Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Bahasa Yunani (Greek atau Gerika)
Bahasa Greek merupakan bahasa Indo-Eropah dengan 3.500 tahun sejarah
yang didokumentasikan. Kini, bahasa ini dituturkan oleh 15 Juta orang di Greece,
Cyprus, bekas Yugoslavia, terutama pada bekas Yugoslav Republik Macedonia,
Bulgaria, Albania dan Turki. Dari pengguna bahasa ini juga terdapat banyak kaum
emigrant Yunani di seluruh dunia, seperti yang terdapat di Melbourne, Australia
yang mempunyai populasi Yunani ketiga terbesar di dunia, selain Athens dan
Thessaloniki.
Bahasa Greek ditulis menggunakan abjad Yunani, pertama kali huruf yang
benar digunakan adalah pada abad ke-9 SM. Sebelumnya yang digunakan adalah
Linear B yang merupakan bagian dari ejaan suku Cypriot.
Bahasa Yunani atau Bahasa Gerika atau dalam bahasa aslinya disebut
Ellenika merupakan anak cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Indo-Eropah.
Bahasa ini telah bertahan selama lebih dari ribuan tahun dan telah dituliskan selama
+ 3.500 tahun. Bahasa Yunani dianggap sebagai salah satu bahasa tua yang masih
bertahan hingga kini dengan jumlah kosakata + 600.000 kata. Saat ini bahasa
Yunani dipertuturkan tertutama oleh bangsa Yunani yang berada di Yunani dan
Siprus.

B. Wilayah Tutur
Bahasa Yunani yang dituturkan di kawasan Yunani dan pulau-pulau di laut
Aegea dengan jumlah penutur + 14 Juta jiwa. Meski demikian, penutur bahasa
Yunani juga dijumpai di bagian selatan Albania, bagian selatan Republik
Makedonia bekas Yugoslavia, Bulgaria, Rumania, hingga kawasan Georgia dan
Ukraina. Di Italia, penutur bahasa ini juga dijumpai di daerah Calabbria. Sedangkan
di Turki, komunitas berbahasa Yunani ditemui di Gokceada, Bozca, dan kota
Istambul dalam jumlah sangat kecil.
Di luar kawasan itu, komunitas berbahasa Yunani dapat dijumpai di Mesir,
khususnya wilayah Iskandariyah dan Kairo. Mereka kebanyakan telah bermukim di
wilayah-wilayah tersebtu sejak zaman sebelum Masehi.

C. Bahasa Yunani Koine
Bahasa Koine Yunani (Ke.| E|.s) merujuk kepada bentuk bahasa
Yunani yang dipakai pada masa pasca-klasik (+ 300 M). Nama lain dari bahasa ini
adalah bahasa Yunani Iskandariah, Yunani Helenistik, Yunani Umum, atau Yunani
Perjanjian Baru.
Bahasa Yunani Koine tidak hanya penting bagi bangsa Yunani karena
merupakan bahasa umum pertama yang juga merupakan moyang bahasa Yunani
Demotik, namun karena pengaruhnya yang sangat besar bagi perkembangan
kebudayaan Dunia Barat dan fungsinya sebagai Lingua Franca daerah Laut Tengah.
Bahasa Yunani Koine juga merupakan bahasa yang dipakai untuk menuliskan kitab
2
Perjanjian Baru. Bahasa Yunani Koine di samping bahasa Latin merupakan sebuah
bahasa penting di Kekaisaran Romawi.
1. Sejarah
Bahasa Yunani Koine sebagai dialek umum di antara bala tentara
Alexander yang Agung. Ketika Negara-negara Yunani yang bersekutu di
bawah Makedonia menaklukkan dan mengkolonisasi dunia yang diketahui,
bahasa bersama mereka dipertuturkan dari Mesir sampai keperbatasan India.
Meski unsur-unsur bahasa Koine baru terwujud pada masa Yunani Klasik
akhir, periode Pasca-Klasik Yunani dari mangkatnya Alexander pada tahun 323
SM ketika budaya-budaya di bawah pemerintahan Helenistik pada gilirannya
mempengaruhi bahasa ini.
