Anda di halaman 1dari 17

Identitas Nasional dan Hakekat Bangsa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Identitas nasional secara terminologis adalah suatu cirri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.Berdasarkan perngertian yang demikian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan,sifat,cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut.Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa ataulebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa. Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya,sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional. Dalam penyusunan makalah ini digunakan untuk mengangkat tema dengan tujuan dapat memmbantu mengatasi masalah tentang identitas nasional dan dapat di terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 1.2 Rumusan masalah 1) 2) 3) 4) Apa pengertian identitas nasional? Apa pengertian hakekat bangsa? Apa pengertian sifat dan hakekat Negara? Apa pengertian bangsa dan Negara?

1.3 Tujuan 1) 2) 3) 4) Untuk mengetahui pengertian identitas nasional Mengetahui pengertian hakekat bangsa Mengetahui pengertian sifat dan hakekat Negara Mengetahui pengertian bangsa dan Negara

1.4 Batasan Masalah

Batasan-batasan masalah hanya membahas tentang 1) 2) 3) 4) Pengertian identitas nasional Pengertian hakekat bangsa Pengertian sifat dan hakekat Negara Pengertian bangsa dan Negara

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendidri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistim hukum/perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi. Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdidri atas kebiasaan,sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain (Ismaun, 1981: 6). 2.2 Hakekat Bangsa Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam

bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing nation yang bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual hingga saat ini. Dalam kamus ilmu Politik dijumpai istilah bangsa, yaitu natie dan nation, artinya masyarakat yang bentuknya diwujudkan oleh sejarah yang memiliki unsur sebagai berikut : 1. Satu kesatuan bahasa ; 2. Satu kesatuan daerah ; 3. Satu kesatuan ekonomi ; 4. Satu Kesatuan hubungan ekonomi ; 5. Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam kesatuan budaya. Istilah natie (nation) mulai populer sekitar tahun 1835 dan sering diperdebatkan, dipertanyakan apakah yang dimaksud dengan bangsa?, salah satu teori tentang bangsa sebagai berikut : Teori Ernest Renan Pembahasan mengenai pengertian bangsa dikemukakan pertama kali oleh Ernest Renan tanggal 11 Maret 1882, yang dimaksud dengan bangsa adalah jiwa, suatu asas kerohanian yang timbul dari : (1). Kemuliaan bersama di waktu lampau, yang merupakan aspek historis. (2). Keinginan untuk hidup bersama (le desir de vivre ensemble) diwaktu sekarang yang merupakan aspek solidaritas, dalam bentuk dan besarnya tetap mempergunakan warisan masa lampau, baik untuk kini dan yang akan datang. Lebih lanjut Ernest Renan mengatakan bahwa hal penting merupakan syarat mutlak adanya bangsa adalah plebisit, yaitu suatu hal yang memerlukan persetujuan bersama pada waktu sekarang, yang mengandung hasrat untuk mau hidup bersama dengan kesediaan memberikan pengorbanan-pengorbanan. Bila warga bangsa bersedia memberikan pengorbanan bagi eksistensi bangsanya, maka bangsa tersebut tetap bersatu dalam kelangsungan hidupnya (Rustam E. Tamburaka, 1999 : 82).Titik pangkal dari teori Ernest Renan adalah pada kesadaran moral (conscience morale), teori ini dapat digolongkan pada Teori Kehendak, 2.3 Sifat dan Hakekat Negara Sifat Negara merupakan suatu keadaan dimana hal tersebut dimiliki agar dapat menjadikannya suatu Negara yang bertujuan. Sifat-sifat tersebut umumnya mengikat bagi setiap warga negaranya dan menjadi suatu identitas bagi Negara tersebut.

