Anda di halaman 1dari 26

BERBAGAI AGAMA YANG DI AKUI DI INDONESIA

Disusun untuk memenuhi tugas Mata kuliah : B.indonesia

Oleh : Kelompok Kelas I.b Desi Dwi Yani Dewi Amalia Dina Maryana Imam Munajat Rahmat Hidayat

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG PERWAKILAN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG

2011KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya kami menyelesaikan makalah. Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Agama Islam pada Politeknk Kesehatan Bandung Prodi Keperawatan Tangerang. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat kekurangan dan kelemahan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca, untuk membangun perbaikan makalah ini. Dalam kesempatan yang baik ini, kami ingin mengucapkan terima kasihkepada yang terhormat : 1. Bapak Drs.H.Nasihin M.Kes selaku Ketua Program Studi Kesehatan Keperawaatan Tangerang 2. Dra. Aah Hilyati M.Hum selaku Pembimbing Mata Kuliah Bahasa Indonesia 3. Kedua oaring tua yang memberikan motivasi kepada penyusun dalam studi di Politeknik Kesehatan Bandung Jurusan Kepeawatan Tangerang ini 4. Rekan-rekan, orang tua dan semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini besar menfaatnya bagi pembaca umumnya dan bagi kamikhususnya. Amin . Tangerang, Januari 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA i DAFTAR ii

PENGANTAR

............................................................................................................... ISI

............................................................................................................... ............................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar 1 ......................................................................................... 1.2 Rumusan 1 ......................................................................................... 1.3 Tujuan 1 ......................................................................................... 1.4 Metode 2 ......................................................................................... 1.5 Sistematika Penulisan ......................................................................................... Penulisan ......................................................................................... Penulisan ......................................................................................... Masalah ......................................................................................... Belakang .........................................................................................

2 ......................................................................................... BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kedatangan Islam ......................................................................................... 3 ......................................................................................... 2.2 Proses Masuknya Islam ......................................................................................... 4 ......................................................................................... 2.3 Fase Perkembangan Islam ......................................................................................... 7 ......................................................................................... 2.4 Bukti Perkembangan Islam ......................................................................................... 10 ......................................................................................... 2.5 Konsep Peradaban dan Hubungan antar sesama ......................................................................................... 12 2.6 Konsep Peribadatan dan Hubungan antar Agama ......................................................................................... 15 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ..................................................................................................

19 .................................................................................................. 3.2 20 .................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA Saran ..................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada dasarnya perkembangan Agama Islam belum banyak diketahui masyarakat luas. Oleh karena itu di perlukan pembahasan lebih lanjut mengenai perkembangan Islam dan konsep peribadatan dan hubungan antar manusia. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah kedatangan Agama Islam ? 2. Bagaimana proses masuknya ajaran Agama islam masuk ke masyarakat ? 3. Bagaimana perkembangan ajaran Agama Islam ? 4. Apa saja bukti adanya ajaran Agama Islam ? 5. Bagaimana peradaban dan hubungan antar Agama ? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui tentang sejarah perkembangan Agama Islam dan konsep peribadatan dan hubungan antar agama 2. Tujuan Khusus a. Dapat menjelaskan perkembangan Agama Islam b. Dapat menjelaskan konsep peradaban dan hubungan antar agama

