Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah sebuah negara berkembang yang memiliki potensi untuk menjadi negara maju dan kuat pada tahun 2030 (BIN, 2012). Untuk mencapai target proyeksi tersebut tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor kemahiran menguasi ekonomi dan industri. Industrialisasi merukapakan salah satu sektor penting yang mampu menopang keberlanjutan pertumbuhan negara Indonesia. Oleh karena itu , Indonesia membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dalam membangun bangsa ini. Di lain pihak, untuk menunjang permintaan pemerintah dalam hal peningkatan industrialisasi dan ekonomi, Program Studi Teknik Industri UGM menerapkan beberapa kompetensi dasar antara lain adalah mampu merancang sistem yang terdiri dari manusia, material, peralatan, informasi, dan energi serta mampu merancang, merencanakan, dan mengontrol sistem produksi terintegrasi. (ugm.ac.id, 201-). Untuk merancang sistem integrasi tentu saja memerlukan pengetahuan yang baik dalam bidang hubungan antara manusia dengan sistem disekitarnya. Salah satu ilmu yang diperlukan adalah ilmu ergonomi lingkungan. Ergonomi lingkungan meliputi banyak beberapa faktor, salah satunya adalah faktor termal (Rini Dharmastiti,2012). Suhu sekitar kita akan sangat mempengaruhi kinerja kita. Suhu yang efektif untuk melakukan kerja adalah suhu yang disebut thermal comfort.

Dengan demikian , praktikan melaksanakan praktikum Ergonomi Lingkungan untuk menunjuang dan memahami tentang pengaruh suhu terhadap kinerja manusia.

  • B. Tujuan Praktikum

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diformulasikan

tujuan praktikum sbagai berikut :

  • 1. Praktikan dapat mengetahui pengaruh suhu sebagai salah satu faktor perubahan kinerja manusia.

  • 2. Praktikan dapat mengetahui hubungan antara energy expenditure dengan suhu

  • 3. Praktikan mampu memberikan rekomendasi suhu untuk aktivitas kerja tertentu.

  • C. Manfaat Praktikum Manfaat dari praktikum ini adalah :

    • 1. Bagi praktikan mampu menambah wawasan mengenai ergonomika lingkungan khususnya tentang pengaruh suhu lingkungan terhadap kinerja manusia.

    • 2. Bagi penyelenggara praktikum adalah sebagai media monitoring terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan praktikum , khususnya tentang ergonomika lingkungan.

BAB II LANDASAN TEORI

  • A. Ergonomika Lingkungan Ergonomika lingkungan adalah bagian dari ilmu ergonomika yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap manusia. Salah satunya adalah berkaitan dengan thermal comfort ; kondisi yang menunjukan kepuasan dengan suhu sekitar (ISO 7730). Untuk mencapai thermal comfort ada banyak parameter yang perlu diperhitungkan, antara lain : parameter suhu tubuh, parameter lingkungan, parameter psikologi manusia, dan paramaeter clothing (Rini Dharmastiti, 2012)

  • B. WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) WBGT adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengukur heat stress yang dapat menunjukan indeks kenyamanan relatif terhadap termal lingkungan. Pengukuran WBGT terdiri dari tiga macam kombinasi yaitu : natural wet- bulb temperature (t nw ) , globe temperature (t g ) , dan air temperature (t a ). Adapun kalkulasi WBGT terdiri dari dua macam berdasarkan lingkungannya. Pertama, adalah pengukuran pada ruangan dalam menggunakan persamaan WBGT in = 0.7t nw + 0.3t g Kedua, adalah pengukuran pada ruangan terbuka menggunakan persamaan WBGT out = 0.7t nw + 0.2t g + 0.1t a

  • C. Heart Rate Heart rate atau rasio detak jantung merupakan banyaknya detak jantung yang dapat dihitung dalam waktu tertentu. Detak jantung ini biasanya

dinaytakan dalam satuan beat per minutes ( BPM ) yang setara dengan banyaknya detak jantung per menit. Detak jantung manusia bergantung terhadap banyak hal seperti faktor usia, faktor lingkungan, dan faktor kesehatan. Detak jantung pada orang dewasa normal berkisar andara 60 – 100 bpm. (Vera, 2010)

