Anda di halaman 1dari 7

Opini BPK

10/23/2013

Search

SubmitUpload

Browse

Go PRO

Email Like Save

Embed

Sambungan diputus

Related Akuntansi
249 views

Dasar2 Akuntansi
17151 views

Pedoman Umum Akuntansi sesuai Undang-Undang No.17 Tahun 2012


1 /52 240 views

Opini BPK
by Erik Aviantara, Pegawai Tugas Belajar at Kementerian Keuangan RI on Oct 24, 2012
+ Follow

3,214 views
More

Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
1936 views

-Sekilas BPK

Tahap pencatatan akuntansi perusahaan jasa


325 views

Laporan tki No comments yet Krisno Utomo Prosedur Akuntansi Pendapatan Di SKPD
1044 views 142 views

Post Comment

Subscribe to comments

laporan kku UD. Mitra Jaya


259 views

Laporan Pertanggungjawaban Bem Unair 2009


4900 views

Opini BPK
Presentation Transcript

Laporan web
75 views

1. SEMINAR AKUNTANSI PEMERINTAH OPINI PEMERIKSAAN BPK1. Ayudhia Indah Pratiwi (5)2. Erik Tri Aviantara (11)3. Irham Zuhri Muhammad (17)4. Martha Widdi Nurfaiza (23)5. Yan Hasbi Khairil (29) 2. SELAYANG PANDANG BPK 3. BPK adalah lembaga negara yang bertugasuntuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara sebagaimana dimaksuddalam UndangUndang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.
Laporan tugas besar pbw PENGANTAR AKUNTANSI (INTRODUCTION TO ACCOUNTING)
2501 views

Contoh Laporan OJL Diklat Cakep (Bab III)


4624 views

4. DASAR HUKUM Kedudukan, Landasan Tugas, Wewenang Operasional UUD


http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

103 views

1/7

Opini BPK

10/23/2013

1945 UU No. pada pasal 17/2003 23E, 23F, dan 23G UU No. 1/2004 UU 15/2006 UU No. 15/2004 tentang BPK 5. KEDUDUKAN BPK UUD 1945Presiden MPR DPR DPD BPK MA MK KY Lembaga pemeriksa eksternal keuangan negara yang bebas dan mandiri 6. KEANGGOTAAN BPK Anggota BPK dipilih oleh DPR KETUA WAKIL KETUAMERANGKAP MERANGKAP ANGGOTA ANGGOTA Ketua dan Wakil Ketua BPK dipilih dari dan oleh Anggota BPK 7 ORANG ANGGOTA Masa jabatan 5 tahun, maksimal 2 kali masa jabatan 7. LINGKUP PEMERIKSAAN Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah yang Lembaga Negara lainnya Seluruh dikelola oleh Bank Indonesia UnsurKeuangan BUMN Negara BLU BUMD Lembaga/Badan lain 8. LINGKUP PEMERIKSAANJenis Pemeriksaan Pemeriksaan pemeriksaan atas laporan keuangan, dalam rangka memberikan pernyataan opini keuangan Pemeriksaan pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi, serta pemeriksaan atas aspek efektivitas kinerja Pemeriksaan pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan dengan tujuan keuangan, pemeriksaan investigatif, pemeriksaan atas tertentu permintaan (audit on request) 9. HUBUNGAN DENGAN LEMBAGATERKAIT LHP LHP Lembaga BPK PemerintahPerwakilan Pusat/Daerah Indikasi pidana Penegak Hukum 10. JENIS OPINI BPK 11. Dasar Hukum Pasal 16 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004Ayat (1)
PETUNJUK PENULISAN LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
638 views

Laporan Sistem Operasi Linux


618 views

Laporan Penyiapan Grand Design Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman


624 views

Laporan hukum tarikan


133 views

Laporan Wawancara tentang Prakerin


525 views

Laporan Akhir Praktikum Media Komunikasi-FapertaUnej


664 views

Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan 2


5589 views

Laporan Observasi Seni Kriya Mancanegara - Keramik Hijau Goryeo Korea


1079 views

Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam Laporan Keuangan yang didasarkan pada kriteria (i) kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, (ii) kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), (iii) kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan (iv) efektivitas sistem pengendalian intern. Terdapat 4 (empat) jenis opini yang dapat diberikan oleh pemeriksa, yakni (i) opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion), (ii) opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion), (iii) opini tidak wajar (adversed opinion), dan (iv) pernyataan menolak memberikan opini (disclaimer of opinion).

