Anda di halaman 1dari 21

KLASIFIKASI ABNORMALITAS PERILAKU A.

Pendahuluan Kebanyakan kita pasti pernah mengalami saat-saat cemas, tertekan, marah yang tidak beralasan, atau tidak sanggup menghadapi kerumitan hidup. Upaya mengembangkan kehidupan yang bermakna dan memuaskan tidaklah mudah dalam era perubahan sosial dan teknologi yang sangat cepat ini. Orang yang tingkah lakunya yang berbeda dari norma yang berlaku dalam suatu masyarakat disebut abnormal. Karena norma-norma tersebut berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak mengalami peristiwa yang mungkin menimbulkan kecemasan, tertekan, marah yang tidak beralasan yang berlebihan terhadap sesuatu. Mungkin itu hal yang wajar adanya tapi sudah termasuk ke dalam gangguan dalam diri individu tersebut. Cemas, tertekan, marah yang berlebihan akan mengganggu dan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupannya. Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai psychoneurosa, psychosa, sosiophat dan psychosomatic.

B. Klasifikasi Abnormalitas Perilaku 1. Psychoneurosa Defenisi psikoneurosa adalah sekolompok reaksi psikis dicirikan secara khusus dengan unsur kecemasan, yang secara tidak sadar diekspresikan dengan menggunakan dengan menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism).

Psikoneurosa adalah satu penyakit mental lunak ditandai oleh: (1) wawasan yang keliru yang keliru mengenai sifat kesulitan, (2) konflikkonflik batin (3)konflik kecemasan, (4) kerusakan parsial pada struktur kepribadian, (5) sering disertai dengan fobia-fobia, gangguan percernaan, dan tingkah laku obsesif kompulsif (J. P. Chaplin, 1981). Psikoneurosa adalah bentuk gangguan/ kekacauan/penyakit

fungsional pada sistem syaraf, mencakup pula desintegrasi sebagian dari kepribadian,khususnya terdapat berkurung atau tidak adanya kontak antara pribadi dengan sekitar, walaupun orangnya masih memiliki wawasan/insight. Psikoneurosa adalah bentuk disorder (kekacauan) fungsional pada sistem syaraf. Disorder fungsional mental ini mencakup pula disintegrasi sebagian dari kepribadian, khususnya berkenaan dengan tidak adanya/berkurangnya hubungan antara pribadi dengan sekitarnya. Gangguan psikoneurosa ini berbentuk gejala seperti penderita tidak mampu mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya. Tingkah lakunya menjadi abnormal dan aneh-aneh, tetapi belum memerlukan perawatan dalam rumah sakit jiwa. Penderita biasanya tidak mengerti dirinya sendiri, dan membenci pula diri sendiri. Sebab-sebab yang utama penyakit psikhoneurosa atau yang lebih populer disingkat dengan neurosa yaitu: faktor psikologis dan kulkural, yang menyebabkan timbulnya banyak stress dan keteganan-ketegangan kuat yang khronis pada seseorang, sehingga pribadi mengalami frustasi dan konflik-konflik emosional, dan pada akhirnya mengalami satu mental breakdown. Sebab-sebab lain yaitu: 1) Ketakutan yang terus menerus dan sering tidak rasional 2) Ketidak imbangan pribadi
2

3) Konflik konflik internal yang serius, khususnys yang sudah dimulai sejak masa kank-kanak 4) Kurang adanya usaha dan kemauan 5) Lemahnya pertahanan diri ( memakai defence mechanism yang negatif) 6) Ada tekanan-tekanan sosial dan tekanan-tekanan kultural yang sangat kuat, sehingga menyebabkan mental breakdown.

