Anda di halaman 1dari 10

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV

TOLONG YANG KLARIFIKASI ISTILAH DICARI JUGO !! Data Tutorial. Tutor Moderator Sekretaris Meja Aturan : dr. Anita : Eksaka Fajarnata : Zukhruful Muzakkie :

Sekretaris Papan ; Indria Rizki 1. Ponsel dalam keadaan silent. 2. Izin bila ingin keluar 3. Mengacungkan tangan bila ingin mengajukan pendapat 2.1 Skenario Kasus Ny. Ida, 25 tahun, datang ke UGD RSMP karena nyeri saat BAK sejak 3 hari yang lalu. Dari kemaluannya keluar cairan putih terutama lebih banyak pada pagi hari. Cairan berwarna putih, tidak berbau dan tidak menimbulkan gatal pada kemaluannya. Empat hari yang lalu, Ny. Ida mengaku berhubungan intim dengan suaminya yang baru pulang bekerja dari luar kota 10 hari yang lalu. Suami Ny. Ida bekerja sebagai supir bus antar kota. Ny. Ida mengaku bahwa tidak merasakan nyeri dan tidak berdarah saat berhubungan intim dengan suaminya. Ny. Ida mengaku 7 hari yang lalu pernah mengalami keluhan yang sama, namn keluhan hilang setelah berobat kedokter. Keluhan timbul kembali setelah ny. Ida berhubungan intim lagi dengan suaminya. Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum : Kesadaran kompos mentis Vital sign : TD 120/80 mmHg nadi : 80 x/menit, reguler isi dan tegangan cukup, RR : 20 x/menit, reguler temperature : 36,7 0 C,

Keadaan Spesifik:
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 1

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


Kepala Leher Thorax Jantung : Konjungtiva palpebra pucat (-), sklera ikterik (-) : Pembesara KGB (-), JVP (5-2) cmH2O : : Simetris, iktus kordis tidak terlihat, batas jantung dalam batas normal, HR: 80x/ menit reguler, murmur(-), gallop (-) Paru-paru : Simetris, pergerakan hemitoraks kanan sama dengan kiri, stem fremitus kanan sama dengan kiri, sonor pada kedua lapangan paru, vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-) Abdomen : Datar, lemas, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (+) regio lumbal kanan, ballotement (-), bising usus (+) normal Extremitas : Pembesaran KGB inguinal medial (+/+), teraba nyeri

Status Venereologikus: Tampak OUE hiperemis, discharge purulen, dinding vagina normal Pemeriksaan Penunjang : Darah Lengkap dan Kimia Darah: Hemoglobin: 13,8 gr/dL Hematokrit: 40 vol % Leukosit: 11.300/mm3 LED: 10 mm/ jam Urinalisis: Epitel: (+) Eritrosit: 1-2 /lpb Protein: (-) Silinder: (-) Leukosit: (+) Glukosa (-) Eritrosit: 4.780.000/mm3 Trombosit: 400.000/mm3 Hitung Jenis: 0/1/1/90/6/2 % BSS: 105 mg/dL

Pemeriksaan Discharga Vagina:


Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 2

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


KOH: 10% tidak ditemukan blastophora dan pseudofili NaCl 0,9% tidak ditemukan Trichomonas Vaginalis Clue Cell (-) Pemeriksaan Discharge Urethra: Pengecatan gram: ditemukan diplokokus intraseluler berwarna merah I. KLARIFIKASI ISTILAH a. Discharge purulen: ekskresi/ substansi yang dikeluarkan berupa nanah. b. Status Venereologikus: penilaian penyakit kelamin. c. OUE hiperemis: Muara Urethra Externa yang kemerahan. d. Ronkhi: Suara pernapasan kasar dan kering serta terus-menerus di tenggorokan/ saluran bronkhus. e. Nyeri: 1, 2, 3 f. Ballotement: 4, 5, 6 g. Clue cell: 7, 8, 9 Bakteri yang terdapat pada vagina h. Gallop: 10, 11, 12 i. Murmur: 1, 2, 3 j. Iktus cordis: 4, 5, 6 k. Pembesaran KGB: 7, 8, 9 Pembesaran kelenjar getah bening yang terjadi di regio inguinal l. Sklera ikterik: 10, 11, 12 m. Wheezing: 1, 2, 3 n. Blastophora dan pseudifili: 4, 5, 6 o. Trichomonas: 7, 8, 9 Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan bakteri protozoa p. Pengecatan gram: 10, 11, 12 q. Diplokokus intraseluler: 1, 2, 3 r. Stem fremitus: 4, 5, 6 s. Hemithorax: 7, 8, 9

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 3

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV

II.