Laporan praktikum porifera kelompok 6


703 views

Laporan prakerin xi tkj2 edit selesai


215 views

Laporan akhir mata kuliah statistik buku panduan alat analisis statistik
870 views

Laporan Tugas Akhir

12. Dasar Hukum

Lampiran IV Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan

106 views

Republik Indonesia Nomor : 01 Tahun 2007 tanggal : 7 Maret 2007Standar Pemeriksaan memberlakukan setiap standar pelaporan audit keuangan dan Pernyataan Standar Audit (PSA) yang ditetapkan oleh IAI, kecuali ditentukan lain. 13. Jenis dan Kriteria atau Kondisiyang Mendasari Opini 1. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Opini WTP menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 14. Kriteria Wajar TanpaPengecualian (WTP)1. Bukti pemeriksaan yang cukup memadai telah terkumpul, dan pemeriksa telah melaksanakan penugasan sedemikian rupa sehingga mampu menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah dipatuhi;2. Semua aspek dari standar umum SPKN telah dipatuhi dalam penugasan pemeriksaan;3. Seluruh laporan keuangan (neraca, laporan realisasi anggaran, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan) telah lengkap disajikan; 15. Kriteria Wajar TanpaPengecualian (WTP)4. Laporan keuangan yang
http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

Dari Sudut Tepian Mahakam: 30 Catatan Tentang Issu-Issu Lokalitas Ditengah Gelom
311 views

Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten Kar
215 views

Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar


1224 views

LAPORAN BTS XL DI GIANYAR SEPTEMBER 2013


216 views

Laporan Project Pemrograman Berbasis Web


136 views

Laporan dasar agroteknologi

2/7

Opini BPK

10/23/2013

disajikan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Hal ini juga berarti bahwa pengungkapan informatif yang cukup telah tercantum dalam catatan atas laporan keuangan serta bagian-bagian lainnya dari laporan keuangan tersebut;5. Tidak terdapat situasi yang membuat pemeriksa merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau memodifikasi kalimat dalam laporan pemeriksaan. 16. Dalam hal terjadi keadaan tertentu yang perlu penjelasan, pemeriksa bisamenambahkan suatu paragraf penjelasandalam laporan hasil pemeriksaannya. Dalam kondisi ini, pemeriksa dapat menyatakan opini modifikasi yaitu WTP Dengan Paragraf Penjelasan 17. WTP Dengan ParagrafPenjelasan1. Tidak ada konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum.2. Ketidakpastian atas kelangsungan hidup organisasi (going concern) 18. WTP Dengan ParagrafPenjelasan3. Ada penekanan pada suatu masalah . Contohnya apabila pemeriksa berpikir bahwa ia harus menjelaskan transaksi dengan pihak lain yang bernilai sangat besar, dan peristiwa penting setelah tanggal neraca.4. Terkait laporan yang melibatkan pemeriksa 19. 2. Wajar Dengan Pengecualian Opini WDP menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas entitas sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali untuk dampak hal-hal yang yang dikecualikan 20. Kriteria WDP1. WDP karena adanya penyimpangan dari prinsip akuntasi (salah saji) Pemeriksa, setelah memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup memadai, menyimpulkan bahwa salah saji yang terjadi baik secara individual maupun agregat, adalah material, tapi tidak pervasive, terhadap laporan keuangan; atau2. WDP karena adanya pembatasan lingkup (ketidakcukupan bukti) Pemeriksa tidak dapat memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup memadai untuk dijadikan dasar opini, tetapi pemeriksa menyimpulkan bahwa dampak yang mungkin terjadi (possible effects) pada laporan keuangan atas salah saji yang tidak terdeteksi, apabila ada, adalah material tetapi tidak pervasive. 21. 3. Tidak Wajar (TW) Kondisi yang menyebabkan pemeriksa menyatakan opini TW adalah ketika pemeriksa, setelah memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup memadai, menyimpulkan bahwa salah saji yang ditemukan, baik secara individual maupun agregragat, adalah material dan pervasive pada laporan keuangan. Sifat pervasive (berpengaruh secara keseluruhan) dapat dilihat dari nilai absolute, jumlah akun dan jumlah laporan yang terpengaruh. 22. 4. Tidak MemberikanPendapatKondisi-kondisi yang menyebabkan pemeriksa menyatakanopini TMP adalah sebagai berikut:1. Pemeriksa tidak dapat memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup memadai sebagai dasar opini, dan pemeriksa menyimpulkan bahwa dampak salah saji yang tidak terdeteksi pada laporan keuangan, bila ada, adalah material dan pervasive; atau2. Dalam kondisi ekstrim yang melibatkan banyak ketidakpastian, pemeriksa menyimpulkan bahwa, terlepas dari perolehan bukti pemeriksaan yang cukup memadai terkait setiap ketidakpastian, pemeriksa tidak mungkin merumuskan opini atas laporan keuangan karena adanya interaksi potensial dan dampak kumulatif yang mungkin terjadi pada laporan keuangan. 23. Mekanisme Perumusan Opini Tentukan apakah temuan berakibat pada

