Anda di halaman 1dari 23

PANCASILA DAN KEPERAWATAN

PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PROFESI KEPERAWATAN MIRA TRISYANI, S.Kp.,MSN

LATAR BELAKANG

SEJARAH

DASAR FILSAFAT

UUD 1945

PANCASILA

IDEOLOGI NEGARA

LATAR BELAKANG

Sidang BPUPKI

1 Juni 1945

Ir. Soekarno

1. 2.

3. 4. 5.

DASAR-DASAR NEGARA Kebangsaan Indonesia Internasionalisme/ Perikemanusiaan Mufakat/Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan yang berkebudayaan

Sejak tahun 1970 hingga sekarang 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila

PANCASILA

Hari lahir PANCASILA

14 Agustus 1945

Jepang menyerah kalah kepada sekutu


Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Pengesahan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945


18 Agustus 1945

PPKI mengesahkan UUD 1945


1. Pembukaan 2. Batang Tubuh - 37 Pasal - 1 Aturan Peralihan (4 Pasal) - 1 Aturan Tambahan (2 ayat) Pembukaan (Alenia 4) 1. Ketuhanan YME 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

LATAR BELAKANG
PERAWAT

SEBAGAI PROFESI YANG DALAM PELAKSANAANNYA BERLANDASKAN PADA NORMA, ETIKA DAN BUDI PEKERTI. PERAWAT BERKEWARGANEGARAAN INDONESIA YANG TINGGAL DI RI YANG MEMILIKI DASAR NEGARA PANCASILA

PENERAPAN PANCASILA DALAM PROFESI PERAWAT RI


PERAWAT

INDONESIA MENJALANKAN PROFESINYA DENGAN BERLANDASKAN PADA : NORMA, ETIKA DAN BUDI PEKERTI YANG BERASAL DARI PENJABARAN PENGAMALAN SILA-SILA YANG TERDAPAT DALAM PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA RI

PANCASILA

ARTI & MAKNA SILA KE 1

Mengakui adanya kuasa tertinggi yaitu Tuhan yang Maha Esa. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masingmasing dan beribadah menurut agamanya masingmasing. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing. Negara menjadi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negaranya. Serta melakukan mediasi ketika terjadi konflik agama.

PENGAMALAN SILA KE 1 DALAM PROFESI KEPERAWATAN


PERAWAT MENGANGGAP PROFESI PELAYANAN SEBAGAI BAGIAN DARI IBADAH PERAWAT DALAM MENJALANKAN PROFESINYA SENANTIASA MERASA BERADA DALAM PENGAWASAN TUHAN PERAWAT MENDUKUNG SEJAWAT, KOLEGA DAN KLIEN (PASIEN) MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN YANG RELIGIUS DALAM KEGIATANNYA. CONTOH : MENGINGATKAN PASIEN UNTUK BERDOA BAGI KESEMBUHAN DIRI, SESUAI DENGAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN PASIEN TERSEBUT.

PENGAMALAN SILA PERTAMA DALAM PROFESI PERAWAT

ARTI DAN MAKNA SILA KE 2

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan.

PENGAMALAN SILA KE 2 DALAM PROFESI KEPERAWATAN


PERAWAT

MEMPERLAKUKAN KLIEN SESUAI DENGAN PROSEDUR TINDAKAN, MENGHINDARI KELALAIAN, MEMASTIKAN KLIEN MERASA NYAMAN ATAS PELAYANAN PERAWAT MENJALIN KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN KLIEN DAN KELUARGA PERAWAT MEMEGANG PERAN ADVOKASI KLIEN

PENGAMALAN SILA KE 2 DALAM PROFESI PERAWAT

ARTI DAN MAKNA SILA KE 3


Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Cinta bangsa dan tanah air. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia. Memajukan pergaulan demi pergaulan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

PENGAMALAN SILA KE 3 DALAM PROFESI KEPERAWATAN


BERKOLABORASI

HARMONIS DENGAN PROFESI LAIN DALAM PENANGANAN KLIEN MENDAHULUKAN KEPENTINGAN UMUM DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN BANGGA DENGAN JATIDIRI SEBAGAI PERAWAT INDONESIA

PENGAMALAN SILA KE 3 DALAM PROFESI PERAWAT

ARTI DAN MAKNA SILA KE 4

Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepetingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan YME, menjunjung tinggi harkaat martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

PENGAMALAN SILA KE 4 DALAM PROFESI KEPERAWATAN


MENGEDEPANKAN

MUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT DALAM PENANGANAN KLIEN BERMUSYAWARAH DENGAN BERLANDASKAN PADA ETIKA, FAKTA DAN DATA YANG VALID SERTA KOMPREHENSIF MENJALANKAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL SECARA MUSYAWARAH DENGAN IKHLAS DAN BERTANGGUNGJAWAB

PENGAMALAN SILA KE 4 DALAM PROFESI PERAWAT

ARTI DAN MAKNA SILA KE 5


Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Suka bekerja keras. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

PENGAMALAN SILA KE 5 DALAM PROFESI KEPERAWATAN


MEMPERLAKUKAN

KLIEN SECARA ADIL TANPA MEMANDANG STATUS DAN GOLONGAN MENDAHULUKAN TERPENUHINYA HAK-HAK KLIEN SEBELUM MENUNTUT HAK-HAKNYA SEBAGAI PERAWAT MENGHARGAI KONTRIBUSI PROFESI LAIN DALAM PENANGANAN KLIEN

PENGAMALAN SILA KE 5 DALAM PROFESI PERAWAT

KESIMPULAN
MELALUI PENGAMALAN PANCASILA DALAM PROFESI KEPERAWATAN, PERAWAT INDONESIA MEMBERIKAN KONTRIBUSI POSITIF BAGI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BAGI KLIEN YANG DITANGANINYA

Anda mungkin juga menyukai