Anda di halaman 1dari 25

TUGAS AKHIR SEMESTER MANAJEMEN DANA BANK

TUGAS AKHIR SEMESTER MANAJEMEN DANA BANK Disusun Oleh Nama Kelompok : 1. Dewi Fewira 18906 2.

Disusun Oleh

Nama Kelompok

:

  • 1. Dewi Fewira

18906

  • 2. Dewi Wulan Sari

13297

  • 3. Emilia Rosita

18915

PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2013

KATA PENGANTAR

Assamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Puji syukur marilah kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kesempatan, dan kekuatan kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Manajemen Dana Bank” ini pada waktunya.

Dengan makalah ini, penulis mengharapkan kita dapat mengetahui Manajemen Dana Bank. Selain bagi pembaca, semoga makalah ini juga bermanfaat bagi penulis sendiri di masa mendatang.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini.

Terakhir, penyusunan makalah ini beserta uraiannya tentulah belum sempurna dan masih banyak terdapat kekeliruan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini bisa lebih baik dari sisi mana pun.

Wassalam

Padang,

Oktober 2013

Penulis

  • A. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN

Kegiatan usaha yang utama dari suatu bank adalah penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilaksanakan apabila dana telah terhimpun. Penghimpunan dana dari amsyarakat perlu dilakukan dengan cara-cara tertentu sehingga efisien dan dapat disesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut. Keberhasilan suatu bank dalam memenuhi maksud itu dipengaruh antara lain oleh hal-hal berikut:

  • a. Kepercayaan masyarakat pada bank yang bersangkutan. Bagaimana image suatu bank didalam masyarakat akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut. Banyak faktor yang akan mempengaruhi, diantaranya seperti pelayanan, keadaan keuangan, berita-berita di media massa tentang bank tersebut, laporan-laporan BI tentang bak tersebut, dan alin-lain. Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat pada sebuah bak, maka semakin tinggi pula kemungkinan bank tersebut untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan efisien dan sesuai rencana penggunaan dana.

  • b. Perkiraan tingkat pendapatan yang akan diperoleh oleh penyimpan dana lebih tinggi dibanding pendapatan dan alternatif investasi lain dengan tingkat resiko yang deimbang. Semakin tinggi tingkat pendapatan yang diperkirakan oleh calon penyimpan dana ini, maka semakin mudah sebuah bank untuk menarik dana dari calon penyimpan dana.

  • c. Resiko penyimpan dana. Apabila bank dapat memberikan tingkat kepastian yang tinggi atas dana masyarakat untuk dapat ditarik lagi sesuai waktu yang telah diperjanjikan maka masyarakat semakin bersedia untuk menempatkan dananya di bank tersebut

  • d. Pelayanan yang diberikan ileh bank kepada penyimpan dana. Pelayanan yang baik akan membuat penyimpan dana merasa dihargai, diperhatikan, dan dihormati, sehingga merasa senang untuk terus bertransaksi keuangan dengan bank tersebut. Palayanan ini bisa

berupa pelayanan dari petugas bank, pemberian hadiah, atau pemberian fasilitas yang lain.

Dana bank adalah uang tunai yang dimiliki bank ataupun aktiva lancar yang dikuasai bank yang setiap waktu dapat diuangkan. Uang tunai yang dimiliki oleh bank tidak hanya berasal dari modal bank itu sendiri, tetapi juga berasal dari pihak lain yang telah menitipkan serta mempercayakan uangnya kepada bank yang sewaktu-waktu akan diambil kembali.

  • B. RUMUSAN MASALAH

Pada makalah ini penulis akan membahas masalah tentang:

  • 1. Pengertian sumber dana bank

  • 2. Manajemen sumber dana bank

  • 3. Manajemen alokasi dana bank

  • 4. Simpanan giro

  • 5. Simpanan tabungan

  • 6. Simpanan deposito

  • C. Tujuan penulisan

    • 1. Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan lainnya

    • 2. Untuk mengetahui tentang pengertian sumbar dana, manajemen sumber dana, manajemen alokasi dana bank, simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan deposito.

BAB II PEMBAHASAN

  • A. Pengertian Sumber Dana Bank

Bank merupakan suatu bisnis keuangan, kegiatan membeli barang dan menjual barang juga terjadi, hanya bedanya dalam bisnis bank yang dijual dan dibeli adalah jasa keuangan. Sebelum dilakukan penjualan jasa keuangan, bank haruslah terlebih dahulu membeli jasa keuanganyang tersedia di masyarakat dan membeli jasa keuangan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada, terutama sumber dana dari masyarakat luas.

Bagi bank bagi manajemen dana bank adalah bagaimana memilih dan mengelola sumber dana yang tersedia. Bagi bank pengelola sumber dana dari masyarakat luas, terutama dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito sangatlah penting. Dalam penglolaan sumber dana di mulai dari pencarian akan kebutuhan dana, kemudian pelaksanaan pencarian sumber dana yang tersedia. Pengelolaan sumber dana kini di kenal dengan nama manajemen dana bank. Dengan kata lain pengertian manajemen dana bank adalah suatu kegiatan perncanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap penghimpuan dana yang yang ada di masyarakat.

