Anda di halaman 1dari 25

Rusia Rentang Tahun 2003 - 2011

Aspek Politik

Tahun 2004
Untuk ketiga kalinya Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia setelah terpilih pada Pemilu Presiden 4 Maret lalu. Pertama kali Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia tahun 2000 dan pada tahun 2004 terpilih kembali sebagai Presiden.

Pada pemilihan presiden tahun 2008, Putin tidak mencalonkan diri karena berdasarkan Konstitusi Federasi. Rusia bahwa orang yang sama tidak dapat mencalonkan diri menjadi presiden untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Putin dalam membawa Rusia diperkirakan akan melanjutkan kebijakan-kebijakannya ketika pada dua periode pertama menjabat sebagai presiden.

Selain menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan negara bekas pecahan Uni Soviet yang menjadi prioritas utama, Putin akan membawa Rusia lebih dekat lagi dengan kawasan Asia Timur dan Pasifik. Komitmen Rusia ini tercermin dengan bergabungnya pada East Asia Summit (EAS) tahun 2011, dan sebagai tuan rumah pelaksanaan KTT APEC 2012.

Demokrasi Ala Rusia


Tahun 2007 mungkin dianggap tahun kemenangan Rusia. Pada 2007 Rusia dianggap lulus ujian dan kembali diakui sebagai negara adidaya lagi. Terpilihnya Presiden Putin sebagai Person of the Year 2007 oleh majalah Time bisa dikatakan pengakuan internasional bahwa kepemimpinan Putin dinilai mampu mengangkat kembali Rusia sebagai negara kelas satu. Padahal, bertahun-tahun para pimpinan negara dan pengamat Barat mengecam Putin yang dianggap makin otoriter. Lembaga pengamat demokrasi seperti Freedom House sejak 2006 malah menggolongkan Rusia sebagai negara yang tidak bebas.

Dua hal yang membuat Putin berhasil.


Pertama, kenaikan harga minyak dunia di atas 90 dollar AS per barrel membuat keuntungan Rusia berlimpah, apalagi produksi minyaknya 10 juta barrel per hari. Kedua, kepemimpinan Putin yang tegas, tidak ragu, dan sikapnya susah ditebak membuat hampir semua kebijakannya berhasil. Ini berbeda dengan Yeltsin yang anak dan menantunya ikut campur dalam politik. Putin dikelilingi orang-orang kepercayaan yang kebanyakan berasal dari St Petersburg seperti dia.

Tindakan Dalam dua kali masa jabatan presiden Putin (delapan tahun): Sekitar 20 juta orang Rusia dientaskan dari kemiskinan Sistem pendidikan dan kesehatan diperbaiki, Sejumlah industri strategis dinasionalisasi, Pengangguran dikurangi, Mata uang rubel menjadi kuat, Korupsi berkurang, Jumlah pembayar pajak meningkat, Cadangan devisa menjadi 450 miliar dollar AS (nomor tiga di dunia). Utang luar negeri lebih dari 200 miliar dollar AS dilunasi lebih cepat.

Selain itu rakyat juga merasakan Rusia adalah Putin dinilai berhasil membangun kembali Rusia Raya yang disegani dunia internasional, martabatnya dipulihkan lagi. Tingkat kepuasan publik terhadap Putin stabil: 80 persen pada 2000, 84 persen (2001), 86 persen (2002), dan 85 persen (2003). Survei The Wall Street Journal November lalu menunjukkan, dukungan terhadap Putin sekitar 85 persen.

Aspek Ekonomi

Tahun 2003 rusia yang awalnya terbelit hutang, akibat dari krisis ekonomi tahun 1998 pada pemerintahan presiden Yeltsin. Pada tahun 2003, utang telah meningkat menjadi $ 19 milyar yang disebabkan oleh kenaikan pembayaran Departemen Keuangan dan Eurobond. Namun, $ 1 miliar ini telah diprabayar, dan beberapa sektor swasta mungkin sudah membayar hutang.