Termasuk dam kelompok Psikoneurosa ini adalah: 1. Hysteria (Histeri) Defenisi Histeria adalah gangguan/disorder

psikoneurottuik, khas dicirikan oleh emosionalistas yang ekstrim, mencakup macam-macam gangguan fungsi psikis, sensoris, motor, vasomotor (syaraf-syaraf Yang membesarkan/mengecilkan pembuluh-pembuluh darah). Histeria ialah satu neurosa yang kompleks dalam beberapa bentuk penampilannya, dengan ciri-ciri khas ketidakstabilan emosional, represi, dissosiasi, dan sugestibilitas. Variasi yang penting dari histeria ialah histeria konversia, somnabulisme, fugue, dan multiple personality/ pribadi majemuk/ rangkap (J.P Chaplin,1981). Sebab-sebab histeria antaralain: a) Predisposisi pembawan berupa sistem syaraf yang lemah; b) Tekanan-tekanan (stress) disebabkan oleh kesusahan, kekecewaan, shocks dan pengalaman-pengalaman pahit yang traumatis; c) Disiplin dan kebiasaan hidup yang salah. Hal ini mengakibatkan kontrol pribadi yang kurang
3

baik,

atau

memunculkan

integrasi

kepribadian

yang kurang baik atau memunculkan integrasi

kepribadian yang sangat miskin; d) Kondisi fisik/organis yang tidak menguntungkan , misalnya sakit, lemah, lelah, fungsi-fungsi organik yang lemah,gangguan pikiran, dan gangguan badan. Ada beberapa teori lain yang menuliskan sebab-sebab terjadi penyakit histeria, yaitu: a) Charcot; Histeria adalah penyakit yang spesifik, dan

mempunyai dasar organis. Sebenarnya bukan satu penyakit, tapi satu alat atau menghindari satu situasi tertentu b) Babynsky; Histeria disebabkan oleh sugesti dan kemauan sendiri dari pasien untuk mengespresikan simptom-simptomm yang bertujuan( seperti yang dikatakan Charcot).

c) Psikoanalisa; Ada kelemahan pribadi, berupa pembawaan. Hal inin menimbulkan fixatie ( ketepan) yang keliru, bersalah dan berdosa, rasa kegagalan.

Pada penderita histeria ini selalu terdapat disosiasi antara dirinnya dengan lingkungannya, dalam pelbabagai bentuk dan gradasi. Kepribadian penderita histeria antara lain sebagai berikut: a) Umumnya mereka itu sangat egoistis dan selfish. Mereka selalu ingin semau gue. b) Sangat sugeestibel, mudah terpengaruh, sangat sensitif terhadap pendapat orang lain. c) Memiliki emosi-emosi yang kuat.
4

d) Adanya kecendrungan yang kuat sekali untuk melarikan diri dari situasi-situasi yang diangap sebagai tidak menyenangkan. e) Stigmata ( ciri-ciri khas) sering ada gajala sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. stabil Beberapa bentuk histeteria dan bentuk disosiasi kepribadian: a) Hysteria Minor ( bentuk lunak dari simptom histeria); Ada serangan-serangan kekejangan, pemnderita suka menanggis dan tertawa, dengan tidak bisa dikendalikan. b) Hysteria Major (hysteria Coenversia); Pada hysteria conversia terdapat transformasi konflik-konflik psikis dalam simptomsimptom fisik atau organis (jasmaniah): yaitu dalam bentuk perasaan bingung-gempar-heboh, dan melakukan gerakangerakan mirip simpton epileptis grang mal. Gangguan psikoneurotis ini disebabkan oleh rasa kecemasan, yang diubah dalam bentuk simptom-simptom fungsional pada organ-organ atau bagian tubuh. c) Hysteria Narcolepsi; Kecendrungan-kecendrungan kuat untuk tidur terus-menerus, disebabkan oleh simptom-simptom histeris (bukan kelelahan atau penyakit tidur). Sebab-sebanya adalah: Kondisi kelemahan jasmani, ditambah dengan pengalaman5