Pengertian sumber dana bank adalah usaha bankd alam menghimpun dana dari masyarakat. Perolehan dana ini tergantung dari bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Kemudian untuk membiayai operasinya, dna dapat pula diperoleh dari modal sendiri, yaitu dengan mengeluarkan atau menjual saham. Perolehan dana juga disesuaikan dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Maka, pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat.

Menurut Kasmir dalam bukunya Bank dan lembaga keuangan lainnya (2002:61) yang dimaksud dengan sumber dana adalah: “Usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya”.

Jika tujuan perolehan dana untuk kegiatan sehari-hari, jelas berbeda sumbernya, dengan jika bank hendak melakukan investasi baru atau untuk melakukan kegiatan perluasan suatu usaha. Kebutuhan dana untuk kegiatan untuk bank diperoleh dalam berbagai simpanan, sedangkan jika kebutuhan dana digunakan untuk investasi baru atau perluasan usaha, maka diperoleh dari modal sendiri.

Yang paling penting bagi bank adalah bagaimana memilih dan mengelola sumber dana dari masyarakat luas, terutama dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito adalah sangat penting.

  • B. Manajemen Sumber Dana Bank Bank dalam pengelolaan sumber dana, dimulai dari perencanaan akan kebutuhan dana, kemudian perencanaan pelaksanaan sumber dana dan pengendalian terhadap sumber- sumbner dana yang tersedia. Pengelolaan sumber dana ini kita kenal dengan manajemen dana bank. Dengan kata lain, pengertian manajemen dana bank adalah suatu kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap penghimpunan dana yang ada di masyarakat. Pada dasarnya suatu bank mempunyai empat alternatif untukmenghimpun dana untuk kepentingan usahanya, yaitu:

    • 1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dalam bank. Perolehan dana ini biasanya digunakan apabila bank mengalami kesulitan untuk memperoleh dana dari luar. Dana ini dapat dicari sesuai dengan tujuan bank. Misalnya apabila bank hendak melakukan perluasan usaha atau mengganti berbagai sarana dan prasarana yang lama dengan yang baru.

Salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang sahamnya. Apabila saham yang terdapat dalam portepel belum terjual, sedangkan kebutuhan dana masih perlu, pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham lama. Akan tetapi, jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekspansi, maka perusahaan dapat mengeluarkan saham baru di pasar modal. Disamping itu, sumber dana yang bersumber dari bank itu sendiri dapat pula berupa cadangan laba, atau laba yang belum dibagi.

Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:

  • a. Setoran modal dari pemegang saham, yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama ataupun pemegang saham baru

  • b. Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang stiap tahun dicadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan

  • c. Laba bank ayng belum dibagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham

Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar bunga yang relatif lebih besar daripada jika meminjam ke bank lain. Keuntungan lainnya adalah untuk memperoleh dana yang diinginkan, sedangkan kerugiannya adalah untuk jumlah dana yang relatif besar harus melalui berbagai prosedur yang relatif lama. Kemudian perlu diingat bahwa penggunaan dana sendiri harus diseimbangkan dengan dana pinjaman sehingga rasio penggunaan dana pinjaman dan dana sendiri dapat dioptimalkan sedemikian rupa.

Meskipun untuk usaha suatu bank proporsi dana sendiri ini relatif kecil apabila dibadingkan dengan total dana yang dihimpun ataupun total aktivanya, namun dana sendiri ini tetap merupakan hal penting untuk kelangsungan usahanya. Begitu pentingnya proporsi dana sendiri ini dibuktikan dengan adanya ketentuan dari bank sentral yang mengatur tentang proporsi minimal modal sendiri dibandingkan dengan total nilai Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR). Proporsi ini lebih dikenal dengan istilah rasio kecukupan dana (CAR). Apabila CAR suatu bank terlalu rendah maka kemampuan bank tersebut untuk bertahan pada saat mengalami kerugian juga rendah.

Modal sendiri juga kan cepat habis untuk menutup kerugian telah melebihi modal sendiri maka kemampuan bank tersebut untuk memenuhi kewajiban kepada masyarakat menjadi sangat diragukan. Kemampuannya untuk mengembalikan dana simpanan masyarakat juga menjadi diragukan. Penurunan kemampuan ini sangat mungkin untuk menurunkan tingkat kepercayaan pada bank tersebut, dan penurunan tingkat kepercayaan terhadap suatu bank ini selanjutnya sangat membahayakan kelangsungan usaha bank itu. Seperti hal nya pada usaha lainnya penghimpunan dana sendiri ini antara lain dapat berupa modal disetor, dana dari penjualan saham di bursa efek, akumulasi laba ditahan, cadangan-cadangan, dan agio saham. Berdasarkan UU nomor 7 tahun 1992, bank umum dapat melakukan mobilisasi dana dengan cara melakukan emisi saham dan obligasi melalui bursa efek di Indonesia.