Tahun 2004
Putin juga akan melanjutkan programprogram yang telah dilakukan Dmitry Medvedev. Putin berupaya menjadikan Rusia sebagai negara yang memiliki posisi kuat di tingkat internasional baik secara politik, militer, keamanan maupun ekonomi. Rakyat Rusia bebas ke luar negeri dan melakukan kegiatan bisnis,

Tekad Putin dalam mengembangkan wilayah Rusia yang luas dari Baltik hingga Pasifik, dan dari kemampuan kita menjadi pemimpin dan pusat daya tarik seluruh Eurasia. Putin juga mengatakan negara dan bangsa kita tergantung pada kita saat ini, tergantung dari keberhasilan nyata dalam pembangunan ekonomi baru dan pengembangan standar kehidupan modern.

Tahun 2009 Rusia tampaknya krisis telah nampak relatif baik. Sebagai PDB riil tahun 2009 meningkat dengan persentase tertinggi sejak jatuhnya Uni Soviet pada 8,1%, rubel tetap stabil, inflasi telah moderat, dan investasi mulai meningkat lagi. Pada 2007, Bank Dunia menyatakan bahwa perekonomian Rusia telah mencapai "stabilitas makroekonomi belum pernah terjadi sebelumnya". Rusia telah membuat kemajuan dalam memenuhi kewajiban utang luar negeri.

Aspek Sosial Budaya

Pada pemerintah Presiden Putin ini:


Rusia menjadi negara kuat yang bisa menjamin hak individu dan masyarakat. Hak individu dan humanisme liberal, menurut Putin, tidak berakar kuat di Rusia. Sebaliknya, bentuk kolektivisme dan korporasi selalu di atas hak-hak individu. Maka, paternalisme negara menempatkan masyarakat di atas hak-hak individu. Putin sering menegaskan, Dalam sebuah negara tanpa hukum, dengan sendirinya menjadi negara yang lemah, individu tidak bebas dan tak bisa mempertahankan diri. Semakin kuat negara akan kian bebas pula individu.

Hubungan Internasional Rusia

Tahun 2003 (Rusia Indonesia ) Indonesia dan Rusia adalah dua negara yang bersahabat sejak lama. Keduanya adalah mitra strategis dan mempunyai landasan hubungan kerjasama yang kuat. Di bawah Presiden barunya, Vladimir Putin, ada peluang peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Kedua negara telah memiliki dokumen sebagai landasan baru hubungan kerjasama : Strategis dalam tingkatan global, Regional Bilateral, yaitu Deklarasi mengenai Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21 yang ditandangani Presiden Vladimir Putin dan Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2003. Dan indonesia banyak membeli senjata dan perlengkapan militer dari Rusia( pesawat sukhoi)

Pertemuan Presiden Indonesia Rusia


Tahun 2000 Putin pernah bertemu dengan Presiden Abdurahman Wahid tahun 2001 dan 2003 dengan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, tahun 2004 dan 2006 Putin bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pertemuan Megawati dengan Putin Tahun 2003

Rusia selama ini melihat Indonesia sebagai salah satu mitra penting dalam memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan AsiaPasifik. Pendekatan praktis dan potensi yang cukup besar dalam hubungan bilateral dan kesamaan pandangan mengenai isu-isu kunci dewasa ini merupakan dasar yang kuat untuk kerjasama di berbagai bidang mulai dari energi dan ruang angkasa, hingga proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar.

Tahun 2011 ( Rusia Suriah ) Rusia melakukan pengiriman kapal induk Admiral Kuznetsov dan beberapa kapal pendamping ke pangkalan militer Tartus di Suriah. Armada kapal perang tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan akhir dan direncanakan tiba di Suriah. Kapal induk Admiral Kuznetsovsatu-satunya kapal induk yang dioperasikan Angkatan Laut Rusiaakan membawa pesawat-pesawat tempur supersonik dan beberapa helikopter ke Suriah

Lanjutan
Tujuan dari Rusia melakukan ini:
Untuk meningkatkan latihan kru angkatan laut Rusia Untuk terjalinnya Hubungan dengan Negara Suriah
Keuntunganya bagi Suriah adalah untuk mencegah pecahnya konflik bersenjata di Timur Tengah. Suriah adalah salah satu pembeli terbesar berbagai senjata buatan Rusia.

Kapal induk Admiral Kuznetsov Rusia