Anda di halaman 1dari 13

Proposal Laboratorium Klinik

PROPOSAL BISNIS PEMBUATAN LABORATORIUM KLINIK MITRA MANDIRI

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Disusun oleh : 1. Asri YuliaWulandari 2. Fitriyani 3. Putri Retno Janati 4. Rindi

Reguler 2 Tingkat 2 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES ) CIREBON JL. BRIGJEN DHARSONO NO. 12B CIREBON TELP. (0231 )247852

PROPOSAL PENGAJUAN LABORATORIUM KESEHATAN MITRA PRIBADIUJUNGSEMI KALIWEDI CIREBON

A.

PENDAHULUAN Laboratorium sebagai pelaksana teknis Kesehatan dan sebagai satuan penelitian kesehatan . mempunyai fungsi antara lain : 1. Pelaksana kesehatan sesuai dengan sesuai dengan pembangunan kesehatan 2. Pelaksana dan Pembina hubungan kerjasama dengan tenaga kesehatamn yang lain dan masyarakat . Agar pembangunan bidang kesehatan ini dapat berhasil serta tugas dan fungsikesehatan dapat dilaksanakan dengan baik, maka perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan pemberdayaan sarana dan prasarana laboratorium bagi penunjangnya, yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam peningkatan mutu kesehatan dan akan mempengaruhi pula efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaannya.

LATAR BELAKANG Pelayanan Laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan, serta pemulihan kesehatan. Laboratorium sebagai penyelenggara kesehatan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat penting dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhankesehatan , Dengan demikian laboratorium kehilangan kemandirian motivasi dan inisiatif pengembangan dan menunjukkankesehatan , termasuk perbaikan mutu kesehatan yang merupakan salah satu tujuan kesehatan nasional. Peran serta masyarakat, khususnyatenaga kesehatan dalam penyelenggara kesehatan selama ini sangat minim. Dengan demikian hasil laboratorium mempunyai beban untuk mempertanggung jawabkan hasil penelitian kepada pasien,klien ataupun tenaga kesehatan lainya sebagaipenentu tindakan selanjutnya. . laboratorium kesehatan yang bermutu menunjukkan pada derajat atau tingkat keunggulan suatu kesehatan dalam memadukan berbagai input seperti bahan dan alat penelitian, sarana kesehatan, suasana laboratorium yang kondusif, lingkungan yang nyaman dan dukungan administrasi, sehingga terjadi interaksi pelayanan yang baik.
B.

Untuk melangkah ke arah itu dengan melihat kondisi sarana prasarana yang ada mustahil bisa tercapai masih jauh dari kemungkinan. Apabila dikaitkan dengan tuntutan program kesehatan atau rumahsakit yang menginginkanmasyarakat sadar akan pentingnya kesehatan dan sekrining penyakit dari gejala- gejala yang di rasakan dan mendapat kepastian diagnosa agar bisa membatasi ataupun dapat mengobati lebih dini agar trcapainya kesehatan masyarakat yang baik, menginginkan

mutukesehatan yang meningkat sementara kemampuan dan keberadaaan laboratorium sangat jarang di masyarakat sehingga untuk menjawab diagnosa itu sangat memprihatinkan. Atas dasar itulah kami mengajukan Permohonan Bantuan Pengadaan Peralatanlaboratorium mengingat kesehatan masyarakat .tujuannya adalah untuk menunjang sarana kesehatanan yang lengkap. C. DASAR PEMIKIRAN
1. kesehatan sebagai suatu faktor utama dan investasi berharga yang pelaksanaannya didasarkan pada sebuah paradigma baru yang biasa dikenal dengan paradigma sehat,yakni paradigma kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 memuat ketentuan yang menyatakan bahwa bidang kesehatan sepenuhnya diserahkan kepada daerah masing-masing yang setiap daerah diberi kewenangan untuk mengelola dan menyelenggarakan seluruh aspek kesehatan. 3. Peraturan PemerintahNomor 38 Tahun 2007 yang mengatur tentang pembagian urusan antara Pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Berdasarkan hal tersebut, 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan perlu disesuaikan dengan semangat otonomi daerah. Oleh karena itu, perlu dibentuk kebijakan umum kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh semua pihak dan sekaligus dapat menjawab tantangan era globalisasi dan dengan semakin kompleksnya permasalahan kesehatan . 5. Laboratorium klinik adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, imunologi klinik, atologi anatomi dan atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 364/MENKES/SK/III/2003).

