Anda di halaman 1dari 70

BEKISTING DINDING(WALL FORM) VERTIKAL WALLER

BERDASARKAN SABUK BEKISTING DINDING TERDIRI DARI:

HORIZONTAL WALLER

VERTIKAL WALLER LEBIH TEPAT, UTK DINDING MEMANJANG KEARAH VERTIKAL

HORIZONTAL LEBIH TEPAT,UTK DINDING MEMANJANG KE ARAH HORIZONTAL

=pola pembebanan

WALL TYING SYSTEMS (SISTIM PENGIKAT DINDING) SYSTEM PENGIKAT DINDING DIBAGI 3 GRUP:

HE-BOLTS:

MENGIKAT RANGKA BEKISTING DENGAN DRAT BAUT LAKI

HE-BOLTS PADA BEKISTING BAJA

HE-BOLTS PADA BEKISTING KAYU

SHE-BOLTS

MENGIKAT TIE ROD DENGAN MENGGUNAKAN DRAT PEREMPUAN

AIR DAPAT KELUAR MELALUI LUBANG BOLT


TIDAKDAPAT MENGKONTROL KETEBALAN DINDING

THROUGH-TIES

GAYA TARIK DISALURKAN HANYA MELALUI TIE ROD/KAWAT

SINGLE MEMBER
CARA LAMA
MENGGUNAKAN KAWAT SEBAGAI PENGGANTI TIE ROD SERING DIGUNAKAN DINDING BERHUBUNGAN TANAH

MENGGUNAKAN PIPA PLASTIK DAPAT MENGURANGI OVERTIGHTENING TIE ROD BISA DIGUNAKAN LAGI

INSTALLATION OF WALL TIES


HE-BOLTS
URUTAN PEMASANGAN: 1.PASANG BEKISTING SATU SISI,FORM TIE DAN KONUS 2.PASANG BEKISTING SISI LAINNYA 3.PASANG HE-BOLTS

SHE-BOLTS

1.PASANG KEDUA RANGKA BEKISTING


2.PASANG SHE-BOLTS DARI SATU SISI

3.PASANG WING NUT & WASHERS

BAR-TIES

1.PASANG SALAH SATU RANGKA BEKISTING,KONUS KONDUIT& BAR-TIES 2.PASANG RANGKA BEKISTING SISI LAIN 3.PASANG WASHER & WINGNUT

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENEMPATAN WALLER : DINDING MEMANJANG KE ARAH VERTIKAL

COR TAHAP I

COR TAHAP II

MINIMAL ADA DUA FORM TIE OVERLAPPING KE BAWAH UNTUK MENGAPIT WALLER

BOTTOM WALLER
POSISI BOTTOM WALLER YANG TIDAK TEPAT POSISI BOTTOM WALLER YANG TEPAT

BAJI MENJAGA BEKISTING TIDAK MEROSOT

WALLER MENGAPIT RANGKA PANEL BAWAH

BETON MENGPLIN ANTARA SAMBUNGAN

KICKERS (SEPATU DINDING BETON)


FUNGSI KICKERS:
MENJAGA
DINDING DINDING

KONSISTENSI KELURUSAN

MENJAGA KONSISTENSI LEBAR

TEMPAT

OVERLAPPING BEKISTING KEARAH VERTIKAL

KICKERS MEMBUAT RAPAT SAMBUNGAN SEHINGGA AIR SEMEN TIDAK KELUAR

KICKERS DITENGAH PONDASI

KICKERS DITEPI PONDASI

(diberi bracing utk menahan gerakan KICKERS DENGAN KEMIRINGAN Kesamping bekisting kickers)

KICKERS PADA PONDASI DALAM

KICKERS JUGA DIGUNAKAN UNTUK MEMULAI BEKISTING PADA LEVEL YANG SAMA

KICKERS PADA PONDASI MIRING DIBUAT BEDA LEVEL UNTUK MEMUDAHKAN BEKISTING ATASNYA

KICKERLESS (TANPA SEPATU)

JIKA TIDAK MENGGUNAKAN KICKERS DUA HAL YG PERLU DIPERHATIKAN:

