Anda di halaman 1dari 7

MASALAH-MASALAH PADA LANSIA A. EPILEPSI Adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejan berulang.

Gejala : Kejang parsial simplex dimulai dengan muatan listrik di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita mengalami sensasi. Gerakan atau kelainan psikis yang abnormal, tergatung kepada daerah otak yang terkena. Jika terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan : jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam, maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami dj vu (merasa pernah mengalami keadaan sekarang di masa lalu). Penyebab : Tumor, infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abmormal. Pencegahan Jika penyebabnya adalah tumor, infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diobati terlebih dahulu. Jika keadaan tersebut sudah teratasi, maka kejangnya sendiri tidak memerlukan pengobatan. Jika penyebabnya tidak dapat disembuhkan atau dikendalikan secara total, maka diperlukan obat anti kejang untuk mencegah terjadinya kejang lanjutan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kejang. Efek samping yang mungkin Obat Jenis Epilepsi terjadi Jumlah sel darah putih dan sel darah berkurang. Jumlah sel darah putih dan darah merah berkurang. Terang Ruam kulit Terang petit Pembengkakan gusi

Karbamazepin Generalisata pansial Etoksimid Gabofentin Lamotrigin Fenobarbital Fenitoin Primidon Valproat Petit mal Parsial Generalisata, parsial Generalisata, parsial Generalisata, parsial Generalisata, parsial Kejang infantile,

mal

Terang Penambahan berat badan, rambut rontok.

B.

TREMOR Adalah suatu gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali, yang terjadi otot berkontraksi dan bereleksasi secara berulang-ulang. Penyebab:

Tremor terjadi karena adanya gangguan pada persarafan yang menuju ke otot yang terkena. Gejala: Tremor bisa timbul sekali-sekali, untuk sementara waktu atau hilang timbul: dengan kecepatan sekitar 6-10 tremor / detik. Tremor bisa terjadi pada otot kepala, tangan, lengan, kelopak mata dan otot lainnya; tetapi jarang mengenai bagian bawah tubuh. Bisa juga terjadi pada salah satu maupun kedua sisi tubuh. Pengobatan: Jika sifatnya ringan dan tidak menganggu sehari-hari, biasanya tidak diperlukan pengobatan. Obat-obat yang bisa mengurangi tremor adalah propanolol, misolin, dan anti kejang lainnya, seperti obat penenang yang ringan.

C.

DELIRIUM Adalah keadaan yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berpikir secara jernih. Penyebab :

Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun. Efek toksik dari pengobatan Kadar elektrolit, garam dan mineral (misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu.

Infeksi akut disertai demam. Hidrosefalus bertekanan normal: yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya.

Hematoma subdural Meningtis, ensefalitis, sifilis

Kekurangan vitamin B 12 Hipotiroidisme Tumor otak Stroke Gejala: Penderita tidak mampu memusatkan perhatian, tidak dapat berkonsentrasi, tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Mengalami disorientasi waktu, dan bingung dengan tempat dimana ia berada. Pikiran kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia. Pengobatan: Pengobatan tergantung pada penyebabnya:

Infeksi diatasi dengan antibiotic Demam diatasi dengan obat penurun panas. Kelainan kadar garam dan mineral dalam darah diatasi dengan pengaturan kadar cairan dan garam dalam darah. Untuk meringankan agitasi diberikan obat-obat benzodiazepine (misalnya diazepam, triazolam, dan temazepam). Obat anti-psikosa (misalnya haloperidol, trioridazin

danklorpromazin) biasanya diberikan hanya kepada penderita yang mengalami paranoid atau sangat ketakutan atau penderita yang tidak dapat ditenangkan denagn benzodiazepine. Jika penyebabnya adalah alcohol, diberikan benzodiazepine sampai masa agitasi penderita hilang.

DIMENSIA

Adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembanmg secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, pikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian. Penyebab: Penyakit Alzheiner Serangan stroke yang berturut-turut Penyakit Parkinson AIDS Gejala : Terjadi penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat waktu untuk mengenali orang, tempat dan benda.

Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak.

Sering terjadi perubahan kepribadian. Dimensia karena penyakit Alzheimer, gejala awalnya: lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi, depresi, ketakutan, kekecewaan,penurunan emosi. Pengobatan:

Obat takrin membantu penderita dengan penyakit Alzheirmer Jika hilangnya ingatan disebabkan oleh depresi, diberikan obat anti depresi. Obat anti psikotik efektif diberikan kepada penderita yang mengalami halusinasi atau paranoia. E. DISTONIA Adalah kelainan gerakan dimana konstraksi otot yang terus-menerus menyebabkan gerakan berputar dan berulang atau menyebabkan sikap tubuh yang abnormal. Penyebab: Adanya kelainan di beberapa daerah di otak (ganglia basalis, thalamus, korteks serebri). Diduga terdapat kerusakan pada kemampuan tubuh untuk mengolah sekumpulan bahan kimia yang disebut neurotransmitter, yang membantu sel-sel di dalam otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Gejala distonik bisa disebabkan oleh :

Cedera ketika lahir (terutama karena kekurangan oksigen) Infeksi tertentu Reaksi terhadap obat tertentu, logam berat atau keracunan monoksida. Trauma Stroke Gejala:

Gejala awal adalah kemunduran dalam menulis, keram kaki, dan kecenderungan tertariknya satu kaki ke atas atau kecenderungan menyeret kaki setelah berjalan atau berlari pada jarak tertentu.

