Anda di halaman 1dari 26

TUGAS P4 KIM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Disusun Oleh : Nama NIM Prodi : Dwi Hastuti : K3310028 : Pendidikan kimia (A)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Pokok Materi Sub Pokok Materi Standar Kompetensi

: SMA Negeri 1 Surakarta : Kimia : X/ Ilmu Alam :1 : Ikatan Kimia : Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar : 1. Memahami struktur atom dan sifatsifat periodik unsur dan ikatan

Kompetensi Dasar

1.2.

Membandingkan

proses

pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungan dengan senyawa yang terbentuk Pertemuan Ke Alokasi Waktu :4 : 2X45 menit sifat fisika

I. INDIKATOR A. KOGNITIF 1. Produk a. Menjelaskan perbedaan kovalen polar dan non polar. b. Menghubungkan keelektronegatifan. c. Mengidentifikasikan beberapa senyawa yang termasuk polar dan non polar berdasarkan data hasil percobaan 2. Proses a. Mendiskusikan perbedaan kovalen polar dan non polar dan menghubungkannya dengan sifat keelektronegatifan. sifat kepolaran senyawa dengan

b. Merangkai alat percobaan tentang menyelidiki kepolaran beberapa senyawa. c. Mengidentifikasi beberapa senyawa yang termasuk polar dan non polar berdasarkan percobaan.

B. AFEKTIF 1. Siswa diharapkan memiliki karakter: a. Jujur b. Rasa ingin tahu c. Disiplin d. Bertanggung jawab e. Percaya diri 2. Keterampilan sosial Bekerjasama saat melakukan percobaan tentang menyelidiki kepolaran beberapa senyawa, menyampaikan hasil diskusi, menanggapi pertanyaan / pendapat orang lain, peduli, serta mampu menghargai pendapat orang lain.

C. PSIKOMOTOR a. Terampil dalam mengidentifikasi kepolaran beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. b. Terampil merangkai alat percobaan menyelidiki kepolaran

beberapa senyawa dengan tepat dan benar.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN A. KOGNITIF 1. Produk Setelah melakukan percobaan ini, siswa diharapkan mampu: a. Menjelaskan perbedaan kovalen polar dan non polar

dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD).

b. Menghubungkan

sifat

kepolaran

senyawa

dengan

keelektronegatifan dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). c. Mengidentifikasikan beberapa senyawa yang termasuk polar dan non polar berdasarkan data hasil percobaan dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). 2. Proses Guru membimbing siswa agar dapat: a. Mendiskusikan perbedaan kovalen polar dan non polar dan menghubungkannya dengan sifat keelektronegatifan dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). b. Melakukan percobaan tentang menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). c. Mengidentifikasi beberapa senyawa yang termasuk polar dan non polar berdasarkan percobaan dengan model pembelajaran (STAD). Student Teams Achievement Division

B. AFEKTIF 1. Siswa diharapkan memiliki karakter: a. Jujur b. Rasa ingin tahu c. Disiplin d. Bertanggung jawab e. Percaya diri 2. Keterampilan sosial Bekerjasama saat melakukan percobaan tentang menyelidiki kepolaran beberapa senyawa, menyampaikan hasil diskusi,

menanggapi pertanyaan / pendapat orang lain, peduli, serta mampu menghargai pendapat orang lain.

C. PSIKOMOTOR 1. Disediakan alat, bahan, dan LKS , siswa dapat bekerjasama dengan kelompok dalam praktikum dengan baik 2. Disediakan alat, bahan, dan petunjuk praktikum, siswa

terampil dalam merangkai alat dan mengidentifikasi kepolaran senyawa kovalen melalui percobaan.