  • 2. Dana yang berasal dari deposan Pada dasarnya sumber dana dari masyarakat dapat berupa giro, tabungan dan deposito berjangka yang berasal dari nasabah perorangan atau badan. Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Pencarian dana dari sumber ini relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya. Mudah dikarenakan asal dapat memberikan bunga yang relatif tinggi dan dapat memberikan fasilitas menarik lainnya seperti hadiah dan pelayanan yang memuaskan menari dana dari sumber ini tidak terlalu sulit. Kemudian keuntungan lainnya dana yang tersedia di masyarakat tidak terbatas. Kerugiannya adalah sumber dana dari sumber ini relatif lebih mahal jika dibandingkan dari dana sendiri bain untuk biaya bungan maupun biaya promosi. Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan. Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri sehingga bank harus pandai dalam menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • a. Simpanan giro

    • b. Simpanan tabungan

  • c. Simpanan deposito

Pembagian jenis simpanan ke dalam beberapa jenis dimaksudkan agar para penyimpan mempunyai pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiga pilihan mempunyai pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan yang ingin diperolehnya. Pengharapan yang ingin diperoleh dapat berupa keuntungan dari bunga dan kemudahan atau keamanan uangnya.sebagai contoh tujuan utamamenyimpan uang dalam bentuk rekening giro adalah untuk kemudahan dalam melakukan pembayaran, terutama bagi mereka yang bergelut dalam dunia bisnis dan biasanya pemegang rekening giro tidak begitu memerhatikan bunganya, sedangkan bagi mereka yang menyimpan uangnya rekening tabungan disamping kemudahan untuk mengambil uangnya juga adanya pengharapan bunga yang lebih besar jika dibandingkan dengan rekening giro.

Kemudian tujuan menyimpan uang direkening deposito dengan mengharapkan penghasilan dari bunga yang lebih besar. Hal ini disebabkan bunga deposito yang diberikan kepada deposan paling tinggi dari simpanan lainnya. Dengan demikian, bagi bank simpanan deposito merupakan dana mahal karena bunganya paling tinggi dan simpanan giro merupakan dana murah, hal ini desebabkan bunga yang dikeluarkan oleh bank merupakan bunga yang paling rendah.

  • 3. Dana pinjaman Dana yang diperoleh bank dalam rangka menghimpun dana antara lain dapat berupa:

    • a. Call money

Call money merupaka sumber dana yang dapat diperoleh bank berupa pinjaman jangka pendek dari bank lain melalui interbank call money market. Sumber dana ini sering digunakan oleh bank untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, seperti bila terjadi kalah kliring atau adanya penarikan daan besar-besaran oleh para deposan. Dana dari call money ini berjangka waktu relatif pendek, yaitu satu hari atau overnight sampai dengan 180 hari, dan tingkat bunganya berfluktuasi serta sangat dipengaruhi oleh permintaan dan ketersediaan dana di pasar pada suatu

saat. Apabila likuiditas perbankan secara umum di suatu area sedang sulit maka tingkat bunga call money bisa menjadi sangat tinggi daripada tingkat bunga pinjaman umum. Call money dapat juga dimanfaatkan oleh bank yang sedang mengalami kelebihan likuiditas untuk menyalurkan dananya dalam jangka pendek, sehingga kelebihan likuiditas tersebut menjadi dana yang produktif menghasilkan penerimaan bagi bank.

  • b. Pinjaman antar bank Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga diperoleh dari pinjaman jangka pendek dan menengah dari bank lain. Berbeda dengan call money seperti diuraikan pada bagian sebelumnya, pinjaman ini dilakukan bukan untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, melainkan untuk memenuhi suatu kebutuhan dana yang lebih terencana dalam rangka pengembangan usaha atau meningkatkan penerimaan bank.

  • c. Kredit likuiditas Bank Indonesia Sesuai dengan namanya, kredit likuigitas bank indonesia ( KLBI ) adalah kredit yang diberikan oleh bank indonesia terutama kepada bankyang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Masalah kesulitan likuiditas ini bisa terjadi karena kalah kliring atau adanya penarikan dana besar-besaran oleh nasabah-nasabah suatu bank. Untuk kepentingan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan secara umum, maka BI akan berusaha memberikan bantuan likuiditas kepada bank tersebut sepanjang amsih memungkinkan untuk ditolong. Pada masa sebelum deregulasi perbankan dana ini banyak digunakan BI untuk membiayai proyek atau program pemerintah tertentu dan bukan untuk mengatasi kesulitan likuiditas. Setelah adanya deregulasi, penggunaan dana KLBI untuk keperluan nonkesulitan likuiditas secara bertahap mulai dikurangi.

