Anda di halaman 1dari 13

I.

Pendahuluan
I.1 Latar Belakang Kebtuhan manusia akan energi akan terus meningkat karena pertambahan

jumlah penduduk dunia terus bertambah. Energi fosil yang tidak terbarukan semakin berkurang maka dibuthkan energi yang baru dan terbarukan salah satunya adalah energi yang memanfaatkan cahaya matahari atau biasa disebut sel surya. Sel surya menerapkan efek fotovoltaik yang merubah energi cahaya menjadi listrik yang menggunakan prinsip-prinsip fisika. Prinsip-prinsip itu akan dipahami pada modul ini maka dari itu praktikum ini dilakukan.

I.2 Identifikasi Masalah Efek apa yang membuat cahaya matahari dapat diubah menjadi listrik, bagaimana cara kerjanya? Karakteristik sel surya apa saja? Efisiensi dari sel surya itu sendiri seperti apa?

I.3 Tujuan Percobaan 1. Mempelajari efek fotovoltaik 2. Menentukan karakteristik sel surya 3. Mengoptimalisasi konversi energi surya menjadi energi listrik

II.

Teori Dasar
Surya atau yang lebih dikenal matahari merupakan suatu bola raksasa yang

terbentuk dari gas hidrogen dan helium dan berperan sebagai pusat tata surya. Kita tahu bahwa seluruh komponen tata surya mengelilingi matahari. Matahari akan memancarkan sinar dan cahayanya ke seluruh planet. Manfaat matahari di bumi ada banyak sekali diantaranya adalah : 1. Sumber kehidupan Sumber kehidupan disini matahari panasnya matahari akan membentuk iklim dan akan menghangatkan bumi. Kemudian cahaya matahari akan menerangi bumi dan dipakai tumbuhan untuk berfotosintesis juga reaksi-reaksi kimia yang lain. Jika cahaya matahari maka tidak akan ada iklim, fotosintesis, dan reaksi-

reaksi kimia lain yang bermnafaaat bagi seluruh makhluk yang ada di bumi dan sekitarnya. 2. Kesehatan Ketika cahaya matahari ini diserap oleh tubuh maka akan membuat lapisan kolesterol ini berubah menjadi vitamin D, akan mengurangi kolesterol darah, mengurangi gula darah karena akan merubah glukodsa menjadi glikogen, dan membentuk dan memperbaiki tulang. 3. Sumber energi Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi yang berupa energi panas dan energi cahaya. Energi panas matahari dapat digunakan secara langsung, misalnya untuk mengeringkan pakaian. Energi cahaya matahari menerangi bumi pada siang hari. Selain itu, cahaya matahari dimanfaatkan tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis. Energi cahaya matahari juga digunakan untuk memanaskan air atau menghasilkan listrik. Oleh karena itu, energi cahaya biasa disebut sebagai tenaga surya. Pemanasan air dengan tenaga surya memerlukan alat yang disebut panel surya. Panel surya biasa dibuat dari lempengan logam hitam yang dihubungkan dengan pipa air. Lempengan ini akan memindahkan panas matahari ke air yang mengalir di sepanjang pipa.[1] Tenaga surya juga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Alat yang diperlukan untuk menghasilkan listrik ini berupa cermin cekung dan turbin. Cermin ini akan bergerak mengikuti arah matahari saat melintas di langit. Cermin ini kemudian memfokuskan cahaya ke sebuah menara. Di menara tersebut panas yang diserap digunakan untuk mendidihkan air. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin inilah yang akan menghasilkan listrik. Listrik tenaga surya sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan atau tempat-tempat terpencil. Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, televisi, bahkan lemari es. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik menggunakan sel surya. Kegunaan sel surya di antaranya untuk menjalankan jam, kalkulator, dan penerangan luar ruangan. Bahkan, sel surya dengan susunan yang rumit dapat memberikan tenaga listrik ke satelit.[1]

Pengertian Sel Surya Sel surya adalah alat yang penting bagi kemajuan pengembangan teknologi energi. Alat ini bekerja melalui suatu mekanisme yang dikenal dengan nama efek fotovoltaik. Bila kita mendengar kata foto, tentu saja berkaitan dengan kata cahaya karena kata foto berasal dari kata foton yang berarti partikel cahaya atau unit-unit penyusun cahaya. Kata volt tentu saja berhubungan dengan bidang kelistrikan. Volt merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya tegangan/beda potensial antara 2 kutub yang berbeda (positif dan negatif).[2] Tenaga listrik dari cahaya matahari pertama kali ditemukan oleh Alexandre Edmund Becquerel seorang ahli fisika Perancis pada tahun 1839. Temuannya ini merupakan cikal bakal teknologi solar cell. Percobaannya dilakukan dengan menyinari 2 elektrode dengan berbagai macam cahaya. Elektrode tersebut di balut (coated) dengan bahan yang sensitif terhadapcahaya, yaitu AgCl dan AgBr dan dilakukan pada kotak hitam yang dikelilingi dengan campuran asam. Dalam percobaanya ternyata tenaga listrik meningkat manakala intensitascahaya meningkat. Selanjutnya penelitian dari Bacquerel dilanjutkan oleh peneliti-peneliti lain. Tahun 1873 seorang insinyur Inggris Willoughby Smith menemukan Selenium sebagai suatu elemen photo conductivity. Kemudian tahun 1876, William Grylls dan Richard Evans Day membuktikan bahwa Selenium menghasilkan arus listrik apabila disinari dengan cahaya matahari. Hasil penemuan mereka menyatakan bahwa Selenium dapat mengubah tenaga matahari secara langsung menjadi listrik tanpa ada bagian bergerak atau panas. Sehingga disimpulkan bahwa solar cell sangat tidak efisien dan tidak dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan listrik.

