Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN R-LAB

Tekanan Hidrostatik

Nama : Siti Shabrina Hasya NPM : 1106054454 Fakultas : Teknik Departemen : Teknik Industri Kode Praktikum : MR 03 Minggu Percobaan: Minggu ke IV Tanggal Praktikum : 20 Maret 2012

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar

(UUP-IPD)
Universitas Indonesia

Depok Tujuan Mengukur massa jenis suatu cairan. Alat 1. Piranti Sensor Tekanan 2. Silinder Pejal ( d = 12.1 mm ) 3. Termometer 4. Bejana ( d = 16 mm ) 5. Piranti Penggerak Silinder 6. Camcorder 7. Unit PC beserta DAQ dan Perangkat Pengendali Otomatis Teori Gambar 1. Memperlihatkan sebuah tabung berisi cairan. Tekanan di dasar tabung lebih besar dibanding dengan di atas tabung untuk menopang berat cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini adalah : m = V = Ah (1) dan Beratnya adalah :

w = mg = Ahg ( 2 )

A = luas penampang tabung

Gambar 1.

Jika Po adalah tekanan di bagian atas dan P adalah tekanan di dasar tabung, maka gaya netto ke atas yang disebabkan oleh beda tekanan ini adalah PA PoA. Dengan membuat gaya ke atas netto ini sama dengan berat cairan di tabung, kita dapatkan : PA PoA = Ahg ... ( 1 ) Atau P = Po + gh ... ( 2 ) dimana adalah masa jenis cairan, g (9,8 m/s2) adalah

nilai percepatan gravitasi, dan h adalah tinggi cairan.

Cara Kerja Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol r-Lab di bagian bawah halaman ini. 1. Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) ! 2. Perhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan! 3. 4. Turunkan Bandul sejauh 1 cm. Aktifkan motor dengan mengklik radio button di sebelahnya. 5. Ukur Tekanan air dengan mengklik icon ukur! Ulangi langkah 1 hingga 3 dengan menurunkan bandul sejauh 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 dan 9 cm.

Gambar rangkaian percobaan.

Data Percobaan Penurunan(cm) 1 Tekanan(KPa) 10739.2 10785.8 10726.6 10862.9 10632.5 10818.5 10944.3 10944.3 11015.2 11064.9 11157.9 11335.5 11189.6 11207.6 11256.2 11314.4

5 6

11335.5 11322.8 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5 11335.5

Pengolahan Data & Evaluasi 1. Pada penurunan bandul yang ke berapa hingga ke berapa yang mengakibatkan bandul tercelup di cairan ? Jawab : Bandul mulai tercelup dalam cairan pada penurunan 4 cm hingga 9 cm.

2. Ketika bandul diturunkan dan telah tercelup cairan, hitunglah perubahan kenaikan air dari satu langkah penurunan bandul ke langkah penurunkan bandul berikutnya.

Jawab : Setelah kita mengetahui titik bandul tercelup

pada bejana, maka untuk mengukur perubahan kenaikan air dari satu langkah ke langkah penurunan bandul dapat dihitung dengan mengunakan rumus :
V cairan yang dipindahkan = V bandul tercelup

Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul .

Tapi sebelumnya, kita tentukan terlebih dahulu Abejana dan Abandul tercelup.

Diketahui : - Diameter bejana = 16 mm = 16 x 10-3 m - Diameter silinder pejal = 12.1 mm = 12,1 x 10-3 m Maka : Abejana = 1/4 d2 = 1/4. ( 16 x 10-3 )2 = 0.000201 m2 Abandul tercelup = 1/4 d2 = 1/4. ( 12,1 x 10-3 )2 = 0.000115 m2 Karenanya, sekarang kita dapat menghitung perubahan kenaikan airnya : A. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 4 cm ( h

penurunan bandul = 1 cm = 0.01m ).


Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h = 0.000115 x 0.01 m h = 0.00572 m B. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 5 cm ( h penurunan bandul = 2 cm = 0.02 m ).
Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h = 0.000115 x 0.02 m h = 0.01144 m C. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 6 cm ( h penurunan bandul = 3 cm = 0.03 m).
Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h = 0.000115 x 0.03 m h = 0.01716 m D. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 7 cm ( h penurunan bandul = 4 cm = 0.04 m ).
Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h4 = 0.000115. 0.04 m h = 0.02288 m

E. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 8 cm ( h penurunan bandul = 5 cm = 0.05 m ).


Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h = 0.000115. 0.05 m h = 0.02860 m F. Pada kenaikan bandul h = 3 cm h = 9 cm ( h penurunan bandul = 6 cm = 0.06 m ).
Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

0.000201 x h = 0.000115. 0.06 m h = 0.03431 m 3. Buatlah grafik yang menunjukan hubungan penurunan bandul dengan tekanan yang terukur di dasar tabung ! Jawab : Untuk membuat grafik yang menunjukan hubungan penurunan bandul dengan tekanan, digunakan tekanan rata-rata dari data yang telah diperoleh.
Penurunan (m) 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 Tekanan Rata-Rata (Kpa) 10750.53333 10771.3 10967.93333 11186.1 11217.8

0.06 0.07 0.08 0.09

11324.23333 11335.5 11335.5 11335.5

4. Hitunglah nilai kerapatan zat cair () yang digunakan, dengan menggunakan persamaan (2). P0 adalah tekanan yang terukur pada saat bandul tidak tercelup.

