Anda di halaman 1dari 5

BAB II ABJAD

A. Sejarah
Bahasa Yunani yang merupakan bahasa asli Perjanjian Baru memiliki sejarah yang panjang sejak abad ke-13 sebelum Masehi hingga masa kini. Bentuk paling dini dari bahasa ini disebut Linear B (abad ke-13 sM). Bentuk bahasa Yunani yang digunakan oleh penulis dari Homer (abad ke-8 sM) hingga Plato (abad ke-4 sM) disebut Bahasa Yunani Klasik. Alphabet Yunani berasal dari abjad Fenisia seperti halnya dengan alefbet Ibrani. Bahasa Yunani Klasik memiliki aneka ragam dialek dengan tiga dialek utama yaitu Doric, Aeolic, dan Ionic. Raja Philip dari Makedonia menaklukkan Athena di abad ke-4 sM. Putranya, Aleksander Agung mengembangkan kebudayaan dan bahasa Yunani di daerah jajahannya. Aleksander berbicara dalam dialek Attic, cabang dari dialek Ionic, dan dialek inilah yang berkembang. Dialek ini juga digunakan oleh penulis Athena kenamaan. Saat itulah permulaan dari Abad Helenistik. Oleh karena bahasa Yunani berkembang dan bertemu dengan bahasabahasa lain, bahasa-bahasa ini berinteraksi satu sama lain. Hal ini menyebabkan adanya adaptasi bahasa yang dewasa ini dikenal sebagai bahasa Yunani Koine. Kata -koin berarti umum, bermakna bahasa sehari-hari. Bahasa Yunani Koine adalah bentuk yang lebih sederhana dari bahasa Yunani klasik dan banyak unsur-unsur lain yang hilang dari bahasa Yunani klasik. Bahasa Yunani Koine inilah yang digunakan di dalam Septuaginta, yaitu terjemahan Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama) ke dalam bahasa Yunani, Perjanjian Baru dan tulisantulisan dari para Bapa Gereja. Bahasa Yunani memiliki dua puluh empat aksara (huruf). Sebenarnya masih ada huruf-huruf lain, tetapi tidak digunakan lagi sebelum periode klasik. Perjanjian Baru Yunani ditulis dalam huruf kapital tanpa tanda baca, tekanan suara, bahkan tanpa spasi antar huruf. Sebagai contoh, frasa pertama Yohanes 1:1. Huruf kecil dikembangkan setelah akhir abad pertama Masehi dan frasa pertama Yohanes 1:1 disalin menjadi: (en arkh n ho logos) Abjad Yunani berjumlah dua puluh empat. Untuk dapat mengenali abjad Yunani bukanlah sesuatu yang sulit. Hal ini disebabkan karena banyak kemiripan antara abjad-abjad Yunani dengan abjad-abjad Latin. Adapun abjadabjad Yunani terdiri dari 7 vokal dan 17 konsonan. Abjad Yunani memiliki huruf Uncial (unsial) atau huruf kapital (besar) dan juga huruf kursif (lancar) atau huruf kecil. Pada mulanya, naskah-naskah Yunani ditulis dengan menggunakan huruf Uncial tanpa menggunakan tanda-tanda apapun. Akan tetapi, sekitar abad ke-10 SM cara penulisan dengan menggunakan huruf Uncial digantikan dengan huruf kursif.

B. Alphabet
Nama Alpha Beta Gamma Delta Epsilon Zeta Eta Theta Iota Kappa Lambda Mu Uncial A B G D E Z H Q I K L M Kursif a b g d e z h q i k l m Latin a b g d e z th i k l m Nama Nu Ksi Omicron Pi Rho Sigma Tau Upsilon Phi Chi Psi Omega Uncial N X O P R S T U F C Y W Kursif n x o p r s( j t u f c y w Latin n ks (x) o p r s t u ph ch ps

C. Penjelasan
- Alpha Dibunyikan seperti a dalam abad, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf a. Selain itu digunakan untuk urutan pertama. Transliterasi adalah kemiripan suatu huruf dalam bahasa lain, seperti - alpha di atas. Hal ini tidak berarti bahwa kombinasi yang mirip dari aksara suatu bahasa bermakna sama seperti kombinasi dalam bahasa lain. Disebabkan oleh kemiripan suara dan fungsi antara - alpha Yunani dengan huruf Latin a, maka dikatakan aksara Latin a adalah transliterasi dari - alpha. - Beta Aksara ke-2, dibunyikan seperti b dalam badan, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf b. - Gamma Aksara ke-3, dibunyikan seperti g dalam gigi, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf g. Aksara -gamma memiliki bunyi g yang keras, jika diikuti dengan -gamma, -kappa, -khi atau -xi, aksara ini dibunyikan n. Contoh : (aggelos) dibunyikan: ang-e-los - Delta Aksara ke-4, dibunyikan seperti d dalam dada, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf d. - Epsilon Aksara ke-5, dibunyikan pendek seperti e dalam enak, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf e. - Zeta Aksara ke-6, dibunyikan seperti z dalam zalim, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf z. Untuk membedakannya dengan bunyi s, sebagian kalangan mengucapkan huruf ini di awal kata dengan z, tetapi di tengah kata dengan dz.

