Anda di halaman 1dari 21

Ekosistem Perairan

A. Komponen Ekosistem Ekosistem merupakan interaksi bolak-balik antarmakhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik). Ilmu yang mempelajari tentang ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari bahasaYunani, yaitu oikos yang artinya rumah, dan logos artinya ilmu. Jadi, ekologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang interaksi antarmakhluk hidup dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sebelum mempelajari tentang komponen ekosistem, kamu harus mengetahui apa yang dimaksud dengan individu, populasi, komunitas, dan habitat. Individu adalah satu makhluk tunggal, contohnya seekor burung. Populasi adalah kumpulan dari individu yang sama yang menempati suatu tempat tertentu. Tempat hidup suatu makhluk hidup disebut habitat. Kumpulan populasi akan membentuk suatu komunitas. Kumpulan komunitas akan membentuk suatu ekosistem. Dalam suatu ekosistem terjadi interaksi atau hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup sejenisnya, dengan makhluk hidup lain jenis, maupun interaksi dengan lingkungannya berupa makhluk tak hidup, seperti: air, udara, tanah, cahaya matahari, suhu, angin, dan kelembapan. Komponen ekosistem dibagi menjadi dua macam, yaitu komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah komponen yang berupa makhluk tak hidup. Sedangkan, komponen biotik adalah komponen yang berupa makhluk hidup. 1. Komponen Abiotik Komponen a biotik m erupakan komponen ekosistem berupa benda tak hidup yang terdapat di sekitar makhluk hidup. Komponen abiotik yang berpengaruh pada ekosistem, antara lain: 1. Cahaya Matahari Cahaya matahari merupakan faktor abiotik yang terpenting untuk menunjang kehidupan di bumi. Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi tumbuhan yang diperlukan dalam proses fotosintesis. Cahaya matahari juga memberikan rasa hangat untuk semua makhluk. 1. Udara Udara merupakan komponen abiotik yang sangat diperlukan makhluk hidup. Hewan dan manusia menggunakan oksigen yang terdapat di udara untuk bernapas dan mengeluarkan karbon dioksida ke udara. Sedangkan, tumbuhan mengambil karbon dioksida dari udara untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan. Oksigen ini dilepaskan ke udara untuk digunakan oleh

semua makhluk hidup. Dengan demikian, terjadilah perputaran zat yang berlangsung terus menerus. Peristiwa ini menunjukkan adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan antara makhluk hidup dan lingkungannya. 1. Suhu Suhu sangat mem pengaruhi lingkungan dan kehidupan makhluk hidup di lingkungan tersebut. Ada makhluk hidup yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu rendah, ada pula makhluk hidup yang mampu hidup di lingkungan dengan suhu tinggi. 1. Air Air merupakan faktor abiotik yang sangat penting untuk menunjang suatu kehidupan. Semua sel dan jaringan terdiri atas air. Air merupakan media pelarut zat-zat yang dibutuhkan dan media pengangkut dalam tubuh hewan dan tumbuhan. Air juga merupakan suatu bentuk habitat bagi makhluk hidup, seperti: danau, sungai, dan laut. Air sangat mempengaruhi proses kehidupan. 1. Tanah Tanah berfungsi sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat zat hara yang merupakan mineral penting untuk mempertahankan proses di dalam tubuh, terutama bagi tumbuhan. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya berbeda. 1. Komponen Biotik Komponen biotik adalah komponen ekosistem berupa berbagai makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem. Tiap komponen memiliki peranan masingmasing yang erat kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan akan makanan. Hal ini menyebabkan terjadinya keseimbangan di dalam ekosistem Berdasarkan peranannya di dalam ekosistem, komponen biotik dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu: 1. Produsen Di dalam e kosistem semua tumbuhan hijau adalah produsen. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri dengan melakukan fotosintesis. Di dalam ekosistem air yang berperan sebagai produsen adalah fitoplankton, yang merupakan tumbuhan hijau yang amat kecil yang melayang-layang di dalam air. Fitoplankton selalu menghasilkan berton-ton makanan yang menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan air yang lain. 1. Konsumen Manusia dan h ewan tidak dapat membuat makanan sendiri. Oleh karena itu, manusia dan hewan memperoleh makanan dari tumbuhan sehingga disebut

konsumen. Konsumen sangat tergantung pada produsen, begitu juga sebaliknya, konsumen mempengaruhi kelangsungan hidup produsen. Karbon dioksida dari sisa pernapasan hewan dan manusia dibutuhkan tumbuhan untuk proses fotosintesis (membuat makanan). Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibagi menjadi tiga macam, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora. 1) Herbivora

Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan. Hidupnya sangat bergantung pada tumbuhan secara langsung. Makhluk hidup yang memakan langsung tumbuhan disebut juga sebagai konsumen tingkat pertama. Contoh hewan-hewan pemakan tumbuhan adalah kerbau, domba, kambing, kelinci, sapi, dan lain sebagainya. 2) Carnivora

Carnivora adalah makhluk hidup yang memakan daging makhluk hidup yang lain. Biasanya, carnivora memakan makhluk hidup herbivora. Dengan kata lain, carnivora adalah konsumen tingkat kedua. Contoh hewan yang termasuk carnivora adalah singa, harimau, dan buaya. 3) Omnivora

Makhluk hidup yang memakan tumbuhan dan daging makhluk hidup lain disebut omnivora. Hewan omnivora merupakan pemakan segalanya (tumbuhan dan hewan). Contohnya adalah babi dan itik. 1. Pengurai Pengurai atau d ekomposer adalah organisme atau makhluk hidup yang berfungsi menguraikan sampah atau sisa-sisa makhuk hidup yang mati. Pengurai berfungsi sebagai penghubung peredaran zat dari konsumen ke produsen. Zat yang telah diambil oleh konsumen dari produsen akan kembali lagi ke produsen melalui proses penguraian oleh pengurai. Dengan peristiwa pembusukan ini, zat-zat yang dulu menjadi bagian dari tumbuhan dan hewan diuraikan dan dirombak. Hasilnya digunakan oleh tumbuhan untuk membuat makanan. Pengurai terdiri atas makhluk hidup berukuran kecil yang hidup di tanah, air, maupun di udara. Contohnya bakteri dan jamur-jamur saprofit. B. Interaksi Antarkomponen Ekosistem Komponen-komponen dalam ekosistem saling berinteraksi. Interaksi ini dibedakan menjadi beberapa tingkatan, yaitu: 1. Interaksi Antarorganisme

Setiap individu tidak dapat berdiri sendiri, tetapi selalu berinteraksi dengan individu sejenis atau lain jenis, baik dalam satu komunitas atau dengan komunitas lain. Interaksi antarorganisme dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: 1. Parasitisme Parasitisme ad alah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis, yang satu untung dan yang lain dirugikan. Contohnya benalu dengan inangnya. Benalu mampu berfotosintesis karena memiliki zat hijau daun, tetapi benalu menyerap air dari inangnya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan inang yang ditumpangi menjadi terganggu karena kebutuhan air untuk fotosintesis berkurang sehingga makanan yang dihasilkan sedikit. Jika benalu makin tumbuh dan berkembang, maka inang dapat mengalami kematian. 1. Komensalisme Komensalisme ad alah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis, yang satu untung dan yang lain tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Anggrek hanya menempel pada pohon yang ditumpanginya untuk mendapatkan sinar matahari. Pohon yang ditumpangi anggrek tidak mengalami kerugian apapun. 1. Mutualisme Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis yang saling menguntungkan. Contohnya bunga dan lebah. Bunga menghasilkan madu yang disukai lebah dan lebah membantu penyerbukan bunga. Oleh karena itu, keduanya memperoleh keuntungan. 1. Predasi Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Bila mangsa tidak ada, maka pemangsa tidak dapat hidup. Sebaliknya, bila pemangsa tidak ada, maka populasi mangsa akan meningkat. Oleh karena itu, predator menjadi pengontrol populasi hewan yang dimangsa. Hubungan predasi ini sangat erat karena saling mempengaruhi. Predasi menyebabkan terjadinya peristiwa makan dan dimakan yang membentuk rantai makanan. Hal ini menyebabkan keseimbangan populasi makhluk hidup di alam. 1. Interaksi Antarpopulasi Interaksi antarpopulasi dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Contoh interaksi antarpopulasi adalah kompetisi. Kompetisi merupakan interaksi yang memiliki kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan antarpopulasi. Misalnya, persaingan antara populasi singa dengan harimau yang memperebutkan makanan. 3. Interaksi antara Komponen Biotik dan Abiotik