1.4 Metode Penulisan Metode penulisan yang kami laksanakan dengan studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan data-data dari sumber yang ada dan diskusi kelompok 1.5 Sistematika Penulisan Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN Meliputi : Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Metode Penulisan, Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN Meliputi : Awal Sejarah Agama Islam, Perkembangan Agama Islam dan Peradaban dan Hubungan Antar Agama BAB III PENUTUP Meliputi : Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Kedatangan Islam di Indonesia Mula kehadiran Islam di Indonesia telahcukup banyak mendapat perhatian dan telaah para pemikir dan sejarawan dari berbagakalangan. Berbagai pendapat dan teori yang membicang persoalan tersebutmembuktikan bahwa tema Islam emang menarik untuk dikaji terlebih di negeri yang dikenal mayoritas penduduknya muslim. Maka tak berlebihan, studi menmgenai latar historis dan proses perkembangan selanjutnya dari agama ini, sehingga beroleh tempat dan mampu mengika begitu banyak pengikut di wilayah ini, cukup punya nilai guna memahami dan memaknai lebih dalam dinamika Indonesia. Lokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh iniberkisaar pada tiga tema utama yaitu : tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Hal iniyang juga patut diperhatikan adalah dimensi proses dari interaksi awal dan lanjutan antara Islam dan enduduk lokal berikut konstuksi kepercayaan atauagama yang telah ada sebelumnya. 1. Bukti Islam, masuk melalui Berita marcopolo (Venesia, Italia ) th 1292, singgah ke perlak.Batu nisan makam sultan Malik al Saleh, 1297 yang merupakan sultan pertama di samudra pasai. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat, ada tiga teori besar: Pertama, teori Gujarat, Tslam di percayai datang dari wilayah Gujarat- India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke13 M. Berperan kareana Samudara pasai mempunyai hubungan keberagaman Islam dalam konteks kontemporer di

yang erat dengan Gujarat dan adanya perkampungan pekajon ( koja = pedagang ) Kedua, teori Makkah, Islam di percayai tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke 7 M. Berperan dalam penyebaran Islam di Indonesia karena sesudah mendikan pedagang di kanton ( cina selatan ) dan mendirikan perkampungan pedagang di pantai timur Sumatra, Dan mazhab yang di anut orang Indonesia memiliki persamaan dengan kebudayaan Islam Persia .

2.2 Proses Masuknya Ajaran Agama Islam Dan Pembawanya Selanjtunya tentang proses Islamisasi di nusantara, menarik untuk di perhatikan beberapa pendapat berikut : Pertama, teori perkawinan, Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa kesuksesan Islamisasi di nusantara lebih karena peran para pedagang muslim. Digambarkan, bahwa seraya berdagang mereka juga menyebarkan Islam. Di antaranya dengan cara melakukan perkawinan dengan perempuan lokal sehingga terjadi konversi perkumpulan agama dsan terbentuklah kelompok lokus lokus komunitas muslim setempat, Selanjutny, mereka juga berusaha menikahi perempuan bangsawan dengan harapan anak keturunannya akan beroleh kekuasaan politik yang dapat di pakai untuk menyebarkan agama Islam. Segaris dengan pemikiran ini, J.C. van Leur mengemukakan adanya motif ekonomi dan politik dalam persoalan konversi penduduk atau penguas lokal di nusantara. Menurutnya, penguas pribumi yang ingin masuk dan berkembang dalam perdagangan internasional kala itu yang terbentang dari Laut Merah hingga Laut cina akan cenderung menerima Islam karena dominasi kekuatan muslim di sektor itu. Di samping pula untuk membentengi diri dari jejaring kekuasaan MajaPahit. Kedua, teori perdagang. Melalui pedagang pedagang Arab, Persia, dan Gujarat

yang berdagang , maka masyarakat indonesia mengenal Islam. Ketiga, teoridakwah, Banyak pemuda yang sudah tamat pesantren, mulai berdakwah menyebarkan agama Islam di daerah masingmasing. Berikut adalah para wali yang telah menyebarkan ajaran agama Islam 1. Maulana Malik Ibrahim dengan nama asli Syeikh Magribi , menyebarkan Islam di jawa imur, 2. Sunan Ampel dengan nama asli Reden Rahmat, menyebarka Islam di Ampel surabaya , 3. Sunan Bonang adalah putra sunan Ampel memiliki 4. Sunan derajat nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang ( tuban ) juga putra dari sunan Ampel dengan nama asli adalah Syarifuddin, menyebarkan islam di Gresik/Sedayu 5. Sunan giri dengan nama asli adalah raden Paku, menyebarkan Islam di Bukit giri, Gresik 6. Sunan Kudus, dengan nama asli adalah Syekh Jafar Shodik, menyebarkan islam di Kudus 7. Sunan Kalijaga dengan nama asli Raden Mas Syahid / R. Setya, menyebarkan Islam di Demak 8. Sunan Muria adalah putra sunan Kalijaga, dengan nama asli Raden Umar Syaid, menyebarkan Islam di Gunung Muria 9. Sunan Gunung Jati, dengan nama Aasli Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa barat, Cirebon Keempat, teori pendidikan. Banyak didirikan pondik-pondok pesamntren yang menampung pemuda-pemuda untuk belajar agama Islam. Kelima, teori kesenian. Elalui pertunjukan wayang dan seni gamelan mala Islam disebarkan oleh para wali atau mubaligh. Beberapa kesimpulan uang dikemukan oleh para ulama-ulama terdahulu Pertama, Islam dibawa langsung dari Arabia; kedua, Islam diperkenalkan oleh paraguru dan penyiar Profesional _ yakni mereka