acara 1
359 views

Laporan Tahunan KPLI Jogja 2006


2611 views

B J Habibie Detik Detik Yang Menentukan


33380 views

18. sap-kbk-pengantarakuntansi-eku-115
237 views

Ung Implementasi Blu 010210


2487 views

Tahun yang tak pernah berakhir 65 ( PKI )


92 views

Laporan Penarafan Pusat Sumber Sekolah 2009 Melalui iQ-PSS


2332 views

Renstra Kementrian Sosial 2010 2014


5041 views

terjadinya salah saji, jika berakibat maka tentukan nilai salah saji yang

http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

3/7

Opini BPK

10/23/2013

terjadi;

Tentukan;

Tentukan apakah nilai salah saji akun material, yaitu bila Tentukan apakah akun yang

melebihi Tolerable Error (TE). TE merupakan materialitas tingkat akun yang merupakan batas kesalahan yang dapat ditolerir; proporsi dan pengungkapannya. 24. Mekanisme Perumusan OpiniApakah temuan berakibat pada terjadinya salahsaji, jika berakibat maka tentukan nilai salah sajiyang terjadi Apakah temuan telah didukung dengan bukti audit yang memadai Apakah nilai salah saji akun material, yaitu bila melebihi Tolerable Error Apakah akun yang terpengaruh bersifat pervasive dengan mempertimbangkan faktor kompleksitas, proporsi dan pengungkapannya 25. Langkah Menyimpulkan Opini Tentukan materialitas salah saji kelompok temuan yang telah didukung dengan Untuk temuan yang telah didukung bukti audit yang memadai; bukti maka yang diukur adalah dampak salah sajinya. dan Sedangkan temuan yang berkaitan kelompok temuan yang tidak dengan ketidakcukupan bukti didukung dengan bukti audit (pembatasan lingkup) yang diukur yang memadai; adalah kemungkinan dampak salah Kelompokkan saji jika ada, atau besarnya nilai yang temuan tidak bisa discover dengan prosedur berdasarkan audit kecukupan buktinya 26. Langkah Menyimpulkan Opini(2) jika opini masing-masing Tentukan opini kelompok temuan berbeda proporsi, maka bandingkan proporsi antara kedua kelompok pengungkapan Masing-masing temuan tersebut. Opini akhir kompleksitas; kelompok tergantung pada opini kelompok temuan yang temuan memiliki proporsi lebih besar. Apakah masing- berdasarkan masing kelompok bagan alur opini temuan bersifat pervasive atau tidak Simpulkan opini 27. Pertimbangan Temuan DalamMenentukan Opini Faktor pembatasan ruang terpengaruh bersifat pervasive dengan mempertimbangkan faktor kompleksitas,