III. MATERI AJAR

KEPOLARAN SENYAWA KOVALEN Kepolaran mengacu gaya dipol antar atom atau molekul antara daerah bermuatan positif pada suau atom atau molekul dan daerah yang bermuatan negatif pada ataom atau molekul lainnya. Kepolaran suatu molekul dinyatakan menggunakan suatu besaran yang disebut momen dipol. Momen dipol merupakan ukuran kepolaran suatu molekul yaitu besar muatan elektron rata-rata yang mengarah ke salah satu atom.. semakin besar momen dipol,semakin polar molekul karena menunjukkan bahwa sebaran elekton tidak merata. Molekul yang tidak memiliki momen dipol termasuk nonpolar. Tabel momen dipol beberapa molekul : Molekul NO NH3 HF HCl HBr Momen dipol 0,159 0,23 1,78 1,078 0,82

HI H2 O CO CO2

0,44 1,85 0,112 1,09

Pengaruh perbedaan keelektronegatifan terhadap Kepolaran ikatan kovalen : Suatu ikatan kovalen terbentuk dari dua buah atom nonlogam yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar,pasangan elektron akan lebih tertarik ke arah atom yang memiliki

keelektronegatifan lebih besar, akibatnya atom yang lebih elektronegatif cenderung memiliki kelebihan muatan negatif((),sedangkan atom yang kurang elektronegatif cenderung memiliki kelebihan muatan positif(+). Adanya dua kutub dengan muatan berlawanan dengan molekul tersebut menyebabkan terbentuknya suatu dipol. kutub negatif pada atom yang lebih elektronegatif, sedangkan pada atom yang kurang elektronegatif akan terbentuk semacam kutub positif. Kutub positif atau negatif yang terbentuk disebut muatan parsial, yang digambarkan menggunakan simbol delta (). Muatan parsial negatif () diberikan pada unsur yang lebih elektronegatif dan muatan parsial positif (+) diberikan pada unsur yang kurang elektronegatif (lebih elektropositif). Berikut contoh menggambar muatan parsial pada molekul HCl. + H :Cl -

1. Ikatan kovalen non polar Ikatan yang terbentuk dengan kemampuan menarik pasangan elektron yang sama kuat Untuk molekul unsur, Misalnya H2, Cl2 dan N2. ikatan kovalen yang terbentuk seratus persen bersifat kovalen. Hal ini disebabkan

kedua inti atom memiliki kemampuan yang sama untuk menarik elektron ke arah dirinya, sehingga elektron ikatan akan terdistribusi secara merata di antara kedua inti, seperti yang ditunjukan pada Gambar. Gambar Penyebaran elektron pada ikatan kovalen nonpolar Cl-Cl Cl Cl

2. Ikatan kovalen polar Apabila kedua atom yang berikatan berbeda misalnya pada HF, HCl dan HI, maka ikatan yang terbentuk tidak sepenuhnya bersifat kovalen. Hal ini yang dinamakan ikatan kovalen polar. Dikatakan ikatan kovalen polar karena kedua atom yang berikatan terdapat gaya elektrostatik (gaya tarik menarik antara ion positif dan ion negatif ). Berdasarkan perbedaan kelektronegatifan, suatu ikatan kovalen dikatakan ikatan kovalen polar apabila suatu atom mampu menarik elektron ikatan ke arah dirinya tanpa melakukan perpindahan secara sempurna. Semakin besar perbedaan

keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan, semakin polar Gambar ikatan kovalen polar H-Cl

Contoh ikatan kovalen polar ; H (X= Cl, Br, I, F), H2O, CO2, CCl4, BeCl2, BeCl3 dan NH3 merupakan beberapa contoh senyawa dengan ikatan kovalen polar. Misalnya HCl, meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron ikatan, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar dari atom H sehingga distribusi elektron ikatan lebih terkonsentrasi pada Cl.

IV. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Konstruktivisme : Kooperatif : Student Teams Achievement Division (STAD)

V. KEGIATAN PEMBELAJARAN NO 1 KEGIATAN Kegiatan Awal a) Apersepsi Tahukah kamu air yang kita minum sehari-hari termasuk jenis senyawa apa? b) Orientasi Memberitahu pembelajaran memberitahu metode Student hari tujuan ini 5 Menit Rasa tahu ingin ALOKASI WAKTU KARAKTER

menerapkan Teams

Achievement Division(STAD) c) Motivasi Manfaat mempelajari materi ini adalah kita dapat mengetahui kepolaran senyawa kovalen serta mampu hubungannya dengan

keelektronegatifan. 2 Kegiatan Inti a) Eksplorasi Guru menjelaskan secara garis 18 menit Rasa ingin

besar senyawa

mengenai kovalen

kepolaran serta dengan

tahu, Disiplin,

hubungannya keelektronegatifan. b) Elaborasi

1. Membentuk kelompok secara 35 menit heterogen masing-masing 6 siswa 2. Siswa melakukan praktikum sesuai dengan petunjuk kerja yang telah diberikan. 3. Siswa berdiskusi soal untuk dalam