  • 4. Sumber dana lainnya

Dalam prakteknya, sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua diatas. Pencarian dari sumber dana ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi- transaksi tertentu. Perolehan dana untuk sumber ini antara lain diperoleh dari:

  • a. Setoran jaminan

Setoran jaminan merupakan sejumlah dana yang wajib diserahkan oleh nasabah yang menerima jasa-jasa tertentu oleh bank. Nasabah tersebut perlu menyerahkan setoran jaminan karena jasa-jasa yang diberikan oleh bank mengandung resiko finansial tertentu yang ditanggung oleh pihak bank. Dengan adanya setoran jaminan, nasabah diharapkan mempunyai komitmen untuk berprilaku positif sehingga di kemudian hari bank tidak harus mengalamikerugian karena menanggung resiko yang timbul. Setoran jaminan juga dibutuhkan sebagai dana untuk menutup sebagian kerugian bank yang mungkin timbul akibat terjadinya resiko. Jasa-jasa bank yang biasanya memerlukan setoran jaminan diantaranya adalah Letter of Credit dan bank garansi. Dana setoran jaminan yang tersimpan di bank tidak menimbulkan kewajiban bagi bank untuk memberikan imbal jasa berupa bunga, sehingga dana ini merupakan dana murah yang dapat digunakan bank untuk kegiatan usahanya. Perlu diingat bahwa dana setoran jaminan ini biasanya hanya akan mengendap di bank untuk jasa jangka pendek dan menengah sesuai jangka waktu jasa yang diberikan oleh bank. Dengan demikian, panggunaan dana setoran jaminan ini tentu saaj juga harus disesuaikan dengan waktu setoran jaminan itu sendiri.

  • b. Dana transfer Salah satu jasa yang diberikan oleh bank adalah pemindahan dana. Pemindahan dana bisa merupakan pemindahan dana antar rekening, dari uang tunai ke suatu rekening, atau dari suatu rekening untuk kemudian ditarik tunai. Sebelum dana ditransfer ini ditarik oleh penerima transfer atau selama masih mengendap di bank, dana ini dapat digunakan oleh bank untuk mendanai kegiatan usahanya. Dana ini jelas

hanya akan mengendap di bank untuk jangka waktu yang sangat singkat. Namun sumber dana ini digolongkan sebagai sumber dana yang tidak terbiaya. Dana transfer yang tersimpan di bank tidak menimbulkan kewajiban bagi bank untuk memberikan imbal jasa berupa bunga, sehingga dana ini merupakan dana murah bagi bank. Mengingat dana transfer biasanya hanya mengendap dalam waktu singkat maka dana ini termasuk dana jangka pendek.

  • c. Surat Berharga Pasar Uang Salah satu akibat adanya serangkaian paket deregulasi perbankan sejak tahun 1980-an adalah diperkenalkan surat berharga pasar uang sebagai salah satu instrumen yang dipergunakan pihak bank untuk menghimpun dana. SBPU merupakan surat- surat berharga jangka pendek yang dapat diperjualbelikan dengan cara didiskonto oleh Bank Indonesia. Pada saat suatu bank mempunyai kelebihan likuiditas, bank tersebut dapat membeli berbagai macam SBPU, dan menjualnya kembali pada saat mengalami kekurangan likuiditas.

  • d. Diskonto bank Indonesia Fasilitas diskonto adalah penyediaan jangka pendek oleh BI dengan cara pembelian promes yang diterbitkan oleh bank-bank atas dasar diskonto. Fasilitas diskonto ini merupakan upaya terakhir bank dan merupakan bantuan bank sentral sebagai lender of last resort. Fasilitas diskonto ini dapat dibagi dua yaitu fasilitas diskonto yang diberikan dalam rangka memperlancar pengaturan dana bank sehari- hari dan fasilitas diskonto yang diberikan untuk memudahkan bank dalam menanggulangi kesulitan pendanaan karena rencana pengerahan dana tidak sesuai dengan penarikan kredit jangka menengah atau jangka panjang oleh nasabah.

  • C. Manajemen alokasi dana bank Dana yang berhasil dihimpun oleh bank justru akan menjadi beban apabila dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk alokasi demi tujuan-tujuan yang produktif. Dana yang dihimpun bukan dana yang semuanya murah tapi sebagian besar adalah dana dari

deposan yang menimbulkan kewajiban bagi bank untuk membayar imbal jasa berupa bunga. Berdasarkan kebutuhan itu dan juga untuk memperoleh penerimaan bank dalam rangka untuk menutup biaya-biaya lain serta mendapatkan keuntungan, maka bank berusaha mengalokasikan dananya dalam berbagai bentuk aktiva dengan berbagai macam pertimbangan. Ada tiga pertimbangan penggunaan dana:

  • a. Resiko dan hasil Apapun bentuk aktiva yang dipilih, pengalokasian dana selalu berkaitan dengan aspek resiko dan rate of return dari aktiva tersebut. Pada dasarnya, bank menginginkan bentuk aktiva yang beresiko serendah mungkin namundapat menghasilkan penerimaan atau rate of return setinggi mungkin. Kalau dimungkinkan setiap badan usaha menginginkan agar semua dananya diwujudkan dalam aktiva produktif dan bukan non earning asset. Dengan adanya aktiva produktif ini, maka bank dapat memperoleh penerimaan untuk membiayai keseluruhan biaya operasional bank seperti biaya bunga, biaya tenaga kerja, dan juga untuk mendapatkan keuntungan. Kenyataan yang dihadapi bank dan juga setiap investor adalah adanya hubungan yang searah antara sikap resiko dan rate of return dari setiap pilihan untuk investasi atau aktiva.semakin tinggi rate of return yang mungkin dapat diperoleh dari suatu aktiva maka semakin tinggi pula tingkat resiko yang ditanggungnya maupun sebaliknya.