1. a. b. c. d. e. 2. a.

b. c.

D. TUJUAN Tujuan dari Penyusunan Profil Laboratorium Kesehatan Kota ini adalah : Mengenalkan arti pentingnya pemeriksaan laboratorium Kesehatan pada masyarakat, Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas Agar Peran serta masyarakat, swasta, lintas sektor, Organisasi Profesi, dan asosiasi semakin meningkat. Tujuan dilakukannya pemeriksaan laboratorium adalah : Menyaring berbagai penyakit dan mengarahkan tes ke penyakit tertentu misalnya dengan urinalisis ditemukan bilirubin dan urobilin positif yang berarti ikterus, maka tes selanjutnya adalah untuk melihat gangguan faal hati. Menegakkan atau menyingkirkan diagnosis misalnya anemia, malaria, tbc, DM. Memastikan diagnosis dari diagnosis dugaan, misalnya tifoid, hepatitis B, HIV.

d. Memasukkan/mengeluarkan dari diagnosis diferensial misalnya pasien dengan panas; tifoid, malaria, dengue hemorrhagic fever (DHF). e. Menentukan beratnya penyakit, misalnya hepatitis, infeksi saluran kemih f. Menentukan tahap penyakit, misalnya penyakit kronis: tbc paru, sirosis hati. g. Menyaring penyakit dalam seleksi calon donor darah. h. Membantu menentukan rawat inap, misalnya observasi tifoid, observasi leukemia. i. Membantu dalam menentukan terapi atau pengelolaan dan pengendalian penyakit, misalnya leukemia, diabetes j. Membantu ketepatan terapi, misalnya tes kepekaan kuman. k. Memonitor terapi, misalnya tes HbA1c pada diabetes, widal pada tifoid. l. Menghindari kesalahan terapi dan pemborosan obat setelah ditemukan diagnosis m. Membantu mengikuti perjalanan penyakit, misalnya diabetes, hepatitis. n. Memprediksi atau menentukan ramalan (prognosis) penyakit, misalnya dislipidemia dengan penyakit jantung, kanker dengan kematian. o. Membantu menentukan pemulangan pasien rawat inap, misalnya bila hasil pemeriksaan laboratorium kembali normal. p. Membantu dalam bidang kedokteran kehakiman, misalnya tes untuk membuktikan perkosaan. q. Mengetahui status kesehatan umum (general check up) E.VISI MISI, STRATEGI DAN SASARAN Kesehatan diselenggarakan dalam upaya mencapai visi "Indonesia Sehat 2010". Sebagai salah satu pelaku pembangunan kesehatan, maka dalam penyelenggaraan pengembangan pelayanan UPTD LABKESDA harus dengan seksama memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 yaitu perikemanusiaan, pemberdayaan, kemandirian, adil, merata, pengutamaan dan manfaat.

o o o o

Visi Meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan Memenuhi tuntutan masyarakat Memberikan kepuasan kepada pelanggan Mengantisipasi era keterbukaan dan persaingan bebas Misi o Pelayanan laboratorium kesehatan kepada masyarakat o Pembinaan fasilitas pelayanan laboratorium kesehatan o Pengembangan upaya-upaya pelayanan laboratorium kesehatan Nilai-nilai o Berpihak kepada masyarakat o Bertindak cepat dan tepat o Kerjasama tim

