Anda di halaman 1dari 6

Nama : Hafshah Suria D.

NIM : 1307128 Kelas : Fis-C Tugas II Pendidikan Kewarganegaraan:

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos berarti ilmu. A. Pengertian Ideologi 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Atau cara berfikir seseorang atau suatu gagasan. 2. Destutt de Tray, tokoh pertama yang mengemukakan ideologi (1801) Ideologi adalah ilmu yang tentang gagasan yang menunjukan jalan yang benar menuju masa depan. 3. Moerdiono Ideologi adalah kompleks pengetahuan dan nilai, yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seorang (masyarakat) untuk memahami jagad raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengelolanya. 4. Alfian Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil. 5. Napoleon Ideologi adalah kumpulan ide (pendapat) yang abstrak (tidak realitis). 6. Laboratorium IKIP Malang Ideologi adalah seperangkat ide, nilai, dan cita-cita beserta pedoman dan metode cara melaksanakan atau mewujudkannya.

Sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa ideologi merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan, serta kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut: a. Bidang politik termasuk bidang hokum, pertahanan, dan keamanan b. Bidang social c. Bidang kebudayaan d. Bidang keagamaan

B. Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup 1. Ideologi Terbuka Ideologi terbuka merupakan suatu pemikiran terbuka. Ideologi terbuka merupakan perkembangan terbaru dalam pemikiran konseptual mengenai kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ciri ideologi terbuka : a. Isinya tidak operasional, artinya nilai-nilai dan cita-citanya yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. b. Senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi pemikiran serta akselerasi dalam masyarakat dalam mewujudkan cita-citanya untuk hidup berbangsa dan dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan. 2. Ideologi Tertutup Ideologi tertutup merupakan suatu pemikiran tertutup dan bersifat mutlak. Ciri ideologi tertutup : a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat. b. Bersifat totaliter, artinya mencakup atau mengurusi semua bidang kehidupan. c. Pluralisme padangan dan kebudayaan ditiadakan.

Berikut adalah tabel perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup:

C. Pentingnya Ideologi Bagi Suatu Negara Ideologi dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang nyata. Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan. Fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa. Ideologi memiliki kecenderungan untuk memisahkan kita dari mereka. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama juga berfungsi mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi. D. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia tak lain adalah sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa Indonesia yang mempunyai nilai dasar yang bersifat tetap sepanjang jaman dan nilai instrumental yang mampu berkembang secara dinamis. Nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat tetap adalah cita-cita dan tujuannya, yaitu terdapat pada pembukaan UUD 1945. Sementara nilai-nilai instrumental Pancasila yang dapat berubah adalah pengembangan dan pengamalannya, yaitu penjabaran lebih lanjut dari pembukaan UUD
3

1945 sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Akan tetapi perubahan-perubahan tersebut tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai dasarnya. Sifat dinamis dan inovatif nilai-nilai instrumental memungkinkan Pancasila dapat senantiasa beradaptasi dan mengikti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasarnya. 1. Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Pancasila sebagai suatu ideologi (ideologi terbuka) memiliki kekuatan yang sangat tergantung pada kualitas dari dimensi-dimensi yang dikandungnya. Menurut Alfian, kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang ada pada ideologi tersebut. a. Dimensi Realita Yaitu bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi (Pancasila) itu secara riil berakar dan hidup serta bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsanya (Indonesia). b. Dimensi Idealitas Yaitu bahwa nilai-nilai dasar ideologi (Pancasila) mengandung idealisme, bukan lambungan angan-angan yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya dalam praktek kehidupan bersama mereka sehari-hari. c. Dimensi Fleksibilitas Yaitu bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang

memungkinkan pada generasi penerus bangsa diperjuangkan dan dipertahankan dengan semangan nasionalisme. 2. Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Menurut Kaelan, adalah sebagai berikut : a. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila. b. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya. c. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila a. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. b. Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya. c. Pengalaman sejarah politik masa lampau. d. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. 4. Batas-Batas Keterbukaan Pancasila a. Stabilitas nasional yang dinamis b. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninnisme dan komunisme c. Mencegah berkembangnya paham liberalisme d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat e. Penciptaan norma-norma baru harus melalui consensus 5. Sistem Filsafat Pancasila Paham yang menempatkan masyarakat dan individu secara seimbang. Ada kebebasan tetapi demi kebaikan bersama diadakan pembabatan terhadap kebebasan itu yang berarti bebas tapi bertanggung jawab. Mengakui HAM dan mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, beragama sesuai dengan agama yang dianutnya. 6. Sistem Sosial Budaya Setiap orang dapat melahirkan apa saja untuk mewujudkan kebahagiaan masyarakatnya. Pemerintah berupaya untuk mensejahterakan masyarakat dengan tetap menghargai hak asasi manusia. Bila ada masalah maka diadakan musyawarah berdasarkan akal sehat untuk mencapai mufakat. Keputusan diambil oleh suara terbanyak. Sistem ini diusahakan semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya diktator mayoritas dan minoritas. 7. Sistem Ekonomi a. Berdasarkan prinsip keseimbanan dan keserasian b. Hak milik pribadi diakui dan memiliki fungsional
5

c. Daya kreasi, inisiatif, dan potensi setiap orang dikembangkan dalam satu kerangka yang harmonis dengan masyarakatnya. Manusia dianggap sebagai makhluk social sekaligus makhluk individu. d. Menganut nilai keadilan distributif dan komulatif 8. Sistem Politik Sistem politiknya adalah demokrasi pancasila yang berarti sistem demokrasi atau kedaulatan rakyat yang dijiwai dan diintegrasikan dalam sila pancasila. Bagi lembaga-lembaga yang bersifat infrastruktural diakui keberadaan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan dan ketaatan kepada hukum yang sedang berlaku.