. ALASAN EFISIENSI, KETERBATASAN TENAGA KERJA, DAN KEAMANAN DARI SEGI TEKNIS : 1. ASPEK MEDAN KERJA DAN SIFAT FISIK MATERIAL 2. LINGKUP PEKERJAAN 3. CARA PEMILIHAN ALAT BERAT
MEDAN KERJA DAN SIFAT FISIK MATERIAL APLIKASI ALAT BERAT : 1. KONDISI MEDAN KERJA
MATERIAL
1. TANAH BERPASIR
KONDISI AWAL
ASLI
1,00 0,90 1,05 1,00 0,80 1,11 1,00
GEMBUR
1,11 1,00 1,17 1,25 1,00 1,39 1,35
PADAT
0,99 0,80 1,00 0,90 0,72 1,00 0,90
2. TANAH BIASA
3. TANAH LIAT
ASLI
GEMBUR
PADAT
0,70
1,11 1,00 0,85 0,93 1,00 0,88 0,91 1,00
1,00
1,59 1,18 1,00 1,09 1.13 1,00 1,10 1,42
0,63
1,00 1,03 0,91 1,00 1,03 0,91 1,00 1,29
5. KERIKIL
6. KERIKIL KASAR
ASLI
BERAT
MATERIAL
KONDISI BLADE
BLADE FAKTOR
MUDAH
BLADE MENDORONG TANAH YANG ADA DISTOCKPILE (LOSE), BLADE DALAM KEADAAN PENUH, TANAH DENGAN KANDUNGAN AIR RENDAH MENDORONG TANAH LEPAS DISTOCKPILE TAPI BLADE TIDAK DAPAT PENUH MENDORONG TANAH, PADA TANAH DENGAN CAMPURAN PASIR, KERIKIL ATAU TANAH DENGAN KANDUNGAN AIR SEDIKIT TINGGI UNTUK TANAH ASLI, TANAH LIAT DENGAN KANDUNGAN AIR TINGGI, MATERIAL PASIR BERCAMPUR KERIKIL, ATAU TANAH LIAT YANG KERAS UNTUK MENDORONG BATUAN YANG BERDIAMETER BESAR, BATUAN HASIL LEDAKAN, BATUAN YANG TERTANAM DIDALAM TANAH
1,10 0,90
SEDANG
0,90 0,70
AGAK SUKAR
0,70 0,60
SUKAR
0,40 0.60
KONDISI BUCKET
BUCKET FAKTOR
MUDAH
MEMUAT TANAH YANG ADA DISTOCKPILE BUCKET DALAM KEADAAN PENUH, TANAH LEPAS ATAU TANAH DENGAN KANDUNGAN AIR RENDAH MEMUAT TANAH LEPAS DISTOCKPILE TAPI BUCKET TIDAK DAPAT PENUH , PADA TANAH DENGAN CAMPURAN PASIR, KERIKIL ATAU TANAH DENGAN KANDUNGAN AIR SEDIKIT TINGGI UNTUK TANAH ASLI, TANAH LIAT DENGAN KANDUNGAN AIR TINGGI, MATERIAL PASIR BERCAMPUR KERIKIL, ATAU TANAH LIAT YANG KERAS UNTUK MEMUAT BATUAN YANG BERDIAMETER BESAR, BATUAN HASIL LEDAKAN.
1,00 0,80
SEDANG
0,80 0,60
AGAK SUKAR
0,60 0,50
SUKAR
0,50 0.40
A. BULLDOZER ADALAH : MERUPAKAN ALAT GUSUR/DORONG DENGAN BAGIAN DEPANNYA DILENGKAPI BLADE, GUNANYA UTK MENGGUSUR/MENDORONG MATERIAL.
c. d. e.
f. g.
B. LOADER : BERFUNGSI UTK MENDORONG/MENYODOK MATERIAL, DAN UTK KEMUDIAN DIANGKAT DAN KEMUDIAN DIMUAT KEDALAM ALAT ANGKUT, JADI ALAT INI MEMPUNYAI DUA FUNGSI SEBAGAI ALAT GUSUR DAN ALAT MUAT.