Anaestahesia, tidak bisa merasa apa-apa Paralysa (kelumpuhan-kelumpuhan) Ada tics dan tremor (kelumpuhan-kelumpuhan) Sering merasa pusing Sangat sugestibel, egosentris dan emosinya tidak

pengalaman yang tidak menyenangkan. Kemudian ditandai dengan fantasi-fantasi tentang kematian, tidur atau jadi pingsan. d) Hysteria Anorrexy; Adalah kondisi tidak merasa lapar dan menolak untuk makan, berlangsung selama beberapa minggu, bulan sampai beberapa tahun, yang sering fatal , karena pasien bisa mati kelaparan. Sebab-sebabnya adalah: (1) Ada idee fixed (pikiran-pikiran yang salah), bahwa makan itu adalah vulgairkasar, menjijikkan, tidak pantas. (2) Adanya sikap hati-hati yang berlebih-lebihan tentang makanan, yang berkembang jadi phobia terhadap makanan. (3) Adanya pengalaman-pengalaman yang tidak

menyenangkan. Treatment: ide-ide fixed harus dilenyapkan. Diberikan motivasi-motivasi yang luhur dan tujuan-tujuan hidup mulia yang patut diperjuangkan.

2.

Psychasterenia Merupakan tipe psikoneurosa yang ditandai oleh reaksi-reaksi kecemasan, dibarengi kompulsi, obsessi, dan ketegan-ketengan fobik (akibat fobia). Sebab-sebab psychastenia.

a) Represi dari pengalaman lama yang sangat menakutkan b) Pengalaman tersebut disertai rasa malu dan rasa bersaklah yang kemudian ditekan ke dalam alam bawah sadar, dalam usahanya untuk melupakan insiden tersebut. c) Adanya konflik antara keinginan untuk berbuat ddengan berani, dan rasa-rasa ketakutan untuk berbuat dengan berani, dan rasa ketakutan untuk berbuat sesuatu yang ditekan atau repressed kuat-kuat. d) Simptom yamg berwujud kelemahan mental dan tingkah laku

Treatment: ditemukan sebab-sebab dari trauma, lalu di integrasikan kembali kompleks-kompleks emosional yang verantakanitu kedalam kepribadian. Simptom yang sering membarengi psikastenia adalah: a) Phobia Adalah ketakutan dan kecamasan yang abnormal, tidak rasional, dan tidak bisa dikontrol terhadap satu situasiatau objek tertentu, merupakan ketakutan khas neurotis, sebagai simbol dari komflik-komflik neurotis. Sebab-sebab phobia; 1) Pernah mengalami ketakutan yang hebat 2) Pengalaman asli ini dibarengi oleh rasa malu dan rasa-rasa bersalah

3) Jika mengalami stimulus yang serupa, akan timbul respons ketakutan yang bersyarat kembali, sungguh pengalaman itu sudah dilupakan

b) Simptom Obsesi Adalah ide-ide atau emosi yang terus menerus dalam fikiran dan hati, dan tidak mau hilang, sungguhnya individu yang bersangkutan secara sadar selalu berusaha untuk menghilangkannya Sebab-sebabnya: 1. Menurut Freud adalahPenekanan pengalaman seksual dimasa

lampau. Ada pengalaman godaan seksual, yang diikuti oleh agresi seksual 2. Timbul konflik di antara kecendrungan untuk melakukan

suatu perbuatan disebabkan satu nafsu keinginan, melawan ketakutan yang hebat untuk melakukannya. Treatment: dengan jalan menemukan mula sebabpengalamanpengalaman pahit yang ditekan, c) Simpton Kompulsi Adalah implus yang tidak tertahankan atau tidak bisa dicegah untuk melakukan suatu perbuatan. Tensi keinginan yang tidak bisa dikontrol dan dikendalikan dan bertentangan dengan kemauan sadar sewaktu melakukannya. Sebab kompulsi: 1. Represi pengalaman lama
8

2. 3.

