................................................................ 578 Pelaksana Perencanaan Keuangan Financial Planning 516 MAC........................................................................................ 580 Akuntansi Manajemen Management Accounting 517 CBG........................................................................................ 581 Analisis Keputusan Investasi Capital Budgeting 518 CSH......................................................................................... 583 Kasir Cashier 519 FMG........................................................................................ 584 Manajemen Keuangan Financial Management 4.10.2 ORGANISASI KANTOR INDUK KEUANGAN....................... 585 520 RMG........................................................................................ 585 Pengelolaan Pendapatan Revenue Management 521 EMG........................................................................................ 587 Pengelolaan Pembiayaan (Expenditure Management) 522 BUD - P................................................................................... 588 Pelaksana Perencanaan Anggaran Budgeting Planning Operation

xlix

523 MGP........................................................................................ 589 Pengelolaan Anggaran Management Planning 524 FAS......................................................................................... 590 Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards 525 FAI........................................................................................... 591 Pengelolaan Aset Tetap dan Persediaan Fixed Assets and Inventory Management 526 CMG........................................................................................ 592 Manajemen Biaya Cost Management 527 TAX......................................................................................... 593 Pengelolaan Pajak Tax Management 528 FRC......................................................................................... 594 Laporan Keuangan dan Konsolidasi Financial Reporting and Consolidation 529 FIA........................................................................................... 595 Analisa Laporan Financial Analysis 4.10.3 ORGANISASI PELAKSANA KEUANGAN............................ 596 530 CMG-UP.................................................................................. 596 Manajemen Biaya-UP Cost Management 4.11 SDM.................................................................................................... 599 4.11.1 KANTOR PUSAT..................................................................... 599 531 ASC......................................................................................... 599 Asesmen Potensi dan Perilaku............................................... 599 Assessment Center................................................................. 599 532 CMA ....................................................................................... 600 Manajemen Perubahan Change Management 533 CMG........................................................................................ 601 Manajemen Karir Career Management 534 HRMP...................................................................................... 602 Kebijakan Manajemen Sumberdaya Manusia Human Resource Management Policy 535 HRPP...................................................................................... 603 Kebijakan Perencanaan Sumberdaya Manusia Human Resource Planning Policy

536 INR.......................................................................................... 604 Hubungan Industrial Industrial Relation 537 KLM......................................................................................... 605 Manajemen Pengetahuan Knowledge Management 538 MCS........................................................................................ 606 Konsultansi Manajemen Management Consultant 539 ODV........................................................................................ 607 Pengembangan Organisasi Organization Development 540 PAP......................................................................................... 608 Kebijakan Administrasi Personel Personnel Administration Policy 541 PMG........................................................................................ 609 Manajemen Kinerja Performance Management 542 REM........................................................................................ 610 Manajemen Remunerasi Remuneration Management 543 RSLP........................................................................................611 Kebijakan Pengadaan Sumberdaya Manusia Recruitment and Selection Policy 544 TCB......................................................................................... 612 Perancangan dan Pengembangan Kurikulum Pelatihan Training and Curriculum Building 545 TND......................................................................................... 613 Pelatihan dan Pengembangan Training and Development 546 TMD........................................................................................ 614 Penyusunan dan Pengembangan Materi serta Metoda Pelatihan Training Material and Method Development 547 TRG......................................................................................... 615 Manajemen Pelatihan Training Management 548 HRPEC.................................................................................... 616 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja SDM Human Resource Performance Evaluation Corporate 4.11.2 KANTOR INDUK..................................................................... 617 549 HRMPL.................................................................................... 617 Manajemen Sumberdaya Manusia Human Resource Management Planning

li

550 KLM......................................................................................... 619 Koordinator Manajemen Pengetahuan Coordinating Knowledge Management 551 PAD......................................................................................... 620 Administrasi Personel Personnel Administration 552 RSL......................................................................................... 621 Pengadaan Sumberdaya Manusia Recruitment and Selection 553 HRPE...................................................................................... 622 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja SDM Human Resource Performance Evaluation 554 SAF......................................................................................... 623 Sarana dan Fasilitas Support and Facility 555 NSL......................................................................................... 624 Keterampilan Bernegosiasi Negotiation Skill 556 OAD........................................................................................ 625 Administrasi Perkantoran Office Administration 557 CDV......................................................................................... 626 Pengembangan Komunitas Community Development 558 STP......................................................................................... 627 Manajemen Pengamanan Security Management 559 LMA......................................................................................... 628 Manajemen Logistik Logistic Management 4.11.3 Organisasi Pelaksana................................................... 629 560 HRMA...................................................................................... 629 Administrasi Manajemen Sumberdaya Manusia Human Resource Management Administration 562 HRA......................................................................................... 630 Administrasi Sumberdaya Manusia Human Resource Administration

lii

4.12

Pendidikan dan Pelatihan........................................................ 633 4.12.1 KANTOR PUSAT.................................................................... 633 563 ASC-C..................................................................................... 633 Asesmen Potensi dan Perilaku - Korporat Assessment Center - Corporate 564 EX-INS.................................................................................... 634 Keinstrukturan Expert Expert Instructure 565 KLM-C..................................................................................... 635 Manajemen Pengetahuan - Korporat Knowledge Management- Corporate 566 MDE-C.................................................................................... 636 Monitoring, Dokumentasi dan Evaluasi Diklat - Korporat Training Monitor, Documentation and Evaluation- Corporate 4.12.2 KANTOR INDUK.................................................................... 637 567 ASC-P..................................................................................... 637 Asesmen Potensi dan Perilaku - Kebijakan Assessment Center - Policy 568 SEI.......................................................................................... 638 Keinstrukturan Senior Senior Instructure 569 KLM-P..................................................................................... 639 Kebijakan Manajemen Pengetahuan Knowledge Management- Policy 570 TCB-P..................................................................................... 640 Perencanaan Perancangan dan Pengembangan Kurikulum Diklat Training and Curriculum Building Planning 571 TMD-P..................................................................................... 641 Perencanaan Penyusunan dan Pengembangan Materi Serta Metoda Diklat Training Material and Method Development Plan 572 TRM-P..................................................................................... 642 Perencanaan Manajemen Diklat Training Management Planning 573 LAD-P...................................................................................... 643 Perencanaan Administrasi Pembelajaran Learning Administration Planning 4.12.3 PELAKSANA OPERASI......................................................... 644 574 ASC-O..................................................................................... 644 Asesmen Potensi dan Perilaku - Operasional Assessment Center- Operational

liii

575 INS-AS.................................................................................... 645 Keinstrukturan Associate Instructure Associate 576 TCB......................................................................................... 646 Perancangan dan Pengembangan Kurikulum Diklat Training and Curriculum Building 577 TMD........................................................................................ 647 Penyusunan dan Pengembangan Materi Serta Metoda Diklat Training Material and Method Development 578 TRM........................................................................................ 648 Manajemen Diklat Training Management 579 LAD......................................................................................... 649 Administrasi Pembelajaran Learning Administrasi 580 MDE-O.................................................................................... 650 Monitoring, Dokumentasi dan Evaluasi Diklat - Operasional Training Monitor, Documentation and Evaluation - Operational 581 BA-INS.................................................................................... 651 Keinstrukturan Dasar Basic Instructure 582 KLM-O..................................................................................... 652 Manajemen Pengetahuan - Operasional Knowledge Management - Operational 4.13 TEKNOLOGI INFORMASI.................................................................. 655 4.13.1 KANTOR PUSAT.................................................................... 655 583 IAS-KP.................................................................................... 655 Arsitektur dan Perencanaan strategis TI IT Architect and strategic planning 584 ITG-KP.................................................................................... 656 Tata kelola TI IT Governance 585 ITP-KP..................................................................................... 657 Pengelolaan proyek TI IT Project Management 586 ISM-KP.................................................................................... 658 Pengelolaan Layanan TI IT Service Management 587 DMG-KP.................................................................................. 659 Pengelolaan Database Database Management 588 INM-KP.................................................................................... 660 Pengelolaan Infrastruktur Infrastructur Management

liv

589 NSP-KP................................................................................... 661 Support Jaringan Komunikasi Data Network Support 590 ASP-KP................................................................................... 662 Support Aplikasi Application Support 591 OAO-KP.................................................................................. 663 Operasi aplikasi perkantoran Office application operation 592 ISD-KP.................................................................................... 664 Desain Sistem TI IT System Design 593 ITD-KP.................................................................................... 665 Pengembangan Sistem TI IT Development 594 IIM-KP..................................................................................... 666 Implementasi Sistem TI IT Implementation 595 IAS.......................................................................................... 667 Arsitektur dan Perencanaan strategis TI IT Architect and Strategic Planning 596 DMG........................................................................................ 668 Pengelolaan Database Database Management 4.13.2 KANTOR INDUK.................................................................... 669 597 DMG-KI................................................................................... 669 Pengelolaan Database Database Management 598 INM-KI..................................................................................... 670 Pengelolaan Infrastruktur Infrastructur Management 599 NSP-KI.................................................................................... 671 Support Jaringan Komunikasi Data Network Support 600 ASP-KI.................................................................................... 672 Support Aplikasi Application Support 601 OAO-KI.................................................................................... 673 Operasi aplikasi perkantoran Office application operation 602 ITD-KI...................................................................................... 674 Pengembangan Sistem TI IT Development

lv

603 IIM-KI....................................................................................... 675 Implementasi Sistem TI IT Implementation 604 SAD......................................................................................... 676 Administrasi Perangkat Lunak Sistem Komputer System/platform Administration 605 CDT......................................................................................... 678 Komunikasi dan Transmisi Data Communication and Data Transmission 606 ISM.......................................................................................... 680 Pengelolaan Layanan TI IT Service Management 607 ASP-T...................................................................................... 681 Support Aplikasi Application Support 608 MIS.......................................................................................... 682 Sistem Informasi Manajemen Management Information System 4.13.3 PELAKSANA OPERASI......................................................... 684 609 INM-PO................................................................................... 684 Pengelolaan Infrastruktur Infrastructur Management 610 NSP-PO.................................................................................. 685 Support Jaringan Komunikasi Data Network Support 611 OAO-PO.................................................................................. 686 Operasi aplikasi perkantoran Office Application Operation 4.14 HUKUM SHK...................................................................................... 689 4.14.1 KANTOR PUSAT..................................................................... 689 612 CON........................................................................................ 689 Kontrak Contract 613 CEX......................................................................................... 691 Pelaksanaan Kontrak Contract Execution 614 CMT........................................................................................ 692 Manajemen Kontrak Contract Management 615 LIT........................................................................................... 693 Litigasi Litigation

lvi

616 REG........................................................................................ 694 Peraturan / Regulasi Regulation 4.15 KOMUNIKASI........................................................................................ 697 4.15.1 KANTOR PUSAT................................................................... 697 617 CDV......................................................................................... 697 Pengembangan Komunitas Community Development 618 NSL......................................................................................... 698 Keterampilan Bernegosiasi Negotiation Skill 619 PRE......................................................................................... 699 Hubungan Masyarakat Public Relation 4.16 AUDIT................................................................................................. 703 4.16.1 KANTOR PUSAT..................................................................... 703 620 IAD.......................................................................................... 703 Pengawasan Internal Internal Auditing 4.17 MANAJEMEN RISIKO....................................................................... 707 4.17.1 KANTOR PUSAT..................................................................... 707 621 RMP........................................................................................ 707 Pengelola Kebijakan Manajemen Risiko Risk Management Policy 622 ARM........................................................................................ 708 Aktifitas Manajemen Risiko Activity Risk Management

4.18 MANAJEMEN MUTU...........................................................................711 4.18.1 KANTOR PUSAT......................................................................711 623 QMG.........................................................................................711 Manajemen Mutu Quality Management 624 AQM........................................................................................ 712 Audit Manajemen Mutu Audit of Quality Management 625 AQP......................................................................................... 713 Audit Produk Mutu Audit of Quality Product

lvii

4.19 ADMINISTRASI..................................................................................... 717 626 OAD........................................................................................ 717 Administrasi Perkantoran Office Administration 627 SAF......................................................................................... 718 Sarana dan Fasilitas Support and Facility 628 LMA......................................................................................... 719 Manajemen Logistik Logistic Management 629 STP......................................................................................... 720 Manajemen Pengamanan Security Management 4.20 NON BIDANG..................................................................................... 723 4.20.1 OPERASIONAL LAYANAN TI-KP......................................... 723 630 OAO........................................................................................ 723 Operasi Aplikasi Perkantoran Office Application Operation 631 MBP ...................................................................................... 724 Manajemen Proses Bisnis Management Bisnis Prosses 632 CMC........................................................................................ 725 Coaching, Mentoring dan Konsultasi Coaching, Mentoring and Consultation 633 CAO........................................................................................ 726 Pengoperasian Aplikasi Komputer Computer Aplication Operation BATU BARA....................................................................................... 731 4.21.1 TAMBANG & PRODUKSI...................................................... 731 634 MEP........................................................................................ 731 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Pertambangan Mining Expansion Planning 635 MOM-P.................................................................................... 732 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Pertambangan Mining Operation and Maintenance Planning 636 MOP........................................................................................ 733 Kebijakan Operasi Pertambangan Mining Operation Policy 637 MAP........................................................................................ 734 Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy 638 OSH........................................................................................ 735 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Occupational Safety and Health

4.21

lviii

639 MOP........................................................................................ 736 Operasi Pertambangan Mining Operation 640 MEM........................................................................................ 737 Pemeliharaan Peralatan Pertambangan Mining Equipment Maintenance 641 CPG-C..................................................................................... 738 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pertambangan Control Performance Mining Evaluation Corporate 4.21.2 TRANSPORTASI PELABUHAN........................................... 739 642 MTE-P..................................................................................... 739 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Transportasi Batubara Mining Transportation Expansion Planning 643 TOM-P..................................................................................... 740 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Transportasi Transportation Operation and Maintenance Planning 644 OTP......................................................................................... 741 Kebijakan Operasi Trasportasi Operation Transportation Policy 645 MTA-P..................................................................................... 742 Kebijakan Pemelihaaraan Aset Transportasi Management Transportation Asset Policy 646 TOP......................................................................................... 743 Operasi Transportasi Transportation Operation 647 MEM........................................................................................ 744 Pemeliharaan Transportasi Transportation Maintenance 648 CPT-E...................................................................................... 745 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Transportasi Control Performance Transportation Evaluation 4.22 BAG.................................................................................................... 749 4.22.1 K ORPORAT............................................................................ 749 649 SEP......................................................................................... 749 Perencanaan Jangka Panjang Sistem Pelayaran Shipping Expansion Planning 650 SPC......................................................................................... 750 Kebijakan Shipping Shipping Policy 651 SEQ-P..................................................................................... 751 Kebijakan Pengelolaan Alat Angkut Shipping Equipment Policy

lix

652 MAP........................................................................................ 752 Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy 653 STM-P..................................................................................... 753 Kebijakan Pengukuran Transaksi Pengiriman Shipping Transaction Metering Policy 654 CSP-C..................................................................................... 754 Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pelayaran Korporat Control Shipping Performance Evaluation Corporate 4.22.2 TEKNIS PERKAPALAN......................................................... 755 655 SOM-P.................................................................................... 755 Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Kapal Ship Operation and Maintenance Planning 656 USB......................................................................................... 756 Pemahaman Bangunan Kapal Understanding of Ship Building 657 OSMS...................................................................................... 757 Pengopersian Sistem Mesin Kapal Operation of Shipping The Machine System 658 LDS......................................................................................... 758 Penerapan Hukum Laut Law Deployment of The Sea 659 MAMD..................................................................................... 759 Pemeliharaan Mesin Bantu Dek Maintenance of Auxiliary Machinery Deck 660 SSO-E (Evaluasi).................................................................... 760 Evaluasi Operasi sistem Perkapalan Shipping System Operation evaluation 4.23 PENGERJAAN LOGAM..................................................................... 763 661 MCG........................................................................................ 763 Pengoperasian Mesin Produksi Machining 662 MTH........................................................................................ 764 Pengolahan Material Material Handling 663 WLD........................................................................................ 765 Pengelasan Welding

DIREKTORI KOMPETENSI

PENDAHULUAN

Edisi 1 Online Oktober 2012

1. PENDAHULUAN
PT PLN (Persero) memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh-kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani. Visi ini mensyaratkan bahwa para pegawai sebagai sumber daya perusahaan, yang memiliki potensi insani, harus dikelola secara optimal dan profesional. Manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi (MSDM-BK) adalah model pengelolaan pegawai yang prosesnya didasarkan pada informasi tentang kebutuhan kompetensi jabatan (KKJ) dalam organisasi dan informasi tentang kompetensi masing-masing individu. Implementasi MSDM-BK di lingkungan PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya merupakan salah satu inisiatif strategis yang disiapkan untuk mentransformasikan secara optimal sumber daya manusia menjadi sumber daya perusahaan dalam mewujudkan visinya. Potensi insani di perusahaan hanya dapat dilihat dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi apabila berbentuk kompetensi individu yang dapat diobservasi dan diukur. Dengan demikian, selain memenuhi kebutuhan organisasi, perusahaan memiliki informasi pasti tentang kompetensi pegawainya dan para pegawai memiliki informasi pasti tentang kompetensinya. Kesetaraan informasi ini merupakan prasyarat keberhasilan memadukan KKJ di organisasi dengan kompetensi individu. Keberhasilan perusahaan dapat diraih dengan cara menciptakan organisasi dan budaya kerja perusahaan yang mampu menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi. Pertumbuhan perusahaan yang berkaitan dengan kemampuan mengantisipasi perubahan lingkungan usaha, mengelola sumber daya, dan meningkatkan daya saing dapat dilevelkan dengan memperhatikan jenis-jenis kompetensi yang harus terus menerus dievaluasi dan dikembangkan dalam organisasi. Sehubungan dengan itu, pengembangan SDM berbasis kompetensi merupakan kata kunci agar sukses perusahaan memiliki siklus hidup (life cycle) yang panjang. Dalam proses mewujudkan visi perusahaan, PT PLN (Persero) melihat tantangan di masa depan semakin berat, seperti persaingan ketat penguasaan sumber daya, peningkatan tuntutan pasar, kondisi ekonomi, atau perubahan lingkungan usaha di luar model bisnis saat ini. Untuk mengantipasi hal itu diperlukan pemimpin dan pegawai perusahaan yang sangat berkompeten. Mereka tidak hanya terlibat, tetapi juga mampu secara kreatif menggerakkan orang lain untuk bekerja mewujudkan visi menjadi kenyataan. Direktori Kompetensi (khusus soft competency) telah direvisi sesuai edisi kelima tahun 2011, perusahaan memandang perlu melakukan revisi buku Direktori Kompetensi (technical competency) agar lebih tajam, lebih teramati (observable) dan terukur (measurable). Kompetensi dapat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman dan/atau bakat bawaan (talent). Istilah kompetensi ini bisa diterapkan untuk merujuk pada kemampuan atau kewenangan seorang individu maupun sebuah organisasi untuk menentukan sesuatu. Kompetensi

2
dianggap melekat pada sebuah organisasi apabila organisasi tersebut memiliki sebuah sistem untuk mengelola kompetensi para individu di dalamnya sehingga organisasi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan sukses. Implementasi MSDM-BK yang efektif dan terintegrasi di lingkungan PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya diharapkan akan menunjang pemberdayaan pegawai secara optimal, baik bagi PT PLN (Persero) maupun anak perusahaannya. Inti dari MSDM-BK adalah informasi tentang persyaratan kompetensi untuk setiap jabatan di organisasi dan informasi tentang kompetensi yang dimiliki oleh individu pegawai. Kedua informasi tersebut dihimpun dalam dokumen-dokumen berikut. 1. Direktori Kompetensi, yaitu sebuah buku yang memuat seluruh kompetensi dan level beserta uraiannya, baik itu bersifat generik maupun berupa pengetahuan dan keterampilan fungsional (technical skill and knowledge) yang diperlukan oleh organisasi dalam menjalankan misi untuk mewujudkan visinya. 2. Kebutuhan Kompetensi Jabatan, yaitu daftar kompetensi yang diperlukan untuk setiap jabatan di PT PLN (Persero), terdiri atas kompetensi utama, peran, dan bidang. 3. Kompetensi Individu, yaitu daftar kompetensi yang dimiliki oleh individu pegawai. Kompetensi dan levelnya dihasilkan dari penilaian (assessment) terhadap individu tersebut dengan menggunakan alat ukur yang telah ditentukan dengan merujuk kepada Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ). Alasan penyempurnaan dan pengembangan buku Direktori Kompetensi adalah upaya penyesuaian pengembangan kompetensi pegawai PT PLN (Persero) agar lebih mampu menjalankan tugas pekerjaan masing-masing sesuai dengan tuntutan perusahaan. Pengembangan proses bisnis PT PLN (Persero) selalu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembangan usaha yang dilakukan dalam rangka menyesuaikan diri dengan upaya menghadapi tantangan lingkungan bisnis. Buku Direktori Kompetensi merupakan acuan dalam penyusunan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) serta acuan dalam pengamatan dan pengukuran kompetensi individu. Upaya-upaya pengacuan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan pada jenis jabatan struktural dan fungsional, jenjang jabatan, organisasi, proses bisnis, maupun tujuan pengembangan kompetensi pegawai PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya sebagai persyaratan dasar keberhasilan implementasi sistem MSDM-BK secara menyeluruh dan terintegrasi.

1.1. Metodologi Penyusunan Revisi Direktori Kompetensi (soft competency) Revisi buku Direktori Kompetensi dilakukan oleh Tim Revisi Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan yang dibentuk oleh Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.240.K/DIR/2012 tanggal 28 Mei 2012. Metode yang digunakan untuk merevisi Direktori Kompetensi tidak berbeda dengan metode yang digunakan oleh tim Revisi 2011, yaitu melalui panel pakar (expert panel) dan diskusi panel. Tahapan yang ditempuh oleh tim adalah sebagai berikut. 1. Desk survey, yaitu melakukan penelitian terhadap struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, visi dan misi perusahaan serta bahan-bahan yang mendukung dan berhubungan dengan jalur profesi yang ingin disusun profil kompetensinya. 2. Visionary session, yaitu mengkaji harapan/pandangan manajemen atas (top management) terhadap jalur profesi untuk lebih memahami dan menggali latar belakang/sejarah penentuan jalur profesi dan sistem karir yang terkait dengan jalur profesi tersebut. 3. Penyusunan profil kompetensi utama dan peran menggunakan direktori kompetensi edisi tahun 2008 sebagai acuan. 4. Validasi deskripsi perilaku, kata kunci, dan kebutuhan kompetensi jabatan yang melibatkan tim ahli dan narasumber. Validasi ini bertujuan untuk memvalidasi hasil revisi kompetensi yang telah disepakati dalam panel pakar (expert panel).

1.2. Penjelasan Perubahan Direktori Kompetensi Direktori Kompetensi PLN adalah sebuah dokumen yang tumbuh dan berkembang. Tabel berikut digunakan untuk mencatat perkembangan (revision history) Direktori Kompetensi PLN. Tabel 1. Perubahan Direktori Kompetensi
Edisi Juni 2004 Perubahan Edisi Pertama ini berisi jenis-jenis kompetensi yang diperlukan oleh Kantor Pusat Direktorat SDM dan aktivitas unit-unit bisnis di bidang pembangkitan, transmisi, operasi sistem, operasi distribusi, niaga-distribusi, keuangan, audit, sumber daya manusia, kehumasan, hukum, dan administrasi.

Edisi September 2005

Perubahan Perbaikan dan tambahan pada Edisi September 2005 ini apabila dibandingkan dengan Edisi Juni 2004 adalah:

a. Pendahuluan, bagian ini berisi penjelasan tentang susunan

b. c.

d.

e.

f. g. h. i. j.

k.

Kebutuhan Kompetensi Jabatan, sehingga dengan membaca bab ini dapat diperoleh penjelasan yang lengkap dan utuh tentang Model Kompetensi yang diterapkan di PLN. Kelompok Pembangkitan diubah dari 21 menjadi 16 kompetensi dengan penambahan jenis kompetensi baru, yakni GPM dan GMR. Kelompok Transmisi dan Operasi Sistem adalah nama baru bagi Kelompok Transmisi, Operasi Sistem dan Operasi Pasar Listrik. Kelompok ini mendapat tambahan jenis kompetensi SEO. Kelompok Distribusi dan Pemasaran adalah nama baru untuk Kelompok Distribusi. Tambahan jenis kompetensi baru adalah PPI, SSC, TRC, BCO, BMA, MPY dan BSD. Kompetensi PDV dipindahkan dari kelompok umum ke kelompok ini. Kelompok Rekayasa (Engineering) dan Konstruksi adalah kelompok baru yang menampung jenis-jenis kompetensi yang berhubungan dengan rekayasa konstruksi pembangkit, gardu induk dan transmisi, serta pengendalian dan pengawasan konstruksi. Kelompok Pengujian dan Riset adalah kelompok baru yang menampung jenis-jenis kompetensi yang diperlukan untuk kegiatan pengujian dan riset. Kelompok Pengerjaan Logam adalah kelompok baru yang menampung jenis kompetensi yang berhubungan dengan pengolahan logam. Kelompok Teknologi Informasi: uraian MIS, SAD dan SOM diperbaiki. Kelompok Keuangan dan Audit mendapat tambahan jenis kompetensi CBG, FMO dan EIG, serta perbaikan pada IAD. Kelompok Sumber Daya Manusia ditambah dari 10 menjadi 19 jenis kompetensi dengan menambahkan jenis-jenis kompetensi yang berhubungan dengan pendidikan, pelatihan, asesmen dan konsultansi manajemen. Kelompok Komunikasi, Hukum, Administrasi dan Lingkungan merupakan gabungan dari Kelompok Komunikasi, Hukum, dan Administrasi dengan Kelompok Umum yang ada pada Edisi Pertama, Juni 2004, dengan penambahan jenis kompetensi EDT serta perbaikan uraian pada MEV dan namanya diubah menjadi EMM. Selain itu, nama APN diubah menjadi OAD.

September 2006

Perbaikan dan tambahan pada Edisi September 2006 ini dibandingkan dengan Edisi September 2005, adalah:

a. Pendahuluan, bagian ini berisi penjelasan tentang susunan

Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ). Konsep umum KKJ diubah sesuai dengan SK 003.K/DIR/2006. b. Kelompok Distribusi dan Pemasaran. Tambahan jenis kompetensi baru adalah ABM dan DNS, sedangkan kompetensi DNG disempurnakan.

Edisi

Perubahan

c. Kelompok Teknologi Informasi. Tambahan jenis kompetensi d. Kelompok Keuangan dan Audit. Tambahan jenis kompetensi
baru adalah MAC. Oktober 2008 Perubahan dan perbaikan pada Edisi Oktober tahun 2008 adalah: a. Terdapat perubahan nama kompetensi kepemimpinan menjadi kompetensi peran dan kompetensi teknis diubah menjadi kompetensi bidang. b. Perubahan jenis dan definisi pada Kompetensi Inti dengan mengganti adaptasi dan kapasitas untuk berubah (adaptability and capability for change) menjadi adaptasi (adaptability) dan sikap profesionalisme PLN (PLN professional style) menjadi orientasi pencapaian (achievement orientation). c. Perubahan jenis dan definisi pada Kompetensi Kepemimpinan. d. Penyempurnaan pedoman umum Peta Kompetensi pada setiap jenis jabatan, baik pada Jabatan Struktural maupun Jabatan Fungsional. e. Penyempurnaan Kompetensi Bidang dengan menyesuaikan ketentuan mengenai pohon profesi di lingkungan PT PLN (Persero) dan kebutuhan pengembangan Hard Competency. f. Penyusunan buku Direktori Kompetensi Edisi Oktober Tahun 2008 di cetak ke dalam dua Jilid, Jilid pertama mengenai Soft Competency dan Jilid kedua mengenai Hard Competency. Perubahan dan perbaikan pada Edisi September tahun 2011 adalah: a. Perubahan nama/istilah kompetensi, yaitu: Kompetensi Inti menjadi Kompetensi Utama Berpikir strategis (strategic thinking, SIT) menjadi berpikir analitis (analytical thinking, ANT) Team Leadership (TLD) menjadi Leadership (LDS) Pengurangan pada beberapa kompetensi, yaitu: Integritas tidak lagi menjadi kompetensi utama karena merupakan nilai-nilai perusahaan yang harus sudah melekat pada setiap insan PLN Adaptability, Impact and Influenced, and Interpersonal Relation yang tumpang-tindih pengertiannya dengan Team Work dan Team Leadership dilebur menjadi Team Work dan Team Leadership Safety and Environment Awareness (SEA) yang sebenarnya lebih merupakan kompetensi bidang Penambahan beberapa kompetensi yang sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu: Perencanaan dan Pengorganisasian (Planning and Organizing, PNO) Pemahaman Peta Peran Organisasi (Organizational Awareness, OAW) baru adalah CAO, DAT dan PRG.

September 2011

b.

c.

Edisi d.

Perubahan Perubahan deskripsi dan kata kunci, yakni perubahan yang dimaksudkan agar setiap kompetensi dapat lebih terukur dan teramati serta lebih memperjelas level profisiensi Penambahan level nol (0) pada setiap kompetensi yang dimaksudkan untuk mengindikasikan perilaku yang tidak memenuhi kompetensi level 1 Perubahan kebutuhan kompetensi jabatan untuk kompetensi utama dan peran. Perubahan ini dimaksudkan agar tuntutan kompetensi pada setiap fungsi/bidang lebih terdiferensiasikan dengan jelas Penyusunan buku Direktori Kompetensi Edisi Kelima tahun 2011 di cetak ke dalam 1 Jilid, yaitu berupa uraian soft competency

e.

f.

g.

Online-Oktober 2012

Revisi dan perbaikan pada Edisi Online Oktober 2012 adalah: a. Bersifat menyeluruh, karena dirkom edisi 2004 dan edisi 2006 sudah tidak memadai lagi untuk dapat mencakup seluruh proses bisnis PT PLN (Persero) mulai dari pelaksana teknis sampai dengan pelaksana ditingkat korporat. Pada revisi Online 2012 menyajikan dirkom untuk level : Pelaksana teknis Organisasi pelaksana Organisasi kantor induk / wilayah / pusat-pusat setara Kantor pusat Dalam penulisan revisi dirkom versi 2012 tetap mengacu kepada makna 6 level profisiensi. Masing-masing level dirkom menurut lokasi kerjanya menganut kaidah dengan wording: level pelaksana teknis melaksanakan level organisasi pelaksana mengkoordinir level organisasi kantor induk merencanakan level kantor pusat membuat kebijakan Target job, level 3 pelaksana teknis berbeda dengan level 3 organisasi pelaksana, level 3 kantor distribusi maupun level 3 di kantor pusat. Kompetensi teknis lama 173; baru 337 jumlah 510 Unit.

b.

c. d.

e.

f.

1.3. Metode Penulisan dan Pembacaan Tabel Kompetensi [soft]

Level 0

Kata Kunci Mementingkan diri sendiri Memberikan pelayanan

Deskripsi Perilaku Berorientasi pada kepentingan diri sendiri. Menindaklanjuti permintaan, pertanyaan, dan keluhan pelanggan dengan ramah dan terbuka serta menginformasikan dan membangun komunikasi dengan pelanggan dan menyediakan diri untuk melayani kebutuhan pelanggan Menganalisa kebutuhan pelanggan, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dalam pelayanan dan memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai kemampuan perusahaan

Mempertahankan palayanan 2

Gambar 1. Cara Membaca Tabel Kompetensi [soft] 1.3. Metode Penulisan dan Pembacaan Tabel Kompetensi [hard]

Level
1 penyusunan power trader

Deskripsi Perilaku
Mengenali proses: dapat menyebutkan pekerjaan yang berkaitan dengan kebijakan Contoh : dapat menyebutkan pekerjaan pembuatan kebijakan power trader Memahami proses: mampu menjelaskan latar belakang pelaksanaan pekerjaanpekerjaan yang berkaitan dengan power trader Contoh : mampu menjalankan pembuatan kebijakan proses power trader unit pembangkit secara rinci dari sumber pembangkit yang dimiliki Melaksanakan : mampu membuat draft kebijakan power trader unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target

kinerja yang ditetapkan Contoh : mampu membuat draft kebijakan power trader PLTGU yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku serta mencapai targer kinerja

Gambar 1. Cara Membaca Tabel Kompetensi [hard]

2.

SUSUNAN DIREKTORI KOMPETENSI

Direktori Kompetensi pada PT PLN (Persero) dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu kompetensi utama dan kompetensi peran yang digolongkan ke dalam jenis Soft Competency serta kompetensi bidang yang digolongkan ke dalam jenis Hard Competency.

Technical Competency
EXCELLENCE PERFORMANCE Areas of Expertise : Contruction Environment & Safety Human Resources Finance Information Technology Law, Communication and Administration Specific Competency

l e CC m nc cy y RR oo le oo m ppeet teen
FOCUS
Analytical Thinking Decision Making Business Spirit Developing Others Relationship Building Team Work Leadership Concern for Order Planning and Organizing Organizational Awareness

on r eCC m nc cy y MC ai oo m ppeetteen
FOUNDATION
Customer Customer Service Service Orientation Orientation Achievement Achievement Orientation Orientation Continuous Continuous Learning Learning

Gambar 2. Model Kompetensi PT PLN (Persero) 2.1. Kompetensi Utama Kompetensi utama (main competency) adalah jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu pegawai, yang terdiri atas: a. Orientasi Melayani Pelanggan (Customer Service Orientation). b. Orientasi pada Pencapaian (Achievement Orientation). c. Pembelajaran Berkesinambungan (Continuous Learning). 2.2. Kompetensi Peran Kompetensi peran (role competency) adalah jenis kompetensi yang diperlukan pada jabatan tertentu di perusahaan, baik jabatan struktural maupun fungsional, yang terdiri atas:

a. Berpikir Analitis (Analytical Thinking) b. Pengambilan Keputusan (Decision Making) c. Spirit Bisnis (Business Spirit) d. Mengembangkan Orang Lain (Developing Others) e. Membangun Hubungan (Relationship Building) f. Kerjasama Kelompok (Team Work) g. Kepemimpinan (Leadership) h. Peduli Kualitas (Concern for Order) i. Perencanaan dan Pengorganisasian (Planning and Organizing) j. Pemahaman Peta Peran Organisasi (Organizational Awareness) 2.3. Kompetensi Bidang Kompetensi bidang (technical competency) adalah jenis kompetensi yang diperlukan sesuai dengan jenis profesi masing-masing individu pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan secara teknis baik jabatan yang bersifat struktural maupun fungsional. Kompetensi Bidang disusun berdasarkan pada pengelompokan pohon profesi pada PT PLN (Persero). 2.4. Makna Umum Setiap Level Kompetensi Makna Umum Soft Competency Uraian setiap butir kompetensi utama dan kompetensi peran terdiri atas nama dalam bahasa Inggris dan diberi kode tiga huruf, nama dalam bahasa Indonesia, definisi, serta uraian deskripsi perilaku dalam lima level. Makna umum setiap level adalah: Level 0 : Level 1 : Belum mampu membina diri sendiri untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Mampu membina diri sendiri untuk melaksanakan tugas-tugasnya, memiliki kemampuan untuk merespon, menindaklanjuti dan mengaplikasikan kemampuannya. Mampu membina gugus/unit kerja, menganalisis permasalahan, menyusun rencana kegiatan, melakukan eksekusi dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kinerja gugus kerja.

Level 2 :

10

Level 3 :

Mampu membina unit bisnis, menyusun rencana dan melaksanakan tindakan strategis, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasil kegiatan untuk mengembangkannya. Mampu membina organisasi, mendorong perubahan dalam organisasi, serta mampu merumuskan rencana dan sasaran strategis jangka panjang terkait dengan visi dan misi perusahaan.

Level 4 :

Makna Umum Hard Competency Level 1: Level 2: Level 3: Concept. Mengenal konsep dasar tentang pengetahuan atau keterampilan di bidang tersebut. Applied concept. Mengetahui secara menyeluruh penerapan konsep tersebut di perusahaan. Working. Mampu menerapkannya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, dapat mengatasi masalah-masalah yang bersifat rutin, namun memerlukan bantuan bila masalah yang dihadapi bersifat istimewa. Advanced. Berpengalaman dalam menerapkannya, dapat mengatasi masalah rutin maupun non-rutin tanpa memerlukan bantuan, dapat menjadi pelatih bagi pegawai yang lain. Mastery. Sangat berpengalaman dalam menerapkannya, punya otoritas dalam bidang tersebut yang diakui dalam lingkup perusahaan, dapat mengatasi situasi yang komplek yang belum pernah terjadi sebelumnya. Leading. Mampu mengembangkan sistem dan prosedur di perusahaan yang berhubungan dengan bidang tersebut, mampu mengintegrasikan berbagai bidang lain dengan bidang tersebut untuk perbaikan proses bisnis perusahaan.

