Anda di halaman 1dari 12

D

ISLIPIDEMIA

Be Healty by Your Food

Jalum VIII A Kelompok 4

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR AKADEMI GIZI SURABAYA 2013 Jl. Bendul Merisi, 126 Surabaya Jawa Timur

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 1

A. PENGERTIAN DISLIPIDEMIA Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL (Sunita, 2004). Ketiganya dikenal sebagai trias lipid, yaitu: a. Kolesterol total Banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kadar kolesterol total darah dengan resiko penyakit jantung koroner (PJK) sangat kuat, konsisten, dan tidak bergantung pada faktor resiko lain. b. Kolesterol HDL dan kolesterol LDL Bukti epidemiologis dan klinis menunjang hubungan negatif antara kadar kolesterol HDL dengan penyakit jantung koroner. Intervensi obat atau diet dapat menaikan kadar kolesterol HDL dan dapat mengurangi penyakit jantung koroner.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 2

Trigliserida Kadar trigliserida diantara 250-500 mg/dl dianggap berhubungan dengan penyakit jantung koroner apabila disertai adanya penurunan kadar kolesterol HDL. Kadar lemak darah Kisaran Ideal dalam tubuh (mg/dl) Kolesterol Total 120-200 LDL 60-160 HDL 35-65 B. KLASIFIKASI DISLIPIDEMIA a) Dislipidemia Primer Yaitu kelainan penyakit genetik dan bawaan yang dapat menyebabkan kelainan kadar lipid dalam darah. b) Dislipidemia Sekunder Yaitu disebabkan oleh suatu keadaan seperti hiperkolesterolemia. Dan dislipidemia dapat disebabkan oleh gagal ginjal akut, penyakit hati, dan akromegali. C. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR LIPID TINGGI a. Faktor genetik Dislipidemia cenderung terjadi dalam keluarga, mendukung bahwa hal itu mungkin memiliki suatu penyebab genetic. Cara sederhana untuk menerangkan bahwa penyebab dislipidemia dari faktor genetik yiatu sebesar 80% dari kolestrol di dalam darah di produksi oleh tubuh sendiri ada sebagian orang yang memproduksi

c.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 3

kolestrol lebih banyak dibandingkan yang lain. Ini disebabkan karena factor keturunan. b. Faktor pola makan

Terjadi penyumbatan dan penyempitan pembuluh arteri koroner tersebut disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di bawah lapiasan terdalam (endothelium) dan dinding pembuluh nadi. Salah satu factor yang paling berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya penimbunan zat lemak ini adalah gaya hidup. Faktor obesitas Obesitas merupakan hasil interaksi kompleks antara factorfaktor genetic, pertilaku dan lingkungan menyebabkan ketidak seimbangan antara asupan dan pengeluaran energy. Peningkatan berat badan 20% atau lebih diatas berat badan normal adalah titik dimana kelebihan berat badan berkembang menjadi gangguan kesehatan. Orang dengan obesitas maka didalam tubuhnya cenderung akan banyak timbunan lemak yang berlebih, dan timbulnya lemak yang ada dalam tubuh ini akan menyebabkan penyempitan c.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 4

pada pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini kemudian akan dapat meningkatkan kadar kolestrol total dan LDL kolestrol. Faktor kebiasan merokok Bahan kimia yang berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida, dan logam berat dalam asap rokok. Nikotin dalam rokok dapat mempercepat proses penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan dan penyempitan ini bisa terjadi pada pembuluh darah koroner, yang bertugas membawa oksigen ke jantung. Selain mempurburuk profil lemak atau kolestrol darah, rokok juga dapat meningkatkan tekanan darah dan nadi. Kurang keteraturan berolahraga. Aktifitas yang efektif dapat menurunkan kadar kolestrol yaitu berupa olahraga teratur yang dilakukan minimal tiga kali seminggu masing-masing dengan lama waktu antara kurang lebih 45 menit. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang melibatkan otot-otot besar tubuh seperti paha, lengan atas serta pinggul,seperti senam, aerobic, jalan kaki, berenang, jogging, atau bersepeda. Olahraga merupakan bagian dari aktifitas fisik yang dilakukan untuk tujuan memperoleh manfaat kesehatan. e. d.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 5

f.

Manfaat olahraga yang teratur yaitu : Meningkatkan kadar HDL kolestrol. Memperbaiki fungsi paru dan pemberian O2 ke miokard. Menurunkan berat badan sehingga lemak tubuh yang berlebihan berkurang bersama-sama dengan menurunkan LDL kolestrol. Membantu menurunkan tekanan darah. Meningkatkan kesegaran jasmani.