IDENTIFIKASI MASALAH 1. Ny. Ida, 25 tahun, datang ke UGD RSMP karena nyeri saat BAK sejak 3 hari yang lalu. 2. Dari vagina keluar cairan putih terutama lebih banyak pada pagi hari. Cairan berwarna putih, tidak berbau dan tidak menimbulkan gatal pada vaginanya. 3. Empat hari yang lalu, Ny. Ida mengaku berhubungan intim dengan suaminya yang baru pulang bekerja dari luar kota 10 hari yang lalu. Suami Ny. Ida bekerja sebagai supir bus antar kota. 4. Ny. Ida mengaku bahwa tidak merasakan nyeri dan tidak berdarah saat berhubungan intim dengan suaminya. 5. Ny. Ida mengaku 7 hari yang lalu pernah mengalami keluhan yang sama, namn keluhan hilang setelah berobat kedokter. Keluhan timbul kembali setelah ny. Ida berhubungan intim lagi dengan suaminya. 6. Pem. Fisik: extremitas: pembesaran KGB inguinal dan teraba nyeri. 7. Status venereologikus: Tampak OUE hiperemis, discharge purulen, dinding vagina normal. 8. Pem. Lab: leukositosis 9. Urinalisis: eritrosit 10. Pem. Discharge vagina. a. KOH: 10% tidak ditemukan blastophora dan pseudofili b. NaCl 0,9% tidak ditemukan Trichomonas Vaginalis c. Clue Cell (-) 11. Pem. Discharge urethra. a. Pengecatan gram: ditemukan diplokokus intraseluler berwarna merah

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 4

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV

III. hari yang lalu.

ANALISIS MASALAH

1. Ny. Ida, 25 tahun, datang ke UGD RSMP karena nyeri saat BAK sejak 3 a. Bagaimana anatomi, fisiologi dan histologi organ yang terkena sakit? 1, 4, 7 Jawab : Uretra Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat), sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.5 cm. selain itu, Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.sphincter interna (otot polos terusan dari m.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter externa (di uretra pars membranosa, bersifat volunter), sedangkan pada wanita hanya memiliki m.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter). Pada pria, uretra dapat dibagi atas pars pre-prostatika, pars prostatika, pars membranosa dan pars spongiosa.

Pars pre-prostatika (1-1.5 cm), merupakan bagian dari collum vesicae dan aspek superior kelenjar prostat. Pars pre-prostatika dikelilingi otot m. sphincter urethrae internal yang berlanjut dengan kapsul kelenjar prostat. Bagian ini disuplai oleh persarafan simpatis.

Pars prostatika (3-4 cm), merupakan bagian yang melewati/menembus kelenjar prostat. Bagian ini dapat lebih dapat berdilatasi/melebar dibanding bagian lainnya.

Pars membranosa (12-19 mm), merupakan bagian yang terpendek dan tersempit. Bagian ini menghubungkan dari prostat menuju bulbus penis melintasi diafragma urogenital. Diliputi otot polos dan di luarnya oleh

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 5

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


m.sphincter urethrae eksternal yang berada di bawah kendali volunter (somatis).

Pars spongiosa (15 cm), merupakan bagian uretra paling panjang, membentang dari pars membranosa sampai orifisium di ujung kelenjar penis. Bagian ini dilapisi oleh korpus spongiosum di bagian luarnya. Sedangkan uretra pada wanita berukuran lebih pendek (3.5 cm) dibanding uretra pada pria. Setelah melewati diafragma urogenital, uretra akan bermuara pada orifisiumnya di antara klitoris dan vagina ( vagina opening). Terdapat m. spchinter urethrae yang bersifat volunter di bawah kendali somatis, namun tidak seperti uretra pria, uretra pada wanita tidak memiliki fungsi reproduktif.

FISIOLOGI

b. Bagaimana makna dan mekanisme nyeri saat BAK 3 hari yang lalu? 2, 5, 8 c. Apa saja kemungkinan penyakit dengan keluhan BAK sakit? 3, 6, 9 Jawab : Gonore (kencing merah)

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 6

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


Prostatitis Sistisis Akut ISK Atas : Peyloneftritis dan Uretritis ISK Bawah : Sistisis dan Uretritis