Integritas tinggi o Transparan dan Akuntabel Tujuan Sebagai penjabaran dari visi, maka tujuan yang akan dicapai adalah terselenggaranya pelayanan laboratorium kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelayanan laboratorium kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dapat dicapai melalui pembinaan, pengembangan dan pelaksanaan serta pemantapan fungsi-fungsi administrasi kesehatan yang didukung oleh SIK (Sistem Informasi Kesehatan) serta hukum kesehatan. PElayanan laboratorium kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran, yaitu : o Terpenuhinya akreditasi lembaga laboratorium kesehatan o Tercapainya sertifikasi personil UPTD LABKESDA o Terpenuhinya persyaratan sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan. o Terpenuhinya standar pelayanan penunjang diagnostik lainnya o Menjadikan UPTD LABKESDA sebagai Fasilitas Pelatihan TeknisKelaboratoriuman. Strategi Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, dilaksankan strategi sebagai berikut : o Sosialisasi Program pelayanan laboratorium kesehatan o Mengupayakan dukungan dari pihak berwenang/komitmen politis o Mempersiapkan sumber daya laboratorium kesehatan o Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mutu sumber daya manusia laboratorium kesehatan o Meningkatkan pendapatan asli daerah o Mengembangkan semua fungsi/misi UPTD LABKESDA o Mengembangkan manajemen profesional o Mengembangkan sistem informasi pelayanan laboratorium kesehatan Setrategi Pemasaran 1. Melalui pronosi dari mulut ke mulut 2. 3. Sepanduk Brosur

Sasaran Terlaksananya pelayanan Laboratorium untuk menunjang kesehatan masyarakat secara keseluruhan baik di Kota/Kabupaten cirebon maupun daerah di sekitarnya F. PROGRAM PELAYANAN LABORATORIUM

1. Tempat Pelayanan Tempat pelayanan yang digunakan adalah bangunan milik sendiri yang terletak di Jl.KaliwedI No.17 Cirebon. Tempat pelayanan kami ini strategis dan mudah dijangkau karena berada di pusat kota.

Jenis Pelayanan pemeriksaan laboratorium : 1. HB @ 30.000


2. 3. 4.

BTA @ 60.000 Gula darah @ 50.000 PAP semir @ 100.000

dll

Waktu Pelayanan

Pelayanan dilakukan setiap senin s/d sabtu dimulai dari pukul 08.00-15.00 WIB. Tenaga Kerja a. 4 tenaga petugas pelayanan (analis) Tugas : petuas pemeriksa laboratorium b. 1 orang Administrasi (S1 ekonomi) Tugas : Mengurus masalah administrasi klinik c. 1 Keamanan/security (SMA) Tugas : mengurus masalah keamanan klinik anak d. 1 orang cleaning service (SMA) Tugas : bersih bersih Masing-masing dari tenga kami bersertifikat dan memiliki asuransi tenaga kerja. Perizinan a. b. c. d. Usaha kami memiliki perizinan sebagai berikut : SITU ( Surat Izin Tempat Usaha) yang dikeluarkan oleh Pemkot Cirebon dengan No : 603/1775/750.A/BPPTSP-C/1V/2011. Surat Keterangan pendirian laboratorium Klinik Surat Keterangan pendirian dikeluarkan oleh Dinkes. Memiliki Akta Notaris Memiki NPWP

G.

JUMLAH ANGGARAN BANTUAN YANG DIHARAPKAN

Biaya yang dibutuhkan program pembangunan laboratorium mitra mandiri sejumlah,Rp129.000.000 jumlah anggaran bantuan yang kami harapkan Rp. 45.000.000,- demikianperincian Anggaran sebagaiberikut :

Biaya dasar No Jenis bahan dan barang

Uraian

Total

Meubelair dan renovasi kecil

Meja, kursi,tempat Penataan halaman

tidur

Rp. 5.000.000 Rp. 1.000.000

Peningkatan mutu pelayanan

Pelatihan mutu pelayanan


Rp. 3.000.000 Rp. 2.500.000 Rp. 500.000 Rp. 3.000.000 Rp..100.000 Rp. 500.000 Rp. 5000.000
Rp.60.000.000 RP. 80.600.000

