Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Berdasarkan laporan Analisa Uji Coba di Indonesia pada tahun 2005-2006

yang disusun oleh WHO yang bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan maternal dan neonatal. Kematian akibat tetanus di negara berkembang 135 kali lebih tinggi dibanding negara maju. Di Indonesia sekitar 9,8 % (18032 bayi) dari 184 ribu kelahiran bayi menghadapi kematian: imunisasi tetanus tetap rendah Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, Tetanus Neonatorum (TN) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi yang menempati urutan ke 5 dengan proporsi 5,5 %. Kematian bayi karena Tetanus Neonatorum (TN) disebabkan oleh infeksi basil tetani (Clostridium Tetani) dalam bentuk spora tahan bertahun-tahun di tanah dan saluran cerna, oleh karena itu penyakit TN tidak dapat dibasmi melainkan hanya ditekan angka kejadian TN hingga di bawah 1/10.000 kelahiran hidup. Salah satu faktor risiko TN adalah tidak adanya kekebalan terhadap infeksi tetanus. Rendahnya cakupan imunisasi TT terhadap ibu hamil di Indonesia menyebabkan kontribusi kematian karena TN terhadap kematian neonatal masih cukup tinggi yaitu 22 %. Imunisasi yang berkaitan dengan upaya penurunan kematian bayi diantaranyaadalah pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid) kepada calon pengantin wanita dan ibu hamil. Pada ibu hamil imunisasi TT ini diberikan selama masa kehamilannya dengan frekuensi dua kali dan interval waktu minimal empat minggu. Tujuan imunisasi ini adalah memberikan kekebalan terhadap penyakit tetanus neonatorum kepada bayi yang akan dilahirkan dengan tingkat perlindungan vaksin sebesar 90-95%. Oleh karena itu cakupan imunisasi TT ibu hamil perlu ditingkatkan secara sungguh-sungguh dan menyeluruh. Pemberian imunisasi TT tersebut dapat dilakukan di tempat pelayanan kesehatan seperti

puskesmas, posyandu, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karenanya kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan diri pada tempat tempat pelayanan kesehatan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan cakupan pelayanan imunisasi TT ibu hamil. Dalam rangka peningkatan frekuensi kunjungan ibu hamil ke bagian Kesehatan ibu dan Anak (KIA) di puskesmas diperlukan upaya Pemantauan wilayah Setempat (PWS) mengenai program KIA dan Imunisasi di Puskesmas.

2.

Tujuan

Petugas Peningkatan kinerja petugas puskesmas yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan pada ibu hamil dan neonatus Tersedianya pedoman pelaksanaan program posyandu di desa untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan neonatus.

Masyarakat Meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan mencegah kematian neonatorum

Pemerintah Daerah Meningkatkan kesehatan ibu dan anak yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kematian neonatorum.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Imunisasi Tetanus toxoid Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan

seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan. Program Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas pelayanan yang memadai. Pelaksanaan kegiatan imunisasi TT ibu hamil terdiri dari kegiatan imunisasi rutin dan kegiatan tambahan. Kegiatan imunisasi rutin adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dan terus-menerus harus dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan, yang pelaksanaannya dilakukan di dalam gedung (komponen statis) seperti puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, rumah bersalin dan di luar gedung seperti posyandu atau melalui kunjungan rumah. Kegiatan imunisasi tambahan adalah kegiatan imunisasi yang dilakukan atas dasar ditemukannya masalah dari hasil pemantauan atau evaluasi. Jadwal Imunisasi TT ibu hamil 1. Bila ibu hamil sewaktu caten (calon penganten) sudah mendapat TT sebanyak 2 kali, maka kehamilan pertama cukup mendapat TT 1 kali, dicatat sebagai TT ulang dan pada kehamilan berikutnya cukup mendapat TT 1 kali saja yang dicatat sebagai TT ulang juga 2. Bila ibu hamil sewaktu caten (calon penganten) atau hamil sebelumnya baru mendapat TT 1 kali, maka perlu diberi TT 2 kali selama kehamilan ini dan kehamilan berikutnya cukup diberikan TT 1 kali sebagai TT ulang. 3. Bila ibu hamil sudah pernah mendapat TT 2 kali pada kehamilan sebelumnya, cukup mendapat TT 1 kali dan dicatat sebagai TT ulang.