Ada konflik antara nafsu dan ketakutan Penggantian keinginan yang ditekan

Treatment: temukan sebab mulanya, lalu berilah adjusment terhadap segenap konflik batinnya. 3. Tics Defenisi: a) Kejangan otot yang kadang-kadang disertai bunyian/vokalisasi(Y.P Chaplin, 1981); b) Tic lebih umum dikenal sebagai kebiasaan nnerveusitas yang kompulsif. Sebabnya: a) Adanya pengalaman yang menakutkan didan menimulkan panik ada trauma mental disertai shock emosional; b) Ada ide-ide tertentu yang menyebabkanorang mengadakanpeniruan; c) Jadi simptom dari ketidak stabilan emosional. 4. Neurasthenia Adalah bentuk psikoneorosa yang ditandai oleh kondisi syaraf yang lemah, tidak memiliki energi hidup dan dibarengi perasaan lelah yang hemat terus menerus,macam sakit serta nyeri sehinga penderita jadi malas dan segan melakukan sesuatu. 5. Hypochondria Adalah kondisi kecemasan yang kronis yang berlebih-lebihan yang mana pasien selalu merasakan ketakutann yang ziekelijk ( menjurus pada patologis) terhadap kesehan badannya. 6. Anxienty neorosis Adalah satu tipe neurosa dengan simptom utama adalah kecemasan yang tidak disebabkan oleh satu rangsangan/sebab
9

khusus, sifatnya kronis yang mendalam, serta mempengaruhi daerah-daerah dari kehidupan seseorang. 2. Psychosa Psychosa/psychosis adalah bentuk disorder mental atau kekalutan jiwa, dicirikan dengan adanya disintegrasi kepribadian, dan terputusnya hubungan dirinya dengan oranglain. Psikosa merupakan suatu penyakit mental yang berat, ditandai dengan disorganisasi proses-proses fikiran, gangguan dalam emosionalitas, disorientasi terhadap waktu, ruang, dan person, dan pada beberapa kasus disertai halusinasi-halusinasi dan delusi-delusi. Reaksi individu terhadap tekanan-tekanan internal dan eksternal selalu keliru dan merugikan. Pada umumnya mereka dihinggapi gangguan afektif yang serius, selalu melakukan instropeksi yang berlebih-lebihan; menutup diri dari realitas hidup, dan tidak mampu mengenal serta menilai realitas dunia sekitar. Pada para penderitanya terjadi disintegrasi kepribadian. Ada kekalutan organis, kekalutan fungsional dan kekalutan fungsi-fungsi kejiwaan pada intelegensi, kemauan dan perasaannya. Mereka umumnya hidup dalam dunia yang tidak riil (dalam dunia fantasi, citacita atau dunia imaginer), sebab hubungan dirinya dengan dunia luar atau dunia realitas sudah terputus. Dengan demikian, penderita jadi tidak berkompeten secara social. Ia mengalami maladjustment yang berat, dan tidak mampu memikul tanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Femomena lain yang sering timbul pada penderita psikosa adalah sering mengamuk disertai kekerasan atau serangan-seragan hebat yang kegila-gilaan, sehingga membahayakan sekali bagi dirinya sendiri, karena munculnya usaha-usaha untuk bunuh diri. Sehingga mereka perlu mendapatkan perawatan dalam rumah sakit jiwa.
10

Psikosa dibagi ke dalam dua golongan yaitu psikosa organic (organic psychosis) dan psikosa fungsional (functional psychosis). a) Psikosa organic (organic psychosis) Psikosa organic disebabkan oleh faktor-faktor fisik dan factor-faktor intern, yang mengakibatkan penderita mengalami kekalutan mental, maladjustment dan inkompeten secara social. Psikosa organic selalu disertai penyakit gangguan organis. Pada umumnya penyakit tersebut disebabkan oleh gangguan pada otak (terjadi organic brain disorder). Hal ini mengakibatkan berkurang/rusaknya fungsi-fungsi pengenalan, ingatan, intelektual, perasaan, dan kemauannya. Beratnya gangguan dan kekalutan mental bergantung pada parahnya kerusakan organis pada otak. Dalam psikosa organic, terdapat beberapa jenis psikosa, yaitu: (1) Toxic Psychosis (psikosa yang disebabkan oleh keracunan) i. Alkoholisme, alcoholic psychosis, dan korsakaw psychosis ii. iii. Drug psychosis Lead psychosis

(2) Syphilitic psychosis i. ii. iii. Dementia paralytica Juvenile paresis Cerebro- spinal syphilitic psychosis

11

iv.