2. ALAT GALI : ALAT BERAT YANG FUNGSINYA MENGALI TANAH, BAIK YG ARAHNYA VERTIKAL ATAUPUN HORIZONTAL, DIMANA TANAH HASIL GALIAN DAPAT DITIMBUN DISEKITARNYA, ATAUPUN LANGSUNG DIMUAT KEDALAM ALAT ANGKUT, UNTUK DIANGKUT KETEMPAT LAIN YANG MEMBUTUHKAN, MAUPUN HANYA UTK DIBUANG.
PERALATAN INI DAPAT BERGERAK DG RODA BAN DAN RODA BESI (TRACK), TERGANTUNG KONDISI DAN TOPOGRAFI MEDAN KERJANYA. ADA BEBERAPA JENIS ALAT GALI : POWER SHOVEL : ALAT BERAT YG MENGGALI TANAH DG MENGGUNAKAN LENGANNYA, SERENTAK DG MENGGERAKKAN BUCKETNYA KEDEPAN, ALAT INI BANYAK DIGUNAKAN PADA PROYEK BESAR (PENGAIRAN, DAN PADA TAMBANG TERBUKA). SHOVEL LOADER : LOADER YANG MEMPUNYAI BUCKET DIBELAKANGNYA EXCAVATOR/BACK HOE : ALAT INI MASIH BERSAUDARA DG PS, BEDANYA GERAKAN MENGGALINYA BERLAWANAN DG DRAGLINE : ALAT BERAT INI BEKERJANYA DG MENGANDALKAN KETERAMPILAN OPERATOR MEMAINKAN BUCKET DG MENJATUHKANNYA DARI KETINGGIAN TERTENTU DAN MENARIKNYA UTK MEMINDAHKAN MATERIAL DARI BUCKET ITU BAIK DISEKITARNYA ATAUPUN DIMASUKAN KEDALAM DT, PENJATUHAN BUCKET DAN PENARIKANNYA DG SLING DIDUKUNG OLEH SLING DAN BOOM YG PANJANG . CLAMP SHELL : ALAT BERAT INI MIRIP DG DRAGLINE, YG BERBEDA ADALAH BENTUK BUCKET DAN CARA BUCKET MENGISI MATERIAL, DIMANA BUCKET CLAMP SHELL MENGISI MATERIALNYA DG MENJATUHKAN DARI KETINGGIAN TERTENTU DARI CRANE, MENGANGKAT MATERIAL DG MENUTUP MULUT BAWAHNYA.
C. ALAT PERATA : MATERIAL YANG SUDAH DITUMPUK/HAMPARAN PADA SUATU LOKASI, MEMERLUKAN PERATAAN DAPAT PERATAAN HORIZONTAL, BISA PULA MIRING, BERGANTUNG KEPADA KEPERLUANNYA. PERALATAN YG DAPAT MELAKUKAN PEKERJAAN TERSEBUT ADALAH MOTOR GRADER, DAPAT JUGA DIPAKAI UNTUK PEMOTONGAN TANAH, MEMBUAT SALURAN SAMPING JALAN, PEMOTONGAN TEBING BUKIT DIPINGGIR BADAN JALAN.
D. ALAT PEMADAT : TANAH YANG TELAH DIHAMPAR DAN DIRATAKAN BELUM CUKUP PADAT, SHG DIPERLUKAN PEMADATAN SAMPAI DENGAN KONDISI YG DIPERLUKAN. ADA DUA JENIS PEMADATAN : PEMADATAN STATIS : PEMADATAN YANG TERJADI KARENA BOBOT ALAT SENDIRI. PEMADATAN DINAMIS : BOBOT PERALATANNYA DALAM KEADAAN BERGETAR.
THREE WHEEL ROLLER : ALAT PEMADAT PERTAMA YG DIBUAT, MESIN YG DIGUNAKAN ADALAH MESIN UAP BERBAHAN BAKAR KAYU BAKAR, SPT NAMANYA ALAT INI PUNYA TIGA RODA BESI SEBAGAI PEMADATNYA.
TANDEM ROLLER : ALAT PEMADAT DENGAN DUA RODA BESI KEMBAR DEPAN DAN BELAKANG YG SEJAJAR SEBAGAI PEMADATNYA, YG MASING MASING DAPAT BERGERAK SENDIRI SENDIRI DG BANTUAN TENAGA HIDROLIS UNTUK MENGHINDARI SLIP PADA SAAT BEKERJA. SHEEP FOOT ROLLER : ALAT PEMADAT YANG RODANYA DIPASANG BATANG BATANG YG MENYERUPAI KAKI KAMBING, CUKUP EFEKTIF DIGUNAKAN UTK PEMADATAN TANAH VIBRATING ROLLER : ALAT INI BEROPERASI DG MENGGETARKAN RODA DEPANNYA (BEBAN DINAMIS), SEHINGGA PEMADATAN YG DILAKUKAN AKAN LEBIH KUAT, ALAT INI DIGUNAKAN EFEKTIF KHUSUS UNTUK PEMADATAN TANAH.