Dalam suatu e kosistem, komponen abiotik berpengaruh atau menentukan jenis makhluk hidup yang sesuai dengan lingkungannya. Sebaliknya, komponen biotik pun berpengaruh pada komponen abiotik. C. Keseimbangan Ekosistem Secara alami suatu ekosistem dalam keadaan seimbang. Keseimbangan ini akan terganggu bila ada gangguan dari luar, seperti bencana alam atau campur tangan manusia. Komponen penyusun ekosistem tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling tergantung. Suatu komponen biotik yang ada di dalam ekosistem ditunjang oleh komponen biotik lainnya. Dalam suatu ekosistem selalu terjadi perubahan jumlah populasi tumbuhan, herbivora, dan karnivora (komponen biotik). Alam akan mengatur ekosistem sedemikian rupa sehingga perbandingan antara jumlah produsen dan konsumen selalu seimbang. Keseimbangan alam (ekosistem) akan terpelihara bila komposisi komponen-komponennya (komponen biotik maupun komponen abiotik) dalam keadaan seimbang. Untuk menjaga keseimbangan pada ekosistem, maka terjadi peristiwa makan dan dimakan. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan populasi suatu organisme. Peristiwa makan dan dimakan antarmakhluk hidup dalam suatu ekosistem membentuk rantai makanan dan jaringjaring makanan. 1. Rantai Makanan Proses makan dan dimakan terjadi dalam suatu ekosistem. Dalam suatu ekosistem terjadi peristiwa makan dan dimakan dalam suatu garis lurus yang disebut rantai makanan. Rantai makanan ini terjadi jika satu jenis produsen dimakan oleh satu jenis konsumen pertama, konsumen pertama dimakan oleh satu jenis konsumen kedua, dan seterusnya. Konsumen yang menjadi pemakan terakhir disebut konsumen puncak. Rantai makanan terjadi di berbagai ekosistem. Di antara rantai makanan tersebut terdapat pengurai, karena pada akhirnya semua makhluk hidup akan mati dan diuraikan oleh pengurai. 1. Jaring-Jaring Makanan Di alam ini satu produsen tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen pertama. Tetapi, bisa dimakan oleh lebih dari satu jenis konsumen pertama, satu jenis konsumen pertama dapat dimakan lebih dari satu jenis konsumen kedua dan seterusnya. 1. Piramida Makanan Dalam ekosistem ya ng seimbang jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat I, jumlah konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, demikian seterusnya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya energi pada setiap tingkatan makanan. Jika rantai makanan digambarkan dari produsen sampai konsumen tingkat tinggi, maka akan terbentuk suatu piramida makanan.

