Anda di halaman 1dari 2

BUDI SUDARSONO

Sejahtera
Gambar yang sesuai :

Perbaungan, (Analisa). Kabupaten Serdang Bedagai berhasil mengembangkan benih padi hibrida optima, hasil proyek pertanian teknologi Yuan Longping HighTech untuk pertama kalinya di wilayah Sumatera Utara, di areal persawahan kelompok tani Karya Bhakti di Desa Lubuk Rotan, Kecamatan Perbaungan. Kesuksesan panen perdana atas uji coba padi varietas benih optima ini dilakukan di areal seluas 1 hektar sawah dengan memberikan hasil kapasitas produksi mencapai sekitar 8-10 ton gabah kering. Penanaman padi hibrida Yuan Longping optima merupakan kerjasama Pemkab Sergai dengan PT Longping High Techh Indonesia dalam bidang pertanian, telah melakukan uji coba varietas padi ini. Sebelumnya telah dilakukan di 6 demplot di 4 kecamatan yakni Kecamatan Perbaungan, Pantai Cermin, Sei Rampah dan Sei Bamban, dengan luas lahan 1 Ha. Acara ini diselenggarakan di Desa Lubuk Rotan Kecamatan Perbaungan, Selasa (16/7). Wagubsu Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan, apresiasi atas usaha Pemkab Sergai bersama PT Longping High Tech Indonesia dengan kesuksesan atas panen raya perdana ini, dapat diterapkan di seluruh wilayah Sumut, sehingga Sumut memiliki daya saing menjadi penghasil lumbung beras nasional terbesar, terutama dengan keunggulan potensi sumber daya alam di bidang pertanian.

Gambar yang tidak sesuai :

Padi milik sejumlah petani Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu terancam gagal akibat kekeringan memasuki kemarau," kata Ahmad, warga Desa Soge Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/09). Dia mengatakan, para petani di Indramayu bagian barat memaksakan tanam karena hujan masih turun. Harapannya, bisa panen maksimal,, tapi kini kemarau padi mereka kekeringan, sehingga mereka merugi. "Memaksakan tanam jelang kemarau bagi petani Pantura cukup berisiko, karena lahan pertaniannya sering terkendala pasokan air," ujarnya seperti dilansir Antara. Menurut Ahmad, luas lahan pertanian di desanya sekitar 450 hektare potensial untuk mengembangkan tanaman padi. Namun, sering terhambat pasokan air. Petani lainnya, Munari, mengaku, petani di Indramayu memaksakan tanam paksa berisiko tinggi gagal panen. Sebab, sering mengalami kesulitan air terutama saat kemarau. "Lahan pertanian di Desa Soge cukup potensial untuk ditanam padi berbagai jenis. Namun, kendalanya saat musim hujan rawan banjir akibat luapan sungai Beji dan Perawan yang mengalir kearah laut utara Indramayu," kata dia. Munari mengatakan, petani desa Soge sejak dulu tetap mempertahankan tanam padi karena mudah dijual. Selain itu, lahan pertanian sepanjang pesisir utara laut Jawa tersebut cocok ditanam sayuran, bawang merah, melon, semangka, namun merubah pola tanam cukup sulit. Sementara itu, Anang, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Tani Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Indramayu, menyatakan, lahan pertanian sepanjang pesisir utara laut Jawa cocok untuk ditanami berbagai jenis padi, tapi petani harus memperhitungkan pasokan air. Untuk itu, dia berharap para petani tidak memaksanakan menanam saat musim kemarau. Anang khawatir terjadi kekurangan pasokan air yang bisa mengakibatkan gagal panen, sehingga, petani merugi. Padahal, masih banyak kesempatan untuk mengembangkan sayuran dan buah-buahan.