lingkup (pembatasan oleh auditee, dokumen tidak lengkap, dan ketidakpastian) yang bararti pemeriksa tidak dapat menerapkan standar audit (penyimpangan dari standar audit) Faktor laporan keuangan tidak disajikan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum dan tidak diterapkan secara konsisten (penyimpangan dari prinsip akuntansi) 28. Temuan dapat berupa temuan kepatuhan maupun temuan pengendalian

intern. Indikasi- indikasi temuan jenis ini dapat dilihat pada kesimpulan (akibat) pada temuan, misalnya : hal ini mengakibat akun . tidak dapat diyakini kewajarannya nilai aktiva tidak dapat diketahui dengan pasti adanya potensi asset tidak tercatat minimal sebesar . Piutang tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya 29. Pelanggaran terhadap prinsipakuntansi meliputi: Apakah prinsip akuntansi yang dipilih untuk diterapkan sudah berlaku umum, prinsip akuntansi sudah tepat sesuai keadaan, dan laporan keuangan beserta catatannya memberikan informasi yang cukup dapat mempengaruhi penggunaan, pemahaman dan penafsiran Informasi diiktisarkan dengan semestinya, Laporan keuangan mencerminkan peristiwa atau kejadian yang mendasarinya, dan Prinsip akuntansi tidak diterapkan secara konsisten tanpa adanya penjelasan mengenai alasan dan dampaknya. 30. MENGUKUR SALAH SAJI ATAUPOTENSI KESALAHAN YANG TERJADI Dalam mengukur salah saji atau potensi kesalahan yang terjadi, pemeriksa harus mempertimbangkan apakah permasalahan yang terjadi berdampak kepada kewajaran seluruh akun atau dapat dilokalisir 31. Pada saat perencanaan, pemeriksa telah menetapkan dua jenis
4/7

http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

Opini BPK

10/23/2013

materialitas sesuai dengan Juknis penetapan batas materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan yaitu: Planning materiality (PM) yaitu Tolerable error materialitas untuk tingkat keseluruhan laporan keuangan. pengungkapan. 32. Panduan pertimbangankuantitatif Jika total salah saji/potensi kesalahan

(TE) yaitu materialitas terkait kelas-kelas transaksi, saldo akun, dan

yang ditemukan lebih kecil dari PM dan salah saji pada tingkat akun masingmasing tidak lebih besar daripada TE akun tersebut, maka pemeriksa bisa memberikan opini WTP; atau Jika total saji/potensi kesalahan yang ditemukan lebih besar dari PM dan/atau salah saji/potensi salah saji di masingmasing akun lebih besar dari TE, maka pemeriksa bisa mempertimbangkan untuk tidak memberikan opini WTP. Opini yang bisa dipertimbangkan adalah WDP atau tidak wajar/disclaimer. Hal ini tergantung dari nilai salah sajinya yang mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan atau tidak, asersi yang terpengaruh, dan pertimbangan kualitatif yang relevan menurut tim pemeriksa. 33. Pedoman Pertimbangan faktor-faktor kualitatif Penting tidaknya salah saji

atau potensi salah saji dikaitkan dengan asersi. Jika hanya menyangkut asersi valuation dan presentation, opini yang diberikan bisa WDP. Namun jika menyangkut asersi existency atau occurrence, right and obligation dan completeness, maka opini yang diberikan dapat Tidak Wajar atau Tidak Memberikan Pendapat, dan Luas atau tidaknya akibat dari salah saji atau risiko kemungkinan salah saji baik jumlah akun yang terpengaruh maupun jumlah laporan yang terpengaruh. 34. Tiga tingkatan materialitas untuk mempertimbangkan jenis laporan audit yang harus dibuat, yaitu :Jumlahnya tidak material, Jumlahnya cukup material namun tidak melemahkan laporan keuangan secara keseluruhan, dan Kesalahan dalam jumlah sangat material sehingga kebenaran keseluruhan Laporan Keuangan diragukan 35. Apakah pengungkapan dapat mempengaruhi opini?