1. Piramida Makanan Dalam ekosistem ya ng seimbang jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat I, jumlah konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, demikian seterusnya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya energi pada setiap tingkatan makanan. Jika rantai makanan digambarkan dari produsen sampai konsumen tingkat tinggi, maka akan terbentuk suatu piramida makanan. D. Macam-Macam Ekosistem Di bumi terdapat berbagai macam ekosistem yang di tempati oleh berbagai makhluk hidup yang memiliki peran masing-masing. Dalam suatu ekosistem terdapat organisme tertentu yang mendominasi ekosistem tersebut. Contohnya, ekosistem padang rumput yang didominasi oleh tanaman rumput. Secara garis besar, ekosistem dibagi menjadi dua macam, yaitu ekosistem darat dan perairan. 1. Ekosistem Darat Ekosistem darat adalah ekosistem yang memiliki lingkungan fisik berupa daratan. Ekosistem ini dibagi menjadi beberapa bioma (daerah habitat), yaitu: 1. Bioma Padang Rumput Ciri-ciri bioma pada ng rumput adalah hujan turun tidak teratur, curah hujan sekitar 25 50 cm per tahun. Keadaan hujan yang tidak teratur ini menyebabkan penyerapan air dan aliran air tidak baik, sehingga tumbuhan susah menyerap air. Jenis-jenis tumbuhan (flora) yang ada di padang rumput adalah tumbuhan herba dan rumput. Sedangkan, jenis-jenis hewan yang ada adalah bison, singa, gajah, jerapah, kanguru, dan serangga. 1. Bioma Gurun B ioma gurun t erdapat di daerah tropis. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang, memiliki curah hujan rendah, serta terdapat tumbuhan xerofita seperti kaktus yang tahan terhadap keadaan kurang air. Kaktus ini memiliki akar yang panjang di dalam tanah untuk mencari sumber air. Hewan khas gurun adalah unta yang tahan terhadap kondisi yang kekurangan air. Unta memiliki punuk sebagai tempat persediaan air. 1. Bioma Hutan Basah Bioma h utan b asah memiliki suhu yang cukup tinggi karena intensitas cahaya yang cukup tinggi. Ciri-ciri bioma hutan basah adalah memiliki bermacam-macam tumbuhan seperti pohon mahoni, pohon jati, pohon damar, rotan, dan anggrek sebagai efifit yang menempel pada pohon utama. Hewan yang terdapat pada bioma ini adalah burung, badak, babi hutan, harimau, dan lain-lain.

1. Bioma Tundra Tundra artinya dataran tanpa pohon, yang ada hanyalah jenis rumput dan lumut kerak. Ciri-ciri bioma tundra adalah terdapat lumut kerak, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Hewan khas yang menetap di bioma ini biasanya memiliki rambut yang tebal, seperti rusa kutub dan beruang kutub. 1. Bioma Taiga Daerah bioma taiga terdapat di belahan bumi utara dan di pegunungan daerah topis. Ciri-ciri bioma taiga adalah perbedaan antara musim panas dan musim dingin sangat mencolok. Pada saat musim panas suhu udara sangat panas. Sebaliknya, jika musim dingin suhu udara sangat rendah. Biasanya bioma taiga tersusun atas satu spesies khas seperti pinus atau konifer. Hewan khas yang berada pada bioma ini adalah beruang hitam. 1. Ekosistem Perairan Ek osistem perairan dibagi menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. 1. Ekosistem Air Tawar Ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu air tawar yang tenang dan air tawar yang mengalir. Contoh ekosistem air tawar yang tenang adalah danau, waduk, dan kolam. Sedangkan, ekosistem air mengalir adalah sungai. Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri, antara lain: variasi suhu tidak mencolok, cahaya matahari kurang, dipengaruhi oleh suhu dan iklim, produsen utamanya adalah fitoplankton dan alga. Hewan yang hidup di sini adalah berbagai jenis ikan seperti ikan seribu, ikan mas, ikan mujair, dan lain-lain. 1. Ekosistem Air Laut Ekosistem air laut sangat berbeda dengan ekosistem air tawar. Ciri-ciri ekosistem air laut adalah kadar garam tinggi, tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, serta memiliki arus air. Komunitas yang terdapat di ekosistem air laut adalah produsen (fitoplankton dan alga), konsumen meliputi jenis hewan dari berbagai filum, seperti ikan hiu, paus, lumba-lumba, bintang laut, dan lain-lain. Di laut juga terdapat zooplankton dan pengurai. Berdasarkan posisinya, ekosistem air laut dibedakan menjadi empat macam, yaitu: a) Daerah litoral, merupakan daerah pantai atau daerah yang berbatasan dengan daratan. b) D aerah neritik, merupakan daerah laut dangkal yang kedalamannya mencapai 200 m. c) Daerah abisal, daerah laut yang memiliki kedalaman 2000 m. d) Daerah afotik, daerah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 2000 m. Tipe-tipe Ekosistem

1. Ekosistem akuatik (air) a. Ekosistem air tawar 1) Ekosistem air tawar Lotik : airnya berarus, berarti airnya senantiasa mengalir. Contoh dari ekosistem air tawar lotik sering kita jumpai di sekitar kita. Misalnya : Sungai, dan selokan.