BOCORNYA AIR SEMEN KELURUSAN DINDING

KAYU UNTUK MENJAGA KELURUSAN DINDING BUSA(SEJENISNYA) UNTUK MENCEGAH KEBOCORAN

DETAIL-DETAIL UNTUK MENJAGA KELURUSAN DINDING

MENGGUNAKAN KONUS
konus ditutup utk mencegah kebocoran

MENGGUNAKAN PLAT

MENGGUNAKAN BESI

MENGGUNAKAN SIKU

MENGGUNAKAN BETON MENGGUNAKAN BESI


DEKING

HORIZONTAL KICKERS
HORIZONTAL KICKERS DIBUTUHKAN PADA SUDUT DINDING UNTUK MENJAGA KELURUSAN

HORIZONTAL KICKERS PADA


SUDUT DINDING

KONSTRUKSI BEKISTING
HORIZONTAL KICKERS

KICKERLESS PADA BALOK TEPI

DIGUNAKAN ANGKUR YANG


DICOR BERSAMA BALOK

JIKA DIGUNAKAN HE-BOLT

ATAU BAR TIE TIDAK PERLU PERALATAN TAMBAHAN UNTUK MELURUSKAN BEKISTING DALAM

PERLU PERHATIAN SUPAYA AIR SEMEN TIDAK KELUAR

WALAUPUN HORIZONTAL KICKERS TELAH ADA ,SANGAT BERGUNA BEKISTING DINDING DIKLEM PADA YANG DINDING TELAH DICOR

BRACING DINDING

MENAHAN ANGIN DARI SEGALA ARAH MENAHAN BENTURAN PADA SAAT


PENGECORAN,BIASANYA BENTURAN SLING KRANE/BUCKET DENGAN MENG ADJUST PIPE SUPPORT

MEMBANTU VERTIKAL BEKISTING ATAS

BATAS COR DINDING


Pantulan energi pada stop end Pada saat pemadatan

Air semen keluar dari stop end

DETAIL-DETAIL STOP END


DIBERI
BAJI PADA STOP END UNTUK MENAHAN TEKANAN BETON DIPERKUAT DGN FORMTIE

DIBERI

PLYWOOD PADA STOPEND UNTUK MENAHAN TEKANAN BETON DIPERKUAT DGN FORMTIE

DAPAT DIGUNAKAN SUPPORT

UNTUK MENAHAN STOP END JIKA FORM TIE TIDAK DAPAT DIGUNAKAN

DIGUNAKAN WALLER ,FORMTIE


YG DIKAIT PADA FORMTIE DINDING

JIKA ADA WATERSTOP PADA

DINDING DIGUNAKAN DUA BATANG KAYU UNTUK MENGKLEM KAYU

BIASANYA PADA DINDING ADA TULANGAN MEMANJANG YG MENEMBUS STOP END, UNTUK MEMUDAH PEMBONGKARAN DI GUNAKAN PANEL :

PANEL DIBOR DULU ,KEMUDIAN


DIPOTONG

DIGUNAKAN POTONGAN KAYU

KECIL UNTUK MEMEGANG PANEL

CARA LAIN MENGGUNAKAN


METAL UNTUK STOPEND

METAL BIASANYA TIDAK

DIBONGKAR SETELAH COR

UNTUK SAMBUNGAN DINDING KASUSNYA SAMA DENGAN STOPEND AKAN TERJADI LENDUTAN

Diberi stud kayu(packer stud)

MENJAGA BATAS COR ATAS


METODA YANG SEDERHANA
UNTUK MENJAGA LEVEL ATAS KASAR

MEMBERIKAN PERMUKAN YANG

DIPASANG SIKU PADA BEKISTING

MENGGHASILKAN PERMUKAAN ATAS


YANG LEBIH RAPI

JIKA MERUPAKAN SAMBUNGAN COR DAPAT DIGUNAKAN DETAIL SEBAGAI BERIKUT:

DIGUNAKAN KAYU 25 X 25 MM
DIPAKU PADA BEKISTING

DIGUNAKAN KEYFORM (2M)