Disiplin,tang gung jawab disiplin, tanggung jawab

menyelesaikan

lembar kerja yang dibuat guru tentang kepolaran senyawa kovalen dari percobaan yang telah dilakukan c) Konfirmasi Bersama siswa membahas soal 20 menit diskusi dari percobaan yang telah dilakukan, perwakilan dari Percaya diri,

kelompok mempresentasikan di depan kelas

Kegiatan Penutup 1. Siswa dengan bimbingan guru 5 menit menyimpulkan hasil percobaan hari ini 2. Meminta mengerjakan (individu) siswa soal tentang untuk 5 menit post-test kepolaran Jujur Percaya diri

senyawa hubungannya

kovalen

serta dengan

keelektronegatifan. 3. Memberikan penghargaan bagi kelompok yang berprestasi. 4. Menyebutkan kegiatan untuk 2 menit disiplin

pertemuan selanjutnya

VI. SUMBER BELAJAR, ALAT, DAN BAHAN A. Sumber Belajar Suyatno, dkk. 2007. Kimia Kelas X. Jakarta:Grasindo. Hastuti,Dwi. 2012. Lembar Kerja Siswa. Untuk kalangan sendiri.

B. Alat dan Bahan 1) Alat Buret 4 buah Klem dan statif 4 buah Corong 1 buah Gelas beaker 4 buah Penggaris polietilen Kain wol 2) Bahan Air CCl4 (Karbon tetra klorida) Aseton Benzene

VII. PENILAIAN a. Lembar Kerja Siswa (LKS) b. Penilaian hasil diskusi ( Lembar penilaian 1-LP1) c. Penilaian kognitif (lembar penilaian 2-LP2) d. Penilaian Psikomotor (Lembar penilaian 3-LP3) e. Penilaian Afektif (Lembar penilaian 4-LP3)

Mengetahui, Kepala Sekolah

Surakarta, 19 Desember 2012 Guru mapel Kimia

NIP

NIP

10

Lembar Kerja Siswa Petunjuk Praktikum


Mata Pelajaran Kelas/Semester Judul : Kimia : X/1 : Kepolaran Senyawa Kovalen

I.

Tujuan Menyelidiki kepolaran senyawa.

II.

Alat dan Bahan 1) Alat Buret 4 buah Klem dan statif 4 buah Corong 1 buah Gelas beaker 4 buah Penggaris polietilena Kain wol 2) Bahan Air CCl4 (Karbon tetra klorida) Aseton Benzene

III.

Cara Kerja 1. Memasang masing-masing buret pada statifnya. 2. Mengisi masing-masing buret dengan satu jenis zat cair sebagai berikut: a. Air

11

b. CCl4 (karbon tetra klorida) c. Aseton d. Benzena 3. Menggosok penggaris polietilen dengan kain wol 4. Membuka kran buret dan mengalirkan cairannya ke dalam gelas beaker. 5. Mendekatkan penggaris polietilen pada aliran cairan yang keluar dari buret. 6. Mengamati cairan yang keluar dari buret.

IV.

Hasil Pengamatan Rumus Kimia H2O CCl4 Pengamatan (Tertarik/Tidak tertarik) Kesimpulan (polar/non polar)

No.

Zat Cair

1. 2.

Air Karbon tetraklorida

3. 4.

Aseton Benzene

HCOH C6H6

V.