yang memang secar akhusus bermaksud menyebarkan Islam; ketiga, yang mula-mula masuk islam adalah parea penguasa; dan keempat, kebayakanm para penyebar Islam profesinal ini datang ke Nusantara pada abad ke-12 dan ke-13. Jadi dengan mempertimbangkan berbgai uraian diatas, dapat dinyatakan bahwamungkin benar islam memang telah diperkenalkan awal mula sejak abad-abad Hijriyah (sekitar abad ke-7 M), namun akselerasi persebaran Islam secara nyata baru terjadi sekitar abad ke-12 M dan masa-masa seajutnya. Feomena yang terjadi terkait islam dan gerakan pembebasan yang menjadi dasar dari sejarah modern umat islam, yaitu : freformasi, identifikasi dan afirmasi. Dengan terpukumpulnya tigal hal tersebut aka memberikan aspek dinamis yang sebelumnya telah demikian meredup di dunia islam. Paya identifikasi lantas bergerak sebagai proses pencarian otentisitas yang memberi dasar legitimasi yang membedakan diri (deferensiasi) dari kaum penjajah barat, baik yang kapitalis maupun marxis. Sementara keniscayaan untuk melakukan reformasi yang pada mulanya secara tidak sadar cenderung dengan meniru barat kemudian bergerak sebagai leinginan untuk mengetahui rahasia kesuksesan dunia teknis-material peradaban barat sekaligus penagasan atas kebokbrokan dunia spiritual mereka., pada konteks ini, reaksi islam terhadap barat tampak sebagao model keunggulan dibidang sians dan teknologi, dan sisi lain sebagai objek serangan dan perlawanan. Di sini, afirmasi (peneguhan) tentang keunggulan islam sebagai basis ideologi merupakan percampuran antara glorifikasi (ingatan akan kejayaan) masa lalu dan kesadaan terhadap perlunya pembaharuan doktrin ajaran atau pemahaman keagamaan mereka. Jika menegok sejarah agama-agama, dengan mudak akan dapat diketemukan fakta ang menujukan bahwa banyak agama mengalami persebaran hingga keluar jauh dari wilayah asal

pertumbuhannya. Bahkan tak jarang, suatu agama justru dapat bekembang dengan jumlah pengikut yang lebih besar di wilayah lain di luar wilayah asalnya. 2.3 Fase perkembangan Ajaran Islam Untuk memotret hal inimenarik dicermati dinamika kesejarahan islam secara garis besar dapat dibagi kedalam 3 (tiga) periode besar perkembangan : 1. Periode Klasik 2. Periode pertengahan 3. Periode modern Pada periode klasik (650-1250 M) islam mengalami dua fase penting : (1) Fase ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan (6501000 M). Di fase inilah islam di bawah kepemimpinan para khalifah menghalami perluasan pengaruh yang sangat signifikan, kearah barat melalui afrika utara islam mencapaispanyol dan kearah timur melalui persia islam sampai ke india. Masa ini juga ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan (dibidang agama maupun non agama) dan kebudayaan. Dalam bidang hukum dikenal para imam mazhab seperti Malik, Abu Hanifah, Syafii dan Ibn Hambal. Dibidang teologi dikenal tokoh-tokoh seperti Abu Hasan al-Asyari, al-Muturidi, Wasil ibn Atha al-Misri, Abu Yazid al-Bustami, dan al-Jubai. Dibidang tasawwufan dikenal Dzunnun al-Mirsi, Abu Yazid al-Bustami, alHallaj, dan lain lagi. Sementara dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan kiata mengenal al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Miskawaih, Ibn al-Haytsam, Ibn Hayyan, al-Khawarizmi, al-Masudi dan al-Razi; (2) Fase disintegrasi (1000-1250 M) yang ditandai dengan pepecahan dan kemunduran politik umat islam hingga berpuncak pada terenggutnya Baghdad oleh bala tentara Hulagu ditahun 1258 M.