DIPAKU PADA KAYU DIATAS

SECREED BOARD POSISINYA


DITENGAH-TENGAH KAYU 25 x 25 MM

SPARRING & OPENING


TERDIRI DARI UKURAN KECIL UNTUK PIPA DAN KONDUIT SAMPAI DENGAN UKURAN BESAR SEPERTI BUKAAN UNTUK PINTU.DALAM SEGALA KASUS PERLU DIPERHATIKAN:

AKURASI DALAM UKURAN & POSISI KEKUATAN CUKUP UNTUK MENAHAN


TEKANAN BETON

MUDAH DIBONGKAR

UNTUK BUKAAN KOTAK DAPAT DIGUNAKAN SEPERTI DIGAMBAR DIATAS.INTERNAL BLOCKING MEJAGA UKURAN BUKAAN.

BONGKARAN DIMULAI DARI


INTERBLOKING DI BONGKAR

FORMWORK LUAR DIPUTAR DAN

UNTUK BUKAAN BESAR SEPERTI PINTU DAPAT DIGUNAKAN CARA YG SAMA Kayu dipotong

Diberi gap 3mm untuk mempermudah pembongkaran

FABRIKASI

FABRIKASI PANEL BEKISTING PERLU DIPERHATIKAN:

PADA SAAT PAKU PANEL

TK.KAYU JANGAN MEMBUAT LENDUTAN

TRIPLEX DIPASANG OVERLAPPING

SAMBUNGAN ANTARA DUA

PANEL BEKISTING,MINIMUM KAYU UKURAN 50MM

UNTUK MEJAMIN LUBANG FORM TIE SEGARIS PEMBORAN DILAKUKAN SEPERTI DIATAS

ERECTION

DIBUAT RAK KHUSUS UNTUK

MEMPERMUDAH PENGANGKATAN INJAKAN

MENCEGAH KERUSAKAN AKIBAT MECEGAH PENYINARAN MATAHARI


SECARA LANGSUNG

SUPAYA PANEL TIDAK BERUBAH BENTUK TERUTAMA PADA SAAT PENGANGKATAN DIBERI PLAT PLYWOOD SEBAGAINPENGKAKU

PADA TENGAH-TENGAH PANEL

PADA SUDUT PANEL

UNTUK PANEL YANG PANJANG

HOOK UNTUK PENGANGKATAN DIPASANG PADA 60% PANJANG PANEL

DETAIL-DETAIL HOOK UNTUK PENGANGKATAN:

DETAIL-DETAIL KONSTRUKSI
TONJOLAN DUA SISI TONJOLAN SATU SISI

DETAIL F.WORK UNTUK DINDING


DENGAN KOLOM KECIL

DETAIL F.WORK UNTUK DINDING


DENGAN KOLOM BESAR

JIKA KOLOM DAPAT DICOR PADA TAHAP KEDUA ,PEKERJAAN DAPAT DILAKSANAKAN LEBIH MUDAH

TAHAP I

TAHAP II,KOLOM DUA SISI

TAHAP II,KOLOM SATU SISI

DETAIL UNTUK DINDING YG TIDAK SAMA TEBALNYA

MENGUNAKAN DUA RANGKA


UNIT BEKISTING

METHODA YANG LEBIH SEDERHANA TANPA MERUSAK PANEL BEKISTING UTAMA

DETAIL DINDING TRAPESIUM

BAIK MENGUNAKAN SYSTEM BAR TIE MENGUNAKAN BAJI UTK MELURUSKAN WALLERS KONUS DIPOTONG MENGIKUTI KEMIRINGAN DINDING

BEKISTING SUDUT LUAR

AKIBAT TEKANAN BETON BEKISTING LENDUT (CANTILEVER)

AIR SEMEN KELUAR

UNTUK MENGURANGI KELUARNYA AIR SEMEN RANGKA DIBUAT SEPERTI GAMBAR DIATAS(SPT KOLOM.)

SECARA BASIC IKATAN SUDUT SEPERTI GAMBAR BAWAH

DELAPAN DETAIL IKATAN BEKISTING SUDUT LUAR

IKATAN-1

IKATAN-2

IKATAN-3

IKATAN-4

IKATAN-5

IKATAN-6

IKATAN -7

IKATAN -8
CANTILEVER LEBIH PANJANG BAR-TIES BIASANYA TERBAIK DIBERI BAJI UTK DUDUKAN WINGNUTS

DINDING MENYUDUT

SUDUT DALAM
AKIBAT TEKANAN BETON SUDUT DALAM BEKISTING AKAN MERAPAT

DIBERI PLAT SIKU MIN 1.2MM MUDAH DIBONGKAR

DIBERI BUSA ADA GAP ANTARA RANGKA

DINDING DENGAN PENYEKAT

DIBUTUHKKICKERS/SEJENISNYA
UNTUK MENGKONTROL BOTTOM KETINGGIAN DINDING UNTUK MENGKONTROL VERTIKAL DINDING

DIBERI BRACING DITENGAH

JIKA MEMUNGKINKAN DAPAT DILAKSANAKAN 2 TAHAP

BEKISTING SATU SISI


PADA BEKISTING DUA SUSI ,TEKANAN BETON DAPAT DIKESIMBANGAN MELALUI IKATAN FORMTIE SATU SISI TERHADAP SISI LAIN.TEKANAN BETON TIDAK MEMPENGARUHI STABILITAS BEKISTING. PADA BEKISTING SATU SISI TIDAK ADA STABILITAS SEHINGGA PERLU:
-DIBRACING -DIANGKUR

B = TEKANAN BETON C =REAKSI GAYA MELAWAN SLINDING D&F=MOMEN MELAWAN GULING E CARA KONVESIONAL

UNTUK PEMAKAIAN BERULANG-ULANG KALI DAPAT DIGUNAKAN BEKISTING BAJA SUPAYA LEBIH EKONOMIS

DIANGKUR PADA KONSTRUKSI YG LAIN,MISALNYA DASAR KOLOM

PRINSIP KERJANYA SAMA DENGAN CARA KONVENSIONAL DI DEPAN

JIKA BEKISTING DIANGKUR SISI SEBELAH DALAM BETON DENGAN MENGUNAKAN SLING YANG BEKERJA SEBAGAI GAYA TARIK,AKAN TIMBUL AKSI UPLIFT PADA BEKISTING A= BEKISTING

B= GAYA BETON
C= GAYA YG MENAHAN GAYA HORIZONTAL BETON

F= GAYA MELAWAN GERAKAN BEKISTING KE-BAWAH

UNTUK PENGECORAN DINDING KEARAH VERTIKAL,BETON SEBELUMNYA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGANGKUR SLING

GERAKAN KEBAWAH BEKISTING DITAHAN OLEH OLEH TARIKAN ANGKUR HORIZONTAL TERHADAP BETON YANG MENIMBULKAN GESEKAN BETON DENGAN BEKISTING

BAJI BERFUNGSI UNTUK MENGATUR NAIK TURUNNYA BEKISTING

UNTUK DINDING DAM ,GAYA TEKAN BETON DI TAHAN DENGAN MENGUNAKAN BEBAN (KENTLEDGE)

UNTUK DINDING YANG SEMPIT UNTUK PENGECORAN DAPAT DIGUNAKN ANGKUR HORIZONTAL UNTUK MENAHAN TEKANAN BETON

DETAIL DINDING DENGAN KONSOL PENDEK

Lubang udara

Plat tebal min 1.6mm

KONSOL PADA DINDING

KONSOL DICOR TERPISAH


DENGAN DINDING

KONSOL DIATAS DINDING

AKSES PANEL
PADA UMUMNYA BETON DICOR DARI ATAS.AKSES PANEL DIBUAT UNTUK MENGCOR DAN MEMADATKAN BETON,DISEBABKAN ANTARA LAIN:

RAPATNYA TULANGAN DINDING


TIPISNYA DINDING BETON

AKSES PANEL PADA UMUMNYA TERLETAK PADA TENGAH-TENGAH DINDING

AKSES PLATFORM
UNTUK MENGCOR DAN MEMADATKAN BETON,DIBUTUHKAN AKSES YG MEMADAI UNTUK PEKERJA DAN PERALATAN. DAPAT MENGUNAKAN SCAFFOLDING DI SISI DINDING ATAU MENGUNAKAN PLATFORM DIGANDENG DENGAN PANEL DINDING

HORIZONTAL WALLER & PLATFORM

VERTIKAL WALLER & PLATFORM

POLA PEMBEBANAN DINDING

Tekanan beton pada dinding

Lendutan dinding bekisting

Setting beton Mengurangi tekanan

Tekanan beton pada Pegecoran yg lambat

Tekanan beton pada Pegecoran yg cepat

Perhitungan Beban
Tekanan beton berbeda-beda tergantung dari kecepatan dan Tinggi pengecoran
Untuk mencari tekanan maksimum,elemen-elemen yang diperlukan adalah: KECEPATAN COR BETON
TINGGI BETON BERAT JENIS BETON PANJANG DINDING

Prosedur Perhitungan bekisting dinding

Perhitungan Beban

Rangka Panel
Jarak Rangka

Form tie

Jarak Formtie

Sabuk

DAFTAR ISTILAH

II. PERHITUNGAN FORMWORK DINDING METODA TABULASI A. PERHITUNGAN BEBAN


Kecepatan pengecoran 15 m/h Concrete Head (H) 2,2 meter Panjang dinding 6 m > 3m Berat Jenis Beton (Wo) 2,4 ton/m3 Tekanan beton dapat dicari dengan tabel sbb :
H (m ) Kec. Peng Pjg ddg 0.00 0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00 2.25 2.50 2.75 3.00 3.25 3.50 3.75 4.00

Ta be l 1. Te ka na n Be ton untuk Struktur Be kis ting Dinding


Tekanan Beton (t/m 2) 10 s /d 20 m /h < 3 m > 3 m 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 4.20 4.80 5.04 5.28 5.52 5.76 6.00 6.24 6.48 6.72 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80 4.80

kurang dari 10 m /h < 3 m > 3 m 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 3.72 3.84 3.96 4.08 4.20 4.32 4.44 4.56 4.68 4.80 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60 3.60

lebih dari 20 m /h < 3 m > 3 m 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 4.20 4.80 5.40 6.00 6.60 7.20 7.80 8.40 9.00 9.60 0.00 0.60 1.20 1.80 2.40 3.00 3.60 4.20 4.80 5.40 6.00 6.60 7.20 7.80 8.40 9.00 9.60

Keterangan : Wo =

2.4

ton/m3

Untuk tinggi H = 2,2 m (baris antara 2,00 & 2,25) dan kecepatan pengecoran 15 m/h dan panjang dinding > 3 m didapat tekanan beton = 4,80 ton/m2

B. CEK PANEL (JARAK BALOK VERTIKAL)


Tekanan Beton Dipakai Plywood tebal Posisi pemasangan P = 4,8 ton/m2 t = 1,5 cm Melintang arah serat

Jarak balok vertikal dapat dicari dengan Tabel 2. sebagai berikut ini.
Tabe l 2. Tabe l Jarak B alok Ve rtikal (CM ) untuk B e rbagai Je nis Plywood pada B e kis ting Dinding
fb (kg/cm 2) E (kg/cm 2) I (cm 4) Z (cm 3) Beban P (t/m 2) 0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5 7.0 7.5 8.0 8.5 9.0 9.5 10.0 240 70000 0.144 0.24 120 20000 0.144 0.24 240 70000 0.281 0.375 120 20000 0.281 0.375 240 70000 0.486 0.54 120 20000 0.486 0.54

Jarak balok vertikal m ax dg. (lendutan m ax. =0,3 cm ) Plywood 12 m m Searah Melintang 55.21 46.42 39.04 35.27 32.83 31.05 29.66 28.54 27.60 26.80 26.11 25.49 24.94 24.45 24.00 23.59 23.21 22.86 22.54 22.02 21.47 40.36 33.94 28.54 25.79 24.00 22.70 21.69 20.87 20.18 19.60 19.09 18.64 18.24 17.87 17.55 17.25 16.97 16.46 16.00 15.57 15.18 Plywood 15 m m Searah Melintang 65.27 54.88 46.15 41.70 38.81 36.70 35.07 33.74 32.63 31.69 30.86 30.14 29.49 28.90 28.37 27.89 27.44 27.03 26.64 26.29 25.95 47.72 40.12 33.74 30.49 28.37 26.83 25.64 24.67 23.86 23.17 22.56 22.03 21.56 21.13 20.74 20.39 20.06 19.76 19.48 19.22 18.97 Plywood 18 m m Searah Melintang 74.83 62.92 52.91 47.81 44.49 42.08 40.20 38.68 37.41 36.33 35.38 34.55 33.81 33.14 32.53 31.97 31.46 30.99 30.55 30.14 29.75 54.71 46.00 38.68 34.96 32.53 30.76 29.39 28.28 27.35 26.56 25.87 25.26 24.72 24.23 23.78 23.38 23.00 22.66 22.33 22.03 21.75

Dari tabel 2 tersebut, untuk : P = 5,0 ton/m2 ( > 4,8 ton/m2), Plywood 1,5 cm Melintang Arah Serat

Didapat jarak balok vertikal : L = 22,56 cm Dipakai Jarak balok vertikal : L = 20 cm < 22,56 cm (OK)

C. CEK BALOK VERTIKAL


( MENENTUKAN JARAK BALOK HORISONTAL ) Tekanan Beton Jarak balok Vertikal Balok Vertikal P = 4,8 ton/m2 Lv = 20 cm Kayu klas III ukuran 5/7

Jarak balok vertikal dapat dicari dengan Tabel 2. sebagai berikut ini.
BEKISTING DINDING

TABEL JARAK BALOK/SABUK HORISONTAL (CM)


BALOK VERTIKAL KAYU KLAS III UKURAN 5/7
Kayu Klas
Tegangan Lentur Modulus Elas tis Lebar Tinggi Momen Iners ia Momen Lawan fb E b h I : : : : : :

III
75 kg/cm2 8.E+04 kg/cm2 5 cm 7 cm 143 cm4 41 cm3

Asumsi Balok Dua Tumpuan : M max = 1/8 q L2 f ' b = M max / Z


s max = (5 q L4 ) / (384 E I ) s max = 0.3

Z :

Jarak Balok Horisontal Max. : L2 = (8 x f b x Z ) / q


L4 = ( 384 x E x I x s m ax ) / ( 5 x q )

Tek. Beton P (T/m2)

10

15

20

25

Jarak balok Vertical (cm) 30 35

40

45

50

0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5 7.0 7.5 8.0 8.5 9.0 9.5 10.0

152 127 115 107 99 90 84 78 74 70 67 64 61 59 57 55 54 52 51 49

137 115 104 90 81 74 68 64 60 57 54 52 50 48 47 45 44 43 41 40

127 107 90 78 70 64 59 55 52 49 47 45 43 42 40 39 38 37 36 35

120 99 81 70 63 57 53 49 47 44 42 40 39 37 36 35 34 33 32 31

115 90 74 64 57 52 48 45 43 40 39 37 35 34 33 32 31 30 29 29

111 84 68 59 53 48 45 42 39 37 36 34 33 32 31 30 29 28 27 26

107 78 64 55 49 45 42 39 37 35 33 32 31 30 29 28 27 26 25 25

104 74 60 52 47 43 39 37 35 33 31 30 29 28 27 26 25 25 24 23

99 70 57 49 44 40 37 35 33 31 30 29 27 26 26 25 24 23 23 22

Dari tabel 2 tersebut, untuk : P = 5,0 ton/m2 ( > 4,8 ton/m2), Jarak balok vertikal = 20 cm

Didapat jarak balok horisontal : Lh = 49 cm Dipakai Jarak balok horisontal : L = 45 cm < 49 cm (OK)

D. CEK BALOK HORISONTAL


( MENENTUKAN JARAK ANTAR FORM TIE) Tekanan Beton Jarak balok Horisontal Balok Vertikal P = 4,8 ton/m2 Lh = 45 cm Kayu klas III ukuran 2x(5/10)

Jarak form tie dapat dicari dengan Tabel 4. sebagai berikut ini.
BEKISTING DINDING

TABEL JARAK F ORM TIE (CM)


SABUK HORISONTAL BALOK 2 (5/10) KAYU KLAS III
Kayu Klas
Tegangan Lentur Modulus Elas tis Lebar Tinggi Momen Iners ia Momen Lawan f b E b h I : : : : : :

III
75 kg/cm2 8.E+04 kg/cm2 5 cm 10 cm 417 cm4 83 cm3

Asumsi Balok Dua Tumpuan : M max = 1/8 q L2 f ' b = M max / 2 Z


s max = (5 q L4 s max = 0.3 ) / (384 E 2I )

Z :

Jarak Balok Horisontal Max. : L2 = (8 x f b x 2 Z ) / q


L4 = ( 384 x E x 2I x s max ) / ( 5 x q )

Tek. Beton P (T/m2)

20

25

30

35

40

Jarak 45

Balok Horisontal 50 55

60

65

70

75

80

0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5 7.0 7.5 8.0 8.5 9.0 9.5 10.0

198 166 150 140 132 126 120 112 105 100 95 91 88 85 82 79 77 75 73 71

187 157 142 132 125 115 107 100 94 89 85 82 78 76 73 71 69 67 65 63

179 150 136 126 115 105 98 91 86 82 78 75 72 69 67 65 63 61 59 58

172 145 131 120 107 98 90 85 80 76 72 69 66 64 62 60 58 56 55 53

166 140 126 112 100 91 85 79 75 71 67 65 62 60 58 56 54 53 51 50

162 136 122 105 94 86 80 75 70 67 64 61 58 56 54 53 51 50 48 47

157 132 115 100 89 82 76 71 67 63 60 58 55 53 52 50 49 47 46 45

154 129 110 95 85 78 72 67 64 60 57 55 53 51 49 48 46 45 44 43

150 126 105 91 82 75 69 65 61 58 55 53 51 49 47 46 44 43 42 41

147 124 101 88 78 72 66 62 58 55 53 51 49 47 45 44 43 41 40 39

145 120 98 85 76 69 64 60 56 53 51 49 47 45 44 42 41 40 39 38

142 115 94 82 73 67 62 58 54 52 49 47 45 44 42 41 40 38 37 37

140 112 91 79 71 65 60 56 53 50 48 46 44 42 41 40 38 37 36 35

Dari tabel 2 tersebut, untuk : P = 5,0 ton/m2 ( > 4,8 ton/m2), Jarak balok horisontal = 45 cm

Didapat jarak antar form tie : Lh = 67 cm Dipakai Jarak antar Form Tie : L = 60 cm < 67 cm (OK)

PROYEK ORIENTA ( Vertikal Walers)

PROYEK DEPKEU(vertikal Walers)

PROYEK STP YOGYA(HORIZONTAL WALERS)

TERLALU BANYAK SUPPORT

BEKISTING COREWALL DENGAN PERI

SHOP DRAWING BPSP

DENAH CORE WALL

SHOP DRAWING BPSP

BEKISTING CORE WALL

Denah Bekisting D

DETAIL SAMBUNGAN ANTAR PA

Ujung pertemuanplywood menumpu pada girder dan pemasangantie rod dekat sambungan las -lasan.

DETAIL SUDUT DINDING BASEMENT

DETAIL KOLOM DINDING BASEMENT

BEKISTING DINDING RET.WALL

FORMTIE SEHARUSNYA LETAK DIBAWAH UNTUK MENHINDARI BETON MENGPLIN

PROSEDUR PELAKSANAAN
TARGET MUTU 2000

PELAKSANAAN KONSEP

DESIGN

BACA GAMBAR

LURUS TANPA PLIN TIDAK KEROPOS

AUTOCAD

SHOP DRAWING

TARGET MUTU TERCAPAI