Level 4:

Level 5:

Level 6:

11

2.5

Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) Penyusunan KKJ untuk jabatan struktural mengacu pada pedoman berikut ini. Tabel 2. KKJ Struktural Jenjang Jabatan Manajemen Atas Manajemen Menengah Manajemen Dasar Penyeliaan Atas Penyeliaan Dasar Kompetensi Utama 3 3 3 3 3 Peran 6-8 6-8 5-7 5-7 4-6 Bidang 5 4 4 3 3 Jumlah 14-16 13-15 12-14 11-13 10-12

Penyusunan KKJ untuk jabatan fungsional mengacu pada pedoman berikut ini . Tabel 3. KKJ Fungsional Jenjang Jabatan Fungsional I Fungsional II Fungsional III Fungsional IV Fungsional V Fungsional VI Level Kompetensi Integration Advanced Optimization System Specific Basic Kompetensi Utama 3 3 3 3 3 3 Peran 5-7 4-6 3-5 3-5 2-4 2-4 Bidang 5 4 4 3 2 2 Jumlah 13-15 11-13 10-12 9-11 7-9 7-9

12

Pemetaan kompetensi utama dan peran untuk KKJ Struktural mengacu pada pedoman berikut. Tabel 4. Peta KKJ Manajemen Atas untuk Pemimpin Unit
KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH BSS ANT CLE KOMPETENSI PERAN OAW TWK PNO 3 3 3 4 4 3 3 4 CFO 3 3 3 3 3 3 4 3 RSB DEV LDS 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4

NO

UNIT

1 2 3 4 5 6 7 8

ENERGI PRIMER PEMBANGKITAN TRANSMISI DISTRIBUSI WILAYAH UNIT PENUNJANG PROYEK ANAK PERUSAHAAN

4 3 3 4 4 3 4 4

4 4 4 4 4 4 4 4

3 4 4 3 3 4 3 3

3 4 4 3 3 3 3 4

4 4 4 4 4 4 4 4

4 3 3 4 4 3 3 4 3 3

Tabel 5. Peta KKJ Manajemen Atas untuk Non-Pemimpin Unit (Kepala Divisi) KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN OAW 3 3 3 3 3 4 TWK PNO 4 3 3 4 RSB CFO 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 BSS DEV LDS 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

FUNGSI / SATUAN PERENCANAAN PENGADAAN KONSTRUKSI OPERASI NIAGA KEUANGAN SDM UMUM AUDIT INTERNAL

3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3

4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4

3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3

10 MANAJEMEN RISIKO 11 SEKPER, SPKK, SPHK

SEKPER : Sekretaris Perusahaan SPKK : Satuan Pengendalian Kinerja Korporat SPHK : Satuan Pelayanan Hukum Korporat

13

Tabel 6. Peta KKJ Manajemen Menengah untuk Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN OAW OAW OAW 2 2 2 2 2 2 2 TWK PNO 3 3 PNO PNO 3 3 CFO 2 2 CFO 2 2 2 2 2 2 2 CFO 3 3 3 3 3 3 3 3 3 RSB BSS DEV LDS 3 2 3 LDS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 LDS 2 2 2 2 2 2 2 2 2

NO 1 2

UNIT UNIT PENUNJANG ANAK PERUSAHAAN

3 3

3 3

3 3

2 2

3 3

2 3

Tabel 7. Peta KKJ Manajemen Menengah untuk Non-Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN TWK 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 TWK RSB RSB BSS 3 2 3 3 2 2 2 3 2 BSS 2 2 2 2 2 2 2 DEV 2 2 2 2 3 DEV 2 2

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

BIDANG PERENCANAAN OPERASI/TEKNIK NIAGA KEUANGAN SDM UMUM/KOMUNIKASI, HUKUM, ADM (KHA) AUDIT INTERNAL MANAJEMEN RISIKO UNIT PENUNJANG

3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 3 3 3 3

Tabel 8. Peta KKJ Manajemen Dasar untuk Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM 3 3 3 3 3 3 3 CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN

NO 1 2 3 4 5 6 7

BIDANG PEMBANGKITAN TRANSMISI DISTRIBUSI WILAYAH UNIT PENUNJANG PROYEK ANAK PERUSAHAAN

2 2 3 3 2 2 3

3 3 3 3 3 3 3

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

14

Tabel 9. Peta KKJ Manajemen Dasar untuk Non-Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN OAW 2 2 2 2 2 2 2 OAW 2 2 2 2 2 TWK PNO 2 2 PNO 2 2 CFO 2 2 2 2 2 2 2 2 2 CFO RSB BSS DEV LDS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 LDS 2 2 2 2 2 2 2

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

BIDANG PERENCANAAN OPERASI/TEKNIK NIAGA KEUANGAN SDM UMUM/KOMUNIKASI, HUKUM, ADM (KHA) AUDIT INTERNAL MANAJEMEN RISIKO UNIT PENUNJANG

2 2 2 2 2 3 2 2 2

3 3 3 3 3 3 3 3 3

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3 3 2 2 2 2 2 3 2

2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2 2 2

Tabel 10. Peta KKJ Supervisor Atas untuk Non-Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN TWK 2 2 2 2 2 2 2 RSB BSS DEV 2 2 2 2 2 2 2

NO 1 2 3 4 5 6 7

BIDANG PERENCANAAN OPERASI/TEKNIK NIAGA KEUANGAN SDM UMUM/KOMUNIKASI, HUKUM, ADM (KHA) AUDIT INTERNAL

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

15

Tabel 11. Peta KKJ Supervisor Dasar untuk Non-Pemimpin Unit KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN OAW 2 2 2 2 2 OAW 3 2 2 TWK PNO 2 2 PNO 3 2 2 CFO CFO 4 3 2 2 2 2 RSB BSS DEV LDS LDS

NO 1 2 3 4 5 6 7

BIDANG PERENCANAAN OPERASI/TEKNIK NIAGA KEUANGAN SDM UMUM/KOMUNIKASI, HUKUM, ADM (KHA) AUDIT INTERNAL

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 2 2

Pemetaan kompetensi utama dan peran untuk kebutuhan kompetensi jabatan (KKJ) jenis jabatan fungsional mengacu pada pedoman berikut ini. Tabel 12. Peta KKJ Jabatan Fungsional KOMPETENSI UTAMA DCM CSO ACH ANT CLE KOMPETENSI PERAN TWK 3 2 2 2 1 1 RSB BSS 3 2 DEV

NO 1 2 3 4 5 6

BIDANG FUNGSIONAL I FUNGSIONAL II FUNGSIONAL III FUNGSIONAL IV FUNGSIONAL V FUNGSIONAL VI

3 3 2 2 2 2

4 3 3 2 2 1

4 3 2 2 2 1

4 3 3 2 2 1

16

Tabel 13. Peta KKJ Kompetensi Bidang


NO

Jenjang Jabatan

Kompetensi Bidang A1 6 5 4 4 3 6 5 4 4 3 3 3 5 4 5 4 4 4 3 1 A2 5 4 B1 5 4 4 4 C1 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 C2 3 Total 22 16 14 11 8 22 16 14 10 6 4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Manajemen Atas Manajemen Menegah Manajemen Dasar Supervisori Atas Supervisori Dasar Fungsional I Fungsional II Fungsional III Fungsional IV Fungsional V Fungsional VI

Keterangan : A = Kompetensi Mandatori B = Kompetensi Kedua C = Kompetensi Penunjang

DIREKTORI KOMPETENSI

SOFT COMPETENCY

Edisi 1 Online Oktober 2012

19

3.
3.1 001

Soft Competency
KOMPETENSI UTAMA CSO Orientasi Pelayanan Pelanggan Customer Service Orientation
Kemampuan melayani, membangun, dan menjaga loyalitas pelanggan (internal dan eksternal) melalui pemahaman dan pengenalan kebutuhan pelanggan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan. Menekankan keramahan dan kepedulian terhadap pelanggan serta mengembangkan secara berkesinambungan langkah-langkah perbaikan untuk memberikan keunggulan daya saing perusahaan Level 0 Kata Kunci Mementingkan diri sendiri Memberikan pelayanan Deskripsi Perilaku Berorientasi pada kepentingan diri sendiri. Menindaklanjuti permintaan, pertanyaan, dan keluhan pelanggan dengan ramah dan terbuka serta menginformasikan dan membangun komunikasi dengan pelanggan dan menyediakan diri untuk melayani kebutuhan pelanggan. Menganalisis kebutuhan pelanggan, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dalam pelayanan dan memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai kemampuan perusahaan. Melakukan langkah taktis peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan memakai perspektif pelanggan baik berupa perbaikan proses layanan dengan mengembangkan dan menetapkan caracara pelayanan baru maupun penyesuaian jasa atau produk melebihi harapan pelanggan. Membangun dan menerapkan sistem pelayanan yang memberikan keunggulan daya saing perusahaan dan secara berkesinambungan melakukan pemutakhiran sistem agar selaras dengan dinamika perubahan pada industri ketenagalistrikan/lingkungan usaha. u ta m a

Mempertahankan pelayanan

Meningkatkan pelayanan 3

Membangun pelayanan yang memberikan keunggulan daya saing perusahaan

20

u ta m a

002

ACH Orientasi pada Pencapaian Achievement Orientation


Kemampuan untuk bekerja melampaui suatu target yang telah ditetapkan. Sasaran yang melampaui target tersebut disusun berdasarkan suatu rencana yang menunjukkan langkah-langkah yang akan dilakukan. Ukuran target menantang dapat berupa penggunaan waktu yang lebih efektif dan hasil (output) dalam bentuk kuantitatif ataupun kualitatif serta menuntut kemampuan kreativitas untuk perbaikan (improvement) maupun perubahan (inovasi). Level 0 Kata Kunci Bekerja tanpa target Menetapkan sasaran untuk diri sendiri sesuai target kerja Menetapkan sasaran untuk unit kerja di atas target 2 Deskripsi Perilaku Bekerja tanpa dilandasi target yang telah ditetapkan perusahaan. Bekerja untuk mencapai target yang sudah ditetapkan oleh manajemen untuk dirinya sendiri baik dalam ukuran waktu, kuantitas maupun kualitas dengan arahan dari atasan. Menetapkan sasaran operasional gugus/unit kerja di atas target yang ditetapkan, baik untuk diri sendiri atau kelompoknya dalam indikator kuantitas dan kualitas ataupun waktu yang ditetapkan dengan melakukan langkah-langkah perbaikan prosedur atau proses kerja yang lebih efisien dan efektif; mengembangkan cara-cara/strategi baru dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan unit kerjanya. Menetapkan sasaran kerja bisnis unit di atas target yang ditetapkan disertai strategi untuk mencapainya dengan menganalisis faktor internal dan eksternal serta menyusun prioritas atau memilih sasaran berdasarkan perhitungan masukan (input) dan hasil (output). Menetapkan sasaran kerja strategis korporat baik dalam satuan pendapatan/profit dan pelanggan/ pangsa pasar (market share) yang menunjukkan pertumbuhan melalui pengembangan cara-cara pengelolaan usaha/perusahaan disertai langkahlangkah pencapaiannya.

Meningkatkan kinerja unit bisnis 3

Meningkatkan pertumbuhan usaha 4

21

Pembelajaran Berkelanjutan Continouous Learning


Kemampuan melakukan pengembangan diri melalui proses pembelajaran yang terusmenerus dengan cara mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan memanfaatkan proses serta hasilnya agar pengetahuan terus berkembang untuk tujuan peningkatan kinerja perusahaan. Level 0 Kata Kunci Tidak melakukan pengembangan diri secara mandiri Melakukan pengembangan diri secara proaktif Deskripsi Perilaku Belum mampu mengembangkan diri secara mandiri, masih memerlukan dorongan dan arahan dari pihak lain. Mengembangkan diri secara proaktif (tidak terbatas pada pelatihan yang disediakan perusahaan) dengan cara bertanya dan mencari informasi dari berbagai sumber, membantu melaksanakan tugas yang bukan tanggung jawabnya, dan terlibat dalam berbagai kegiatan-kegiatan atas inisiatif sendiri. Membuka diri untuk ide-ide perbaikan sistem kerja (termasuk metode, tata laksana, pemantauan maupun evaluasi) dari lingkungan internal dan menerapkannya untuk meningkatkan kinerja unit Membuka diri untuk ide-ide perbaikan sistem kerja dari lingkungan internal dan eksternal, melakukan pengembangan/penyempurnaan tata kerja, memimpin secara konsisten proses berbagi pengetahuan di unit kerjanya, dan menerapkannya sehingga memberikan nilai tambah bagi organisasi. Mengembangkan organisasi pembelajar dengan membangun budaya belajar melalui penyiapan perangkat dan sistem secara sistematis dan konsisten.

Memanfaatkan masukan (input) internal Memanfaatkan masukan (input) internal dan eksternal

Membangun organisasi pembelajar

u ta m a

003

CLE

22

3.2
peran

KOMPETENSI PERAN ANT Berpikir Analitis Analytical Thinking


Kemampuan memahami/mengenal situasi atau masalah yang ditunjukkan dengan mengidentifikasi informasi, melihat keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya sebagai dasar dalam menetapkan masalah yang ada, dan mengembangkan solusi alternatif. Analisis dapat dilakukan dengan cara menguraikan satu situasi menjadi bagian-bagian kecil secara logis atau melacak implikasi dari masalah atau situasi tersebut secara bertahap. Level 0 Kata Kunci Belum mengenali masalah Mengenali masalah dalam tugas 1 Deskripsi Perilaku Belum mampu mengenali masalah atau situasi pekerjaannya. Menguraikan suatu masalah atau situasi pekerjaan menjadi daftar tugas atau kegiatan sederhana serta menyusun daftar masalah dengan urutan prioritas atau bobot yang bersumber dari pemahaman atas situasi berdasarkan hubungan sebab akibat yang sederhana. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang potensial dari suatu situasi operasional pada tingkat gugus kerja dengan melihat keterkaitannya sehingga teridentifikasi inti masalah pada tingkat fungsional serta mengantisipasi konsekuensikonsekuensi dari berbagai tindakan. Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang signifikan dalam memahami suatu situasi yang menghambat kinerja unit kerja serta mengaitkan berbagai informasi secara sistematis sehingga dapat diidentifikasi permasalahan jangka menengah berdasarkan skala prioritas yang mempengaruhi kinerja unit kerja dan mengembangkan solusi alternatif. Menggunakan indikator kinerja perusahaan dalam mengidentifikasi permasalahan korporat secara komprehensif, menggunakan metode tertentu atau pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi permasalahan jangka panjang dan menyusun solusi alternatif jangka menengah dan jangka panjang.

004

Mengenali dan menganalisis permasalahan gugus kerja

Memahami masalah di tingkat unit bisnis 3

Mengenali permasalahan korporat

23

Pengambilan Keputusan Decision Making


Kemampuan memilih solusi alternatif, menetapkan prioritas berdasarkan telaahan masalah sebagai landasan dalam pengambilan keputusan secara akurat, dan mengambil keputusan pada situasi tertentu dengan cepat walaupun tidak tersedia informasi yang cukup untuk melakukan analisis sebagai dasar keputusan. Dalam beberapa situasi, keputusan lebih dititikberatkan pada kualitas keputusan yang dihasilkan proses analisis (judgement). Dalam kondisi lain yang menuntut harus mengambil keputusan, tetapi tidak tersedia informasi yang cukup, keputusan lebih dititikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan (decisiveness) Level 0 Kata Kunci Belum mampu mengambil keputusan tepat Mengambil keputusan sesuai aturan/SOP Mengambil keputusan operasional Deskripsi Perilaku Belum mampu mengambil keputusan atau mengambil keputusan tanpa didasari ketentuan. Menggunakan ketentuan/standar prosedur dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Membuat keputusan yang bersifat operasional sesuai dengan tuntutan situasi, baik keputusan yang berorientasi pada kualitas maupun kecepatan, untuk mengatasi permasalahan di unit kerjanya. Mengevaluasi proses implementasi keputusan operasional dan dampaknya terhadap kinerja unitnya maupun unit kerja yang lebih luas. Membuat keputusan yang bersifat taktis dalam bentuk pengembangan sistem dan mekanisme organisasional dengan orientasi waktu jangka menengah di lingkup organisasi yang berada di bawahnya dan memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan sejalan/tidak bertentangan dengan visi, misi, nilai-nilai, dan budaya organisasi. Membuat keputusan yang dilandasi oleh analisis berdasarkan data (judgement) maupun pengambilan keputusan yang tidak dilandasi data yang cukup (decisiveness) dan memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan sejalan atau tidak bertentangan dengan visi, misi, nilai-nilai, dan budaya perusahaan, serta mempersiapkan langkah antisipasi dampak jangka panjang terhadap perusahaan.

Mengambil keputusan di tingkat unit bisnis

Mengambil Keputusan di tingkat korporat 4

peran

005

DCM

24

peran

006

BSS Spirit Bisnis Business Spirit


Kemampuan mengenal sistem operasional perusahaan, menjalankan prinsipprinsip bisnis, memahami dinamika industri yang digunakan untuk mendukung kelancaran pekerjaannya secara efisien, serta kemampuan melihat, memanfaatkan, dan menciptakan peluang bisnis dengan risiko yang diperhitungkan. Kemampuan ini mencakup kesediaan untuk mengambil risiko, melakukan sesuatu secara berbeda untuk meningkatkan performa organisasi, serta keterlibatan dalam penciptaan iklim organisasi yang mendukung dan mendorong tumbuhnya perilaku berwawasan usaha (entrepreneurial behaviour) Level 0 1 Kata Kunci Belum mengetahui fungsi dan peran Menguasai fungsi dan peran Meningkatkan efisiensi kerja Deskripsi Perilaku Melaksanakan pekerjaan dengan caranya sendiri. Melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya serta mengenali kekuatan dan kelemahan prosedur pelaksanaan yang berlaku. Memperbaiki proses kerja di gugus kerja/unitnya untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan dan meningkatkan produk/jasa yang dihasilkannya dengan mengenali kekuatan dan kelemahan anggota tim/unit kerja. Merencanakan strategi pengembangan usaha dan menyusun program jangka menengah yang ditunjukkan melalui langkah-langkah yang sistematis berdasarkan pertimbangan kapabilitas internal, baik yang menyangkut SDM, keuangan, maupun alat produksi dengan mengantisipasi risiko dalam memanfaatkan peluang bisnis. Mengenali, memanfaatkan dan menciptakan peluang pengembangan usaha dan merumuskannya dalam sasaran dan strategi jangka panjang secara komprehensif, sesuai visi dan misi perusahaan, dengan mempertimbangkan faktor kapabilitas internal maupun faktor eksternal (antara lain: pelanggan, pesaing, mitra, kebijakan/aturan yang berlaku).

Mengoptimalkan sumber daya internal dan menangkap peluang

Menciptakan peluang usaha 4

25

Mengembangkan Orang Lain Developing Others


Kemampuan mengembangkan orang lain dan mendorong terjadinya proses belajar secara langsung ataupun tidak langsung. Pengembangan dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan kebutuhan individu maupun organisasi. Kemampuan mengembangkan orang lain yang dimaksud bukan pengembangan yang seharusnya dilakukan dalam posisi formal, tetapi pengembangan yang dilandaskan pada suatu tujuan untuk kepentingan peningkatan efektifitas organisasi (perusahaan). Level 0 Kata Kunci Belum mampu mengembangkan diri sendiri Mengembangkan diri sendiri Deskripsi Perilaku Belum mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya sebagai dasar dalam menyusun rencana pengembangan diri sendiri. Mengenali keterkaitan kinerja unit kerja dengan kemampuan SDM yang menjadi tanggung jawabnya, sebagai landasan dalam merencanakan pembinaan dan pengembangan anggota tim, memberikan arahan dan pembinaan secara tatap muka (coaching), memberi contoh cara melakukan pekerjaan (role playing/on-the-job demonstration), memastikan bahwa anggota timnya telah memahami cara melakukan pekerjaan dengan efisien dan efektif. Memetakan kekuatan dan kelemahan serta merencanakan pengembangan karir SDM yang menjadi tanggung jawabnya dalam kaitan dengan kinerja unit bisnis; menetapkan sasaran/target program pengembangan dan mengembangkan sistem penilaian. Mengoptimalkan SDM sebagai modal kapital perusahaan, merancang strategi pengembangan SDM sejalan dengan strategi bisnis perusahaan dan mendorong terjadinya learning organization dalam perusahaan.

Mengembangkan anggota tim

Merancang strategi pengembangan 3

Menciptakan peluang usaha

peran

007

DEV

26

peran

008

RSB Membangun Hubungan Relationship Building


Kemampuan membina hubungan serta jejaring kerja (lembaga / individu) dengan cara membangun, mengembangkan, dan memperluas hubungan tersebut, baik melalui kegiatan formal maupun informal atau lingkup internal maupun eksternal organisasi, agar terjalin relasi yang luas untuk mendapatkan manfaat bagi kepentingan organisasi. Level 0 Kata Kunci Belum mampu menjalin hubungan kerja Memelihara hubungan kerja Deskripsi Perilaku Belum mampu menjalin hubungan kerja, berorientasi pada hal-hal yang berkaitan dengan tugas/ pekerjaannya sendiri. Mengenali fungsi dan peran rekan kerja dan memelihara hubungan baik dengan berkomunikasi secara aktif dan konsisten baik bersifat formal maupun informal guna keberhasilan kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Mengembangkan pola relasi/komunikasi dengan unit kerja lain sesuai perannya dalam organisasi untuk mencapai hasil kerja sesuai target yang ditetapkan. Mengenali mitra kerja internal dan eksternal yang memengaruhi unjuk kerja unit bisnis dan mengembangkan hubungan kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Menyusun pola dan mengembangkan strategi kemitraan dengan pihak ketiga sebagai langkah untuk membangun nilai keunggulan perusahaan jangka panjang.

Mengembangkan relasi internal

Membangun hubungan jejaring kerja internal dan eksternal Merancang pola dan strategi kerja sama kemitraan

27

Kerjasama Tim Teamwork


Kemampuan berkolaborasi dan menjadi bagian dari tim untuk membangun sinergi dengan cara bersikap akomodatif terhadap orang lain dan terlibat aktif dalam menyelesaikan suatu tugas atau proses secara bersama-sama untuk mencapai tujuan perusahaan. Level 0 1 Kata Kunci Bekerja sendiri Bekerjasama dalam tim Bekerjasama dalam unit kerja 2 Deskripsi Perilaku Tidak bisa bekerjasama dan tidak berpartisipasi dalam tim. Berpartisipasi dalam kegiatan tim, berinisiatif menjadi bagian tim, dan mendukung keputusan tim. Terlibat aktif membangun kerjasama dengan meminta pendapat dan mendistribusikan informasi yang relevan serta bermanfaat bagi semua anggota gugus/unit kerja, menghargai perbedaan pendapat, dan memberdayakan anggota dalam mencapai sasaran. Menjalin kerjasama antar bidang / unit kerja dengan menciptakan suasana kerja yang positif, menerima perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik menjadi situasi yang positif dan konstruktif untuk efektivitas bidang/unit kerja, dan mensinergikan berbagai ide agar sasaran kerja tercapai secara optimal. Membangun nilai-nilai kerjasama di tingkat korporat sebagai landasan perilaku organisasi, menetapkan indikator keberhasilan perusahaan dalam membangun kerjasama.

Membangun kerjasama lintas fungsi

Membangun nilainilai kerjasama

peran

009

TWK

28

peran

010

LDS Kepemimpinan Leadership


Kemampuan untuk mengambil peran sebagai pemimpin dalam suatu gugus atau unit bisnis dengan cara mengarahkan, memotivasi, serta menginspirasi anggota untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, dan berperan sebagai pemimpin yang visioner. Level 0 Kata Kunci Memerlukan pengarahan Menjalankan tugas dan tanggung jawab tanpa memerlukan arahan Mensinergikan aktivitas Membina unit bisnis 3 Deskripsi Perilaku Memerlukan pengarahan dalam menyelesaikan pekerjaan/masalah yang dihadapi di pekerjaan. Mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan tanpa memerlukan arahan dari orang lain dan menetapkan cara melaksanakan pekerjaan secara efektif sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Mensupervisi gugus/unit kerja dan mensinergikan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya agar dicapai sasaran yang telah ditetapkan. Membina seluruh unit kerja yang berada di bawah tanggung jawabnya dengan membangun kesamaan persepsi dalam mencapai sasaran unit melalui program yang terintegrasi serta mengembangkan sistem pemantauan dan evaluasi. Merumuskan program yang diturunkan dari visi, misi, dan strategi perusahaan; menginspirasi dan mengomunikasikan visi, misi, dan strategi perusahaan dengan berbagai pendekatan; membangun, mengembangkan, menjaga, dan menerapkan budaya perusahaan secara konsisten.

Menginsipirasi organisasi untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

29

Peduli Kualitas Concern For Order


Kemampuan memelihara standar kualitas dengan cara aktif memantau, memeriksa pekerjaan, dan mengevaluasi kinerja serta prosedur secara terus-menerus, termasuk kejelasan fungsi dan peran tugas, serta kemampuan menerapkan secara konsisten, disiplin, dan ketelitian dalam kegiatan kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Level 0 Kata Kunci Bekerja tidak mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) Mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) Mendorong tindakan operasional tim/ gugus/unit kerja Mengendalikan dan memantau proses kerja Deskripsi Perilaku Bekerja tanpa menggunakan standar dan prosedur baku.

Memahami fungsi, peran, tugas dan tanggung jawab serta melaksanakan pekerjaan sesuai dengan standar dan prosedur baku. Mendorong langkah-langkah operasional tim/gugus/ unit kerja untuk taat asas dengan mengembangkan sistem kendali dan pemantauan guna menghasilkan standar kualitas yang ditetapkan. Mengendalikan secara konsisten keteraturan proses kerja yang dijalankan oleh setiap unit kerja yang berada di bawah tanggungjawabnya serta mengembangkan dan menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan tercapainya kuantitas maupun kualitas hasil kerja. Mengenali secara menyeluruh dan terpadu serta menyempurnakan proses bisnis secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan.

Mengembangkan sistem kerja

peran

011

CFO

30

peran

012

PNO Perencanaan dan Pengorganisasian Planning & Organizing


Kemampuan menetapkan sasaran dan prioritas, alokasi sumber daya, dan waktu serta menentukan sistem pemantauan dalam melaksanakan program. Kemampuan ini mencakup aktivitas perencanaan untuk diri sendiri dan unit kerja, baik yang bersifat operasional, strategis jangka menengah maupun jangka panjang sesuai dengan tingkat tanggung jawab dalam perusahaan. Level 0 1 Kata Kunci Bekerja tanpa rencana Merencanakan kegiatan diri sendiri Merencanakan dan mengorganisasi tindakan operasional Deskripsi Perilaku Tidak mampu menyusun rencana kerja untuk dirinya sendiri. Menyusun rencana kerja harian bagi dirinya sendiri berdasarkan arahan. Memperhitungkan kekuatan dan kelemahan anggota tim/gugus/unit kerja dalam menyusun program operasional dengan menetapkan sasaran dan mengalokasikan secara terintegrasi peran berbagai fungsi dari unit yang menjadi tanggung jawabnya disertai sistem pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan. Menyusun rencana kerja setiap tahapan pada level unit bisnis dengan menetapkan sasaran berdasarkan prioritas kepentingan dan keterlibatan unit-unit yang berada di bawah tanggung jawabnya, serta menetapkan ukuran untuk memastikan keberhasilan setiap sasaran. Menyusun dan memetakan rencana kerja strategis perusahaan yang bersifat jangka panjang (mapping strategy, business plan, Corporate plan) yang disertai sasarannya sebagai bagian dari rencana kerja jangka panjang berdasarkan tantangan dan peluang yang dihadapi serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

Merencanakan dan mengorganisasi tindakan yang bersifat taktis jangka menengah Merencanakan dan mengorganisasi tindakan tingkat korporat

31

Pemahaman Peta Peran Organisasi Organizational Awareness


Kemampuan untuk memahami dan mempelajari peta peran organisasi sendiri maupun organisasi lain (pelanggan, pemasok, dll). Termasuk di dalamnya kemampuan untuk mengidentifikasi siapa pengambil keputusan yang sebenarnya dan individu yang memiliki pengaruh yang kuat terhadap orang lain. Pemahaman peta peran organisasi merupakan kemampuan untuk membangun strategi organisasi mencapai hasil yang efektif. Level 0 Kata Kunci Belum mengetahui perannya dalam organisasi Memahami perannya dalam organisasi Deskripsi Perilaku Tidak memahami perannya dalam organisasi.

Memahami lingkup fungsi, peran, dan tanggung jawabnya serta hubungan kerja dengan unit lain yang terkait langsung serta memahami garis komando/hierarki, kekuasaan, aturan, sistem, dan prosedur di organisasi. Mengenali faktor-faktor internal yang dapat mempengaruhi efektivitas unit kerja untuk mencapai sasaran organisasi sebagai dasar dalam mendistribusikan pelaksanaan pekerjaan kepada orang yang tepat dan mengambil langkah-langkah taktis agar unit kerja dapat melaksanakan fungsi dan perannya. Memelihara dan meningkatkan perilaku organisasi yang mencakup bentuk-bentuk hubungan antar SDM maupun unit kerja, peran dan pengaruh masing-masing SDM maupun unit baik yang bersifat formal maupun informal sesuai dengan sistem nilai perusahaan untuk mencapai sasaran perusahaan. Mengenali pengaruh internal maupun eksternal (antara lain: pelanggan, pesaing, mitra, pembuat kebijakan, organisasi masyarakat) baik positif maupun negatif terhadap efektivitas organisasi dalam pencapaian sasaran perusahaan dalam jangka panjang, dan mengembangkan langkahlangkah untuk meningkatkan efektivitas organisasi secara menyeluruh.

Mengoptimalkan fungsi- fungsi 2

Mengembangkan perilaku organisasi 3

Membangun perilaku organisasi efektif 4

peran

013

OAW

DIREKTORI KOMPETENSI

KOMPETENSI BIDANG

Edisi 1 Online Oktober 2012

4.1 PEMBANGKITAN
KORPORAT

KANTOR INDUK

PEMBANGKITAN THERMAL

PEMBANGKITAN HIDRO

PEMBANGKITAN DIESEL

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

39

4.1 PEMBANGKITAN
4.1.1 KORPORAT
014 GEP Perencanaan Jangka Panjang Sistem Pembangkitan Generation Expansion Planning
Kemampuan untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan pasokan tenaga listrik dalam jangka panjang secara optimal, dengan mempertimbangkan ketersediaan energi primer dan teknologi pembangkitan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pembuatan perencanaan jangka panjang sistem pembangkitan (generation expansion planning) Contoh: mengetahui proses yang terkait dengan generation expansion planning antara lain engineering economics, karakteristik pembangkit dan energi primer, mengerti konsep neraca daya, reserve margin, dependable capacity dan Integrated design PSO dan non PSO Memahami secara komprehensif proses pembuatan generation expansion planning serta parameter yang berhubungan dengan generation expansion planning. Contoh: memahami metode perhitungan dalam generation expansion planning, mampu menghitung neraca daya, reserve margin, mengetahui potensi energi primer, mengetahui asumsi yang berhubungan dengan pengambilan keputusan investasi di sisi pembangkitan. Mampu melaksanakan pembuatan generation expansion planning sesuai dengan metode dan parameter yang telah ditentukan. Contoh: menentukan kebutuhan pembangkit baru. Mampu mensupervisi modifikasi parameter generation expansion planning dengan metode yang telah ditentukan. Contoh: merubah parameter model pembangkit untuk kebutuhan perhitungan optimasi generation expansion planning, mampu menetapkan asumsi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan investasi pembangkit. Mampu menganalisis dan mengevaluasi model pembangkit tenaga listrik dalam proses generation expansion planning dan mampu mengintegrasikan hasil transmission expansion planning dalam generation expansion planning yg terintegrasi dengan design KSO dan non KSO Contoh: membuat model yang merepresentasikan kandidat pembangkit baru dalam perhitungan generation expansion planning, menentukan lokasi dengan mempertimbangkan ketersediaan energi primer, aspek lingkungan hidup dan hasil transmission planning. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perhitungan generation expansion planning berbasis Makro ekonomi yang mencakup perencanaan terpadu KSO dan non KSO Contoh: menentukan metode penentuan investasi pembangkit, menetapkan alat bantu perhitungan dalam generation expansion planning.