Pertanyaan Diskusi 1. Zat apakah yang dapat tertarik oleh penggaris polietilena? 2. Apa yang menyebabkan senyawa tersebut tertarik atau tidak tertarik oleh penggaris polietilena? 3. Senyawa kovalen dapat mempunyai muatan listrik , padahal tidak terjadi perpindahan electron antara atom-atom yang berikatan, Mengapa demikian ?

12

Lembar Penilaian Diskusi (Lembar Penilaian 1-LP1)

a.

Jawaban Pertanyaan Diskusi 1. Air dan aseton 2. Penyebab senyawa tersebut tertarik atau tidak tertarik oleh penggaris polietilena berdasarkan sifat dari senyawa tersebut. Kovalen polar dapat tertarik oleh penggaris yang telah bermuatan dan kovalen non polar tidak dapat tertarik oleh penggaris yang telah bermuatan. 3. Karena dalam kovalen polar, distribusi elektronnya tidak merata sehingga akan terbentuk kutub-kutub bermuatan listrik yaitu kutub positif dan negative sehingga mampu menarik elektron ikatan ke arah dirinya tanpa melakukan perpindahan secara sempurna.

13

b. Rubrik Penilaian Hasil Diskusi

Rubrik Penilaian Hasil Diskusi Kepolalaran Senyawa Kovalen

No 1. 2. 3.

Aspek Kekompakkan kelompok (Kerjasama Kelompok) Kerapian bahasa dan tulisan Kesesuaian Jawaban 1. Mampu menyebutkan zat yang dapat tertarik oleh penggaris polietilena berdasarkan percobaan 2. Mampu menjelaskan penyebab senyawa tersebut tertarik atau tidak tertarik oleh penggaris polietilena. 3. Mampu menganalisa penyebab senyawa kovalen dapat mempunyai muatan listrik Jumlah

Skor 5 2

15

14

Lembar Penilaian Kognitif ( Lembar penilaian 2-LP2)


a. Kisi-Kisi Soal Post Test No Indikator C1 1 Menjelaskan perbedaan senyawa 1 C2 Aspek C3 C4 C5 C6 Jumlah Soal 1

kovalen polar dan non polar.

2.

Menjelaskan hubungan kepolaran dengan keelektronegatifan.

3.

Menganalisa penyebab senyawa

kovalen polar dapat menarik listrik. TOTAL 3 medan

Keterangan: C1 (Pengetahuan) C2 (Pemahaman) C3 (Penerapan) C4 (Analisis) C5 (Penilaian) C6 (Mencipta)

15

b. Soal Post Test

SOAL POST TEST : .. : .. : .. : ..

Mata Pelajaran Kelas Hari/Tanggal Waktu

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Jelaskan perbedaan senyawa kovalen polar dan non polar? 2. Apa hubungan kepolaran dengan keelektronegatifan? 3. Mengapa senyawa kovalen polar dapat menarik medan listrik?

SELAMAT MENGERJAKAN

16

c. Jawaban Pertanyaan Soal Post Test 1. Senyawa kovalen polar : Molekul yang berikatan kovalen yang elektronnya tidak tersebar merata karena adanya perbedaan

keelektronegatifan. sedangkan Senyawa kovalen non polar : Molekul yang berikatan kovalen yang elektronnya tersebar merata karena tidak adanya perbedaan

keelektronegatifan. 2. Keelektronegatifan akan menentukan sifat dari suatu senyawa. Apabila senyawa mempunyai perbedaan keelektronegatifan maka senyawa tersebut tergolong polar. Dan senyawa yang tidak memiliki perbedaan

keelektronegatifan maka senyawa tersebut tergolong senyawa non polar. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan maka sifat kepolarannya akan semakin besar. 3. Karena dalam kovalen polar, distribusi elektronnya tidak merata sehingga akan terbentuk kutub-kutub yaitu kutub positif dan negative sehingga mampu menarik elektron ikatan ke arah dirinya tanpa melakukan perpindahan secara sempurna.

17

d. Rubrik Penilaian Hasil Kognitif

Rubrik Penilaian Hasil Kognitif Kepolaran Senyawa Kovalen

No 1.