  • D. Energy Expenditure Energy Expenditure adalah banyaknya energi yang digunakan untuk melakukan aktifivas fisik manusia. Berikut ini adalah rumus konversi heart rate menjadi energy expenditure : Male = ((-55.0969 + (0.6309 x HR)+(0.1988 x W)+(0.2017 x A))/4.184) x T Female = ((-20.4022 + (0.4472 x HR)+(0.1263 x W)+(0.074 x A))/4.184) x T Keterangan:

HR = Heart Rate W = Weight (in kilograms) to convert pounds to kilograms divide by 2.2 A = Age (in years) T = Exercise duration time (in minutes)

BAB III METODE PRAKTIKUM

  • A. Subyek Praktikum Subyek dalam praktikum ini adalah ergonomika lingkungan khususnya adalah pengaruh thermal terhadap kinerja manusia, digunakan untuk bahan pembelajaran.

  • B. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini di selenggarakan di Laboratoirum Ergonomika JTMI FT- UGM pada hari Rabu, 9 Oktober 2013.

  • C. Alat dan Bahan

    • 1. Laptop

    • 2. Worksheet

    • 3. Metronome

    • 4. Ruang terkondisi

    • 5. Sling Termometer

    • 6. Alat tulis

    • 7. Stepper

    • 8. Heart rate monitor

    • 9. Heart rate motitor data logger

  • D. Desain Praktikum Desain praktikum dilaksanakan berdasarkan modul praktikum ergonomika sesi I. Praktikan pria dan wanita mengerjakan task dalam 2

  • kondisi lingkungan kerja dengan suhu yang berbeda. Kemudian setiap

    praktikan mencatat hasil yang didapatkan pada work sheet yang tersedia. Berikut ini adalah prosedur praktikum yang dilaksanakan :

    • 1. Praktikan secara bergantian memasuki ruang penelitian dengan suhu hangat, lalu seorang praktikan lain mengukur WBGT indoor ruangan tersebut dengan menggunakan sling thermometer dengan cara diputar- putar kurang lebih tiga puluh kali kemudian hasilnya dicatat pada work sheet yang telah disediakan.

    • 2. Praktikan mengolesi heart rate monitor dengan Ultra Sonic Gel secara merata kemudian dipasang di bagian ulu hatinya, dipastikan alat tersebut terpasang kencang. Praktikan lain menyiapkan data logger yang harus dinyalakan saat praktikan hendak melakukan aktivitas yang telah ditentukan.

    • 3. Praktikan melaksanakan aktivitas berupa naik turun tangga pada stepper, dengan mengikuti irama metronome 75bpm selama satu menit. Di saat bersamaan, praktikan lain menyalakan data logger dan menempatkannya di dekat praktikan yang sedang diuji.

    • 4. Setelah satu menit berlalu, praktikan beristirahat sembari dihitung detak jantungnya setelah data logger dibiarkan menyala selama tiga puluh detik usai praktikan beraktivitas, dengan cara melihat hasilnya yang ditampilkan di layar laptop, lalu mencatat rata-rata heart rate pada work sheet yang telah disediakan.

    • 5. Usai seluruh praktikan melaksanakan task tersebut di ruangan yang suhunya hangat, seluruh praktikan mengulangi langkah 1-4 untuk ruangan yang bersuhu rendah.

    • 6. Praktikan merekam semua data dan mengkonversi data output dari heart rate monitor data logger menjadi data Energy expenditure kemudian melihat perbedaan hasil di kedua ruangan tersebut.

    • 7. Praktikan membuat rekomendasi dan laporan.

    • E. Metode Pengambilan Data

    Dalam mengambil data , praktikan menggunakan metode berikut :

    • 1. Observasi , yaitu mengambil data berdasarkan eksperiment atau desain praktikum secara kuantitatif.

    • 2. Dokumentasi , yaitu mengambil data berupa foto , video dan tulisan penting.

    • 3. Studi pustaka , yaitu mencari referensi terkait analisis postur yang menunjang pelaporan

    • F. Metode Analisis Data Dalam melakukan analisis data praktikan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu menganalisis data yang diperoleh dari praktikum dan mengintepretasikan secara langusung berdasarkan teori yang sudah ada.