Administrasi

Alat tulis komputer brosur sepanduk

5 6 7

Setrategi pemasaran
Biaya perizinan

Bangunan

TOTAL

Biaya peralatan
No Nama Peralatan 1 Test Gula Darah 2 HB sahri Ascensia Elite Clinitek Status 3 Urine Analyzer 4 BTA Advia 60 Clinitek 500 Bayer Diagnostics Bayer Diagnostics Bayer Diagnostics Bayer Diagnostics 5 Hematology Analyzer 6 Photometer RA 50 Advia 120 Bayer Diagnostics Bayer Diagnostics 7 Clinical Chemistry Analyzer Express Plus Bayer Diagnostics AKL 10101303502 AKL 10102403806 AKL 10102400463 AKL 20205300367 AKL 20205300365 AKL 10101303503 AKL 10102301423 1 Unit 5,000,000 1 Unit 5,000,000 1 Unit 15,000,000 1 Unit 5,000,000 PT Barito Budi PT Barito Budi PT Barito Budi PT Barito Budi 1 Unit 5,000,000 PT Barito 10 Unit 1,000,000 PT. BARITO 1 Unit 1,400,000 PT .BARITO Model/Tipe Merek No.Registrasi Satuan HJSA Rp Sole agen

Blood Gas

Rapidlab 248

Bayer Diagnostics

AKL 20102303725

1 Unit

10,000,000

PT Barito Budi

Total

47.400.000

Peralatan habis pakai no Nama barang 2 Akuades 3 Renger A 4 Renger B 5 Larutan kelorin 6 Asam asetat 7 Hcl Total

Biyaya Rp 100.000 Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 1000.000

Sumber pemasukan 1. Mengajukan pemohonan dana ke dinas setempat dengan cara mengajukan proposal pendirian laboratorium Rp 45.000.000
2.

Dana pribadi Rp 86.000.000

Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan laboratorium adalah sebagai berikut : . 1. Modal Awal Biaya dasar Rp 80.600.000 Peralatan Rp. 47.400.000 Peralatan habis pakai Rp 1.000.000 + Total Rp 129.000.000

2. Rencana anggaran dan pendapatan Bulan ke-1 a. Biaya rutin bulanan 1) Ketenagakerjaan a) Tenaga Kerja 1. 4 tenaga petugas pelayanan (@ Rp 1.500.000) 2. 1 orang Administrasi 3. 1 Keamanan/security (SMA) ` 4. 1 cleaning sarvise @ Rp 1.200.000,Total 2) Biaya lain-lain HCL

Rp. 6.000.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.000.000 Rp. 800.000 + Rp 9.000.000 Rp 20.000

Akuades Renger A Renger B Larutan kelorin Asam asetat Telepon Administrasi Listrik PAM Total

Rp 50.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 10.000 Rp 15.000 Rp 100.000 Rp 50.000 Rp 100.000 Rp 150.000 + Rp 535.000

b. Biaya rutin bulan ke-1 Direktur Wakil Direktur Sekretaris Bendahara Anggota Total

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp Rp.

2.500.000 2.000.000 1.500.000 1.500.000 1.000.000 + 8.500.000

Toal Pengeluaran Perbulan


1. Tenaga Kerja 2. Biaya lain-lain 3. Biaya rutin bulan ke-1 Total Rp 9.000.000 Rp 535.000 Rp 8.500.000 + Rp 18.035.000

3. Proyeksi pendapatan bulan ke-1 a. Pendapatan bulan pertama Pemeriksaan Hb 10 pasien@30.000 x 26hri BTA 5 pasien @60.000x 26 hri Papsmir 1 pasien@100.000x 26 hri Tes gula darah 5 pasien @ 50.000x26 hri Total

= = = =

Rp 7.800.000 Rp 7.800.000 Rp 2.600.000 Rp 6.500.000 + Rp. 24.700.000

b. Perkiraan laba rugi perbulan pd bulan ke-1 Pendapatan bulan pertama Rp 24.700.000 Pengeluaran perbuan Rp 18.035.000 Laba sebelum pajak Rp 6.665.000 Pajak pendapatan (10%) Rp 666.500 Total laba netto Rp 5.998.500

c. BEP (Break Event point) modal sendiri : laba bersih x 100 % 86.000.000 : 5.998.500 = 14.33 x 100 =14.bulan 33 hari Jadi modal dapat dikembalika 1 tahun 3 bulan 3hari

H. MANAJEMEN KLINIK aspek manajemen dan struktur organisasi klinik sebagai berikut : Kepengurusan Layanan laboratorium Klinik ini memiliki susunan kepengurusan sebagai berikut: Direktur : dr.Putri Retno Janati Wakil Direktur : Asri Yulia Wulandari, SST M.Kes Sekretaris : Rindi yuliyanti, SST Bendahara : Melani , SE Administrasi : Fitriani , SE Anggota : kartika, SST