Gambar. 1 Sungai merupakan contoh ekosistem air tawar lotik. Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 275) 2) Ekosistem air tawar lentik : airnya tidak berarus, ini berarti airnya tidak mengalir. Contohnya : Danau, rawa air tawar, kolam, rawa gambut.

Gambar. 2 Hutan Rawa Gambut Sumber : http://www.lablink.or.id/Env/Hutan/HutanKlasifikasi/htnrawag.jpg

Gambar. 3 Danau Toba Sumber : http://katakdankodokbersaudara.files.wordpress.com/2009/05/danautoba.jpg Ekosistem danau dan kolam terdiri dari 3 wilayah horizontal yaitu : a) Wilayah Litoral adalah merupakan wilayah perairan dangkal di sepanjang tepi danau dan kolam. Contohnya : Hydrylla, Hydra, capung, katak, burung, dan tikus. b) Wilayah Limnetik adalah wilayah perairan terbuka yang masih bisa di tembus oleh cahaya matahari. Contohnya : Zooplankton dan Fitoplankton. c) Wilayah Profundal adalah daerah yang dalam, dengan berbagai jenis dekomposer pada bagian dasarnya. b. Ekosistem Laut

Gambar. 4 Ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona litoral, zona laut dangkal, dan zona pelagik. Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 275). Ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona (wilayah), yaitu : 1) Zona litoral. a) Ekosistem Estuari

Merupakan wilayah perairan tempat pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut pantai lumpur. Estuari mempunyai ciri berair payau dengan tingkat salinitas di antara air tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau dan rumput laut. Beberapa organisme laut melakukan perkambangbiakan di wilayah ini seperti ikan, udang dan moluska yang dapat dimakan. Estuari banyak terdapat di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Gambar. 5 Estuari Sumber : http://www.alzinar.com/imatges/biomes/estuari b) Ekosistem Pantai Pasir Ekosistem dengan deburan ombak yang konstan dan terkena paparan cahaya matahari selama 12 jam. Vegetasi ada yang berbentuk terna atau membentuk perdu atau pohon. Terna adalah tumbuhan berbiji yang memiliki batang lunak dan tidak berkayu, misalnya rumput, kangkung, dan pisang. c) Ekosistem Pantai Batu Tersusun dari komponen abiotik berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu yang besar. Organisme yang terdapat pada pantai batu seperti ganggang Eucheuma dan Sargassum.

Gambar. 6

Ekosistem Pantai Batu Sumber : http://img.photobucket.com/albums/v417/sandro_utji/Didesa %20Resort/DCP_0671.jpg 2) Zona Laut Dangkal a) Ekosistem Terumbu Karang, Hanya dapat tumbuh di dasar peraiaran yang jernih, terumbu karang terbentuk dari rangka hewan Coelenterata. Organisma yang terdapat pada ekosistem ini adalah kelompok Porifera, coelenterata, ganggang, beberapa jenis ikan, serta udang.

Gambar. 7 Ekosistem terumbu Karang Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 276) 3) Zona pelagik. a) Ekosistem Laut Dalam Merupakan zona pelagik laut. Ekosistem ini berda pada kedalaman 76000 m dari permukaan laut. Sehingga tidak ada lagi cahaya matahari, oleh karena itu produsen utama di ekosistem ini merupakan organisme kemoautrotof.

Gambar. 8 Ekosistem Laut Dalam Sumber : http://images.aad.gov.au/img.py/1e10.jpg

c. Ekosistem Darat 1) Hutan Hujan Tropis a) Terdapat di wilayah khatulistiwa b) Temperatur tinggi (rata-rata 25 0c) c) Curah hujan tinggi 200-450 cm per tahun d) Pohon tinggi dan rimbun (kanopi) e) Jenis tumbuhan sangat beragam termasuk tumbuhan paku dan anggrek. f) Hewan pada hutan hujan tropis di indonesia antara lain : berbagai jenis serangga dan burung, monyet, orang utan dan harimau.