Periode pertenganan (1250-1800 M) mempunyai dua fase penting (1) Fase kemunduran (1250-1500 M) yang penuh diwarnai perselisihan yang terus meningkat dengan sentiman mazhabiyah (antara Sunni dan Syiah) maupun sentimen etnis (antara Arab dan Persia). Pada masa inilah dunia islam terbelah yang kemudian diperparah dengan meletusnya pandangan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Sementara perhatian terhadap dunia ilmu pengetahuan, melemah, kekuatan Kristen (dimana Perang Sakib telah dimaklumatkan oleh Paus Urbanus II sejak dalam Konsili Clernont tahun 1095 M) justru kian menekan dunia Islam. (2) fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M) yang dimaksud disini adalah kerajaan yang dimaksud adalah kerajaam Usmani (ottoman Empire) di Turki, kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India. Pada masa kejayaannya, masing-masing kerajaan ini memiliki keunggulan khas di bidang literatur dan arsitektur sebagaimana terlihat melalui keindahan masjid-masjid dan bagnunan kainnya yang lahir ketika itu. Sedangkan perhatian pada riset ilmu pengetahuan masih terbilang sangat kurang sehingga turut memberi kontribusi pada menurunnya kekuatan militer sekaligus politik umat Islam. Sisi lain, dunia Kristen dengan kekayaan yang terus berlimpah yang diangkut dari Amerika dan Timur jauh semakin maju baik dalam bidang imlu pengetahuan dan kekuatan milternya maka sejarah lahirnya mencatat, kerajaan Usmani terpukul kalah di wilayah eropa, kerajaan Safawi terdesak oleh suku-suku Afghan, dan kerajaan Mughal kian mengekerut ditekan raja-raja India. Puncaknya, Mesir sebagai salah satu simbol dan pusat peradalam islam ketika itu runtuh dibawah penaklukan Napoleon ditehun 1798 M. Periode modern (1800 M dan seterusnya) dikenal era kebangkitan kembali umat islam. Kekalahan demi kekalahan tampaknya mulai menyadarkan dunia islam bahwa dunia barat telah mengalami kemajuan sedemikan tinggi yang takkan mungkin tkawan

dengan mengandalkan kekuatan di berbagai aspeknya yang berada dalam keadaan lemah ketika itu. Dari sinilah muncul ide-ide pembaharuan yang bermaksud merekonstruksi keadaan dan kualitas umat islam sehingga memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi eksansi militer, politik imperialis, dan juga peradaban kolonia barat yang semank lemah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dapar dilihat dari beberapa sisi antra lain sebagai berikut : a. Ilmu Keagamaan Sekurangnya ada 2 cara yang dilakukan oleh para ulama dalam menumbuhkembangkan ajarannya yaitu: 1. Membentuk kader-kader ulama yang akan bertugas sebagai mubaligh 2. Melalui karya-karya tulisan yang tersebar dan dibaca kaum muslim di nusantara. Karya-kara itu mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan, baik berupa pemikiran dan ilmu-ilmu agama di Indonesia pada masa tertentu. Seorang ulama Syekh Muhammad Naquib Alatas menyatakan bahwa pada abad ke-XVI dan ke-XVII banyak bermunculan tulisan cendikiawan muslin di Indonesia yang berupa sastra filsafat, metafisika, dan geologi, bahkan tidak terdapat bandingannya pada jaman itu di Asia Tenggara, seiring itu pula pemikiran Islam dipusat dunia telah mapan ilmuan-ilmuan muslin Indonesia antara lain sebagai berikut : 1. Hamzah Fansuri dari Sumatra Utara dengan karyanya berjudul Asrarul Arifin Filbayan ila Suluk wat Tauhid 2. Syamsudin As Sumatrani dengan karyanya berjudul Miratur Mukmin 3. Nurrudin Ar Ranirri yang berasal dari India dan merupakan keturunan Arab Quraisi Hadra Maut karyanya yang berjudul Al