Sifat suatu Negara terkadang tidaklah sama dengan Negara lainnya, ini tergantung pada landasan ideologi Negara masing-masing. Namun ada juga beberapa sifat Negara yang bersifat umum dan dimiliki oleh semua Negara, yaitu: a. Sifat memaksa Negara merupakan suatu badan yang mempunyai kekuasaan terhadap warga negaranya, hal ini bersifat mutlak dan memaksa. b. Sifat monopoli Negara dengan kekuasaannya tersebut mempunyai hak atas kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, hal ini menjadi sesuatu yang menjadi landasan untuk menguasai sepenuhnya kekayaan alam yang terkandung di dalam wilayah Negara tersebut. c. Sifat mencakup semua Kekuasaan Negara merupakan kekuasaan yang mengikat bagi seluruh warga negaranya. Tidak ada satu orang pun yang menjadi pengecualian di hadapan suatu Negara. Tidak hanya mengikat suatu golongan atau suatu adat budaya saja, tetapi mengikat secara keseluruhan masyarakat yang termasuk kedalam warga negaranya. d. Sifat menentukan Negara memiliki kekuasaan untuk menentukan sikap-sikap untuk menjaga stabilitas Negara itu. Sifat menentukan juga membuat Negara dapat menentukan secara unilateral dan dapat pula menuntut bahwa semua orang yang ada di dalam wilayah suatu Negara (kecuali orang asing) menjadi anggota politik Negara. Ada pula sifat-sifat yang hanya dimiliki suatu Negara berdasarkan pada landasan ideologi Negara tersebut, misalnya Negara Indonesia memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan pancasila, yakni: 1. Ketuhanan, ialah sifat-sifat keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat Tuhan (yaitu kesesuaian dalam arti sebab dan akibat)(merupakan suatu nilai-nilai agama). 2. Kemanusiaan adalah sifat-sifat keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat manusia. 3. Persatuan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat satu, yang berarti membuat menjadi satu rakyat, daerah dan keadaan negara Indonesia sehingga terwujud satu kesatuan. 4. Kerakyatan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat rakyat 5. Keadilan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat adil Pengertian sifat-sifat meliputi empat hal yaitu: 1. Sifat lahir, yaitu sejumlah pengaruh yang datang dari luar dan sesuai dengan pandangan hidup bangsa bangsa Indonesia.

1. Sifat batin atau sifat bawaan Negara Indonesia antara lain berupa unsur-unsur Negara, yang diantaranya: Kekuasaan Negara Pendukung kekuasaan Negara Rakyat Wilayah Adat istiadat Agama. 2. Sifat yang berupa bentuk wujud dan susunan kenegaraan Indonesia, yaitu bentuk Negara Indonesia, kesatuan organisasi Negara dan sistem kedaulatan rakyat. 3. Sifat yang berupa potensi, yaitu kekuatan dan daya dari Negara Indonesia, antara lain:

Kekuasaan Negara yang berupa kedaulatan rakyat Kekuasaan tugas dan tujuan Negara untuk memelihara keselamatan, keamanan dan perdamaian. Kekuasaan Negara untuk membangun, memelihara serta mengembangkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Kekuasaan Negara untuk menyusun dan mengadakan peraturan perundang-undangan dan menjalankan pengadilan. Kekuasaan Negara untuk menjalankan pemerintahan.

Hakikat Negara merupakan salah satu dari bentik perwujudan dari sifat-sifat Negara yang telah dijelaskan di atas. Ada beberapa teori tentang hakekat Negara, diantaranya: a. Teori Sosiologis Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, kebutuhan antar individu tersebut membentuk suatu masyarakat. Di dalam ruang lingkup masyarakat terdapat banyak kepentingan individu yang saling berkaitan satu sama lain dan tidak jarang pula saling bertentangan. Maka manusia harus dapat beradaptasi dengan baik untuk menyesuaikan kepentingankepentingannya agar dapat hidup dengan rukun. b. Teori Yuridis 1. Patriarchaal Teori yang menganut asas kekeluargaan, dimana terdapat satu orang yang bijaksana dan kuat yang dijadikan sebagai kepala keluarga. 2. Patriamonial Raja mempunyai hak sepenuhnya atas daerah kekuasaannya, dan setiap orang yang berada di wilayah tersebut haru tunduj terhadap raja tersebut.

