Anda di halaman 1dari 18

1.

Masalah social yang dihadapi oleh lansia dimana lansia tidak produktif, dan tidak penting tetapi merasa diistimewakan sehingga terjadi penolakan pada lansia disebut a. Devaluasi b. Sterotipe c. Penyingkiran d. Post power syndrome e. Isolasi sosial 2. Dampak masalah social pada lansia adalah munculnya sikap negative pada lansia yang dapat dievaluasi dari menghindari kontak dengan lansia. Hal ini evaluasi dari aspek a. Kognisi b. Afek c. Perilaku d. Psikomotor e. Proses pikir 3. Dampak masalah social pada lansia adalah munculnya sikap negative pada lansia yang dapat dievaluasi dari lansia kotor dan tidak bersih. Hal ini evaluasi dari aspek a. Kognisi b. Afek c. Perilaku d. Psikomotor e. Proses pikir 4. Dampak masalah social pada lansia adalah munculnya sikap negative pada lansia yang dapat dievaluasi dari lansia bau dan tidak menyenangkan. Hal ini evaluasi dari aspek a. Kognisi b. Afek c. Perilaku d. Psikomotor e. Proses pikir 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi dari gambaran diri lansia adalah a. Perubahan struktur dan fungsi tubuh b. Proses tumbuh kembang c. Gambaran diri identitas kepribadian, saling ketergantungan d. Kecenderungan individu menetapkan gambaran diri pada batas kemampuannya 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi ideal diri lansia adalah a. Kecenderungan individu menetapkan ideal diri pada batas kemampuannya b. Faktor budaya:untuk melebihi dan berhasil c. Kebutuhan yang realitas d. Keinginan untuk menghindari kegagalan, perasaan cemas dan rendah diri 7. Stress peran pada lansia adalah a. Konflik peran b. Peran yang tidak jelas c. Peran yang tidak sesuai d. Peran berlebih 1

8. Ciri identitas diri yang sehat pada lansia adalah a. Mengenal diri sendiri sebagai organisme yang utuh b. Sama dengan orang lain c. Mengakui jenis kelamin sendiri d. Memandang semua aspek didalam dirinya sebagai suatu unit terpisah 9. Manifestasi dari harga diri rendah pada lansia adalah a. Kehilangan nafsu makan b. Kehilangan berat badan c. Makan yang berlebih/tidak mau makan d. Gangguan tidur 10.Perawat mencoba mendorong lansia harus tetap aktif menggunakan kemapuan pikirnya melalui kegiatan membaca, menambah informasi dan pengetahuan serta melakukan analisis keadaan yang dihadapi masyarakat. Aspek intervensi psikologis yang dilakukan perawat tersebut adalah a. Kognitif b. Emosi c. Social d. Kepribadian e. Moral 11.Perawat mencoba menyusun rencana hidup yang realistis sudah seperti yang dirancang sebelumnya, melalui dukungan sosial dari orang dekat (yang lebih muda) pengakuan, perhatian, penerimaan, penghargaan agar lansia mendapatkan perlakuan yang baik. Aspek intervensi psikologis yang dilakukan perawat tersebut adalah a. Kognitif b. Emosi c. Social d. Kepribadian e. Moral 12.Perawat dalam intervensi terhadap lansia menekankan pada aspek kepedulian dan memberi perhatian, memberi nformasi yang diperlukan, melibatkan dalam kegiatan sosial atau keluarga. Aspek intervensi psikologis yang dilakukan perawat tersebut adalah a. Kognitif b. Emosi c. Social d. Kepribadian e. Moral 13.Kepribadian lansia yang sukses dalam melalui tahap perkembangan psikologis lansia adalah lansia suka rela menarik diri dan melepaskan perannya seiring dengan bertambahnya usia (namun ada kepuasan hidup)disebut a. Reorganizer b. Focused c. Successfully disengaged d. Bijaksana e. Integrative

14.Dampak apabila lansia mengalami depresi, cemas, cancer, arthritis, peripheral vascular disease, cerebrovascular accident, katarak, dan neuropati adalah terjadinya perubahan dalam hal a. Psikologis b. Persepsi c. Sosial d. Kognisi e. Persepsi dan Kognisi 15.Penyebab gangguan proses berpikir pada lansia adalah a. Sleep deprivation b. Psychologic conflicts c. Depression d. Drugs 16.Intervensi dalam meningkatkan orientasi realita pada lansia adalah a. Mengklarifikasi mispersepsi b. Menanyakan orientasi orang, tempat dan waktu c. Gunakan instruksi one-step yang sederhana d. Jangan mensupport dan mengejek delusi 17.Lansia 55 tahun penghuni PSTW memiliki riwayat hipertensi semenjak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 160/100 mmH. Klien menyatakan saat tekanan darahnya naik adalah merasa sakit kepala berat, sakit tengkuk/leher bagian bawah, mata kunang-kunang/pandangan gelap/kabur, dan telinga berdengung. Intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan dari kasus diatas?