Tugas Pokok Kepengurusan : 1. Direktur Mengawasi semua kegiatan pekerjaan yang berhubungan dengan perusahaan. 2. Wakil Direktur Menggantikan pekerjaan Direktur apabila Direktur berhalangan. 3. Manajer Mengawasi kegiatan perkantoran. 4. Bendahara Mengurusi kegiatan keuangan perusahaan. 5. Sekretaris Menyiapkan data-data yang diperlukan oleh Direktur. 6. Administrasi Mengurusi semua kegiatan surat-menyurat perusahaan. 7. Kepala Bagian Pengadaan & Perlengkapan Mengadakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh perusahaan. 8. Staf Anggota Membantu dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan

H. PENUTUP

Demikian Proposal ini dibuat, dengan harapan dapat dijadikan bahan pertimbangan. Kami yakin bapak dapat mempertimbangkan dan mengabulkan permohonan ini yang juga merupakan keinginan dan harapan masyarakat di wilayah Kecamatan kaliwedi khususnya dan di Kabupaten Cirebon pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, demikian ungkapan yang tepat untuk isi proposal ini, namun harapan kami mudah-mudahan dengan rencana dan niat yang baik akan mewujudkan hasil yang baik pula, tepat guna dan berhasil guna. Sebagaimana yang kita harapkan dalam meningkatan mutu kesehatan dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehat jasmani rohani ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai agar tercipta kesejahteraan lahir dan batin. Akhirnya kepada Allah SWT jualah segala keinginan kita serahkan karena atas Kehendak-Nya segala sesuatu bisa terwujud. Amiiin. Cirebon , Desember 2011 Direktur

Sekertaris

Rindi.SST

dr.Putri Retno Janati Wakil Direktur

Asri Yuliyawulandari SST M.Kes

Lampiran Surat Surat Surat pengantar

YAYASAN KESEHATAN Laboratorium Mitra Mandiri


Jalan Raya Ki Patih Semi Ujungsemi Kaliwedi Cirebon 4516

SURAT PENGANTAR Nomor : 055/LMM/076/V/2011

Kepada Yth : Dinas kesehatan Kantor Wilayah Propinsi Jawa Barat Jalan Jendral sudirman nomor 644 Bandung

NO

Uraian

Keterangan

Disampaikan dengan hormat Proposalbantuan laboratorium kesehtan mitra mandiri Ujungsemi Kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon

1 ( satu ) Berkas

Ujungsemi, 10 Desember 2011

dr. Putri Retno Janati

2.

Surat Permohonan Laboratorium Mitra Mandiri

Jalan Raya Ki Patih Semi Ujungsemi Kaliwedi Cirebon 45165 Nomor : 43/LMM/076/IV/2011 Lampiran : I Bendel Perihal : Usulan Permohonan Dana Untuk Laboratorium

Kepada Yth, Dinas kesehatan Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 diBandung

Assalamualaikum Wr. Wb, Salam dan doa kami sampaikan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada Bapak, Amin.

Sehubungan dengan adanya program kesehatan untuk meningatkan mutu kesehatan maka pemberian bantuan dana untuk pembangunan laboratorium klinik mitra mandiri Tahun 2011, dengan hormat kami mengajukan permohonan bantuan dana pendirian laboratorium mitra mandiri Dalam rangka memaksimlkan pembangunan bidang kesehatan dapat berhasil serta tugas dan fungsi laboratorium mitra mandiri Ujungsemi dapat dilaksanakan dengan baik, maka perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan pemberdayaan sarana dan prasarana kesehatan bagi penunjangnya, yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam peningkatan mutu kesehatan . Sarana yang sangat kami butuhkan saat ini adalah pengadaan lab kesehatan .

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan partisipasinya kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb,

Sekertaris

Ujungsemi, 12 April 2011 Direktur

Rindi Yuliyanti ,SST Wakil Direktur

dr.Putri Retno Janati

Asri Yulia Wulandari , SST M.Kes