Aspek Mampu menjelaskan perbedaan senyawa kovalen polar dan non polar. Senyawa kovalen polar : elektronnya tidak tersebar merata karena adanya perbedaan keelektronegatifan. Sedangkan Senyawa kovalen non polar : elektronnya tersebar merata karena tidak adanya perbedaan

Skor

keelektronegatifan. 2. Mampu menghubungkan kepolaran dengan

keelektronegatifan Keelektronegatifan akan menentukan sifat kepolaran dari suatu senyawa. Apabila senyawa mempunyai perbedaan 1 1

keelektronegatifan maka senyawa tersebut tergolong polar. Dan senyawa yang tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan maka senyawa tersebut tergolong senyawa non polar. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan maka sifat kepolarannya akan semakin besar. 3. Mampu menganalisa penyebab senyawa kovalen polar dapat menarik medan listrik. Karena dalam kovalen polar, distribusi elektronnya tidak merata 1 1 1

18

sehingga akan terbentuk kutub-kutub yaitu kutub positif dan negative Jadi mampu menarik elektron ikatan ke arah dirinya tanpa melakukan perpindahan secara sempurna. Jumlah

10

19

Lembar Penilaian Psikomotor ( Lembar penilaian 3-LP3)


LEMBAR PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTOR Kepolaran Senyawa Kovalen : : :

Nama Kelas No. Absen

Petunjuk pengisian: Beri tanda cek () pada angka yang sesuai dengan aspek yang dinilai.

A. Kegiatan 1: Menguji Kepolaran Senyawa Kovalen No 1. 2. 3. Aspek yang Dinilai Cara merangkai alat. Cara memasukkann larutan ke dalam buret. Cara menggosokkan penggaris. Skor 1 2 3

B. Kegiatan 2 : Aspek Umum No 1 2 3 4 Aspek yang dinilai Unjuk kerja antar individu Menjaga ketertiban dan kedisiplinan Kerapian dan kebersihan Urutan kerja dalam praktikum disesuaikan dengan langkah yang ada dalam petunjuk Skor 1 2 3

20

KRITERIA SKOR UNTUK SETIAP ASPEK YANG DINILAI

A. Kegiatan 1 : Menguji Kepolaran Senyawa Kovalen 1. Cara merangkai alat Indikator : a. Buret tidak miring (lurus) b. Buret dipasang erat pada statif c. Pemasangan buret dengan klem menggunakan tisu Penilaian Skor 1 : Jika salah satu indicator benar Skor 2 : Jika dua indicator benar Skor 3 : Jika ketiga indicator benar 2. Cara memasukkan larutan ke dalam buret Indikator : a. Memasukkan larutan menggunakan corong b. Volume larutan pada buret tepat pada skala 0 c. Saat memasukkan larutan tidak bertumpahan Penilaian : Skor 1 : Jika salah satu indicator benar Skor 2 : Jika dua indicator benar Skor 3 : Jika ketiga indicator benar 3. Cara menggosok penggaris Indikator : a. Menggosok penggaris pada kain wol searah b. Menggosok penggaris dengan teratur (continue) atau seirama c. Menggosok penggaris dengan tangan dalam keadaan kering/ tidak basah. Penilaian : Skor 1 : Jika salah satu indicator benar Skor 2 : Jika dua indicator benar Skor 3 : Jika ketiga indicator benar

21

B. Kegiatan 2 : Aspek Umum 1. Unjuk kerja(kekompakan) antar individu dalam kelompok Skor 1 : Jika hanya dua orang saja yang melakukan praktikum. Skor 2 : Jika hanya tiga orang saja yang melakukan praktikum. Skor 3 : jika semua anggota kelompok melakukan praktikum 2. Menjaga ketertiban dan kedisiplinan kerja a. Tidak melakukan aktivitas lain saat praktikum b. Tidak berbicara sendiri c. Tidak mengganggu praktikan lain. d. Tertib dalam berbagai hal dalam mengambil alat, bahan maupun dalam bekerja. Skor 1 : Jika hanya 2 indikator yang dikerjakan Skor 2 : Jika 3 indikator yang dikerjakan. Skor 3 : Jika semua indikator dikerjakan 3. Kerapian dan kebersihan a. Merapikan kembali alat-alat yang telah digunakan b. Mencuci alat-alat yang telah digunakan. c. Membersihkan bahan/ larutan yang tumpah di meja. d. Membersihkan sampah disekitar meja praktikum setelah digunakan. Skor 1 : Jika hanya 2 indikator yang dikerjakan Skor 2 : Jika 3 indikator yang dikerjakan. Skor 3 : Jika semua indikator dikerjakan 4. Urutan kerja dalam praktikum disesuaikan dengan langkah kerja yang ada dalam petunjuk praktikum. Skor 1 : Jika urutan kerja yang dilakukan tidak sesuai dengan petunjuk praktikum. Skor 2 : Jika urutan kerja yang dilakukan sesuai dengan petunjuk praktikum. Skor 3 : Jika urutan kerja yang dilakukan sesuai dengan urutan dengan petunjuk yang ada.