  • b. Jangka waktu dan likuiditas Bank memerlukan berbagai bentuk aktiva disesuaikan dengan keperluan kegiatan usahanya. Berdasarkan itu, bank memilih berbagai macam bentuk aktiva dengan mempertimbangkan bentuk aktiva tersebut dapat dijadikan alat likuid dengan tujuan memenuhi kewajiban giral minimum yang ditetapkan oleh BI. Bank perlu juga mengalokasikan sebagian dananya dalam bentuk aktiva tetap, seperti bangunan, mobil, tanah, dan komputer untuk keperluan kegiatan usahanya.

Alternatif Penggunaan dana

  • a. Cadangan likuiditas

Cadangan likuiditas terdiri dari dua kategori yaitu:

  • 1. Cadangan primer Cadangan primer bisa dalam bentuk uang kas, saldo pada bank sentral, saldo pada bank lain, dan warkat dalam proses penagihan

  • 2. Cadangan sekunder Di Indonesia, aktiva ini dapat berupa SBPU, Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ), Surat Utang Negara, dan sertifikat deposito. SBPU merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang dapat diperjualbelikan dengan cara yang didiskonto oleh Bank Indonesia. Penempatan dana dalam bentuk cadangan sekunder ini terutama ditujukan untuk:

Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang sebelumnya telah dapat diperkirakan seperti penarikan seperti penarikan simpanan dan pencairan kredit

Memperoleh penerimaan

  • b. Penyaluran kredit Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajibannya setelah jangka waktu tertentu. Kewajiban tersebut dapat berupa pokok pinjaman, bunga, imbalan atau pembagian hasil keuangan. Salah satu kegiatan utama lembaga keuangan termasuk bank adalah menyalurkan dana kepada masyarakat. Penerimaan yang utama dari bank diharapkan dari penyaluran kredit.ditinjau dari segi likuiditasnya, penyaluran kredit memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah daripada cadangan primer dan sekunder.

  • c. Investasi

Investasi dapat berupa penanaman dana dalam surat-surat berharga jangka menengah dan jangka panjang, atau berupa penyertaan langsung pada badan usaha lain. Menutut UU Nomor 7 Tahun 1992 bank hanya boleh melakukan penyertaan pada dua jenis badan usaha yaitu:

Lembaga keuangan

Debitor yang kreditnya macet dan sifat penyertaannya adalah sementara

  • d. Aktiva tetap dan inventaris Aktiva tetap dan inventaris tergolong sebagai aktiva yang tidak produktif dalam menghasilkan penerimaan

  • D. Simpanan giro Dalam bahasa sehari-hari kata simpanan sering di sebut dengan nama rekening atau accoun, di mana artinya sama. Dengan memiliki simpanan atau rekening berarti memiliki sejumlah uang yang di simpan di bank tertentu atau dengan kata lain simpanan adalah dana yang di percayakan oleh masyarakat untuk di titipkan di bank. Dana kemudian di kelola oleh bank dalam bentuk simpanan seperti rekening giro, rekening tabungan dan rekening deposito untuk kemudian di usahakan kembali dengan cara di salurkan ke masyarakat. Pengertian giro menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah simpanan yang penarikannnya dapat di lakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan. Dapat di tarik setiap saat, maksudnya bahwa uang yang sudah di simpan di rekening giro tersebut dapat di tarik berkali-kali dalam sehari, dengan catatan dana yang tersedia masih mencukupi. Kemudian juga harus memenuhi persyaratan lain yang di tetapkan oleh bank yang bersangkutan seperti keabsahan alat penarikannnya.

Pengertian penarikan adalah pengambilan sejumlah uang dari rekening giro sehingga menyebabkan giro tersebut berkurang jumlahnya. Penarikan uang yang ada di rekening dapat di tarik secara tunai maupun di tarik secara non tunai (pemindahbukuan). Penarikan secara tunai adalah dengan menggunakan cek dan penarikan non tunai adalah dengan menggunakan bilyet giro.(BG)

Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang di sebutkan di dalam cek atau kepada pembawa cek.

Artinya, bank harus membayar kepada siapa saja yang membawa cek ke bank yang memelihara rekening nasabah untuk di tuangkan sesuai dengan paersyaratan yang telah di tetapkan baik secara tunai atau secara pemindahbukuan. Maksudnya, bank harus membayar sejumlah uang kepada siapa saja jika cek tersebut memenuhi syarat seperti yang telah di tentukan oleh bank.

Syarat-syarat penarikan cek yang di tetapkan oleh bank untuk menarik sejumlah uang yang di inginkan adalah sebagai berikut:

  • 1. Tersedianya dana yang cukup.

  • 2. Ada material yang cukup.

