Anda di halaman 1dari 27

Geografi Samudra Hindia

Sejarah Samudra Hindia


Samudra Hindia pertama kali dilalui oleh pelaut bagsa Portugis Fasco da Gama. Pada tahun 1497, ia melakukan perjalanan mengitari tanjung pengharapan melalui Samudra Hindia menuju India. Pada tahun 1521, Juan Sebastian del Cano menyebrangi samudra ini dari timur ke barat dengan kapal Victoria.

Diantara tiga samudra terbesar di dunia Samudra Hindia merupakan samudra pertama yang ramai di layari manusia karena Samudera Hindia lebih tenang dibanding Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Dengan memanfaatkan bergantinya angin muson, para pelaut Indonesia pernah mengarungi Samudera Hindia menuju Madagaskar di Afrika. Tahun 1405-1433, Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming di China menjelajahi Samudera Hindia hingga mencapai pantai timur Afrika.

Letak Astronomis dan Geografis Samudera Hindia Samudra Hindia, samudera terkecil di antara tiga samudera besar di dunia, terletak di sebelah utara antartika, disebelah selatan benua asia, dan di antara benua Afrika dan Australia. Luas Samudera Hindia sekitar 75 juta km, lebar sekitar 9.980 km, yang menyempit ke arah utara, kedalaman rata-rata 4000 m, dan kedalaman maksimum hampir 7600 m.

Fisiografi samudera ini terdapat beberapa ambang (punggung bukit dasar laut) dan Plato dasar laut yang umumnya melajur dari utara ke selatan. Ambang terpanjang disamudera ini adalah ambang 90 timur (ninety-east Ridge) yang panjangnya 4.960 km.

Karakteristik Samudera Hindia


Sebagian besar wilayahnya berada di belahan bumi selatan . Seluruh wilayahnya digaris bujur timur. Sebagai penyedia air hujan bagi gejala alam angin muson untuk wilayah Asia dan Australia. Menjadi sumber hujan bagai negara-negara Asia selatan, Asia tenggara serta bagian timur Benua Afrika Memiliki arus yang tenang dan jarang terjadi badai sehingga aman untuk pelayaran dunia.

Terdapat beberapa palung seperti Palung Jawa ( 7.450m), Palung Weber ( 7.440m), Palung Diamantina (7.102m). Pada dasar samuderanya berbatasan dengan pusat-pusat tubrukan antara lempeng Asia dan lempeng Samudera sehingga menjadi pusat gempa bagi negara-negara seperti Indonesia, India, Afganistan dan Iran.

Iklim Samudera Hindia


Sebagian besar samudera hindia beriklim tropis, khususnya ditengah dan diutara. suhu permukaan perairan berbeda-beda. Pada bulan January, suhu berkisar diantara 21-27C pada belahan bumi utara, dibelahan bumi selatan berkisar antara 27-29C pada bulan yang sama, suhu disekitar wilayah Tel.persia dan laut Merah adalah 16C.

Oleh karena itu, sebagian besar kawasan ini beriklim tropis, maka hampir seluruh permukaannya tidak ditutupi oleh es dan tidak berkabut tebal yang dapat membahayakan pelayaran.

Angin di kawasan Hindia


Terdapat tiga wilayah angin di samudera Hindia, yaitu di wilayah angin barat, wilyah angin musim, dan wilayah angin pusat tenggara. Angin barat mendominasi bagian selatan samudera. Angin ini bertiup terus-menerus dari barat ketimur. Didaerah ini sering terjadi badai, biasanya berupa badai Frontal.

Bagian utara samudera didominasi oleh angin musim, pada musim dingin, angin musim menjahui benua asia dan menuju Afrika setelah melalui india, berlangsung dari bulan OktoberApril. Di sebagian besar kawasan tropis belahan bumi selatan bertiup angin pasat tenggara. Hanya bagian-bagian yang menghadap arah angin yang menerima hujan yang dibawa angin pasat tenggara. Berputaran bumi menyebabkan angin ini bertiup kearah barat laut.