3. Pejanjian Raja mengadakan perjanjian dengan masyarakatnya untuk melindungi hak-hak masyarakat itu, dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka masyarakat dapat meminta pertanggung jawaban raja. 2.4 Bangsa dan Negara Indonesia Secara historis pengertian negara senantiasa berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Pada zaman Yunani kuno para ahli filsafat negara merumuskan pengertian Negara secara beragam, Aristoteles merumuskan Negara dalam bukunya Politica, yang disebutnya negara polis, yang pada saat itu masih dipahami negara masih dalam suatu wilayah yang kecil. Negara disebut sebagai Negara hukum, yang didalamnya terdapat sejumlah warga Negara yang ikut dalam permusyawarahan. Oleh karena itu menurut Aristoteles keadilan merupakan syarat mutlak bagi terselenggaranya Negara yang baik, demi terwujudnya cita-cita seluruh warganya. Bangsa pada hakeketnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya,sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Identitas Nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat oleh wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah system hokum/perundang undangan, hak dan kewaiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi Hakekat Bangsa adalah sekelompok manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah sebagai suatu kesatuan nasional. Hakekat Negara adalah merupakan suatu wilayah dimana terdapat sekelompok manusia melakukan kegiatan pemerintahan. Bangsa dan Negara Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai persamaan nasib sejarah dan melakukan tugas pemerintahan dalam suatu wilayah Indonesia 3.2 Saran Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat tentang pentingnya identitas nasional bagi bangsa dan negara Indonesia dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA Kaelan dan Zubaidi.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta:Paradigma, Edisi pertama www.geocities.com/apii-berlin/aktual/identitas_0600.html one.indoskripsi.com chaplien77.blospot.com/2008/07/pengertian dan hakikat-bangsa.html

MODAL, IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA MODAL, IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA

Tidak semua perubahan akan membawa perbaikan, tapi tanpa perubahan tidak akan pernah ada perbaikan. Untuk melakukan perubahan, diperlukan keberanian

MODAL KEWIRAUSAHAAAN

A. Definisi Modal

Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai dengan uang atau modal finansial. B. Jenis-Jenis Modal Kewirausahaan

Dalam kewirausahaan, modal tidak selalu identik dengan modal yang berwujud (tangible) seperti uang dan barang, tetapi juga modal yang tidak berwujud (intagible) seperti modal intelektual, modal sosial, modal moral dan modal mental yang dilandasi agama. Secara garis besar, modal kewirausahaan dapat dibagi ke dalam empat jenis, yaitu: Modal intelektual, Modal sosial dan moral, Modal mental, Modal Material.

a.

Modal intelektual (Intellectual Capital)

Modal intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang disertai; pengetahuan (knowledge), kemampuan (capability), ketrampilan (skill), komitmen (commitment), tanggungjawab (authority)

b.

Modal sosial dan moral

Modal sosial dan moral, dapat diwujudkan dalam bentuk kejujuran dan kepercayaan, sehingga dapat terbentuk citra. Seorang wirausaha biasanya memiliki etika wirausaha seperti kejujuran, memiliki integritas, menepati janji, kesetiaan, kewajaran, suka membantu orang lain, menghormati orang lain, bertanggung jawab, mengejar keunggulan, serta seorang warga negara yang baik dan taat hukum. c. Modal mental

Modal mental adalah kesiapan mental berdasarkan landasan agama (spiritual). Diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi risiko dan tantangan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.

d.

Modal Material

Modal material adalah modal dalam bentuk uang atau barang. Modal ini bukan segala-gala dan bukan merupakan modal utama, karena modal material dapat terbentuk apabila kita telah memiliki jenis-jenis modal diatas

IDE DAN PELUANG KEWIRAUSAHAAN

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha.

Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara :

1. Mengurangi kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif 2. Menyebarkan resiko pada aspek yang paling mungkin 3. Mengelola resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang dapat dievaluasi, yaitu : 1. Resiko pasar atau persaingan 2. Resiko financial 3. Resiko teknik

Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Bagaimana ide bisa menjadi peluang? Jawaban atas pertanyaan ini, diantaranya :

1.

Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu pekerjaan

2. 3.

Sumber Peluang Potensial Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan ide atau disebut screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut ; 1. 2. 3. 4. 5. Menciptakan produk baru dan berbeda Mengamati pintu peluang Analisis produk dan proses produksi secara mendalam Menaksir biaya awal Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi

Orientasi Eksternal dan Internal Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru. Orientasi Eksternal didapat dari : 1. 2. 3. 4. 5. Konsumen Perusahaan yang sudah ada Saluran distribus Pemerintah Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari : Tiga Tahap penggunaan sumber daya sumber daya internal yaitu : 1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan 2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalahmasalahnya 3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Proses inovasi : 1. 2. 3. 4. 5. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep Menguraikan masalah-masalah Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan

6. 7. 8. 9. 10.

Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan Mencari pemecahan sementara Meneliti pemecahan dengan hati-hati Bergerak terus jika semuanya baik Mencapai keberhasilan

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru : Kebutuhan akan sumber penemuan Membuat inovasi baru Sesuai keahlian Hobi atau kesenangan pribadi Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar Memanfaatkan koneksi dan relasi Mengamati kecenderungan-kecenderungan Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada Mengapa tidak terdapat ? Kegunaan lain dari barang-barang biasa Pemanfaat produk dari perusahaan lain Usaha Warisan Ikut-ikutan Coba-coba

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Hasil analisa potensi pengembangan usaha. Contoh : Tumbuhnya industri ponsel mendorong banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download ringtone dan sebagainya.

Contoh Inovatif : Contoh : Seorang wirausaha bergerak dalam bidang jasa boga yang ingin sukses selalu berusaha berinovatif dalam hal bentuk, rasa, kemasan, atau bahan baku yang dipakai, dan lain-lain.

Invensi (penemuan) merupakan penemuan produk atau jasa yang merupakan proses yang benar-benar baru. Contoh : Penemuan pesawat terbang oleh Wright bersaudara, penemuan pesawat telepon oleh Alexander Graham Bell, lampu pijak oleh T.A. Edison.

Ekstensi (pengembangan) merupakan pemanfaatan baru atau penerapan lain pada produk, jasa, atau proses yang ada. Contoh : Pengusaha restoran MC. Donalds yaitu Raynoc.

Duplikasi (penggandaan) merupakan replikasi kreatif atas konsep yang telah ada. Contoh : Walmart (Departement Store).

Melatih kreativitas melalui kegiatan agar lebih jelas di bawah ini diberkan contoh melatih kreativitas seseorang : Contoh:

1. 2.

Seseorang membuat kejutan dengan membuat kue dengan resep baru sebagai hasil eksperimennya. Seseorang dari jurusan tata kecantikan mencoba untuk membuat baki lamaran dengan hiasan yang baru dan model yang bermacam-macam. Seseorang menyusun batang korek/stick es cream untuk dibuat menjadi gedung, mobil, lampion, motor dan lain-lain. Seseorang membuat keset dari kain perca.

3.

4.

Contoh Soal dan Jawab

Contoh soal 1: Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?

Jawab: Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.

Contoh soal 2: Mengapa seorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas?

Jawab: Seseorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas karena : a. b. c. d. Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif. Kreatifitas merupakan sumber yang berharga dan harus dipelihara serta jangan disia-siakan. Tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan kreativitas baru. Kreativitas adalah gagasan yang tidak diramalkan datang dan perginya serta memiliki keunikan yang tinggi.

Contoh soal 3: Apakah ciri seseorang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan? Jawab: Ciri-ciri orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan adalah : 1. Penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, dan bertanggung jawab. 2. Memiliki inisiatif, indikatornya adalah penuh energi, cekatan dalam bertindak, dan aktif. 3. Memiliki motif berpretasi, indikatornya terdiri atas orientasi pada hasil dan wawasan ke depan. 4. Memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya dan tangguh dalam bertindak. 5. Berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.

Kasus I

Steves Tees

Latar Belakang

Steve tinggal di sebuah kota yang bernama Dahlonega, Atlanta. Dahlonega adalah sebuah tempat hiburan favorite bagi para pejalan kaki dan orang yang suka berkemah. Dahlonega dekat dengan Nort Georgia College dan State University. Keluarga Steve mendapat warisan rumah dan tanah yang belum dikembangkan. Tempat itu terletak di sepanjang jalan utama di Dahlonega dan berbatasan dengan kampus universitas di daerah tersebut.