KIT 1.1.4.1.1 P

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

40

p e m b a n g k i ta n

015

ETP Kebijakan Operasi Pembangkitan Generation Operation Policy

KIT 1.1.4.1.2 P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan operasi sistem pembangkitan tenaga listrik berbasis kepada merit order Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar kebijakan pengoperasian pembangkit tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum berbasis merit order Memahami secara komprehensif kebijakan proses pengaturan pembangkit tenaga listrik. Contoh: Memahami metode kebijakan pengaturan merit order pembangkitan tenaga listrik Mampu membuat kebijakan pengendalian operasi tenaga listrik sesuai melalui perencanaan operasi berbasis merit order yang telah dibuat, serta melakukan pemantauan pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: mengkoordinir merubah tingkat pembebanan berdasarkan merit order Mampu mensupervisi kegiatan penyusunan kebijakan pengendalian operasi pembangkitan berbasis merit order Contoh: melakukan koreksi atas penyusunan kebijakan pengendalian operasi berbasis merit order Mampu menganalisis dan mengevaluasi kebijakan rencana operasi sistem untuk mengantisipasi perubahan kondisi policy penggunaan bahan bakar Contoh: merubah kebijakan operasi untuk menyesuaikannya dengan harga dan jumlah bahan yang tersedia Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengaturan pembangkit tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi pembangkit tenaga listrik berbasis merit order Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

41

016

PPP Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy

KIT 1.1.4.1.3 P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan pembelian listrik dari IPP dengan sistem operasi real time pembangkit tenaga listrik secara real time. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar kebijakan pembelian listrik dari IPP pembangkit tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pembelian listrik dari IPP instalasi tenaga listrik dan batas operasi pembangkit tenaga listrik, mengetahui prinsip prinsip switching. Memahami secara komprehensif kebijakan proses pengaturan pembangkit tenaga listrik. Contoh: mengetahui metode pengaturan pembangkitan tenaga listrik, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian pembelian listrik dari IPP tenaga listrik sesuai melalui perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: memerintahkan merubah kuota pembelian listrik dari IPP, memerintahkan switching transmisi, mengatur frekuensi dan tegangan. Mampu mensupervisi pengendalian kebijakan pembelian listrik dari IPP dalam kondisi darurat, mengatasi gangguan dan memulihkan, dengan menerapkan SOP serta memilih alternatif yang sesuai dengan kondisi aktual. Contoh: melakukan pembelian listrik dari IPP serta mampu melaksanakan perubahan kuota pembelian energi listrik Mampu menganalisis dan mengevaluasi kebijakan rencana pembelian listrik dari IPP untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: merubah rencana pembelian listrik dari IPP untuk menyesuaikannya dengan perubahan kondisi sistem yang aktual Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode barustrategi dan metode kebijakan pengaturan pembelian listrik dari IPP Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

42

p e m b a n g k i ta n

017

MAP Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy

KIT 1.1.4.1.4 P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan pemeliharaan asset pembangkit tenaga listrik secara real time, termasuk dispatching antar regional control centre Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar kebijakan pemeliharaan asset pembangkit tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pemeliharaan asset Memahami secara komprehensif kebijakan proses pengaturan pemeliharaan asset Contoh: memahami kebijakan metode pengaturan pemeliharaan asset tenaga listrik, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian kebijakan pemeliharaan asset sesuai melalui perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: membuat kebijakan pemeliharaan asset sesuai ketentuan yang berlaku Mampu mensupervisi pembuatan kebijakan pengendalian pemeliharaan asset Contoh: melakukan supervisi pemeliharaan asset sesuai ketentuan yang berlaku Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan kegiatan pemeliharaan asset Contoh: mengevaluasi permasalahan kegiatan pemeliharaan asset Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru kebijakan pengaturan pemeliharaan asset Contoh: mengembangkan metode pemeliharaan asset

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

43

018

PTM-MP Kebijakan Manajemen Power Trader Power Trader Management Policy

KIT 1.1.4.1.5 P

Pengetahuan dan kemampuan untuk membuat kebijakan trading unit pembangkit dengan Manajemen Transmisi agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan kebijakan penyusunan power trader Contoh: mengetahui pekerjaan pembuatan kebijakan power trader Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan power trader Contoh: memahami pembuatan kebijakan proses power trader unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pembuatan kebijakan power trader unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: membuat kebijakan power trader PLTGU yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi penyusunan pengelolaan power trader pada unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan penyusunan kebijakan power trader unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan kebijakan power trader unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya power trader yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk power trader unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan power trader di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

44

p e m b a n g k i ta n

019

PGE-CC

KIT 1.1.4.1.6 P

Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pembangkit Korporat Performance Generation Evaluation Control Corporate
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola unit kerja agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan target kinerja yang disepakati, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit kerja. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan kinerja unit Contoh: mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit kerja Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit kerja Contoh: memahami proses evaluasi kinerja unit kerja secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan pencapaian target kinerja sesuai persyaratan dan standar yang berlaku. Contoh: melaksanakan evaluasi pencapaian target kinerja Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan sehingga dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi pencapaian target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan evaluasi pencapaian target kinerja yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi pencapaian kinerja unit sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pencapaian kinerja yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode baru untuk pencapaian kinerja sebagai sebuah standar kebijakan untuk pencapaian kinerja Unit.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

45

4.1.2 KANTOR INDUK


020 PFP Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit yang berkaitan dengan penjabaran perencanaan korporat kedalam penyusunan rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit . Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit , termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : Memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi untuk hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Contoh : membuat rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit . Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru yang berkaitan dengan penjabaran perencanaan korporat kedalam penyusunan rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit . Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit berdasarkan penjabaran rencana korporat

KIT 1.1.4.1.7 I

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

46

p e m b a n g k i ta n

021 PPO-P Kebijakan Operasi Pembangkit Power Plant Operation Policy

KIT 1.1.4.1.8 I

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit . Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit mulai dari cold start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit . Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Boiler, Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit . Mampu melaksanakan penyusunan perencanaan operasi unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: merencanakan kebijakan pengoperasian pembangkit yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi perencanaan pengelolaan operasi unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan perencanaan operasi unit pembangkit, sehingga mampu mencapai target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi deviasi antara kebijakan perencanaan dan pencapaian realisasi target kinerja Contoh: menganalisis dan mengevaluasi deviasi antara kebijakan perencanaan dan pencapaian realisasi target kinerja Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk penyusunan perencanaan operasi unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru sehingga menjadi sebuah standar baru untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

47

022 PPM-P Kebijakan pemeliharaan Pembangkit Power Plant Maintenance Policy

KIT 1.1.4.1.9 I

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan (mekanik. listrik, kontrol & instrument) unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan (mekanik. listrik, kontrol & instrument) unit pembangkit . Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit . Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik statik unit pembangkit . Mampu melaksanakan kebijakan perencanaan pemeliharaan unit pembangkit (mekanik statik) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: menyusun kebijakan perencanaan pemeliharaan (mekanik statik) unit yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi penyusunan kebijakan perencanaan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: mampu membimbing pelaksanaan penyusunan kebijakan perencanaan pemeliharaan (mekanik statik) unit pembangkit, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan (mekanik statik) unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan (mekanik statik) unit pembangkit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan (mekanik statik) unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan (mekanik statik) unit pembangkit untuk di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

48

p e m b a n g k i ta n

023 PTM-T Manajemen Power Trader Power Trader Management

KIT 1.1.4.1.10 I

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Power Trader Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses dan mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan power trader unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan power trader unit pembangkit. Memahami proses dan mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan power trader unit pembangkit. Contoh: memahami proses power trader unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan penyusunan kebijakan perencanaan/ pengelolaan power trader unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: menyusun kebijakan perencanaan/ pengelolaan power trader pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi menyusun kebijakan perencanaan/ pengelolaan power trader unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing menyusun kebijakan perencanaan/ pengelolaan power trader unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi deviasi antara kebijakan perencanaan dan pencapaian realisasi power trader unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi deviasi antara kebijakan perencanaan dan pencapaian realisasi peningkatan penjualan tenaga listrik pada tingkat biaya power trader yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar penyusunan perencanaan trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode trading (melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan) sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan power trader di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

49

024 GPEC Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Pembangkit Generation Performance Evaluation and Control

KIT 1.1.4.1.11 I

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi dan kebijakan pengendalian kinerja agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan Pembangkitan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi dan pengendalian kinerja. Contoh: mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan di Pembangkitan. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan Pembangkitan. Contoh: memahami proses evaluasi operasi dan pemeliharaan Pembangkitan secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengevaluasi pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi evaluasi operasi dan pemeliharaan unit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi operasi dan pemeliharaan Pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empiris sebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Pembangkitan di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

50

PEMBANGKITAN

4.1.3 PELAKSANA OPERASI THERMAL


025 TCFPPOMP KIT 1.1.4.1.18 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit Thermal yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit Thermal Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan Thermal oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan Thermal lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal. Contoh : mensupervisi perencanaan operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal . Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan pemeliharaan unit pembangkit Thermal.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

51

026

TCFPPO Operasi Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1. K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit Thermal agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Thermal. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Thermal mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit Thermal. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Boiler, Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit Thermal. Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit Thermal sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Boiler unit Thermal ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit pembangkit Thermal sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Turbin unit pembangkit Thermal, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit Thermal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling batubara yang lebih baik sebelum masuk mill sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit Thermal yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor batubara sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Thermal di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

52

PEMBANGKITAN

027

TCFPPM Pemeliharaan Pembangkit Thermal Thermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1. K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Thermal. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Thermal Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik unit pembangkit Thermal . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik unit Thermal yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik unit pembangkit Thermal, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner batubara pada pembangkit Thermal sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik unit pembangkit Thermal yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik untuk Thermal di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

53

028

TCFRLTM Manajemen Real Time Trading-Thermal Thermal Real Time Trading Management

KIT 1.1.4.1.19 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmission Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit Thermal pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit Thermal Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit Thermal yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit Thermal sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit Thermal sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan real time trading unit pembangkit Thermal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit Thermal yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode trading sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit Thermal dalam kebijakan real time trading di Perusahaan. *) lihat real time trading di kantor induk

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

54

PEMBANGKITAN

029

TPPOM

KIT 1.1.4.1.20 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-Thermal Thermal Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit Thermal, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Thermal Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit thermal secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan thermal; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan thermal, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit thermal pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit thermal yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode manajemen O & M (predictive maintenance dan merit order) sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk pembangkit Thermal di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

55

4.1.3.1 PLTU BATUBARA


030 TCFP KIT 1.1.4.1.21 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara Thermal Coal-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTU Batubara yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU batubara, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui jenis jenis pekerjaan overhaul pembangkit PLTU Batubara. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTU Batubara oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTU Batubara lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh : mensupervisi rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya operasi PLTU Batubara. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan operasi dan pemeliharaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan O & M unit pembangkit PLTU Batubara.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

56

PEMBANGKITAN

031

TCFO-CCR Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Ruang Kendali) Thermal Coal-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.A1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTU Batubara dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTU Batubara mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTU Batubara dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (Boiler, Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit PLTU Batubara dari ruang kendali. Mampu melaksanakan pengoperasian peralatan unit pembangkit PLTU Batubara dari raung kendali (Boiler/Turbin/Generator) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan PLTU Batubara dari ruang kendali yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai pembebanan yang ditetapkan Mampu mensupervisi pengoperasian peralatan unit pembangkit PLTU Batubara dari raung kendali (Boiler/Turbin/Generator) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai pembebanan yang ditetapkan. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian PLTU Batubara dari ruang kendali yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai pembebanan yang ditetapkan Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTU Batubara dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling batubara yang lebih baik dari ruang kendali , sebelum masuk mill sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTU Batubara dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu berinovasi untuk menetapkan metode operasi dari ruang kendali yang baru sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan PLTU.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

57

032

TCFO-LOKAL

KIT 1.1.1.1.A2 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Lokal, Boiler, dan Alat Bantu) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal (BTG) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTU Batubara Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Boiler unit PLTU Batubara dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Boiler unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi lokal Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru pengoperasian dari Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan PLTU Batubara

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

58

PEMBANGKITAN

033

TCFO-LOKAL

KIT 1.1.1.1.A3 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal Turbin-Generator dan Alat bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara Mampu menganalisis dan mengevaluasi menyelesaikan permasalahan operasi Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Turbin-Generator dan Alat bantu pada unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan unit pembangkit PLTU Batubara.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

59

034

TCFO-DESALT

KIT 1.1.1.1.A4 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Desalination Plant dan Reverse Osmosis) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara dengan menambahkan cairan hidrazin ; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Desalination Plant pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah pada PLTU Batubara. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru pengoperasian Desalination Plant sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan PLTU Batubara.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

60

PEMBANGKITAN

035

TCFO-WTP

KIT 1.1.1.1.A5 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan limbah) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara dengan menambahkan cairan hidrazin; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pengoperasian WTP dan WWTP pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah pada PLTU Batubara. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

61

036

FCFO-COAL

KIT 1.1.1.1.A6 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Coal & Ash handling) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian conveyor belt untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan/ menghentikan Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Peralatan Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Peralatan Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara dari control room Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Coal and Ash handling pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah pada PLTU Batubara. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi Peralatan untuk Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Peralatan sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Peralatan Coal & Ash handling unit pembangkit PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

62

PEMBANGKITAN

037

FCFO-STRE Operasi Pembangkit PLTU Batubara (STRE) Thermal Coal-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.A7 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan/ menghentikan STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara dari control room Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian conveyor belt sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi STRE dari ruang kendali STRE pada unit pembangkit PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

63

038

TCFO-UNLOADER Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Ship Unloader) Thermal Coal-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.A8 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan/ menghentikan Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara dari control room Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaa standar yang lebih tepat untuk operasi Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Ship Unloader sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Ship Unloader dari ruang kendali Ship Unloader pada unit pembangkit PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

64

PEMBANGKITAN

039

TCFO-LOADER

KIT 1.1.1.1.A9 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Loader, Dozer, Scraper, forklift) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Alat Besar di unit pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan mengoperasikan Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan/ menghentikan Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Alat Berat pada unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Alat berat di unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Alat berat sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi di unit pembangkit PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

65

040

TCFO-BOP

KIT 1.1.1.1.A10 K

Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Sistem pendingin, pelumas, udara tekan, bahan bakar, air pengisi,demin plant) Thermal Coal-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan BOP (Balance of Plant) unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui cara pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Batubara (Auxiliary-sistem pendingin) Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Batubara (sistem pendingin) Mampu melaksanakan pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan BOP unit pembangkit PLTU Batubara (sistem pendingin); sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian BOP sub sistem unit pembangkit PLTU Batubara (sistem pendingin) Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyimpangan penyimpangan indikator peralatan dan mengatasi gangguan, dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan operasi peralatan BOP pada unit pembangkit PLTU Batubara dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian BOP pada unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi BOP pada PLTU Batubara.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

66

PEMBANGKITAN

041

TCFM-Turbin Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Turbin) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.A1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan Turbin Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

67

042

TCFM-Boiler Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Boiler) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.A2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Boiler unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Boiler pada unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Boiler unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Boiler pada unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan peralatan Boiler pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance Boiler pada Unit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar (prosedure kerja) yang lebih tepat untuk pemeliharaan Boiler unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Boiler untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

68

PEMBANGKITAN

043

TCFM-AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.A3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Auxiliary dan Bengkel) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pada pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Auxiliary dan Bengkel pada unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: mampu membimbing pelaksanaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

69

044

TCFM-DC POWER

KIT 1.1.2.1.A4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Listrik Tenaga) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

70

PEMBANGKITAN

045

TCFM -CONTROLE INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.A5 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

71

046

TCFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.A6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Proteksi Mechanical & Electrical) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit peralatan proteksi yang sudah tidak diproduksi lagi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

72

PEMBANGKITAN

047

TCFM Electrical Instalation

KIT 1.1.2.1.A7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (Listrik Instalasi) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

73

048

TCFM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTU Batubara (DC power) Thermal Coal-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.A8 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara . Melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTU Batubara di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

74

PEMBANGKITAN

049

RLTMTCF Manajemen Real Time Trading -PLTU Batubara Real time Trading Management

KIT 1.1.4.1.22 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit PLTU Batubara dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan Real time trading unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: memahami proses Real time trading unit pembangkit PLTU Batubara secara rinci, dari sumber pembangkit PLTU Batubara yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading unit pembangkitan PLTU Batubara; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan kWh dari unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode tradingsebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit PLTU Batubara dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

75

050

TCFPPOMM

KIT 1.1.4.1.23 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTU Batubara Thermal Coal Fired Power Plant Operation & Maintenance Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara secara real time agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mampu memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTU di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

76

PEMBANGKITAN

051

OBSTCF Operasi Pembangkit PLTU Batubara (Black Start) Coal fired Power Plant Operation (Black Start Unit)

KIT 1.1.1.1.A11 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTG PLTU Batubara agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU Batubara. Contoh: mengetahui persyaratan kerja pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan pengoperasian Black Start pembangkit PLTU Batubara Mampu melaksanakan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit pembangkit PLTU batubara Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTU Batubara Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU batubara Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi operasi Black Start unit pembangkit PLTU Batubara Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: Pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU Batubara dioptimasikan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

77

4.1.3.2 Pengelolaan dermaga


052 HCEM-PLTU Coal Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTU Batubara Hydrolica Civil Engineering Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara. Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil Basahunit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan renovasi Jetty pada unit pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Jetty dengan upaya renovasi Jetty pada unit pembangkit PLTU Batubara

KIT 1.1.2.1.A9 K

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

78

PEMBANGKITAN

053

SCE-M

KIT 1.1.2.1.A10 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, jalan dan jembatan-PLTU Batubara Structural Civil Engineering Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara. Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan renovasi pada Gedung Turbin unit pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Gedung Turbin dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

79

054

EVM-PLTU Coal Pemeliharaan Lingkungan-PLTU Batubara Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.A11 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-BB . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan pada unit pembangkit PLTU Batubara sebagai sebuah terobosan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU Batubara yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem lingkungan dengan upaya melaksanakan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

80

PEMBANGKITAN

055

JMT-COAL Manajemen Jetty -PLTU BB Jetty Management


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola jetty Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Jetty Management unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan Jetty Management unit pembangkit. Contoh: memahami proses Jetty Management unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan Jetty Management unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola Jetty Managementpembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan Jetty Management pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan Jetty Management unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan Jetty Management unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya Jetty Management yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk Jetty Management unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan Jetty Management di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

81

4.1.3.3 PLTU MINYAK


056 TOFPPOMP KIT 1.1.4.1.24 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak Thermal Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTU Minyak yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak,dan mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui kebutuhan sumberdaya untuk rencana overhaul pembangkit PLTU Minyak Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak, termasuk perencanaan anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTU Minyak oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspection tahunan PLTU Minyak lengkap dengan kebutuhan sumber dayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh : mensupervisi rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTU Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

82

PEMBANGKITAN

057

TOFO-CCR Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Ruang Kendali) Thermal Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.B1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi dari ruang kendali untuk berbagai bagian (Boiler, Turbin, Generator, alat bantu, penanganan bahan bakar) dari unit pembangkit PLTU Minyak. Mampu melaksanakan operasi peralatan unit pembangkit PLTU Minyak (Boiler/Turbin/Generator) dari ruang kendali sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan (Boiler/Turbin/Generator) unit PLTU Minyak dari ruang kendali; dengan memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali, sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyimpangan penyimpangan indikator peralatan dan mengatasi gangguan, dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penanganan Minyak yang lebih baik sebelum masuk ke ruang bakar sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTU Minyak dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi unit pembanhkit PLTU Minyak dari ruang kendali.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

83

058

TOFO-LOCAL

KIT 1.1.1.1.B2 K

Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Lokal, Boiler dan Alat Bantu) Thermal Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Boiler unit PLTU Minyak dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Boiler unit pembangkit PLTU Minyak dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi PLTU Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

84

PEMBANGKITAN

059

TOFO-BOP

KIT 1.1.1.1.B3 K

Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Sistem pendingin, pelumas, udara tekan, bahan bakar, air pengisi,demin plant) Thermal Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan BOP (Balance of Plant) unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin) Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian BOP unit pembangkit PLTU Minyak (sistem pendingin) Mampu melaksanakan mengoperasikan BOP unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan BOP unit pembangkit PLTU Minyak (sistem pendingin); sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian BOP sub sistem unit pembangkit PLTU Minyak (sistem pendingin) Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyimpangan penyimpangan indikator peralatan dan mengatasi gangguan, dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan operasi peralatan BOP pada unit pembangkit PLTU Minyak dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan PLTU.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

85

060

TOFO-DESALINATION PLANT

KIT 1.1.1.1.B4 K

Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Desalination Plant dan RO) Termal Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Mampu melaksanakan mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak dengan menambahkan cairan hidrazin; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

86

PEMBANGKITAN

061

TOFO-WTP

KIT 1.1.1.1.B5 K

Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan limbah) Thermal Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Mampu melaksanakan mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak dengan menambahkan cairan hidrazine; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi WTP dan WWTP pada unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

87

062

TOFO-FUEL HANDLING Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Fuel Handling) Thermal Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.B6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Mampu melaksanakan mengoperasikan Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Fuel Handling unit pembangkit PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

88

PEMBANGKITAN

063

TOFM-TURBIN Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Turbin) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.B1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Turbin unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Turbin PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk unit pembangkit PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

89

064

FOFM-Boiler Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Boiler) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.B2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Boiler unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Boiler unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Boiler unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Boiler untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

90

PEMBANGKITAN

065

TOFM -AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.B3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Auxiliary dan Bengkel) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Auxiliary dan bengkel unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Auxiliary dan Bengkel unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

91

066

TOFM-POWER ELECTRICAL

KIT 1.1.2.1.B4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Listrik Tenaga) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi menyelesaikan permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada trafo PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

92

PEMBANGKITAN

067

TOFM-TURBIN

KIT 1.1.2.1.B5 K

Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Turbin-Generator dan Alat Bantu) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mampu mengoperasikan Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Turbin-Generator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: mampu membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: Mampu menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Lokal Turbin-Generator dan Alat bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pengoperasian Lokal TurbinGenerator dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode baru pengoperasian Lokal Boiler dan Alat Bantu dengan efisiensi tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sebuah standar kebijakan operasi Boiler untuk unit pembangkit PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

93

068

TOFM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (DC Power) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.B6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner Batery unit pembangkit PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

94

PEMBANGKITAN

069

TOFM-CONTROLE INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.B7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada unit pembangkit PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan retrofit peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

95

070

TOFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.B8 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Proteksi Mechanical & Electrical) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment pada proteksi Turbin unit pembangkit PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit peralatan proteksi yang sudah tidak diproduksi lagi pada unit pembangkit PLTU Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

96

PEMBANGKITAN

071

TOFPM-Instalation electrical

KIT 1.1.2.1.B9 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTU Minyak (Listrik Instalasi) Thermal Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

97

072

RLTM TOF Manajemen Real time Trading -PLTU Minyak Real time trading Management

KIT 1.1.4.1.25 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Real time trading unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan kWh unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan Real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

98

PEMBANGKITAN

073

TOFPPOM

KIT 1.1.4.1.26 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTU Minyak Thermal Oil Fired Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mampu memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

99

074

OBS-PLTU-Oil Operasi Pembangkit PLTU Minyak (Black Start) Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.B7 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTU agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Black Start unit pembangkit PLTU-Minyak. Contoh: mengetahui persyaratan kerja Black Start unit pembangkit PLTU-Minyak Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTU-Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan Black Start pembangkit PLTU-Minyak . Mampu melaksanakan melakukan Black Start unit pembangkit PLTUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit PLTU-Minyak Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTUMinyak Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan Black Start unit PLTUMinyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi Black Start unit 6 Mampu menyempurnakan dan pengoperasian Black Start unit atau membuat metode baru

Contoh: Black Start unit untuk PLTU-Minyak dioptimasikan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

100

PEMBANGKITAN

075

CFM-PRO Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTU Minyak Hydrolica Civil Engineering Maintenance

KIT 1.1.2.1.B10 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil basah unit PLTU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil basah unit pembangkit PLTU-Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. 5 Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Basah unit pembangkit PLTU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment renovasi bangunan pada Jetty unit pembangkit PLTU-Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Bangunan Jetty dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

101

076

CFM-PRO

KIT 1.1.2.1.B11 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, jalan dan jembatan-PLTU Minyak Structural Civil Engineering Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit kering pembangkit PLTU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil kering unit PLTU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil kering unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTU-Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

102

PEMBANGKITAN

077

EVM-PLTU Oil Pemeliharaan Lingkungan-PLTU Minyak Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.B12 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berlanjut pada unit pembangkit PLTU-Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan sistem dengan upaya melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan terus menerus untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan pada unit pembangkit PLTU Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

103

4.1.3.4 PLTG GAS


078 OCGFOMP KIT 1.1.4.1.40 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTG gas Open cycle gas-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTG Gas yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG gas, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTG gas. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG gas, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTG Gas oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTG Gas lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG gas. Contoh : mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG gas. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTG gas.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

104

PEMBANGKITAN

079

OCGFO-CCR Operasi Pembangkit PLTG gas (Ruang Kendali) Open cycle gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.G1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG gas dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTG gas dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari dari ruang kendali unit pembangkit PLTG gas. Mampu melaksanakan operasi unit pembangkit PLTG Gas dari ruang kendali sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan unit PLTG Gas dari ruang kendali; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit pembangkit PLTG Gas dari ruang kendali, sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Turbin unit pembangkit PLTG gas dari ruang kendali, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTG Gas dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas dari ruang kendali unit pembangkit PLTU Gas yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Turbin Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTG Gas dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTG Gas dari ruang kendali di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

105

080

OCGFO-Lokal TG

KIT 1.1.1.1.G2 K

Operasi Pembangkit PLTG gas (Lokal, Turbin, Generator) Open cycle gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan pembangkit PLTG Gas dari lokal (Turbin Gas, Generator) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari lokal pada, Turbin Gas, dan Generator. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTG Gas dari lokal (Turbin, Gas dan Generator) Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari lokal (Turbin, Gas dan Generator) Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari lokal (Turbin, Gas dan Generator) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan unit PLTG Gas dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas pengoperasian PLTG Gas dari lokal. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian unit pembangkit PLTG Gas dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTG Gas dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah pada pengoperasian PLTG Gas dari lokal. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTG Gas dari lokal di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

106

PEMBANGKITAN

081

OCGFO-GAS HANDLING Operasi Pembangkit PLTG Gas (Gas Handling) Open Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.G3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG gas memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG gas Mampu melaksanakan mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTG gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Gas Handling unit pembangkit PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

107

082

COGFM-TURBIN Pemeliharaan Pembangkit PLTG gas (Turbin Gas) Open cycle gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.G1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin Gas unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin Gas mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Turbin unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin Gas untuk unit pembangkit PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

108

PEMBANGKITAN

083

OCGFM-COMPRESSOR Pemeliharaan Pembangkit PLTG gas (Kompresor) Open Cycle gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.G2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik kompresor unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik kompresor unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik kompresor unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik kompresor untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

109

084

OCGFM-AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.G3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG gas (Auxiliary dan Bengkel) Open Cycle gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Auxiliary dan Bengkel unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

110

PEMBANGKITAN

085

OCGFM-POWER ELECTRICAL Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Listrik Tenaga) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.G4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada trafo utama unit pembangkit PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

111

086

OCGFM-ELCTRICAL INSTALASI Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Listrik Instalasi) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.G5 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

112

PEMBANGKITAN

087

OCGFM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (DC Power) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.G6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada batery unit pembangkit PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

113

088

OCGFM-CONTROLE INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.G7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada unit pembangkit PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk unit pembangkit PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

114

PEMBANGKITAN

089

OCGFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.G8 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Gas (Proteksi-Mechanical & Electrical) Open Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG gas. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment setting proteksi pada Turbin Gas unit pembangkit PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit pada peralatan proteksi yang sudah tidak diproduksi lagi, pada unit pembangkit PLTG Gas.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

115

090

RLTMOCGF Manajemen Real Time Trading-PLTG Gas Real Time Trading Management

KIT 1.1.4.1.41 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit PLTG Gas dengan Transmission Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTG Gas Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit PLTG Gas secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan PLTG Gas; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit PLTG Gas pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit PLTG Gas dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

116

PEMBANGKITAN

091

POM-GF

KIT 1.1.4.1.42 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Gas Power Plant Operation & Maintenance Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan PLTG Gas; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan PLTG Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTG Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

117

092

POMM-GF

KIT 1.1.4.1.43 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Gas Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTG di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

118

PEMBANGKITAN

093

OCGF-PLTG Gas Operasi Pembangkit PLTG Gas (Black Start) Open Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.G4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTG Gas. Contoh: mengetahui persyaratan kerja Black Start unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTG Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan pengoperasian Black Start pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit PLTG Gas Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTG Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan Black Start unit PLTG Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTG Gas Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi operasi Black Start unit Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengoperasian Black Start unit Contoh: pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTG Gas dioptimasikan untuk mensupply kekurangan daya pada sistem jaringan.

3 4

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

119

094

SCE-PLTG GAS

KIT 1.1.2.1.G9 K

Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana-PLTG Gas Struktural Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil kering unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil kering unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil kering unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Bangunan Sipil Kering dengan upaya renovasi pada unit pembangkit PLTG Gas.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

120

PEMBANGKITAN

095

EVM-PLTG GAS Pemeliharaan Lingkungan-PLTG Gas Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.G10 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Lingkungan unit pembangkit PLTG Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTG Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pada PLTG Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan pengelolaan pemeliharaan lingkungan dengan upaya retrofit melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan sehingga tidak mencemari lingkungan unit pembangkit PLTG Gas.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

121

4.1.3.4 PLTG MINYAK


096 OCOFOMP KIT 1.1.4.1.36 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak Open cycle Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTG Minyak yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTG Minyak. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTG Minyak oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTG Minyak lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh : mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance unit pembangkit PLTG Minyak. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya operasi unit pembangkit PLTG Minyak. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTG Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

122

PEMBANGKITAN

097

OCOFO-CCR Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Ruang Kendali) Open cycle Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.F1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Turbin Gas, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali. Mampu melaksanakan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan unit PLTG Minyak dari ruang kendali; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali, sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Turbin unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang dendali, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas Minyak yang lebih baik sebelum masuk mill ruang bakar Turbin Gas dari ruang kendali unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari ruang kendali yang bisa meningkatkan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

123

098

OCOFO-Lokal

KIT 1.1.1.1.F2 K

Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Lokal, Turbin, Generator) Open cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan pembangkit PLTG Minyak dari lokal Turbin Gas dan Generator agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak mulai dari lokal (Turbin Gas dan Generator). Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal (Turbin Gas dan Generator) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal (Turbin Gas dan Generator) Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal (Turbin Gas dan Generator) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas pengoperasian PLTG Minyak dari lokal. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian unit pembangkit PLTG Minyak dari lokal yang dapat meningkatkan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

124

PEMBANGKITAN

099

COFO-OIL HANDLING Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Oil Handling) Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.F3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Oil Handling pada unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Oil Handling unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

125

100

OCOFM-MECHANICAL

KIT 1.1.2.1.F1 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Mekanik Turbin Gas) Open cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin Gas unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin Gas mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner minyak Turbin Gas pada unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin Gas untuk PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

126

PEMBANGKITAN

101

COFM-Turbin Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Turbin) Combine cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.F2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Turbin unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

127

102

OCOFM-COMPRESSOR Pemeliharaan Pembangkit PLTG minyak (Kompresor) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.F3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik kompresor unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Kompresor unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik kompresor untuk PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

128

PEMBANGKITAN

103

OCOFM-AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.F4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG minyak (Auxiliary dan Bengkel) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Auxiliary unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Auxiliary dan Bengkel unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner minyak ruang bakar Turbin Gas pada unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

129

104

OCOFM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTG minyak (DC power) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.F5 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTG minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner Batery unit pembangkit PLTG minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTG minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTG minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

130

PEMBANGKITAN

105

OCOFM-ELECTRICAL INSTALATION

KIT 1.1.2.1.F6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Listrik Instalasi) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

131

106

OCOFM-ELECTRIC POWER

KIT 1.1.2.1.F7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Listrik Tenaga) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Listrik Tenaga pada unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Listrik Tenaga pada unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mampu memelihara Listrik Tenaga unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: mampu membimbing pelaksanaan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: Mampu menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance Trafo Utama pada unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Listrik Tenaga unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Trafo Utama unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

132

PEMBANGKITAN

107

OCOFM-INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.F8 K Instrumen-

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Kontrol Software dan Hardware) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

133

108

OCOFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.F9 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTG Minyak (Proteksi-Mechanical & Electrical) Open Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment setting proteksi pada proteksi Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menyempurnakan dan atau membuat metode baru peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment setting proteksi pada proteksi Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

134

PEMBANGKITAN

109

RLTMOCOF Manajemen Real Time Trading-PLTG Minyak Real Time Trading Management open cycle oil fired

KIT 1.1.4.1.37 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit PLTG Minyak dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit PLTG Minyak secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading unit pembangkitan PLTG Minyak ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan kWh unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit PLTG Minyak dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

135

110

OCPPOMM

KIT 1.1.4.1.38 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Minyak Power Plant Operation & Maintenance Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan PLTG Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk unit pembangkit PLTG Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

136

PEMBANGKITAN

111

OCPPOM

KIT 1.1.4.1.39 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTG Minyak Open Cycle Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mampu memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTG di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

137

112

OBS-PLTG Minyak

KIT 1.1.1.1.F4 K

Operasi Pembangkit PLTG Minyak (Black Start) Operation Black start Open Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Black Start unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: mengetahui persyaratan kerja Black Start unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTG Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan Black Start pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan Black Start unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit PLTG Minyak Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTG Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan Black Start unit PLTG Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi Black Start unit Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengoperasian Black Start unit Contoh: Black Start unit pembangkit PLTG Minyak dioptimasikan untuk mensupply kekurangan daya pada sistem jaringan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

138

PEMBANGKITAN

113

SCE-PLTG Minyak

KIT 1.1.2.1.F10 K

Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana-PLTG Minyak Struktural Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Kering pada unit pembangkit PLTG Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan renovasi pada Gedung Turbin Gas unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Gedung Turbin Gas pada unit pembangkit PLTG Minyak dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

139

114

EVM-PLTG Minyak Pemeliharaan Lingkungan-PLTG Minyak Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.F11 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan tanpa mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTG Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungaan secara rutin dan berkesinambungan pada unit pembangkit PLTG Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTG Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem manajemen lingkungan dengan upaya melaksanakan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan pada unit pembangkit PLTG Minyak sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

140

PEMBANGKITAN

4.1.3.5 PLTGU GAS


115 CGFOMP KIT 1.1.4.1.30 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTGU Gas yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTGU Gas Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTGU Gas oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTGU Gas lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh : mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTGU Gas.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

141

116

CGFO-CCR Operasi Pembangkit PLTGU-Gas (Ruang Kendali) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.D1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTGUGas dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (HRSG, Turbin Gas, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari ruang kendali pada unit pembangkit PLTGU Gas. Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan HRSG unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi operasi unit pembangkit PLTGU-HRSG Gas dari ruang kendali sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan mengoperasikan Turbin Gas unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU Gas dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit PLTG Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling heat yang lebih baik sebelum masuk ke HRSG yang dilakukan dari ruang kendali sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTGU dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas yang bisa meningkatkan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

142

PEMBANGKITAN

117

CGFO-PLTG Operasi Pembangkit PLTGU-PLTG Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.D2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTGUPLTG agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU-PLTG Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit PLTGU-PLTG Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: pengoperasian unit PLTGU-PLTG ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Turbin unit pembangkit PLTGU-PLTG, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU-PLTG yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk mill sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTGU-PLTG yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTGU-PLTG di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

143

118

CGFO-LOKAL

KIT 1.1.1.1.D2 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal, HRSG, Turbin, Generator) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan pembangkit PLTGU Gas dari lokal (BTG) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas mulai dari HRSG, Turbin, dan Generator. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) Mampu melaksanakan; pengoperasian unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan HRSG unit PLTGU Gas dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian PLTGU Gas dari lokal. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian HRSG unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU Gas dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

144

PEMBANGKITAN

119

CGFO-BOP Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Balance of Plant) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.D3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) Contoh: mengetahui cara pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary-sistem pendingin) Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary-sistem pendingin) Mampu melaksanakan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary-sistem pendingin); sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary-sistem pendingin) Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi sub sistem unit pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai penyerapan panas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi sub sistem PLTGU Gas (Auxiliary-sistem pendingin) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

145

120

CGFO-DESALT

KIT 1.1.1.1.D4 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Pemurnian Air HRSG) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Desalination Plant unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Water treatment Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mampu mengoperasikan Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas dengan menambahkan cairan kimia tertentu; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mampu membimbing pelaksanaan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: Mampu menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Desalination Plant pada unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Water treatment Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Desalination plant unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

146

PEMBANGKITAN

121

CGFO - WTP

KIT 1.1.1.1.D5 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas dengan menambahkan cairan; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian WTP dan WWTP pada unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru proses demineralisasi sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

147

122

CGFO-HRSG

KIT 1.1.1.1.D6 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal HRSG dan Alat Bantu) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian HRSG dan Alat Bantu dari lokal pada unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian HRSG dan Alat bantu dari lokal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

148

PEMBANGKITAN

123

CGFO-Lokal TG

KIT 1.1.1.1.D7 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Uap-Generator) Cobine cycle gas-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

149

124

CGFO-GENERATOR

KIT 1.1.1.1.D8 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu) Combine Cycle Gas -fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin GasGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Turbin Gas dan Alat Bantu dari lokal pada unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Turbin GasGenerator dan Alat bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menetapkan metode baru pengoperasian Turbin Gas dan Alat Bantu dari lokal pada unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

150

PEMBANGKITAN

125

CGFO-GAS HANDLING Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Gas Handling) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.D9 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui cara pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas Mampu melaksanakan engoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU gas Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Gas Handling pada unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Gas Handling pada unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Gas Handling unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

151

126

CGFO-Turbin

KIT 1.1.1.1.D10 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu) Combine cycle gas-fired Power Plant Opearation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pengoperasian lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian lokal berbagai bagian dari Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pengoperasian lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian lokal Turbin Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pengoperasian lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu membuat metode baru pengoperasian lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu sebagai sebuah standar kebijakan operasi lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu untuk unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

152

PEMBANGKITAN

127

CGFM-HRSG Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (HRSG) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.D1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik HRSG unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik HRSG unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik HRSG untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

153

128

CGFM-AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.D2 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Auxiliary dan Bengkel) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Auxiliary dan Bengkel unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner Auxiliary unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

154

PEMBANGKITAN

129

CGFM-ELECTRIC POWER

KIT 1.1.2.1.D3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Listrik Tenaga) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Trafo Utama unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

155

130

CGFM-RELAY-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.D4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Relay &Proteksi) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

156

PEMBANGKITAN

131

CGFM-DC Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (DC power) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.D5 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Battery unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

157

132

CGFM-INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.D6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi pada unit PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

158

PEMBANGKITAN

133

CGFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.D7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Proteksi-Mechanical & Electrical) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTGU Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment setting proteksi pada Turbin Gas unit pembangkit PLTGU Gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit peralatan proteksi unit pembangkit PLTGU Gas yang sudah tidak diproduksi lagi menjadikan sebuah standar kebijakan pemeliharaan proteksi untuk unit pembangkit PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

159

134

CGFM-COMPRESSOR

KIT 1.1.2.1.D9 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Mekanik Kompresor) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik kompresor unit PLTGU gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik kompresor unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik kompresor untuk PLTGU Gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

160

PEMBANGKITAN

135

CGFM-Turbin Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Turbin) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.D10 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin unit PLTGU gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Turbin unit pembangkit PLTGU gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTGU gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk PLTGU gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

161

136

CGFM-INSTALASI

KIT 1.1.2.1.D11 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Gas (Listrik Instalasi) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTGU gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTGU gas di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

162

PEMBANGKITAN

137

RLTM-GF

KIT 1.1.4.1.31 K

Manajemen real time trading-PLTGU Gas Real Time Trading Management Combile Cycle Gas-fired
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmission Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

163

138

PPGFOM

KIT 1.1.4.1.32 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTGU Gas Power Plant Gas-Fired Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mampu memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTGU di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

164

PEMBANGKITAN

139

OBS-PLTGU Gas

KIT 1.1.1.1.D11 K

Operasi Pembangkit PLTGU Gas (Black Start) Operation Black Start Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTGU agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Black Start unit pembangkit PLTGU. Contoh: mengetahui persyaratan kerja Black Start unit pembangkit PLTGU Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTGU. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan Black Start pembangkit PLTGU . Mampu melaksanakan Black Start unit pembangkit PLTGU sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit PLTGU Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTGU Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan Black Start unit PLTGU Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTGU Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi Black Start unit Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengoperasian Black Start unit Contoh: Black Start unit untuk PLTGU dioptimasikan untuk mensupply kekurangan daya pada sistem jaringan.