  • 3. Jika ada coretan atau perubahan harus di tandatangani oleh si pemberi cek.

  • 4. Jumlah uang yang tertulis dalam angka dengan huruf haruslah sama.

  • 5. Memperhatikan masa kadaluwarsa cek yaitu 70 hari setelah di keluarkan nya cek tersebut.

  • 6. Tanda tangan atau stempel perusahaan harus sama dengan yang di specimen( contoh tanda tangan)

  • 7. Dalam keadaan tidak d blokir pihak berwenang.

9.

Endorsment cek benar jika ada.

  • 10. Kondisi cek sempurna tidak cacat.

  • 11. Rekening nasabah belum di tutup.

  • 12. Dan syarat-syarat lainnya.

Penarikan dana dengan menggunakan sarana cek di samping persyaratan di atas juga sangat tergantung dari syarat lain yaitu jenis-jenis cek yang di keluarkan oleh si pemberi cek.

Dalam praktis sehari-hari terdapat beberapa jenis cek yang ada di masyarakat dewasa ini antara lain sebagai berikut.

  • a. Cek atas unjuk Yaitu cek yang tidak tertulis nama seseorang atau badan tertentu di dalam cek tersebut. Sebagai contoh, di dalam cek tersebut tertulis kata-kata bayarlah tunai, cash atau tidak di tulis kata-kata apapun.

  • b. Cek atas nama

Merupakan cek yang di terbitkan atas nama orang atau badan tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut, misalnya bayarlah kepada Tn. Roy Akase sejumlah Rp.

3000.000,00

  • c. Cek silang Cek silang merupakan cek yang di pojok kiri atas di beri dua tanda silang. Cek tersebut berfungsi sebagai pemindahbukuan bukan tunai dan fungsinya sama dengan bilyet giro.

  • d. Cek mundur Cek mundur merupakan cek yang di beri tanggal mundur dari tanggal sekarang, misalnya hari ini tanggal 01 Mei 2000, Tn. Roy Akase bermaksud mencairkan ceknya dan di dalam cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei 2000. Jenis cek inilah yang di sebut

dengan cek mundur artinya cek tersebut belum jatuh tempo, hal ini biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si penerima cek.

  • e. Cek kosong Yaitu cek yang dananya tidak tersedia, artinya jumlah dana yang tertulis di dalam cek tidak dapat di bayar karena dana yang ada di rekening giro jumlahnya lebih kecil. Sebagai contoh, nasabah menarik cek senilai Rp. 30.000.000,00 tertulis di dalam cek tersebut, tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada Rp. 20.000.000,00. Jelas cek tersebut kurang jumlahnya di bandingkan dengan jumlah dana yang ada. Dalam hal penarikan dengan cek kosong, apabila nasabah melakukan sampai tiga kali, maka nasabah tersebut akan d blac klist atau masuk daftar hitam yang di keluarkan oleh bank Indonesia, akan tetapi , apabila bank dapat menutupi kekurangan tersebut dengan pertimbangan nasabah primer yang loyal terhadap bank selama ini dan tidak ada unsur kesengajaan . Kekurangan ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas over draft. Hal ini di lakukan untuk menghindari nasabah dari black list. Selanjutnya, pengertian Bilyet Giro (BG) adalah surat perintah dari nasabah kepada kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang di sebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya. Pemindah bukuan pada rekening bank yang bersangkutan artinya di pindahkan dari rekening nasabah si pemberi BG kepada nasabah penerima BG. Sebagai contoh, si pemilik BG tuan Jonny memerintahkan kepada bank melalui selembar BG untuk memindahkan sejumlah uang kepada Tuan Achmad Rp.10.000,00. Dalam hal ini rekening Tuan Jonny berkurang Rp. 10.000,00 dan rekening Tuan Ahmad bertambah Rp. 10.000. Namun, jika di pindahkan ke rekening di bank yang lain, maka harus melalui proses kliring di lembaga kliring. Syarat-syarat yang berlaku untuk BG agar pemindah bukuannya dapat di lakukan adalah:

  • a. Ada nama bilyet giro dan nomor serinya.

  • b. Perintah tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah uang atas beban rekening yang bersangkutan.

  • c. Nama dan tempat bank tertarik.

  • d. Jumlah dana yang di pindahkan dalam angka dan huruf.

  • e. Nama atau nomor rekening pihak pertama.

  • f. Tanda tangan penarik atau stempel penarik jika si penarik merupakan perusahaan.

  • g. Tanggal dan tempat penarikan.

  • h. Nama bank yang menerima pemindahbukuan tersebut

Maka berlakunya BG yang di atur sesuai persyaratan yang telah di tentukan adalah 70 hari terhitung mulai dari tanggal penarikannya. Kemudian bila tanggal efektif tidak di cantumkan, tanggal penarikan berlaku pula sebagai tanggal efektif. Selanjutnya bila tanggal penarikan tidak di cantumkan, tanggal efektif di anngap sebagai tanggal penarikan.

Bagi bank, simpanan giro merupakan sumber dana yang di beli dari masyarakat. Sumber dana ini harus di bayar dengan suku bunga tertentu. Pemberian balas jasa berupa suku bunga ini di sebut jasa giro.

