Anda di halaman 1dari 1

A.

Pembahasan Pada percobaan ini pertama, resistor dan kapasitor dirangkai low-pass filter dan high-pass filter, kedua resistor dan induktor dirangkai low-pass filter dan high-pass filter, ketiga resistor, kapasitor, dan induktor dirangkai seperti gambar 2.5 sampai gambar 2.8. Pada tiap tiap tahapan, rangkaian dihubungkan dengan signal generator sebagai sumber dan osiloskop sebagai alat untuk menampilkan bentuk sinyal keluaran tegangan terhadap waktu. Dari percobaan tahap pertama, maka didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.1 sampai gambar 3.3. Gambar 3.1 diperoleh dari tegangan keluaran rangkaian RC seri. Karena pada rangkaian tersebut digunakan sumber tegangan AC, maka sinyal yang dihasilkan merupakan sinyal sinusoidal. Gambar 3.2 diperoleh dari tegangan keluaran kapasitor. Sinyal yang dihasilkan berbentuk seperti segitiga yang menunjukkan peristiwa pengisian dan pengosongan kapasitor. Ketika sinyal naik, hal tersebut menunjukkan bahwa kapasitor sedang terisi, sedangkan sinyal turun menunjukkan bahwa kapasitor mengalami pengosongan. Peristiwa tersebut terjadi dalam waktu singkat sehingga dapat disebut dengan gejala transient. Gambar 3.3 diperoleh dari tegangan keluaran resistor. Sinyal yang dihasilkan tetap berbentuk sinusoidal karena sifat resistor yang memang hanya member hambatan pada tegangan. Sehingga ketika arus melewati suatu resistor, maka yang terpengaruh hanyalah nilai tegangannya yang menjadi lebih kecil sedangkan sinyalnya tetap berbentuk sinusoidal. Dari percobaan tahap kedua, maka didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.4 sampai gambar 3.6. Gambar 3.4 diperoleh dari tegangan keluaran rangkaian RL seri. Sama seperti pada rangkaian RC seri, karena pada rangkaian tersebut digunakan sumber tegangan AC, maka sinyal yang dihasilkan merupakan sinyal sinusoidal. Gambar 3.5 diperoleh dari tegangan keluaran induktor. Pada induktor, ketika ada arus yang melalui kumparan induktor tersebut, timbul medan magnet yang dapat menghasilkan arus bolak balik dalam kumparan tersebut, sehingga pada rangkaian ini terdapat tambahan arus dari induktor. Hubungan antara arus dan tegangan adalah hubungan yang berbanding lurus sehingga tegangan keluara pada rangkaian ini semakin besar. Hal inilah yang menyebabkan data amplitudo dan frekuensi pada rangkaian RL ini lebih besar dari pada tegangan input yang di tunjukkan seperti gambar 3.5 dimana pada saat amplitude lebih besar dari tegangan input sinyal yang muncul pada osiloskop berua garis lurus keatas dan kebawah sedangkan untuk frekuensi yang lebih besar dari sinyal inputan di tunjukkan bahwa sinyal yang muncul lebih banyak dan lebih rapat letaknya. Gambar 3.6 diperoleh dari tegangan keluaran resistor. Sama halnya pada rangkaian RC seri, sinyal yang dihasilkan tetap berbentuk sinusoidal karena sifat resistor yang memang hanya member hambatan pada tegangan. Sehingga ketika arus melewati suatu resistor, maka yang terpengaruh hanyalah nilai tegangannya yang menjadi lebih kecil sedangkan sinyalnya tetap berbentuk sinusoidal. Dari rangkaian RLC 1 didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.7 dan gambar 3.8. Gambar 3.7 dan gambar 3.8 diperoleh dari tegangan keluaran kapasitor. Sinyal yang diperoleh tidaklah seperti teori yang ada, dimana sinyal tegangan keluaran kapasitor seharusnya berbentuk seperti gergaji atau sirip hiu yang disebabkan oleh peristiwa pengisian dan pengosongan muatan kapasitor. Ketidaksamaan tersebut terjadi karena ketidaktahuan praktikan mengenai bentuk keluaran sinyal oleh pengisian dan pengosongan kapasitor yang sebenarnya seperti apa. Sehingga tidak dapat membandingkan apakah sinyal keluaran hasil pengukuran sudah benar atau belum sesuai teori yang sudah ada. Disamping itu pengaruh frekuensi pada rangkaian ini selain sinyal yang lewat lebih banyak juga berpengaruh dalam menentukan respon terhadap perubahan frekuensi. Setelah ditentukan nilai frekuensi cut off nya maka dengan menggunakan beberapa macam variasi frekuensi dapat ditentukan apakah sinyal keluaran tersebut mengalami low pass filter jika frekuensi dibawah frekuensi cut off atau mengalami high pass filter jika frekuensi yang diberikan di atas frekuensi cut off. Dari rangkaian RLC 2 didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.9 dan gambar 3.10. (g bisa bahasnya aku) Dari rangkaian RLC 3 didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.11 dan gambar 3.12. Gambar 3.7 dan gambar 3.8 diperoleh dari tegangan keluaran induktor. Sinyal yang dihasilkan....(kok bisa gitu bentuknya?). Dari rangkaian RLC 4 didapatkan data yang terdapat pada gambar 3.13 dan gambar 3.14. Rangkaian tersebut merupakan rangkaian band-pass filter karena memiliki sinyal keluaran sinusoidal dan merupakan gabungan antara rangkaian low-pass filter RL dan rangkaian high-pass filter RC. Sinyal tersebut terbentuk akibat sinyal diperoleh dari tegangan keluaran pada resistor. Pada rangkaian ini berdasarkan persamaan 1 dan persamaan 2, frekuensi yang dilewatkan oleh filter adalah frekuensi diatas frekuensi cut-off dari rangkaian high-pass filter RC sebesar 159,236Hz serta dibawah frekuensi cut-off dari rangkaian low-pass filter RL sebesar 723,798Hz.