3 4 5

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

165

140

HCE-PLTGU GAS Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTGU Gas Hydrolica Civil Engineering

KIT 1.1.2.1.D12 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGUGas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTGU-Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTGUGas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

166

PEMBANGKITAN

141

SCV-PLTGU GAS

KIT 1.1.2.1.D13 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan-PLTGU Gas Structural Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGUGas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTGU-Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTGU Gas pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment renovasi pada Gedung Turbin Gas unit pembangkit PLTGUGas sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Gedung Turbin Gas unit pembangkit PLTGU Gas dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

167

142

EVM-PLTGU GAS Pemeliharaan Lingkungan Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.D14 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTGU-Gas yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan pada unit pembangkit PLTGU-Gas sebagai sebuah terobosan sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Gas yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem manajemen lingkungan dengan upaya melaksanakan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

168

PEMBANGKITAN

4.1.3.6 PLTGU Minyak


143 COFOMP KIT 1.1.4.1.33 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTGU Minyak yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTGU Minyak. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTGU Minyak oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspection tahunan PLTGU Minyak lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh : Mampu mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU Minyak yang lebih tepat yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTGU Minyak.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

169

144

COFO-CCR Operasi Pembangkit PLTGU-Minyak (Ruang Kendali) Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.E1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTGUMinyak dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (HRSG, Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali. Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan mengoperasikan Turbin Gas unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling heat yang lebih baik sebelum masuk ke HRSG sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari ruang kendali dengan efisiensi thermal tinggi sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

170

PEMBANGKITAN

145

COFO-PLTG Operasi Pembangkit PLTGU-PLTG Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.E2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTGUPLTG agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTGU-PLTG Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit PLTGU-PLTG Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: pengoperasian unit PLTGU-PLTG ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengoperasian unit pembangkit PLTGU-PLTG sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Turbin unit pembangkit PLTGU-PLTG, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU-PLTG yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan Gas handling yang lebih baik sebelum masuk mill sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTGU-PLTG yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTGU-PLTG di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

171

146

COFO-LOKAL

KIT 1.1.1.1.E3 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal, HRSG, Turbin, Generator) Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan pembangkit PLTGU Minyak dari lokal (BTG) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak mulai dari HRSG, Turbin, dan Generator. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) Mampu melaksanakan; pengoperasian unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal (HRSG, Turbin, dan Generator) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan HRSG unit PLTGU Minyak dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian PLTGU Minyak dari lokal. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit PLTGU Minyak dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor Gas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

172

PEMBANGKITAN

147

COFO-BOP Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Balance of Plant) Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.E4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) Contoh: mengetahui cara pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin) Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin) Mampu melaksanakan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin); sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin) Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi sub sistem unit pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menetapkan metode baru pemeriksaan nilai penyerapan panas sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi sub sistem PLTGU Minyak (Auxiliary-sistem pendingin) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

173

148

COFO-DESALT

KIT 1.1.1.1.E5 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Pemurnian Air HRSG) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak dengan menambahkan cairan kimia tertentu; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi water treatment Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Desalination Plant unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi water treatment Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemurnian air baku sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Desalination plant unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

174

PEMBANGKITAN

149

COFO-WTP

KIT 1.1.1.1.E6 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Pre-treatment, Demin Plant, Pengolahan Limbah) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak dengan menambahkan cairan kimia tertentu; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengolahan air demin dan air limbah sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi WTP dan WWTP unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

175

150

COFO-HRSG

KIT 1.1.1.1.E7 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal HRSG dan Alat Bantu) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi lokal HRSG dan Alat Bantu pada unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian HRSG sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal HRSG dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

176

PEMBANGKITAN

151

COFO-Lokal TG

KIT 1.1.1.1.E8 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal Turbin Uap-Generator) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin UapGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi lokal Turbin Uap-Generator dan Alat bantu unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Turbin Uap-Generator dan Alat bantu sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

177

152

COFO-TG

KIT 1.1.1.1.E9 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Lokal Alat Bantu Turbin Gas-Generator unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Turbin GasGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Lokal Turbin Uap-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Lokal Alat Bantu Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Lokal Alat Bantu Turbin GasGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Lokal Turbin GasGenerator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pengoperasian Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Turbin-Generator dan Alat Bantu sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Turbin Gas-Generator dan Alat Bantu unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

178

PEMBANGKITAN

153

COFO -OIL HANDLING Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Oil Handling) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.E10 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Gas Handling unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui cara pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu melaksanakan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak; sesuai persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu mensupervisi pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Oil Handling pada unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pengoperasian Oil Handling sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Oil Handling unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

179

154

COFM-Turbin

KIT 1.1.2.1.E1 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Turbin Uap) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaanTurbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara Turbin Uap unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Turbin Uap unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Turbin Uap unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Turbin UapGenerator unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Turbin Uap untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

180

PEMBANGKITAN

155

COFM-HRSG pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (HRSG) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.E2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik HRSG unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance mekanik HRSG sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik HRSG untuk unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

181

156

GOF-AUXILIARY

KIT 1.1.2.1.E3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Auxiliary dan Bengkel) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Auxiliary dan Bengkel unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Auxiliary unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik HRSG unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

182

PEMBANGKITAN

157

COFM-POWER

KIT 1.1.2.1.E4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Listrik Tenaga) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Trafo Utama unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

183

158

COFM-RELAY-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.E5 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Relay &Proteksi) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

184

PEMBANGKITAN

159

COFM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (DC Power) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.E6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Batery unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

185

160

COFM-CONTROLE-INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.E7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Kontrol InstrumenSoftware dan Hardware) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi, pada unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi, pada unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk unit pembangkit PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

186

PEMBANGKITAN

161

COFM-PROTECTION

KIT 1.1.2.1.E8 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Proteksi-Mechanical & Electrical) Combine Cycle Gas-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan readjustment setting proteksi pada proteksi Turbin unit pembangkit PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit menjadikan sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan proteksi untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

187

162

COFM-COMPRESSOR

KIT 1.1.2.1.E9 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Mekanik Kompresor) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik kompresor unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkitan PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada kompresor unit pembangkitan PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik kompresor unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik kompresor untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

188

PEMBANGKITAN

163

COFM-INSTALASI

KIT 1.1.2.1.E10 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTGU Minyak (Listrik Instalasi) Combine Cycle Oil-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTGU Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTGU Minyak sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTGU Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTGU Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTGU Minyak di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

189

164

RLTM-PLTGU-OIL Manajemen Real Time Trading-PLTGU Minyak Real Time Trading Management

KIT 1.1.4.1.34 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

190

PEMBANGKITAN

165

POM-PLTGU-OIL

KIT 1.1.4.1.35 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTGU Minyak Power Plant Operation & Maintenance Combine cycle Oil Fired
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTGU di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

191

166

OBS-PLTGU (OIL)

KIT 1.1.1.1.E11 K

Operasi Pembangkit PLTGU Minyak (Black Start) Operation Black Start Combine cycle Oil-fired Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak agar dapat beroperasi sesuai standar operasi yang ditentukan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: mengetahui persyaratan kerja Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pengoperasian Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses langkah pekerjaan Black Start pembangkit PLTGU Minyak . Mampu melaksanakan Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku Contoh: mengoperasikan Black Start Unit PLTGU Minyak Mampu mensupervisi pengoperasian Black Start pembangkit PLTGU Minyak Contoh: membimbing pelaksanaan pekerjaan Black Start unit PLTGU Minyak Mampu menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penggunaan Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak Contoh: menganalisis dan mengevaluasi optimasi Black Start unit Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengoperasian Black Start unit Contoh: Black Start unit pembangkit PLTGU Minyak dioptimasikan untuk mensupply kekurangan daya pada sistem jaringan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

192

PEMBANGKITAN

167

HCE-PLTGU OIL Pemeliharaan Bangunan Air/ Jetty-PLTGU Minyak Hhydrolica Civil Engineering

KIT 1.1.2.1.E11 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTGU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTGUMinyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan saluran air pendingin pada unit pembangkit PLTGU Minyak dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

193

168

SCE-PLTGU OIL

KIT 1.1.2.1.E12 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, jalan dan jembatan-PLTGU Minyak Structural Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGUMinyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTGU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTGUMinyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTGU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

194

PEMBANGKITAN

169

EVM-PLTGU OIL Pemeliharaan Lingkungan-PLTGU Minyak Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.E13 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTGU-Minyak yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU Minyak pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan pada unit pembangkit PLTGU-Minyak sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTGU-Minyak yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem manajemen lingkungan unit pembangkit PLTGU Minyak dengan upaya pelaksanaan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan sehingga tidak mencemari lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

195

170

GTPPOMP PLTP

KIT 1.1.4.1.44 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTP Geothermal Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTP yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTP. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTP oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTP lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP. Contoh : mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance pada unit pembangkit PLTP. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTP yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTP.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

196

PEMBANGKITAN

171

GTPPO-CCR Operasi PLTP (Ruang Kendali) Geothermal Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.H1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTP dari ruang kendali agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Contoh: mengetahui cara pengoperasian dan operasi unit pembangkit PLTP dari ruang kendali mulai dari pre start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang tata cara peng operasian unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Contoh: mampu memahami proses start up dingin pada unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Mampu melaksanakan pekerjaan: mengoperasikan unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Contoh: mengoperasikan unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Mampu mensupervisi pengoperasian unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Contoh: membimbing pengoperasian paralel unit pembangkit PLTP ke sistem tenaga listrik (grid) dari ruang kendali. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit PLTP dari ruang kendali, yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab derating unit pembangkit PLTP dari ruang kendali. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTP dari ruang kendali yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: mampu menetapkan metode monitoring pasokan uap sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi unit pembangkit PLTP dari ruang kendali di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

197

172

GTPPO-Lokal TG Operasi Pembangkit PLTP (Lokal Turbin Generator) Geothermal Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.H2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan pembangkit PLTP dari lokal Turbin-Generator agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan menekan jumlah derating pada batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTP dari lokal Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit PLTP mulai dari Turbin, Generator, dan alat bantunya Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit PLTP dari lokal (Turbin, Generator dan alat bantunya) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian unit pembangkit PLTP dari lokal (Turbin, Generator, dan alat bantunya) Mampu melaksanakan; pengoperasian unit pembangkit PLTP dari lokal (Turbin, Generator dan alat bantunya) sesuai dengan persyaratan dan batasan yang berlaku. Contoh: mengoperasikan unit PLTP dari lokal; memenuhi persyaratan dan batasan yang berlaku Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengoperasian PLTP dari lokal. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian unit pembangkit PLTP dari lokal. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyimpangan penyimpangan indikator peralatan dan mengatasi gangguan, dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit PLTP dari lokal yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi lokal unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: berinovasi untuk menetapkan metode baru sehingga menjadi sebuah standar untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan PLTP

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

198

PEMBANGKITAN

173

GTPPO-Local Demister Operasi Pembangkit PLTP (Lokal Demister) Geothermal Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.H3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian dari Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku serta dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: operasi Lokal Demister pada unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan peralatan Lokal Demister pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Unit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar (prosedure kerja) yang lebih tepat untuk operasi Lokal Demister untuk keandalan unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode operasi sebagai sebuah standar kebijakan operasi Lokal Demister untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

199

174

GTPPO-Auxiiary pemeliharaan Pembangkit PLTP (Generator ) Geothermal Power Plant Operation

KIT 1.1.2.1.H1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Operator Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Operator Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan operasi Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian dari Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan operasi Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku serta dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: operasi Lokal DemisterAlat Bantu Lokal Demister pada unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan operasi Alat Bantu Lokal Demister pada unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan peralatan Alat Bantu Lokal Demister pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Unit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar (prosedur kerja) yang lebih tepat untuk operasi Alat Bantu Lokal Demister untuk keandalan unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode operasi sebagai sebuah standar kebijakan operasi Alat Bantu Lokal Demister untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

200

PEMBANGKITAN

175

GTPPM-Turbin Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Turbin) Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.H2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku serta dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mememelihara mekanik Turbin pada unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin pada unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan peralatan mekanik Turbin pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Unit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar (prosedure kerja) yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin untuk keandalan unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

201

176

GTPPM-AUX

KIT 1.1.2.1.H3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Auxiliary dan Bengkel) Geothermal Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pada pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTP Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Auxiliary dan Bengkel pada unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Auxiliary unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik rotary unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Auxiliary dan Bengkel untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

202

PEMBANGKITAN

177

GTPPM-DC POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTP (DC Power) Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.H4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mememelihara DC Power unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan DC Power pada unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Batery unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

203

178

GTPPM-INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.H5 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Geothermal Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi, pada unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit pada peralatan kontrol instrumen yang sudah tidak diproduksi lagi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk unit pembangkit PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

204

PEMBANGKITAN

179

GTPPM-Protection

KIT 1.1.2.1.H6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Proteksi-Mechanical & Electrical) Geothermal Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan; mampu melakukan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Proteksi pada unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustmentsetting proteksi pada proteksi Turbin unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit peralatan proteksi yang sudah tidak diproduksi lagi menjadi sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan proteksi untuk unit pembangkit PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

205

180

GTP-POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Tenaga) Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.H7 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Trafo Utama unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

206

PEMBANGKITAN

181

GTPM-INSTALASI Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Instalasi) Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.H8 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik instalasi unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada listrik instalasi unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik instalasi unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik instalasi untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

207

182

GTRLTM Manajemen Real Time Trading-PLTP Geothermal Real Time Trading Management

KIT 1.1.4.1.45 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmission Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

208

PEMBANGKITAN

183

GTPOM

KIT 1.1.4.1.46 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTP Geothermal Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: mampu memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

209

184

GTCFM-DC

KIT 1.1.2.1.A4 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Listrik Tenaga, Relay &Proteksi, DC Power) Geothermal Coal-fired Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga pada unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner trafo PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

210

PEMBANGKITAN

185

GTM -INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.A5 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Geothermal Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTP di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

211

186

GTM-PRO Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.A6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTP (Proteksi Mechanical & Electrical)


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

212

PEMBANGKITAN

187

GTM-PRO

KIT 1.1.2.1.A6 K

Pemeliharaan Sipil Kering/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan Geothermal Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Sipil unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan Sipil Kering unit pembangkit PLTP pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan renovasi pada Gedung Turbin unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Sipil unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan Gedung Turbin unit pembangkit PLTP dengan upaya retrofit renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

213

188

GTM-PRO Pemeliharaan Lingkungan Geothermal Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.A6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTP yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan berlanjut pada unit pembangkit PLTP sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTP yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem manajemen lingkungan dengan upaya melaksanakan pemantauan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEMBANGKITAN

214

PEMBANGKITAN

189

GTLCF Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Gheothermal laborant fuel and chemical

KIT 1.1.1.1.1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu melaksanakan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: melaksanakan analisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu mensupervisi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: membimbing pelaksanaan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: meningkatkan keandalan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

215

4.1.4 PELAKSANA OPERASI HIDRO (PLTA)


190 HOP KIT 1.1.4.1.12 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit Hidro yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit Hidro Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan Hidro oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan Hidro lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi untuk hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro. Contoh : membuat rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Hidro. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit Hidro.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

216

p e m b a n g k i ta n

191

HPPO Operasi Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Operation

KIT 1.1.1.1.J3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit Hidro agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Hidro. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Hidro mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit Hidro. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pengoperasian berbagai bagian (Turbin, Generator, alat bantu, handling bahan bakar) dari unit pembangkit Hidro. Mampu melaksanakan pengoperasian unit pembangkit Hidro sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan unit Hidro; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pengoperasian unit pembangkit Hidro sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pengoperasian Turbin unit pembangkit Hidro, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit Hidro yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pengendalian level air waduk yang lebih baik sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit Hidro yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru manajemen pemakaian air waduk sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Hidro di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

217

192

HPM Pemeliharaan Pembangkit Hidro Hidro Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.3. K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik statik unit pembangkit Hidro . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik statik unit Hidro yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik statik unit pembangkit Hidro, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik statik unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner Hidro sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Hidro yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik statik untuk Hidro di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

218

p e m b a n g k i ta n

193

PTM Manajemen Power Trader Power Trader Management

KIT 1.1.4.1.13 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit hidro agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan Power Trader unit pembangkit hidro Contoh: mengetahui pekerjaan Power Trader unit pembangkit hidro Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan Power Trader unit pembangkit hidro Contoh: memahami proses Power Trader unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan trading unit pembangkit hidro sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan trading unit pembangkit hidro sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan trading unit pembangkit hidro, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu mensupervisi dalam menyelesaikan permasalahan Power Trader unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya Power Trader yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energy disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk Power Trader unit pembangkit hidro yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode trading sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit hidro dalam kebijakan Power Trader di Perusahaan. *) lihat Power Trader di kantor induk

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

219

194

POM-HIDRO Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Power Plant Operation & Maintenance

KIT 1.1.4.1.14 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit secara rinci, dari sumber energi potensial air sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkit hidro; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu mensupervisi dalam menyelesaikan permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit hidro yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

220

p e m b a n g k i ta n

4.1.4.1 PLTA
195 HPP-OM KIT 1.1.4.1.50 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTA Hidro Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTA yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh: mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTA. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh: memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTA oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh: membuat network planning inspeksi tahunan PLTA lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Contoh: mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTA

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

221

196

HPO-CCR Operasi Pembangkit PLTA (Ruang Kendali) Hidro Power Plant Operation

KIT 1.1.4.1.51 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara operasi Ruang Kendali PLTA Contoh: mengetahui cara pengoperasian Ruang Kendali PLTA mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Ruang Kendali PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi Ruang Kendali PLTA dari unit pembangkit PLTA Mampu melaksanakan operasi unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Ruang Kendali PLTA ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit Ruang Kendali PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin unit pembangkit Ruang Kendali PLTA, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Ruang Kendali PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan kesiapan cadangan air sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Ruang Kendali PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

222

p e m b a n g k i ta n

197

HPO-Lokal

KIT 1.1.1.3.A1 K

Operasi Pembangkit PLTA (Lokal Turbin Air, Generator) Hidro Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Lokal Turbin Air, Generator pada unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara operasi Lokal Turbin Air, Generator Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Hidro, Generator Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Turbin Air, Generator Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi Lokal Turbin Air, Generator dari unit pembangkit PLTA Mampu melaksanakan operasi Lokal Turbin Air, Generator sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Turbin Air, Generator ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Turbin Air, Generator sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Turbin Air, Generator, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Ruang Kendali PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit Turbin Air, Generator pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk Lokal Turbin Air, Generator yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan cadangan ketersediaan air sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Turbin Air, Generator di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

223

198

HPO-GEN

KIT 1.1.1.3.A2 K

Operasi Pembangkit PLTA (Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator) Hidro Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator pada unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal alat bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator) pembangkit PLTA Mampu melaksanakan operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit PLTA; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA , sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan cadangan ketersediaan air sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Alat Bantu Turbin Air, Generator PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

224

p e m b a n g k i ta n

199

HPO-DAM Operasi PLTA (DAM) Hidropower Plant Operation

KIT 1.1.1.3.A4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi DAM unit pembangkit Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian DAM unit pembangkit PLTA (DAM). Contoh: mengetahui cara pengoperasian dan operasi DAM unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang tata cara peng operasian DAM unit pembangkit PLTA Contoh: memahami pengoperasian DAM unit pembangkit PLTA secara rinci Mampu melaksanakan pekerjaan : mengoperasikan DAM unit PLTA kecil / besar. Contoh: mengoperasikan DAM PLTA dari ruang kendali Mampu mensupervisi pengoperasian DAM unit pembangkit PLTA berdaya terpasang besar. Contoh: membimbing pengoperasian DAM pembangkit PLTA Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi DAM unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi perbaikan pengoperasian DAM PLTA besar/ kecil sebagai sebuah terobosan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi DAM unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode pengoperasian DAM PLTA secara remote sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

225

200

HPO-RAMP Operasi PLTA (Pintu Air) Hidropower Plant Operation

KIT 1.1.1.3.A5 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Pintu Air unit pembangkit Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian pintu air. Contoh: mengetahui cara pengoperasian dan operasi pintu air mulai dari pre-start sampai full load Memahami latar belakang tata cara pengoperasian pintu air 2 Contoh: memahami proses pre-start sampai full load dari sebuah pintu air secara rinci; mampu memahami akibat dari adanya kavitasi terhadap kemampuan unit pembangkit Mampu melaksanakan pekerjaan pengoperasian unit pintu air Contoh: mengoperasikan pintu air Mampu mensupervisi pengoperasian pintu air Contoh: membimbing pengoperasian pintu air Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit pintu air yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi perbaikan pengoperasian pintu air besar/kecil sebagai sebuah terobosan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit pintu air yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode pengoperasian pintu air secara remote sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

226

p e m b a n g k i ta n

201

HPO-SPILL Operasi PLTA (Spillway) Hidropower Plant Operation

KIT 1.1.1.3.A6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Spillway unit pembangkit Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui cara pengoperasian Spillway Contoh: mengetahui cara pengoperasian dan operasi Spillway mulai dari pre-start sampai full load Memahami latar belakang tata cara peng operasian Spillway 2 Contoh: memahami proses pre-start sampai full load dari sebuah Spillway secara rinci; memahami akibat dari adanya kavitasi terhadap kemampuan unit pembangkit Mampu melaksanakan pekerjaan pengoperasian Spillway Contoh: mengoperasikan Spillway Mampu mensupervisi pengoperasian Spillway Contoh: membimbing pengoperasian Spillway Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi unit pembangkit Spillway yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi perbaikan pengoperasian Spillway besar/ kecil sebagai sebuah terobosan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Spillway yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode pengoperasian Spillway secara remote sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

227

202

HPM Pemeliharaan PLTA Hidropower Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.J1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian (pipa pesat, Turbin, Generator, alat bantu, dsb.) dari unit pembangkit PLTA. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan PLTA Contoh: memelihara valve pada PLTA Mampu mensupervisi pekerjaan pemeliharaan PLTA. Contoh: membimbing mengawasi dan mengendalikan pekerjaan memelihara PLTA Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek khususnya pada bagianbagian: Turbin air, instalasi listrik, transformator, Generator, switchgear, peralatan proteksi, sistem kontrol dan instrumen, bendungan/dam, waduk. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi hasil pemeliharaan waduk pada PLTA Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: memperbaiki prosedur kerja memelihara Turbin air PLTA.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

228

p e m b a n g k i ta n

203

RLTMH Manajemen Real Time Trading-PLTA Real Time Trading Management

KIT 1.1.4.1.52 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit. Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelola real time trading unit pembangkit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

229

204

POM-H

KIT 1.1.4.1.53 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTA Hydropower Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA secara rinci, dari sumber energi potensial air sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit PLTA pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

230

p e m b a n g k i ta n

205

HPP-Turbin Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Turbin) Hidropower Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.J2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik Turbin unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik Turbin unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan Turbin Air Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik Turbin unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik Turbin untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

231

206

HPP-AUX

KIT 1.1.2.1.J3 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Auxiliary dan Bengkel) Hidro Power Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pada pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik rotary unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Auxiliary dan Bengkel pada unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTA, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Pompa Minyak Pelumas Turbin PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik rotary unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

232

p e m b a n g k i ta n

207

DPP-DC Pemeliharaan Pembangkit PLTA (DC Power) Hidro Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.J4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan DC Power pada unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

233

208

HPP-POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Listrik Tenaga) Hidro Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.1.J5 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada burner PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

234

p e m b a n g k i ta n

209

HPP -INSTRUMEN

KIT 1.1.2.1.J6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Hidropower Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada kontrol instrumen PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTA di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

235

210

HPP-PROTECT

KIT 1.1.2.1.J7 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTA (Proteksi Mechanical & Electrical) Hidropower Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment proteksi pada Turbin PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

236

p e m b a n g k i ta n

211

HCE-PLTA

KIT 1.1.2.1.J8 K

Pemeliharaan Sipil Basah/ Bendungan dan Spill way-PLTA Hydrolica Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara pekerjaan sipil basah di unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan sipil basah unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan sipil basah unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem sipil basah dengan upaya menjaga kondisi saluran limpas dalam kondisi baik sehingga bendungan aman.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

237

212

SCE-PLTA

KIT 1.1.2.1.J9 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana, Jalan dan Jembatan-PLTA Structural Civil Engineering
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara pekerjaan sipil kering di unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan sipil kering unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukanpemeliharaan rutin dan perbaikan bangunan sipil kering PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan sipil kering unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan bangunan sipil kering dengan upaya perbaikan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

238

p e m b a n g k i ta n

213

EVM-PLTA Pemeliharaan Lingkungan-PLTA Environment Maintenance

KIT 1.1.2.1.J10 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan sipil lingkungan unit pembangkit PLTA agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTA yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada Turbin PLTA sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTA yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan kualitas lingkungan dengan upaya pemantauan lingkungan yang rutin dan ketat sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

239

214

HLCF Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Hidro Laborant Fuel and Chemical

KIT 1.1.1.3.A7 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu melaksanakan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: melaksanakan analisis masalah air, bahan bakar, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu mensupervisi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: membimbing pelaksanaan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: meningkatkan keandalan laboratorium yang menganalisis masalah air, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

240

p e m b a n g k i ta n

4.1.5 PELAKSANA OPERASI DIESEL (PLTD)


215 DPP-DSL KIT 1.1.4.1.15 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit Diesel yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit Diesel Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan Diesel oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan Diesel lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel. Contoh : membuat rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance pembangkit Diesel. Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit Diesel. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya operasi pembangkit Diesel. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat operasi dan pemeliharaan pembangkit Diesel. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan pemeliharaan unit pembangkit Diesel.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

241

216

DPO-DSL Operasi Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation

KIT 1.1.1.2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit Diesel agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Diesel. Contoh: mengetahui cara pengoperasian unit pembangkit Diesel mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi unit pembangkit Diesel. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian dari unit pembangkit Diesel. Mampu melaksanakan pemeliharaan unit pembangkit Diesel sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan unit Diesel ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit pembangkit Diesel sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi unit pembangkit Diesel, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan operasi unit pembangkit Diesel yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling HSD yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit Diesel yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan nilai kalor HS sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Diesel di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

242

p e m b a n g k i ta n

217

DPM-DSL Pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.2. K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Diesel agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik statik unit pembangkit Diesel. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari mekanik statik unit pembangkit Diesel . Mampu melaksanakan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara mekanik statik unit Diesel yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin mekanik unit pembangkit Diesel, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan mekanik unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan mekanik unit pembangkit Diesel yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan mekanik untuk Diesel di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

243

218

RLTMD Manajemen Power Trader-Diesel Power Trader Management

KIT 1.1.4.1.16 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit Diesel dengan Transmission Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan power trader unit pembangkit diesel Contoh: mengetahui pekerjaan power trader unit pembangkit diesel Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan power trader unit pembangkit diesel Contoh: memahami proses power trader unit pembangkit diesel secara rinci, dari sumber pembangkit diesel yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan power trader unit pembangkit diesel sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola power trader pembangkitan Diesel memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan power trader unit pembangkit diesel sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan power trader unit pembangkitan Diesel, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan power trader unit pembangkit diesel yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan unit pembangkit Diesel pada tingkat biaya power trader yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk power trader unit pembangkit diesel yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode tradingsebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit Diesel dalam kebijakan power trader di Perusahaan. *) lihat power trader di kantor induk

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

244

p e m b a n g k i ta n

219

DOM-DSL

KIT 1.1.4.1.17 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit Diesel Diesel Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit diesel secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkit diesel; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan Diesel, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi dalam menyelesaikan permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel yang bersifat komplek dan/ atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit Diesel pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit diesel yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

245

4.1.5.1 PLTD
220 DPP-D KIT 1.1.4.1.47 K

Perencanaan Operasi dan pemeliharaan Pembangkit PLTD Diesel Power Plant Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan pembangkit PLTD yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran overhaul pembangkit PLTD. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan PLTD oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan PLTD lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Contoh : mensupervisi pembuatan rencana operasi dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance unit pembangkit PLTD. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasi operasi PLTD. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat pada unit pembangkit PLTD. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan unit pembangkit PLTD.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

246

p e m b a n g k i ta n

221

DPO-CCR Operasi Pembangkit PLTD (Ruang Kendali) Diesel Power Plant Operation

KIT 1.1.1.2.A1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) mulai dari pre-start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Ruang Kendali PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi Ruang Kendali PLTD dari unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) Mampu melaksanakan operasi unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Turbin unit pembangkit Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) dari Ruang Kendali, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pembangkit PLTD pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling bahan bakar minyak yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Ruang Kendali PLTD (bahan bakar minyak) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

247

222

DPO-Lokal Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation

KIT 1.1.1.2.A2 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi Ruang Kendali PLTD dari unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) Mampu melaksanakan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak); memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi lokal PLTD (bahan bakar minyak) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling bahan bakar minyak yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar minyak) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

248

p e m b a n g k i ta n

223

DPO-GEN

KIT 1.1.1.2.A3 K

Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) mulai dari prestart sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Diesel, Generator unit pembangkit PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) Mampu melaksanakan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit PLTD (bahan bakar minyak) ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk mill sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator PLTD (bahan bakar minyak) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

249

224

DPO-Lokal Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation

KIT 1.1.1.2.A4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi lokal unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi lokal PLTD dari unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Mampu melaksanakan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas), memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: mampu membimbing pelaksanaan operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi lokal PLTD (bahan bakar gas) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi lokal PLTD pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Diesel, Generator (bahan bakar gas) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

250

p e m b a n g k i ta n

225

DPO-GEN

KIT 1.1.1.2.A5 K

Operasi Pembangkit PLTD (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi lokal alat bantu unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) mulai dari pre-start sampai full load. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Diesel, Generator unit pembangkit PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Mampu melaksanakan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit PLTD (bahan bakar gas); memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi alat bantu Diesel, Generator pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator PLTD (bahan bakar gas) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

251

226

DPO-K Operasi Pembangkit PLTD Kecil Diesel Power Plant Operation

KIT 1.1.1.2.A6 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi unit pembangkit PLTD kecil agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Ruang Kendali PLTD (bahan bakar gas) mulai dari pre-start sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Ruang Kendali PLTD kecil Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses operasi Ruang Kendali PLTD kecil dari unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Mampu melaksanakan operasi unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas) ; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi unit Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi unit pembangkit Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi PLTD kecil pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi unit pembangkit PLTD kecil (bahan bakar gas) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Ruang Kendali PLTD kecil (bahan bakar gas) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

252

p e m b a n g k i ta n

227

DPO-Lokal

KIT 1.1.1.2.A7 K

Operasi Pembangkit PLTD kecil (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) Diesel Power Plant Operation
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi sesuai dengan standing operation procedure yang berlaku, dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai kemampuan aktual unit, serta menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui cara operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Contoh: mengetahui cara pengoperasian Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar minyak) mulai dari prestart sampai full load. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi Lokal Diesel, Generator unit pembangkit PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses operasi berbagai bagian (Lokal Alat Bantu Diesel, Generator) pembangkit PLTD (bahan bakar gas) Mampu melaksanakan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengoperasikan Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit PLTD (bahan bakar gas); memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas), sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator PLTD pada tingkat biaya operasi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan handling Gas yang lebih baik sebelum masuk ruang bakar Diesel sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator unit pembangkit PLTD (bahan bakar gas) yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menetapkan metode baru pemeriksaan efisiensi thermal sebagai sebuah standar kebijakan untuk operasi Lokal Alat Bantu Diesel, Generator PLTD (bahan bakar gas) di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

253

228

DPPM-D Pemeliharaan Pembangkit Diesel-PLTD Diesel Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.2.A1 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan unit pembangkit PLTD. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan berbagai bagian dari unit pembangkit PLTD. Mampu melaksanakan pemeliharaan unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara PLTD; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menemukan sumber gangguan vibrasi pada sebuah PLTD dan dapat merekomendasikan cara mengatasinya sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

254

p e m b a n g k i ta n

229

PTM-D Manajemen real time trading-PLTD Real time trading Management

KIT 1.1.4.1.48 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola trading unit pembangkit PLTD dengan Transmisi Management agar dapat bertransaksi sesuai dengan kapasitas pembangkit secara efektif dan efisiensi dengan memperhatikan spesifikasi teknik yang disyaratkan, kapasitas yang diperjanjikan dan Daya yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTD Contoh: mengetahui pekerjaan real time trading unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan real time trading unit pembangkit PLTD Contoh: memahami proses real time trading unit pembangkit PLTD secara rinci, dari sumber pembangkit yang dimiliki Mampu melaksanakan pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola real time trading pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan real time trading unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan real time trading unit pembangkitan PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan real time trading unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan penjualan kWh unit pembangkit PLTD pada tingkat biaya real time trading yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan penawaran energi disaat pembangkit lain tidak mampu mengisi grid sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk real time trading unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kesiapan Unit Pembangkit PLTD dalam kebijakan real time trading di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

255

230

POM-D

KIT 1.1.4.1.49 K

Manajemen Operasi dan pemeliharaan Pembangkit-PLTD Power Plant Operation & Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit pembangkit. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD Contoh: mengetahui pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD Contoh: memahami proses pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: mengelola operasi dan pemeliharaan pembangkitan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan operasi dan pemeliharaan unit pembangkitan PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

256

p e m b a n g k i ta n

231

DPP-AUX

KIT 1.1.2.2.A2 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Auxiliary dan Bengkel) Diesel Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pada pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTD Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTD. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel pada unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara Auxiliary dan Bengkel pada unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu membimbing; mampu melaksanakan pengendalian dan pembimbingan atas pengelolaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan Auxiliary dan Bengkel unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Pompa bahan bakar PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan Auxiliary dan Bengkel untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

257

232

DPP-POWER Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Listrik Tenaga) Diesel Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.2.A3 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara listrik tenaga unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan listrik tenaga unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada Busbar 6 kV PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan listrik tenaga unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan listrik tenaga untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

258

p e m b a n g k i ta n

233

DPP-DC Pemeliharaan Pembangkit PLTD (DC Power) Diesel Power Plant Maintenance

KIT 1.1.2.2.A4 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD Memahami belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara DC Power unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan DC Power pada unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan DC Power unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance pada battery PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan DC Power unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode predictive maintenance sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan DC Power untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

259

234

DPP-PROTEC

KIT 1.1.2.2.A5 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Proteksi-Mechanical & Electrical) Diesel Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD. Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target pembebanan yang ditetapkan. Contoh: memelihara proteksi unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target pembebanan . Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target pembebanan . Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target pembebanan yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyebab kerusakan peralatan dalam menyelesaikan permasalahan pemeliharaan Proteksi pada unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan proteksi unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment predictive maintenance pada Turbin proteksi PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan proteksi unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya retrofit proteksi menjadikan sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan proteksi untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

260

p e m b a n g k i ta n

235

DPP -INSTRUMEN

KIT 1.1.2.2.A6 K

Pemeliharaan Pembangkit PLTD (Kontrol Instrumen-Software dan Hardware) Diesel Power Plant Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD. Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD. Contoh: mampu memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara kontrol instrumen unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan kontrol instrumen unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan re-adjustment pada kontrol instrumen PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan kontrol instrumen unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode retrofit sebagai sebuah standar kebijakan pemeliharaan kontrol instrumen untuk PLTD di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

261

236

SCE-PLTD

KIT 1.1.2.2.A7 K

Pemeliharaan Bangunan Struktur/ Sarana dan Prasarana-PLTD Structural Civil Engineering


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara pekerjaan sipil di unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan sipil unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan merenovasi bangunan sipil pada Turbin PLTD sebagai sebuah terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan sipil unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem proteksi dengan upaya renovasi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

262

p e m b a n g k i ta n

237

EVM-PLTD Pemeliharaan Lingkungan-PLTD Environment Maintenance

KIT 1.1.2.2.A8 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola lingkungan unit pembangkit PLTD agar dapat beroperasi secara ramah lingkungan dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan pembangkit, serta dapat menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; mengetahui pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD Contoh: mengetahui berbagai jenis pekerjaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD Contoh: memahami secara lengkap dan rinci proses pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD . Mampu melaksanakan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: memelihara lingkungan unit PLTD yang memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengelolaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi peningkatan keandalan pemeliharaan lingkungan unit pada tingkat biaya yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin dan terus menerus pada PLTD sebagai sebuah terobosan, sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan yang penanganannya memerlukan biaya tinggi. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru persyaratan/ penggunaan standar yang lebih tepat untuk pemeliharaan lingkungan unit pembangkit PLTD yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: meningkatkan keandalan sistem manajemen lingkungan dengan upaya melaksanakan sesuai perundangan lingkungan yang berlaku untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan PLTD.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

263

238

DLCF Labaratorium Kimia dan Bahan Bakar Diesel laborant fuel and chemical
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Level Deskripsi Perilaku Mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: mengetahui pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: memahami pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu melaksanakan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: melaksanakan analisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu mensupervisi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air,bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: membimbing pelaksanaan pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengelolaan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan Contoh: meningkatkan keandalan laboratorium yang menganalisis masalah air, bahan bakar diesel, minyak pelumas, dan pencemaran lingkungan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

p e m b a n g k i ta n

264

p e m b a n g k i ta n

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

4.2 PENYALURAN
KORPORAT

KANTOR INDUK

PELAYANAN PEMELIHARAAN

PELAYANAN PENGATURAN BEBAN

PELAKSANA TEKNIS GI

PELAKSANA TEKNIS TRANSMISI

PELAKSANA TEKNIS PRODATEL

PELAKSANA TEKNIS OPERASI

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

267

4.2.1 KORPORAT
239 TEP Perencanaan Jangka Panjang Sistem Penyaluran Transmission expansion planning
Kemampuan untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan pasokan tenaga listrik dalam jangka panjang secara optimal, dengan mempertimbangkan ketersediaan energi primer dan teknologi penyaluranan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pembuatan transmission expansion planning. 1 Contoh: mengetahui proses yang terkait dengan transmission expansion planning antara lain engineering economics, karakteristik penyaluran dan energi primer, mengerti konsep neraca daya, reserve margin, dependable capacity dan Integrated design PSO dan non PSO. Memahami secara komprehensif proses pembuatan transmission expansion planning serta parameter yang berhubungan dengan transmission expansion planning. Contoh: memahami metode perhitungan dalam transmission expansion planning, mampu menghitung neraca daya, reserve margin, mengetahui potensi energi primer, mengetahui asumsi yang berhubungan dengan pengambilan keputusan investasi di sisi penyaluranan. Mampu melaksanakan pembuatan transmission expansion planning sesuai dengan metode dan parameter yang telah ditentukan. Contoh: menentukan kebutuhan penyaluran baru. Mampu mensupervisi parameter transmission expansion planning dengan metode yang telah ditentukan. Contoh: mensupervisi perubahan parameter model penyaluran untuk kebutuhan perhitungan optimasi transmission expansion planning, mampu menetapkan asumsi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan investasi penyaluran. Mampu menganalisa dan mengevaluasi sistem tenaga listrik dalam proses transmission expansion planning dan mampu mengintegrasikan hasil transmission expansion planning dalam transmission expansion planning yg terintegrasi dengan design KSO dan non KSO Contoh: menganalisa dan mengevaluasi kandidat penyaluran baru dalam perhitungan transmission expansion planning, menentukan lokasi dengan mempertimbangkan ketersediaan energi primer, aspek lingkungan hidup dan hasil transmission planning. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perhitungan transmission expansion planning berbasis Makro ekonomi yang mencakup perencanaan terpadu KSO dan non KSO Contoh: menentukan metode penentuan investasi penyaluran, menetapkan alat bantu perhitungan dalam transmission expansion planning.

