Anda di halaman 1dari 16

Obat hipnotik sedatif

Oleh : Elvarina Permata Sari (08121006056) Yeni Anggraini (08121006058) Adani Adilarayani (08121006060) Putri Nada Sari (08121006054)
Farmas Unsri 2012

2. Benzodiazepin
Benzodiazepin berikatan dengan suatu tempat khusus pada reseptor GABA yang menyebabkan peningkatan inhibisi. Sehingga meningkatkan afinitas reseptor GABA untuk GABA, yang menyebabkan saluran klorida lebih sering terbuka . Peningkatan influx klorida menyebabkan hiperpolarisasi dan peningkatan inhibisi.

Mekanisme Kerja Secara Umum


Efek farmakologi benzodiazepine merupakan akibat aksi gamma-aminobutyric acid (GABA) sebagai neurotransmitter penghambat sehingga kanal klorida terbuka dan terjadi hiperpolarisasi post sinaptik membran sel dan mendorong post sinaptik membrane sel tidak dapat dieksitasi. Hal ini menghasilkan efek anxiolisis, sedasi, amnesia retrograde, potensiasi alcohol, antikonvulsi dan relaksasi otot skeletal. Efek sedative timbul dari aktivasi reseptor GABAA sub unit alpha-1 yang merupakan 60% dari reseptor GABA di otak (korteks serebral, korteks sereblum, thalamus). Sementara efek ansiolitik timbul dari aktifasi GABA sub unit alpha 2 (Hipokampus dan amigdala).

Farmakokinetik
Absorpsi dan distribsi Absorpsi triazolam berlangsung sangat cepat dan absorpsi diazepam dan metabolit aktif klorazepat lebih cepat daripada benzodiazepin yang lain yang umum digunakan. Klorazepat, suatu bakal obat, dikonversikan menjadi bentuk aktifnya, yakni desmetildiazepam melalui proses hidrolisis asam dilambung. Hampir semua benzodiazepine larut dalam lemak dan terikat kuat dengan protein plasma. Sehingga keadaan hipoalbumin pada cirrhosis hepatis dan chronic renal disease akan meningkatkan efek obat ini. Jika diberikan pada masa prapersalinan, hipnotik sedatif dapat menekan fungsi vital neunatus. Hipnotik sedatif juga dapat ditemukan di air susu ibu dan dapat menimbulkan depresi pada bayinya.

Biotransformasi Kebanyakan benzodiazepan mengalami fase oksidasi mikrosomal. Metabolitnya kemudian berkonjugasi membentuk glukuronida yang diekskresi ke dalam urine. Ekskresi Diekskresi terutama melalui ginjal, pada kebanyakan kasus perubahan fungsi ginjal tidak mempengaruhi obat induknya.

Farmakodinamik
Benzodiazepin berikatan dengan komponen molekular reseptor GABAA membran neuron SSP. Reseptor ini, yang berfungsi sebagai kanal ion klorida, diaktifkan oleh neutransmitter GABA yang bersifat menghambat. Situs ikatan GABA terletak diantara subunit 1 dan subunit 2 yang berdekatan. Dan kantung ikatan untuk benzodazepin terletak diantara subunit subunit 1 dan subunit 2. Ikatan benzodiazepin dengan subunit atau dengan area pada unit yang dipengaruhi oleh unit memfasilitasi proses pembukaan kanal yang tidak secara langsung memulai arus klorida.

Efek Samping Psikologik


Benzodiazepin dapat menimbulkan efek parakdoksal. Misalnya flurazepam sesekali meningkatkan insiden mimpi buruk., terutama pada minggu pertama pennggunaan obat, kadang-kadang pasien menjadi banyak bicara, cemas, mudah tersinggung, dan berkeringat. Ketergantungn ringan terjadi pada pasien yang menggunakan benzodiazepine secara teratur untuk waktu lama. Penghentian penggunaan obat sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Indikasi
Benzodiazepin harus memiliki waktu paruh yang panjang, dan dibutuhkan cepat masuk ke dalam otak agar dapat mengatasi status epilepsi secara cepat. Benzodiazepin dengan waktu paruh yang pendek diperlukan sebagai hipnotik.

Indikasi Klinik
Hipnotik digunakan nitrazepam dan flurazepam. Antikonvulsi digunakan diazepam dan lorazepam. Sindrom putus obat dengan alkohol digunakan klordiazepoksid. Pelemas otot rangka (misalnya pada tetanus) diberikan diazepam dengan dosis 2-20 mg IV dengan interval 2-8 jam. Praanestesi medikasi digunakan midazolam karena mempunyai mula kerja cepat, larut dalam air, kuat, dan waktu paruhnya pendek.

Interaksi Obat
Obat-obat yang meningkatkan kadar benzodiazepine: Asetaminofen karena menurunkan ekskresi melalui ginjal Simetidin, disulfiram, etanol, isoniazid dan asam valproat karena menurunkan metabolism benzodiazepine. Obat-obat yang menurunkan kadar benzodiazepine: Antasid karena menurunkan absorpsinya Kontrasepsi oral, rifampisin karena meningkatkan metabolism benzodiazepine.

3. Obat sedatif lainnya


Selama bertahun-tahun , banyak obat dengan berbagai struktur kimia telah digunakan karena sifat sedatif-hipnotiknya, meliputi : paraldehid (diperkenalkan sebelum barbiturat) kloral hidrat Etklorvinol glutetimid Metiprilon etinamat dan meprobamat (diperkenalkan tidak lama sebelum benzodiazepin).

Cont..
Kecuali meprobamat, kerja farmakologis obat-obat ini umumnya menyerupai kerja barbiturat. Semuanya merupakan depresan SSP umum yang dapat menghasilkan hipnosis yang dalam dengan sedikit atau tanpa analgesia ; efek obat-obat ini pada tahap-tahap tidur mirip dengan efek barbiturat; indeks terapeutiknya terbatas. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi dan ketergantungn fisik. Sifat meprobamat memiliki beberapa kemiripan dengan sifat benzodiazepine, tetepi obat ini mempunyai potensi penyalahgunaan yang lebih tinggi dan mempunyai efek antiansietas yang kurang selektif.

Efek Samping yang sering Terjadi dan Reaksi yang Merugikan pada HipnotikSedatif
REM Rebound: mengakibatkan mimpi yang jelas dan mimpi buruk,seringkali terjadi setelah memakai hipnotik dalam jangka waktu lama dan kemudian tiba-tiba berhenti. Ketergantungan: terjadi akibat penggunaan hipnotik yang kronis. Dapat timbul ketergntungan fisik dan psikologis. Toleransi: toleransi timbul ketika diperlukan dosis yang lebih tinggi dari waktu ke waktu untuk mencapai efek yang diinginkan. Depresi yang Berlebihan : pemakaian hipnotik jangka panjang dapat menimbulkan depresi , yang ditandai dengan keletihan , mengantu, kurang konsentrasi, kebingungan , dan depresi psikologis.

Cont..
Depresi pernapasan: sedative-hipnotik dosis tinggi dapat menekan pusat pernapasan pada medulla. Reaksi hipersensitivitas: ruam kulit urtikaria dapat timbul pada pemakaian barbiturate. Reaksi seperti ini jarang terjadi. Hangover: rasa mengantuk yang tersisa yang mengakibatkan kerusakan waktu reaksi.

TERIMA KASIH SELAMAT BELAJAR