Anda di halaman 1dari 9

DAFTAR ISI

SAINS, METODE, DAN TEKNOLOGI


BAB I. SAINS DAN TEKNOLOGI.........................................................................................................1 BAB II. SAINS...........................................................................................................................................3 BAB III. METODE....................................................................................................................................4 BAB IV. TEKNOLOGI.............................................................................................................................6 BAB VI. REFERENSI...............................................................................................................................7

BAB I. SAINS & TEKNOLOGI Sains adalah sebuah ilmu yang berkaitan dengan keadaan alam sekitar kita, baik penemuan baru dalam bidang keilmuan, teori-teori baru yang dikemukakan oleh para ahli dan keadaan perubahan lingkungan yang lainya. Sains sering disebut sebagai IPA (Ilmu pengetahuan Alam). Sains kini mulai diterapkan dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Dapat dilihat dengan adanya beberapa kegiatan Ekskul yang membahas seputar sains. Seperti contohnya Kegiatan Ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja). Disini para remaja berusaha membuat sebuah penemuan baru baik di bidang ilmu pengetahuan, social dan yang lainya. Sains juga berperan penting sebagai tonggak kemajuan teknologi. Sehingga sains dan teknologi tak dapat dipisahkan. Sains maju, teknologipun ikut maju. Itulah mungkin prumpamaan yang pantas bagi sains dan teknologi. Sedangkan pengertian teknologi yaitu sesuatu yang dapat membuat orang lebih mudah dan simple dalam melakukan pekerjaanya.Seperti contohnya teknologi computer yang semakin berkembang ini, terbukti telh mempermudah dan mempercepat pekerjaan seseorang. Dengan adanya computer dan teknologinya, kini kita tak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk memperoleh informasi tentang kejadian yang terjadi di Negara lain disini kita cukup pergi ke warnet dan cari informasinya di internet. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Dalam penerapannya,ilmu pengetahuan secara otomatis menghasilkan apa yang disebut teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, maka kita pun mengenal istilah IPTEK(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Ilmu pengetahuan bersifat teoritis dan tidak berbentuk sedangkan teknologi bersifat praktis dan berbentuk. Pada hakikatnya, ilmu pengetahuan dipelajari untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia di bumi. Teknologi diciptakan untuk meringankan dan membebaskan manusia dari kesulitankesulitan hidupnya yang sarat dengan keterbatasan. Apa yang tadinya dikerjakan oleh tangan manusia telah digantikan oleh mesin sehingga lebih efektif dan efisien.Namun dalam penerapannya,ilmu pengetahuan selalu mempunyai bias negatif dan destruktif. Sekarang ini
2

manusia justru terjebak ke dalam budaya konsumerisme sebagai akibat dari ketergantungan manusia akan teknologi. Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaanHubungan perkembangan sains dengan perkembangan di bidang teknologi bisa dikatakan saling memiliki keterkaitan. Misalnya, seandainya manusia tidak pernah menemukan kandungan besi dari bumi, maka sekarang pasti tidak ada barang-barang yang terbuat dari besi. Contohnya : Komputer, pisau, bahkan sendok besi. Beitu pula sebaliknya, jika perkembangan teknologi sedang pesat, maka sudah pasti perkembangan sains saat itu sedang berkembang dengan pesat pula.

BAB II. SAINS Sains adalah kumpulan dari pengetahuan mengenai dunia (alam semesta) kita yang kita ketahui yang telah disusun secara sistematis. Pengetahuan yang dapat dianggap sebagai sains ialah pengetahuan yang dapat diuji kembali oleh siapapun. Contohnya gaya gravitasi. Siapapun yang berada di dalam bumi jika melemparkan apel dapat memantau bagaimana apel tersebut akan selalu jatuh ke bawah. Jika dilakukan pengukuran, idealnya hasil pengukuran akan selalu sama kalau pengukuran dilakukan pada kondisi yang sama. Dapat diuji dan konsisten. Kedua hal ini adalah yang paling mendasar dalam sains. Meskipun sains sangat luas, umumnya ketika kita berbicara mengenai sains, kita berbicara mengenai ilmu-ilmu yang berhubungan dengan alam semesta, yaitu: fisika, kimia, biologi, matematika, dan ilmu alam lainnya. Tentunya hal ini bukan berarti bahwa bidang ilmu lainnya tidak lebih penting dibandingkan ilmu alam, hanya saja persepsi yang ada sekarang adalah seperti ini. Memasuki masa moden, isitilah sains juga sering dihubungkan dengan pencarian pengetahuan, bukan selalu pengetahuan itu sendiri. sains menggunakan sebuah alat yang telah terbukti dapat membantu kita dalam menjawab banyak pertanyaan: metodologi penelitian. Penjelasan mengenai metodologi penelitian akan diberikan pada bagian selanjutnya dari tulisan ini. sains menggunakan metode penelitian untuk menjelaskan berbagai fenomena yang ada. Metode penelitian digunakan untuk menguji sebuah pemikiran / asumsi, untuk membuktikan kebenaran pemikiran tersebut, melalui proses terstruktur yang dapat diulangi dan akan menghasilkan hal yang sama setiap kali diulangi dengan kondisi yang sama. Berikut adalah langkah-langkah metodologi penelitian yang telah disederhanakan: 1. Ajukan pertanyaan 2. Buat hipotesa 3. Lakukan eksperimen 4. Kumpulkan data 5. Ambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan Tentunya kelima langkah tersebut adalah sangat sederhana, dan tidak dapat digunakan sebagai acuan yang akurat dari metodologi penelitian yang sebenarnya. Proses di atas hanya digunakan
4

sebagai ilustrasi sederhana, yang diharapkan dapat menjadi penunjuk arah bagi pembaca untuk mengerti metodologi penelitian. Metodologi penelitian sendiri merupakan hal yang sangat kompleks, dan akan memerlukan artikel tersendiri untuk membahasnya. BAB III. METODE Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris. Karakterisasi Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah : 1. Sistematik Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

2.

Logis

Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. 3. Empirik Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu : a) b) 4. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu. Replikatif perbandingan satu sama lain). c) Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi orang peneliti. Langkah-Langkah metode ilmiah Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain: 1. Memilih dan mendefinisikan masalah 2. Survey terhadap data yang tersedia 3. Memformulasikan hipotesa 4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa 5. Mengumpulkan data primer 6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan 8. Membuat laporan Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
6

1. Merumuskan masalah. 2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka. 3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka. 4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian. 5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal. 6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori. BAB IV. TEKNOLOGI
Teknologi adalah sesuatu yang dapat membuat orang lebih mudah dan simple dalam melakukan pekerjaanya. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan Internet, pengubahan telah sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. dan Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai. Pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.

Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia.

Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

REFERENSI
8

Basuki, Heru. PENELITIAN KUALITATIFuntuk ILMU-ILMU KEMANUSIAAN DAN BUDAYA. Jakarta, 2006.

Beri Nilai