Leher berputar atau tertarik di luar kesadaran penderita, terutama ketika penderita merasa lelah.

Tremor dan kesulitan berbicara atau mengeluarkan suara. Klasifikasi Distonia:

1. 2.

Distonia Generalisata, mengenai sebagian besar atau seluruh tubuh. Distonia fokal, terbatas pada bagian tubuh tertentu.

3. 4. 5.

Distonia Multifokal, mengenai 2 atau lebih bagian tubuh yang tidak berhubungan. Distonia Segmental, mengenai 2 atau lebih bagian tubuh yang berdekatan. Hemidistonia, melibatkan lengan dan tungkai pada sisi tubuh yang sama, seringkali merupakan akibat dari stroke. Pengobatan:

2. -

Obat-obatan Obat yang diberikan merupakan sekumpulan obat yang mengurangi kadar

neurotransmitter asetilkolin, yaitu triheksifenidil, beenztropin, dan prosiklin HCL. Obat yang mengatur neurotransmitter GABA bisa digunakan bersama dengan obat di atas atau diberikan tersendiri, yaitu: diazepam, lorazepam, klorazepam dan baklofen. 3. Dopamine Untuk mengendalikan epilepsy diberikan obat anti kejang karbamazepin. Racun Botulinum Sejumlah kecil racun ini bisa disuntikkan ke dalam otot yang terkena untuk mengurangi distonia fokal. 4. F. Pembedahan dan pengobatan lainnya. ALZHEIMER Merupakan salah satu bentuk demensia yang paling sering ditentukan di klinik. Penyebab: Terjadi kehilangan sel saraf di otak di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Keadaan ini diperburuk dengan penurunan zat neurotransmitter, yang berfungsi untuk menyampaikan sinyal antara satu sel otak ke sel otak yang lain. Gejala: 1. Mengajukan pertanyaan yang sama pada suatu saat berulang-ulang atau mengulangi cerita yang sama, dan kata-kata yang sama terus-menerus. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Lupa cara untuk melakukan kegiatan rutin. Misalnya lupa cara memasak dan sebagainya. Gangguan berbahasa. Disorientasi Gangguan berpikir secara abstrak. Gangguan kepribadian Gangguan untuk membuat keputusan sehingga menjadi tergantung pada pasangannya. Pengobatan:

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Obatobatan yang ada bersifat memperlambat progresivitas penyakit. Pencegahan: Dengan mengetahui faktor resiko di atas dan hasil penelitian yang lain, dianjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit Alzheimer,diantaranya: 1. 2. 3. G. Bergaya hidup sehat Mengkonsumsi sayur dan buah segar Menjaga kebugaran mental (mental fitness) ATAKSIA Merupakan suatu penyakit dimana bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Penyebab: Sebagian besar gangguan yang menghasilkan ataksia disebut serebellum (otak kecil) memburuk atau atrofi. Kadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) juga terpengaruh. Degenerali serebral dan spino serebral digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada sistem saraf manusia, namun bukan diagnosa yang spesifik.Degenerali serebral dan spino serebral memiliki banyak penyebab. Gejala: Kelainan reresif umumnya menyebabkan gejala yang dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan dewasa. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Gerakan mata yang lambat

DAFTAR PUSTAKA Mosby. EGC EGC. Doengoes, Marylin.2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Yakarta. EGC. Carpenito. Lynda Jual.2000. Buku saku Diagnosa Keperawatan. Yakarta. Brunner & Suddart. 2002. Keperawatan Medical Bedah Volume 3. Jakarata. Annete g Lueckenotte, MS, RN, CS.1996. Gerontologi Nursing. New York.

Yakarta.EGC. FKUI. Jakarta: EGC. -

Hudak, Cardyn. M. 1996. Keperawatan Iritis Pendekatan Holistik.

Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi Ketiga. 2001. Jakarta : balai Penerbid.

Kumar. Robbins. 1997. Buku Ajar Patologi, II. Jakarta. EGC. Leuckenotte. 1998. Pengkajian Gerontologi. Edisi 2. Jakarta. EGC Nettina, sandra. M. 2002. Pedoman Praktik Keperawatan. Jakarta; EGC. Potter, Pery. 2005. Buku Ajar fundamental Keperawatan. Volume I. Edisi 4.

R Boedhi-Darmojo.H Hadi Martono 2006. Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) Edisi ke 3 Jakarta: FKUI Steven, PJM. 2000. Ilmu Keperawatan Jilid 1 edisi 2. Jakarta: EGC Wahyudi Nugroho,SKM.2000. Keperawatan gerontik,edisi 2. jakarta : EGC