Anda di halaman 1dari 9

Nama : Tolip Tambak Nim : 510121017

1. Bagaimanakah kita membuat motivasi itu ( mempengaruhi ) supaya dapat diterima oleh siswa? 2. Di dalam kelas ada siswa yang kurang percaya dengan dirinya, baik membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan, jadi bagaimanakah yang harus kita perbuat untuk memotivasi orang yang kurang percaya diri di dalam kelas ? Jawab: 1. Beberapa ide yang dapat digunakan oleh guru agar memotivasi dapat diterima siswa siswa di dalam kelas.Gunakan metode dan kegiatan yang beragam,Jadikan siswa peserta aktif,Buatlah tugas yang menantang namun realistis dan sesuai, Ciptakan suasana kelas yang kondusif, Berikan tugas secara proporsional, Libatkan diri Anda untuk membantu siswa mencapai hasil, Berikan petunjuk pada para siswa agar sukses dalam belajar, Hindari kompetisi antarpribadi , Berikan Masukan, Hargai kesuksesan dan keteladanan, Antusias dalam mengajar, Tentukan standar yang tinggi (namun realisitis) bagi seluruh siswa, Pemberian penghargaan untuk memotivasi,Ciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas, Hindari penggunaan ancaman, Hindarilah komentar buruk, Kenali minat siswa-siswa Anda, Peduli dengan siswasiswa Anda.

2. 1.Menunjukkan kasih sayang pada anak Cara ini sangat bagus karena dengan menunjukkan kasih sayang ke anak, anak akan merasa dirinya berharga sehingga bisa meningkatkan percaya diri anak. 2.Mengajari anak agar bisa mandiri Contohnya Membiarkan anak memilih sendiri makannya, minumnya, dan permainannya. Sebaiknya orang tua tidak terlalu mengatur dalam hal-hal yang memang terdapat kelapangan dalam syariat. Adapun dalam hal yang disyariatkan (misal: makan dengan tangan kanan) maka sebaiknya orang tua mengarahkan sejak dini. 3.Memberi anak motivasi Berilah anak motivasi agar bisa percaya diri dan ceritakan pentingnya percaya diri dalam kehidupan. 4.Memuji anak Orang tua hendaknya memujinya secara proporsional didepan orang-orang dewasa dan tidak menyebutkan kekurangannya di hadapan mereka maupun anak-anak kecil. 5.Mengoreksi kesalahan anak Anda bisa mengoreksi kesalahan anak secara halus. Tetapi, jangan sampai anda mengoreksinya dihadapan anak lain. Karena ini justru akan menurunkan rasa percaya

diri anak. Kemudian sesudah mengoreksi anda bisa kembali memuji anak supaya anak bisa segera Kepercayaan diri kembali. 6.Menjadi teladan bagi anak Teladan dari kedua orang tua dalam hal percaya diri dan tidak bimbang. Kalau orang tua menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi maka anak akan dapat mencontohnya dengan baik.

Nama : Roy Andreas Sihombing 1. Apa alasan anda mengapa perspektif behavioral yang menekankan imbalan dan hukuman untuk dapat memotivasi siswa? 2. Jika guru telah mengetahui bahwa murid-muridnya banyak yang ingin bermotivasi berprestasi, hal yang paling baik dilakukan guru itu untuk memaksimalkan kemampuan untuk berprestasi dan siswa itu adalah. Tolong dijelaskan ! Jawab: 1. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat. 2. Beberapa ide yang dapat digunakan oleh guru agar memotivasi dapat diterima siswa siswa di dalam kelas. Gunakan metode dan kegiatan yang beragam, Jadikan siswa peserta aktif, Buatlah tugas yang menantang namun realistis dan sesuai, Ciptakan suasana kelas yang kondusif, Berikan tugas secara proporsional, Libatkan diri Anda untuk membantu siswa mencapai hasil, Berikan petunjuk pada para siswa agar sukses dalam belajar, Hindari kompetisi antarpribadi , Berikan Masukan, Hargai kesuksesan dan keteladanan, Antusias dalam mengajar, Tentukan standar yang tinggi (namun realisitis) bagi seluruh siswa, Pemberian penghargaan untuk memotivasi,Ciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas, Hindari penggunaan ancaman, Hindarilah komentar buruk, Kenali minat siswa-siswa Anda, Peduli dengan siswasiswa Anda. Nama : Toga Hotniel L. Tobing Nim : 5103121041

1. Apa yang perlu dipersiapkan seorang guru agar bisa memotivasi belajar siswa semakin meningkat ? 2. Apa kendala yang dihadapi seorang guru dalam menerapkan teori motivasi siswa dalam pembelajaran ?