LUR 1.2.4.1.1 P

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2 PENYALURAN

268

PEN Y A L URAN

240

ETP Kebijakan Penyaluran Energi Listrik Energy Transaction Policy

LUR 1.2.4.1.2 P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan penyaluran operasi sistem tenaga listrik secara real time, termasuk dispatching antar regional control centre Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar pengoperasian sistem tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pengoperasian instalasi tenaga listrik dan batas operasi sistem tenaga listrik, mengetahui prinsip prinsip switching. Memahami secara komprehensif proses pengaturan sistem tenaga listrik. Contoh: Memahami metode pengaturan penyaluran tenaga listrik, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian operasi tenaga listrik sesuai melalui perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: dapat memerintahkan merubah tingkat pembebanan, memerintahkan switching transmisi, mengatur frekuensi dan tegangan. Mampu mensupervisi pengendalian operasi dalam kondisi darurat, mengatasi gangguan dan memulihkan, dengan menerapkan SOP serta memilih alternatif yang sesuai dengan kondisi aktual. Contoh: mensupervisi pemulihan sistem dari gangguan besar, mampu melakukan modifikasi urutan switching karena terjadinya perubahan kesiapan instalasi tenaga listrik. Mampu menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi sistem untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi untuk menyesuaikannya dengan perubahan kondisi sistem yang aktual, mampu melakukan pelatihan melalui dispatching training simulator (DTS) dengan skenario yang telah ditentukan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru strategi dan metode pengaturan sistem tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi sistem tenaga listrik. Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

269

Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy


Kemampuan untuk merencanakan kebijakan pembelian listrik dari IPP dengan operasi sistem tenaga listrik secara real time. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar pembelian listrik dari IPP sistem tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pembelian listrik dari IPP instalasi tenaga listrik dan batas operasi sistem tenaga listrik, mengetahui prinsip prinsip switching. Memahami secara komprehensif proses pengaturan sistem tenaga listrik. Contoh: Memahami metode pengaturan penyaluran tenaga listrik, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian pembelian listrik dari IPP tenaga listrik sesuai melalui perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: dapat memerintahkan merubah kuota pembelian listrik dari IPP, memerintahkan switching transmisi, mengatur frekuensi dan tegangan. Mampu mensupervisi pengendalian pembelian listrik dari IPP dalam kondisi darurat, mengatasi gangguan dan memulihkan, dengan menerapkan SOP serta memilih alternatif yang sesuai dengan kondisi aktual. Contoh: mensupervisi pembelian listrik dari IPP serta mampu melaksanakan perubahan kuota pembelian energi listrik Mampu memodifikasi rencana pembelian listrik dari IPP untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi rencana pembelian listrik dari IPP untuk menyesuaikannya dengan perubahan kondisi sistem yang aktual Mampu menganalisis dan mengevaluasi strategi dan metode pengaturanpembelian listrik dari IPP Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

241

PPP

LUR 1.2.4.1.3 P

270

PEN Y A L URAN

242

MAP Kebijakan Pemelihaaraan Aset Management Asset Policy

LUR 1.2.4.1.4 P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan pemeliharaan asset sistem tenaga listrik secara real time, termasuk dispatching antar area control centre Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar pemeliharaan asset sistem tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pemeliharaan asset Memahami secara komprehensif proses pengaturan pemeliharaan asset 2 Contoh: Memahami metode pengaturan pemeliharaan asset tenaga listrik, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian pemeliharaan asset sesuai melalui perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: dapat melakukan pemeliharaan asset sesuai ketentuan yang berlaku Mampu mensupervisi pengendalian pemeliharaan asset Contoh: melakukan supervisi yang berlaku pemeliharaan asset sesuai ketentuan

Mampu mengatasi permasalahan kegiatanpemeliharaan asset Contoh: mengevaluasi permasalahan kegiatan pemeliharaan asset Mampu menganalisis dan mengevaluasi strategi dan metode pengaturan pemeliharaan asset Contoh: mengembangkan metode pemeliharaan asset

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

271

Kebijakan Pengukuran Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Metering Policy
Kemampuan untuk menganalisa transaksi niaga antara penyaluran termasuk dari IPP, penyaluran, dan distribusi Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi dasar peralatan metering, mampu mengambil data pengukuran dan dapat mengindentifikasikan indikator pada meter transaksi. Contoh: mengetahui cara kerja meter-kwh, mengetahui faktor kali pada meter transaksi, membaca data transaksi melalui stand register dan dapat mengindentifikasikan indikator yang ada pada meter transaksi. Memahami bidang penggunaan komputer, dapat mengoperasikan software pembaca data meter untuk pengambilan data hasil pengukuran, dapat mengolah serta menganalisa data transaksi yang diperoleh melalui download maupun pembacaan register, memahami prosedur tetap dalam pelaksanaan pengambilan data hasil pengukuran, dan memahami akurasi meter transaksi. Contoh: Memahami penggunaan software MS-Excel dan MS-Word untuk pembuatan berita acara pengambilan data meter, dapat melakukan download baik secara lokal maupun remote, dapat mengolah data hasil download maupun pembacaan stand register sebagai lampiran maupun bahan untuk membuat berita acara. Dapat melaksanakan prosedur tetap yang berlaku seperti: tata cara pengambilan data pengukuran dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, melakukan pemutusan dan pemasangan segel, dapat mengetahui klas akurasi meter transaksi. Mampu melaksanakan pembandingan data hasil pengukuran meter transaksi, dengan mengatasi permasalahan sistem metering dengan pihak-pihak yang berkepentingan, dapat mengoperasikan meter elektronik, dapat membuat perhitungan faktor kali meter dan faktor koreksi, mengetahui standar pengukuran (IEC/ANSI), memahami dasardasar teknologi informasi. Contoh: dapat membandingkan perbedaan pembacaan meter serta penyelesaiannya, melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelesaian masalah metering. Mampu mensupervisi perbedaan pembacaan meter elektronik dan sistem komunikasi metering, dan mampu melakukan tindakan korektif bila ditemukan adanya kelainan/anomali, mampu menggunakan alat kerja yang terkait dengan metering, mampu menganalisa penyebab gangguan pada software sistem metering. Contoh: dapat Mampu mensupervisi kelainan/ perbedaan pembacaan meter serta penyelesaiannya Analisa dan evaluasi trouble shooting perbedaan pembacaan meter, kelainan hardware dan software metering baik di sisi sistem metering maupun sistem komunikasi data yang terkait dengan remote reading dan AMR. Contoh: Analisa dan evaluasi trouble shooting pemasangan hardware server serta jalur komunikasi data, melakukan validasi data meter di server sistem AMR, menguasai akses data dari meter sampai tersimpan di server (sebagai administrator database), melakukan penggantian card modul pada meter maupun pada server.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

243

ETM

LUR 1.2.4.1.5 P

272

Mampu mengembangkan dan merencanakan sistem metering sesuai dengan kebutuhan mekanisme jual beli tenaga listrik serta membuat aturan-aturan yang berhubungan dengan meter transaksi. Contoh: merencanakan pengembangan sistem metering, menampung kebutuhan transaksi tenaga listrik, membuat prosedur tetap mengenai penggunaan, pemeliharaan dan pengambilan data transaksi pada meter transaksi.

PEN Y A L URAN

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

273

Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement


Kemampuan untuk melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik pada sistem jaringan tenaga listrik (grid) secara akurat dan akuntabel dengan mempertimbangkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui, mengerti dan mampu mengkompilasi secara akurat dan benar data transaksi tenaga listrik yang berhubungan dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan penyaluran, kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik dengan distribusi (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA) serta data energi yang digunakan untuk penyusunan laporan neraca energi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: Mengetahui, mengkompilasi data transaksi penyaluran (energi, realisasi availability factor, realisasi pembebanan dan ketidaksiapan penyaluran, data indikator ekonomi, data kontrak dan lainnya), data transaksi distribusi (energi WBP/LWBP, faktor beban, beban puncak koinsiden, MVA available), data energi untuk neraca (pemakaian sendiri gardu induk, realisasi transfer setiap distribusi, susut transmisi setiap region). Memahami verifikasi data pendukung setelmen PSA, TSA dan mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang sederhana sesuai dengan kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA). Contoh: Memahami verifikasi perhitungan energi WBP/LWBP, MW koinsiden (berita acara PSA terurai) dan perhitungan MVA available setiap distribusi (berita acara TSA) dan membuat laporan neraca energi. Mampu melaksanakan verifikasi data pendukung setelmen PPA termasuk indikator ekonomi serta mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang lebih komplek berdasarkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan penyaluran (PPA), termasuk perusahaan penyaluran swasta (IPP). Contoh: perhitungan transaksi jumlah tagihan final (berita acara JTF) dengan perusahaan penyaluran, verifikasi data indikator ekonomi (kurs, indek harga konsumen, inflasi, harga bahan bakar minyak, dan lain-lain). Mampu mensupervisi verifikasi hasil setelmen sesuai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan penyaluran (PPA), kesepakatan dengan distribusi (PSA dan TSA) serta mampu membuat laporan dan melakukan evaluasi PPA, PSA dan TSA. Contoh: Mampu mensupervisi TSA antara suatu unit transmisi dengan Single Buyer. Menganlisa dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli tenaga listrik yang merepresentasikan perjanjian jual beli tenaga listrik seperti kontrak PPA IPP, kontrak penjualan ke distribusi (PSA), biaya jasa transmisi (TSA) dan mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan PSA/TSA. Contoh: Menganlisa dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli listrik antara perusahaan penyaluran dengan Single Buyer. Mampu membuat metode baru sistem dan proses setelmen transaksi tenaga listrik yang akurat dan akuntabel, mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan mekanisme PPA dan mampu melakukan publikasi setelmen PPA, PSA dan TSA. Contoh: membuat metoda prosedur penyelesaian klaim pada mekanisme PPA. Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

244

ETS

LUR 1.2.4.1.6 P

274

PEN Y A L URAN

245

CTP-EC

LUR 1.2.4.1.7 P

Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Penyaluran Korporat Transmission Performance Evaluation and Control Corporate
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola unit kerja agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan target kinerja yang disepakati, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit kerja. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kinerja unit Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit kerja Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit kerja Contoh: memahami proses evaluasi kinerja unit kerja secara rinci, dari sumber energi primer sampai menghasilkan tenaga listrik. Mampu melaksanakan pengelolaan pencapaian target kinerja sesuai persyaratan dan standar yang berlaku. Contoh: melaksanakan pencapaian target kinerja Mampu mensupervisi pengelolaan sehingga dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi pencapaian target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi permasalahan evaluasi pencapaian target kinerja yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi pencapaian kinerja unit sebagai terobosan. Mampu berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pencapaian kinerja yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode baru untuk pencapaian kinerja sebagai sebuah standar kebijakan untuk pencapaian kinerja Unit.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

275

246

EMG Manajemen Energi Energy Management

LUR 1.2.4.1.8 I

Kemampuan untuk mengalokasikan daya dan produksi pusat listrik secara optimal dengan mempertimbangkan batasan operasi instalasi dan sistem tenaga listrik berdasarkan hasil penjabaran perencanaan korporat di bidang penyaluran energi tenaga listrik Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses manajemen energi serta proses yang berhubungan dengan manajemen energi. 1 Contoh: mengetahui konsep load forecast, jadual pemeliharaan pembangkit, optimasi hidro-termal, operasi waduk, production simulation, unit commitment dan economic dispatch. Memahami secara komprehensif proses pelaksanaan manajemen energi 2 Contoh: memahami keunggulan dan kelemahan metode yang digunakan untuk load forecast, jadual pemeliharaan pembangkit, optimasi hidrotermal, operasi waduk, production simulation, unit commitment dan economic dispatch. Mampu melaksanakan proses manajemen energi dengan menggunakan metode dan parameter yang sudah ditetapkan. Contoh: mempersiapkan perencanaan operasi (penjadualan pemeliharaan, pola operasi waduk), melakukan alokasi energi pembangkit (production simulation, unit commitment, economic dispatch). Mampu mensupervisi modifikasi parameter model-model yang digunakan dalam manajemen energi. Contoh: mensupervisi perubahan parameter model pembangkit untuk kebutuhan perhitungan optimasi hidro-termal. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model sistem tenaga listrik dalam proses manajemen energi, membuat model pembangkit yang merepresentasikan kontrak IPP (independent power producer) atau kontrak energi primer, membuat model network untuk merepresentasikan kendala penyaluran. Contoh: Mengevaluasi permasalahan operasi kedalam rencana perbaikan tanpa melupakan penerapan Program perancanaan korporat Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru optimasi dalam proses manajemen energi, berdasarkan penjabaran Program operasi penyaluran tenaga listrik dengan memperhatikan metode penjadualan pemeliharaan pembangkit, perbaikan metode optimasi alokasi energi, menentukan alat bantu perhitungan di dalam manajemen energi. Contoh: Optimasi penjabaran Program korporat kedalam program kerja tahunan

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2.2 KANTOR INDUK

276

PEN Y A L URAN

247

PSA-P Program Analisis Sistem Tenaga Power System Analysis Programme

LUR 1.2.4.1.9 I

Kemampuan untuk membuat model sistem tenaga listrik dan menghitung aliran daya, arus hubung singkat, mengevaluai stabilitas sistem tenaga listrik serta mengimplementasikannya dalam strategi operasi. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses perhitungan analisa sistem tenaga. Contoh: mengetahui kegunaan studi loadflow, short circuit dan stabilitas, mengetahui pemodelan sistem tenaga. Memahami secara komprehensif proses perhitungan analisa sistem tenaga serta parameter yang berhubungan. Contoh: memahami metode perhitungan dalam analisa sistem tenaga serta pemanfaatannya, memahami cara-cara pengaturan tegangan dan keandalan sistem, memahami strategi operasi normal, island operation, skema load shedding, konsep stabilitas transient dan small signal. Mampu melaksanakan perhitungan analisa sistem tenaga steady state (aliran daya dan hubung singkat) dengan metode dan parameter yang sudah ditentukan. Contoh: Melaksanakan perhitungan load shedding dan islanding operation pada kondisi steady state, membuat studi aliran daya dan hubung singkat. Mampu mensupervisi pelaksanaan perhitungan analisa sistem tenaga kondisi dinamik dengan metode dan parameter yang sudah ditentukan. Contoh: mensupervisi pembuatan studi load shedding dan island operation dengan model dinamik, membuat studi stabilitas transient untuk load reject test, membuat studi stabilitas small signal utk menentukan batas stabilitas sistem tenaga, merancang skema load shedding dan island operation. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model sistem tenaga listrik untuk analisa sistem tenaga serta mampu Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pembuatan model sistem tenaga listrik. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi model dan parameter sistem tenaga listrik guna memodelkan kasus yang di studi, mampu mengkalibrasi hasil perhitungan guna mengkompensasi kelemahan modelling, mampu memformulasikan strategi operasi berdasarkan hasil studi analisa sistem tenaga. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru tentang analisa sistem tenaga listrik serta merekomendasikan strategi operasi sistem yang baru. Contoh: menentukan perbaikan metode yang perlu diaplikasikan dalam suatu analisa sistem tenaga, memilih software sebagai alat bantu dalam analisa sistem tenaga, merancang strategi operasi sistem tenaga.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

277

Program Perencanaan Interkoneksi Sistem Tenaga Power System Interconnection Planning Programme
Kemampuan untuk merencanakan Program sistem operasi real time tenaga listrik secara sistem terinterkoneksi Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar pengoperasian sistem tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pengoperasian instalasi tenaga listrik dan batas operasi sistem tenaga listrik, mengetahui prinsip prinsip switching. Memahami secara komprehensif proses pengaturan sistem tenaga listrik. Contoh: Memahami metode pengaturan tegangan dan frekuensi, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian operasi tenaga listrik sesuai dengan perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: dapat memberikan perubahan tingkat pembebanan, memerintahkan switching transmisi, mengatur frekuensi dan tegangan. Mampu mensupervisi operasi dalam kondisi darurat, mengatasi gangguan dan memulihkan, dengan menerapkan SOP serta memilih alternatif yang sesuai dengan kondisi aktual. Contoh: mensupervisi pemulihan sistem dari gangguan besar, mampu melakukan modifikasi urutan switching karena terjadinya perubahan kesiapan instalasi tenaga listrik. Mampu menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi sistem untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi untuk menyesuaikannya dengan perubahan kondisi sistem yang aktual, mampu melakukan pelatihan menggunakan dispatching training simulator (DTS) dengan skenario yang telah ditentukan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru strategi dan metode pengaturan sistem tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi sistem tenaga listrik. Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator). sistem

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

248

PSPP

LUR 1.2.4.1.10 I

278

PEN Y A L URAN

249

MPP Perencanaan Program pemeliharaan Maintenance Planning Programme

LUR 1.2.4.1.11 I

Pengetahuan tentang jenis, fungsi dan batasan pemeliharaan peralatan gardu induk (termasuk trafo-tenaga/reaktor), serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, perencanaan dan pengembangan metode pemeliharaan/ penggantian /pemasangan peralatan gardu induk konvensional tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan gardu induk konvensional, dan jenis-jenis pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional tengangan tinggi dan ekstra tinggi. Contoh: trafo ukur, PMT, PMS, arrester, busbar; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif, pemeliharaan prediktif. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi peralatan gardu induk konvensional, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional. Contoh: memahami Cara kerja PMT untuk memutus arus beban/arus gangguan hubungsingkat dengan kemampuan tertentu, pemeliharaan periodik untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Mampu melaksanakan perencanaan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pemeliharaan periodik PMT. Mampu mensupervisi perencanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan trouble-shooting dan tindakan korektif/ perbaikan kerusakan. Contoh: mensupervisi perencanaan pemeliharaan PMT lima tahunan serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi perencanaan pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional, serta mampu merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan peralatan gardu induk konvensional. Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian peralatan PMT dengan interrupting chamber PMT, dan membuat program pemeliharaan tahunan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional termasuk predictive maintenance, mampu melaksanakan analisa dan evaluasi operasi peralatan gardu induk konvensional. Contoh: menyempurnakan metode predictive maintenance untuk PMT.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

279

Pengendalian Setelmen Transaksi Energi Listrik Electricity Energy Transaction Settlement Control
Kemampuan untuk mengendalikan transaksi tenaga listrik pada sistem jaringan tenaga listrik (grid) secara akurat dan akuntabel dengan mempertimbangkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui, mengerti dan mampu cara mengendalikan transaksi tenaga listrik secara akurat dan benar data transaksi tenaga listrik yang berhubungan dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pembangkit, kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik dengan distribusi (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA) serta data energi yang digunakan untuk penyusunan laporan neraca energi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: mengerti cara mengendalikan data transaksi pembangkit (energi, realisasi availability factor, realisasi pembebanan dan ketidaksiapan pembangkit, data indikator ekonomi, data kontrak dan lainnya), data transaksi distribusi (energi WBP/LWBP, faktor beban, beban puncak koinsiden, MVA available), data energi untuk neraca (pemakaian sendiri gardu induk, realisasi transfer setiap distribusi, susut transmisi setiap region). Memahami cara mengendalikan setelmen PSA, TSA dan mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang sederhana sesuai dengan kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA). Contoh: Memahami perhitungan energi WBP/LWBP, MW koinsiden (berita acara PSA terurai) dan perhitungan MVA available setiap distribusi (berita acara TSA) dan membuat laporan neraca energi. Mampu melaksanakan pengendalian setelmen PPA termasuk indikator ekonomi serta mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang lebih komplek berdasarkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pembangkit (PPA), termasuk perusahaan pembangkit swasta (IPP). Contoh: perhitungan transaksi jumlah tagihan final (berita acara JTF) dengan perusahaan pembangkit, verifikasi data indikator ekonomi (kurs, indek harga konsumen, inflasi, harga bahan bakar minyak, dan lain-lain). Mampu mensupervisi verifikasi hasil setelmen sesuai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan pembangkit (PPA), kesepakatan dengan distribusi (PSA dan TSA) serta mampu membuat laporan dan melakukan evaluasi PPA, PSA dan TSA. Contoh: Mampu mensupervisi perhitungan transaksi TSA antara suatu unit transmisi dengan Single Buyer. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli tenaga listrik yang merepresentasikan perjanjian jual beli tenaga listrik seperti kontrak PPA IPP, kontrak penjualan ke distribusi (PSA), biaya jasa transmisi (TSA) dan mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan PSA/TSA. Contoh: membuat model setelmen transaksi jual beli listrik antara perusahaan pembangkit dengan Single Buyer.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

250

ETSC

LUR 1.2.4.1.12 I

280

Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem dan proses setelmen transaksi tenaga listrik yang akurat dan akuntabel, mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan mekanisme PPA dan mampu melakukan publikasi setelmen PPA, PSA dan TSA. Contoh: membuat metoda baru prosedur penyelesaian klaim pada mekanisme PPA.

PEN Y A L URAN

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

281

Program Pengukuran Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Metering


Kemampuan untuk menganalisa cara kerja, pengoperasian dan trouble-shooting meter energi sebagai alat ukur transaksi serta menguasai sistem metering dan pengembangannya yang merupakan bagian dari proses transaksi tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi dasar peralatan metering, mampu mengambil data pengukuran dan dapat mengindentifikasikan indikator pada meter transaksi. Contoh: mengetahui cara kerja meter-kwh, mengetahui faktor kali pada meter transaksi, membaca data transaksi melalui stand register dan dapat mengindentifikasikan indikator yang ada pada meter transaksi. Memiliki kemampuan di bidang penggunaan komputer, dapat mengoperasikan software pembaca data meter untuk pengambilan data hasil pengukuran, dapat mengolah serta menganalisa data transaksi yang diperoleh melalui download maupun pembacaan register, memahami prosedur tetap dalam pelaksanaan pengambilan data hasil pengukuran, dan memahami akurasi meter transaksi. Contoh: dapat menggunakan software MS-Excel dan MS-Word untuk pembuatan berita acara pengambilan data meter, dapat melakukan download baik secara lokal maupun remote, dapat mengolah data hasil download maupun pembacaan stand register sebagai lampiran maupun bahan untuk membuat berita acara. Dapat melaksanakan prosedur tetap yang berlaku seperti: tata cara pengambilan data pengukuran dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, melakukan pemutusan dan pemasangan segel, dapat mengetahui klas akurasi meter transaksi. Mampu melaksanakan pembuatan Program pengukuran transaksi energi listrik Contoh: dapat membuat Program pembacaan meter serta penyelesaiannya, melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelesaian masalah metering. Mampu mensupervisi pembuatan Program pengukuran transaksi energi listrik, mampu menganalisa penyebab gangguan pada software sistem metering. Contoh: dapat Mampu mensupervisi kelainan/ perbedaan pembacaan meter serta penyelesaiannya Mampu menganalisa dan mengevaluasi perbedaan Program pengukuran transasksi energi listrik Contoh: melakukan evaluasi Program penerapan pengukuran transasksi energi listrik, melakukan penggantian card modul pada meter maupun pada server. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem metering sesuai dengan kebutuhan mekanisme jual beli tenaga listrik serta membuat aturan-aturan yang berhubungan dengan meter transaksi. Contoh: merencanakan pengembangan sistem metering, menampung kebutuhan transaksi tenaga listrik, membuat prosedur tetap mengenai penggunaan, pemeliharaan dan pengambilan data transaksi pada meter transaksi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

251

ETM

LUR 1.2.4.1.13 I

282

PEN Y A L URAN

252

CTP-E Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Transmisi Control Transmission Performance Evaluation

LUR 1.2.4.1.14 I

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi dan Program pengendalian kinerja agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi dan pengendalian kinerja. Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan di unit Gardu Induk. Memahami belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Contoh: mampu memahami proses evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengengevaluasi pekerjaan operasi dan pemeliharaan unit; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi evaluasi operasi dan pemeliharaan unit sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi operasi dan pemeliharaan unit yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empirissebagai sebuah standar Program evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit Gardu Induk di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

283

253

EMG Manajemen Energi Energy Management

LUR 1.2.4.1.15 K

Kemampuan untuk mengalokasikan daya dan produksi pusat listrik secara optimal dengan mempertimbangkan batasan operasi instalasi dan sistem tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses manajemen energi serta proses yang berhubungan dengan manajemen energi. Contoh: mengetahui konsep load forecast, jadual pemeliharaan pembangkit, optimasi hidro-termal, operasi waduk, production simulation, unit commitment dan economic dispatch. Memahami secara komprehensif proses pelaksanaan manajemen energi Contoh: memahami keunggulan dan kelemahan metode yang digunakan untuk load forecast, jadual pemeliharaan pembangkit, optimasi hidrotermal, operasi waduk, production simulation, unit commitment dan economic dispatch. Mampu melaksanakan proses manajemen energi dengan menggunakan metode dan parameter yang sudah ditetapkan. Contoh: mempersiapkan perencanaan operasi (penjadualan pemeliharaan, pola operasi waduk), melakukan alokasi energi pembangkit (production simulation, unit commitment, economic dispatch). Mampu mensupervisi memodifikasi parameter model-model yang digunakan dalam manajemen energi. Contoh: merubah parameter model pembangkit untuk kebutuhan perhitungan optimasi hidro-termal. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model sistem tenaga listrik dalam proses manajemen energi, Mampu menganalisa dan mengevaluasi model pembangkit yang merepresentasikan kontrak IPP (independent power producer) atau kontrak energi primer, Mampu menganalisa dan mengevaluasi model network untuk merepresentasikan kendala penyaluran. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi parameter model pembangkit untuk kebutuhan perhitungan optimasi hidro-termal. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam proses manajemen energi, perbaikan metode penjadualan pemeliharaan pembangkit, perbaikan metode optimasi alokasi energi, menentukan alat bantu perhitungan di dalam manajemen energi. Contoh: menyempurnakan dan atau membuat metode baru parameter model pembangkit untuk kebutuhan perhitungan optimasi hidro-termal.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2.3 PELAKSANA OPERASI (PELAYANAN PEMELIHARAAN)

284

PEN Y A L URAN

254

PSA Analisis Sistem Tenaga Power System Analysis

LUR 1.2.3.1 K

Kemampuan untuk menganalisa dan mengevaluasi model sistem tenaga listrik dan menghitung aliran daya, arus hubung singkat, mengevaluasi stabilitas sistem tenaga listrik serta mengimplementasikannya dalam strategi operasi. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses perhitungan analisa sistem tenaga. Contoh: mengetahui kegunaan studi loadflow, short circuit dan stabilitas, mengetahui pemodelan sistem tenaga. Memahami secara komprehensif proses perhitungan analisa sistem tenaga serta parameter yang berhubungan. Contoh: memahami metode perhitungan dalam analisa sistem tenaga serta pemanfaatannya, memahami cara-cara pengaturan tegangan dan keandalan sistem, memahami strategi operasi normal, island operation, skema load shedding, konsep stabilitas transient dan small signal. Mampu melaksanakan perhitungan analisa sistem tenaga steady state (aliran daya dan hubung singkat) dengan metode dan parameter yang sudah ditentukan. Contoh: membuat evaluasi load shedding dan islanding operation pada kondisi steady state, membuat studi aliran daya dan hubung singkat. Mampu mensupervisi pelaksanaan perhitungan analisa sistem tenaga kondisi dinamik dengan metode dan parameter yang sudah ditentukan. Contoh: membuat studi load shedding dan island operation dengan model dinamik, membuat studi stabilitas transient untuk load reject test, membuat studi stabilitas small signal utk menentukan batas stabilitas sistem tenaga, merancang skema load shedding dan island operation. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model sistem tenaga listrik untuk analisa sistem tenaga serta mampu Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pembuatan model sistem tenaga listrik. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi model dan parameter sistem tenaga listrik guna memodelkan kasus yang di studi, mampu mengkalibrasi hasil perhitungan guna mengkompensasi kelemahan modelling, mampu memformulasikan strategi operasi berdasarkan hasil studi analisa sistem tenaga. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru analisa sistem tenaga listrik serta merekomendasikan strategi operasi sistem yang baru. Contoh: menentukan perbaikan metode yang perlu diaplikasikan dalam suatu analisa sistem tenaga, memilih software sebagai alat bantu dalam analisa sistem tenaga, merancang strategi operasi sistem tenaga.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

285

Perencanaan Pemeliharaan Penyaluran dan Gardu Induk Transmition and Substation Maintenance Planning
Pengetahuan tentang perencanaan pemeliharaan penyaluran dan pemeliharaan Gardu Induk Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan pemeliharaan pada penyaluran dan Gardu Induk Contoh:Perencanaan Pemeliharaan PMT, PMS, arrester, busbar; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif, pemeliharaan prediktif. Memahami prinsip kerja dan batasan perencanaan pemeliharaan, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan GIS. Contoh: memahami PMT untuk memutuskan arus beban/arus gangguan hubung singkat dengan kemampuan tertentu, pemeliharaan periodik untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan pemeliharaan penyaluran dan Gardu Induk sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Contoh: melaksanakan perencanaan pemeliharaan periodik PMT. Mampu mensupervisi pelaksanaan perencanaan pekerjaan pemeliharaan penyaluran dan Gardu Induk sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Contoh: merencanakan dan Mampu mensupervisi pekerjaan perencanaan pemeliharaan PMT lima tahunan serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi pekerjaan pemeliharaan penyaluran dan Gardu Induk sesuai standar dan batasan yang berlaku. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi predictive maintenance untuk penggantian PMT dan membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan pemeliharaan penyaluran dan Gardu Induk Contoh: menyempurnakan metode predictive maintenance.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

255

TSP-APP

LUR 1.2.4.1.17 K

286

PEN Y A L URAN

256

SSC Inspeksi Komisioning Gardu Induk Substation Commissioning

LUR 1.2.2.1 K

Pengetahuan dan kemampuan dalam pekerjaan komisioning gardu induk meliputi sistem proteksi bay penghantar, sistem kontrol dan pengukuran bay penghantar, sistem proteksi bay trafo, sistem kontrol dan pengukuran bay trafo, serta komisioning trafo daya dan kelengkapannya termasuk bay trafo, untuk memperoleh instalasi proteksi dan kontrol yang memenuhi standar dalam hal kelaikan operasi dan ketentuan perusahaan Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol gardu induk Contoh: mengetahui pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi bay penghantar SUTT. Memahami secara komprehensif proses pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol pada gardu induk. Contoh: memahami prosedur pekerjaan inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran bay trafo 150/70 kV 100 MVA. Mampu melaksanakan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol gardu induk Contoh: membantu melaksanakan inspeksi komisioning sistem proteksi bay penghantar 150 kV. Mampu mensupervisi inspeksi komisioning gardu induk meliputi sistem proteksi dan kontrol serta sistem pengukuran pada bay penghantar dan bay trafo serta mampu mengawasi dan mengendalikan pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol serta pengukuran Contoh: mensupervisi inspeksi komisioning sistem proteksi bay trafo 150/20 kV 60 MVA. Mampu menganalisa dan mengevaluasi inspeksi komisioning bay penghantar dan bay trafo serta mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol serta pengukuran pada bay penghantar dan bay trafo. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran pada bay penghantar 500 kV Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur inspeksi komisioning gardu induk meliputi sistem proteksi dan kontrol pada bay penghantar dan bay trafo Contoh: memperbaiki prosedur inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran bay trafo 150/500 kV 500 MVA.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

287

Inspeksi Komisioning Sistem Proteksi dan Kontrol Protection and Control System Commissioning
Pengetahuan dan kemampuan dalam pekerjaan komisioning sistem proteksi bay penghantar, sistem kontrol dan pengukuran bay penghantar, sistem proteksi bay trafo, sistem kontrol dan pengukuran bay trafo, serta komisioning trafo daya dan kelengkapannya termasuk bay trafo, untuk memperoleh instalasi proteksi dan kontrol yang memenuhi standar dan ketentuan perusahaan Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol Contoh: mengetahui pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi bay SUTT. Memahami secara komprehensif proses pekerjaan sistem proteksi dan kontrol pada gardu induk. Contoh: memahami prosedur pekerjaan inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran bay trafo 150/70 kV 100 MVA. Mampu melaksanakan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol Contoh: membantu melaksanakan inspeksi komisioning sistem proteksi bay penghantar 150 kV. Mampu mensupervisi inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol serta sistem pengukuran pada bay penghantar dan bay trafo serta mampu mengawasi dan mengendalikan pekerjaan inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol serta pengukuran Contoh: mensupervisi inspeksi komisioning sistem proteksi bay trafo 150/20 kV 60 MVA. Mampu menganalisa dan mengevaluasi inspeksi komisioning bay penghantar dan bay trafo serta mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol serta pengukuran pada bay penghantar dan bay trafo. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran pada bay penghantar 500 kV Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur inspeksi komisioning sistem proteksi dan kontrol pada bay penghantar dan bay trafo Contoh: memperbaiki prosedur inspeksi komisioning sistem kontrol dan pengukuran bay trafo 150/500 kV 500 MVA.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