KALKULASI PRODUKSI
BASIC KALKULASI PRODUKSI :
Q = qxNxE = q x 60/Cm x E
Dimana : Q = q = Cm = E = PRODUKSI PERJAM ( M3/J ) PRODUKSI PER-SIKLUS (M3 ) WAKTU SIKLUS ( Menit ) JOB EFISIENSI ( TABEL )
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : TOPOGRAFI PEMILIHAN ALAT YANG TEPAT KETERAMPILAN OPERATOR STANDARD PEMELIHARAAN DAPAT KITA GOLONGKAN DALAM : A. FAKTOR KONDISI KERJA : KESESUAIAN ALAT DENGAN TOPOGRAFI KONDISI DANG PENGARUH LINGKUNGAN PENGATURAN KERJA DAN KOMBINASI KERJA METODE KERJA KETERAMPILAN OPERATOR B. FAKTOR PEMELIHARAAN ALAT PEMELIHARAAN RUTIN DAN BERKALA KONDISI OPTIONAL ALAT AFTER SALES SERVICE
PEMELIHARAAN MESIN
SANGAT BAIK BAIK NORMAL KURANG BAIK BURUK
0,83 0,78
0,81 0,75
0,76 0,71
0,70 0,65
0,63 0,60
0,72
0,63 0,52
0,69
0,61 0,50
0,65
0,57 0,47
0,60
0,52 0,42
0,54
0,45 0,32
1.
BULLDOZER :
KALKULASI PRODUKSI
ALAT GALI, MENGGUSUR, MENDORONG, MEMBUAT BADAN JALAN STANDARD BLADE STRAITH BLADE TILT BLADE U-BLADE V-BLADE LAND CLEARING (PEMBERSIHAN LAHAN ) KG-BLADE RAKE BLADE SHEAR BLADE OPTIONAL CANOPY WINCH TREE PUSHER
KALKULASI PRODUKSI :
i. PTM DIMANA :
Q = q x 60/Cm x E M3/J
Q = q = Cm = E =
PRODUKSI PER-JAM (M3/J) PRODUKSI PER-SIKLUS (M3) WAKTU SIKLUS (Menit) JOB EFISIENSI (TABEL)
I.
L x H2 x Bf (M3)
DIMANA :
L = LEBAR BLADE (M) H = TINGGI BLADE (M) Bf = BLADE FAKTOR (TABEL BLADE FAKTOR)
DIMANA :
D F R z
= = = =
JARAK KERJA(M) KECEPATAN MAJU (Km/J) KECEPATAN MUNDUR (Km/J) WAKTU TETAP (Menit)
1)
PADA RANGE 3 5 Km/J UNTUK MAJU, DAN 5-7 Km/J UNTUK MUNDUR, PADA MESIN DENGAN TORQFLOW DAPAT DIKOREKSI DENGAN 0,75 UNTUK KECEPATAN MAJU, DAN 0,85 UMTUK KECEPATAN MUNDUR. WAKTU TETAP z ( WAKTU PERPINDAHAN GIGI ) :l
MODEL MACHINE WAKTU TETAP (z)
2)
II. PEKERJAAN LAND CLEARING : PEKERJAAN PENYIAPAN LAHAN, BAIK BAGI PEMBUATAN JALAN, IRIGASI, WADUK, BENDUNGAN, PEMUKIMAN, PERKEBUNAN DLL. METODE YANG DIGUNAKAN, ADA 4 (EMPAT) AKTIVITAS :
1.
2.
3. 4.
UNDERBRUSHING (TEBAS TEBANG) ADALAH : PEKERJAAN PEMOTONGAN /PEMBERSIHAN POHON DAN SEMAK BELUKAR YANG BERDIAMETER 30 Cm, UNTUK MEMPERMUDAH PEKERJAAN SELANJUTNYA. CUTTING/FELLING (POTONGTUMBANG) : PEKERJAAN PEMOTONGAN DAN PENUMBANGAN POHON YANG BERDIAMETER 30 Cm. PILING (PENGUMPULAN) : PEKERJAAN PENGUMPULAN DARI HASIL UNDERBRUSHING DAN CUTTING/FELLING. BURNING (PEMBAKARAN) : PEKERJAAN PEMBAKARAN SETELAH HASIL PENGUMPULAN SUDAH MULAI MENGERING.