Tabes dorsalis (locomotor ataxia)

(3) Senile psychosis i. ii. Senile dementia Presenile psychosis

(4) Traumatic psychosis (5) Psychosis karena gangguan glanduler (6) Psychosis karena kekurangan vitamin (7) Organic psychosis yang tidak diketahui sebabnya: i. ii. Parkinson disease Huntington chrorea disease

b) Psikosa fungsional (functional psychosis). Psikosa fungsional disebabkan oleh factor-faktor non organis, dan ada maladjustment fungsional, sehingga pasien mengalami kepecahan maladjustment pribadi secara total, menderita intelektual instabilitas pada karakternya.

Adapun yang termasuk psikosa fungsional yaitu schizophrenia, manis depresif, dan paranoia.1 3. Sosiopat Psikopat merupakan istilah yang digunakan untuk orang-orang yang secara kronik terus menerus menunjukkan perilaku immoral dan anti sosial. Oleh karena itu, kadang digunakan istilah sosiopat.2 Jadi, istilah sosiopat dan psikopat adalah sama. Psikopat atau soisopat
DR. Kartini Kartono, Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual, (Bandung: Cv. Mandar Maju, 1989), h. 135-138, 166 2 Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta: PT Raja Grafindo), h.265
1

12

merupakan orang-orang dengan perilaku anti sosial dan immoral. Menurut Nevid, dkk., kata psikopat berfokus pada gagasan bahwa ada sesuatu yang tidak benar pada fungsi psikologis individu, sedangkan kata sosiopat berpusat pada deviasi (penyimpangan) sosial orang tersebut.3 Menurut Kartini Kartono, psikopat adalah bentuk kekalutan mental ditandai tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi, orangnya tidak pernah bertanggung jawab secara moral, selalu konflik dengan norma sosial dan hukum ( karena sepanjang hayatnya dia hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal dan immoral). Pada umumnya, orang-orang psikopat itu pada masa mudanya sedikit sekali bahkan hampir sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih-sayang dari lingkungannya. Selama beberapa tahun yang yang pertama (0-3) dia tidak pernah merasakan kelembutan dan kemesraan, sehingga untuk selama-lamanya anak itu tidak pernah merasakan kelembutan dan kemauan dan kemampuan untuk menerima dan memberikan cinta-kasih. Untuk selama-lamanya sampai pada usia dewasa ia kehilangan perasaan sosial (sosialitas) dan rasa kemanusiaannya, sehingga ia tidak mampu menjalin relasi human dengan siapapun juga. Perasaannya selalu tidak senang dan tidak pernah merasa puas. Jiwanya selalu diliputi oleh rasa kebencian , dendam, penolakan, dan rasa dikejar-kejar (dituduh). Sehingga jianya jadi gelisah resah penuh ketakutan, dan jadi kacau-balau oleh bayangan fikiran yang kegila-gilaan. Terjadilah disoganisasi dan desintegrasi kepribadian, tanpa memiliki rasa sosial dan rasa kemanusiaan yang wajar.4

Jeffrey S. Nevid, dkk., Psikologi Abnormal Edisi ke-5 Jilid I, (Jakarta: Erlangga, 2003), h. 277 4 Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual... h.95