Jawab: 1. Kompetensi Paedagogik yakni Pemahaman terhadap peserta didik. Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat. 2. a. Siswa yang kekurangan motivasi dalam belajar, yakni keadaan atau kondisi siswa yang kurang bersemangat dalam belajar seperti jera dan bermalas-malasan. Siswa yang seperti ini biasanya didukung oleh kondisi atau lingkungan apatis, yang tidak peduli terhadap perkembangan belajar siswa. Lingkungan keluarga yang apatis, yang tidak berperan dalam proses belajar anak bisa menyebabkan si anak menjadi masa bodoh, sehingga belajar menjadi kebutuhan yang sekedarnya saja. Lingkungan masyarakat yang merupakan media sosialisasi turut berperan penting dalam proses memotivasi siswa itu sendiri. b. Siswa yang bersikap dan memiliki kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang kegiatannya atau perbuatan belajarnya sehari-hari antagonistik dengan seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur-ulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui dan sebagainya. Besarnya kesempatan yang diberikan oleh Guru untuk menyelesaikan tugas menyebabkan siswa mengulur-ulur pekerjaan yang seharusnya diselesaikan segera setelah diperintahkan, Guru yang terlalu disiplin dan berwatak tegas juga menjadi faktor berkurangnya perhatian (attention) yang seharusnya diberikan oleh siswa kepada Guru. Nama : Rocky Jourdan S Nim : 5103121029

1. Sebutkan factor yang paling berpengaruh dalam memotivasi seseorang ? 2. Dengan cara apa guru dapat mengoptimalkan unsur unsur dinamis dalam belajar ? Jawab: 1. Faktor yang paling berpengaruh dalam memotivasi siswa yaitu Kompetensi Paedagogik seorang guru yakni Pemahaman terhadap peserta didik. Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, Guru

memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat. 2. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar yaitu menumbuhkan motivasi, menyajikan materi pelajaran, memilih-mengatur-menggunakan/mendemonstrasikan alat Bantu, mengusahakan agar suasana belajar tetap kondusif, dan menangani serta mengarahkan kondisi siswa

Nama : M. Arif Hidayat Nim : 5102121006

1. Apakah televise, facebook, dan social networking lainnya dapat mempengaruhi factor internal siswa dalam belajar ? 2. Perubahan dalam belajar itu bersifat kontiniue sehingga kadang siswa jenuh dengan nilai hasil belajarnya yang minim disbanding teman sekitar. Sebagai guru professional apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan motivasi belajarnya? Jawab: 1. Media cetak dan media elektronik memang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, yaitu : Membuat Siswa Menjadi Penyendiri dan Susah Bergaul. Situs jejaring sosial di internet membuat penggunanya memiliki dunia sendiri, sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan situs jejaring sosial sering mengalami hal ini. Yang mengakibatkan dirinya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya lagi. Kurangnya Sosialisasi dengan Lingkungan. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial peserta didik (siswa). Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya bersama teman teman di komunitas jejaring sosialnya, yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun. Menghamburkan Uang. Akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan siswa (terlebih kalau akses dari warnet). Tidak jarang siswa menggunakan uang SPP mereka untuk pergi ke warnet sekedar untuk membuka situs jejaring sosial saja. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan, karena menggunakan uang secara tidak produktif.

Berkurangnya Waktu Belajar Siswa. Hal ini sudah jelas, karena dengan mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu, sehingga yang dikerjakannya hanyalah itu-itu saja. 1. Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut: a. Memberi Angka Angka adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar mereka di masa mendatang. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. b. Hadiah Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai. c. Kompetisi Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah dalam belajar. Persaingan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif. Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik telah terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan. Selanjutnya, setiap anak didik sebagai individu melibatkan diri mereka mesing-masing ke dalam aktivitas belajar. d. Ego-Involvement Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya. e. Memberi Ulangan Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Namun demikian, ulangan tidak selamanya dapat digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan tidak terprogram, akan membosankan anak didik. Oleh karena itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan secara akurat dengan teknik dan strategi yang sistematis. f. Mengetahui Hasil Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil, anak didik terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu mangalami kemajuan, anak didik berusaha untuk mempertahankannya atau bahkan

meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di kemudian hari atau pada semester atau catur wulan berikutnya. g. Pujian Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. Dengan begitu anak didik tidak antipati terhadap guru, tetapi merupakan figur yang disenangi dan dikagumi. h. Hukuman Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pendekatan edukatif dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang. Oleh karena itu, hukuman hanya diberikan oleh guru dalam konteks mendidik seperti memberikan hukuman berupa membersihkan kelas, menyiangi rumput di halaman sekolah, membuat resume atau ringkasan, atau apa saja dengan tujuan mendidik. i. Hasrat untuk Belajar Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan segala kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah pasti hasilnya akan lebih baik daripada anak didik yang tidak berhasrat untuk belajar. Diakui, hasrat untuk belajar adalah gejala psikologis yang tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kebutuhan anak didik untuk mengetahui sesuatu dari objek yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah yang menjadi dasar aktivitas anak didik dalam belajar. Tidak ada kebutuhan berarti tidak ada hasrat untuk belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar. j. Minat Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu sacara konsisten dengan rasa senang. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