Berdasarkan grafik, didapat persamaan garis lurus y =

9685.13 x + 10548 Sehingga P0 = 10548 kPa

No 1 2 3 4 5 6

h (m) 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 -

P (kPa) 638.1 669.8 776.2333333 787.5 787.5 787.5 -

1627.8 1366.9 1320.1 1147.9 1004.5 892.8 7360

2 2649732.84 1868415.61 1742664.01 1317674.41 1009020.25 797091.84 9384598.96

= 7360 / 6 = 1266.7

= 1 / 6 6 ( 9384589.96) (54169600) / (6-1) = 108.98

Ketidakpastian Relatif :

= 108.98 / 1266.7 x 100% = 0.086 %

Maka, = 1266.7 108.98 kg/m

Analisis Pada praktikum remote-laboratory kali ini, praktikan melakukan berbagai langkah untuk mendapat nilai massa jenis cairan yang digunakan. Hal ini sesuai dengan tujuan dari percobaan kali ini, yaitu mengukur massa jenis suatu cairan. Percobaan ini bernama Tekanan Hidrostatis. Tekanan

Hidrostatis itu sendiri adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Tekanan sebuah cairan bergantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang dan gravitasi juga menentukan tekanan air tersebut. Percobaan dilakukan dengan menurunkan bandul yang berdiameter 12.1 mm ke dalam wadah cairan yang memiliki diameter 16 mm. Bandul dikaitkan dengan tali di atas wadah tersebut. Kemudian dilakukan penurunan bandul sejauh 1 cm hingga 9 cm. Pada penurunan 1cm hingga 3cm dapat diperhatikan dari video bahwa bandul belum tercelup pada air, sehinngga tekanan pada bandul juga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Akan tetapi, bandul pada penurunan 4cm hingga 9cm bandul sudah tercelup mengakibatkan tekanan pada bandul berubah. Volume wadah cairan mendapat tekanan dari luas penampang bandul yang mengakibatkan air dalam wadah mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh seberapa jauh bandul tercelup pada cairan tersebut Kenaikan air memiliki hubungan terhadap tekanan bahwa semakin besar kenaikan air maka semakin besar juga tekanan yang diperoleh.

Dari percobaan ini, diperoleh data yang kemudian dicari rataratanya. Dari hasil tersbut dapat diperhatikan bahwa bandul tidak mengalami kenaikan tekanan yang signifikan pada penurunan 1 cm 3 cm karena bandul belum tercelup kedalam cairan. Sehingga, dapat diasumsikan bahwa Po terdapat pada nilai tekanan saat penurunan bandul 1 cm 3 cm. Akan tetapi, untuk menemukan Po kita juga dapat menggunakan grafik. Pada perhitungan kenaikan air dalam wadah, ada gaya angkat yang diberikan oleh wadah terhadap cairan sehingga jika suatu benda terbenam dalam cairan tersebut maka benda tersebut akan terangkat ke atas oleh gaya yang sama besarnya dengan berat cairan yang dipindahkan. Hal ini sesuai dengan rumus :
Vcairan yang dipindahkan = Vbandul tercelup Abejana . h = Abandul tercelup . h penurunan bandul

Persamaan ini dapat digunakan untuk menghitung kenaikan cairan yang diakibatkan oleh penurunan bandul dalam cairan Selanjutnya untuk menghitung kerapatan cairan tersebut dapat digunakan rumus berikut:

Dan dengan menggunakan Po yang diperoleh dari grafik, menggunkan gravitasi bumi sebesar 9.81 m/s2 dan mengunakan rumus untuk mencari rata-rata dari kerapatan yang diperoleh; hasil kerapatan adalah 1266.7 kg/m3. Perhitungan ketidakpastian relatif yang diperoleh dari percobaan ini adalah 0.086%. Kesalahan pada percobaan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: 1. Alat praktikum yang belum dikalibrasikan, sehingga perolehan data yang diperoleh kurang akurat. 2. Alat ukur untuk mengukur tekanan kurang sensitif dalam menghitung perubahan tekanan yang terjadi pada setiap perubahan penurunan bandul. 3. Penurunan bandul yang tidak tepat, mungkin disebabkan karena motor penggerak bandul dan tali tidak akurat dalam memberikan penurunan bandul sesuai dengan prosedur percobaan. 4. Kesalahan yang terjadi pada saat proses pengolahan

data hasil perolehan data percobaan, seperti penggunaan metode angka penting yang kurang tepat, hingga kesalahan perhitungan dalam proses perhitungan karena tekanan yang digunakan dalam satuan kilopascal (Kpa), sehingga perhitungan menjadi lebih rumit apabila tekanannya dikonversi kedalam satuan pascal (pa).

Kesimpulan - Pada setiap penurunan bandul terjadi perubahan kenaikan air dalam tabung cairan, hal itu menandakan bahwa terjadi tekanan hidrostatis pada tabung. - Semakin dalam benda dicelupkan, semakin besar tekanan hidrostatik cairan. - Pada saat penurunan bandul sebesar 4 cm, bandul barulah tercelup ke dalam cairan. Sehingga, kenaikan pada tekanan yang signifikan akan terjadi setelah 4 sampai 9 cm. - cairan yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu sebesar 1266.7 kg/m3 - Tekanan yang paling besar terdapat pada saat benda berada

pada dasar tabung, karena pada dasar tabung kedalaman maksimal, sehingga perubahan ketinggian juga maksimal. - Faktor- faktor yang mempengaruhi besar tekanan pada suatu titik di dalam air, yaitu tekanan udara, massa jenis cairan, percepatan grafitasi, dan kedalaman benda tersebut di dalam air. Referensi - Giancoli, D.C.; Phisics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ. 2000. - Halliday, Resnick, Walker;Fundamentals of Phsics, 7th Edition, Extended Edition, Jhon Wiley & Sons, Inc. NJ. 2005 - Tippler, Paul A.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Erlangga. - http://sitrampil1.ui.ac.id/mr03/