13

Sebanyak 1 hingga 4 persen populasi di dunia menderita sosiopat, tapi kebanyakan dari mereka sanggup untuk mengendalikannya hingga berada dalam batasan-batasan toleransi masyarakat dan hanya disebut sebagai orang-orang yang berperilaku sedikit aneh.5 Adapun ciri-ciri yang ditunjukkan oleh penderita psikopat atau sosiopat antaralain: (1) pandai mengambil hati; (2) rasa bangga diri berlebihan; (3) perlu menciptakan sesuatu yang baru sebagai tanggapan atas kejemuan yang dirasakan; (4) gemar berbohong; (5) cenderung memanipulasi sesuatu; (6) tidak pernah merasa menyesal atau merasa bersalah; (7) kurang empati terhadap oranglain; (8) cenderung memanfaatkan oranglain; (9) cenderung meledak-ledak dan memperlihatkan pengendalian yang buruk terhadap perilakunya; (10) cenderung bersikap kacau; (11) permasalahan yang dialami bermula dari awal kehidupan mereka; (12) tidak dapat menciptakan rencana jangka panjang yang realistis; (13) bersikap impulsive serta tidak bertanggung jawab; (14) sering melanggar aturan; (15) sering melanggar masa percobaan; (16) catatan kejahatannya beraneka ragam.6 Ciri-ciri yang hampir sama juga dipaparkan oleh Nevid, dkk., diantaranya: a) Paling tidak berusia 18 tahun b) Ada bukti gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun, ditunjukkan dengan pola perilaku seperti membolos, kabur, memulai perkelahian fisik, menggunakan senjata, memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual, kekejaman fisik pada binatang atau orang, merusak atau membakar bangunan secara sengaja, berbohong, mencuri, merampok.
A.J. Mahari, dkk., Kiat Mengatasi Gangguan Kepribadian, (Jogyakarta: Saujana), h.61 6 Kiat Mengatasi Gangguan Kepribadian.. h.61
5

14

c) Sejak usia 15 tahun menunjukkan kepedulian yang kurang dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain, yang ditunjukkan oleh perilaku sebagai berikut: (1) Kurang patuh terhadap norma social dan peraturan hukum, ditunjukkan dengan perilaku melanggar hukum yang dapat atau tidak dapat mengakibatkan penahanan, seperti merusak bangunan, terlibat pekerjaan yang bertentangan dengan hukum, mencuri, atau menganiaya oranglain. (2) Agresif dan sangat mudah tersinggung saat berhubungan dengan oranglain, ditunjukkan dengan terlibat dalam perkelahian fisik dan menyerang orang lain secara berulang, mungkin termasuk pnganiayaan terhadap pasangan atau anak-anak. (3) Secara konsisten tidak bertanggung jawab, ditunjukkan dengan kegagalan mempertahankan pekerjaan karena ketidakhadiran berulangkali, keterlambatan, mengabaikan kesempatan kerja atau memperpanjang periode pengangguran meski ada kesempatan kerja; dan atau kegagalan untuk mematuhi tanggung jawab keuangan seperti gagal membiayai anak atau membayar hutang; dan atau kurang dapat bertahan dalam hubungan monogami. (4) Gagal membuat perencanaan masa depan atau impulsivitas, seperti ditunjukkan oleh perilaku berjalan-jalan tanpa pekerjaan atau tujuan yang jelas. (5) Tidak menghormati kebenaran, ditunjukkan dengan

berulang kali berbohong, memperdaya atau menggunakan oranglain untuk mencapai tujuan pribadi atau kesenangan.

15

(6) Tidak

menghargai

keselamatan

diri

sendiri

atau

keselamatan oranglain, ditunjukkan dengan berkendara saat mabuk atau berulangkali mengebut. (7) Kurangnya penyesalan atas kesalahan yang dibuat,

ditunjukkan dengan ketidakpedulian akan kesulitan yang ditimbulkan pada oranglain, dan atau membuat alasan untuk kesulitan tersebut.7 Ciri-ciri senada juga diungkapkan oleh Kartini Kartono, menurutnya Simptom-simptom psikopat itu antaralain: 1) Tingkah laku dan relasi sosialnya selalu a-sosial, eksentrik (kegila-gilaan) dan khronis patologis. Kurang memiliki kesadaran sosial dan inteligensi sosial, amat fanatik dan sangat individualistis. Selalu menentang lingkungan kultural dan norma etis. 2) Sikapnya aneh-aneh sering berbuat kasar, kurang ajar dan ganas buas terhadap siapapun tanpa suatu sebab. Sikapnya selalutidak menyenangkan orang lain dan menyakitkan hati. Sering berprilaku krimal. 3) Suka ngeloyor dan mengembara ke mana-mana tanpa tujuan 4) Pribadinya tidak stabil dan responsnya selalu tidak tepat 5) Tidak pernah loyal terhadap seseorang, kelompok atau kode/norma tertentu 6) Tanpa perasaan, emosinya tidak matang, dan tidak bertanggung jawab
7