Gambar. 9 Hutan Hujan Tropis Sumber : http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/tangkah3.jpg 2) Savana a) terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa b) curah hujan lebih 90-150 cm per tahun c) Vegetasi savanna didominasi oleh rumput dan pohon yang tumbuh terpencar. d) Hewan yang hidup di savanna adalah berbagai jenis sderangga seperti belalang, kumbang, rayap, herbivora dan karnivora.

Gambar. 10 Savanna Sumber : http://onlynatural.files.wordpress.com/2008/09/800pxmale_lion_on_savanna.jpg 3) Padang Rumput a) Terdapat pada wilayah dengan temperatur sedang. b) cuirah hujan 25-75 cm per tahun c) vegetasi yang dominan adalah rumput d) hewan yang hidup antara lain kelinci, tupai tanah dan serigala.

Gambar. 11 Padang Rumput Sumber : http://chinatour.net/images/grassland.jpg 4) Gurun a) Terdapat di belahan bumi sekitar 20-30 LU dan LS b) Curah hujan kurang dari 25 cm per tahun c) Vegetasi terdiri dari berbagi belukar akasia, tumbuhan sukulen dan kaktus. d) Hewan yang banyak terdapat di gurun antar lain belalang, burung pemangsa serangga dan kadal.

Gambar. 12 Bioma Gurun Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/01/gurun-02.jpg 5) Hutan Gugur a) Terdapat di sekitar wilayah sub tropis yang mengalami pergantian musim panas dan tropis b) Curah hujan sedang yaitu 75-150 cm per tahun c) Pohon pada hutan gugur sub tropis memiliki ciri menggugurkan daunnya menjelang musim gugur dan menjadi dorman pada musim dingin. (maple dan birkin) d) Hutan gugur di daerah tropis menggugurkann daun pada musim kemarau, misalnya hutan jati.

Gambar. 13 Bioma Hutan Gugur Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/02/hutan-gugur-01.jpg 6) Taiga a) Terdapat di wilayah utara hutan gugur sub tropis dan juga di pegunungan sub tropis b) Musim dingin yang panjang. Huajn turun hanya pada musim panas c) Taiga merupakan hutan pinus (konifer) yang selalu hijau. d) Hewan yang hidup antara lain rusa, bajing, burung gagak hitam, serigala, dan beruang.

Gambar. 14 Taiga Sumber : http://www.centraliahs.org/personnel/teachers_faculty/science/becker/biome %20web%20page/taiga.jpg 7) Tundra a) Terdapat di dekat kutub utara, yaitu pada 60 0 LU (tundra artik), sedangkan tundra yang terdapat di puncak gunung (tundra alpin) b) Vegetasi tundra didominasi oleh rumput alang-alang, lumut daun dan perdu, pada wilayah ini tidak terdapat pohon c) Hewan yang terdapat di tundra adalah kelinci, burung hantu, serigala, rusa dan domba

Gambar. 15 Tundra Sumber : http://andimanwno.files.wordpress.com/2009/02/tundra-011.jpg

d. Ekosistem Buatan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh : bendungan, sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, dll.

Gambar. 16 Bendungan Jati Luhur Sumber : http://hmjsipiluph.files.wordpress.com/2007/09/bendungan-jatiluhur.jpg Diposkan oleh Yolla Martina Bastian di Minggu, April 11, 2010 0 komentar Link ke posting ini

RantaiMakanan
Rantai Makanan (Food Chain) Peristiwa makan dan di makan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur trofik. Setiap tingkat trofik merupakan kumpulan berbagai organisme dengan sumber makanan tertentu. Dalam struktur trofik organisme autotrof disebut produsen. Tingkat trofik II ditempati oleh berbagai organisme yang tidak dapat membuat bahan organik sendiri (heterotrof adalah konsumen). Konsumen terdiri dari konsumen (herbivora) pada tingkat trofik kedua, konsumen sekunder (karnivora) pada tingkat trofik ketiga, dan konsumen tersier (karnivora besar) pada tingkat trofik keempat. Rantai makanan adalah jalur makan dan dimakan dari organisme pada suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya membentuk urutan dan arah tertentu. a. Rantai makanan perumput adalah rantai makanan yang dimulai dari produsen.

