Anda di halaman 1dari 2

Visi pembentukan ISMKI adalah sebagai pemersatu gerakan mahasiswa kedokteran Indonesia.

ISMKI diharapkan dapat memenuhi dua peranan vital, yakni sebagai wadah koordinasi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai bidang, kegiatan, dan pengembangan pemerintahan mahasiswa kedokteran dan juga sebagai wadah aspiratif mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai implementasi dan advokasi kebijakan nasional bahkan internasional, yang tertulis dalm tugas ISMKI dalam Surat Pengukuhan ISMKI oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 61/SK/Dikti/1989. Hal ini juga senada dengan kebijakan pemerintah melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 155 /U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi khususnya mengenai bentuk organisasi antar perguruan tinggi yang menyesuaikan dengan bentuk kelembagaannya. Pun, dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Pengurus Besar IDI no. 1772/PB/A.3/03/2006 selain menegaskan legalitas Dikti dan Mendikbud diatas, juga merupakan harapan dari lembaga profesi kedokteran untuk adik-adik penerus estafet profesi kedokteran kelak agar dapat lebih optimal dalam pemersatu gerakan mahasiswa kedokteran Indonesia seperti visi ISMKI di awal pembentukannya. Keanggotaan ISMKI adalah SM/BEM FK Se-Indonesia. Dan kekuasaan tertingginya berada dalam Musyawarah Nasional ISMKI dimana tiap-tiap SM/BEM FK menentukan arah langkah pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia. SM/BEM FK yang dikirimkan dalam forum Musyawarah Nasional ini adalah Ketua Umum, atau yang mewakili, yang dipilih oleh seluruh mahasiswa kedokteran di fakultasnya masing-masing. Jadi, SM/BEM FK adalah representasi dari Mahasiswa Kedokteran di Fakultasnya masing-masing dan dari seluruh fakultas kedokteran se-Indonesia dibentuk suatu pemerintahan mahasiswa kedokteran tingkat Nasional, ISMKI. Kesimpulannya ISMKI adalah pemerintahan mahasiswa tingkat nasional yang sah secara de facto dan de jure untuk mewakili mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia. Pergerakan ISMKI dari Tahun ke Tahun Pembentukan IMKI Ikatan Mahasiswa Kedokteran Indonesia (IMKI) merupakan organisasi mahasiswa kedokteran berskala nasional yang pertama. Pada era pasca 1966, saat mahasiswa kembali ke kampus, tuntutan akan profesionalisme dari lingkungan yang didominasi akan teknokrat semakin meningkat. Hal itu mendorong mahasiswa kedokteran saat itu untuk membentuk suatu wadah yang dapat menyatukan aspirasi mereka dalam rangka peningkatan profesionalisme mahasiswa kedokteran. Selain itu, kepergian beberapa mahasiswa UI (Biran Affandi, Razak, Azrul Azwar, Widiapati dan Ichsan Utama) ke kongres ARMSA (Asian Regional Medical Students Association atau sekarang bernama AMSA (Asian Medical Students Association) juga turut menjadi pemicu untuk terbentuknya organisasi sejenis di Indonesia. Akhirnya setelah dilakukan konsolidasi antar fakultas-fakultas kedokteran, terbentuklah organisasi IMKI melalui deklarasi Cimacan pada tahun 1969, dengan ketua terpilih Biran Affandi. Pada awal pembentukannya, keanggotaan IMKI adalah keanggotaan personal dan bukan keanggotaan senat mahasiswa. Pada periode awal, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh IMKI antara lain adalah melakukan pertukaran mahasiswa kedokteran dengan Jerman dan membina kerjasama dengan ARMSA. Salah satu hal yang perlu dicatat adalah diselenggarakannya rapat kerja IMKI yang pertama di Bali pada tahun 1970. Waktu itu, salah satu keputusan yang diambil adalah menetapkan penyelenggaraan Munas I IMKI di Makassar pada tahun 1971 dengan Steering Committee Syafri Guricci dari Universitas Hasanuddin. Musyawarah Nasional IMKI Munas IMKI di Makassar pada tahun 1971 dilaksanakan di sebuah pulau tidak jauh dari kota Makasar

bernama Pulau Kayangan. Waktu itu terjadi persaingan cukup ketat antara delegasi dari UI (Fahmi Alatas, Hariman Siregar, Umar Fahmi) delegasi dari UNDIP (Satoto), dan delegasi dari USU (Aslim Sihotang) untuk menjadi ketua umum. Akhirnya terpilih Aslim Sihotang sebagai ketua umum, Syafri Guricci sebagai wakil ketua dan Hariman Siregar sebagai sekretaris. Disebabkan oleh hambatan jarak dan komunikasi, pada periode ini peran sekretaris menjadi cukup dominan. Mengikuti angin depolitisasi kampus, Hariman Siregar berhasil menghimpun organisasi-organisasi pofesi sejenis (Ikatan Mahasiswa Hukum, Ikatan Mahasiswa Teknik, dll) dalam suatu wadah guna mengimbangi keberadaan dewan mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IMKI pada periode ini antara lain mengirim delegasi untuk menghadiri World University of Medical Students di India pada tahun 1972 yaitu pertemuan mahasiswa kedokteran seluruh dunia yang dihadiri delegasi dari berbagai negara. Peristiwa Malari yang melibatkan Hariman Siregar yang tengah menjabat fungsionaris IMKI menyebabkan vakumnya dewan mahasiswa yang disertai kevakuman IMKI. Untuk mengembalikan arah kebijakan organisasi mahasiswa yang sebelumnya telah terpotisir, Dirjen DIKTI megeluarkan konsep NKK (Normalisasi Kebijakan Kampus). Salah satu perwujudan konsep tersebut adalah pembentukan ISMS (Ikatan Senat Mahasiswa Sejenis). Konsep tersebut menimbulkan banyak kontroversi di kalangan mahasiswa. Pembentukan ISMKI Pemerintah melalui Dr. Abdul Gafur mencoba mengadakan pendekatan kepada Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk ikut mendukung penerapan konsep NKK dengan membentuk Ikatan Senat Mhasiswa Kedokteran Indonesia. Respon yang pertama datang dari Senat Mahasiswa UNHAS. Pra MUNAS ISMKI I dilaksanakan di Makasar yang diwarnai berbagai pertentangan pendapat antarpeserta yang hadir. Pada awalnya sebagian besar peserta menolak pembentukan ISMKI dan bersikeras untuk mempertahankan IMKI. Akhirnya setelah dilakukan lobi-lobi dan pendekatan disepakati akan dilaksanakan Munas ISMKI I di Makasar pada bulan September 1981. ISMKI dideklarasikan di Makasar pada tanggal 20 September 1981. Munas ISMKI I di Makasar berhasil membuat keputusan dan menetapkan : 1. AD/ART ISMKI 2. Garis-garis pokok kebijaksanaan ISMKI 3. Presidium ISMKI dan MPM (Majelis Pertimbangan Musyawarah) 4. BP Munas dan Sekjen ISMKI. Sekjen terpilih yaitu Faried dari UGM.