Psikologi Abnormal Edisi ke-5 Jilid I h. 279

16

7) Sering icirikan dengan penyimpangan seksualitas dalam bentuk: homoseksualitas, sadisme, serangan dan perkosaan seksual8

4. Psychosomatic Psychosomatic adalah bentuk macam-macam penyakit fisik yang ditimbulkan oleh konflik-konflik psikis/psikologis dan kecemasankecemasan kronis. Defenisi lain, psikosomatisme adalah kegagalan system syaraf dan system fisik disebabkan oleh kecemasan, konflik-konflik psikis dan gangguan mental. Penyakit-penyakit fisik dan kegagalan system syaraf tadi terus berlangsung, walaupun tanpa ada stimulus atau perangsang khusus yang jelas. Ada kaitan antara tubuh dan jiwa; seperti pada perasaan/emosi-emosi yang mempunyai lata belakang komponenkomponen mental dan komponen jasmaniah. Jadi, ada interdependensi (saling ketergantungan) diantara proses-proses mentaldengan fungsifungsi somatis atau fisik. Dalam hal ini ada kegagalan pada system syaraf dan system fisik untuk menyalurkan peringan kecemasan dan gangguan-gangguan mental. Konflik-konflik psikis atau psikologis dan kecemasan bisa menjadi sebab timbulnya bermacam-macam penyakit jasmani; atau juga bisa membuat semakin beratnya suatu penyakit jasmani yang telah ada. Kejadian tersebut dikenal sebagai psychosomatic disorder atau gangguan/kekacauan psikosomatik. Ini berarti kondisi psike atau jiwa menentukan timbulnya penyakit soma atau badan. Sebagai contoh; oleh rasa ketakutan yang hebat, detak jantung jadi sangat cepat; dan ada kelelahan yang ekstrim dari reaksi asthenis pada badan yang
8

kecemasan-

Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual... h.96

17

lemah. Keduanya benar-benar gejala fisiologis atau jasmaniah, yang diidentifikasikan sebagai akibat dari konflik-konflik emosional yang sifatnya psikologis. Reaksi somatisasi ini bisa mengenai semua fungsi dan systemsistem organis yang penting dari badan manusia. Misalnya mengenai alat pencernaan dan lambung perut, system peredaran darah, alat pernafasan, system-sistem kelenjar, alat kelamin, system persendian, kulit, limpa, jantung, dll. Dengan demikian, dapat dimengerti , bahwa setiap fungsi organis/somatic yang terganggu oleh emosi-emosi yang kuat, dapat menjadi basis bagi timbulnya adalah: macam-macam gangguan-gangguan psikosomatis. Gangguan-gangguan tersebut yang paling penting

a) Hypertension dan Effort Syndrome Hypertension dikenal sebagai tekanan darah tinggi. Hypertension disebabkan oleh adanya emosi-emosi yang sangat kuat, yang kemudian jadi reaksi somatisasi dan langsung mengenai system peredaran darah, sehingga mempengaruhi secara ekstrim kecepatan detak jantung dan tekanan darah. Adakalanya emosi-emosi yang kuat menjadi reaksi somatisme, yang langsung mengenai system peredaran darah; sehingga sangat berpengaruh terhadap detak jantung dan tekanan darah. Eksperimen-eksperimen menunjukkan, bahwa ketakutan-ketakutan dan kemarahan-kemarahan cenderung untuk meninggikan tekanan darah, dan memperepat detak jantung yang normal.