22

Lembar Penilaian Afektif ( Lembar penilaian 4-LP4)

Kisi-kisi Penilaian Afektif Indicator Jujur Rasa ingin tahu Tanggung jawab Percaya diri Berfikir kritis Bekerja sama Deskriptif 1. Tidak mencontek saat ujian 1. Menanyakan materi pelajaran yang belum dimengerti kepada guru atau teman 1. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok. 1. Berani mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. 1. Berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru atau teman. 1. Bekerja sama dalam mengerjakan 1 10 tugas kelompok. No Item Positif Negatif (+) (-) 2 8 6 3

11 5 4

7 9 12

23

ANGKET KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA Nama Siswa : No. Absen : Kelas : Petunjuk Pengisian : 1. Berilah tanda centang () pada pendapat yang kalian anggap paling tepat. 2. Isilah angket ini sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya. Keterangan : SL = Selalu (Selalu dilakukan) SR = Sering (Lebih banyak dilakukan daripada tidak) KD = Kadang-kadang (Sama banyaknya antara dilakukan atau tidak) JR = Jarang (Banyak tidak dilakukan) TP = Tidak pernah (Sama sekali tidak pernah dilakukan) No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pernyataan SL SR KD JR TP Saya mengerjakan tugas kelompok bersama-sama dengan teman. Saya selalu mengerjakan soal ujian dengan sendiri. Saya sering menanyakan materi pelajaran yang belum dimengerti kepada guru atau teman Saya selalu berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru atau teman. Saya berani mempersentasikan hasil diskusi di depan kelas. Saya suka bertanya pada teman saat ulangan jika ada yang tidak bisa. Saya tidak peduli dengan tugas kelompok. Saya tidak peduli dengan materi yang belum saya mengerti. Saya malu jika harus mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Saya lebih senang mengerjakan tugas secara individu daripada berkelompok. Saya selalu ikut serta dalam mengerjakan tugas kelompok. Saya kesal jika ada guru atau teman yang memberikan pertanyaan kepada saya.

24

PEDOMAN PENSKORAN ASPEK AFEKTIF

1. Sikap Positif Skor untuk aspek yang dinilai SL : Selalu (Selalu dilakukan) SR : Sering (Lebih banyak dilakukan daripada tidak) KD : Kadang-kadang (Sama banyaknya antara diilakukan dengan tidak) J R : Jarang (banyak tidak dilakukan) TP : Tidak pernah (Sama sekali tidak pernah dilakukan) 2 1 Nilai 5 4 3

2. Sikap negatif Skor untuk aspek yang dinilai SL : Selalu (Selalu dilakukan) SR : Sering (Lebih banyak dilakukan daripada tidak) KD : Kadang-kadang (Sama banyaknya antara diilakukan dengan tidak) JR : Jarang (banyak tidak dilakukan) TP : Tidak pernah (Sama sekali tidak pernah dilakukan) 4 5 Nilai 1 2 3

3. Kriteria Aspek Afektif No 1 2 3 4 Skor Peserta Didik 51 60 41 50 31 40 21 30 Kategori Sikap atau Minat Sangat Baik/ sangat tinggi Baik/ tinggi Rendah / kurang Sangat rendah / sangat kurang

25