Stress Secara sederhana stress dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana individu terganggu keseimbangannya. Stress terjadi akibat adanya situasi eksternal atau internal yang memunculkan gangguan dan menurunkan individu untuk berespon adaptif. Dalam sebuah penelitian menunjukkan orang yang stress 1,5 x lebih besar mendapatkan resiko PJK daripada orang yang tidak stress karena dengan adanya stress terjadi peningkatan kolestrol darah dan tekanan darah dalam tubuh.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 6

D. FAKTOR RESIKO DISLIPIDEMIA Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol). Penyempitan pembuluh darah Aterosklerosis (proses pembekuan plak pada pembuluh darah). Aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menunju ke otak maka akan menyebabkan stroke. Apabila berlanjut akan menyebabkan matinya jaringan otot jantung yang disebut infrak miokard, dan apabila meluas akan menimbulkan gagal jantung atau PJK (penyakit jantung koroner). Dislipidemia juga berkaitan dengan penyakit kencing manis atau diabetes mellitus (DM). Disfungsi ereksi kemampuan mencapai atau mempertahankan penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. E. PATOLOGI DISLIPIDEMIA Sebagian besar pasien dislipidemia sebelumnya mempunya iriwayat familial (riwayat penyakit kolesterol di keluarga), namun penyebabnya masih belum diketahui, Namun biasanya faktor risiko dislipidemia yang paling utama adalah disebabkan kelebihan berat badan dan pola makan.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 7

Orang dengan kelebihan berat badan (obesitas) dan pola makan tinggi lemak (terutama lemak hewani) Menyebabkan sintesis kolestrol di hati meningkat konsentrasi LDL (yang kaya kolestrol) ikut meningkat LDL akan berikatan dengan reseptor scavenger yaitu reseptor perantara pengumpulan kolestrol di makrofag, kulit dan pembuluh darah Menyebabkan menumpuknya kolesterol di sel makrofag, kulit dan pembuluh darah Memicu terjadinya penyakit aterosklerosis dan penyakit jantung koroner F. PENGELOLAAN DIET Pengelolaan diet dimulai dengan menilai pola makan pasien, mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta seberapa sering keduanya dimakan. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi, perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci, yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 8

Yang perlu diperhatikan pada diet ini:

Prinsip modifikasi jenis makanan:


Skip (menghindari makanan berlemak dan manis) Trim (membuang lemak pada daging) Pick (memilih blender sayuran dibandingkan jus buah manis) Chew ( mengunyah makanan samapai halus, 32 kali kunyahan) Nick (mengurangi jumlah makanan berisiko) karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana: merupakan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana juga tidak bisa menyimpan cadangan glikogen, misalnya nasi putih, roti, terigu, produk makanan jadi (biskuit, snek, gula-gula) Karbohidrat kompleks: membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah menjadi gula darah, sehingga tidak mudah melepaskan gula ke dalam darah. Contoh: roti gandum, sereal gandum, nasi merah, jagung, ubi dan singkong, oatmeal. Makanan Termogenik (membakar kalori): cabai, air es, teh hijau, jeruk nipis, cuka apel, tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai lainnya, telur (tanpa kuning), daging ayam (tanpa kulit), ikan kakap, ikan tuna, ikan kembung, ikan tongkol, ikan belanak, berbagai jenis udang, kepiting, kerang.

Menggantikan

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 9

Hindari pengggunaan lemak jenuh. Kebanyakan


berasal dari lemak hewani: daging, makanan laut, keju, susu, es krim, kulit unggas, dan kuning telur. Beberapa tumbuhan juga tinggi lemak jenuh seperti kelapa, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Hindari penggunaan lemak trans. Asam lemak trans adalah lemak yang diproduksi melalui pemanasan minyak sayur dengan adanya kehadiran hidrogen. Lemak trans bahkan memperburuk kadar kolesterol ketimbang lemak jenuh karena meningkatkan LDL dan menurunkan HDL. Ganti penggunaan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dijumpai pada produk lemak nabati seperti minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ada dua kategori utama, yaitu lemak tak jenuh rangkap seperti minyak bunga matahari, jagung, dan kedelai, dan minyak tak jenuh tunggal yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak kanola, zaitun, kacang tanah. Gunakan daging yang tidak berlemak: daging ayam kampung atau daging ikan yang berwarna putih atau bahan pangan nabati seperti tahu, tempe atau jenis kacang-kacangan lainnya sebagai sumber protein. Disiplidemia membutuhkan tambahan protein, kalsium dan fosfor: susu kedelai, yogurt, susu non fat atau susu skim, khususnya yang mengandung serat. Pengganti produk susu seperti keju adalah cottage cheese yang terbuat dari susu skim.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 10

Tingkatkan konsumsi sayuran dan buah, khususnya yang mengandung serat solubel seperti: Labu siam, terong, oyong atau gambas, kembang kol, bayam, kacang kacangan, melon, semangka, belimbing, jambu biji. Gunakan makanan tinggi serat solubel seperti : agaragar, rumput laut, kolang-kaling, cincau, selasih sebagai minuman atau makanan camilan.

Cara memasak
1. Memasak lebih diutamakan dengan merebus, mengukus, menumis, hindari memanggang. 2. Sayuran sebaiknya dimasak setengah matang. 3. Gunakan penggorengan anti lengket, sehingga mengurangi penggunaan minyak goreng. 4. Dihindari cara masak dengan banyak minyak (contoh: menggoreng).

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 11

Mengapa aktivitas fisik penting? Aktivitas fisik secara rutin bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita dalam berolahraga. Dan yang tak kalah penting adalah untuk pencegahan primer maupun sekunder dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Kurang gerak merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Bila dilakukan secara rutin, aktivitas fisik bisa membantu mengontrol kadar lipid dalam darah, diabetes, dan obesitas.

DISLIPIDEMIA
Be Healty by Your Food 12