Bunga atau jasa giro di bayar kepada pemegang giro di hitung dengan berbagai metode. Metode perhitungan yang paling umum dimlakukan adalah dengan menggunakan saldo terendah. Artinya bunga di hitung dari saldo terendah dalam bulan tersebut. Di samping dengan saldo terendah ada pula bank menetukan perhitungan bunga dengan saldo rata-rata atau saldo harian.

Pilihan bagi bank dengan perhitungan bunga di atas yang paling menguntungkan adalah dengan saldo terendah. Sebaliknya bagi nasabah adalah saldo rata-rata, namun semua ini di tentukan oleh bank yang bersangkutan, apakah menggunakan saldo terendah atau saldo rata-rata.

  • E. Simpanan tabungan Berbeda dengan simpanan giro, simpanan tabungan memiliki ciri khas tersendiri. Jika simpanan giro di gunakan oleh para pengusaha atau para pedagang dalam bertransaksi, simpanan tabungan di gunakan untuk umum dan lebih banyak di gunakan oleh perorangan baik pegawai, mahasiswa atau ibu rumah tangga. Kemudian bank dalam menetapkan suku bunga juga berbeda dalam arti rata-rata suku bunga simpanan tabungan lebih tinggi dari jasa giro yang di berikan kepada nasabah. Begitu pula metode perhitungan bunga serta berbagai keuntungan lainnya seperti hadiah atau cendera mata.

Seperti halnya simpanan tabungan juga mempunyai syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing bank berbeda satu sama lainnya. Di samping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Dengan demikian, tujuan bank dalam memasarkan produknya juga berbeda sesuai dengan sasaran nya.

Pengertian tabungan menurut Undang- Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat di lakukan menurut syarat-syarat tertentu yang di sepakati, tetapi tidak dapat di tarik dengan cek, bilyet giro , dan atau alat lainnya yang di persamakan dengan itu.

Syarat-syarat penarikan tertentu maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah di buat antara bank dengan si penabung. Misalnya dalam hal frekuensi penarikan, apakah dua kali seminggu atau setiap hari atau mungkin setiap saat. Yang jelas haruslah sesuai dengan perjanjian sebelumnya antara bank dengan nasabah. Kemudian dalam hal sarana atau alat penarikan juga tergantung dengan perjanjian antara keduanya.

Ada beberapa alat penarikan tabungan, hal ini tergantung dari persyaratan bank masing- masing, mau menggunakan sarana yang mereka inginkan. Alat ini dapat di gunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Alat-alat yang di maksud adalah:

Kepada setiap penabung biasanya di berikan buku tabungan. Di dalam buku tabungan berisi catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran, dan pembebanan-pembebanan yang mungkin terjadi. Buku ini di gunakan pada saat penarikan sehingga langsung dapat mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.

  • 2. Slip Penarikan Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang, serta tanda tangan nasabah untuk menarik sejumlah uang. Slip penarikan ini biasanya di gunakan bersamaan dengan buku tabungan.

  • 3. Kartu yang terbuat dari plastik Yaitu sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat di gunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik uang yang ada di bank maupun d ATM. ATM ini biasanya tersebar di tempat-tempat yang strategis. Kepada nasabah pemegang kartu ATM akan di berikan no PIN atau kata sandi yang di gunakan setiap kali menarik uang dari ATM. Dewasa ini ATM di kenal dengan nama Anjungan Tunai Mandiri.

  • 4. Kombinasi Yaitu penarikan tabungan dapat di lakukan kombinasi antara buku tabungan dengan slip penarikan. Selanjutnya adalah biaya yang di keluarkan oleh bank untuk simpanan tabungan biasanya berupa bunga. Metode pembebanan bunga yang di berikan sama seperti pembebanan bunga untuk jasa giro yaitu saldo terendah, saldo rata-rata, dan saldo harian. Pembebanan suku bunga tabungan tergantung kepada bank yang bersangkutan namun dalam praktiknya sering di gunakan saldo harian.

  • F. Simpanan deposito

Sumber dana dari masyarakat luas yang ketiga adalah simpanan deposito dan pemilik deposito disebut deposan. Berbeda dengan dua jenis simpanan sebelumnya, dimana simpanan deposito mengandung unsur jangka waktu(jatuh tempo ) lebih panjang dan dapat di tarik atau di cairkan setelah jatuh tempo. Begitu juga dengan suku bunga yang relatif lebih tinggi dari kedua jenis simpanan sebelumnya.

Jatuh tempo artinya masa berakhirnya simpanan deposito. Artinya jika nasabah menyimpan uangnya dalam deposito berjangka untuk jangka waktu tiga bulan, uang tersebut baru dapat di cairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir yaitu setelah tiga bulan.