257

PSC

LUR 1.2.2.2 K

288

PEN Y A L URAN

258

ETM Pengukuran Transaksi Energi Listrik-APP Electric Energy Transaction Metering

LUR 1.2.1.1 K

Kemampuan untuk memahami cara kerja, pengoperasian dan trouble-shooting meter energi sebagai alat ukur transaksi serta menguasai sistem metering dan pengembangannya yang merupakan bagian dari proses transaksi tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi dasar peralatan metering, mampu mengambil data pengukuran dan dapat mengindentifikasikan indikator pada meter transaksi. Contoh: mengetahui cara kerja meter-kwh, mengetahui faktor kali pada meter transaksi, membaca data transaksi melalui stand register dan dapat mengindentifikasikan indikator yang ada pada meter transaksi. Memahami bidang penggunaan komputer, dapat mengoperasikan software pembaca data meter untuk pengambilan data hasil pengukuran, dapat mengolah serta menganalisa data transaksi yang diperoleh melalui download maupun pembacaan register, memahami prosedur tetap dalam pelaksanaan pengambilan data hasil pengukuran, dan memahami akurasi meter transaksi. Contoh: memahami software MS-Excel dan MS-Word untuk pembuatan berita acara pengambilan data meter, dapat melakukan download baik secara lokal maupun remote, dapat mengolah data hasil download maupun pembacaan stand register sebagai lampiran maupun bahan untuk membuat berita acara. Dapat melaksanakan prosedur tetap yang berlaku seperti: tata cara pengambilan data pengukuran dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, melakukan pemutusan dan pemasangan segel, dapat mengetahui klas akurasi meter transaksi. Mampu melaksanakan pengukuran meter transaksi, dapat mengatasi permasalahan sistem metering dengan pihak-pihak yang berkepentingan, dapat mengoperasikan meter elektronik, dapat membuat perhitungan faktor kali meter dan faktor koreksi, mengetahui standar pengukuran (IEC/ANSI), memahami dasar-dasar teknologi informasi. Contoh: dapat menganalisa deviasi yang terjadi serta penyelesaiannya, melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelesaian masalah metering, membuat konfigurasi meter elektronik serta men-setting meter, membuat perhitungan faktor kali meter dengan dasar perhitungan dari ratio CT dan PT terpasang, mengenal sistem operasi komputer. Mampu mensupervisi pemasangan meter elektronik dan sistem komunikasi metering, mampu melakukan tindakan korektif bila ditemukan adanya kelainan/anomali, mampu menggunakan alat kerja yang terkait dengan metering, mampu menganalisa penyebab gangguan pada software sistem metering. Contoh: mensupervisi pelaksanaan wiring rangkaian arus, tegangan, serta rangkaian auxiliary dalam pemasangan meter-kwh, melakukan pemasangan sistem komunikasi untuk fasilitas remote (pemasangan jalur komunikasi, modem dan PABX), melakukan komisioning pada meter transaksi dan melakukan langkah perbaikan pada saat menemui kelainan pada sistem metering, menggunakan alat kerja portable test set meter dan menganalisa hasil pengukuran, melakukan instalasi software metering.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

289

Mampu menganalisa dan mengevaluasi pemasangan sistem AMR, mengatasi trouble shooting kelainan hardware dan software metering baik di sisi sistem metering maupun sistem komunikasi data yang terkait dengan remote reading dan AMR. Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi pemasangan hardware server serta jalur komunikasi data, melakukan validasi data meter di server sistem AMR, menguasai akses data dari meter sampai tersimpan di server (sebagai administrator database), melakukan penggantian card modul pada meter maupun pada server. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem metering sesuai dengan kebutuhan mekanisme jual beli tenaga listrik serta membuat aturan-aturan yang berhubungan dengan meter transaksi. Contoh: merencanakan pengembangan sistem metering, menampung kebutuhan transaksi tenaga listrik, membuat prosedur tetap mengenai penggunaan, pemeliharaan dan pengambilan data transaksi pada meter transaksi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

290

PEN Y A L URAN

259

SME Evaluasi Sistem Pemeliharaan System Maintenance Evaluation

LUR 1.2.4.1.18 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan Gardu Induk, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Contoh: mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Contoh: memahami proses evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk secara rinci. Mampu melaksanakan operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: melaksanakan pekerjaan operasi dan pemeliharaan Gardu Indukan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Indukan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi permasalahan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empirissebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit Gardu Induk di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

291

260

TSP-APB

LUR 1.2.4.1.20 K

Perencanaan operasi Penyaluran dan Gardu Induk-APB Transmition and Substation Maintenance Planning
Kemampuan untuk merencanakan operasi penyaluran dan Gardu Induk dengan mempertimbangkan batasan operasi peralatan Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui Perencanaan operasi Penyaluran dan Gardu Induk Contoh:pekerjaan operasi PMT, PMS, arrester, busbar; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif, pemeliharaan prediktif. Memahami prinsip kerja dan batasan perencanaan pemeliharaan, serta pengertian operasi peralatan GIS. Contoh: Memahami pengoperasian PMT untuk memutuskan arus beban/ arus gangguan hubung singkat dengan kemampuan tertentu Mampu melaksanakan pekerjaan Perencanaan operasi Penyaluran dan Gardu Induk sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Contoh: melaksanakan pekerjaan pengoperasian PMT. Mampu mensupervisi pelaksanaan perencanaan pekerjaan operasi penyaluran dan Gardu Induk sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Contoh: mensupervisi pekerjaan operasi PMT Mampu menganalisa dan mengevaluasi pekerjaan operasi penyaluran dan Gardu Induk sesuai standar dan batasan yang berlaku. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi pekerjaan operasi PMT Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru Perencanaan operasi Penyaluran dan Gardu Induk Contoh: menyempurnakan dan atau membuat metode baru pekerjaan operasi PMT

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2.4 PENGATURAN BEBAN

292

PEN Y A L URAN

261

ETS Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement

LUR 1.2.1.2 K

Kemampuan untuk melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik pada sistem jaringan tenaga listrik (grid) secara akurat dan akuntabel dengan mempertimbangkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui, mengerti dan mampu mengkompilasi secara akurat dan benar data transaksi tenaga listrik yang berhubungan dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pembangkit, kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik dengan distribusi (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA) serta data energi yang digunakan untuk penyusunan laporan neraca energi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: mengkompilasi data transaksi pembangkit (energi, realisasi availability factor, realisasi pembebanan dan ketidaksiapan pembangkit, data indikator ekonomi, data kontrak dan lainnya), data transaksi distribusi (energi WBP/LWBP, faktor beban, beban puncak koinsiden, MVA available), data energi untuk neraca (pemakaian sendiri gardu induk, realisasi transfer setiap distribusi, susut transmisi setiap region). Memahami verifikasi data pendukung setelmen PSA, TSA dan mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang sederhana sesuai dengan kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA). Contoh: Memahami perhitungan energi WBP/LWBP, MW koinsiden (berita acara PSA terurai) dan perhitungan MVA available setiap distribusi (berita acara TSA) dan membuat laporan neraca energi. Mampu melaksanakan verifikasi data pendukung setelmen PPA termasuk indikator ekonomi serta mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang lebih komplek berdasarkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pembangkit (PPA), termasuk perusahaan pembangkit swasta (IPP). Contoh: perhitungan transaksi jumlah tagihan final (berita acara JTF) dengan perusahaan pembangkit, verifikasi data indikator ekonomi (kurs, indek harga konsumen, inflasi, harga bahan bakar minyak, dan lain-lain). Mampu mensupervisi verifikasi hasil setelmen sesuai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan pembangkit (PPA), kesepakatan dengan distribusi (PSA dan TSA) serta mampu membuat laporan dan melakukan evaluasi PPA, PSA dan TSA. Contoh: mensupervisi evaluasi TSA antara suatu unit transmisi dengan Single Buyer. Mampu menganalisa dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli tenaga listrik yang merepresentasikan perjanjian jual beli tenaga listrik seperti kontrak PPA IPP, kontrak penjualan ke distribusi (PSA), biaya jasa transmisi (TSA) dan mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan PSA/TSA. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli listrik antara perusahaan pembangkit dengan Single Buyer. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem dan proses setelmen transaksi tenaga listrik yang akurat dan akuntabel, mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan mekanisme PPA dan mampu melakukan publikasi setelmen PPA, PSA dan TSA. Contoh: membuat metoda prosedur penyelesaian klaim pada mekanisme PPA.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

293

Evaluasi system operation-APB Evaluation Sytem operation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi system operasi Gardu Induk agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan Gardu Induk, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana evaluasi system operasi Gardu Induk. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi system operasi Gardu Induk. Contoh: mengetahui pekerjaan evaluasi system operasi Gardu Induk. Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi system operasi Gardu Induk. Contoh: memahami proses evaluasi system operasi Gardu Induk secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi system operasi Gardu Induk sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: melaksanakan pekerjaan operasi dan pemeliharaan Gardu Indukan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas evaluasi system operasi Gardu Induk sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: mensupervisi pelaksanaan evaluasi system operasi Gardu Indukan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi permasalahan evaluasi system operasi Gardu Induk yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk evaluasi system operasi Gardu Induk yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empirissebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit Gardu Induk di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

262

SOME

LUR 1.2.4.1.21 K

294

PEN Y A L URAN

4.2.5 PELAKSANA TEKNIS


263 SMP-S Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Penyaluran GI Service Maintenance Planning Substation
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan pemeliharaan Gardu Induk (GI) yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana pemeliharaan Gardu Induk (GI). Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang anggaran pemeliharaan Gardu Induk (GI), termasuk merencanakan anggaran pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran pemeliharaan Gardu Induk (GI). Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan pemeliharaan pemeliharaan Gardu Induk (GI), termasuk rencana anggaran pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : Memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan Gardu Induk (GI) oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan pemeliharaan pemeliharaan Gardu Induk (GI) termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan pemeliharaan Gardu Induk (GI) lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan pemeliharaan Gardu Induk (GI). Contoh : mensupervisi rencana dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang anggaran pemeliharaan Gardu Induk (GI). Contoh : menganalisa dan mengevaluasi besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan pemeliharaan Gardu Induk (GI).

LUR 1.2.4.1.22 K

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

295

Operasi Peralatan Gardu Induk Substation Equipment Operation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan peralatan Gardu Induk sesuai SOP yang berlaku, melalui instruksi dispatcher yang mengatur aliran beban, untuk tujuan switching dan Gardu Induk (GI) beban, dalam hal operasi normal atau operasi darurat atau gangguan. Dengan jalan mengoperasikan peralatan Pemutus tenaga (circuit breaker) dan Pemutus Tegangan (Disconnecting Switch). Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar pengoperasian peralatan Gardu Induk lengkap dengan SOP nya, mengetahui macam dan jenis Gardu Induk, mengetahui jenis dan type peralatan Gardu Induk, mengetahui operasi kondisi normal, kondisi darurat, kondisi temporer dan kondisi siaga. Contoh: mengetahui macam Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV dengan jenis 1 Breaker, double busbar, kapasitas 2 x 500 MVA. Memahami secara detail dan komprehensif pengoperasian Gardu Induk lengkap dngan SOP nya, mengerti fungsi alat proteksi dan koordinasi setting relay, mengerti jenis konfigurasi busbar dan kegunaannya, mengerti langkah operasi darurat yang harus dilaksanakan tanpa komando . Contoh: Memahami langkah operasi darurat dengan meng-off-kan circuit breaker Trafo pada saat Trafo mengeluarkan suara dengung keras diatas suara normal. Mampu melaksanakan pekerjaan pengoperasian peralatan Gardu Induk sesuai prosedur dan tata cara yang berlaku. Mengikuti instruksi dispatcher dengan benar. Melaksanakan tindakan sesuai prosedur pada keadaan genting dan darurat. Contoh: dapat melakukan pelepasan dan pemasukkan disconnecting switch (pemisah tegangan/ PMS) sesuai urutan yang benar pada saat pemindahan operasi busbar I dan II Mampu mensupervisi pada aktifitas pengoperasian gardu induk dengan memberikan arahan yang benar kepada operator Gardu Induk dalam pembebanan lebih operasi trafo, melaksanakan pengawasan pada saat operasi dengan kondisi darurat, temporer dan siaga. Contoh: memberikan instruksi dengan benar untuk melakukan pengoperasian circuit breaker (pemutus tenaga/ PMT) dalam kondisi tidak normal. Mampu menganalisa dan mengevaluasi pada SOP yang berlaku untuk peningkatan dan pengembangan pengoperasian gardu induk guna efektifitas dan efisiensi operasi gardu induk, melakukan analisa dan evaluasi angka-angka pengusahaan dengan batas kapasitas peralatan gardu induk. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi operasi trafo pada kondisi overload dengan hasil analisa dan evaluasi untuk besaran angka beban lebih dan batas waktu operasi diluar normal. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru untuk peningkatan dan penyempurnaan prosedur operasi Gardu Induk, strategi dan metode pengaturan sistem tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi sistem tenaga listrik. Contoh: memberikan rekomendasi pemasangan no-voltage relay, untuk otomatisasi pelepasan semua pemutus tenaga (circuit breaker) yang terhubung dengan busbar, mampu mengembangkan metode operasi (perubahan SOP) untuk melancarkan dan memudahkan pengoperasian peralatan Gardu Induk. Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

264

SEO

LUR 1.2.1.3 K

296

PEN Y A L URAN

265

SEM Pemeliharaan Peralatan Gardu Induk Substation Equipment Maintenance

LUR 1.2.2.3 K

Pengetahuan dan kemampuan dalam pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk termasuk menguasai penggunaan peralatan kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan peralatan gardu induk dengan tujuan untuk menghasilkan kinerja peralatan gardu induk sesuai target yang ditetapkan perusahaan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui macam pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk serta jenis penggunaan peralatan kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan kegiatan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk. Contoh: mengetahui penggunaan peralatan untuk mengukur faktor disipasi (tangen delta). Memahami secara komprehensif prosedur pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk serta memahami berbagai jenis prosedur penggunaan alat kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk. Contoh: memahami prosedur pekerjaan penyaringan minyak isolasi trafo secara on - line. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk diantaranya mampu melaksanakan salah satu pekerjaan pemeliharaan batere, peralatan rectifier, menguji dan mengganti elektrolit batere, menguji kapasitas batere, mampu mengukur faktor dissipasi, tahanan isolasi, tahanan pentanahan, temperatur titik sambungan, kandungan gas pada minyak, partial discharge, menguji keserempakan kontak PMT. Contoh:melaksanakan pekerjaan penyaringan minyak trafo 150/20 kV 60 MVA Mampu mensupervisi pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk serta penggunaan alat kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan kegiatan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk, serta mampu melaksanakan salah satu pekerjaan memelihara PMT, PMS, CT/PT, trafo daya Contoh: mengawasi dan mengendalikan pekerjaan penyaringan minyak isolasi trafo 150/70 kV 100 MVA. Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk dan penggunaan alat kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan peralatan gardu induk. serta mampu melaksanakan salah satu pekerjaan memelihara kapasitor, bay bus tie, bay kopel, bay kubikel 20 kV, bay transformator, bus bar. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan peralatan gardu induk serta prosedur penggunaan alat kerja, alat ukur dan alat uji yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan peralatan gardu induk. Contoh: memperbaiki prosedur kerja penyaringan minyak isolasi trafo 500/150 kV 500 MVA secara on - line.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

297

Pemeliharaan Gardu Induk Konvensional Conventional Substation Maintenance


Pengetahuan tentang jenis, fungsi dan batasan operasi peralatan gardu induk konvensional (tidak termasuk trafo-tenaga/reaktor), serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/penggantian /pemasangan peralatan gardu induk konvensional tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan gardu induk konvensional, dan jenis-jenis pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional tengangan tinggi dan ekstra tinggi. Contoh: trafo ukur, PMT, PMS, arrester, busbar; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif, pemeliharaan prediktif. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi peralatan gardu induk konvensional, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional. Contoh: Memahami Cara kerja PMT untuk memutus arus beban/arus gangguan hubungsingkat dengan kemampuan tertentu, pemeliharaan periodik untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pemeliharaan periodik PMT. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/ perbaikan kerusakan. Contoh: mensupervisi pemeliharaan PMT lima tahunan serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/pemasangan peralatan gardu induk konvensional, serta mampu merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan peralatan gardu induk konvensional. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi penggantian PMT, penggantian interrupting chamber PMT, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan peralatan gardu induk konvensional termasuk predictive maintenance, mampu melaksanakan analisa dan evaluasi operasi peralatan gardu induk konvensional. Contoh: menyempurnakan metode predictive maintenance untuk PMT.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

266

CSM

LUR 1.2.2.4 K

298

PEN Y A L URAN

267

GIS Pemeliharaan Gardu Induk SF6 Gas Insulated Substation Maintenance

LUR 1.2.2.5 K

Pengetahuan tentang jenis, fungsi dan batas operasi peralatan GIS (gas insulated switchgear) tidak termasuk trafo tenaga dan reaktor, serta kemampuan untuk melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/penggantian/pemasangan peralatan GIS tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan GIS, dan jenis-jenis pemeliharaan peralatan GIS tegangan tinggi dan ekstra tinggi. Contoh: PMT, PMS, arrester, busbar; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif, pemeliharaan prediktif. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi peralatan GIS, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan GIS. Contoh: Memahami PMT untuk memutuskan arus beban/arus gangguan hubung singkat dengan kemampuan tertentu, pemeliharaan periodik untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan peralatan GIS sesuai fungsinya. Mampu mengukur dan membandingkan kemurnian/kelembaban gas SF6, melaksanakan pemurnian gas SF6. Contoh: melaksanakan pemeliharaan periodik PMT. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan peralatan GIS, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/ perbaikan kerusakan, serta mampu memelihara compartement GIS. Contoh: Mampu mensupervisi pemeliharaan PMT lima tahunan serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/pemasangan peralatan GIS, mampu merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan peralatan GIS. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi penggantian PMT, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan peralatan GIS termasuk predictive maintenance, mampu melaksanakan analisa dan evaluasi operasi peralatan GIS. Contoh: menyempurnakan metode predictive maintenance untuk GIS.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

299

Pemeliharaan Rele Proteksi dan Kontrol Protection and Control Maintenance


Pengetahuan tentang jenis dan fungsi rele proteksi dan kontrol, batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan rele proteksi dan kontrol. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap rele proteksi dan kontrol yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaan rele proteksi dan kontrol. Contoh : rele jarak, rele diferensial, pengujian dan penyetelan ulang. Memahami prinsip kerja rele proteksi dan kontrol, dan batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan rele proteksi dan kontrol Contoh: prinsip kerja rele jarak, makna indikator-indikator pada rele, pengujian rele jarak untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan rele proteksi sesuai fungsinya, mengerti membaca gambar wiring rele proteksi dan kontrol. Contoh: Melaksanakan pengujian karakteristik rele jarak Mampu mensupervisi setting rele proteksi dalam sistem tenaga listrik, merencanakan, mengkoordinasikan dan Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, mampu membuat gambar wiring rele proteksi dan kontrol. Contoh: Mampu mensupervisi setting rele jarak pada jaringan 150 kV, merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian rele jarak serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan rele proteksi dan kontrol, serta mampu merencanakan serta Mampu menganalisa dan mengevaluasi program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan rele proteksi dan kontrol. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi penggantian rele jarak, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur kerja pemeliharaan rele proteksi dan kontrol, serta ahli mendesain skema proteksi dan inovasi aplikasi rele proteksi dan kontrol Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat baru skema baru load shedding untuk menghindarkan overload trafo interbus.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

268

PCM

LUR 1.2.2.6 K

300

PEN Y A L URAN

269

ETM Pengukuran Transaksi Energi Listrik-Penyaluran GI Electric Energy Transaction Metering

LUR 1.2.1.4 K

Kemampuan untuk memahami cara kerja, pengoperasian dan trouble-shooting meter energi sebagai alat ukur transaksi serta menguasai sistem metering dan pengembangannya yang merupakan bagian dari proses transaksi tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi dasar peralatan metering, mampu mengambil data pengukuran dan dapat mengindentifikasikan indikator pada meter transaksi. Contoh: mengetahui cara kerja meter-kwh, mengetahui faktor kali pada meter transaksi, membaca data transaksi melalui stand register dan dapat mengindentifikasikan indikator yang ada pada meter transaksi. Memahami penggunaan komputer, dapat mengoperasikan software pembaca data meter untuk pengambilan data hasil pengukuran, dapat mengolah serta menganalisa data transaksi yang diperoleh melalui download maupun pembacaan register, memahami prosedur tetap dalam pelaksanaan pengambilan data hasil pengukuran, dan memahami akurasi meter transaksi. Contoh: Memahami menggunakan software MS-Excel dan MS-Word untuk pembuatan berita acara pengambilan data meter, dapat melakukan download baik secara lokal maupun remote, dapat mengolah data hasil download maupun pembacaan stand register sebagai lampiran maupun bahan untuk membuat berita acara. Dapat melaksanakan prosedur tetap yang berlaku seperti: tata cara pengambilan data pengukuran dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, melakukan pemutusan dan pemasangan segel, dapat mengetahui klas akurasi meter transaksi. Mampu melaksanakan pengukuran meter transaksi, dapat mengatasi permasalahan sistem metering dengan pihak-pihak yang berkepentingan, dapat mengoperasikan meter elektronik, dapat membuat perhitungan faktor kali meter dan faktor koreksi, mengetahui standar pengukuran (IEC/ANSI), memahami dasar-dasar teknologi informasi. Contoh: dapat melaksanakan menganalisa deviasi yang terjadi serta penyelesaiannya, melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelesaian masalah metering, membuat konfigurasi meter elektronik serta men-setting meter, membuat perhitungan faktor kali meter dengan dasar perhitungan dari ratio CT dan PT terpasang, mengenal sistem operasi komputer. Mampu mensupervisi pemasangan meter elektronik dan sistem komunikasi metering, mampu melakukan tindakan korektif bila ditemukan adanya kelainan/anomali, mampu menggunakan alat kerja yang terkait dengan metering, mampu menganalisa penyebab gangguan pada software sistem metering. Contoh: Mampu mensupervisi wiring rangkaian arus, tegangan, serta rangkaian auxiliary dalam pemasangan meter-kwh, melakukan pemasangan sistem komunikasi untuk fasilitas remote (pemasangan jalur komunikasi, modem dan PABX), melakukan komisioning pada meter transaksi dan melakukan langkah perbaikan pada saat menemui kelainan pada sistem metering, menggunakan alat kerja portable test set meter dan menganalisa hasil pengukuran, melakukan instalasi software metering.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

301

Menganalisis dan mengevaluasi pemasangan sistem AMR, mengatasi trouble shooting kelainan hardware dan software metering baik di sisi sistem metering maupun sistem komunikasi data yang terkait dengan remote reading dan AMR. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi pemasangan hardware server serta jalur komunikasi data, melakukan validasi data meter di server sistem AMR, menguasai akses data dari meter sampai tersimpan di server (sebagai administrator database), melakukan penggantian card modul pada meter maupun pada server. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem metering sesuai dengan kebutuhan mekanisme jual beli tenaga listrik serta membuat aturan-aturan yang berhubungan dengan meter transaksi. Contoh: merencanakan pengembangan sistem metering, menampung kebutuhan transaksi tenaga listrik, membuat prosedur tetap mengenai penggunaan, pemeliharaan dan pengambilan data transaksi pada meter transaksi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

302

PEN Y A L URAN

270

ETS Setelmen Transaksi Energi Listrik-Penyaluran GI Electric Energy Transaction Settlement

LUR 1.2.1.5 K

Kemampuan untuk melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik pada sistem jaringan tenaga listrik (grid) secara akurat dan akuntabel dengan mempertimbangkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui, mengerti dan mampu mengkompilasi secara akurat dan benar data transaksi tenaga listrik yang berhubungan dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan Gardu Induk, kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik dengan distribusi (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA) serta data energi yang digunakan untuk penyusunan laporan neraca energi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: mengkompilasi data transaksi Gardu Induk (energi, realisasi availability factor, realisasi pembebanan dan ketidaksiapan Gardu Induk, data indikator ekonomi, data kontrak dan lainnya), data transaksi distribusi (energi WBP/LWBP, faktor beban, beban puncak koinsiden, MVA available), data energi untuk neraca (pemakaian sendiri gardu induk, realisasi transfer setiap distribusi, susut transmisi setiap region). Memahami verifikasi data pendukung setelmen PSA, TSA dan mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang sederhana sesuai dengan kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA). Contoh: perhitungan energi WBP/LWBP, MW koinsiden (berita acara PSA terurai) dan perhitungan MVA available setiap distribusi (berita acara TSA) dan membuat laporan neraca energi. Mampu melaksanakan verifikasi data pendukung setelmen PPA termasuk indikator ekonomi serta mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang lebih komplek berdasarkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan Gardu Induk (PPA), termasuk perusahaan Gardu Induk swasta (IPP). Contoh: perhitungan transaksi jumlah tagihan final (berita acara JTF) dengan perusahaan Gardu Induk, verifikasi data indikator ekonomi (kurs, indek harga konsumen, inflasi, harga bahan bakar minyak, dan lain-lain). Mampu mensupervisi verifikasi hasil setelmen sesuai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan Gardu Induk (PPA), kesepakatan dengan distribusi (PSA dan TSA) serta mampu membuat laporan dan melakukan evaluasi PPA, PSA dan TSA. Contoh: mensupervisi evaluasi TSA antara suatu unit transmisi dengan Single Buyer. Mampu menganalisis dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli tenaga listrik yang merepresentasikan perjanjian jual beli tenaga listrik seperti kontrak PPA IPP, kontrak penjualan ke distribusi (PSA), biaya jasa transmisi (TSA) dan mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan PSA/TSA. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli listrik antara perusahaan Gardu Induk dengan Single Buyer.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

303

Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem dan proses setelmen transaksi tenaga listrik yang akurat dan akuntabel, mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan mekanisme PPA dan mampu melakukan publikasi setelmen PPA, PSA dan TSA. Contoh: membuat metoda prosedur penyelesaian klaim pada mekanisme PPA.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

304

PEN Y A L URAN

271

SOM-E Evaluasi Operasi dan Pemeliharaan Gardu Induk Substation Operation & Maintenance Evaluation

LUR 1.2.4.1.23 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan Gardu Induk, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk. Contoh: mampu memahami proses evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk secara rinci. Mampu melaksanakan operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: Melaksanakan; pekerjaan operasi dan pemeliharaan Gardu Indukan; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Indukan, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi permasalahan evaluasi operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk operasi dan pemeliharaan unit Gardu Induk yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empirissebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit Gardu Induk di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

305

272

SMP-T

LUR 1.2.4.1.24 K

Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Penyaluran Trans Service Maintenance Planning Transmition Line


Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan pemeliharaan penyaluran yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana pemeliharaan penyaluran. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang anggaran pemeliharaan penyaluran, termasuk merencanakan anggaran pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran pemeliharaan penyaluran. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan pemeliharaan pemeliharaan penyaluran, termasuk rencana anggaran pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : Memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan penyaluran oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan pemeliharaan pemeliharaan penyaluran termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspection tahunan pemeliharaan penyaluran lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan pemeliharaan penyaluran. Contoh : mensupervisi pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang anggaran pemeliharaan penyaluran. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan pemeliharaan penyaluran.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2.6 PELAKSANA TEKNIS TRANSMISI

306

PEN Y A L URAN

273

HCM Pemeliharaan Kabel Tanah dan Laut Tegangan Tinggi High Voltage Power Cable Maintenance

LUR 1.2.2.7 K

Pengetahuan tentang jenis, fungsi dan batasan operasi peralatan kabel tanah dan kabel laut, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan atau penggantian/pemasangan peralatan kabel tanah dan kabel laut. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan kabel tanah dan kabel laut, dan jenis-jenis pemeliharaan peralatan kabel tanah dan kabel laut. Contoh: terminal kabel, junction box, sistem minyak isolasi, ramburambu, proteksi mekanis; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi peralatan kabel tanah dan kabel laut, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan kabel tanah dan kabel laut. Contoh:Memahami konduktor untuk menyalurkan tenaga listrik dengan batasan kapasitas arus tertentu, pemeliharaan periodik sistem minyak isolasi untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan kabel tanah dan kabel laut sesuai fungsinya, serta mampu memelihara dan menguji cross bounding saluran kabel. Contoh: melaksanakan pemeliharaan periodik. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, serta mampu memelihara saluran kabel bawah tanah Contoh: merencanakan dan Mampu mensupervisi perbaikan sistem minyak isolasi kabel tanah yang bocor. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/pemasangan peralatan kabel tanah dan kabel laut merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan peralatan kabel tanah dan kabel laut. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi pemasangan joint kabel, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan kabel tanah dan kabel laut, mampu melaksanakan analisa dan evaluasi operasi kabel tanah dan kabel laut. Contoh: menyempurnakan metode penggantian end-mof kabel.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

307

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan High & Extrahigh Voltage Hotline Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan tentang pelaksanaan pekerjaan dalam keadaan instalasi bertegangan, pengembangan metode pelaksanaan dan faktor-faktor yang membatasi pelaksanaannya dalam instalasi tegangan tinggi (TT) dan tegangan ekstra tinggi (TET). Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan PDKB (pekerjaan dalam keadaan bertegangan) untuk instalasi tegangan tinggi dan ekstra tinggi. Contoh: tangga, tali-temali, sticks. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi setiap peralatan PDKB untuk instalasi TT/TET, dan dampak dari kesalahan prosedur pelaksanaannya terhadap personel dan instalasi. Contoh: Memahami sticks untuk penopang konduktor bertegangan. Melaksanakan pekerjaan dalam keadaan bertegangan dengan menggunakan peralatan PDKB sesuai fungsinya berdasarkan prosedur yang ditetapkan. Contoh: mengganti isolator 500 kV dalam keadaan instalasi bertegangan (beroperasi). Mampu mensupervisi pelaksanaan PDKB sebagai team leader, dan mampu melakukan pengujian peralatan PDKB. Contoh: mensupervisi penggantian isolator 500 kV. Mampu menganalisa dan mengevaluasi rincian tahapan kerja PDKB, mampu membuat perencanaan program dan logistik/anggaran pelaksanaan PDKB instalasi TT dan TET. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi rencana pelaksanaan penggantian isolator 500 kV SUTET, meliputi sistem dan prosedur serta kebutuhan logistik/anggaran. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pelaksanaan PDKB dan mengembangkan prosedur dan metode pelaksanaan dan peralatan kerja PDKB instalasi TT dan TET. Contoh: menyempurnakan metode PDKB penggatian isolator 500 kV.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

274

HLM

LUR 1.2.1.6 K

308

PEN Y A L URAN

275

TLM Pemeliharaan SUTT/SUTET Transmission Line Maintenance

LUR 1.2.2.8 K

Pengetahuan tentang jenis, fungsi dan batasan operasi peralatan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) maupun SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), serta kemampuan melaksanakan, mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan atau penggantian atau pemasangan peralatan SUTT/SUTET. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan SUTT/SUTET, dan jenisjenis pemeliharaan peralatan SUTT/SUTET Contoh: tower, isolator, konduktor, arcing horn, jarak bebas, right of way; pemeliharaan periodik, pemeliharaan korektif. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi peralatan SUTT/SUTET, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan peralatan SUTT/SUTET. Contoh: Memahami konduktor untuk menyalurkan tenaga listrik dengan batasan kapasitas arus tertentu, pemeliharaan periodik pentanahan kaki tiang untuk mempertahankan keandalan operasi peralatan. Melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan SUTT/ SUTET sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pemeliharaan pentanahan kaki tiang. 4 Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan tindakan korektif/ perbaikan kerusakan. Contoh: merencanakan dan Mampu mensupervisi penggantian isolator serta melakukan tindakan korektif apabila diperlukan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan peralatan SUTT/SUTET merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan peralatan SUTT/SUTET. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi penggantian konduktor SUTET, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan SUTT/SUTET, mampu melaksanakan analisa dan evaluasi operasi SUTT/SUTET. Contoh: menyempurnakan metode penggatian isolator.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

309

Evaluasi Pemeliharaan Transmisi Transmition Line Maintenance evaluation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi pemeliharaan unit transmisi agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan transmisi, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran pemeliharaan unit transmisi. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi pemeliharaan unit transmisi. Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi pemeliharaan unit transmisi. Memahami proses; mampu memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi pemeliharaan unit transmisi. Contoh: mampu memahami proses evaluasi pemeliharaan unit transmisi secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi pemeliharaan unit transmisi sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengengevaluasi pekerjaan pemeliharaan transmisian; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas evaluasi pemeliharaan unit transmisi sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi pemeliharaan unit transmisian, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penyelesaian permasalahan evaluasi pemeliharaan unit transmisi yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk pemeliharaan unit transmisi yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empiris sebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit transmisi di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

276

TOME

LUR 1.2.4.1.25 K

310

PEN Y A L URAN

4.2.7 Pelaksana Teknis PRODATEL


277 SMPP Perencanaan Pelayanan Pemeliharaan-Prodatel Service Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan pemeliharaan Prodatel yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana pemeliharaan Prodatel. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang anggaran pemeliharaan Prodatel, termasuk merencanakan anggaran pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran pemeliharaan Prodatel. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan pemeliharaan pemeliharaan Prodatel, termasuk rencana anggaran pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : Memahami pengaturan jadwal rencana pemeliharaan Prodatel oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan pemeliharaan pemeliharaan Prodatel termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan pemeliharaan Prodatel lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi hal yang berkaitan dengan pemeliharaan Prodatel. Contoh : mensupervisi rencana dan pemeliharaan tahunan terintegrasi secara menyeluruh dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang anggaran pemeliharaan Prodatel. Contoh : melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap besarnya deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan pemeliharaan Prodatel.