Periode selanjutnya yang dikenal dengan istilah Bahasa Yunani
Pertengahan, ditarikh muncul pada pendirian Konstantinopel oleh Konstantin I
padatahun 330. Masa Pasca Klasik ini jadi merujuk kepada diciptakannya dan
perkembangan bahasa Yunani Koine selama keseluruhan era Helenistik dan
Romawi pada sejarah Yunani sampai munculnya Abad Pertengahan.
2. Istilah Koine
Koine (Ke.|), dalam bahasa Yunani artinya adalah Umum, sebuah
istilah yang sebelumnya juga pernah digunakan oleh beberapa ilmuan kuno
untuk merujuk ke beberapa jenis bahasa Yunani. Sebuah mazhab ilmuan seperti
Apollonius Dyscolus dan Aelius Herodianus menggunakan istilah Koine untuk
merujuk kepada bahasa proto-Yunani, sementara yang lain menggunakan
istilah ini untuk merujuk ke sembarang bentuk lisan bahasa Yunani yang
berbeda dengan bahasa tertulis.
Ketika Koine secara bertahap berkembang menjadi bahasa
kesusasteraan, beberapa orang membedakannya menjadi : bahasa Yunani-
Hellenik sebagai bahasa sastra masa pasca-klasik dan Koine sebagai bahasa
lisan yang popular. Sedangkan yang lain lebih suka menggunakan istilah
Dialek Iskandariah (E:. :, `A:a|e:| e.a:s:eu) untuk merujuk Koine.
Istilah Dialek Iskandariah ini sering dipakai oleh para pakar klasik modern.
3. Asal Usul
Akar atau asal-usul dialek umum Yunani tidaklah jelas sejak masa
kuno. Semasa Zaman Hellenistik, sebagian besar pakar mengira bahwa Koine
muncul karena pembauran empat dialek utama Yunani kuno; :s :|
::::a| cu|:c:ca (komposisi dari empat). Pandangan ini didukung oleh
pakar lingustik dari Austria pada tahun 1901 oleh P. Kretschmer di bukunya
die Entstehung der Koine , sementara pakar Jerman Wilamowitz dan Perancis
Antoine Meillet, yang penelitian mereka berdasarkan pengaruh kuat unsur-
unsur bahasa Yunani Attik seperti partikel cc dan bukan :: atau c dari pada
(aacca aa::a, ac:|.se, a:|.se,) menganggap bahwa Koine
adalah sebuah bentuk sederhana bahasa Yunani dialek Ionia. Jawaban terakhir
yang secara luas dibidang akademi diterima, diberikan oleh sang pakar dari
Yunani G. N. Hatzidakis, yang membuktikan bahwa meski ada komposisi daru
empat ini, inti stabil dari bahasa Koine adalah bahasa Attik denga campuran
ketiga dialek Yunani lainnya. Kadar pentingnya unsur-unsur non-Attik lainnya
dalam bahasa Koine bias bervariasi tergantung kepada daerah Dunia Hellenistik
yang berbeda-beda. Jadi misalkan kosakata dari pemukiman Ionia di Asia Kecil
3
dan Siprus lebih banyak memuat kata-kata Ionia dari pada yang lain. Bahasa
kesusasteraan Koine pada masa Hellenistik banyak menyerupai bahasa Attik
sehingga seringkali disebut sebagai Attik Umum.
Dalam kurun waktu 10 tahun (334 323 SM), Alexander Agung, raja
Makedonia (Yunani), berhasil memasuki dan menguasai Timur Tengah dan
Mesir, sampai ke India. Alexander memimpin tentara Yunani dan Makedonia
yang berani dan tak terkalahkan melalui 22.000 miles perjalanan hanya dalam
waktu 8 tahun. Pada waktu Alexander Agung wafat (323 SM), ia baru berusia
32 tahun, dan ia telah menaklukkan dunia lebih dari pada yang ia ketahui.
Saying sekali, ia tidak mempunyai putera. Sebelum ia wafat, ia tidak menunjuk
seseorang sebagai penggantinya. Akibatnya para jenderal bawahannya bangkit
untuk berebut kekuasaan. Lebih dari 200 tahun lamanya daerah itu dikuasai dan
dipengaruhi oleh orang-orang Yunani.