Tahun 1894 Charles Fritts membuat Solar Cell pertama yang sesungguhnya yaitu suatu bahan semi conductor (selenium) dibalut dengan lapisan tipis emas. Tingkat efisiensi yang dicapai baru 1% sehingga belum juga dapat dipakai sebagai sumber energi, namun kemudian dipakai sebagai sensor cahaya. Tahun 1905 Albert Einstein mempublikasikan tulisannya mengenai photoelectric effect. Tulisannya ini mengungkapkan bahwa cahaya terdiri dari paket-paket atau quanta of energi yang sekarang ini lazim disebut photon. Teorinya ini sangat sederhana tetapi

revolusioner. Kemudian tahun 1916 pendapat Einstein mengenai photoelectric effect dibuktikan oleh percobaan Robert Andrew Millikan seorang ahli fisika berkebangsaan Amerika dan ia mendapatkan Nobel Prize untuk karya photoelectric effect. Tahun 1923 Albert Einstein akhirnya juga mendapatkan Nobel Prize untuk teorinya yang menerangkan photoelectric effect yang dipublikasikan 18 tahun sebelumnya.

Hingga tahun 1980 an efisiensi dari hasil penelitian terhadap solar cell masih sangat rendah sehingga belum dapat digunakan sebagai sumber daya listrik. Tahun 1982, Hans Tholstrup seorang Australia mengendarai mobil bertenaga surya pertama untuk jarak 4000 km dalam waktu 20 hari dengan kecepatan maksimum 72 km/jam. Tahun 1985 University of South Wales Australia memecahkan rekor efisiensi solar cell mencapai 20% dibawah kondisi satu cahaya matahari. Tahun 2007 University of Delaware berhasil menemukan solar cell technology yang efisiensinya mencapai 42.8% Hal ini merupakan rekor terbaru untuk thin film photovoltaicsolar cell. Perkembangan dalam riset solar cell telah mendorong komersialisasi dan produksi solar cell untuk penggunaannya sebagai sumber daya listrik.[3]

(gb.1 skema efek fotovoltaik) [3]

CARA KERJA PLTS KONSEP KERJA SISTEM PLTS Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita. Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller),

dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari. Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistemsel surya itu merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panelsurya sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu. Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya rangkaian kontroler ini

sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai.

Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah dibandingkan dengan bila merakit sendiri. Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya. Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Kontroler seperti ini dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler ini tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler untuk menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari jatuh tegak lurus. [3] Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. [3] Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang

dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel

yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi. [3] Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan kebutuhannya. [3] Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semikonduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik. Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gayagaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik. [3]

III.

Prosedur Percobaan
III.1 Alat dan Bahan 1. Modul sel surya Sebagai pedoman saat praktikum. 2. Rheostat/Potensiometer Sebagai alat untuk mengukur besarnya suatu potensial. 3. Multimeter digital Sebagai alat untuk mengukur tegangan listrik. 4. Power supply Sebagai sumber tegangan. 5. Sumber cahaya Sebagai sumber cahaya. 6. Detektor cahaya/Thermopile Sebagai alat pendeteksi intensitas sumber cahaya. 7. Air blower Sebagai alat untuk mendinginkan suhu sekitar thermopile. 8. Perlengkapan lainnya

III.2 Prosedur Percobaan a. Menentukan Intensitas cahaya 1. Menempatkan sunber cahaya dan detektor pada jarak tertentu (minimal 50 cm), mengukur intesitas cahaya dengan menggunakan detektor cahaya (thermopile). 2. Memvariasikan jarak sumber cahaya dengan detektor untuk

mendapatkan titik dengan intensitasyang berbeda. b. Menentukan arus hubung singkat dan tegangan terbuka 1. Merangkai sel surya seperti pada gambar dalam modul. 2. Menempatkan sumber cahaya sedemikian rupa sehingga selruh permukaan panel sel surya tersinari.

3. Mengatur

potensiometer/hambatan

geser

pada

posisi

resistansi

maksimum. Mencatat nilai yang ditunjukkan masing-masing alat ukur (voltmeter dan amperemeter) 4. Menurunkan resistansi hambatan geser secara perlahan, dan mencatat nilai pembacaan pada masing-masing alat ukur untuk setiap perubahan resistansi. Melakukan sampai nilai resistansi mencapai harga minimum. (Cat : Arus hubung singkat dan tegangan terbuka dipengaruhi temperatur, untuk temperatur kamar gunakan Air blower dingin). c. Menentukan ketergantungan arus hubung singkat dan tegangan terbuka terhadap temperatur 1. Meniupkan udara panas ke permukaan sel surya, mengukur temperatur permukaan secara langsung menggunakan thermometer. (Jangan menyentuh permukaan sel surya, lapisan p-nya mudah rusak). 2. mengulangi prosedur percobaan (2). d. Menentukan kurva karakteristik pada intensitas cahaya yang berbeda 1. Mengulangi prosedur percobaan (2), untuk jarak antara sumber cahaya dan sel surya (Intensitas cahaya telah diukur pada 2.1) yang berbeda. Melakukan untuk beberapa variasi jarak. e. Menentukan kurva karakteristik pada kondisi lingkungan yang berbeda Mengulangi prosedur percobaan (2), dengan : 1. Melakukan pendinginan dengan blower. 2. Tanpa pendinginan. 3. Cahaya terlebih dahulu dilewatkan melalui pelat kaca. f. Mengamati pengaruh panjang gelombang terhadap rapat arus Mengulangi prosedur percobaan (2), dengan : 1. Menggunakan sumber cahaya yang berbeda. 2. Cahaya terlebih dahulu dilewatkan melalui filter berbagai warna. g. Mengamati karakteristik konversi alat dibawah pengaruh sinar matahari

Mengulangi prosedur percobaan (2) dengan menggunakan sinar matahari langsung.

III.3 Tugas Pendahuluan


1.

Prinsip Kerja Sel Surya P-N :Sel surya merupakan suatu divais

semikonduktor yang mampu menghasilkan listrik ketika disinari. Proses penghasilan energi listrik itu diawali dengan proses pemutusan ikatan elektron pada atom-atom yang tersusun dalam kristal semikonduktor ketika diberikan sejumlah energi (hf) yang berasal dari cahaya. Salah satu bahan semikonduktor yang biasa digunakan sebagai sel surya

Fotodioda

: fotodioda adalah jenis diode yang berfungsi mendeteksi

cahaya. Fotodioda merupakan sensor semikonduktor yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik.Fotodioda merupakan sebuah diode dengan sambungan p-n yang dipengaruhi cahaya dalam kerjanya.Cahaya yang dapat dideteksi oleh fotodioda ini mulai dari cahaya infrared, cahaya tampak, ultra ungu, sampai dengan sinar x. LED :Light-Emitting Diode atau LED merupakan sebuah alat

semikonduktor yang berukuran hanya beberapa milimeter saja. Alat ini mampu mengubah energi elektrik secara langsung menjadi sinar dan tidak dapat dipungkiri sangat efisien ketika berubah menjadi konsumsi energi.

2.

Efisiensi disefinisan sebagai :

P m ax 100 % P m

Merupakan aspek yang menjadi perhatian utama dalam proses konversi energi (energi matahari/ cahaya) oleh sel surya.Daya maksimum dapat dinyatakan dalam fill factor yang didefinisikan sebagai

FF

Vm ax. I m ax Voc I sc

100 %

Dalam besaran ini daya maksimum menjadi

Pm ax Vm ax I m ax Voc I sc FF

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tugini.2011.Sumber energi alternatif dan Penggunannya Dalam Kehidupan Sehari-hai. http://tugino230171.wordpress.com/2011/10/29/sumber-energi-alternatifdan-penggunaannya-dalam-kehidupan-sehari-hari/#more-6791. Diakses pada 09/062012 pukul 06.40 WIB

[2] Yuda.2009.Sel Surya (Pengertian Dasar).


http://cheminlove.blogspot.com/2009/02/sel-surya-pengertian-dasar.html. Diakses

pada 09/062012 pukul 06.49 WIB

[3] SCL.2011.Solar Cell atau Sel Surya.


http://tenagasuryaku.wordpress.com/2011/12/03/solar-sell/ . Diaskses pada

09/06/2012 pukul 07.34 WIB

INTISARI PERCOBAAN
Pada praktikum kali ini berjudul sel surya. Pada praktikum ini bertujuan untuk mempelajari efek fotovoltaik, menentukan karakteristik sel surya, dan optimalisasi konversi energi surya menjadi energi listrik. Praktikum klai ini erat kaitannya dengan energi karena kita tahu fotovoltaik adalah proses perubahan energi cahaya menjadi listrik. Hal itu bisa terjadi karena energi bersifat kekal atau hanya bisa diubah tidak bisa dihilangkan. Proses perpindahan energi yang terjadi sedemikian rupa. Saat praktikum nantinya akan terlihat karakteristik apa saja yang akan dimiliki oleh sel surya tersebut dengan memvariasikan jarak ataupun sumber cahayanya. Efisiensi pun menjadi hal yang penting dalam pengkonversian energi karena sebisa mungkin diminimalisir kehilangan energinya

FF

Vm ax. I m ax Voc I sc

100 %

Dalam besaran ini daya maksimum menjadi

Pm ax Vm ax I m ax Voc I sc FF