Gambar. 1 Rantai Makanan Perumput Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 280) b. Rantai makanan detritus adalah rantai makanan yang dimulai dari detritus

(hancuran daun-cacing-tanah-ayam-manusia) Jaring-jaring Makanan (Food Web) Dalam suatu ekosistem hubungan makan dan di makan yang sangat kompleks saling berkaitan dan bercabang sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

Gambar. 2 Jaring-jaring makanan merupakan rantai makanan yang kompleks. Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 281) Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. Energi matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Jadi setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. a. Produktivitas Primer adalah kecepatan mengubah cahaya matahari dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof. b. Produktivitas Sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan organikmenjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof. Para ahli ekologi menggambarkan struktur trofik suatu ekosistem dalam bentuk piramida ekologi. Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, dan piramida jumlah. Piramida energi adalah suatu gambar bentuk kehilangan energi dari suatu rantai makanan, piramida biomassa merupakan gambar berkurangnya transfer energi pada setiap trofik, sedangkan piramida jumlah adalah gambar jumlah individu pada setiap trofik. Diposkan oleh Yolla Martina Bastian

EKOSISTEM Kita sebagai makhluk hidup tidak akan pernah bisa hidup sendiri, disekitar kita pun terdapat makhluk hidup baik itu hewan ataupun tumbuhan. Menurut Faisal M, Rommy (2008) populasi merupakan sekelompok organisma dari spesies yang sama yang menempati suatu ruang tertentu dan mampu melakukan persilangan diantaranya dengan menghasilkan keturunan fertil. Biasanya besarnya suatu populasi di suatu kawasan tertentu biasanya dinyatakan dalam suatu peristilahan kerapatan atau kepadatan populasi. Seiring waktu, besarnya suatu populasi akan mengalami perubahan, perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kelahiran, kematian, emigrasi, dan imigrasi. Banteng di Ujung Kulon dan Harimau di Pulau Sumatera merupakan contoh dari suatu populasi. Populasi dari berbagai jenis organisme berinteraksi pada suatu tempat tertentu membentuk komunitas. Menurut Aryulina, Diah (2007 : 267) Tempat hidup suatu makhluk hidup disebut habitat. Kita hidup di dalam suatu kelompok manusia. Mesti kita akui hidup ini saling bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing dengan aktivitas yang berbeda-beda. Untuk mempertahankan hidupnya kita sebagai makhluk hidup melakukan aktivitas yaitu makan, bergerak, bernafas, dan berkembang biak. Semua makhluk hidup yang tinggal di suatu tempat akan saling bergantung, berinteraksi, dan mempengaruhinya. Misalnya pada manusia dan hewan ternak hidup saling menguntungkan. Manusia membutuhkan hewan ternak untuk dimanfaatkan daging dan telurnya. Begitu juga hewan ternak mendapatkan makanan dari manusia sebagai penyedia makanan. karena kita makhluk hidup kita memerlukan cahaya, air, dan udara. Ketiganya merupakan kebutuhan utama pada manusia, hewan, dan tumbuhan dalam berfotosintesis. Semua makhluk hidup dan benda tak hidup yang berada di sekitar kita saling mempengaruhi sehingga terbentuklah suatu hubungan timbal balik. Menurut Aryulina, Diah (2007 : 144) Organisme memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya sehingga membentuk suatu sistem yang disebut dengan ekosistem. Ilmu yang mempelajari suatu ekosistem disebut ekologi. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem). Bioma adalah berbagai ekosistem di area tertentu yang sebagian besar ditentukan oleh iklim geografi yang sama. Contohnya adalah gurun, hutan hujan trofis, savanna. Menurut Faisal M, Rommy (2008) biosfer sebagai suatu ekosistem global, suatu gabungan semua ekosistem lokal di Bumi. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah ekologi adalah Ernzt Haeckel. Menurut Aryulina, Diah (2007 : 268) Lingkungan biotic suatu makhluk hidup adalah seluruh makhluk hidup. Biotic adalah makhluk hidup. Komponenkomponen biotic terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang,