Nama : Mathews kingbad Nim : 5103121020

1. Apa perbedaan motivasi belajar dengan motivasi berprestasi ? 2. Mengapa lama kerja mempengaruhi motivasi berprestasi pada seseorang ? Jawab: 1. Motivasi berprestasi merupakan suatu usaha yang mendorong seseorang untuk bersaing dengan standar keunggulan, dimana standar keunggulan ini dapat berupa kesempurnaan tugas, dapat diri sendiri atau prestasi orang lain, sedangkan motivasi belajar adalah motivasi yang mampu memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar dan melangsungkan pelajaran dengan memberikan arah atau tujuan yang telah ditentukan. 2. Ditempatkan dalam suatu unit dalam waktu yang cukup lama, tidak mengalami rotasi dan terjebak dalam rutinitas yang membosankan akan mengakibatkan kebosanan, dan berpengaruh erhadap motivasi dalam melakukan pekerjaan

Nama : Sehoro 1. Banyak cara dan metode telah digunakan dalam menumbuhkan motivasi, namun kenapa banyak orang kesulitan mempelajari motivasi ? 2. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa ? Jawab: 1. Didalam memotivasi perlua dilakukan usaha dan kiat-kiat , agar motivasi yang diberikan mampu diterima peserta didik yaitu. a. Memberi angka. Siswa yang memperoleh angka baik, maka akan terdorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar, sebaliknya siswa yang mendapat angka kurang baik, mungkin akan menimbulkan frustasi (terkadang) dapat pula menjadi pendorong agar belajar lebih baik. b. Pujian Pujian .menimbulkan rasa puas dan senang, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik. c. Pemberian hadiah Untuk menunjukkan hasil belajar yang baik atau kegiatankegiatan lain yang mendorong siswa untuk berprestasi d. Persaingan . Menimbulkan persaingan, pertentangan antar individual, tetapi persaingan yang baik ialah dalam bentuk antar kelompok belajar. e. Kerja Kelompok . Dalam kerja kelompok para siswa melakukan kerja sama untuk pendorong dalam perbuatan belajar

f. Penilaian Penilaian secara kontinu akan mendorong siswa untuk belajar lebih giat. 2. Pertanyaan sama dengan pertanyaan M. arif

Nama : Muhammad Siddik Nim : 5102121012

1. Dari strategi meninkatkan motivasi mana yang lebih efektif antara kompetensi dengan memberikan ulangan terhadap peserta didik ? 2. Bagaimana cara guru mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar bagi peserta didik yang mempunyai karakter indivisu yang berbeda beda ? Jawab: 1. 2. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar yaitu menumbuhkan motivasi, menyajikan materi pelajaran, memilih-mengatur-menggunakan/mendemonstrasikan alat Bantu, mengusahakan agar suasana belajar tetap kondusif, dan menangani serta mengarahkan kondisi siswa 3. Nama : Rijal Jeki Siburian Nim : 5102121015

1. Pengaruh konkrit dan contoh dari keempat perspektif tersebut ! 2. Pengaruh jenis kelamin di dalam peserta didik yang berprestasi dan cara membawa peserta didik berprestasi rendah dan susah didekati . Jawab: 1. a. Perspektif behavioral Adalah proses dimana motivasi terbentuk dari penekanan terhadap imbalan atau pun hukuman eksternal yangakan memunculkan semangat ,arah,dan kegigihan pada perilakunya.contohnya memberikan indikasi tentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik. b. Perspektif humanistis Melihat motivasi sebagai proses pemenuhan kebutuhan berdasarkan hirarki kebutuhan(Abraham Maslow)untuk menuju aktualisasi diri,dimana setiap tingkatan kebutuhan mempunyai motivasi tersendiri yang akan mendukung tercapainya tingkat(hirarki)kebutuhan yang selanjutnya. Contohnya menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka

c. Perspektif kognitif Motivasi yang terbentuk dalam diri orang tersebut yang akan memunculkan inisiatif internal sehingga dapat menentukan tujuan,perencanaan,dan monitoring untuk memperoleh hasil yang diinginkan dan juga dapat memunculkan motivasi kompetensi. d. Perspektif sosial Motivasi atau proses yang didasarkan pada motif untuk berhubungan atau afiliasi dengan cara berinteraksi dengan orang lain,yang akan membutuhkan pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Contohnya adanya dukungan dari keluarga dalam melakukan sesuatu pekerjaan 2. Tidak ada pengaruh jenis kelamin dalam motivasi seseorang melainkan: a. Faktor Ekstern Lingkungan kerja Pemimpin dan kepemimpinannya Tuntutan perkembangan organisasi atau tugas Dorongan atau bimbingan atasan b. Faktor Intern Pembawaan individu Tingkat pendidikan Pengalaman masa lampau Keinginan atau harapan masa depan