Atlanta pada musim panas tahun itu akan menyelenggarakan olimpiade. Olimpiade itu akan mengundang banyak orang dari segala penjuru dan memberikan kesempatan yang baik untuk memulai suatu bisnis. Steve adalah orang yang cerdas, dengan pendidikan ahli fisika lulusan University of South Caroline. Ketika dia lulus, Steve mendapat posisi manajer pelatihan pada bank regional yang besar. Steve berhubungan baik dengan para konsumen bank, sangat disukai oleh karyawan lain dan menunjukan kemampuan untuk mengelola secara efektif pekerjaan yang beraneka ragam secara bersamaan.

Masalah

Steve merasa bosan dengan pekerjaanya setelah tiga tahun dia geluti. Steve menyadari bahwa dia memecahkan masalah yang sama dari waktu ke waktu hanya nama dan wajah yang berbeda. Dia bekerja dari pukul 07.45 sampai pukul 18.00 setiap harinya. Terlebih jika ada suatu proyek dia harus bekerja lebih.

Pemecahan Masalah

Steve mengundurkan diri dari pekerjaan. Kemudian memulai suatu bisnis yang diberi nama Steves Tees bergerak di bidang penjualan kaos dengan disain unik. Segera dia memanfaatkan tanah warisan keluarga untuk memulai bisnis. Tanah tersebut meliputi sekitar 100 kaki bagian tanah yang menghadap ke jalan utama yang berjarak dua blok dari kampus. Dengan latar belakang yang baik, Steve mendapatkan penyalur kaos unik dengan kualitas baik untuk toko tersebut. Penyalur ini lebih fleksibel untuk memberikan kredit dan bersedia menyalurkan kaos dalam kuantitas kecil serta berbagai ukuran kepada Steve.

Hasil yang Dicapai

Seminggu sebelum dibuka, Steve memasang beberapa iklan di surat kabar mahasiswa dan petunjuk belanja mingguan. Seminggu setelah dibuka, Steves Tees mendapatkan enam konsumen yang membeli dua kaos saja. Minggu kedua pun sama seperti minggu pertama yaitu tidak terlalu banyak pembeli. Steve sangat terkejut karena biaya untuk iklan dan pegawai cukup menguras tabungan. Langkah yang diambil Steve adalah dia meminta para pelanggan yang datang untuk mengatakan mengenai toko dan membawa teman-teman mereka ke toko tersebut.

Bulan berikutnya, pelanggan Steve mulai bertambah namun volumenya tidak menutup biaya gaji pegawai dan fasilitas toko. Steve tidak yakin bahwa toko tersebut akan melewati musim panas dan mengambil keuntungan pada olimpiade di tahun itu. Sehingga Steve tidak memasok persediaan sejak toko dibuka. Steve menyadari bahwa dia memerlukan lebih banyak konsumen dan penjualan jika ingin bisnis tersebut dapat bertahan. Dalam usahanya untuk memperoleh keuntungan lebih, Steve memutuskan untuk menurunkan harga jual kaos sebesar 25%. Dia juga membuat spanduk penjualan yang besar dan dibentangkan di depan tanda pengenal toko.

Saran Perbaikan

Steve juga harus membuat iklan pada surat kabar terkemuka di kota sehingga penduduk secara keselurahan mengetahui keberadaan Steves Tees. Steve juga harus membuat iklan menggunakan perangkat digital dan memanfaatkan dunia maya agar Steves Tees dapat menyentuh seluruh kalangan. Steve harus sabar karena usaha tersebut menjanjikan dan ketika olimpiade berlangsung maka Steves Tees akan kebanjiran konsumen. Steve harus meyakinkan diri sendiri bahwa bisnis tersebut akan bertahan dan dapat memberikan keuntungan yang besar. Steve harus melakukan evaluasi setiap harinya untuk perbaikan dan meminta masukan dari pelanggan agar Steves Tees dapat dikunjungi banyak konsumen.

Sumber Pustaka

http://dimas347.wordpress.com/2009/05/25/kewirausahaan-dan-pengembangan-bisnis/ http://nadya-nandy.blogspot.com/2010/06/mengembangkan-semangat- wirausaha.html

Lupiyoadi, Rambat. 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Masud dan Mahmud Machfoedz, 2004, UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Suryana, 2006, Kewirausahaan dalam Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, Salemba Empat. Jakarta. Winardi, 2003, Entrepreneur & Entrepreneurship, Kencana, Jakarta. Wiratmo, Masykur.1994, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, Gunadarma, Jakarta.