Efek Samping Efek samping jarang terjadi dan bersifat ringan, gejalanya seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara dan kadang-kadang gejala demam.

Vaksin TT (Tetanus Toxoid) Deskripsi Vaksin jerap TT ( Tetanus Toxoid ) adalah vaksin yang mengandung toxoid tetanus yang telah dimurnikan dan terabsorbsi ke dalam 3 mg/ml aluminium fosfat. Thimerosal 0,1 mg/ml digunakan sebagai pengawet. Satu dosis 0,5 ml vaksin mengandung potensi sedikitnya 40 IU. Dipergunakan untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir dengan mengimunisasi Wanita Usia Subur (WUS) atau ibu hamil, juga untuk pencegahan tetanus pada ibu bayi.

Kontraindikasi Vaksin TT Ibu hamil atau WUS yang mempunyai gejala-gejala berat (pingsan) karena dosis pertama TT.

BAB III PERMASALAHAN

Kunjungan dilakukan di desa cot meurbo Kec. Kuta Makmur di wilayah kerja Puskesmas Kuta Makmur pada hari Senin tanggal 7 desember 2012 yang dihadiri oleh 20 orang peserta. Adapun permasalahan yang di dapat antara lain : Kurangnya pengetahuan tentang imunisasi tetanus toxoid Masih banyak para ibu yang tidak melakukan suntik imunisasi TT pada saat hamil

BAB IV PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

Untuk Masyarakat : Melakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil Mengubah pola pikir para ibu yang salah menilai tentang tidak perlunya imunisasi TT Untuk Puskesmas atau petugas KIA dan KB : Melatih para bidan desa (bides) untuk lebih sering memberikan penyuluhan kepada para ibu yang hamil di desa-desa tentang pentingnya imunisasi tetanus toxoid

BAB V PELAKSANAAN

Kegiatan yang akan dilaksanakan :

Kegiatan Memberikan penyuluhan tentang Memberikan

Pelaksanaan penyuluhan sekaligus

pentingnya imunisasi tetanus toxoid melihat keadaan sekitar sekolah . pada ibu hamil penyuluhan berisikan : Pengertian imunisasi TT Pentingnya imunisasi TT Alasan mengapa TT perlu

diberikan serta manfaatnya

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI

6.1

Monitoring dan Evaluasi Monitoring Memberikan penyuluhan Tanggal 10 Desember 2012 4 Evaluasi orang wanita mau hamil

Tanggal 7 Desember 2012

tentangpengrtian imunisasi TT, pentingnya imunisasi TT,alas an mengapa harus diberikan serta manfaatnya

sudah

melakukan

suntikan tetanus toxoid setelah penyuluhan dilakukan

6.2

Kesimpulan Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan

seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan. Program Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Dengan melakukan penyuluhan ini, diharapkan para ibu yang hamil melakukan suntik imunisasi tetanus toxoid. dapat

6.3

Saran

Masyarakat: Mendukung program imunisasi yang telah direncanakan Rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan kesehatan

Untuk Puskesmas : Rutin dalam memonitoring kegiatan program KIA di desa-desa wilayah Puskesmas Kuta Makmur

Untuk Dinas Kesehatan : Rutin melakukan evaluasi kegiatan-kegiatan imunisasi didesa-desa

DAFTAR PUSTAKA

1.

Depkes RI., 2005. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1059/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan imunisasi

2.

BKKBN., 2005. Kartu Informasi KHIBA (Kelangsungan Hidup Ibu Bayi, dan Anak Balita).

10

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KEGIATAN UKM PROMOSI KESEHATAN Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Makmur Presentsi Telah dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2012 di Puskesmas Kuta Makmur

Kuta Makmur, 17 Desember 2012 Mengetahui: Pendamping Peserta

dr. KEMALASARI Nip. 197011112002122005

dr. EKA SULISTIA

11