18

Sementara, Effort Syndrom merupakan reaksi somatisasi dalam bentuk sekelompok symptom penyakit luka, luka-luka atau kerusakan, yang cirinya berupapengeluaran tenaga fisik yang sangat sedikit saja sudah menyebabkan bertambah cepatnya detak jantung, dibarengi dengan kesukaran-kesukaran bernafas dan perasaan mau jatuh pingsan. Symptom tersebut pada dasarnya disebabkan oleh

ketakutan-ketakutan pada aktivitas jasmaniah (berbuat) yang sering disertai rasa bersalah, berdosa, dan penyesalan, atau disertai ketakutan-ketakutan dan kecemasan yang dikombinasikan dengan impuls-impuls agresivitasnya sendiri.

b) Peptic Ulcer Peptic ulcer adalah borok bernanah atau etterende zweer pada alat pencernaan; terkenal pula dengan nama maagzweer, disebabkan oleh peradangan dan terlampau banyaknya asamlambung dalam usus 12 jari (deodenum), sehingga terjadi penggerogotan terhadap usus-usus. Borok dalam lambung ini bervariasi. Yaitu dari tingkat yang paling ringan berupa peradangan pada tempat-tempat tertentu, terpencar-pencar dan di sana sini yang menimbulkan rasa sakit dn nyeri; sampai dengan borok bernanah yang besar menganga, sifatnya berat, dan disertai pendarahan. Malahan sering pula borok bernanah tersebut menembus dindingdinding lambung dan usus. Peptic ulter disebabkan oleh banyak kejadian, diantaranya: konstribusi organis yang lemah, infeksi, pernah menderita suatu penyakit, dll. Akan tetapi sebab lain yang utama adalah
19

reaksi-reaksi emosional yang kuat dan lama, sebagai akibat dari konflik psikologis. Konflik-konflik yang kuat dan lama itu menimbulkan ketakutan. Peptic ulter bisa juga timbul oleh cara hidup dan cara makan yang kurang teratur. Oleh karena banyak terjadi konflikkonflik dalam diri sendiri (konflik intern), dan sering berbenturan dengan norma-norma social sehingga terjadi konflik-konflik ekstern juga maka tidak jarang orang-orang yang bersangkutan menggunakan mekanisme pertahanan diri yang salah. Sehingga timbullah pola-pola kebiasaan hidup yang salah. Penyelidikan dan bukti-bukti studi kasus menunjukkan bahwa peptic ulcer ini banyak diderita oleh orang-orang yang sifatnya antaralain: (a) Selalu bergantung pada oranglain (b) Orang-orang yang temperamennya agresif (c) Orang-orang yang sering bersikap bermusuhan, atau bersifat kholeris (d) Orang yang suka mengingkari kebutuhan biologisnya (e) Selalu berusaha menekan agresivitasnya Jadi peptic ulcer terjadi disebabkan oleh adanya konflikkonflik yang ditekan kuat-kuat, sehingga penderita selalu ada diantara sikap bermusuhan dengan sikap dependency (sikap ketergantungannya).9
9

respons-respons

emosional

yang

kronis.

Biasanya berbentuk sikap permusuhan atau sikap ketakutan-

Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual h., 128-131

20

C. Penutup Psikoneurosa adalah satu penyakit mental lunak ditandai oleh: (1) wawasan yang keliru yang keliru mengenai sifat kesulitan, (2) konflikkonflik batin (3)konflik kecemasan, (4) kerusakan parsial pada struktur kepribadian, (5) sering disertai dengan fobia-fobia, gangguan percernaan, dan tingkah laku obsesif kompulsif. Psychosa/psychosis adalah bentuk disorder mental atau kekalutan jiwa, dicirikan dengan adanya disintegrasi kepribadian, dan terputusnya hubungan dirinya dengan oranglain. psikopat adalah bentuk kekalutan mental ditandai tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi, orangnya tidak pernah bertanggung jawab secara moral, selalu konflik dengan norma sosial dan hukum ( karena sepanjang hayatnya dia hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal dan immoral). Psychosomatic adalah bentuk macam-macam penyakit fisik yang ditimbulkan oleh konflik-konflik psikis/psikologis dan kecemasankecemasan kronis.

21