KALKULASI PRODUKSI : KALKULASI PRODUKSI DIHITUNG BERDASARKAN SUATU FORMULA YANG DIKELUARKAN OLEH PABRIK PEMBUAT ALAT-ALAT LAND CLEARING DARI AMERIKA YANG DIKENAL DENGAN ROME FORMULA, DIHITUNG DENGAN MENGGABUNGKAN DATA-DATA DILAPANGAN DENGAN DATA KOREKSI PERHITUNGAN (TABEL) YANG DIBUAT BERDASARKAN HASIL PENELITIAN.
1.
DIMANA
Tr B p q1 q2
= KALKULASI PRODUKSI (Menit/HA) = BASE TIME = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KERAPATAN VEGETASI = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KERAPATAN VEGETASI = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KEKERASAN KAYU
2.
DIMANA
Tr B p q1 q2 q3 N M D F
= KALKULASI PRODUKSI (Menit/HA) = BASE TIME = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KERAPATAN VEGETASI = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KERAPATAN VEGETASI = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN KEKERASAN KAYU = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN METODE PENEBANGAN = JUMLAH POHON PER-HA PER-KELAS = WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK PENUMBANGAN PER-KELAS DIA. = JUMLAH KELIPATAN DIA. PER-FOOT UNTUK DIA. 180 Cm = WAKTU PENEBANGAN PER-FOOT (0,305 Cm)
3.
DIMANA
Tr B r t1 t2 N M D F
= KALKULASI PRODUKSI (Menit/HA) = BASE TIME = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN POHON MERAMBAT = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN HASIL PENEBANGAN = FAKTOR KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN METODE MENIMBUN = JUMLAH POHON PER-HA PER-KELAS = WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK PENUMBANGAN PER-KELAS DIA. = JUMLAH KELIPATAN DIA. PER-FOOT UNTUK DIA. 180 Cm = WAKTU PENEBANGAN PER-FOOT (0,305 Cm)
4.
Tr = 2,00 J/HA
VEGETASI BERDIAMETER 30Cm (p, q1) : 1480 Ph/HA 990 - 1480 Ph/HA 990 Ph/HA KEKERASAN KAYU (q2) : 75 100 % 25 - 74 % 0 - 24 % METODE PENEBANGAN (q3) : PEMBONGKARAN TUNGGUL DAN AKAR DALAM 1 X OPERASI PEMBONGKARAN TUNGGUL DAN AKAR DALAM 2 (LEBIH) X OPERASI
p = 2, q1 = 1 p = 1, q1 = 1 p = 1, q1 = 0,7
2.
q2 = 1,3 q2 = 1 q2 = 1
3.
q3 = 1,25
q3 = 1,50
4. PENGARUH POHON MERAMBAT ( r ) : TIDAK ADA POHON MERAMBAT DITEMUI POHON MERAMBAT 5. HASIL PENEBANGAN ( t1 ) : TIDAK ADA TUNGGUL DAN AKAR ADA TUNGGUL DAN AKAR 6. METODE PENIMBUNAN ( t2 ) : SATU TRAKTOR SATU GROUP ( 3 4 TRAKTOR )
r = 0,7 r = 1
t1 = 1,50 t1 = 1
t2 = 1 t2 = 0,7
DATA TABEL
DAFTAR KELAS KAYU MENURUT DIAMETER
DIA. 30 Cm B JUMLAH POHON PER HA ( N ) 31 - 60 M1 DIAMETER RANGE (Cm) 61 - 90 M2 91 - 120 M3 121 - 180 M4 DIA. 180 Cm D
DIAMETER RANGE ( Cm )
31
- 60
61
- 90
91
- 120
121 - 180 M4
( HP )
M1
M2
M3
85 58 45
10,2 6,0
3,3 1,8
460
39
0,1
0,9
1,2
3,0
1.0
DIAMETER RANGE ( Cm )
31
- 60
61
- 90
91
- 120
M1
M2
M3
0,9 0,3