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

    • A. Hubungan Energy expenditure dengan Suhu Berikut adalah data yang kami dapatkan dari praktikum ergonomika lingkungan. Pada praktikum kami mengukur dry bulb temperature, wet bulb temperatur dan heart rate. Kemudian ketiga data ini melalui serangkaian perhitungan menghasilkan data effective temperature, WBGT dan energy expenditure. Langkah-langkah perhitungan secara lengkap akan ditampilkan dalam lampiran. KONDISI 1 Pada kondisi ini, praktikan berada di dalam ruangan dengan suhu hangat. Percobaan dilakukan lima kali dengan praktikan yang berbeda. Tabel 1. Hasil Percobaan di Kondisi 1

    Nama Praktikan

    Effective

    WBGT

    Heart rate

    Energy

    Temperature

    expenditure

    Hamdan

    25,8

    25,191

    69

    1.09708413

    Zakaria

    26

    25,412

    128

    9.661711281

    Rifa

    26

    25,412

    124

    10.816587

    Atika

    26

    25,412

    73

    4.786699331

    Ester

    26,2

    25,632

    129

    10.79631692

    KONDISI 2 Pada kondisi ini, kelima praktikan mengulangi percobaan dengan langkah-langkah yang sama. Tetapi berada di dalam ruangan dengan suhu dingin.

    Tabel 2. Hasil Percobaan di Ruang Dingin

    Nama Praktikan

    Effective

    WBGT

    Heart rate

    Energy

    Temperature

    expenditure

    Hamdan

    23,5

    22,657

    102

    6.073111855

    Zakaria

    21,75

    20,729

    69

    0.765176864

    Rifa

    20,5

    19,351

    118

    9.911854685

    Atika

    21,25

    20,177

    73

    4.786699331

    Ester

    20,5

    19,351

    66

    4.062664914

    Dari data energy expenditure yang didapatkan dari praktikum pada dua kondisi yang berbeda kami menghitung statistikanya. Tools statistika yang kami pakai dalam perhitungan ini adalah Paired T-Test. Berikut adalah perhitungan statistikanya. Tabel 3. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test

    Praktikan

    N

    Energy expenditure

    D

    d^2

    Kondisi 1

    Kondisi 2

       

    6,07311185

    4,97602772

     

    Hamdan

    1

    1,09708413

    5

    5

    24,76085192

       

    0,76517686

    8,89653441

     

    Zakaria

    2

    9,661711281

    4

    7

    79,14832463

       

    9,91185468

    0,90473231

     

    Rifa

    3

    10,816587

    5

    4

    0,818540559

       

    4,78669933

       

    Atika

    4

    4,786699331

    1

    0

    0

       

    4,06266491

    6,73365200

     

    Ester

    5

    10,79631692

    4

    8

    45,34206936

     

    21,5109464

     

    6

    150,0697865

     

    Standar

    150,069786

     

    Deviasi

    5

    92,54416354

     

    57,5256229

     

    2

     

    14,3814057

     

    3

     

    3,79228239

     

    1

     

    4,30218929

     

    Mean

    3

       

    t-

    t

    2,53672768

    table=7.173

     

    df=4

     

    p=0.001

    Dari statistika di atas diketahui bahwa nilai t lebih kecil dari t-table, maka dapat disimpulkan bahwa data energy expenditure pada kondisi satu dan kondisi dua tidak memiliki perbedaan. Tingkat keyakinan bahwa kedua data tersebut tidak memiliki perbedaan adalah 99.9%

    • B. Pengaruh Suhu Terhadap kinerja manusia Dalam melakukan aktivitas kerja, kita dapat mengitung besar energi yang dikelurkan. Energi tersebut adalah energi expenditure, yang dipengaruhi oleh heart rate/denyut jantung. Berdasar teori, salah satu parameter yang mempengaruhi heart rate adalah aktivitas respirasi manusia. Aktivitas fisik yang berhubungan dengan inspirasi dan ekspirasi mempunyai efek yang besar pada aliran darah balik dan curah jantung (cardiac output). Sedangkan untuk respirasi sendiri dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis seseorang. Salah satu faktor fisiknya yaitu suhu tubuh manusia. Semakin tinggi suhu tubuh manusia maka energi untuk respirasi yang dibutuhkan semakin banyak sehingga kebutuhan oksigen semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan oksigen ini menandakan bahwa frekuensi pernapasan juga semakin besar. Suhu tubuh manusia ini dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh mengalami pertukaran dengan suhu lingkungan sampai tubuh mencapai thermal comfort. Artinya tubuh akan mengeluarkan panas jika suhu ruangan terlalu tinggi. Dan sebaliknya tubuh akan menyerap panas jika suhu ruangan terlalu rendah.