a. Diet rendah garam, lemak dan pedas b. Autogenic trainning c. Kontrol tekanan darah d. Latihan fisik e. Mekanisme koping yang adaptif
18.Seorang lansia 68 tahun penghuni PSTW. Keluhan yang dialami klien saat ini adalah nyeri sendi terus menerus, kaku sendi bangun tidur, dan bengkak sendi mulai dari tangan-karpal-metakarpal, interfalang proksimal. Permasalahan tersebut sering dialami oleh klien. Klien masih binggung kenapa penyakitnya ini hilang timbul sampai tiap 3 bulan sekali. Apa yang dapat dilakukan oleh perawat dari kasus diatas?

a. Maaf Bapak, silahkan mengurangi makanan yang tinggi purin b. Bapak, silahkan untuk rajin berolah raga tiap pagi hari c. Jangan suka mandi di malam hari ya, Bapak d. Silahkan datang ke Klinik untuk periksa kadar asam uratnya e. Bapak sebaiknya melakukan kompres hangat pada daerah yang nyeri dan bengkak
19.Seorang lansia 60 tahun menyatakan malas makan dalam 5 hari ini pada perawat S selaku perawat panti lanjut usia. Klien mengatakan merasa kenyang terus sehingga nafsu makannya berkurang. Klien juga mengatakan jika mau makan susah karena sudah tidak punya gigi dan semua makanan rasanya hambar tanpa rasa baginya. Klien mengatakan ingin makanan yang enak-enak supaya dapat ada selera untuk makan. Jatah makan dari panti untuk makan 3 kali sehari tidak pernah habis setiap makan klien hanya menghabiskan sampai porsi makan saja. Pengukuran TB: 168 3

cm dan BB: 50 kg. Apa evaluasi keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat dari kasus diatas?

a. Angka kecukupan kalori 15 20 % b. Angka kecukupan lemak maksimal 30 %, diutamakan lemak tak jenuh c. Angka kecukupan protein normal 10 12 % dari kecukupan energi d. Konsumsi protein hewani 20 % berasal dari hewani e. Vitamn dan mineral harus cukup terutama Vit A, kalium, dan Mg
20.Seorang perempuan 75 tahun mengeluh batuk berdahak sudah 3 minggu terakhir. Klien merasa badannya makin kurus karena nafsu makannya tidak ada. Keluarga mengatakan biasa jika orang tua batuk dan sakit-sakitan. Klien merasa lebih baik mati sekarang daripada menderita sakit. Apa tindakan keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat? a. Memasukkan klien ke panti jompo b. Mengajarkan klien batuk efektif c. Menguatkan spiritualitas klien d. Merujuk klien ke puskesmas e. Mengatur pola makan klien 21.Seorang laki-laki 85 tahun tinggal sendiri. Klien mengeluh sudah tidak berdaya terhadap kondisinya saat ini. Klien merasa waktunya untuk meningal sudah dekat dan menginginkan anak cucunya untuk datang menemani dirinya. Klien ingin berdoa supaya cepat menyusul istrinya dengan tenang dan damai. Apa evaluasi keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat? a. Life review terpenuhi b. Kemandirian klien lansia c. Kualitas hidup lansia optimal d. Status kesehatan lansia optimal e. Meninggal dalam keadaan tenang 22.Perubahan tubuh setelah kematian dimana terjadi perubahan warna pada daerah yang tertekan disebut a. Algor mortis d. Kalor mortis b. Livor mortis e. Dolor mortis c. Rigor mortis 23.Pernyataan berikut merupakan criteria kematian adalah 1. Terhentinya nafas, nadi dan tekanan darah 2. Enchepalogram datar 3. Hilang terhadap respon stimulu eksternal 4. Pergerakan otot tidak ada 4

