Anda di halaman 1dari 2

Cara Menghilangkan Amoniak Dan Nitrit Pada Limbah Domestik Amonia dan nitrit termasuk senyawa pencemar yang

berasal dari senyawa-senyawa nutrien, yang berasal dari senyawa NH-3 -- N atau NO2--N. Jika berada dalam kondisi anaerobic( kurang oksigen ) , kemungkinan akan menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Proses pengolahan yang biasa dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan nutrien ( amonia / nitrit )secara teoritis bisa mengunakan proses presipitasi , chlorinasi dengan aerasi dan Unit Lumpur Aktif dengan sistem aerasi. Presipitasi biasa dilakukan untuk menghilangkan logam-logam berat, nutrient serta anorganik yang terlarut dalam limbah cair. Caranya : pH limbah awal biasanya sekitar 8-9 , dinaikkan dengan menambahkan basa hingga mencapai 11 satuan pH, hingga terbentuk endapan. Sebelum dilakukan percobaan sebaiknya dilakukan trial untuk mendapat kan kondisi operasi yang optimal. Juga perlu dicarikan kombinasi zat pengemban koagolasi, sehingga proses pengendapannya bisa lebih sempurna hingga terjadi coo-presipitasi.

Pengalaman yang sudah kami coba, berhasil menurunkan kadar amonia dari 200 ppm menjadi 50 ppm Chlorinasi : Biasanya dilakukan penambahan Calsium Hypo Chloride disertai dengan aerasi, disamping terjadi pergeseran keseimbangan amonia didalam limbah juga terjadi proses desinfeksi. Calsium Hypo Chlloride adalah oksidator kuat yang akan menghancurkan reduktorreduktor dari zat-zat organik termasuk amoniak dan nitrit juga akan membunuh bakteri-bakteri pathogen yang ada dalam air.
Pengunaan teknik ini harus hati-hati dan mengunakan alat PPE( Personal Protective Equipment ) yang memadai, seperti respirator dan sarung tangan polyetilene. Gas klor atau Cl-2 akan sangat berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan akan merusak alveoli paru-paru. Unit Lumpur Aktif atau Tricling Filter ( Moving Bed Biologycal Reactor / Rotary Biologycal Reactor ) dengan mengunakan mikroba yang telah terseleksi yang cocok dengan kontaminan limbah yang ada, yang dikembangkan dari limbah itu sendiri. Diberi aerasi mengunakan blower dan udara dialirkan melalui difusser agar distribusi oksigen lebih lebih merata atau dengan mengunakan turbo jet aerator/surface aerator/MTO2 ( poros baling-baling berputar yang menghasilkan gerakan turbulensi yang pada akhirnya menghasilkan gelembung-gelembung halus yang meningkatkan kadar oksigen terlarut di semua bagian kolam aerasi. Kandungan oksigen terlarut minimal 2 ppm (kebutuhan minimal agar bakteri/mikroorganisme bisa hidup). Prinsipnya : Dengan adanya udara (oksigen) bakteri aerobik akan memakan zat-zat organik dalam air, selanjutnya bakteri tersebut berkembang biak , hingga akan menurunkan parameter COD / Amoniak dan seterusnya bakteri yang tidak produktif mati, sebagai lumpur dan diendapkan lalu dibuang.

EFEKTIFITAS DOSIS CHLOR TABLET SEBAGAI OKSIDATOR DALAM MENURUNKAN KADAR AMONIAK (NH3)PADA LIMBAH CAIR
Amoniak (NH3) adalah senyawa yang terbentuk dari proses oksidasi bahan organik yang mengandung nitrogen dalam air limbah dengan bantuan bakteri. Adanya amoniak dalam effluent air limbah dapat menjadi indikasi adanya pencemaran senyawa organik yang mengandung nitrogen dalam buangan limbah cair yang berarti terjadi gangguan proses dalam pengolahan air limbah.Diantara cara pengolahan untuk menurunkan kadar amoniak (NH3) adalah menggunakan chlor tablet. Chlor adalah Diklorin adalah gas berwarna hijau pucat dan beracun sangat reaktif. Zat Amoniak (NH3) dalam air akan bereaksi dengan chlor atau asam hipoklorik dan membentuk monokloramin, dikloramin atau trikloramin. Tujuan dari penelitian ini adalh untuk mengetahui kemampuan chlor tablet sebagai oksidator pada air limbah dalam menurunkan kadar amoniak (NH3) limbah cair Rumah Sakit Roemani Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasy eksperimental research) yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya. Populasi yang digunakan adalah air limbah yang berada di kolam indikator IPAL Rumah Sakit Roemani Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel air limbah cair yang diambil pada outlet sebanyak 3 liter dengan menggunakan metode pengambilan sampel grab sampling yaitu pengambilan sampel hanya dilakukan di outlet.Dari hasil Test of Homogenity of variances didapatkan bahwa levene test hitung adalah 222 dengan nilai probabilitas 802. Oleh karena probabilitasnya > 0,05 maka ketiga varian adalah sama. Uji statistik One way pada test Anova didapatkan hasil bahwa F hitung adalah 3,40 dengan probabilitas 0,0001. Oleh karena probabilitasnya < 0,05 maka Ho ditolak atau rata-rata penurunan dari ketiga variasi dosis tersebut memang berbeda nyata, dengan dosis paling efektif 30 g/l sebesar 65,39%. Disarankan agar pembubuhan chlor tablet dilakukan pada bak indikator terakhir sebelum memasuki outlet. agar dapat membantu menurunkan kadar amoniak dan sebagai pembunuh bakteri. Kata Kunci: Amoniak (NH3), Chlor tablet, Oksidasi, Limbah cair Rumah Sakit EFFECTIVENESS OF DOSAGE CHLOR TABLETS AS THE OXIDIZER IN REDUCING THE CONTENT OF AMMONIA (NH3) ON PROCESSING INSTALLATION OF WASTE WATER AT ROEMANI HOSPITAL SEMARANG Ammonia (NH3) is a compound resulted by the oxidation process of organic substances containing nitrogen in waste water facilitated by bacteria. The existence of ammonia in waste water effluent indicates the occurance of organic substance pollution containing nitrogen in liquid waste. It shows any disturbance in processing liquid waste. A method which may be applied in reducing the content of ammonia (NH3) is by using chlors tablets. Chlor (i.e. Dichlorin) is a palegreen-coloured and highly reactive poisonous gas. Ammonia (NH3) on water, will react to chlor or hypochloric acid and form monochloramine, dichloramine or trychloramine. The aim of this research is to explore the ability of chlor tablets as the oxidizer in reducing the content of ammonia (NH3) on liquid waste of Roemani Hospital Semarang.This research is classified to be Quasy Experimental Research which is aimed to find the information as guesstimate to information obtained on the true research. Liquid waste on the indicator pool of IPAL of Roemani Hospital is used as the population of this research; meanwhile, the sample was 3 litres liquid water taken on the outlet by using grab sampling method in which the sample is only taken on the outlet. Based on the result of Test of homogenity of variances, it is obtained that the levene of count test is 222, with probability value 802. For the probability is > 0,05 then the three variances are the same. Anova is used as the statistical test. The result of one way statistical test of anova shows F count of 3,40 with 0,0001 probability. For the probability is < 0,005 then Ho is refused, or the reduction mean of those three variation of dosage is obviously different, with most effective 30 g/l (65,36%) Keyword : Ammonia(NH3, Chlor tablets, Oxidation, Hospital waste water