- baptiz diucapkan: bap-tid-zo, aku membaptis - Eta Aksara ke-7, dibunyikan panjang seperti e dalam enak, dan ditransliterasi dengan huruf . Harap bedakan dengan aksara Latin h atau n. - Theta Aksara ke-8, dibunyikan seperti th dalam kata Inggris thank, diucapkan dengan meletakkan lidah di antara gigi atas dan bawah serta menghembuskan nafas keras. Aksara ini ditransliterasikan dengan huruf th. Ada lima aksara Yunani yang ditransliterasikan dalam gabungan dua aksara Latin seperti di atas. Aksara seperti ini disebut konsonan ganda. - Iota Aksara kesembilan, dibunyikan seperti i dalam ibu, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf i. - Kappa Aksara ke-10, dibunyikan seperti k dalam kabar, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf k. - Lambda Aksara kesebelas, dibunyikan seperti l dalam lada, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf l. - Mu Aksara kedua belas, dibunyikan seperti m dalam mata, dan ditransliterasi dengan huruf m. Nama konsonan dibentuk dengan bantuan sebuah vokal, tetapi bunyi konsonan itu tidak termasuk vokal itu. Sebagai contoh, jika kata - mu muncul dalam suatu kata, tidak ada bunyi u di sana. - mageia, perbuatan sihir/magic - Nu Aksara ke-13, dibunyikan seperti n dalam nama, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf n. Dari segi bentuk aksara - nu Yunani mirip dengan aksara Latin v, dan dalam hal ini kita harus dapat membedakannya. - Xi Aksara ke-14, dibunyikan seperti x (ks) dalam kata Inggris text (baca: tekst), dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf x. - - Omicron (baca: o-mai-kron) Aksara ke-15, dibunyikan seperti o dalam obat, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf o. - Pi Aksara ke-16, dibunyikan seperti p dalam padat, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf p. - Rho Aksara ke-17, dibunyikan seperti r dalam raba, dan dialih-hurufkan (transliterasi) dalam aksara Latin dengan huruf r. Bentuk huruf ini mirip dengan p dalam aksara Latin, seyogianya kita berhati-hati agar tidak menganggapnya sebagai p. - - Sigma Aksara ke-18, dibunyikan seperti s dalam sabar, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf s. Ada dua bentuk huruf sigma dalam bahasa

Yunani, muncul pada akhir kata dan terletak di awal dan tengah kata, misalnya: (apostolos), Rasul - Tau Aksara ke-19, dibunyikan seperti t dalam tahan, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf t. - - Upsilon, baca: ap-sai-lon Aksara ke-20, dibunyikan seperti u dalam udang, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf u. Jika aksara ini dikombinasikan dengan vokal lain seperti -epsilon dan h-ta, maka bunyinya berubah menjadi yu, sebagian mengucapkannya dengan ev. euaggelists, baca: yu-ang-gel-is-tes, atau: ev-ang-gel-is-tes, evangelis, penginjil. Aksara kapital mirip dengan aksara Y Latin dan bentuk inilah yang banyak diserap serta seringkali ditulis dengan aksara y kecil, misalnya: -dunamis, menjadi dynamis -phusikos menjadi physikos u`per - huper menjadi hyper u` - hupo menjadi hypo - kerugma menjadi kerygma - kurios menjadi kyrios - musterion menjadi mysterion, - Phi Aksara ke-21, dibunyikan seperti f dalam fajar, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf ph. Huruf kecil phi memiliki dua bentuk penulisan seperti di atas. - Chi Aksara ke-22, dibunyikan seperti ch dalam kata Jerman loch, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf kh (Indonesia) atau ch (Inggris). Bentuk huruf ini mirip dan harap dibedakandengan x Latin. Istilah bahasa Inggris untuk hari Natal yaitu Christmas disingkat X-mas berasal dari huruf ini, yaitu perkembangan dari kata ( - khristos, Kristus. - Psi Aksara ke-23, dibunyikan seperti ps dalam kata epilepsi (ayan), dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf ps. - Omega Aksara terakhir atau aksara ke-24, dibunyikan panjang seperti o dalam kata obat, dan ditransliterasi dalam aksara Latin dengan huruf . Harap bedakan aksara ini dengan w Latin. Catatan Ada 3 huruf yang memiliki penulisan miring : e (q q( f . Jika sigma menjadi huruf terakhir dari sebuah kata, maka bentuknya berubah dari s menjadi j, misalnya kristo,j (Kristus, Yang Diurapi), lo,goj (firman, perkataan). Apabila terdapat dua huruf g (gamma) berturut-turut maka huruf g yang pertama lafalnya berubah menjadi n namun penulisannya tetap g. Sebagai contoh avggeloj diucapkan an-gelos. Demikian juga halnya jika huruf g diikuti

oleh k, c atau x) Ketentuan seperti tersebut di atas disebut Gamma Nassal. Akan tetapi, gamma nassal gg lebih banyak terjadi. Huruf z biasanya dilafalkan seperti dalam kata swzw sdz (saya menyelamatkan). Akan tetapi, jika huruf z berada di awal kata maka lafalnya berubah menjadi z seperti dalam kata zhtew zte (saya mencari).