    Dari teori di atas, kami menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara suhu dengan kinerja manusia. Jika diilustrasikan, alur hubungan pengaruh suhu dengan kinerja manusia seperti berikut:

    Lingkungan (suhu ruangan) suhu tubuh aktivitas respirasi heart rate kinerja manusia (energy expenditure). Pada perhitungan statistika yang kami lakukan terhadap hasil praktikum ini, kami mendapatkan hasil bahwa energy expenditure dari dua kondisi suhu tidak menunjukkan perbedaan. Berarti perhitungan statistika tidak sesuai dengan teori di atas. Kemungkinan hal ini disebabkan karena jumlah sampel yang dihitung kurang banyak atau tidak memadai.

    • C. Rekomendasi Suhu untuk Aktivitas Kerja Kroemer (2010) dalam bukunya Engineering Physiology menyatakan bahwa dalam pergerakan udara lambat, ketika melakukan aktivitas fisik ringan thermal comfort untuk orang dewasa adalah 21 o – 27 o C pada musim panas dan 18 o – 24 o C pada musim dingin. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa pada musim panas thermal comfort lebih tinggi dibandingkan dengan musim dingin. Hal ini disebabkankan karena tubuh beradaptasi dengan iklim lingkungan. Rekomendasi yang kami berikan untuk aktivitas fisik yang dilakukan praktikan, yaitu naik-turun stepper, adalah mengatur suhu ruangan hingga mencapai 21 o – 27 o C karena Indonesia merupakan negara tropis. Suhu rata- rata pada negara tropis relatif tinggi sehingga kami mengambil standar suhu yang tinggi.

    • A. SIMPULAN

    BAB V

    PENUTUP

    Berdasarkan hasil dan pembahasan dari praktikum di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa suhu ruangan berpengaruh terhadap kecepatan denyut jantung (heart rate) manusia. Heart rate ini kemudian akan mempengaruhi besar energy expenditure. Suhu ruangan yang tinggi akan mengakibatkan kenaikan suhu tubuh, kenaikan suhu tubuh akan meningkatkan aktivitas respirasi. Aktivitas respirasi ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan denyut jantung. Peningkatan aktivitas respirasi akan mengakibatkan peningkatan heart rate. Sehingga energy expenditure juga akan meningkat. Rekomendasi yang kami berikan untuk aktivitas fisik yang dilakukan praktikan, yaitu naik-turun stepper, adalah mengatur suhu ruangan hingga mencapai 21 o – 27 o C karena Indonesia merupakan negara tropis. Suhu rata- rata pada negara tropis relatif tinggi sehingga kami mengambil standar suhu yang tinggi.

    • B. SARAN

      • - Sebaiknya semua perusahaan di Indonesia memperhatikan permasalahan ergonomi lingkungan, karena dengan mengkondisikan lingkungan kerja terutama dalam hal thermal comfort akan membuat kondisi pekerja sesuai dengan suhu lingkungannya. Jika suhu lingkungan sesuai, maka energi yang dikeluarkan pekerja akan lebih efektif dan efisien.

        • - Sebaiknya perusahaan-perusahaan di Indonesia menyetel suhu ruangan pada suhu 21-27 o C agar para pekerja atau karyawannya lebih nyaman.

    LAMPIRAN 1 PERHITUNGAN WBGT

    KONDISI 1

    • 1. Hamdan Abdullah Putra Utama

    T db = 30 T wb = 25,5

    Effective Temperature = 23,5

    WBGT =

    1,102 x ET – 3,24

    =

    1,102 x 23,5 – 3,24

    = 22,675 Gambar 1. Perhitungan WBGT Hamdan Kondisi 1

    LAMPIRAN 1 PERHITUNGAN WBGT KONDISI 1 1. Hamdan Abdullah Putra Utama T = 30 T =
    • 2. Zakaria abdul rahman T db = 30 T wb = 25,5

    Effective Temperature = 26

    WBGT

    =

    1,102 x ET – 3,24

    =

    1,102 x 26 – 3,24

    = 25,412 Gambar 2. Perhitungan WBGT Zakaria Kondisi 1

    = 25,412 Gambar 2. Perhitungan WBGT Zakaria Kondisi 1 3. Rifa Gandhi Lesmana T = 30
    • 3. Rifa Gandhi Lesmana T db = 30 T wb = 24 Effective Temperature = 25,8