Alexander Agung ternyata bukan hanya seorang jendral yang hebat, ia
juga seorang duta kebudayaan Yunani yang tangguh. Ia tidak mengenal lelah
untuk menyebarluaskan kebudayaan Yunani ke tempat-tempat yang
dikuasainya, di samping melebarkan sayap kekuasaannya.
Kebudayaan tersebut, setelah berasimilasi dengan kebudayaan
setempat, menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat besar, dengan
menghasilkan kebudayaan campuran yang berintikan kebudayaan Yunani. Para
ahli sejarah menyebutnya sebagai Hellenisme.
Salah satu perubahan penting, yang terjadi adalah bahasa Yunani
menjadi bahasa bersama di seluruh daerah itu sebagai pengganti bahasa Aram
yang sebelumnya dipakai sebagai bahasa sehari-hari dalam kerajaan Persia.
Untuk menyusun strateginya, Alexander Agung melihat pentingnya
bahasa dalam proses Hellenisasi. Untuk mempersatukan semua daerah yang
begitu luas dan yang terdiri atas begitu banyak bangsa, suku dan bahasa, maka
diperintahkannya agar bahasa Yunani menjadi satu-satunya bahasa resmi, dan
semua orang harus belajar bahasa itu. Hal itu sangat mempercepat proses
Hellenisasi. Ada tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan Hellenisme, yakni :
Alexandria, Antiokhia dan Athena.
Hamper semua literature ditulis dalam bahasa itu. Namun dalam proses
itu, pastilah terjadi suatu proses timbal balik. Bukan hanya kebudayaan-
kebudayaan setemppat yang dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani, tetapi juga
sebaliknya kebudayaan Yunani dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan
tersebut.
Bahasa Yunani yang dianggap bahasa yang murni adalah bahasa
Yunani Klasik. Pada zaman kejayaan kerajaan Yunani, bahasa itu tetap dipakai
di sekolah-sekolah. Namun, makin lama makin besar perbedaan antara bahasa
Yunani Klasik dengan bahasa Yunani sehari-hari itu diberi nama Bahasa
Yunani Koine.
Kata Koine (Ke.|) artinya adalah Umum jadi maksudnya adalah
bahasa Yunani Umum yang dapat dimengerti semua orang Yunani. Dengan
demikian, bahasa Yunani Koine adalah bahasa Yunani Hellenistik atau bahasa
Yunani sehari-hari, atau Lingua Franca (bahasa campuran), yang dipakai pada
zaman Perjanjian Baru di daerah-daerah yang menggunakan bahasa Aram
sebagai bahasa ibu.
4
Setelah tahun 150 SM, hamper semua literature ditulis dalam bahasa
Yunani Koine, yakni Literatur Hellenistik. Kota Alexandria di Mesir menjadi
pusat yang terkenal pada waktu itu. Beberapa tahun kemudian, Perjanjian Baru
diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani di kota Alexandria. Terjemahan itu
diberi nama Septuaginta (LXX). Perjanjian Baru juga ditulis dalam bahasa
Yunani Koine ini.
Perhatikan table di bawah ini.
Alkitab Pasal Ayat Keterangan
Perjanjian Lama 929 23.209 Bahasa Ibrani dan Bahasa Aram
Perjanjian Baru 260 7.956 Bahasa Yunani Koine
Jumlah 1.189 31.165

Catatan :
Bahasa Ibrani : hampir seluruh Perjanjian Lama
Bahasa Aram : Ez. 4:8-6:18; 7:12-26; Yer. 10:11; Dan. 2:4-7:28
Bahasa Yunani Koine : Seluruh Perjanjian Baru
Dengan demikian, dihitung berdasarkan jumlah ayat dalam Alkitab, maka
73,61% Wahyu Ilahi ditulis dalam bahasa Ibrani, 0,86% ditulis dalam bahasa
Aram dan 25,53% ditulis dalam bahasa Yunani Koine.
Jumlah kata dalam Perjanjian Baru
Jumlah Kosakata dalam Perjanjian Baru