Anda di halaman 1dari 3

B.

ERAKLASIK ADAM SMITH Era klasik tentu saja tidak asing lagi dengan yang namanya Adam Smith, karena oleh Adam Smith lah semua ide-ide yang berkembang dari mazhab-mazhap seperti merkantilis dan fisiokrat dikumpulkan, walau banyak dari ide-ide tersebut yang tidak dapat diterima dan hanya jadi sampah. Smith mula-mula melihat kepada bidang logika dan etika (moral), dan kemudian semakin mengarah pada masalah-masalah ekonomi baik yang di dalam negeri maupun internasional. Smith mengatakan bahwa kepentingan individu lebih penting dari segalagalanya, agar setiap individu lebih bebas dalam berinovasi yang akan berdampak pada naiknya tingkat produksi. Smith tidak setuju dengan pemerintah atau Negara dalam hal monopoli pasar, karena menurut Smith harga di pasar akan melambung tinggi dan akan menambah beban bagi konsumen. Monopoli yang membuat harga di pasaran tinggi akan menyebabkan ekonomi dalam jangka panjang tidak lebih baik dan monopoli juga akan merusak mekanisme manajemen yang baik. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah juga menjadi buruk, karena kebijakan yang diambil oleh pemerintah itu untuk memberi perlindungan kepada saudagar-saudagar yang melakukan monopoli, sehingga menyebabkan perekonomian tidak tumbuh. Sebenarnya smith setuju adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian, akan tetapi smith juga menekankan pemerintah campur tangannya hanya dalam 4 hal : 1. Mencegah terjadinya monopoli; 2. Mempertahankan Negara dari ekspansi daerah Negara sekitar; 3. Menjaga ketertiban internal; 4. Pemerintah juga harus mengatur barang-barang public yang mengandung externalitas (dampak baik atau buruk yang ditimbulkan). Dengan adanya perdagangan pasar bebas (yang murni) akan berdampak kepada naiknya produksi-produksi dalam negeri, dan juga perekonomian akan kembali tumbuh, dan terjadi ekspor . Sehinnga orang-orang akan berusaha untuk mencari spesialisasi (skill ) yang lebih baik, seperti dalam pembuatan peniti ada pembagian tugas ( division of labor ) menurut spesialisasi masing-masing, dengan demikian produktivitas akan meningkat, sehingga hasil produksi secara total juga akan meningkat, oleh karena itu harga (upah) akan ditentukan oleh skill. Smith juga mengatakan bahwa setiap barang itu memiliki 2 nilai : Nilai Tukar Nilai Guna Terkadang suatu barang yang mempunyai nilai guna tinggi kadang-kadang tidak mempunyai nilai tukar (tidak bias ditukar dengan barang lain) sebaliknya, ada barang

yang mempunyai nilai tukar sangat tinggi, tetapi tidak begitu faedah dalam kehidupan. Contohnya, air dan intan. Setiap orang berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Peningkatan kesejahteraan bias diperoleh dengan meningkatkan laba. Laba yang dimaksud disini adalah melakukan investasi, yaitu membeli mesin-mesin dan peralatan. Dengan mesin-mesin dan peralatan yang lebih canggih, maka produktivitas labor akan semakin meningkat, dengan meningkatnya produktivitas labor berarti, produksi perusahaan juga miningkat. Jika semua perusahaan melakukan hal yang sama, out put nasional, yang juga berarti kesejahteraan mayarakat meningkat pula. JEREMY BENTHAM (1748 - 1832) Paham individualisme sebelumnya berasal dari paham hedonisme, yang sudah dikembangkan oleh pemikir-pemikir ekonomi dari masa Yunani Kuno. Menurut paham hedonisme, tujuan hidup manusia di dunia adalah mencari nikmat hidup yang sebesarbesarnya. Dari paham hedonisme ini melahirkan paham utilitarianisme, yang pertama kali di kembangkan oeh Jeremy Bentham (1748-1832) dan J.S.mill. menurut kedua pemikir ekonomi tersebut, semua aktivitas manusia, baik ekonomi, moral, sosial atau politik, harus diarahkan demi tercapainya jumlah produksi paling banyak bagi sebanyak mungkin orang. Dalam urusan pinjaman berbunga, bentham setuju bahwa apabila setiap pinjaman itu berbunga, karena di dalam setiap pinjaman menurut bentham terdapat yang namanya resiko yang harus di bayar kepada sipeminjam. Dengan begitu, setiap orang yang melakukan pinjaman berbunga, akan lebih giat dalam berusaha, karena mereka menanggung bunga dan pinjaman dari pinjaman berbunga tersebut. Dengan kata lain pinjaman berbungga akan meningkatkan produksi dalam negeri. THOMAS ROBERT MALTUS ( 1766 - 1834 ) Smith optimis bahwa kesejahteraan umat manusia akan selalu meningkat sebagai dampak positif dari pembagian kerja dan spesialisasi. Sebaliknya, Maltus justru pesimis tentang masa depan manusia. Sumber pesimis Maltus tidak lain dari kenyataan bahwa tanah sebagai salah satu faktor produksi utama jumlahnya tetap. Apapun yang dilakukan manusia untuk meningkatkan standar hidup pada akhirnya akan menurunkn standar hidup itu sendiri. Maltus mengamati menusia berkembang lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil-hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia berkembang sesuai dengan deret ukur, sementara itu pertumbuhan produksi makanan hanya meningkat sesuai dengan deret hitung. Karena perkembangan manusia jauh lebih cepat di bandingkan dengan pertumbuhan produksi hasil-hasilpertanian, Maltus

meramalkan bahwa suatu ketika akan terjadi malapetaka (disaster) yang akan menimpa umat manusia. Harga sewa tanah menurut Maltus itu ditentukan oleh khualitas tanah atau tingkat kesuburan tanah tersebut. Karena ketika kita telah mampu menentukan harga sewa tanah maka kita dapat pula menentukan tingkat kesejahteraan. Harga sewa yang tinggi menciptakan atau mencerminkan tingkat kesejahteraan yang tinggi.