Shirat al Mustaqim, Bustan as Salatin dan Tibyan fi Marifat Al Adiyan 4. Abdul Muhyi dari jawa dengan karyanya Martabat Kang Pitu 5. Sunan Bonang dengan karyanya Suluk Wujil 6. Ronggowarsito dengan karyanya Wird Hidayat Hati b. Arsistek Bangunan Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan terdiri dari ribuan suku, bangsa dan adat kebiasaan serta kebudyaan maka arsitektur bangunan Islam di Indonesia tidak sama atara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Hasil seni bangunan pada jaman pertumbuhan dan perkembangan Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut : b. Mesjid Mesjid-mesjid seperti mesjid kuno Demak, Sandang Duwur Agung Kesepuhan Cirebon, Mesjid Agung Banten, dan Baiturrahman di Aceh. Menunjukan keistimewaan dalam bentuk yang persegi empat c. Arsitek Bangunan lain Beberapa mesjid terdapat seni bangunan yang menyerupai bangunan pada jaman Hindu di Indonesia

2.4 Bukti Perkembangan Ajaran Islam Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dapat dilihat dari beberapa sisiantara lain : c. Ilmu Keagamaan Perjuangan umat islam oleh para ulama danmasyarakat tidak pernah berhentisejak kehadirannya sehingga poada masa kemerdekaan dalam berbagai aspek. Ada dua cara yang dilakukan para ulama untuk mengembangkan ajaran islam

1. Membentuk kader-kader ulama yang akan bertugas sebagai mubaligh. Membentuk lembaga-lembaga islam seperti: pesantrden dan mendirikan surau. 2. Melalui karya-karya tulisan yang akan dibaca oleh kaum muslm, berupa karya-karya pengatahuan d. Arsitek Bangunan Hasil-hasil senibangunan padazaman pertumbuhan dan perkembangan islam di idonesia antara lain : 1. Masjid kuno a. Masjid kuno demak b. Sandang Duwur Agung Kasepuhan Cirebon c. Masjid Agung Banten d. Maiturrahman diAceh Menunjukkan keistimewaan dalam bentuknya yang persegi 4 dengan bagian kaki yang tinggi dan pejal. Atapnya bertumpang dua, tiga, lima, ataui lebih, dikelilingi parit/kolam, mimbarnya lengkung berpola kalamakara, dan mimbar yang mengingatkan akan ukiran pola teratai mastaka/memola. Bentuk-bentuk tersebut menunjukan seni bagunan tradisonal yang telah dikenal diindonseia sebelum kedatangan islam. 2. beberaoa c. Seni Rupa Seni ukir relief yang menghiasi masjid, makam islam yang berupa suluran tubuh-tubuhan, namun terjadi pula sinkretsme (paduan dua aliran seni logam) d. Seni Sastra Bentuk seni sastra yang berkembang : 1. Hikayat (cerita/dongeng) yag berpangkal dariperistiwa tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan masjid masih terdapat seni bangunan yang menyerupai bangunan meru pada zaman hindu di indonesia