    WBGT =

    1,102 x ET – 3,24

    =

    1,102 x 25,8 – 3,24

    = 25,191 Gambar 3. Perhitungan WBGT Rifa Kondisi 1

    = 25,412 Gambar 2. Perhitungan WBGT Zakaria Kondisi 1 3. Rifa Gandhi Lesmana T = 30
    • 4. Rahma Atika Hapsari T db = 30

    T wb = 26 Effective Temperature = 26,2

    WBGT =

    1,102 x ET – 3,24

    =

    1,102 x 26,2 – 3,24

    = 25,632

    Gambar 4. Perhitungan WBGT Rahma Kondisi 1

    4. Rahma Atika Hapsari T = 30 T = 26 Effective Temperature = 26,2 WBGT =
    • 5. Ester Hutauruk T db = 30 T wb = 25,5

    Effective Temperature = 26

    WBGT =

    1,102 x ET – 3,24

    =

    1,102 x 26 – 3,24 = 25,412

    Gambar 5. Perhitungan WBGT Ester Kondisi 1

    Gambar 5. Perhitungan WBGT Ester Kondisi 1 KONDISI 2 1. Hamdan Abdullah Putra Utama T =

    KONDISI 2

    • 1. Hamdan Abdullah Putra Utama T db = 25 T wb = 18 Effective Temperature = 20,5

    WBGT

    1,102 x ET – 3,24 = 1,102 x 20,5 – 3,24 = 19,351

    =

    Gambar 6. Perhitungan WBGT Hamdan Kondisi 2

    Gambar 6. Perhitungan WBGT Hamdan Kondisi 2 2. Zakaria abdul rahman T = 27 T =
    • 2. Zakaria abdul rahman

    T db = 27 T wb = 19 Effective Temperature = 21,75

    WBGT

    1,102 x ET – 3,24 = 1,102 x 21,75 – 3,24 = 20,729

    =

    Gambar 7. Perhitungan WBGT Zakaria Kondisi 2

    Gambar 7. Perhitungan WBGT Zakaria Kondisi 2 3. Rifa Gandhi Lesmana T = 28 T =
    • 3. Rifa Gandhi Lesmana

    T db = 28 T wb = 22 Effective Temperature = 23,5

    WBGT

    1,102 x ET – 3,24 = 1,102 x 23,5 – 3,24 = 22,657

    =

    Gambar 8. Perhitungan WBGT Rifa Kondisi 2

    Gambar 8. Perhitungan WBGT Rifa Kondisi 2 4. Rahma Atika Hapsari T = 25 T =
    • 4. Rahma Atika Hapsari T db = 25 T wb = 18,5 Effective Temperature = 20,5

    WBGT

    =

    1,102 x ET – 3,24

    1,102 x 20,5 – 3,24 = 19,351

    =

    Gambar 9. Perhitungan WBGT Rahma Kondisi 2

    Gambar 9. Perhitungan WBGT Rahma Kondisi 2 5. Ester Hutauruk T = 25,5 T = 20

    5.

    Ester Hutauruk T db = 25,5

    T wb = 20 Effective Temperature = 21,25

    WBGT

    1,102 x ET – 3,24 = 1,102 x 21,25 – 3,24 = 20,1775

    =

    Gambar 10. Perhitungan WBGT Ester Kondisi 2

    Gambar 10. Perhitungan WBGT Ester Kondisi 2 21

    LAMPIRAN 2 PERHITUNGAN ENERGY EXPENDITURE

    KONDISI 1

    • 1. Hamdan Abdullah Putra Utama Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 69) + (0.1988 x 67) + (0.2017 x 18)/4.184) x 1 = 1.09708413

    • 2. Zakaria abdul rahman Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 128)+(0.1988 x 55)+(0.2017 x 19))/4.184) x 1 = 9.661711281

    • 3. Rifa Gandhi Lesmana Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 124)+(0.1988 x 92)+(0.2017 x 19))/4.184) x 1 = 10.816587

    • 4. Rahma Atika Hapsari Female = ((-20.4022+(0.4472x73)+(0.1263x50,5)+(0.074 x 19))/4.184) x 1 = 4.786699331