Pengertian Deposan menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat di lakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Untuk mencairkan deposito yang di miliki, deposan dapat menggunakan bilyet deposito atau sertifikat deposito. Dalam praktiknya, terdapat paling tidak tiga jenis deposito, yaitu deposito berjangka , sertifikat deposito, dan deposito on call. Masing2 jenis deposito memiliki kelebihan tersendiri dan khusus deposito berjangka di terbitkan pula dalam mata uang asing.

Berikut ini jenis-jenis simpanan Deposito yang ada di Indonesia dewasa ini.

1. Deposito berjangka(DP) merupakan deposito yang di terbitkan dengan jenis jangka waktu tertentu. Jangka waktu deposito berjangka biasanya bervariasi mulai dari 1,2,3,6,12,18, sampai dengan 24 bulan.Deposito berjangka di terbitkan atas nama baik perorangan maupun lembaga. Artinya, di dalam bilyet giro deposito tercantum nama seseorang atau lembaga si pemilik deposito berjangka. Penarikan bunga deposito berjangka dapat di lakukan setiap bulan ataun setelah jatuh tempo atau sesuai jangka waktunya. Penarikan dapat di lakukan secara tunai maupun pemindah bukuan dan setiap bunga deposito di kenakan pajak dari jumlah bunga yang di terimanya

Untuk menarik minat masyarakat, pihak bank dapat memberikan berbagai insentif atau rangsangan. Insentif biasanya di berikan untuk jumlah nominal yang besar, baik berupa bunga khusus maupun insentif, seperti hadiah atau cendera mata lainnya. Insentif juga dapat di berikan kepada nasabah yang loyal terhadap bank tersebut. Artinya deposito berjangka dengan nominal besar dan terus di pertahankan untuk jangka waktu yang relatif lama.

Deposito berjangka yang di terbitkan dalam Valuta asing, biasanya di terbitkan oleh bank devisa. Perhitungan, penerbitan, pencairan, dan bunga di lakukan menggunakan kurs devisa umum. Penerbitan deposito berjangka dalam valas biasanya di terbitkan dalam valas yang kuat seperti US Dollar, Yen Jepang, DM Jerman,atau mata uang kuat lainnya.

  • 2. Sertifikat Deposito Sama seperti halnya deposito berjangka, sertifikat deposito merupakan deposito yang di terbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12, dan 12 bulan. Hanya perbedaanya sertifikat deposito di terbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat serta dapat di perjual belikan atau di pindahtangankan kepada kepada pihak lain. Perbedaan lain adalah pencairan bunga sertifikat deposito dapat di lakukan di muka, baik tunai maupun non tunai, di samping setiap bulan atau jatuh tempo. Kemudian penerbitan nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai nominal dan biasanya dalam jumlah bulat sehingga nasabah dapat membeli dalam lembaran yang bervariasi untuk jumlah nominal yang di inginkan.

  • 3. Deposito On Call Deposit On Call ( DOC ) merupakan deposito di gunakan untuk deposan yang memiliki jumlah uang dalam jumlah besar, misalnya Rp. 30.000.000,00 ( tergantung bank yang bersangkutan) dan sementara waktu belum di gunakan. Penerbitan deposito on call memiliki jangka waktu minimal 7 hari dan paling lama kurang dari 1 bulan. DOC di terbitkan atas nama.

Pencairan bunga di lakukan pada saat pencairan deposito on call. Namun, sebelum deposit on call di cairkan, deposan terlebih dahulu tiga hari sebelumnya sudah memberitahukan bank penerbit bahwa yang bersangkuatan akan mencairkan DOC biasanya di hitung perbulan dan untuk menentukan jumlah bunga yang di berlakukan terlebih dahulu di lakukan negoisasi antara nasabah dengan pihak bank.

PENUTUP

Kegiatan usaha yang utama dari suatu bank adalah penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilaksanakan apabila dana telah terhimpun. Penghimpunan dana dari amsyarakat perlu dilakukan dengan cara-cara tertentu sehingga efisien dan dapat disesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut.

Bank merupakan suatu bisnis keuangan, kegiatan membeli barang dan menjual barang juga terjadi, hanya bedanya dalam bisnis bank yang dijual dan dibeli adalah jasa keuangan. Sebelum dilakukan penjualan jasa keuangan, bank haruslah terlebih dahulu membeli jasa keuanganyang tersedia di masyarakat dan membeli jasa keuangan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada, terutama sumber dana dari masyarakat luas.

PERTANYAAN

  • 1. Jelaskan pengertian manajemen dana bank yang anda ketahui?

  • 2. Uraikanlah pengertian sumber sumber dana bank secara lengkap?

  • 3. Jelaskan pengertian giro, tabungan, dan deposito dan uraikan pula perbedaannya?

5.

Apasaja syarat – syarat penarikan cek yang ditetapkan oleh bank untuk menarik sejumlah uang yang diinginkan?

DAFTAR PUSTAKA

Budisantoso, Totok.2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.Salemba Empat,Jakarta. Kasmir.2000. Manajemen Perbankan.PT Raja Grafindo Persada,Jakarta. Susilo, Y.Sri. 2000.Bank dan Lembaga Keuangan.Jakarta, salemba empat.

Kasmir.2000. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafindo Persada,Jakarta.