LUR 1.2.4.1.26 K

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

311

Pemeliharaan Rele Proteksi dan Kontrol Protection and Control Maintenance


Pengetahuan tentang jenis dan fungsi rele proteksi dan kontrol, batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan rele proteksi dan kontrol. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap rele proteksi dan kontrol yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaan rele proteksi dan kontrol. Contoh : rele jarak, rele diferensial, pengujian dan penyetelan ulang. Memahami prinsip kerja rele proteksi dan kontrol, dan batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan rele proteksi dan kontrol Contoh: Memahami prinsip kerja rele jarak, makna indikator-indikator pada rele, pengujian rele jarak untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan rele proteksi sesuai fungsinya, mengerti membaca gambar wiring rele proteksi dan kontrol. Contoh: Melaksanakan pengujian/ setting karakteristik rele jarak Mampu mensupervisi setting rele proteksi dalam sistem tenaga listrik, merencanakan, mengkoordinasikan dan Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, mampu membuat gambar wiring rele proteksi dan kontrol. Contoh: mensupervisi setting rele jarak pada jaringan 150 kV, merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian rele jarak serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan rele proteksi dan kontrol, serta mampu merencanakan serta Mampu menganalisa dan mengevaluasi program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan rele proteksi dan kontrol. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi Penggantian rele jarak, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur kerja pemeliharaan rele proteksi dan kontrol, serta ahli mendesain skema proteksi dan inovasi aplikasi rele proteksi dan kontrol Contoh: Membuat skema load shedding untuk menghindarkan overload trafo interbus.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

278

PCM

LUR 1.2.2.9 K

312

PEN Y A L URAN

279

TLPM Pemeliharaan Proteksi Penghantar Transmission Line Protection Maintenance

LUR 1.2.2.10 K

Pengetahuan tentang jenis dan fungsi proteksi penghantar, batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan proteksi penghantar. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap proteksi penghantar yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaan proteksi penghantar. Contoh : rele jarak, rele diferensial, pengujian dan penyetelan ulang. Memahami prinsip kerja proteksi penghantar, dan batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan proteksi penghantar Contoh: prinsip kerja rele jarak, makna indikator-indikator pada rele, pengujian rele jarak untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan rele proteksi sesuai fungsinya, mengerti membaca gambar wiring proteksi penghantar. Contoh: Melaksanakan pengujian/ setting karakteristik rele jarak Mampu mensupervisi setting rele proteksi dalam sistem tenaga listrik, merencanakan, mengkoordinasikan dan Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, mampu membuat gambar wiring proteksi penghantar. Contoh: mensupervisi setting rele jarak pada jaringan 150 kV, merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian rele jarak serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan proteksi penghantar, serta mampu merencanakan serta Mampu menganalisa dan mengevaluasi program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan proteksi penghantar. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi penggantian rele jarak, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur kerja pemeliharaan proteksi penghantar, serta ahli mendesain skema proteksi dan inovasi aplikasi proteksi penghantar Contoh: Membuat skema load shedding untuk menghindarkan overload trafo interbus.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

313

Pemeliharaan Proteksi Gardu Induk (GI) Substation Protection Maintenance


Pengetahuan tentang jenis dan fungsi proteksi gardu induk (GI), batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan proteksi gardu induk (GI). Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap proteksi gardu induk (GI) yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaan proteksi gardu induk (GI). Contoh : rele jarak, rele diferensial, pengujian dan penyetelan ulang. Memahami prinsip kerja proteksi gardu induk (GI), dan batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan proteksi gardu induk (GI) Contoh: memahami prinsip kerja rele jarak, makna indikator-indikator pada rele, pengujian rele jarak untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan rele proteksi sesuai fungsinya, mengerti membaca gambar wiring proteksi gardu induk (GI). Contoh: melaksanakan pengujian/ setting karakteristik rele jarak Mampu mensupervisi setting rele proteksi dalam sistem tenaga listrik, merencanakan, mengkoordinasikan dan Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, mampu membuat gambar wiring proteksi gardu induk (GI). Contoh: Mampu mensupervisi setting rele jarak pada jaringan 150 kV, merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian rele jarak serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan proteksi gardu induk (GI), serta mampu merencanakan serta Mampu menganalisa dan mengevaluasi program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan proteksi gardu induk (GI). Contoh: menganalisa dan mengevaluasi penggantian rele jarak, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur kerja pemeliharaan proteksi gardu induk (GI), serta ahli mendesain skema proteksi dan inovasi aplikasi proteksi gardu induk (GI) Contoh: Membuat skema load shedding untuk menghindarkan overload trafo interbus.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

280

SPM

LUR 1.2.2.11 K

314

PEN Y A L URAN

281

DSPM Pemeliharaan Proteksi Sistem DC DC System Protection Maintenance

LUR 1.2.2.12 K

Pengetahuan tentang jenis dan fungsi proteksi sistem DC, batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta kemampuan melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan proteksi sistem DC. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap proteksi sistem DC yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaan proteksi sistem DC. Contoh : Pengujian DC power Memahami prinsip kerja proteksi sistem DC, dan batasan operasi peralatan yang diproteksi/dikontrol, serta pengertian jenis-jenis pemeliharaan proteksi sistem DC Contoh: Memahami prinsip kerja DC power, makna indikator-indikator pada rele, pengujian DC power untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mampu menggunakan peralatan pemeliharaan rele proteksi sesuai fungsinya, mengerti membaca gambar wiring proteksi sistem DC. Contoh: Melaksanakan pengujian/ setting karakteristik DC power Mampu mensupervisi setting rele proteksi dalam sistem tenaga listrik, merencanakan, mengkoordinasikan dan Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan, mampu melaksanakan troubleshooting dan tindakan korektif/perbaikan kerusakan, mampu membuat gambar wiring proteksi sistem DC. Contoh: mensupervisi setting proteksi DC power, merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian DC power serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Mampu menganalisa dan mengevaluasi penggantian/ pemasangan proteksi sistem DC, serta mampu merencanakan serta Mampu menganalisa dan mengevaluasi program, sistem dan prosedur serta logistik/ anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan proteksi sistem DC. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi Penggantian DC power, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru serta memperbaiki prosedur kerja pemeliharaan proteksi sistem DC, serta ahli mendesain skema proteksi dan inovasi aplikasi proteksi sistem DC Contoh: Membuat skema load shedding untuk menghindarkan overload trafo interbus.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

315

Pemeliharaan SCADA dan Telekomunikasi SCADA and Telecommunication Maintenance


Pengetahuan tentang jenis dan fungsi peralatan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) dan telekomunikasi, serta kemampuan untuk melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/ penggantian/pemasangan peralatan SCADA dan telekomunikasi. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi peralatan SCADA dan telekomunikasi yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaannya. Contoh: RTU, transducer, repeater, pemeliharaan periodik dan korektif SCADA/Telekomunikasi. Memahami prinsip kerja SCADA/telekomunikasi, dan pengertian jenisjenis pemeliharaan SCADA/telekomunikasi. Contoh: prinsip kerja RTU, repeater, makna indikator-indikator, pengujian RTU untuk mengecek kebenaran kerjanya. Melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan mampu menggunakan peralatan pemeliharaan SCADA/ telekomunikasi sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pengujian RTU. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan SCADA/ Telekomunikasi, dan mampu melaksanakan troubleshooting serta tindakan korektif/perbaikan kerusakan. Contoh: mensupervisi pengujian RTU serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/pemasangan SCADA/ telekomunikasi, mampu Mampu menganalisa dan mengevaluasi serta merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan SCADA/telekomunikasi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi penggantian RTU, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan SCADA/telekomunikasi, ahli mendesain dan berinovasi dalam aplikasi SCADA/telekomunikasi. Contoh: mendesain SCADA/telekomunikasi untuk gardu induk baru dan mengintegrasikannya ke dalam sistem SCADA secara keseluruhan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

282

STM

LUR 1.2.2.14 K

316

PEN Y A L URAN

283

RSM Pemeliharaan RTU & Substation RTU & Substation Maintenance

LUR 1.2.2.15 K

Pengetahuan tentang jenis dan fungsi peralatan RTU & Substation dan telekomunikasi, serta kemampuan untuk melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/penggantian/ pemasangan peralatan RTU & Substation. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi peralatan RTU & Substation yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaannya. Contoh: RTU & Substation, transducer, repeater, pemeliharaan periodik dan korektif RTU & Substation. Memahami prinsip kerja RTU & Substation, dan pengertian jenis-jenis pemeliharaan RTU & Substation. Contoh: memahami prinsip kerja RTU & Substation, repeater, makna indikator-indikator, pengujian RTU & Substation untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan mampu menggunakan peralatan pemeliharaan RTU & Substation sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pengujian RTU & Substation. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan RTU & Substation, dan mampu melaksanakan troubleshooting serta tindakan korektif/perbaikan kerusakan. Contoh: mensupervisi pengujian RTU & Substation serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/pemasangan RTU & Substation, mampu menganalisa dan mengevaluasi serta merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan RTU & Substation. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi penggantian RTU & Substation, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan RTU & Substation, ahli mendesain dan berinovasi dalam aplikasi RTU & Substation. Contoh: mendesain RTU & Substation untuk gardu induk baru dan mengintegrasikannya ke dalam sistem RTU & Substation secara keseluruhan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

317

Pemeliharaan Master Station Master Station Maintenance


Pengetahuan tentang jenis dan fungsi peralatan Master Station dan telekomunikasi, serta kemampuan untuk melaksanakan, Mampu mensupervisi, merencanakan dan mengembangkan metode pemeliharaan/penggantian/pemasangan peralatan Master Station. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi peralatan Master Station yang digunakan di gardu induk, dan macam pemeliharaannya. Contoh: Master Station, transducer, repeater, pemeliharaan periodik dan korektif Master Station. Memahami prinsip kerja Master Station, dan pengertian jenis-jenis pemeliharaan Master Station. Contoh: Memahami prinsip kerja Master Station, repeater, makna indikator-indikator, pengujian Master Station untuk mengecek kebenaran kerjanya. Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan mampu menggunakan peralatan pemeliharaan Master Station sesuai dengan fungsinya. Contoh: melaksanakan pengujian Master Station. Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan Master Station, dan mampu melaksanakan troubleshooting serta tindakan korektif/perbaikan kerusakan. Contoh: merencanakan dan Mampu mensupervisi pengujian master station serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan anomali. Menganalisis dan mengevaluasi penggantian/pemasangan Master Station, mampu Mampu menganalisa dan mengevaluasi serta merencanakan program, sistem dan prosedur serta logistik/anggaran pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan Master Station. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi penggantian Master Station, membuat program pemeliharaan tahunan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan Master Station, ahli mendesain dan berinovasi dalam aplikasi Master Station. Contoh: mendesain Master Station untuk gardu induk baru dan mengintegrasikannya ke dalam sistem Master Station secara keseluruhan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

284

MSM

LUR 1.2.2.16 K

318

PEN Y A L URAN

285

POM-E

LUR 1.2.4.1.27 K

Evaluasi Pemeliharaan Prodatel Protection, Scada and Telecomunnicationn Maintenance Evaluation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi pemeliharaan prodatel agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan prodatel, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran pemeliharaan prodatel Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi pemeliharaan prodatel Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi pemeliharaan prodatel Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi pemeliharaan prodatel Contoh: memahami proses evaluasi pemeliharaan prodatel secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi pemeliharaan prodatel sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengengevaluasi pekerjaan pemeliharaan prodatel; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pengendalian dan pembimbingan atas evaluasi pemeliharaan prodatel sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi pemeliharaan prodatel sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan prodatel yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisis dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk pemeliharaan prodatel yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empirissebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk prodatel di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

319

286

OP Perencanaan Operasi Operation Planning

LUR 1.2.4.1.28 K

Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan Operasi Penyaluran yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana Operasi Penyaluran. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang anggaran Operasi Penyaluran, termasuk merencanakan anggaran pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh : mengetahui perhitungan anggaran Operasi Penyaluran. Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Operasi Penyaluran, termasuk rencana anggaran pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh : memahami pengaturan jadwal rencana Operasi Penyaluran oleh Pusat Pengatur Beban berkaitan dengan persyaratan cadangan panas untuk keandalan sistem. Mampu melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan pemeliharaan Operasi Penyaluran termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh : membuat network planning inspeksi tahunan Operasi Penyaluran lengkap dengan kebutuhan sumberdayanya. Mampu mensupervisi serta pengawasan untuk hal yang berkaitan dengan Operasi Penyaluran. Contoh : mensupervisi rencana dan pemeliharaan tahunan terintegrasi dengan rencana overhaul dan inspeksi serta predictive maintenance. Mampu menganalisa dan mengevaluasi pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang anggaran Operasi Penyaluran. Contoh : menganalisa dan mengevaluasi deviasi antara perencanaan dan realisasinya. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan yang lebih tepat. Contoh : melaksanakan penyempurnaan metode perencanaan Operasi Penyaluran.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

4.2.8 OPERASI PELAKSANA TEKNIS

320

PEN Y A L URAN

287

PSD Operasi Realtime Sistem Tenaga Power System Dispatching

LUR 1.2.1.7 K

Kemampuan untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik secara real time, termasuk dispatching antar area control centre Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar pengoperasian sistem tenaga listrik. Contoh: mengetahui karakteristik pusat listrik secara umum, mengetahui batas-batas pengoperasian instalasi tenaga listrik dan batas operasi sistem tenaga listrik, mengetahui prinsip prinsip switching. Memahami secara komprehensif proses pengaturan sistem tenaga listrik. Contoh: memahami metode pengaturan tegangan dan frekuensi, memahami standing operation procedure (SOP) baik dalam kondisi normal maupun darurat, mengetahui konsep analisa sistem tenaga dan manajemen energi. Mampu melaksanakan pengendalian operasi tenaga listrik sesuai dengan perencanaan operasi yang telah dibuat, serta melakukan tindakan korektif pada perubahan kondisi sistem yang bersifat minor. Contoh: memerintahkan merubah tingkat pembebanan, memerintahkan switching transmisi, mengatur frekuensi dan tegangan. Mampu mensupervisi pengendalian operasi dalam kondisi darurat, mengatasi gangguan dan memulihkan, dengan menerapkan SOP serta memilih alternatif yang sesuai dengan kondisi aktual. Contoh: mensupervisi pemulihan sistem dari gangguan besar, mampu melakukan modifikasi urutan switching karena terjadinya perubahan kesiapan instalasi tenaga listrik. Mampu menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi sistem untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi rencana operasi untuk menyesuaikannya dengan perubahan kondisi sistem yang aktual, mampu melakukan pelatihan menggunakan dispatching training simulator (DTS) dengan skenario yang telah ditentukan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru strategi dan metode pengaturan sistem tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi sistem tenaga listrik. Contoh: mengembangkan metode operasi (perubahan SOP), mampu membuat skenario untuk pelatihan dalam DTS (dispatcher training simulator).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

321

Operasi Peralatan Sistem Interkoneksi Equipment Operation Interconnection System


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan peralatan sistem interkoneksi sesuai SOP yang berlaku, melalui instruksi dispatcher yang mengatur aliran beban, untuk tujuan switching dan penyaluran beban, dalam hal operasi normal atau operasi darurat atau gangguan. Dengan jalan mengoperasikan peralatan Pemutus tenaga (circuit breaker) dan Pemutus Tegangan (Disconnecting Switch). Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar pengoperasian peralatan sistem interkoneksi lengkap dengan SOP nya, mengetahui macam dan jenis sistem interkoneksi, mengetahui jenis dan type peralatan sistem interkoneksi, mengetahui operasi kondisi normal, kondisi darurat, kondisi temporer dan kondisi siaga. Contoh: mengetahui macam sistem interkoneksi Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV dengan jenis 1 Breaker, double busbar, kapasitas 2 x 500 MVA. Memahami secara detail dan komprehensif pengoperasian sistem interkoneksi lengkap dngan SOP nya, mengerti fungsi alat proteksi dan koordinasi setting relay, mengerti jenis konfigurasi busbar dan kegunaannya, mengerti langkah operasi darurat yang harus dilaksanakan tanpa komando . Contoh: Memahami langkah operasi darurat dengan meng-off-kan circuit breaker Trafo pada saat Trafo mengeluarkan suara dengung keras diatas suara normal. Mampu melaksanakan pekerjaan pengoperasian peralatan sistem interkoneksi sesuai prosedur dan tata cara yang berlaku. Mengikuti instruksi dispatcher dengan benar. Melaksanakan tindakan sesuai prosedur pada keadaan genting dan darurat. Contoh: melakukan pelepasan dan pemasukkan disconnecting switch (pemisah tegangan/ PMS) sesuai urutan yang benar pada saat pemindahan operasi busbar I dan II Mampu mensupervisi pada aktifitas pengoperasian sistem interkoneksi dengan memberikan arahan yang benar kepada operator sistem interkoneksi dalam pembebanan lebih operasi trafo, melaksanakan pengawasan pada saat operasi dengan kondisi darurat, temporer dan siaga. Contoh: Mampu mensupervisi dengan benar untuk melakukan pengoperasian circuit breaker (pemutus tenaga/ PMT) dalam kondisi tidak normal. Mampu menganalisa dan mengevaluasi pada SOP yang berlaku untuk peningkatan dan pengembangan pengoperasian sistem interkoneksi guna efektifitas dan efisiensi operasi sistem interkoneksi, melakukan analisa dan evaluasi angka-angka pengusahaan dengan batas kapasitas peralatan sistem interkoneksi. Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi operasi trafo pada kondisi overload dengan hasil analisa dan evaluasi untuk besaran angka beban lebih dan batas waktu operasi diluar normal.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

288

SEO

LUR 1.2.1.8 K

322

Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru untuk peningkatan dan penyempurnaan prosedur operasi sistem interkoneksi, strategi dan metode pengaturan sistem tenaga listrik, serta mengembangkan metode baru pengendalian operasi sistem tenaga listrik. Contoh: memberikan rekomendasi pemasangan no-voltage relay, untuk otomatisasi pelepasan semua pemutus tenaga (circuit breaker) yang terhubung dengan busbar, mampu mengembangkan metode operasi (perubahan SOP) untuk melancarkan dan memudahkan pengoperasian peralatan sistem interkoneksi.

PEN Y A L URAN

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

323

Evaluasi Operasi Sistem Interkoneksi System Interconection Operation evaluation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi Operasi unit sistem interkoneksi agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan sistem interkoneksi, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran Operasi sistem interkoneksi Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi Operasi sistem interkoneksi Contoh: dapat mengetahui pekerjaan evaluasi Operasi sistem interkoneksi Memahami latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi Operasi sistem interkoneksi Contoh: memahami proses evaluasi Operasi unit sistem interkoneksi secara rinci. Mampu melaksanakan evaluasi Operasi unit sistem interkoneksi sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: mengengevaluasi pekerjaan Operasi sistem interkoneksian; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi evaluasi Operasi unit sistem interkoneksi sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: membimbing pelaksanaan evaluasi Operasi unit sistem interkoneksian, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi permasalahan evaluasi Operasi unit sistem interkoneksi yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh: menganalisa dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya pemeliharaan yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive maintenance, pemakaian material pemeliharaan non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem evaluasi yang lebih tepat untuk Operasi unit sistem interkoneksi yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empiris sebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan pemeliharaan untuk Unit sistem interkoneksi di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

PEN Y A L URAN

289

SIO-E

LUR 1.2.4.1.29 K

324

PEN Y A L URAN

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

4.3 DISTRIBUSI

KORPORAT

KANTOR INDUK

ORGANISASI PELAKSANA (AREA)

ORGANISASI PELAKSANA (APD)

ORGANISASI PELAKSANA (AREA PRIMA)

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

327

4.3.1 KORPORAT
290 DSP Perencanaan Jangka Panjang Sistem Distribusi Distribution System Planning
Kemampuan untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan pasokan tenaga listrik jangka panjang secara optimal, dengan mempertimbangkan pertumbuhan beban dan ketersediaan daya listrik Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pembuatan Distribution System Planning. Contoh: Mengetahui proses yang terkait dengan Distribution System Planning antara lain engineering economics, mengerti konsep neraca daya, daya cadangan, daya mampu dan Desain PSO/ non PSO terpadu Memahami secara komprehensif proses pembuatan Distribution System Planning serta parameter yang berhubungan dengan Distribution System Planning. Contoh: Memahami metode perhitungan rencana jaringan baru (SUTM, SKTM, JTR, SUTR, Gardu Distribusi), menghitung neraca daya, daya cadangan, daya mampu dan Desain PSO/ non PSO terpadu Mampu melaksanakan pembuatan Distribution System Planning sesuai dengan metode dan parameter yang telah ditentukan. Contoh: Merencanakan kebutuhan jaringan Distribusi baru (SUTM, SKTM, JTR, SUTR, Gardu Distribusi) sesuai dengan parameter yang telah ditentukan dan dijabarkan dalam perencanaan jangka panjang, menengah dan jangka pendek (RKAP) Mampu mensupervisi pembuatan Distribution System Planning dengan metode yang telah ditentukan. Contoh: Mensupervisi perhitungan rencana kebutuhan jaringan Distribusi baru (SUTM, SKTM, JTR, SUTR, Gardu Distribusi) yang dijabarkan dalam perencanaan jangka panjang, menengah dan jangka pendek (RKAP) Mampu menganalisis dan mengevaluasi rencana Distribution System Planning dan mampu mengintegrasikan hasilnya dengan Power System Planning. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi rencana kebutuhan jaringan Distribusi baru (SUTM, SKTM, JTR, SUTR, Gardu Distribusi) agar selaras dengan Power System Planning Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perhitungan Distribution System Planning berbasis Makro ekonomi yang mencakup perencanaan terpadu PSO dan non PSO Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam perhitungan pertumbuhan beban distribusi

DIS 1.3.4.1.A P

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

4.3 DISTRIBUSI

328

D I S TRIBU S I

291

ETP Kebijakan Transaksi Energi Listrik Energy Transaction Policy

DIS 1.3.4.1.B P

Kemampuan untuk merencanakan kebijakan transaksi energi listrik antar unit (Wilayah/ Distribusi) pada jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar transaksi energi pada pengoperasian sistem tenaga listrik melalui sistem grid Contoh: Mengetahui dasar-dasar pengoperasian jaringan tegangan menengah melalui sistem grid Memahami secara komprehensif atas transaksi energi listrik pada pengoperasian sistem tenaga listrik melalui sistem grid Contoh: Memahami perhitungan kapasitas jaringan dalam proses pengoperasian sistem grid ekspor impor energi antar unit (Wilayah/ Distribusi) Mampu menyusun petunjuk teknis pengoperasian sistem tenaga listrik melalui sistem grid Contoh: menyusun petunjuk teknis kebijakan pengoperasian APP transaksi (kWh ekspor impor) pada sistem grid antar unit (Wilayah/ Distribusi) Mampu mensupervisi penyusunan petunjuk teknis atas transaksi energi listrik pada pengoperasian sistem tenaga listrik melalui sistem grid Contoh: Mensupervisi penyusunan petunjuk teknis kebijakan pengoperasian APP transaksi (kWh ekspor impor) pada sistem grid antar unit (Wilayah/ Distribusi) Mampu menganalisis dan mengevaluasi kebijakan eksisting atas transaksi energi listrik pada pengoperasian sistem tenaga listrik melalui sistem grid Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi petunjuk teknis kebijakan pengoperasian APP transaksi (kWh ekspor impor) pada sistem grid antar unit (Wilayah/ Distribusi) Mampu menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru atas transaksi energi pada pengoperasian sistem tenaga listrik yang disesuaikan dengan teknologi terkini Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru dalam hal kewenangan penandatanganan berita acara transaksi energi

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

329

Kebijakan Pembelian Listrik IPP Power Purcase Policy


Kemampuan untuk merencanakan kebijakan pembelian energi listrik dari IPP Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar parameter transaksi energi pada pengoperasian sistem tenaga listrik Contoh: Mengetahui biaya variabel dan biaya tetap pembangkitan tenaga listrik Memahami secara komprehensif parameter transaksi energi atas pembelian dari IPP Contoh: Memahami perhitungan besarnya pembelian energi dari IPP Mampu menyusun petunjuk teknis perhitungan transaksi energi listrik dari IPP Contoh: menyusun formulasi perhitungan besarnya pembelian energi dari IPP Mampu mensupervisi penyusunan petunjuk teknis perhitungan transaksi energi listrik dari IPP dalam kondisi transaksi dalam keadaan normal maupun dalam keadaan gangguan Contoh: Mensupervisi penyusunan formulasi perhitungan besarnya pembelian energi dimana IPP dalam kondisi tidak optimal Mampu menganalisis dan mengevaluasi penyusunan petunjuk teknis formulasi perhitungan transaksi energi listrik dari IPP untuk mengantisipasi perubahan kondisi sistem. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi formulasi perhitungan besarnya pembelian energi dari IPP dalam kondisi tidak optimal Mampu menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru atas formulasi perhitungan transaksi energi listrik dari IPP dan kebijakan pengaturan pembelian listrik dari IPP Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru dalam penyusunan formulasi perhitungan besarnya pembelian energi dari IPP sesuai kondisi

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

292

PPP

DIS 1.3.4.1.C P

330

D I S TRIBU S I

293

MAP Kebijakan Manajemen Aset Management Asset Policy

DIS 1.3.4.1.D P

Kemampuan untuk membuat kebijakan terkait dengan perencanaan, pengadaan, konstruksi, operasi, pemeliharaan dan penghapusan aset sistem tenaga listrik untuk memperoleh manfaat yang optimal Level Deskripsi Perilaku Mengetahui konsep dasar life cycle dari peralatan (asset) sistem tenaga listrik, konsep dasar ekonomi teknik dan kebijakan pengelolaan aset yang berlaku Contoh: Mengetahui karakteristik peralatan listrik dan mengetahui kebijakan regulasi pengelolaan aset Memahami secara komprehensif konsep dasar life cycle dari peralatan (asset) sistem tenaga listrik, konsep dasar ekonomi teknik dan kebijakan pengelolaan aset yang berlaku Contoh: Memahami perhitungan pay back period dari trafo distribusi 630 kVA Mampu menyusun usulan prosedur dan kebijakan manajemen aset sistem tenaga listrik untuk memperoleh manfaat yang optimal Contoh: membuat usulan tentang penghapusan asset trafo 630 kVA sesuai dengan asas tekno ekonomis dan ketentuan yang berlaku Mampu mensupervisi penyusunan usulan prosedur dan kebijakan manajemen aset sistem tenaga listrik untuk memperoleh manfaat yang optimal Contoh: Mensupervisi penyusunan usulan tentang penghapusan asset trafo 630 kVA sesuai dengan asas tekno ekonomis dan ketentuan yang berlaku Mampu menganalisis dan mengevaluasi prosedur dan kebijakan manajemen aset sistem tenaga listrik untuk memperoleh manfaat yang optimal Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi usulan tentang penghapusan asset trafo 630 kVA sesuai dengan asas tekno ekonomis dan ketentuan yang berlaku Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode/ prosedur/ kebijakan baru tentang manajemen aset sistem tenaga listrik untuk memperoleh manfaat yang optimal Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru penyusunan kebijakan tentang penghapusan asset trafo 630 kVA sesuai dengan asas tekno ekonomis

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

331

Kebijakan Pengukuran Transaksi Energi Listrik Energy Transaction Metering Policy


Kemampuan untuk menyusun kebijakan pengukuran transaksi energi antar Unit (Wilayah/ Distribusi) yang meliputi meter out going dan incoming (kWh ekspor impor) dan termasuk untuk IPP Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi dasar peralatan pengukur transaksi energi listrik dan dapat mengidentifikasi indikator pengukuran pada meter transaksi energi listrik Contoh: Mengetahui cara kerja dan proses bisnis mekanisme dan pengukuran transaksi energi listrik Memahami perhitungan transaksi energi listrik termasuk transaksi daya aktif, daya reaktif, dan daya semu Contoh: Memahami perhitungan proses bisnis pengukuran transaksi energi listrik termasuk penggunaan software aplikasinya Mampu membuat usulan kebijakan penetapan titik pengukuran, cara pengukuran, perhitungan dan transaksi energi listrik Contoh: Membuat regulasi proses bisnis pengukuran titik transaksi energi listrik Mampu mensupervisi pembuatan kebijakan penetapan titik pengukuran, cara pengukuran, perhitungan dan transaksi energi listrik Contoh: Mensupervisi pembuatan regulasi proses bisnis pengukuran titik transaksi energi listrik Mampu menganalisis dan mengevaluasi kebijakan penetapan titik pengukuran, cara pengukuran, perhitungan dan transaksi energi listrik Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil regulasi proses bisnis pengukuran titik transaksi energi listrik Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru atas kebijakan penetapan titik pengukuran, cara pengukuran, perhitungan dan transaksi energi listrik Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam menentukan regulasi proses bisnis pengukuran titik transaksi energi listrik

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

294

ETMP

DIS 1.3.4.1.E P

332

D I S TRIBU S I

295

ETS Setelmen Transaksi Energi Listrik Electric Energy Transaction Settlement

DIS 1.3.4.1.F P

Kemampuan untuk melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik pada sistem jaringan tenaga listrik (grid) secara akurat dan akuntabel dengan mempertimbangkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui secara akurat dan benar data transaksi tenaga listrik yang berhubungan dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan Distribusi, kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik dengan distribusi (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA) serta data energi yang digunakan untuk penyusunan laporan neraca energi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: Mengetahui unsur data transaksi Distribusi seperti pengukuran energi, realisasi availability factor, realisasi pembebanan dan ketidaksiapan Distribusi, data indikator ekonomi, data kontrak dan lainnya Memahami verifikasi data pendukung setelmen PSA, TSA dan mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang sederhana sesuai dengan kesepakatan mengenai transfer tenaga listrik (PSA) dan kesepakatan mengenai penggunaan dan pelayanan sistem transmisi (TSA). Contoh: Memahami perhitungan energi WBP/LWBP, MW koinsiden (berita acara PSA terurai) dan perhitungan MVA tersedia untuk setiap Unit Distribusi (berita acara TSA) dan membuat laporan neraca energi. Mampu melakukan verifikasi data pendukung setelmen PPA termasuk indikator ekonomi serta mampu melaksanakan perhitungan transaksi tenaga listrik yang lebih komplek berdasarkan mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan Distribusi (PPA), termasuk perusahaan Distribusi swasta (IPP). Contoh: Menghitung transaksi jumlah tagihan final (berita acara JTF) antara Unit P3BJB dengan Unit Distribusi Jawa Barat, verifikasi data indikator ekonomi (kurs, indek harga konsumen, inflasi, harga bahan bakar minyak, dan lain-lain). Mampu mensupervisi verifikasi setelmen sesuai dengan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan Distribusi (PPA), kesepakatan dengan distribusi (PSA dan TSA) serta mampu membuat laporan dan melakukan evaluasi PPA, PSA dan TSA. Contoh: Melakukan supervisi terhadap verifikasi TSA antara Unit P3BJB dengan Unit Distribusi Jawa Barat Mampu menganalisis dan mengevaluasi model setelmen transaksi jual beli tenaga listrik yang merepresentasikan perjanjian jual beli tenaga listrik seperti kontrak PPA IPP, kontrak penjualan ke Unit Distribusi/ Wilayah (PSA), biaya jasa transmisi (TSA) dan mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan PSA/TSA. Contoh: Membuat menganalisis dan mengevaluasi model setelmen antara Unit P3BJB dengan Unit Distribusi Jawa Barat Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru sistem atas proses setelmen transaksi tenaga listrik yang akurat dan akuntabel, mampu menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan mekanisme PPA dan mampu melakukan publikasi setelmen PPA, PSA dan TSA. Contoh: Membuat pengembangan proses setelmen antara Unit P3BJB dengan Unit Distribusi Jawa Barat yang lebih efektif, akurat dan efisien

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

333

Evaluasi Kinerja Distribusi Distribution Performance Evaluation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi dan mengendalikan kinerja bidang Distribusi agar efektif dan efisien yang sesuai dengan target kinerja yang disepakati sesuai standar termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit kerja. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui indikator dan pekerjaan yang berkaitan dengan kinerja Distribusi yang meliputi kinerja jaringan sistem distribusi Contoh: Mengetahui indikator operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah seperti SAIDI, SAIFI, susut Memahami secara komprehensif latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan untuk menaikkan kinerja bidang Distribusi Contoh: Memahami formulasi dan proses perhitungan susut Distribusi 3 Mampu melaksanakan evaluasi kinerja bidang Distribusi sesuai target/ standar yang berlaku Contoh: Melaksanakan evaluasi pencapaian target kinerja Distribusi, seperti evaluasi kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu mensupervisi evaluasi pencapaian kinerja bidang Distribusi sehingga dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: Mensupervisi pelaksanaan evaluasi pencapaian target kinerja bidang Distribusi, seperti kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu menganalisis dan mengendalikan pencapaian kinerja bidang Distribusi sehingga dapat mencapai target kinerja yang lebih baik dari yang ditetapkan Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi pencapaian target kinerja Distribusi, seperti evaluasi kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pencapaian kinerja yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat kebijakan, metode, formula baru sebagai terobosan untuk pencapaian kinerja yang lebih baik dari kebijakan yang sudah ada

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

296

DPE

DIS 1.3.4.1.G P

334

D I S TRIBU S I

4.3.2 KANTOR INDUK


297 DSP Perencanaan Sistem Distribusi Distribution System Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan, menghitung, menganalisis dan mengevaluasi pengembangan sistem distribusi yang meliputi SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi, serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang sistem distribusi, ukuran kapasitor dan AVR. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar-dasar perencanaan sistem distribusi secara umum yaitu meliputi: pengembangan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pengembangan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Mengetahui teknik perencanaan pengembangan sistem distribusi Memahami prinsip dasar perencanaan sistem distribusi secara umum meliputi, pengembangan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pengembangan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Memahami teknik perencanaan pembangunan sistem distribusi Mampu merekapitulasi dan melaksanakan rencana pengembangan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pengembangan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Membuat master plan pengembangan sistem distribusi Mampu mensupervisi rekapitulasi rencana sistem distribusi SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi , serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang jaringan distribusi tersebut, ukuran kapasitor dan AVR. Contoh: Mensupervisi tata cara perencanaan pengembangan sistem distribusi Mampu menganalisis dan mengevaluasi rekapitulasi perencanaan pengembangan sistem distribusi yang meliputi: SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi, serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang jaringan distribusi tersebut, ukuran kapasitor dan AVR. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi teknik pengembangan sistem distribusi Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perencanaan pengembangan sistem Distribusi dengan tingkat keandalan yang optimal Contoh: Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru tata cara perencanaan pengembangan sistem distribusi grid

DIS 1.3.4.1.H K

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

335

Perkiraan Kebutuhan Listrik Distribution Load Forecasting


Pengetahuan dan kemampuan untuk perkiraan kebutuhan tenaga listrik pada suatu kurun dan waktu tertentu (load forecast) termasuk kemampuan untuk mencari dan mengumpulkan/mendapatkan kelengkapan data yang akurat, kemampuan untuk melaksanakan perhitungan, menganalisis dan mengevaluasi hasil perhitungan, serta kemampuan untuk mengembangkan dan memperbaiki prosedur/metode perhitungan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui kegunaan perkiraan kebutuhan tenaga listrik, mengetahui metode-metode yang lazim digunakan dalam perkiraan kebutuhan tenaga listrik dan data yang diperlukan. Contoh: Mengetahui unsur prakiraan dan sumber data resmi tentang rencana pengembangan kawasan industri berikut kebutuhan tenaga listriknya. Memahami secara komprehensif proses pembuatan perkiraan kebutuhan tenaga listrik, memahami metode perkiraan tenaga listrik yang umumnya digunakan pada sistem tenaga listrik, memahami keunggulan dan kelemahan model yang digunakan dalam perhitungan perkiraan tenaga listrik. Contoh: Memahami kebutuhan data yang diperlukan dalam perhitungan perkiraan kebutuhan tenaga listrik untuk suatu kawasan industri Mampu melaksanakan survei, mengumpulkan data dan mampu menghitung perkiraan kebutuhan tenaga listrik untuk jangka pendek dan jangka menengah Contoh: Melaksanakan perhitungan kebutuhan energi listrik untuk 3 atau 5 tahun kedepan dengan memperhitungkan data statistik (jumlah penduduk dan rumah tangga, produk nasional bruto (GNP), kerapatan beban suatu daerah, pertumbuhan ekonomi, memahami Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD)) Mampu mensupervisi pelaksanaan survei, pengumpulan data dan mampu mensupervisi perhitungan perkiraan kebutuhan tenaga listrik untuk jangka pendek dan jangka menengah Contoh: Mensupervisi perhitungan kebutuhan energi listrik untuk 3 atau 5 tahun kedepan dengan memperhitungkan data statistik (jumlah penduduk dan rumah tangga, produk nasional bruto (GNP), kerapatan beban suatu daerah, pertumbuhan ekonomi, memahami Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD)) Mampu menganalisis dan mengevaluasi akurasi load forecast yang digunakan dalam penyusunan RKAP/ RJPP Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil perhitungan kebutuhan energi listrik 3 atau 5 tahun kedepan dengan memperhitungkan data statistik (jumlah penduduk dan rumah tangga, produk nasional bruto (GNP), kerapatan beban suatu daerah, pertumbuhan ekonomi, memahami Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD) Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru model load forecast yang lebih akurat untuk digunakan dalam suatu perhitungan perkiraan kebutuhan tenaga listrik Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat model load forecast baru untuk perhitungan perkiraan kebutuhan energi listrik yang lebih akurat

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

298

DLF

DIS 1.3.4.1.I I

336

D I S TRIBU S I

299

DMN

DIS 1.3.4.1.J

Manajemen Distribusi Distribution Management


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola sistem distribusi agar dapat beroperasi dengan andal, effisien, mutu yang baik, aman serta akrab lingkungan dan dapat mempertahankan unsur teknis peralatan serta mampu membuat rencana anggaran Kinerja Distribusi Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar-dasar pengelolaan program sistem distribusi, merancang bangun sistem jaringan, mengoperasikan, memeliharan serta mengevaluasi unjuk kerja jaringan Contoh: Mengetahui dasar-dasar pengelolaan sistem distribusi, seperti SAIDI, SAIFI, susut, gangguan trafo dan mutu tegangan ujung Memahami secara komprehensif bisnis proses pengelolaan sistem distribusi sehingga menghasilkan unjuk kerja yang optimal dan memahami aplikasi Sistem Distribusi yang digunakan Contoh: Memahami dasar-dasar pengelolaan sistem distribusi, seperti SAIDI, SAIFI, susut, gangguan trafo dan mutu tegangan ujung Mampu mengelola program sistem distribusi dan menggunakan aplikasi sistem distribusi sehingga menghasilkan unjuk kerja sesuai target Contoh: Mengelola program sistem distribusi yang memberikan unjuk kerja SAIDI, SAIFI, tegangan ujung, susut energi sesuai target Mampu mensupervisi pengelolaan program sistem distribusi sesuai bisnis proses yang telah ditetapkan dan memanfaatkan sumber daya yang dialokasikan secara effisien Contoh: Mensupervisi pengelolaan program sistem distribusi yang memberikan unjuk kerja SAIDI, SAIFI, tegangan ujung, susut energi sesuai target Mampu menganalisis dan mengevaluasi manajemen unjuk kerja sistem distribusi dan merekomendasikan perbaikan-perbaikan pengelolaan Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil pengelolaan program sistem distribusi yang memberikan unjuk kerja SAIDI, SAIFI, tegangan ujung, susut energi sesuai target Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengelolaan program sistem distribusi Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru pengelolaan program sistem distribusi yang memberikan unjuk kerja SAIDI, SAIFI, tegangan ujung, susut energi sesuai target

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

337

Perencanaan Operasi Jaringan Distribusi Distribution Network Operation Planning


Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan program pengoperasian sistem Distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP) Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan merencanakan program pengoperasian sistem distribusi Contoh: Mengetahui prinsip operasi sistem distribusi seperti load flow, pengurangan beban (load shedding, load curtailment) pada pelanggan, brown out (penurunan tegangan) Memahami secara komprehensif pekerjaan program pengoperasian sistem Distribusi dan peralatan Tegangan menengah Contoh: Memahami perhitungan dan pemilihan pengurangan beban pada pelanggan khusus dan atau penyulang tertentu Mampu menyusun rencana program pengoperasian sistem distribusi 3 Contoh: menyusun urutan pengurangan beban pada pelanggan khusus dan atau penyulang tertentu saat kondisi sistem abnormal dan berkoordinasi dengan APD / Area Mampu mensupervisi pekerjaan perencanaan operasi sistem distribusi Contoh: Mensupervisi pekerjaan pengurangan beban pada pelanggan khusus dan atau penyulang tertentu Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil perencanaan program pengoperasian sistem distribusi Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil perhitungan dan pemilihan pengurangan beban pada pelanggan khusus dan atau penyulang tertentu Mampu menyempurnakan dan atau membuat kebijakan/ metode baru dalam perencanaan pengoperasian sistem distribusi Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat islanding baru untuk menghindari terjadinya blackout

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

300

DNOP

DIS 1.3.4.1.K I

338

D I S TRIBU S I

301

DSMP Perencanaan Pemeliharaan Sistem Distribusi Distribution System Maintenance Planning