    • 5. Ester Hutauruk Female = ((-20.4022+(0.4472x129)+(0.1263x51,3)+(0.074 x 19))/4.184) x 1 = 10.79631692

    KONDISI 2

    • 1. Hamdan Abdullah Putra Utama Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 102)+(0.1988 x 67)+(0.2017 x 18))/4.184) x 1 = 6.073111855

    • 2. Zakaria abdul rahman Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 69)+(0.1988 x 55)+(0.2017 x 19))/4.184) x 1 = 0.765176864

    • 3. Rifa Gandhi Lesmana Male = ((-55.0969 + (0.6309 x 118)+(0.1988 x 92)+(0.2017 x 19))/4.184) x 1 = 9.911854685

    • 4. Rahma Atika Hapsari Female = ((-20.4022+(0.4472x73)+(0.1263x50,5)+(0.074 x 19))/4.184) x 1 = 4.786699331

    • 5. Ester Hutauruk Female = ((-20.4022+(0.4472x66)+ 0.1263x51,3)+(0.074 x 19))/4.184) x 1 = 4.062664914

    LAMPIRAN 3

    PERHITUNGAN STATISTIKA PAIRED T-TEST

    RUMUS

    LAMPIRAN 3 PERHITUNGAN STATISTIKA PAIRED T-TEST RUMUS d = n - 1 Keterangan : t =
    LAMPIRAN 3 PERHITUNGAN STATISTIKA PAIRED T-TEST RUMUS d = n - 1 Keterangan : t =
    • d f = n p - 1

    Keterangan : t = ........

    t-table = konstanta dari tingkat kepercayaan pada kevalidan data

    d = delta (EE 1 – EE 2 ) ; EE : Energy Expenditure

    EE 1 : Energy Expenditure sebelum

    EE 2 : Energy Expenditure sesudah

    s d = standar deviasi

    n = n p = jumlah sample

    • d f = degree of freedom

    DIKETAHUI

    Tabel 4. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test 2

     

    Energy

    Energy

       

    Nama

    Expenditure 1

    Expenditure 2

    D

    d

    2

    (sebelum)

    (sesudah)

     

    Hamdan

    1,09708413

    6,073111855

    4,976027725

    24,76085

    Zakaria

    9,661711281

    0,765176864

    8,896534417

    79,14832

    Rifa

    10,816587

    9,911854685

    0,904732314

    0,818541

    Atika

    4,786699331

    4,786699331

    0

    0

    Ester

    10,79631692

    4,062664914

    6,733652008

    45,34207

     

    JUMLAH

    21,51094646

    150,0698

    DIKETAHUI Tabel 4. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test 2 Energy Energy Nama Expenditure Expenditure D d
    DIKETAHUI Tabel 4. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test 2 Energy Energy Nama Expenditure Expenditure D d
    DIKETAHUI Tabel 4. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test 2 Energy Energy Nama Expenditure Expenditure D d
    • d f = n p – 1 = 5 – 1 = 4

    Gambar 11.Menentukan Nilai t pada tabel

    DIKETAHUI Tabel 4. Perhitungan Statistik menggunakan Paired T-Test 2 Energy Energy Nama Expenditure Expenditure D d

    DAFTAR PUSTAKA

    BIN.2012. Proyeksi Indonesia Menjadi Negara Maju dan Kuat 2030. [on-line],

    indonesia-menjadi-negara-maju-dan-kuat-2030 > [diakses : 9 Oktober 2013]

    Dharmastiti, Rini. 2013 . Slide Presentasi Mata Kuliah Ergonomika Industri :

    Ergoling Thermal .Yoyakarta. Universitas Gadjah Mada.

    Anonymous,.201-. Kompetensi [on-line] tersedia pada : <

    Oktober 2013]

    Vera, Farah. 2010. Berapa Jumlah Denyut Jantung Normal ?[on – line]. tersedia :

    jumlah-denyut-jantung-normal > [diakses pada : 9 Oktober 2013 ]

    HSE, 201-. Wet bulb globe temperature index. [on-line], tersedia : <

    [diakses : 9 Oktober 2013]

    Rahardiyan, Andi, dkk. 2013. Modul Praktikum Ergonomika Sesi 1.

    Yogyakarta. :Universitas Gadjah Mada

    Kroemer, Karl, 2010, Engineering Physiology: Bases of Human Factors

    Engineering/ Ergonomics, 4 th Ed, Springer, Berlin.