Anda di halaman 1dari 6

HIPERTENSI

Hipertensi

dikenal

secara

luas

sebagai

penyakit

kardiovaskular.

Diperkirakan telah menyebabkan 4.5% dari beban penyakit secara global, dan prevalensinya hampir sama besar di negara berkembang maupun di negara maju. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena jarang terdeteksi dan tanpa disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital seperti jantung, otak ataupun ginjal. Gejala-gejala hipertensi, seperti pusing, gangguan penglihatan, dan sakit kepala, seringkali terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut disaat tekanan darah sudah mencapai angka tertentu yang bermakna.

Gambar : Jantung pusat kardiovaskuler

Gambar : Sistem kardiovaskuler

Faktor usia dan Hipertensi keduanya dapat mengakibatkan stroke dan penyakit jantung iskemik, hal ini bisa mengakibatkan kematian. (Kaplan, 2006). Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Selain faktor genetika, usia, dan jenis kelamin, ada beberapa faktor penyebab lain, antara lain:

Stres atau perasaan tertekan. Kegemukan (Obesitas). Kebiasaan merokok. Kurang berolahraga. Kelainan kadar lemak dalam darah (Dislipidemia). Konsumsi yang berlebihan atas garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi.

Kurang mengonsumsi makanan yang berserat dan diet yang tidak seimbang. Sedangkan gejala umum yang mungkin terjadi pada orang dengan tekanan

darah tinggi meliputi:

Sakit kepala saat bangun tidur yang kemudian menghilang setelah beberapa jam.

Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk. Mudah lelah, lesu, Impoten. Telinga berdenging. Detak jantung berdebar cepat. Pandangan agak kabur, susah tidur, sakit pinggang, dan mudah menjadi marah.

Pencegahan hipertensi:

Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat (Sayur dan buah). Mengurangi konsumsi garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi. Mengurangi berat badan, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur. Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Dalam pengobatan hipertensi, kuncinya terletak pada sistem peredaran

darah. Jika sistem peredaran darah sehat maka tekanan darah dalam tubuh akan stabil. Mari kita perhatikan 2 jenis herbal yang dapat Anda konsumsi untuk mengendalikan tekanan darah Anda. Noni Juice atau yang dikenal dengan nama Mengkudu, mengandung scopoletin yang terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan melebarkan pembuluh darah yang menyempit. Noni juga menstimulasi tubuh untuk memproduksi Nitrit oksida yang juga berkhasiat melemaskan dan melebarkan pembuluh darah serta mengurangi

tekanan pada arteri dan jantung sehingga bermanfaat untuk memperbaiki sistem peredaran darah dan kardiovaskular sekaligus mencegah terjadinya stroke. Selain itu, kandungan proseronin (proxeronine) yang terdapat dalam buah Noni mampu melebarkan pembuluh darah sehingga menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhan stroke dan serangan jantung. Nutrasetikal yang terkandung dalam Noni juga mampu meningkatkan kesehatan struktur sel dalam sistem peredaran darah. Dalam penelitian dokter Neil Solomon, dari 1.989 orang yang mengonsumsi Noni juice untuk membantu tekanan darah tinggi mereka, 85% di antaranya melaporkan adanya penurunan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam Noni dan telah diuji khasiatnya secara praklinis maupun secara klinis. Hasilnya? Noni terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya termasuk mengatasi dan mengendalikan tekanan darah. Herbal lain yang juga berkhasiat untuk hipertensi adalah Sarang Semut. Seperti Noni Juice, mekanisme Sarang Semut dalam mengatasi hipertensi adalah dengan menyehatkan dan melancarkan sistem peredaran darah dalam tubuh.

Sarang Semut kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu mengatasi hipertensi, misalnya, salah satu antioksidan yang terkandung dalam Sarang Semut, tokoferol, terbukti membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, serta menurunkan tekanan darah.

Flavonoid, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah yang juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Selain kandungan antioksidannya yang tinggi, multi-mineral yang terdapat dalam Sarang Semut juga berperan penting dalam menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh, misalnya, kalium, bertugas dalam

merangsang pengeluaran cairan dalam tubuh. Jika proses pengeluaran kemih lancar, otomatis tekanan darah akan turun.

Mineral lain dalam Sarang Semut, besi dan magnesium, berperan penting dalam menyediakan dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan oksigen yang terpenuhi akan membantu melancarkan peredaran darah yang selanjutnya membantu kestabilan tekanan darah.

Ya, kandungan antioksidan yang tinggi dan multi-mineral yang terkandung baik dalam Noni juice maupun Sarang Semut sangat baik untuk mengatasi hipertensi dan mencegah terjadinya berbagai komplikasi yang diakibatkannya karena kemampuannya yang mengagumkan dalam melancarkan dan menyehatkan sistem peredaran darah.

Tekanan darah yang stabil tidak hanya dapat mencegah berbagai komplikasi akibat hipertensi tetapi juga dapat membantu mengendalikan stres dan menimbulkan perasaan rileks pada tubuh sehingga memudahkan tubuh untuk beristirahat.

Bawang Merah Ternyata Juga Sayang Pembuluh Darah Kita

asti tidak asing lagi dengan bawang putih yang terkenal dengan khasiatnya sebagai anti-kolesterol. Umbi berwarna putih dan berbau tajam tersebut

memiliki kandungan aktif s-allyl cysteine, suatu komponen thioallyl yang mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik. Namun, masih sedikit orang yang mengetahui bahwa saudara se-family nya pun juga memiliki kemampuan yang sama sebagai anti kolesterol. Ya, dialah si Bawang Merah, meski terkenal jahat dalam cerita, ternyata bawang merah sangat baik bagi kesehatan. Bawang merah atau Allium cepae bulbus, mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah. Di balik fungsinya yang lebih banyak sebagai bumbu masakan,

ternyata bawang merah menyimpan potensi sebagai obat penurun kolesterol jahat (LDL), biang kerok penyakit jantung dan stroke. Makan satu-setengah bawang merah mentah per hari akan meningkatkan HDL secara signifikan. Dalam penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Hongkong terhadap mencit, diketahui mencit yang diberikan bawang merah selama enam minggu, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun, namun di saat yang sama kolesterol baik (HDL) tidak berkurang. Sebelumnya, mencit-mencit itu telah diberikan makanan tinggi kolesterol sehingga kadar kolesterolnya melonjak. "Bawang merah memiliki interaksi dengan enzim tertentu yang memiliki mekanisme menurunkan kolesterol. Ini adalah studi pertama yang meneliti interaksi bawang merah dengan fungsi biologi tubuh," kata Zhen Yu Chen, peneliti dari Universitas Chinese di Hongkong. Para peneliti selama ini memang lebih banyak meneliti khasiat bawang putih yang terbukti efektif mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung, dan juga influenza. Banyak cara untuk mengkonsumsi bawang merah, beberapa diantaranya adalah - Agar lebih mudah dikonsumsi, irisan bawang merah mentah dapat dicampur dengan berbagai makanan seperti salad atau telur dadar. - 20 gram bawang merah segar diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.