bebas/prosa) contoh :hokayat 1001 malam, Hokayat Amir Hamzah, Hikayat Pandawa lima (hindu) Hikayat Srirama (hindu) 2. Babad adalah kisah rekaan pujangga karaton sering dianggapsebagai peristiwa sejarah. Cotoh : Babad Tanah Jawi (jawa kuno) baba Cirebon 3. Suluk adalah kitab yang membentangkan Tasawwuf. Contoh : suluk Surakarta, Suluk Wijil, Suluh malang Sumirang. 4. Primbon adalah hasil karya yang sangat dekat dengan suluk, karena berbentuk kitab yang berisi ramalan keajaiban, penentu hari baik/buruk. 2.5 Konsep Peradaban dan Hubungan Negara dan Agama Dalam perkembangan peradaban manusia, ahama senantiasa memiliki hubungan dengan negara. Hubungan agama dan negara mengalamipasang surut seiring dengan perkembangan pemahaman pemaknaan terhadap agama dan negara itu sendiri. Ada suatu mas dimana negara sangat dekat dengan agama ataubahkan menjadi negara agama. Di saat lain, terdapat pula masa-masa agama mengalami ketegangan dengan negara. Puncak hubungan antar negara dan agama terjadi ketika konsepsi kedaulatan Tuhan dalam pelaksanannya diwujudkan dalam diri Raja. Kedaulatan Tuhan (Theoctacy) dan Kedaulatan raja berhimpit satu sama lain sehingga kekuasaan raja adalah absolut yang mengukung perdaban manusia pada abad pertengahan. Kondisi tersebut melahirkan gerakan sekularisme yang berusaha pemisahkan institusi negara dari institusi agama, antara negara dan gereja. Namun supaya sekularisasi tersebut hingga satu masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan krusial hubungan negara dan agama. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa wilayah kehidupan keagamaan dan wilyah kenegaran memang dapat dan mudah

dibedakan satu sama lain, nemun tidak mudah untuk dipisahkan. Penyatuan antara kedaulatan Tuhan dengan kedaulatan raja telah melahirkan pemerintahan absolut dan menyebabkan terjadinya kezaliman yang tidak berperikemanusiaan. Dalam dunia islam konsep yang merupakan pernyataan antara kedaulatan Tuhan dengan kedauatan raja terjadi pada saat : a. Ketika perkataan Khalifah al-rosul sebagai konsep politik disalah ppahami dan dicampurkan pengertiannya dengan perkataan Khalifah Allah sebagai konsep filosofi b. Konsep Khalifah alRosul yang rasional dan demokratis dimanipulasikan makanya sehingga tunduk pada warisan sistem feodal tradisi kerajaan yang bersifat turun-temurun Walaupun gerakan sekularisasi telah muncul bersamaan dengan masa pencerahan (renaissace) namun hingga saat ini pemisahan urusan agama dan soal-soal kenegaraan secara empiris benar-benar dapat dipisahkan. Sebab utamanya adalah para pengelola negara adalah manusia biasa yang terkait pada beberapa norma yang hidup dalam masyarakat, termasuk norma agama. Negara dan agama, bahkan dinegara sekuler sekalipun, tidak dapat dipisahkan begitu saja. Sebabnya ialah para pengelola negara adalahjuga manusia biasa yang juga terikat dalam berbagai macam norma yang hidup dalam masyarakat, termasuk juga norma agama, misalnya, meskipun negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda adalah negara dipermaklumkan sebagai negara sekuler, tetapi banyak kasus menujukkan bahwa keterlibatannya dalam urusan keagamaan terus berlangsung dalam sejarah. Di satu segi, nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh pribadi para penyelenggara negara turut mempengaruhi materi dan proses pengambilan keputusan ditingkat kenegaraan. Misalnya, Preseiean Goerge W Bush ketika bereaksi terhadap peristiwa yang menimpa