Arus yang terdapat di Samudra Hindia


Samudra Hindia mempunyai dua system sirkulasi dua arus utama, satu dibelahan bumi utara dan satu lagi dibelahan bumi selatan.

Disebelah selatan Khatulistiwa, arus Khatulistiwa selatan mengalir kebarat dengan bantuan angin pasat tenggara. Kemudian membelok keselatan dekat Afrika dan menghasilkan arus Agulhas serta arus-arus lainya.

Dibelah bumi utara, terjadi arus angin barat pada musim panas, bergerak secara jarum disekitar laut arab dan teluk benggala. Pada musim dingin, arus ini berubah menjadi arus musim timurlaut, yang berlawanan dengan arah jarum jam. Miaslnya, arus Somali yang mengalir di laut arab pada musim panas dan berbalik menjadi arus musim Timurlaut.

Gejala Alam Samudra Hindia


Ternyata, selain El Nino, Indonesia juga mendapat ancaman kekeringan dan curah hujan tinggi karena penyimpangan suhu muka laut di lautan Hindia. Fenomena ini disebut sebagai Indian Ocean Dipole Mode (IOD) yang pertama kali ditemukan oleh Toshio Yamagata tahun 1999.

Tahun 1997-1998 Indonesia mengalami kekeringan yang dahsyat karena kemarau sangat panjang dari bulan Juni hingga Februari tahun berikutnya, sedangkan seharusnya El Nino sudah melemah berdasarkan pengamatan. Lalu terbukti gejala El Nino diikuti oleh gejala lain yang selanjutnya dikenal sebagai IOD Positif.

Serupa dengan El Nino sesuai dengan namanya yang berarti dua kutub di lautan Hindia, IOD dipresentasiikan oleh perbedaan suhu permukaan lautan Hindia bagian barat di pantai timur Afrika, dengan lautan Hindia bagian timur di perairan barat daya Sumatera dan selatan Jawa.

Kehidupan Mahluk hidup atau Organisme di Samudera Hindia Cumi-cumi Jenis Baru Ditemukan di Samudra Hindia : Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm serta memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya, spesies itu ditemukan di bagian dasar laut yang terjal.

Para ilmuwan telah menjelajah dan mengambil sampel 'Lembah Naga' di bagian barat daya Samudera Hindia, disaba mereka menemukan kepiting Yeti, Ketimun Laut, dan Siput laut yang hidup di sekitar corong uap gunung api bawah laut.

Mitos dan Legenda Samudra Hindia


Ratu Laut Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Pantai-pantai laut selatan pulau jawa ini memiliki banyak sekali mitos dikalangan warga sekitar pantai. Dari sekian banyak kisah, Salah satu mitosnya adalah apabila ada orang yang terseret ombak dan akhirnya meninggal.

Sebenarnya ada jawaban secara ilmiah yang bisa menjawab mengapa hal itu bisa terjadi
Yakni arus balik yang merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.

Pariwisata di Bawah Samudra Hindia

Sebuah hotel di Maladewa menawarkan tamunya tempat menginap paling romantis, sebuah suite kaca di dasar Samudra Hindia. Akuarium berkubah terbalik itu biasanya berisi selusin pengunjung restoran dan menyuguhkan pemandangan mengamumkan tentang kehidupan bawah laut yang eksotis termasuk ikan kakaktua (parrot fish) dan kakap bergaris biru.

Ruang itu dibangun lima meter di bawah permukaan Samudera Hindia.


Menikmati eksotika alam bawah laut tak hanyabisa dilakukan dengan diving atau snorkling. Menyewa sebuah kamar hotel di bawah laut bisa menjadi alternatif bagi mereka yang memiliki gaya hidup kelas platinum.

Terimakasih

Ruang yang dibangun lima meter di bawah permukaan Samudera Hindia itu memiliki desain dinding dan atap menyatu membentuk lengkungan 180 derajat. Sang arsitek sengaja menggunakan bahan tembus pandang sehingga pengunjung bisa menikmati eksotika ikan-ikan yang menari di sekeliling batu karang dari ruang seluas 95 meter itu.