2. Dari vagina keluar cairan putih terutama lebih banyak pada pagi hari. Cairan berwarna putih, tidak berbau dan tidak menimbulkan gatal pada vaginanya. a. Apakah jenis-jenis cairan yang dapat keluar dari vagina? 4, 7, 10 Jawab : 1. Cairan putih Cairan yang keluar saat awal/ akhir fase menstruasi , jika mengalami gatal-gatal mungkin pertanda infeksi jamur. 2. Cairan bening akan mulai terlihat mukus setelah akhir siklus menstruasi awalnya berwarna keruh. 3. Keruh/ kuning Gonore, klamidia tidak disertai / gejala, dan trikomonas cairan hijau, kuning/ keruh 4. Cairan putih berbau Infeksi vagina disebabkan ketidakseimbangan kadar keasaman vagina/ PH 5. Cairan berdarah/ kecoklatan b. Bagaimana mekanisme terjadinya keluar cairan putih dan mengapa terjadi pada pagi hari? 5, 8, 11 c. Apa makna dari cairan putih yang keluar dari vagina? 6, 9, 12
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 7

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


Jawab : Teleh terjadi Uretritis akut yang menyebab keluarnya cairan dari vagina (Discharge Vagina).

3. Empat hari yang lalu, Ny. Ida mengaku berhubungan intim dengan suaminya yang baru pulang bekerja dari luar kota 10 hari yang lalu. Suami Ny. Ida bekerja sebagai supir bus antar kota. a. Apa makna baru terjadi 4 hari yang lalu? (masa inkubasi kuman penyebab) 7, 10, 1 Jawab : b. Apa hubungan pekerjaan suaminya dengan peny. Ny. Ida? 8, 11, 2 4. Ny. Ida mengaku bahwa tidak merasakan nyeri dan tidak berdarah saat berhubungan intim dengan suaminya. a. Apa makna dan mekanisme? 9, 12, 3 b. Sendainya terjadi perdarahan di dinding vagina kemungkinan terjadi apa? 10, 1, 4 5. Ny. Ida mengaku 7 hari yang lalu pernah mengalami keluhan yang sama, namun keluhan hilang setelah berobat kedokter. Keluhan timbul kembali setelah ny. Ida berhubungan intim lagi dengan suaminya. a. apa makna 7 hari mengalami keluhan hilang timbul? (eksaserbasi) 11, 2, 5 b. apa interpretasi hilang timbul? 12, 3, 6 6. Pem. Fisik: extremitas: pembesaran KGB inguinal dan teraba nyeri.
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 8

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


a. apa interpretasi dan mekanisme? 1, 4, 7 Jawab : b. apa kemungkinan penyakit yg bisa terjadi? 2, 5, 8 Jawab : Gonorea 7. Status venereologikus: Tampak OUE hiperemis, discharge purulen, dinding vagina normal. a. apa interpretasi dan patofisiologi? 3, 6, 9 8. Pem. Lab: leukositosis a. apa interpretasi dan patofiologi pem. Penunjang/ lab? 4, 7, 10 9. Urinalisis: eritrosit a. Apa makna hasil pem. urinalisis Ny. Ida? 5, 8, 11 10. Pem. Discharge vagina. a. KOH: 10% tidak ditemukan blastophora dan pseudofili b. NaCl 0,9% tidak ditemukan Trichomonas Vaginalis c. Clue Cell (-) a. Apa Interpretasi dan patofisiologi pem. Discharge vagina? 6, 9, 12 11. Pem. Discharge urethra. a. Pengecatan gram: ditemukan diplokokus intraseluler berwarna merah a. Apa Interpretasi dan patofisiologi pem. Discharge Urethra? 7, 10, 1
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 9

Laporan Skenario D Tutorial 1 Blok XIV


Jawab : Diplococus intraseluler interpretasi : terdapat nya bakteri di uretra Mekanisme : 12. Bagaimana cara mendiagnosis kasus ini? 8, 11, 2 13. Diagnosis Banding 9, 12, 3 Jawab : - Gonorea 14. Diagnosis kerja 10, 1, 4 15. Tatalaksana 11, 2, 5 16. Komplikasi 12, 3, 6 17. Prognosis 1, 4, 7 Jawab : Quo et vitam : bonam Quo et fungsionam : bonam 18. KDU 2, 5, 8 19. Pandangan Islam tentang PMS 3, 6, 9 IV. HIPOTESIS

Ny. I, 25 tahun, datang ke UGD RSMP mengeluh nyeri saat BAK sejak 3 hari yang lalau karena Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh kuman Nischeria Gonorhea. V. Kerangka Konsep

Faktor risiko (berganti pasangan) predileksi kuman Nischeria Gonorhea masa inkubasi gejala klinis komplikasi di tempat predileksi dengan jenis sel yang sama

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Page 10