DIS 1.3.4.1.L I

Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan program pemeliharaan sistem Distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP) Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan merencanakan program pemeliharaan sistem distribusi Contoh: Mengetahui prinsip pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif Memahami secara komprehensif pekerjaan program pemeliharaan sistem Distribusi dan peralatan Tegangan menengah Contoh: Memahami perhitungan efisiensi dan pemilihan pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif Mampu menyusun rencana program pemeliharaan sistem distribusi Contoh: Membuat program pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif Mampu mensupervisi pekerjaan perencanaan pemeliharaan sistem distribusi Contoh: Mensupervisi pembuatan program pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil perencanaan program pemeliharaan sistem distribusi Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil pembuatan program pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif Mampu menyempurnakan dan atau membuat kebijakan/ metode baru dalam perencanaan pemeliharaan sistem distribusi Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru pembuatan program pemeliharaan prediktif, preventif dan korektif

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

339

Program penggunaan Alat Pengukur dan Pembatas Metering and Power Limiter Programme
Pengetahuan dan kemampuan tentang karakteristik alat ukur dan pembatas, penggunaan jenis alat pengukur dan pembatas (APP) termasuk program aplikasi terkait Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis alat pengukur dan pembatas (APP) elektromekanik, elektronik dan AMR (Automatic Meter Reading) serta standar yang berlaku di perusahaan. Contoh: Mengetahui jenis dan komponen alat pengukur dan pembatas (APP) seperti meter elektromekanik, elektronik, pengukuran langsung, tidak langsung, prabayar dan AMR Memahami secara komprehensif cara kerja alat pengukur dan pembatas elektromekanik, elektronik dan Automatic Meter Reading (AMR). Contoh: Memahami perhitungan alat pengukur dan pembatas (APP) seperti meter elektro mekanik, elektronik, pengukuran langsung, tidak langsung, prabayar dan AMR Mampu menyusun program penggunaan alat pengukur dan pembatas (APP) elektromekanik dan elektronik serta men-download data pengukuran pada meter elektronik Contoh: Menyusun program penggunaan meter pra-bayar Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan program penggunaan alat pengukur dan pembatas (APP) elektromekanik dan elektronik serta mampu mensupervisi pelaksanaan downloading data pengukuran pada meter elektronik Contoh: Mensupervisi program pemilihan penggunaan meter pra-bayar Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pemeliharaan APP, mampu melaksanakan pengawatan, pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting APP elektronik. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi hasil pelaksanaan program pemilihan penggunaan meter pra-bayar Mampu menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru atas penggunaan jenis APP sesuai teknologi terkini Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat kebijakan baru atas penggunaan jenis APP pra-bayar

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

302

MPLP

DIS 1.3.4.1.M I

340

D I S TRIBU S I

303

DPE - KDDIS 1.3.4.1.N Evaluasi Kinerja Distribusi - KD Distribution Performance Evaluation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi dan mengendalikan kinerja bidang Distribusi agar efektif dan efisien yang sesuai dengan target kinerja yang disepakati sesuai standar termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit kerja. Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui indikator dan pekerjaan yang berkaitan dengan kinerja Distribusi yang meliputi kinerja jaringan sistem distribusi Contoh: Mengetahui indikator operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah seperti SAIDI, SAIFI, susut Memahami secara komprehensif latar belakang pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan untuk menaikkan kinerja bidang Distribusi Contoh: Memahami formulasi dan proses perhitungan susut Distribusi 3 Mampu melaksanakan evaluasi kinerja bidang Distribusi sesuai target/ standar yang berlaku Contoh: Melaksanakan evaluasi pencapaian target kinerja Distribusi, seperti evaluasi kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu mensupervisi evaluasi pencapaian kinerja bidang Distribusi sehingga dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: Mensupervisi pelaksanaan evaluasi pencapaian target kinerja bidang Distribusi, seperti kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu menganalisis dan mengendalikan pencapaian kinerja bidang Distribusi sehingga dapat mencapai target kinerja yang lebih baik dari yang ditetapkan Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi pencapaian target kinerja Distribusi, seperti evaluasi kinerja trafo Distribusi (jumlah gangguan trafo distribusi) Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam memperbaiki atau menyempurnakan persyaratan/penggunaan standar yang lebih tepat untuk pencapaian kinerja yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat kebijakan, metode, formula baru sebagai terobosan untuk pencapaian kinerja yang lebih baik dari kebijakan yang sudah ada

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

341

Manajemen Supply-Chain Supply Chain Management


Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pengaturan alur rantai/ rangkaian proses pasokan material mulai dari perencanaan kebutuhan, proses pengiriman hingga pengendalian proses pasokan material untuk mendukung kegiatan pembangunan, operasi dan pemeliharaan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui prinsip dasar supply chain, yaitu meliputi alur kegiatan mulai dari perencanaan, proses pengadaan, proses pengiriman, dan pengawasan/pengendalian proses pasokan material serta pemeriksaan mutu dan ketepatan waktu. Contoh: mengetahui perencanaan kebutuhan material pada pembangunan SUTM. Memahami secara komprehensif prinsip supply chain dan kaitannya dengan efisiensi perusahaan, dalam kaitannya dengan tujuan pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta perbaikan instalasi untuk mencapai target kinerja. Contoh: Memahami efektifitas proses penyediaan material untuk operasi jaringan distribusi dan hubungannya dengan biaya. 3 Melakukan perencanaan kebutuhan material, pengadaan sampai dengan penyimpanan dan delivery kepada end user. Contoh: memproses pengiriman/penerimaan material sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan semua kegiatan pada proses supply chain secara komprehensif. Contoh: Mampu mensupervisi proses pengiriman/penerimaan material sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses supply chain yang ada dan mengindetifikasikan kelemahan dan kelebihannya. 5 Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pengiriman/ penerimaan material sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru mulai dari perencanaan, pengadaan, pengiriman serta penyimpanan dan seluruh kegiatan yang termasuk dalam supply chain, mampu mendesain dan mengevaluasi supply chain yang ada dan memberikan langkah perbaikan. Contoh: Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru proses pengiriman/penerimaan material sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP).

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

304

SCM

DIS 1.3.4.1.D I

342

D I S TRIBU S I

4.3.3 Organisasi Pelaksana (AREA)


305 DNO-M DIS 1.3.4.1.O K

Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Distribusi Distribution Network Operation and Maintenance Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan keperluan operasi dan pemeliharaan jaringan Distribusi yang berkaitan dengan pekerjaan membuat/ menyusun, memantau, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan serta melakukan pengawasan, termasuk membuat rencana anggaran operasi dan pemeliharaan unit Distribusi. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit Distribusi, termasuk merencanakan anggaran operasi dan pemeliharaan serta mengetahui batas kewajaran deviasi antara rencana dan realisasi. Contoh: mengetahui unsur penyusunan rencana anggaran biaya Pemeliharaan dan Operasi Distribusi Memahami secara komprehensif proses perencanaan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit Distribusi, termasuk rencana anggaran operasi dan pemeliharaan, serta batasan deviasi yang ditentukan. Contoh: Memahami perhitungan penyusunan rencana anggaran biaya Pemeliharaan dan Operasi Distribusi Mampu merekapitulasi dan melaksanakan pekerjaan perencanaan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan unit Distribusi termasuk membuat rencana sumberdayanya Contoh: membuat perhitungan rekapitulasi rencana anggaran biaya Pemeliharaan dan Operasi Distribusi Mampu mensupervisi pembuatan rekapitulasi hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan unit Distribusi. Contoh: Mensupervisi penghitungan rekapitulasi rencana anggaran biaya Pemeliharaan dan Operasi Distribusi Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan yang berhubungan dengan evaluasi dan analisis untuk hal yang berkaitan dengan perencanaan operasi dan pemeliharaan unit Distribusi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi rekapitulasi rencana anggaran biaya Pemeliharaan dan Operasi Distribusi Mampu menyempurnakan dan membuat metode baru persyaratan/ penggunaan metode perencanaan yang lebih tepat. Contoh: Menyempurnakan dan membuat metode baru perencanaan tata cara rencana anggaran biaya pemeliharaan dan operasi distribusi.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

343

Perencanaan Jaringan Distribusi Distribution Network planning


Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan, menghitung, menganalisis dan mengevaluasi pembangunan jaringan distribusi SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi, serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang sistem distribusi, ukuran kapasitor dan AVR. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar-dasar perencanaan sistem distribusi secara umum yaitu meliputi: pembangunan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pembangunan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Mengetahui teknik perencanaan pembangunan sistem distribusi Memahami prinsip dasar perencanaan sistem distribusi secara umum meliputi, pembangunan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pembangunan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Memahami teknik perencanaan pembangunan sistem distribusi Mampu merekapitulasi dan melaksanakan rencana pembangunan sistem distribusi saluran kabel tanah, saluran udara, rencana pemeliharaan dan rehabilitasi JTM, JTR dan SR, instalasi gardu distribusi, membuat dokumentasi pembangunan sistem distribusi dan gardu distribusi, serta membuat gambar teknik. Contoh: Membuat perencanaan pembangunan sistem distribusi Mampu mensupervisi rekapitulasi rencana sistem distribusi SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi , serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang jaringan distribusi tersebut, ukuran kapasitor dan AVR. Contoh: Mensupervisi tata cara perencanaan pembangunan jaringan distribusi Mampu menganalisis dan mengevaluasi rekapitulasi perencanaan jaringan distribusi SKTM, SUTM, SUTR, SKTR, gardu distribusi, serta menghitung setelan sistem proteksi pada penyulang jaringan distribusi tersebut, ukuran kapasitor dan AVR. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi teknik pembangunan jaringan distribusi Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru Perencanaan Sistem Distribusi dengan tingkat keandalan yang optimal dengan kondisi kondisi tertentu Contoh: Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru tata cara perencanaan pembangunan jaringan distribusi

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

306

DNP

DIS 1.3.4.1.P K

344

D I S TRIBU S I

307

DSP Perencanaan Sistem Distribusi Distribution System Planning

DIS 1.3.4.1.Q K

Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan, pengembangan sistem jaringan/distribusi sesuai perkembangan beban, tingkat keandalan dan perkembangan teknologi. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui dasar-dasar perencanaan pengembangan sistem jaringan/ distribusi (JTM, Gardu Distribusi, JTR, SR, sistem proteksi dan sistem pengukuran) untuk memenuhi perkembangan beban, tingkat keandalan yang diharapkan dan memperhatikan perkembangan teknologi. Contoh: mengetahui model sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid Memahami secara komprehensif proses perancangan pengembangan sistem distribusi dengan memperhatikan parameter penting didalam perancangan tersebut. Contoh: memahami cara penghitungan tingkat kehandalan sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid Mampu merekapitulasi dan merancang pengembangan sistem distribusi, kapasitas penyaluran, pemeliharaan jalur jaringan yang paling optimum contoh: Menghitung tingkat kehandalan sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid Mampu mensupervisi dan merekapitulasi perancangan sistem distribusi dan mampu menghitung tingkat keandalan dan kinerja jaringan (drop tegangan, arus hubung singkat). Contoh: Mensupervisi penghitungan tingkat kehandalan sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid Mampu menganalisis dan mengevaluasi rancangan pengembagan sistem distribusi dan unjuk kerjanya. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi penghitungan tingkat kehandalan sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru perancangan dan pengembangan sistem distribusi berkenaan dengan perkembangan teknologi. Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru penghitungan tingkat kehandalan sistem distribusi dan tingkat keandalannya, seperti sistem spindel, radial atau grid

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

345

Operasi Jaringan Distribusi Distribution Network Operation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan jaringan sistem distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), mengawasi dan memantau operasi peralatan pada sistem distribusi, mendeteksi dan mencari gangguan pada sistem distribusi dan menganalisis/ mengevaluasi hasil pengoperasian, pengawasan, pemantauan, deteksi dan pencarian gangguan. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan mengoperasikan, mengawasi, memantau, mendeteksi, mencari gangguan pada sistem distribusi tegangan rendah dan mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui prinsip operasi SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM Memahami secara komprehensif pekerjaan mengoperasikan, mendeteksi, mencari gangguan pada instalasi jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), trafo dan peralatan distribusi dan mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami prinsip operasi prinsip operasi SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM, trafo dan peralatan distribusi, seperti pengoperasian LBS, recloser, sectionalizer atau fuse cut out Mampu mengoperasikan sistem distribusi jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), trafo dan peralatan distribusi dan mampu menggunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengoperasikan SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM, trafo dan peralatan distribusi, seperti pengoperasian LBS, recloser, sectionalizer atau fuse cut out Mampu mensupervisi pekerjaan operasi sistem distribusi dan mampu mengoperasikan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), trafo dan peralatan distribusi dan mampu menggunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mensupervisi pekerjaan pengoperasian SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM, trafo dan peralatan distribusi, seperti pengoperasian LBS, recloser, sectionalizer atau fuse cut out Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil operasi sistem distribusi dan gangguan pada jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), trafo dan peralatan distribusi Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak pekerjaan pengoperasian SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM, trafo dan peralatan distribusi, seperti pengoperasian LBS, recloser, sectionalizer atau fuse cut out Mampu mengembangkan prosedur dan metode operasi, pada instalasi jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), trafo dan peralatan distribusi Contoh: Menyempurnaan dan atau membuat metoda baru pengoperasian SUTR/ SKTR/ SUTM/ SKTM, trafo dan peralatan distribusi

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

308

DNO

DIS 1.3.1.3.A K

346

D I S TRIBU S I

309

MPLO Operasi APP Metering and Power Limiter Operation

DIS 1.3.1.2.A K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan APP sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), dan melakukan pemulihan APP, serta mengidentifikasi permasalahan operasional Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubungan dengan pengoperasian dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk APP serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui prinsip dan jenis APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik baik pengukuran langsung maupun tidak langsung Memahami jenis dan macam pekerjaan yang berhubungan dengan pengoperasian dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk APP serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami penggunaan dan perhitungan APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik baik pengukuran langsung maupun tidak langsung Mampu mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk APP serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Menggunakan dan menghitung jenis APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik baik pengukuran langsung maupun tidak langsung Mampu mensupervisi pekerjaan operasi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk APP serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mensupervisi penggunaan dan penghitungan jenis APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik, pengukuran langsung maupun tidak langsung Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pengoperasian instalasi APP dan memberikan rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan operasional APP Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi penggunaan dan penghitungan jenis APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik baik pengukuran langsung maupun tidak langsung Mampu mengembangkan prosedur dan metode baru pengoperasian APP agar lebih aman dan akurasi pengukuran Contoh: Menyempurnaan dan atau membuat metoda baru penggunaan dan penghitungan jenis APP seperti meter 1 phasa, 3 phasa, elektromekanik dan elektronik baik pengukuran langsung maupun tidak langsung

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

347

Operasi Gardu Distribusi Distribution Substation Operation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), dan melakukan pemulihan peralatan distribusi untuk operasi gardu distribusi, serta mengidentifikasi permasalahan operasional Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi gardu distribusi serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui jenis dan prinsip operasi gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk Memahami jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi gardu distribusi serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami prinsip kerja operasi operasi gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk Mampu mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi gardu distribusi serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengoperasikan gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk Mampu mensupervisi pekerjaan operasi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi gardu distribusi serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mensupervisi pekerjaan operasi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pengoperasian instalasi operasi gardu distribusi dan memberikan rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan operasional operasi gardu distribusi Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak operasi gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk Mampu mengembangkan prosedur dan metode baru pengoperasian operasi gardu distribusi agar lebih aman dan akurasi pengukuran Contoh: penyempurnaan dan atau membuat metoda baru tata cara pengoperasian gardu distribusi seperti gardu portal, gardu cantol atau gardu tembok / kiosk

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

310

DSO

DIS 1.3.1.3.B K

348

D I S TRIBU S I

311

MVNO Operasi Jaringan Tegangan Menengah Medium Voltage Network Operation

DIS 1.3.1.3.C K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), dan melakukan pemulihan peralatan distribusi untuk operasi jaringan tegangan menengah, serta mengidentifikasi permasalahan operasional Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi jaringan tegangan menengah serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui prinsip operasi SUTM/ SKTM Memahami jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi jaringan tegangan menengah serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami cara perhitungan simulasi operasi SUTM/ SKTM Mampu mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi jaringan tegangan menengah serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengoperasikan SUTM/ SKTM Mampu mensupervisi pekerjaan operasi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi jaringan tegangan menengah serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mensupervisi pekerjaan operasi SUTM/ SKTM sesuai dengan SOP yang berlaku Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pengoperasian instalasi operasi jaringan tegangan menengah dan memberikan rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan operasional operasi tegangan menengah Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak operasi SUTM/ SKTM Mampu mengembangkan prosedur dan metode baru pengoperasian operasi jaringan tegangan menengah agar lebih aman dan akurasi pengukuran Contoh: Menyampurnakan dan atau membuat metoda baru cara pengoperasian SUTM/ SKTM

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

349

Operasi Jaringan Tegangan Rendah Low Voltage Network Operation


Pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP), dan melakukan pemulihan peralatan distribusi untuk operasi jaringan tegangan rendah. Serta mengidentifikasi permasalahan operasional Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi jaringan tegangan rendah serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui prinsip operasi SUTR dan SKTR Memahami jenis dan macam pekerjaan yang berhubunganan dengan pengoperasian, pemulihan,dan mengidentifikasi permasalahan operasional untuk operasi jaringan tegangan rendah serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami cara perhitungan simulasi operasi SUTR dan SKTR Mampu mengoperasikan sistem distribusi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi jaringan tegangan rendah serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengoperasikan SUTR dan SKTR Mampu mensupervisi pekerjaan operasi sesuai dengan SOP yang berlaku untuk operasi jaringan tegangan rendah serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mensupervisi pekerjaan operasi SUTR dan SKTR sesuai dengan SOP yang berlaku Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pengoperasian instalasi operasi jaringan tegangan rendah dan memberikan rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan operasional operasi tegangan rendah Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak operasi SUTR dan SKTR Mampu mengembangkan prosedur dan metode baru pengoperasian operasi jaringan tegangan rendah agar lebih aman dan akurasi pengukuran Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metoda baru cara pengoperasian SUTR dan SKTR

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

312

LVNO

DIS 1.3.1.3.D K

350

D I S TRIBU S I

313

DSD-NONSCADA Operasi Sistem Distribusi - Non SCADA Distribution System Dispatching - Non SCADA

DIS 1.3.1.1.A K

Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan operasi sistem distribusi tenaga listrik dalam kondisi normal, darurat, temporer, mendesak dan gangguan, secara manual (tanpa SCADA/ supervisory control and data acquisition); termasuk kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan, menganalisis/ mengevaluasi serta mengembangkan prosedur/metode/tatakerja operasi realtime distribusi. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam operasi sistem distribusi, di berbagai situasi, serta mengetahui konsep dasar. pengoperasian sistem distribusi, membaca one line diagram jaringan tegangan menengah (JTM), mengenal peralatan jaringan dan cara kerjanya serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan pengoperasian sistem distribusi serta mengetahui peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Mengetahui single line diagram jaringan tegangan menengah (JTM) dan pengoperasiannya Memahami prosedur dan metode pengoperasian sistem distribusi di berbagai situasi pada instalasi jaringan tegangan menengah (JTM) baik secara manual (tanpa SCADA); termasuk pengoperasian gardu dengan peralatan trafo, kubikel dan peralatan gardu lainnya serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan pengoperasian sistem distribusi serta memahami peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi distribusi Contoh: Memahami perhitungan simulasi pengoperasian sistem distribusi jaringan tegangan menengah (JTM) Mampu melaksanakan dan mengendalikan pekerjaan pengoperasian JTM pada berbagai kondisi sesuai SOP yang telah ditetapkan secara manual (tanpa SCADA) serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan pengoperasian sistem distribusi serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi sistem distribusi Contoh: Mengoperasikan single line diagram jaringan tegangan menengah (JTM) sesusai SOP Mampu mensupervisi operasi sistem dalam kondisi gangguan, mengatur kembali pembebanan jaringan (manuver beban) untuk memulihkan operasi sistem distribusi sesuai SOP (Standing Operation Prosecure ) yang ada serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait denganpengoperasian sistem distribusi serta mampu mempergunakan peralatan komunikasi yang terkait dengan operasi sistem distribusi Contoh: Melaksanakan supervisi pelaksanaan manuver jaringan sistem distribusi tegangan menengah (JTM) sesuai SOP Mampu menganalisis dan mengevaluasi rencana operasi sistem apabila terjadi perubahan sistem distribusi atau perubahan gardu induk serta mampu melakukan modifikasi rencana operasi sistem distribusi apabila terjadi perubahan beban di sistem distribusi. Contoh: Menganalisis, mengevaluasi dan mensimulasi manuver operasi jaringan tegangan menengah (JTM) Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru unjuk kerja sistem distribusi serta mengembangkan metode operasi baru sistem distribusi untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah (JTM) tanpa SCADA

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

351

Pemeliharaan Jaringan Distribusi Distribution Network Maintenance


Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan instalasi jaringan distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan pemeliharaan instalasi jaringan distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Mengetahui jenis pemeliharaan instalasi jaringan distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif Memahami secara komprehensif pemeliharaan instalasi jaringan distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Memahami perhitungan efisiensi pemeliharaan instalasi jaringan distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan pemeliharaan instalasi jaringan distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif sesuai SOP Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Mensupervisi pemeliharaan pemeliharaan instalasi jaringan distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif sesuai SOP Mampu menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan sistem distribusi yang lebih efektif dan efisien, serta memperbaiki prosedur dan metode kerja pemeliharaan sistem distribusi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak pelaksanaan pemeliharaan sistem distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif sesuai SOP Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan sistem distribusi . Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru pemeliharaan sistem distribusi seperti pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

314

DNM

DIS 1.3.2.1.A K

352

D I S TRIBU S I

315

DSM Pemeliharaan Gardu Distribusi Distribution Substation Maintenance

DIS 1.3.2.1.B K

Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan gardu distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan pemeliharaan gardu distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Mengetahui jenis pemeliharaan gardu distribusi seperti Conditional Based Maintenance atau Time Based Maintenance Memahami secara komprehensif pemeliharaan gardu distribusi, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Memahami perhitungan koordinasi proteksi gardu distribusi 3 Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan gardu distribusi sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan pemeliharaan gardu distribusi 100 kVA outdoor sesuai SOP Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan pengawasan pekerjaan pemeliharaan gardu distribusi 100 kVA outdoor sesuai SOP Mampu menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan sistem distribusi yang lebih efektif dan efisien, serta memperbaiki prosedur dan metode kerja pemeliharaan sistem distribusi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak pemeliharaan gardu distribusi 100 kVA outdoor sesuai SOP Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan sistem distribusi . Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru teknik pemeliharaan gardu distribusi 100 kVA outdoor

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

353

Pemeliharaan Sistem Proteksi Protection System Maintenance


Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan proteksi sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan sistem proteksi sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Mengetahui unsur unsur proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay Memahami secara komprehensif pemeliharaan sistem proteksi sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku di perusahaan Contoh: Memahami perhitungan sistem proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay Mampu melaksanakan pemeliharaan sistem proteksi sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan setting peralatan proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay; setting koordinasi Over Current Relay - PMR, Sectionalizer Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sistem proteksi sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan supervisi pekerjaan perhitungan dan setting peralatan proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay Mampu menganalisis dan mengevaluasi dampak pemeliharaan sistem proteksi Contoh: Melaksanakan analisis dan evaluasi dampak dari hasil setting peralatan proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan proteksi Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru (SOP) setting peralatan sistem proteksi pada penyulang sistem 20kV seperti Ground Fault Relay, Over Current Relay, PMR, Sectionalizer

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

316

PSM

DIS 1.3.2.2.A K

354

D I S TRIBU S I

317

MVNM Pemeliharaan Jaringan Distribusi Tegangan Menengah Medium Voltage Network Maintenance

DIS 1.3.2.1.C K

Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jaringan tegangan menengah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan pemeliharaan jaringan tegangan menengah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Mengetahui jenis pemeliharaan LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer Memahami secara komprehensif pemeliharaan jaringan tegangan menengah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Memahami perhitungan kapasitas peralatan seperti LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer Mampu melaksanakan pemeliharaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan pemeliharaan/ penggantian LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Mensupervisi pekerjaan pemeliharaan/ penggantian LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer Mampu menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan sistem distribusi yang lebih efektif dan efisien, serta memperbaiki prosedur dan metode kerja pemeliharaan sistem distribusi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak perkerjaan pemeliharaan/ penggantian LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan sistem distribusi . Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru (SOP) pemeliharaan/ penggantian LBS, FCO, Recloser dan Sectionalizer

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

355

Pemeliharaan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan - Tegangan Menengah Medium Voltage Hot-Line Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, perbaikan, pemasangan, penggantian dan pemeriksaan sistem distribusi tegangan menengah dalam keadaan bertegangan, termasuk kemampunan tentang pengembangan metode pelaksanaan dan faktor-faktor yang membatasi pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di sistem distribusi tegangan menengah Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan fungsi setiap peralatan PDKB untuk sistem distribusi 20 kV, standar konstruksi jaringan serta prosedur keamanan dan keselamatan kerja (K3). Contoh: Mengetahui fungsi peralatan PDKB jaringan tegangan menengah seperti tangga, peralatan isolasi, sticks. Memahami prinsip kerja dan batasan operasi setiap peralatan PDKB untuk sistem distribusi 20 kV, dan dampak dari kesalahan prosedur pelaksanaannya terhadap personil dan instalasi; mengetahui prosedur kerja PDKB. Contoh: Memahami cara penggunaan peralatan PDKB pada pemeliharaan jaringan tegangan menengah untuk penggantian isolator tumpu, penggeseran tiang, penggantian traverse atau penyambungan baru pelanggan tegangan menengah Mampu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, perbaikan, penggantian, pemasangan dan mempersiapkan pekerjaan (PDKB) pada sistem distribusi 20 kV (SUTM dan Gardu 20 kV) dalam keadaan bertegangan dengan menggunakan peralatan PDKB sesuai dengan fungsinya dan berdasarkan SOP yang ditetapkan. Contoh: Melaksanakan pekerjaan penggantian isolator tumpu, penggeseran tiang atau penggantian traverse atau penyambungan baru pelanggan tegangan menengah dengan metoda PDKB Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan PDKB, mampu bertindak sebagai team leader, dan mampu melakukan pengujian peralatan PDKB. Contoh: Mensupervisi pelaksanaan pekerjaan PDKB seperti pekerjaan penggantian isolator tumpu, penggeseran tiang atau penggantian traverse Mampu menganalisis dan evaluasi dampak pekerjaan PDKB, membuat program kerja dan logistik/anggaran pelaksanaan PDKB sistem distribusi tegangan menengah Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak pelaksanaan pekerjaan PDKB, seperti saving energy Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode pelaksanaan PDKB serta mengembangkan prosedur dan metode pelaksanaan maupun alat kerja dan material kerja PDKB sistem distribusi 20 kV. Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru (SOP) PDKB, pada penggantian isolator tumpu, penggeseran tiang atau penggantian traverse atau penyambungan baru pelanggan tegangan menengah

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

318

MVHLM

DIS 1.3.2.1.D K

356

D I S TRIBU S I

319

LVNM Pemeliharaan Jaringan Tegangan Rendah Low Voltage Network Maintenance

DIS 1.3.2.1.E K

Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jaringan tegangan rendah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan jaringan tegangan rendah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Mengetahui jenis pemeliharaan SUTR & SKTR Memahami secara komprehensif pemeliharaan jaringan tegangan rendah, termasuk melaksanakan, mengawasi, dan menganalisis pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Memahami perhitungan kuat hantar arus jaringan tegangan rendah seperti SUTR & SKTR Mampu melaksanakan pemeliharaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Melaksanakan pemeliharaan jaringan tegangan rendah seperti penggantian penghantar dan titik sambung pada SUTR & SKTR Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Mensupervisi pekerjaan pemeliharaan jaringan tegangan rendah seperti penggantian penghantar dan titik sambung pada SUTR & SKTR Mampu menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan sistem distribusi yang lebih efektif dan efisien, serta memperbaiki prosedur dan metode kerja pemeliharaan sistem distribusi. Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan tegangan rendah seperti penggantian penghantar dan titik sambung pada SUTR & SKTR Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan sistem distribusi . Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru (SOP) pemeliharaan tegangan rendah seperti penggantian penghantar dan titik sambung pada SUTR & SKTR

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

357

Pemeliharaan Jaringan Distribusi Tegangan Rendah - dengan metoda PDKB Low Voltage Hot Line Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah - dengan metoda PDKB, sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah dengan metoda PDKB, sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Mengetahui jenis pemeliharaan sistem distribusi TR - dengan metoda PDKB untuk tegangan rendah / sambung baru Memahami secara komprehensif pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah - dengan metoda PDKB, sesuai dengan Standing Operating Procedure (SOP), manual maintenance, dan ketentuan ketentuan lain yang berlaku Contoh: Memahami pekerjaan sambungan pelanggan baru tegangan rendah dengan metoda PDKB Mampu melaksanakan pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah dengan metoda PDKB sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: melaksanakan pemeliharaan pekerjaan sambungan pelanggan baru tegangan rendah dengan metoda PDKB Mampu mensupervisi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah - dengan metoda PDKB sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Contoh: Mensupervisi pekerjaan sambungan pelanggan baru tegangan rendah dengan metoda PDKB Mampu menganalisis dan mengevaluasi pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah yang lebih efektif dan efisien, serta memperbaiki prosedur dan metode kerja pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah - dengan metoda PDKB Contoh: Menganalisis dan mengevaluasi dampak pekerjaan sambungan pelanggan baru tegangan rendah dengan metoda PDKB atas saving energy, citra perusahaan, dan ketepatan waktu pemasangan Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam pemeliharaan sistem distribusi tegangan rendah - dengan metoda PDKB Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru pekerjaan sambungan pelanggan baru tegangan rendah dengan metoda PDKB

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

320

LVHLM

DIS 1.3.2.1.F K

358

D I S TRIBU S I

321

DNC Konstruksi Jaringan Distribusi Distribution Network Construction

DIS 1.3.3.A K

Pengetahuan dan kemampuan melaksanakan proses pembangunan jaringan distribusi mulai dari analisis kebutuhan, survai lapangan dan rencana anggaran biaya (RAB), standar konstruksi, proses pengadaan jasa dan material, administrasi projek, pengendalian projek, testing dan comMISioning, pengoperasian awal dan proses pencatatan asset. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan pembangunan konstruksi instalasi distribusi yaitu meliputi: konstruksi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP dan prosedur survai, standar kontruksi dan pembuatan rencana anggaran biaya (RAB). Contoh: mengetahui pekerjaan pembangunan konstruksi gardu distribusi 100 kVA Memahami secara komprehensif prosedur pembangunan/pemasangan instalasi distribusi yaitu meliputi: pemasangan JTM, Gardu, JTR, SMP, APP, prosedur administrasi dan pengendalian pelaksanaan kontruksi jaringan, prosedur testing dan commisioning, prosedur pengoperasian dan prosedur pencatatan asset. Contoh: mengetahui cara pemasangan gardu distribusi 100 kVA 3 Mampu melaksanakan pekerjaan pembangunan instalasi distribusi yaitu meliputi pemasangan: JTM, Gardu, JTR, SMP, APP, melaksanakan administrasi dan pengendalian pelaksanan konstruksi jaringan. Contoh: mampu memasang gardu distribusi 100 kVA 4 Mampu mensupervisi pembangunan JTM, Gardu, JTR, SMP, APP serta melaksanakan administrasi dan pengendalian pelaksanan konstruksi jaringan. Contoh: mensupervisi pemasangan gardu distribusi 100 kVA 5 Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pembangunan JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: menganalisis dan mengevaluasi manfaat dan kualitas pembangunan gardu distribusi 100 kVA Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru pembangunan JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: memperbaiki prosedur kerja pembangunan gardu distribusi 100 kVA

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

359

Inspeksi Jaringan Distribusi Distribution Network Inspection


Pengetahuan dan kemampuan untuk menginspeksi sistem distribusi terpasang meliputi: JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Level 1 Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan: menginspeksi sistem distribusi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: Mengetahui formulir yang harus diisi pada checklist pemeriksaan jaringan SUTM, SUTR, Gardu distribusi Memahami secara komprehensif tentang prosedur dan metode inspeksi sistem distribusi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: Memahami penggunaan formulir yang harus diisi pada checklist pemeriksaan jaringan SUTM, SUTR, Gardu distribusi Mampu melaksanakan pekerjaan inspeksi sistem distribusi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: Melaksanakan inspeksi jaringan SUTM, SUTR, Gardu Distribusi dan SMP, APP Mampu mensupervisi dan mengendalikan pekerjaan inspeksi sistem distribusi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: Mensupervisi pekerjaan inspeksi jaringan SUTM, SUTR, Gardu Distribusi, SMP, APP Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil inspeksi sistem distribusi JTM, JTM, Gardu, JTR, SMP, APP Contoh: Mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pelaksanaan inspeksi jaringan SUTM, SUTR, Gardu Distribusi, SMP, APP Mampu menyempurnakan dan atau membuat metode baru dalam inspeksi sistem distribusi . Contoh: Menyempurnakan dan atau membuat metode baru inspeksi sistem distribusi JTM, Gardu, JTR, SMP, APP

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

D I S TRIBU S I

322

DNI

DIS 1.3.2.4.A K

360

D I S TRIBU S I

323

DSO-E Evaluasi Operasi sistem Distribusi Distribution System Operation evaluation

DIS 1.3.4.1.O K

Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi agar dapat beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang disyaratkan, dapat mempertahankan umur teknis peralatan sistem interkoneksi, menekan jumlah gangguan dan kerusakan di bawah batas outages yang ditetapkan, termasuk membuat rencana anggaran Operasi dan inspeksi jaring Distribusi Level Deskripsi Perilaku Mengetahui proses; dapat menyebutkan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi Contoh: dapat menyebutkan pekerjaan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi Memahami proses; mampu menjelaskan latar belakang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi Contoh: mampu menjelaskan proses evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi secara rinci. Melaksanakan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku dan dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan. Contoh: melaksanakan evaluasi pekerjaan Operasi dan inspeksi jaring Distribusian; memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku, serta mencapai target kinerja. Mampu mensupervisi pelaksanaan pengendalian dan pembimbingan atas evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi sehingga dapat merealisasikan target kinerja. Contoh: Mampu mensupervisi pelaksanaan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusian, sehingga mampu merealisasikan target kinerja yang ditetapkan. Mampu menganalisa dan mengevaluasi dalam mengatasi krisis; dapat diandalkan dalam menyelesaikan permasalahan evaluasi Operasi dan inspeksi jaring Distribusi yang bersifat komplek dan/atau yang belum pernah terjadi sebelumnya. 5 Contoh: Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil evaluasi untuk peningkatan keandalan unit pada tingkat biaya inspeksi yang lebih rendah, misalnya dengan melakukan predictive inspection , pemakaian material inspeksi non-OEM (non original equipment manufacturer) sebagai terobosan. Berinovasi; dapat diandalkan dalam memperbaiki atau menyempurnakan sistem evaluasi yang lebih tepat untuk Operasi dan inspeksi jaring Distribusi yang diberlakukan di seluruh Perusahaan. Contoh: menjadikan metode statistik dan empiris sebagai sebuah standar kebijakan evaluasi operasi daan inspeksi untuk Unit sistem interkoneksi di Perusahaan.

Direktori Kompetensi Edisi 1 Online Oktober

2012

361

Konstruksi Jaringan Distribusi Recovery Distribution Network Construction Pengetahuan dan kemampuan melaksanakan proses pembangunan jaringan distribusi mulai dari analisa kebutuhan, survai lapangan dan rencana anggaran biaya (RAB), standar konstruksi, proses pengadaan jasa dan material, administrasi projek, pengendalian projek, testing dan comisioning, pengoperasian awal dan proses pencatatan asset. Level Deskripsi Perilaku Mengetahui jenis dan macam pekerjaan pembangunan konstruksi jaringan distribusi JTM, JTR, trafo, SR, dan peralatan pada instalasi distribusi, sesuai standar kontruksi dan pembuatan rencana anggaran biaya (RAB). Contoh: mengetahui pekerjaan pembangunan konstruksi jaringan dan peralatan sesuai standar konstruksi Memahami secara komprehensif prosedur pembangunan/pemasangan jaringan distribusi JTM, JTR, trafo, SR, dan peralatan pada instalasi distribusi dan peralatan sesuai standar konstruksi dan pembuatan rencana anggaran biaya (RAB). Contoh: memahami cara pemasangan konstruksi jaringan Melaksanakan pekerjaan pembangunan instalasi jaringan distribusi JTM, JTR, trafo,