gedung kembar World Trade Center tanggal 11 September 2001, tanpa sadar mengaitkan upaya memerangi terorisme di balik peristiwa itu dengan perkataan the second crusial )perangsuci) setelah perangsuci pertama yang dikenal dalam catatan sejarah dimasa lampau antara kaum muslim dengan bangsa-bangsa eropa yang beragama nasrasi. Di pihak lain, negara dan kebijakan pemerintahan modern dalam sejarah juga tidak dapat melepaskan sama sekali keterkaitan dan intervensinya ke dalam urusan-urusan keagamaan, bahkan dan alinh demokrasi, justru kegiatan kenegaraannya dapat diangap paling dekat dan paling mencerminkan nilai-nilai keagamaan yang dianut penduduknya. Dalam konteks Indonesia, karena salah satu nilai dasar negara adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka hukum negara harus mencerminkan esensi kadilan berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa, yang diwujudkan melalui prinsi hirarki norma dan elaborasi norma. Sumber norma yang mencerminkan keadilan berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa itu dapat datang dari mana saja, termasuk misalnya dari sistem syariat islam ataupun nilai-nilai yang berasal dari tradisi Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Pada saat nilai-nolai yang terkandung didalamnya telah diadopsikan, maka sumber norma syariat itu tidak perlu disebut lagi, karena namanya sudah menjadi hukum negara yang berlaku untuk umum. Disisi lain, hukum negara yang berpuncak pada undangundang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 tidak boleh bertentangan dengan keyaknan-keyakinan hukum atau keyakinan keagamaan segenap warga negara Indonesia yang menjadi subjek hukum yang diatur oleh hukum Nasional Indonesia yang berdasartkan pancasila itu. Sesuairisip Ketuhanan Yang Hama Esa, sudah dengan sendirinya tidak boleh ada hukum Negara Indonseia

yang bertantangan dengan norma-norma agama yang diyakini oleh warga Negara Indonesia sendiri. Norma hukum nasional yang demikian itu berlaku umum untuk semua warga negara tanpa kecuali. Oleh karena itu nama atau sebutan bagi norma hukum yang bersifat nasional demikian itu tidak perlu disebut atau dikaitkan dengan nama norma suatu agama tertentu yang dapat meninbulkan kesalah pahaman yang justru dapat menibulkan kesulitan dalam upaya menegakkan norma hukum yaitu dalam kenyataan. Sebutan resminya cukuplah sebagai hukum Nasional Indonsia yang berdasarkan Pancasila. Sedangkan isinya sangat boleh jadi atau memiliki pontensi yang sangat kuat untuk bersuber dari esensi ajaran agama yang dianut oleh warga Negara Indonesia. 2.6 Konsep Peribadatan dan Hubungan antar Agama a. Enam Gama Utama diIndonsia 1. Islam Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, dengan 88% dari jumlah penduduk adakah penganut ajaran islam. Mayoritas muslim dapat dijupai diwilayah Barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatra,. Sedangkan diwilayah Timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar dikawasan barat. Sekitar 98% muslim diindonesia adlaah penganut aliran sunni sisanya sekitar dua juta pengikut adalah syiah (di atas satu persen) berada di Aceh Sejarah islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman dan kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Pada abad ke-12 , sebagian besar pedagang orang islam dari india tiba di pulau Sumatera, jawa dan Kalimatan. Hindu yang dominan beserta kerajaan budha,

seperti Majapahit dan Sriwijaya, mengalami kemunduran, dimana banyak pengikutnya berpindah agama ke islam. Dalam jumlah yang lebih kecil, banyak penganut hindu yang perpinah ke Bali, sebagian Jawa dan Sumatera. Dalam beberapa jenis ajaran islam diindonsia diperkirakan dalam bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan islam darah tumur tengah. 2. Kristen katolik Agama katolik untuk petyama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian ertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Akta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersbut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku Daftar berita-berita tentang gejala-gejala dan pertapaan dari propinsi mesir dan tanah-tanah diluarnya. Yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan serani yang tersebar di mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India, Indonesia Dengan terus dilakukan menyelidikan berita dari Abu Salih al-Armin kita daat mengambil kesimpulan 3. Kristen Protestan Kristen protestan berkembang di indonesia selama masa kolonial belanda,pada sekitar abad ke -16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham protestan di indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke 20.