36. Kendala pemerintah memperoleh opini wtp 37. LKPP Permasalahan IP aset tetap Kelemahan IP aset eks BPPN Aset Tetap 10 KL senilai Rp4,13 Belum ditemukan dokumen cessie T belum dilakukan IP atas Aset Eks BPPN berupa Aset Tanah Jalan Nasional pada Kredit senilai Rp18,25 T Kementerian PU senilai Aset Eks BPPN yg telah Rp109,06 T belum selesai diserahkan kpd PUPN senilai dilakukan IP dan hasil IP tidak Rp11,18 T tidak didukung oleh memadai dokumen sumber yang valid Aset Tetap hasil IP pada 3 KL Aset Eks BPPN berupa tagihan senilai Rp3,88 T dicatat ganda Penyelesaian Kewajiban Hasil IP 40 KL selisih Rp1,54 T Pemegang Saham (PKPS) senilai dgn nilai koreksi hasil IP pada Rp8,68 T belum didukung DJKN kesepakatan dgn Pemegang Saham Aset Tetap 14 KL senilai Rp6,89 T tidak diketahui Aset Eks BPPN berupa 917 item keberadaannya aset properti belum dinilai Pelaksanaan IP belum Pemerintah belum dapat mencakup penilaian masa menyajikan nilai bersih yang dapat manfaat Aset Tetap sehingga direalisasikan atas piutang Eks Pemerintah belum dapat BPPN 38. LKKL Pengelolaan dan pencatatan PNBP Pengelolaan Belanja Hibah Pengelolaan Belanja Barang dan Bansos Pengeloaan kas, piutang, aset tetap dan persediaan 39. LKKL Kementerian Kesehatan Belanja modal PNBP tidak disetor ke kas negara

Pembayaran dimuka atas Material On Site dan PO tanpa

disertai bank garansi dan bertentangan dengan Perpres No. 54 tahun 2010
http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk 5/7

Opini BPK

10/23/2013

Belanja modal pendukung

alat kesehatan bergerak, tidak terdapat catatan dan dokumen

40. LKKL Pengelolaan dan pencatatan PNBP Pengelolaan Belanja Barang Pengelolaan Piutang Bukan Pajak Pengelolaan dan pencatatan aset tetap dan persediaan 41. LKKL Kemendiknas M keuangan Penggunaan PNBP di luar anggaran sebesar Rp23,83

70 rekening PTN senilai Rp20,41 miliar belum dilaporkan dalam laporan Ketidakwajaran dalam pencatatan saldo piutang dan persediaan Endapan dana bansos yang belum tersalurkan di rekening beberapa PTN

yang nilainya mencapai Rp43,75 miliar. 42. LKKL 43. LKPD Aset tetap Kab. Beberapa aset tanah yang belum Pekalongan belum dicatat. dilakukan IP Penyertaan Penyertaan modal modal tidak senilai Rp 31 M tidak memakai Kota Binjai disajikan dlm metode metode ekuitas ekuitas Penyajian saldo Saldo investasi non dana bergulir permanen tidak tidak memakai Kab. Sleman metode net mencerminkan nilai realizable value wajar Tidak terdapat sisdur Penatausahaan persediaan pengelolaan Prov. Bali tidak memadai persediaan barang pakai habis 44. LKPD Pembatasan lingkup pemeriksaan kelemahan pengelolaan yang material pada akun kas, piutang, persediaan, investasi permanen dan non permanen, aset tetap, aset lainnya, belanja barang dan jasa, belanja bansos, dan belanja modal 45. LKPD Kab. Kutai Kartanegara BPK menyatakan pendapat BPK tidak dapat menerapkan prosedur

