Anda di halaman 1dari 4

Pertolongan Pertama 1. Jauhkan dari sumber trauma a. Api dipadamkan b. Kulit yang panas disiram air c.

Bahan kimia disiram air mengalir Cara mematikan api: a. Penderita dibaringkan b. Ditutup kain basah atau berguling-guling 2. Bebaskan jalan napas misalnya: a. Buka baju b. Lendir dihisap c. Trakeostomi dilakukan bila ada keraguan akan jalan napas 3. Perbaiki pernapasan (resusitasi pernapasan) 4. Perbaiki sirkulasi (pasang infus NaCl/ RL) 5. Terbakar di ruangan tertutup, kecurigaan keracunan CO, diberikan oksigen murni 6. Trauma asam/ basa, bilas dengan air mengalir terus-menerus 7. Baju, alas dan penutup luka/ tubuh diganti dengan yang steril Tindakan sebelum ke rumah sakit untuk melindungi luka: 1. Isolasi luka dari sekitarnya 2. Jaga luka agar tidak terjadi dehidrasi 3. Jaga luka agar dalam keadaan istirahat Gangguan yang segera terjadi: a. Akibat listrik: apneu, fibrilasi ventrikel b. Rasa sakit: bilas dengan air dingin c. Keracunan CO: sakit kepala, muntah-muntah. Segera diberikan oksigen murni Edema yang luas dan mendadak merupakan altar belakang gangguan sirkulasi terjadi karena: 1. Perubahan permeabilitas pembuluh darah. Koloid dengan berat molekul sampai 300.000 dapat keluar dari pembuluh darah menyebabkan menurunnya tekanan onkotik. Hal ini menyebabkan mudahnya cairan keluar dari pembuluh darah.

2. Potensial membran sel menurun dengan akibat Na dan air masuk dan K keluar sel. Pada keadaan ini antara lain menyebabkan peristaltik usus menurun. Pada percobaan (laki-laki 70kg, 170 cm), luka bakar pada tungkai 18%, terkumpul cairan 2,4 L.

TERAPI CAIRAN Tujuan Memperbaiki sirkulasi dan mempertahankannya. Indikasi a. Luka bakar derajat 2 atau 3 > 25% b. Tidak dapat minum Terapi cairan dihentikan bila intake oral dapat menggantikan parenteral. Cara resusitasi Menurut EVANS Hari I: - berat badan (kg) x % luka bakar x 1 cc (elektrolit/ NaCl) per 24 jam - berat badan (kg) x % luka bakar x 1 cc koloid per 24 jam - 2000 cc glukosa 10% Hari II: Hari II: - pemberian cairan diberikan setengah dari jumlah cairan hari pertama - pemberian cairan diberikan setengah dari jumlah cairan hari kedua

* Diuresis penderita luka bakar harus sekurang-kurangnya 1 cc/kgBB/jam. Hal yang harus diperhatikan: 1. Jenis cairan 2. Permeabilitas akan membaik setelah 8 jam pasca trauma 3. Koloid 4. Penderita akan persangkaan gangguan sirkluasi datang terlambat atau dalam keadaan syok harus ditangai sebagai syok hipovolemik Untuk monitor pasang: - Kateter urine - CVP. Bila CVP + 4 atau lebih, maka harus hati-hati Pemberian cairan: 1. Jumlah volume cairan merupakan perkiraan 2. Pemberiaan disesuaikan dengan monitoring 3. Setengah volume diberikan 8 jam pertama sejak trauma 4. Setengah sisa diberikan 16 jam berikutnya

5. Cairan tubuh yang diperlukan untuk mengatasi syok tidak termasuk dalam perkiraan volume cairan Monitoring sirkulasi: 1. Tensi, nadi, pengisian vena, pengisian kapiler, kesadaran 2. Diurese 3. CVP 4. Hb, Ht setiap jam Bila: 1. Diurese < 1 cc/kgBB 2 jam berturut-turut tetesan dipercepat 50% 2. Diurese > 2 cc/kgBB 2 jam berturut-turut tetesan diperlambat 50% 3. Hb, Ht, bila tidak ada penurunan kecuali pemberian cairan kurang 4. CVP dipasang, maksimal selama 4 hari, bila masih diperlukan, ganti CVP baru 5. Hb 10 gr% perlu dipersiapkan darah untuk transfusi BAXTER Pemberian cairan menurut Baxter Hari I: berat badan (kg) x 4 cc (RL) Hari II: koloid: 500-2000 cc + glukosa 5% untuk mempertahankan cairan. Cairan peroral dapat dimulai bila pasase usus baik. Keperluan cairan hari ketifa dan selanjutnya disesuaikan dengan diurese dan keadaan umum penderita. Perawatan Luka 1. Pencucian dengan larutan detergen encer 2. Kulit compang-camping dibuang 3. Bila luka utuh > 5cm cairan dihisap, < 5cc dibiarkan 4. Luka dikeringkan, diolesi mercurochrom atau Silver Sulfa Diazine (SSD) 5. Perawatan terbuka atau tertutup dengan balutan 6. Pasien dipindahlan ke ruangan steril Perawatan di Ruangan 1. Perawatan terbuka dengan krem SSD, merupakan obat yang dapat menembus eskar 2. Mandi dua hari sekali dengan air mengalir 3. Eskarotomi dilakukan bila ada penekanan saraf/ pembuluh darah

4. Eskarotomi di ruangan lain bila eskar mulai melunak 5. Skin graft lakukan setelah mulai ada granulasi Antibiotik 1. Disesuaikan dengan epidemiologi kuman di ruangan 2. Pemberian selanjutnya disesuaikan dengan hasil kultur Toksoid-ATS Toksoid diberikan pada semua pasien 1 cc setiap 2 minggu/ selama 3 hari Antasid Obat diberikan untuk mengurangi keasaman lambung. Nutrisi Pemberian nutrisi dititikberatkan pada jumlah kalori dan protein. Sangat diharapkan kalori yang masuk >60% dari perhitungan. Roborantia diberikan berupa: - Vitamin C - Vitamin B Kompleks - Vitamin A = 10.000 unit per minggu Fisioterapi Fisioterapi sejak hari dilakukan berupa latihan pernapasan dan pergerakan otot dan sendi. Laboratorium 1. Pemeriksaan Hb, Ht setiap 8 jam pada 2 hari pertama kemudian setiap 2 hari hingga 10 hari 2. Fungsi hati dan ginjal setiap minggu 3. Pemeriksaan elektrolit setiap hari pada minggu pertama 4. Pemeriksaan gas darah bila napas > 32 kali per menit 5. Kultur jaringan pada hari ke I, II, VIII