lumut, tumbuhan paku, tumbuhan tingkat tinggi, invertebrate, dan vertebrata, serta manusia. Dari sekian banyak komponen di atas, setiap komponen biotic memliki cara hidup sendiri untuk mempertahankan dirinya. Lingkungan abiotik adalah bukan makhluk hidup atau komponen tak hidup. Komponen abiotik terdiri dari komponen kimia dan komponen fisik. Contoh dari komponen abiotik antara lain adalah : a. Suhu b. Cahaya c. Air d. Kelembapan e. Udara f. Garam-garam Mineral g. Tanah Setiap makhluk hidup tidak bisa hidup sendiri. Setiap makhluk hidup yang tinggal di suatu tempat terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotic dan komponen abiotik., artinya ada suatu interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup berinteraksi untuk kelangsungan hidupnya. Menurut Aryulina, Diah (2007 : 270-274) interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya secara langsung maupun tidak langsung terjadi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan. 1. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya a. Interaksi antar-individu Organisme sejenis yang hidup di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi.

Gambar 1 Individu-individu Manusia Membentuk Populasi Manusia Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 271) b. Interaksi antar-populasi Komunitas adalah berbagai populasi yang saling berinteraksi. Bentuk populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan simbiosis. 1) Predasi merupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada predasi umumnya suatu spesies memakan spesies lain, meskipun beberapa hewan memangsa sesame jenisnya (bersifat kanibal). Organisme yang memakan disebut predator, sedangkan organism yang dimakan disebut mangsa.

2) Kompetisi antar-populasi disebut juga kompetisi interspesifik. 3) Simbiosis berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Dalam hidup bersama tersebut, umumnya salah satu spesies berperan sebagai spesies yang ditumpangi, sedangkan spesies lain sebagai penumpang (simbion). Interaksi simbiosis dibedakan menjadi : a) Mutualisme terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain. Contoh mutualisme adalah ganggang hijau biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycota membentuk lumut kerak.

Gambar 2 Simbiosis Mutualisme Terjadi Antara Ganggang Hijau Biru Dan Jamur Membentuk Lumut Kerak Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 273) b) Komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misalnya anggrek yang menempel pada pohon. c) Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan spesies lain dirugikan. Organisme yang memperoleh kentungan dari interaksi parasitisme disebut inang. Sedangkan parasit yang dirugikan disebut inang. Parasit menyerap sari makanan atau cairan dari tubuh inangnya. Kerugian yang ditimbulkan parasit dapt berupa gangguan ringan, penyakit, dan bahkan kematian pada inangnya.

Gambar : 3 Nyamuk merupakan salah satu contoh ektoparasit pada manusia. Sumber : Aryulina, Diah (2007 : 273) c. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik 1) Produsen (organisme autotrof) adalah organisme yang menyusun senyawa

organik atau membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Organisme yang tergolong produsen meliputi organisme yang melakukan fotosintesis yaitu tumbuhan hijau, beberapa jenis bakteri, serta ganggang hijau biru. 2) Konsumen (organisme heterotrof) adalah organisme yang tidak mampu menyusun senyawa organik atau membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain. Hewan dan manusia termasuk tergolong dalam kelompok sebagai konsumen. 3) Dekomposer (pengurai) merupakan organisme yang menguraikan sisa-sisa organism untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur.

Gambar 3 Jamur Sebagai Dekomposer Menyebabkan Buah Membusuk Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274) 4) Detrivitor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau deutritus. Merupakan hancuran jaringan hewan dan tumbuhan.

Gambar 5 Kutu Kayu adalah salah satu contoh detrivitor Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274)