24.Tn. Andika (80 th) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Kanker Paru Stadium Terminal. Oleh dokter dan perawat ruangan Tn. Andika diprediksikan umurnya tidak lama lagi dan tinggal menunggu kematian. Kondisi Tn. Andika saat Ners. Suci merawat adalah klien merasa lebih tenang dan damai dalam menantikan kematian dan kooperatif dalam perawatan. Berdasarkan hal tersebut Tn. Andika memasuki tahap kematian pada tahap a. Denial d. Depresi b. Anger e. Acceptance c. Bargaining 25.Perencanaan keperawatan yang dapat ditetapkan oleh perawat dalam periode klien kehilangan dan berduka adalah 1. Mampu menjalin hubungan yang baru 2. Terlepas emosi dengan yang meninggal 3. Mampu mengenang seseorang atau obyek yang hilang tanpa sedih 4. Merencanakan berduka 26.Bp. A (60 tahun) jalan-jalan bersama cucunya ke areal persawahan, rambut terlihat memutih dan kulit keriput, apa nama masa usia menurut pembagian usia lansia Depkes RI ? A. Vibrilitas B. Presenium C. Senium D. Virtualisasi E. Vibrilasi 27.Bp. C hari ini genap berumur 65 tahun, tampak gelisah dan mengungkapkan kekhawatiran dengan usia yang tak muda lagi. Beberapa bulan terakhir beliau merasa mudah lapar, haus, lemah, sering berkemih. Beliau merasa ada masalah dengan kesehatannya, apa tindakan perawat terkait dengan kasus ? A. Melakukan pemeriksaan dasar B. Melakukan rujukan ke RS C. Memberikan saran untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan D. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai Diabetes Mellitus (DM) E. Mengajarkan senam lansia 28.Ibu A (72 tahun) dalam kesehariannya bersikap ramah, rendah hati, suka menolong, dan tidak memiliki masalah dengan tetangga. Apa tipe lansia dari gambaran kasus ? A. Mandiri B. Tidak bertanggung jawab C. Arif dan bijaksana D. Mencari jati diri E. sopan 29.Ibu C (75 tahun) dengan keadaan kesehatan yang baik dan masih bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apa klasifikasi usia kronologis untuk ibu C menurut World Health Organization (WHO) ? A. Young Old B. Midle old C. Very old D. Old E. Not yet old 30.Apa salah satu tindakan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia ? A. Menjaga pola makan B. Menjaga kestabilan tekanan darah C. Selalu mendampingi lansia D. Melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan dan bermanfaat E. Melakukan kegiatan berkelompok yang menyenangkan 31.Keluarga Bp. B (40 tahun) tidak memperbolehkan ibu Y (65 tahun) untuk melakukan pemeliharaan kebersihan rumah dan Bp. B menyatakan :biar saja yang lain yang 5

mengerjakan, ibu (ibu Y) sudah tua, nanti badannya jadi sakit-sakitan, walaupun ibu seringkali masih meminta dan merasa mampu melakukannya. Apa peran perawat untuk ibu Y di keluarga ? A. Advocat B. Care giver C. Koordinator kasus D. Change agent E. Edukator 32.Perawat N bekerja di unit pelayanan terpadu lansia, perawat N mengelompokkan lansia-lansia menurut tingkat kemandirian dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dasar. Apa model konsep (teori) yang digunakan oleh perawat N dalam pengelompokkan tersebut ? A. Transkultural B. Lingkungan C. Sistem pelayanan kesehatan D. Adaptasi E. Defisit perawatan diri 33.Perawat N melatih kelompok lansia di masyarakat untuk melakukan senam lansia dalam kegiatan sehari-harinya. Apa peran yang dilakukan oleh perawat N ? A. Care giver B. Educator C. Advocat D. Penemu kasus E. Koordinator wilayah 34.Bp. B (70 tahun) pernah mengalami Stroke 8 bulan yang lalu, saat ini Bp. B berada di rumah dengan keadaan tidak mampu untuk menggerakan ekstremitas dan hanya berbaring di tempat tidur, terlihat kotor, kurus, bau dan mengalami kontraktur pada ekstremitas. Apa peran utama perawat pada Bp. B ? A. Educator B. Care giver C. Advocat D. Penemu kasus E. Koordinator wilayah 35.Masa pensiun bagi lansia sering menimbulkan stress karena adanya rasa kehilangan pendapatan/aktifitas. Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menangangi hal tersebut pada lansia ? A. Diam saja B. Memberikan pemahaman pada lansia karena sudah waktunya beristirahat C. Memasukkan ke panti jompo D. Mencarikan aktiiftas bagi lansia E. Mencarikan perawat bagi lansia 36.Apa pengertian dari usia yang menujukkan pada peran-peran yang diharapkan/ diberikan masyarakat kepada seseorang sehubungan dnegan usianya? A. Usia psikososial B. Usia sosial C. Usia biologis D. Usia spiritual E. Usia kultural 37.Bp. A (65 tahun) pensiun dari pekerjaannya 10 tahun yang lalu, Bp. A menderita DM 5 tahun terakhir, Bp. A mengeluhkan seringkali merasa kelelahan dan hanya mampu duduk-duduk saja, Apa prinsip yang tidak terpenuhi pada Bp. A menurut WHO (1991) ? A. Partisipasi dalam perawatan diri B. Emansipasi C. Perawatan kesehatan 6

D. Pemenuhan diri E. Kebebasan dalam menentukan kesehatan diri 38.UPT lansia di Kota J menampung 140 orang lansia, dengan staf dan karyawan sejumlah 20 orang. Para lansia yang masih mampu beraktifitas, dilatih oleh para karyawan untuk mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan tangan dan hasil penjualan diberikan ke para lansia dengan ada sumbangan untuk panti. Apa prinsip pendekatan yang dilakukan oleh para staf panti menurut WHO (1982) ? A. Accesibilyti B. Mobility C. Productivity D. Care day E. Nursing home 39.Hakekatnya manusia telah berusaha menjelaskan bagaimana dan mengapa terjadi penuaan, namun tidak ada teori tunggal yang dapat menjelaskan proses penuaan. Apa nama teori yang menguraikan proses maturasi dalam kaitannya tugas yang harus dikuasai pada berbagai tahap sepanjang rentang hidup manusia ? A. Teori psikologis B. Teori sosial C. Teori kepribadiaan D. Teori tugas perkembangan E. Teori aktivitas 40.Ibu L (63 tahun). Apa klasifikasi lansia menurut WHO pada ibu L ? A. Young age B. Middle age C. Very old D. Old E. Elderly 41.Bp. N (75 tahun) dengan kemampuan penyesuain terhadap setiap situasi yang baik, apa usia Bp. N yang dikatakan baik ? A. Usia kronologis B. Usia biologis C. Usia psikologis D. Usia kultural E. Usia sosial 42.Kapan standard praktek keperawatan geriatrik dan jurnal keperawatan gerontologikal dipublikasikan oleh American Nursing Association (ANA) ? A. 1952 B. 1959 C. 1970 D. 1979 E. 1989 43.Ibu N (65 tahun) menyatakan kesepian, ibu N tinggal bersama putrinya Nn B (30 tahun) yang sibuk bekerja dari pagi sampai dengan malam hari. Apa peran keluarga yang sebaiknya dilakukan pada ibu N ? A. Membiarkan sendiri ibu N B. Mengantarkan ke panti jompo C. Mendaftarkan ke care day D. Memberikan perhatian, dukungan, kasih-sayang dan hiburan E. Mencarikan pembantu 44.Bp. Y (67 tahun) terlihat segar-bugar. Bp. Y menyatakan sangat bahagia, Bp Y tinggal bersama anak-mantu dan cucu. Bp. Y menggunakan waktu sehari-hari dengan beraktifitas bersama cucu atau menjalankan hobi memelihara ikan dan burung. Bp. Y terlihat akrab dengan anggota keluarga yang ada. Apa fungsi keluarga yang berdampak pada kehidupan Bp. Y ? A. Fungsi biologis 7

B. Fungsi perawatan kesehatan C. Fungsi spiritual D. Fungsi komunikasi E. Fungsi afeksi 45.Apa tujuan asuhan keperawatan keluarga dengan lansia ? A. Lansia mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri B. Lansia mampu melaksanakan peran dan fungsi dalam keluarga C. Keluarga mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan lansia D. Keluarga siap untuk melepas lansia E. Keluarga dapat menghindari adanya penurunan fungsi perawatan kesehatan pada lansia. 46.Perawat N membantu pemenuhan kebutuhan dasar pada lansia termasuk untuk mengatur kamar para lansia di UPT lansia untuk ventilasi, cahaya matahari, sanitasi, luas dan kebersihan kamar serta sarana-prasarana menjadikan lansia tetap sehat dan terhindar dari kecelakaan atau sakit. Apa teori/model konsep yang digunakan sebagai dasar dalam intervensi oleh perawat N saat menjadi perawat di UPT lansia tersebut ? A. Orem B. Henderson C. Ningthingale D. Jhonson E. Peplau 47.Perawat N mengelompokkan para lansia kepada care giver untuk bertanggungjawab membantu pemenuhan kebutuhan dasar pada beberapa lansia yang dihitungkan menurut tingkat kemampuan dalam perawatan diri. Apa teori/model konsep yang digunakan sebagai dasar dalam intervensi oleh perawat N saat menjadi perawat di UPT lansia tersebut ? A. Orem B. Henderson C. Ningthingale D. Roy E. Jhonson 48.Apa peran yang dilakukan oleh perawat N saat mengelompokkan lansia kepada care giver untuk bertanggungjawab membantu pemenuhan kebutuhan dasar pada beberapa lansia ? A. Koordinator lahan B. Manager kasus C. Care giver D. Pimpinan E. Pengelola panti 49.Bp. N (70 tahun) bekerja sebagai cleaning servis pada satu kantor dan merupakan pencari nafkah pada keluarganya dengan anggota (istri, 2 orang anak, mantu dan 2 orang cucu). Apa struktur dalam keluarga yang kurang berjalan dengan baik ? A. Struktur afeksi B. Struktur emosi C. struktur perawatan kesehatan D. struktur peran E. struktur komunikasi 50.Apa salah satu tujuan dari perawatan kesehatan pada lansia ? A. Tercapainya kesehatan dan kemampuan perawatan diri yang mandiri pada lansia B. Tercapai kemampuan keluarga yang secara aktif melakukan perawatan pada lansia C. Tercapai kemampuan para care giver untuk membantu lansia dalam perawatan diri 8

D. Tercapai peningkatan dan pemeliharaan kesehatan pada diri lansia, kemampuan perawatan diri yang mandiri secara optimal pada lansia E. Tercapainya masa pensiun yang tenang Kasus (untuk soal no 51 55) Klien (58 thn) seorang duda cerai sejak 8 tahun yang lalu. Saat ini klien tinggal serumah dengan anak bungsu dan 2 orang cucu. klien pemilik bengkel dan memiliki 5 orang pekerja. Selama ini klien masih aktif di bengkel, sehingga jarang meluangkan waktu untuk rekreasi atau olahraga ringan. Klien seorang perokok aktif, gemar minum kopi hitam, dan jarang sekali mengkonsumsi buah atau sayuran hijau. 1 bulan terakhir, klien mengalami perubahan perilaku. Klien kerapkali mengeluh kepada anaknya bahwa badannya (khususnya tungkai kaki) sering terasa pegal dan kesemutan, nyeri dalam berkemih, dan mudah lelah. Klien sering mengatakan bahwa Saya merasa tampak 10 tahun lebih tua, sering sakit-sakitan, dan sepertinya segala yang Saya lakukan saat ini sudah tidak berguna lagi bagi orang lain. 51.Proses menua merupakan proses alamiah yang pasti terjadi pada klien. Teori yang melatarbelakangi proses menua terdiri dari teori biologi, psikologi, dan sosial. Jika mengacu pada kasus di atas, pendekatan teori biologi yang manakah yang paling mendukung percepatan proses menua pada klien? a. Hayflick Limit Theory b. Teori Kesalahan c. Teori Pakai dan Usang d. Teori Radikal Bebas e. Teori Ikatan Silang 52.Perawat dapat memberikan program edukasi kepada keluarga klien sebagai support social terdekat. Jika mengacu pada soal di atas, program edukasi prioritas yang bisa diinformasikan kepada keluarga tentang proses menua yang klien alami lebih diwujudkan dalam pemberian saran mengenai ... a. Ketrampilan mengelola stres dan beban di tempat kerja b. Pola diet untuk lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, khususnya yang mengandung vitamin C dan E c. Modifikasi perilaku, dengan memperbanyak olahraga ringan seperti joging minimal 1x/minggu d. Pendampingan dalam pemenuhan ADL, khususnya jika dijumpai nyeri pada ekstremitas e. Peningkatan pola hidup sehat 53.Menurut Havigurst (1972), tugas perkembangan prioritas yang harus dipersiapkan pada klien ketika memasuki tahap lanjut usia, yaitu a. Menyesuaikan diri dengan penurunan kekuatan fisik dan kesehatan b. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan c. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup d. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang sebaya e. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes 54.Jika mengacu pada kasus dan konsep tugas perkembangan Eric Ericson, pernyataan di bawah ini mengindikasikan penyimpangan perkembangan yang bisa muncul pada klien ketika memasuki tahap lansia, yaitu a. Kehilangan pasangan hidup sebagai stressor yang paling besar b. Klien merasa kehidupannya selama ini tidak berarti c. Klien memiliki pola perilaku yang kurang sehat: merokok, minum kopi, dan jarang mengkonsumsi sayur dan jarang berolahraga d. Klien masih aktif bekerja di usia 58 tahun e. Tercapainya integritas diri 9

55.Sebagai perawat psikogeriatri, implikasi keperawatan yang selama ini dilakukan kepada klien lebih menitikberatkan kepada a. Pemenuhan kebutuhan ADL secara mandiri b. Peningkatan harga diri c. Prioritas upaya pencegahan daripada pengobatan d. Penguatan keluarga sebagai support social eksternal e. Penguatan spiritual 56.Menurut course of human life theory, pencapaian tujuan kehidupan bagi klien lansia ketika memasuki tahap lansia yaitu ... a. Memiliki konsep yang spesifik b. Lebih konkrit dalam memilih cita-cita c. Mengevaluasi tujuan yang dicapai d. Menghentikan pencapaian cita-cita e. Menyiapkan proses kematian dengan damai 57.Proses menua merupakan proses pra program yaitu proses yang terjadi akibat akumulasi stres dan injuri dari trauma. Menua dianggap sebagai proses fisiologis yang ditentukan oleh sejumlah penggunaan dan keusangan dari organ seseorang yang terpapar dengan lingkungan. Hal ini merupakan pandangan proses menua menurut teori a. Hayflick Limit Theory b. Error Theory c. Wear & Tear Theory d. Free Radical Theory e. Cross Linkage Theory 58.Kasus: Klien (laki-laki, 58 thn) mengatakan bahwa ketika usianya sudah 65 tahun, dia akan berhenti bekerja dan lebih memilih menghabiskan masa tuanya di rumah. Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep teori a. Developmental task theory b. Immunity theory c. Disengagement theory d. Activity theory e. Continuity theory 59.Kasus: Berdasarkan hasil pengkajian, diperoleh informasi bahwa klien (laki-laki, 65 thn) selama masih muda, cenderung hidup mandiri, enggan secara ekonomi untuk bergantung pada anaknya, nyaman secara status sosial karena memiliki anak buah, dan mengaku takut jika nantinya bertambah tua tidak bisa menghasilkan uang lagi. Berdasarkan pernyataan tersebut, kondisi yang paling mungkin terjadi pada klien ketika memasuki usia lanjut yaitu a. Tidak mengalami gejolak dan mantap sampai masa tua b. Post power sindrom c. Merana dan putus asa karena ditinggal pasangan d. Menyalahkan diri sendiri karena sudah tidak berguna lagi e. Tidak puas karena kurang mampu secara ekonomi 60.Kasus: Klien (laki-laki, 70 tahun) merupakan pensiunan kepala sekolah. Selama masih aktif bekerja, klien merangkap juga sebagai bendahara yayasan di sekolahan. Perawat psikogeriatri dapat menyarankan kepada klien untuk mulai mencari kegiatan yang sekiranya dapat dipilih sebagai alternatif untuk mengisi waktu luang ketika tua. Bentuk kegiatan yang kurang mendukung kondisi klien yaitu a. Aktif di kegiatan keagamaan b. Aktif di perkumpulan lansia sehat c. Memelihara binatang piaraan (misal: burung atau ayam) d. Memiliki yayasan sosial e. Tetap meneruskan usaha perbengkelan, tetapi hanya sebagai pemilik saham 10

61.Konsep teori menua yang melatarbelakangi pertanyaan no 10 yaitu a. Developmental task theory b. Immunity theory c. Disengagement theory d. Activity theory e. Continuity theory Menurut Potter & Perry (2005:731), Teori aktivitas menegaskan bahwa kelanjutan aktivitas dewasa tengah penting untuk keberhasilan penuaan, dengan cara tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari. 62.Pernyataan di bawah ini merupakan manfaat dari setiap pemilihan kegiatan alternatif bagi klien yang tengah memasuki masa pensiun, kecuali a. Meningkatkan kepuasan b. Meningkatkan harga diri c. Meningkatkan integritas diri d. Meningkatkan kesehatan e. Meningkatkan otonomi Menurut Potter & Perry (2005:739), Faktor paling kuat yang memepngaruhi kepuasaan hidup seorang yang pensiun adalah status kesehatan, pilihan untuk kerja, pendapatan yang cukup, dan harga diri 63.Kasus: Klien (duda, 60 tahun) ditinggal mati istri sejak 8 tahun yang lalu. Selama ini klien tinggal serumah dengan anak angkat. Klien memiliki riwayat post operasi open prostatektomi 3 bulan yang lalu. Faktor dominan yang turut berkontribusi munculnya gangguan pemenuhan kebutuhan seksual pada klien yaitu... a. Post operasi open prostatectomy b. Kehilangan pasangan hidup c. Gangguan fungsi seksual d. Memasuki masa andropause e. Tabu bagi masyarakat dan norma agama, ketika memikirkan kembali tentang kebutuhan seksual Menurut 64.Perubahan fisik pada lansia yang dapat berkontribusi munculnya perubahan seksualitas, yaitu... a. Produk testosteron meningkat b. Peningkatan sekresi estrogen c. Penurunan sekresi estrogen d. Penurunan tonus otot e. Produksi sperma terus meningkat 65.Kasus: Klien (laki-laki, 70 tahun) memiliki riwayat hipertensi yang diwariskan, dan saat ini menjalani terapi antihipertensi secara farmakologi dan non farmakologi. TD : 180/110 mmHg. Klien mengeluh pusing di bagian tengkuk, kesemutan di ekstremitas, dan pernah mengalami serangan stroke pada tahun 2011. Berdasarkan konsep proses menua, perubahan pada lansia terdiri dari perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Berdasarkan kasus, perubahan fisik yang paling dominan terjadi pada klien yaitu ... a. Perubahan sistem persarafan b. Perubahan sistem kardiovaskuler c. Perubahan sistem endokrin d. Perubahan sistem perkemihan e. Perubahan sistem kulit Menurut (Stenlay & Beare, 2007), Lansia mengalami penurunan fungsi sistem kardiovaskuler 66.Teori yang menjelaskan tentang hubungan saling ketergantungan antara kemampuan suatu kelompok dalam masyarakat dan lingkungan sosial disebut dengan a. Developmental task theory b. Disengagement theory 11

c. Activity theory d. Personality Environtment Fit Theory e. Continuity theory Menurut (Stenlay & Beare, 2007:15), Seseorang menikmati bergabung dengan orang lain dan memiliki kehidupan sosial yang aktif akan terus menikmati gaya hidupnya ini sampai usianya lanjut. 67.Pernyataan di bawah ini tepat menggambarkan konsep Hayflick limit theory, kecuali ... a. Disebut juga teori jam genetik/jam biologis b. Termasuk dalam teori intrinsik c. Umur manusia bersifat statis dan tidak dapat dirubah oleh faktor apapun d. Jam genetik berada di setiap inti sel makhluk hidup e. Jam genetik manusia > 100 tahun Menurut Leuckenote (1996:56) Teori keterbatasan Hayflick dikenal juga istilah Jam Biologis Manusia yang diperkirakan antara 110-120 tahun 68.Kepribadian seseorang tidak hanya berorientasi pada dunia luar tetapi juga pengalaman pribadi. Pernyataan tersebut merupakan konsep teori menua......... a. Continuity theory b. Disengagement theory c. Jungs theory of individualism d. Activity theory e. Cross Linkage theory 69.Kepribadian lansia merupakan cerminan dari kepribadian dan pengalaman di masa muda. Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep teori ... a. Developmental task theory b. Disengagement theory c. Activity theory d. Personality Environtment Fit Theory e. Continuity theory Menurut (Stenlay & Beare, 2007:15), Ciri kepribadian dasar dikatakan tetap tidak berubah walaupun usia telah lanjut Kasus (soal 70 73): Klien, (wanita, 68 tahun) janda ditinggal mati suami sejak 1 bulan yang lalu. Suami meninggal dalam usia 78 tahun karena komplikasi kardiovaskuler. Setelah kehilangan suami, klien mengalami perubahan perilaku, seperti: afek depresi, mudah lelah, insomnia, nafsu makan menurun, sesekali menangis jika teringat suaminya, dan sering terlintas pikiran menyalahkan diri sendiri karena menganggap kematian suami sebagai dampak kegagalannya dalam merawat selama suami sakit. Selama masa berkabung, klien mulai mengurangi kegiatan sosial, tetapi masih mau terlibat jika kegiatan tersebut bersifat keagamaan. 70.Berdasarkan ilustrasi kasus, klien masuk dalam depresi tingkat ... a. Ringan b. Sedang c. Berat d. Panik e. Resiko bunuh diri 71.Faktor pencetus munculnya depresi pada klien adalah ... a. Kehilangan keterikatan b. Peristiwa besar dalam kehidupan c. Ketegangan peran d. Perubahan fisiologik e. Konflik yang tidak terselesaikan 72.Terapi prioritas bagi klien adalah ... 12

a. Pemberian antidepresan b. Terapi aktivitas kelompok c. Terapi kognitif d. Terapi perilaku e. Terapi keluarga Menurut Davies (2009:223) Terapi keluarga merupakan pendekatan sistemik untuk memahami dan memodifikasi perilaku dan pengalaman yang bermasalah 73.Sindroma kehilangan yang klien rasakan terkait dengan fungsi ... a. Keinginan untuk panjang umur b. Keinginan untuk berperan sosial c. Keinginan memperoleh hak d. Keinginan untuk meninggal secara terhormat e. Keinginan untuk tetap berwibawa di masyarakat 74.Kasus : Klien (wanita, 58 tahun) ditinggal mati suami 3 bulan yang lalu. Selama menjalani masa berkabung, klien sempat berucap kepada anaknya kalau dirinya ingin menyusul suaminya. Setelah mendengar informasi tersebut, sebagai seorang perawat psikogeriatri, tindakan yang sebaiknya dihindari kepada klien adalah ... a. Memberikan perhatian yang terus menerus walaupun klien menolak b. Memberikan kesempatan kepada klien untuk kontemplasi di kamar yang tertutup dan jauh dari keramaian c. Memanggil keluarga terdekat untuk tinggal bersama klien d. Memberitahu tetangga agar sering mengunjungi klien e. Memodifikasi kamar klien agar steril dari benda tajam Kasus (soal no 75 78) : Klien (wanita, 65 tahun) ditinggal mati suami 1 tahun yang lalu. Saat ini klien mulai mengalami perubahan fisik. Berdasarkan hasil pengkajian, diperoleh data: kadar gula darah klien 150 mg/dl, tekanan systole 170 mmHg, kepala pusing, badan mudah lelah, riwayat hipertensi dalam keluarga disangkal. 75.Berdasarkan hasil pengkajian, faktor fisik yang diduga paling berkontribusi terjadinya peningkatan tekanan darah pada klien yaitu ... a. Temperatur tubuh menurun secara fisiologis b. Resistensi pembuluh darah perifer meningkat c. Kinerja jantung rentan terhadap perdarahan dan dehidrasi d. Elastisitas dinding aorta menurun e. Produksi aldosteron menurun 76.Kehilangan pasangan merupakan pengalaman yang dimaknai sebagai stressor traumatik bagi klien. Proses kehilangan merupakan perubahan yang bisa dijumpai selama proses menua, yaitu perubahan ... a. Fisik, ditandai dengan gangguan pencernaan b. Fisik, ditandai dengan gangguan kardiovaskuler c. Psikologis d. Psikososial e. Ekonomi Menurut (Stenlay & Beare, 2007:15) Teori psikososial menyebutkan memusatkan pada perubahan sikap dan perilaku yang menyertai peningkatan usia 77.Faktor yang paling dominan menyebabkan perubahan psikologis pada klien ketika sedang berkabung yaitu a. Peningkatan tekanan systole b. Perubahan fisik yang berakibat klien mudah lelah dalam aktivitas yang ringan c. Lingkungan d. Kehilangan e. Perubahan konsep diri, khususnya gambaran diri 78.Dampak secara langsung dari perubahan yang klien alami yaitu ... 13

a. Labeling sebagai orang yang tidak mampu b. Berkembang peran sakit c. Berkembang peran ketergantungan d. Berkembang peran sesepuh e. Pengakuan sebagai orang sakit 79.Permasalahan di bawah ini secara umum dapat muncul pada lansia, kecuali ... a. Makin besar lansia hidup di bawah garis kemiskinan b. Makin melemahnya nilai kekerabatan c. Lansia banyak yang hidup sendirian tanpa sanak keluarga d. Posyandu lansia jarang dijumpai e. Rendahnya produktivitas kerja lansia 80.Kasus: Klien (laki-laki, 75 tahun) seorang veteran perang kemerdekaan, mengatakan bahwa saat ini dia telah ditinggal mati seluruh teman teman seperjuangannya. Klien mengatakan sangat kesepian, tidak mempunyai sanak saudara, dan menginginkan agar masa tuanya lebih bermakna. Sebagai seorang perawat psikogeriatik, tindakan pertama apa yang dapat Anda usulkan? a. Menemani klien b. Membangun set jaringan sosial c. Memenuhi kebutuhan dasar manusia d. Usulan agar ditempatkan di PSTW e. Konsultasi dengan psikiater Kasus (nomer 81 85): Klien, (laki-laki, 70 thn), seorang pensiunan pegawai bank, masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri abdominal dekstra. Diagnosis dari dokter menetapkan bahwa klien mengalami gagal ginjal kronik dan harus menjalani program hemodialisa rutin 1 minggu/2x. Selama dirawat, klien selalu ditemana istri, dan sesekali dijenguk oleh kerabat dan handai taulan. Berdasarkan hasil pengkajian, klien menyangkal keputusan dokter dan akan melakukan second diagnosis ke rumah sakit lainnya. Klien mengaku tidak percaya kalau dia menderita gagal ginjal, karena selama ini mengaku rajin mengkonsumsi air putih, makan makanan gizi seimbang, dan rajin berolahraga. 81.Satu minggu dirawat di rumah sakit, klien menunjukkan perubahan perilaku: sulit mengendalikan emosi, irritable, dan tidak patuh dalam pola diet dan medikasi. Sebelum sakit, klien dikenal memiliki pribadi yang arif bijaksana dan senang menolong orang lain. Perubahan psikologis yang klien alami, lebih dikarenakan adanya faktor a. Perubahan fisik b. Kesehatan umum c. Lingkungan rumah sakit d. Kehilangan hubungan dengan teman dan family e. Perubahan terhadap gambaran diri 82.Dampak psikologis dari kondisi klien dimanifestasikan dalam perubahan perilaku ke arah a. Pasif b. Tergantung c. Kekanak-kanakan d. Bingung e. Merasa menderita 83.Perubahan perilaku pada klien merupakan kompensasi dan respon klien terhadap konsep kehilangan, yaitu a. Kehilangan kemandirian b. Kehilangan rasa nyaman c. Kehilangan fungsi mental d. Kehilangan konsep diri e. Kehilangan peran di masyarakat 14

84.

Mekanisme koping awal yang klien tunjukkan ketika mengetahui diagnosa penyakitnya, yaitu a. Denial b. Marah c. Bargaining d. Depresi e. