Anda di halaman 1dari 2

Metalurgi serbuk (powder metallurgy) mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan pengecoran, penempaan dan proses khusus lainnya

untuk menghasilkan produk logam. Keunggulan tersebut antara lain adalah lebih homogen dalam pemanduan beberapa material yang tidak sama dan lebih mampu untuk mengendalikan porositas. Keunggulan tersebut juga diperlukan dalam teknologi produksi elemen bakar nuklir termasuk untuk reaktor riset, sehingga paduan logam dengan uranium lebih homogen dan dapat terdistribusi merata dalam matriks cladding. Agar lebih homogen dan terdistribusi dengan baik, maka diperlukan serbuk logam dengan ukuran dan bentuk tertentu. Disamping itu metalurgi serbuk juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.

Metalurgi serbuk adalah teknik pengolahan logam untuk menghasilkan produk komersial dengan menggunakan serbuk logam melalui proses penekanan dan pemanasan (sinter). Serbuk dapat terdiri dari campuran serbuk logam dengan serbuk non-logam. Contohnya ; tembaga-grafit, perunggu-grafit, arang-grafit, dan wolframtembaga. Proses ini memiliki kelebihan , hal ini disebabkan karena: 1. Kebutuhan akan bahan serbuk berkualitas tinggi yang makin besar. 2. Mengurangi ongkos pengerjaan selanjutnya. 3. Cara praktis untuk menghasilkan komponen yang istimewa. A. Keuntungan dan Kerugian Keuntungan dari proses metalurgi serbuk ialah: 1. Komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti tanpa finishing. 2. Proses ini mampu memproduksi komponen-komponen dengan titik cair tinggi seperti perkakas tungsten karbid. 3. Komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada pengecoran. 4. Mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat bercampur dalam keadaan cair, misalnya tembaga-timah hitam, tembaga-tungsten. 5. Non logam seperti grafit dapat dicampur secara merata dalam konsentrasi tembaga. 6. Komponen dapat dibuat dengan sifat-sifat tanpa bentuk yang khusus termasuk kontrol kerapatan dan tahan pakai. Kerugian dari proses metalurgi serbuk ialah: 1. Tidak ekonomis untuk produksi dalam jumlah yang kecil.

2. Proses terbatas untuk komponen-komponen yang ukurannya relatif kecil. 3. Proses biasanya tidak sesuai untuk komponen-komponen yang bekerja dilingkungan yang porosip. 7.2 Proses Pembuatan Metalurgi serbuk A. Produksi Serbuk Sebelumnya serbuk-serbuk itu digiling dengan ballmill untuk menghasilkan ukuran yang homogen. Penggilingan bulatan-bulatan dapat dilakukan jika diperlukan. Meskipun besi dan nikel adalah bahan yang ductile, tujuan penggilingan adalah untuk membuat serbuk agak berlapis yang membuatnya baik untuk diproses. Serbuk logam lainnya dibuat dengan reduksi dari oksidanya yang terdapat dalam bijinya. Ballmilling kemudian digunakan untuk menghasilkan serbuk dengan ukuran partikel yang dikehendaki.
Metalurgi serbuk merupakan proses pembentukan benda kerja komersial dari logam dimana logam dihancurkan dahulu berupa tepung, kemudian tepung tersebut ditekan di dalam cetakan (mold) dan dipanaskan di bawah temperatur leleh serbuk sehingga terbentuk benda kerja. Sehingga partikel-partikel logam memadu karena mekanisme transportasi massa akibat difusi atom antar permukaan partikel. Metode metalurgi serbuk memberikan kontrol yang teliti terhadap komposisi dan penggunaan campuran yang tidak dapat difabrikasi dengan proses lain. Sebagai ukuran ditentukan oleh cetakan dan penyelesaian akhir (finishing touch).