pemeriksaan dan lingkup pemeriksaan BPK tidak cukup untuk memungkinkan pengelolaan data pegawai tidak memadai pengelolaan realisasi belanja operasional sekolah TA 2011 belum memadai terdapat realisasi pembayaran belanja barang dan jasa pada 3 kegiatan di 3 SKPD tidak dapat diyakini kewajarannya. 46. LKPD Kas Persediaan dan aset tetap Penyajian yg tidak wajar scrmaterial pd akun: Belanja barang dan jasa Belanja bansos Belanja modal 47. LKPD Kab. Melawi Kalbar sisa Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan penyajian

(UYHD) TA 2011 sebesar Rp552.3 JT belum disetor ke kas daerah karena telah digunakan untuk pengeluaran yang tidak sesuai dengan ketentuan; yang memadai; persediaan pada neraca idak berdasarkan hasil penatausahaan persediaan pencatatan saldo penyertaan modal pada PDAM Kabupaten Melawi sebesar Rp3 M berbeda dengan yang diakui pada Lapkeu PDAM sebesar Rp6.5M dan pencatatan sebesar Rp3M tidak berdasarkan metode ekuitas; aset tetap sebesar Rp29 M belum berdasarkan hasil pencatatan, penatausahaan, inventarisasi dan klasifikasi yang menggambarkan nilai dan harga perolehan aset tetap yang sebenarnya. 48. KESIMPULAN 49. SARAN 50. Meningkatkan komitmen Menteri/Pimpinan Lembaga dan pengelola

keuangan antara lain melalui pencantuman kesanggupan untuk meningkatkan kualitas LKKL oleh setiap Menteri/Pimpinan Lembaga dengan Presiden dalam Kontrak Kinerja. Mempelajari Masalah dan Temuan BPK/Aparat Pengawas Identifikasi masalah Koordinasi internal dan
6/7

Intern Pemerintah (APIP), dan Pendampingan Audit BPK: dan temuan BPK/APIP oleh K/L dan unit terkait.
http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

Opini BPK

10/23/2013

eksternal K/L untuk mengetahui penyebab dan solusi temuan. pelaksanaan tindak lanjut temuan.

Menyusun

Action Plan tindak lanjut atas masalah/temuan dan melakukan monitoring Pendampingan oleh APIP K/L pada saat entry meeting, audit process, dan exit meeting pemeriksaan BPK atas LKKL. Meningkatkan koordinasi dan pembahasan 3 pihak antara K/L, Kemenkeu, dan BPK, dan pembahasan hasil pemeriksaan BPK. Pendidikan dan Pelatihan SDM: Melanjutkan Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP) baik untuk level manajerial maupun level pelaksana teknis, baik secara tatap muka maupun e- learning. Peningkatan sosialisasi dan bimbingan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada seluruh K/L. 51. Peningkatan peran APIP dalam melakukan reviu Laporan Keuangan.

Pendampingan secara intensif kepada seluruh K/L termasuk program Intensive Care Uni (ICU) bagi K/L yang mendapat opini Disclaimer dan Wajar Dengan Pengecualian. Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap tahun yang bertujuan untuk membangun forum interaksi antar pejabat K/L dalam menyusun strategi peningkatan kualitas LKKL, mewujudkan kesatuan pemahaman yang jelas, menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi bersama, dan menjaga terpeliharanya komitmen para penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan.

Search

LEARN ABOUT US About Careers

USING SLIDESHARE SlideShare 101 Terms of Use Privacy Policy Copyright & DMCA Community Guidelines SlideShare on Mobile

PRO & MORE Go PRO Enterprise Sales PRO Features

DEVELOPERS & API Developers Section Developers Group Engineering Blog Blog Widgets

Follow us on LinkedIn Find us on Facebook

Follow us on Tw itter Find us on Google+

Our Blog Press Contact Us Help & Support

2013 SlideShare Inc. All rights reserved.

ENGLISH

http://www.slideshare.net/ErikAviantara/opini-bpk

7/7