4. Hindu Kebudayaan dan agama Hindu tiba di indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama budha, kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Budha, seperti kutai,mataram,dan majapahit,Candi prambanan adalah kuil hindu yang dibangun semasa kerajaan majapahit semasa dinasti sanjaya, kerajaan ini hidup hingga abad ke 16 M, ketika kerajaan islam mulai berkembang. Periode ini, dikenal dengan periode hindu indonesia, bertahan selama 16 abad penuh. 5.Buddha Buddha merupakan agama tertua ke dua di indonesia, tiba sekitar abad ke 6 M, sejarah buddha di indonesia berhubungan erat dengan sejarah hindu, sejumlah kerajaan buddha telah dibangun sekitar periode yang sama.seperti kerajaan seilendra, sriwijaya dan mataramm,kedatangan agama buddha telah dimulai dengan aktifitas perdagangan yang mulia pada awal abad pertama melalui jalur sutra, antara india dan indonesia.sejumlah warisan dapat ditemukan di indonesia, mencakup borobudur di magelang, dan patung/prasasti dari sejarah kerajaan buddha yang lebih awal. 6.Konghucu Konghucu berasal dari cina daratan yang dibawa oleh para pedagang tionghoa dan imigran.di perkirakan pada abad ke 3M, orang tionghoa tiba dikepulauan nusantara berbeda dengan agama yang lain,konghucu lebih menitik beratkan pada kepercayaan dan praktek yang individual.

b. Hubungan antar Agama Walaupun pemerintah Indonesia mengenali sejumlah agama berbeda, konflik antar agama tidak dapat terelakkan, di masa orde baru suharto mengeluarkan perundang-undangan yang beberapa kalangan dirasa sebagai anti tionghoa, presiden suharto mencoba membatasi apapun yang berhubungan dengan budaya tionghoa.mencakup nama dan agama tionghoa,sebagai hailnya , buddha dan konghucu telah diasingkan. Pemerintah telah berniat untuk mengurangi konflik/ketegangan tersebut dengan pengusulan kerja sama antar agama.kementrian luar negri, bersama organisasi islam terbesar di Indonesia Nahdatul Ulama, yang dipegang oleh sarjana islam Internasional, memperkenalkan ajaran agama islam moderat, yang mana akan dipercaya dapat mengurangi ketegangan tersebut.

BAB III PENUTUP Penutup Syukur alhamdulillah kami panjatka kehadirat ALLAH SWT, karena kami telah menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah kami ini dapat bermanfaat bagi pembaca.Amin...

Kesimpulan Bukti Islam, masuk melalui Berita marcopolo (Venesia, Italia ) th 1292, singgah ke perlak. Batu nisan makam sultan Malik al Saleh, 1297 yang merupakan sultan pertama samudra pasai. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat, ada tiga teori besar: Pertama, teori Gujarat, Islam di percayai datang dari wilayah Gujarat- India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke- 13 M. Berperan kareana Samudara pasai mempunyai hubungan yang erat dengan Gujarat dan adanya perkampungan pekajon ( koja = pedagang ) Kedua, teori Makkah, Islam di percayai tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke 7 M.Proses masuknya ajaran agama islam di antara nya,perkawinan perdagangan,dakwah,pendidikan ,kesenian. dicermati dinamika kesejarahan islam secara garisbesar dapatdibagike dalam 3 (tiga)periode besar perkembangan : 1. Periode Klasik 2. Periode pertengahan 3. Periode modern Dalam dunia islam konsep yang merupakan pernyataan antara

kedaulatan Tuhan dengan kedauatan raja terjadipada saat :

a. Ketika perkataan Khalifah al-rosul sebagai konsep politik disalah ppahami dan dicampurkan pengertiannya dengan perkataan Khalifah Allah sebagai konsep filosofi b. Konsep Khalifah al-Rosul yang rasional dan demokratis dimanipulasikan makanya sehinggatunduk pada warisan sistem feodal tradisi kerajaan yang bersifat turun-temurun Saran Dengan tersusunnya makalah ini kami mengharapkan masyarakat lebih memahami sejarah islam dan hubungan antara agama. Akhirnya kami atas nama penyusun sangat menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan makalah kami ini masih banyak kekurangan. Untuk itu berbagai kritik dan saran sangat diharapkan bagi kami.

DAFTAR PUSTAKA Asmadi, 2008. Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta : Buku Kedokteran (EGC Hidayat, A. Aziz Alimul, 2004, Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika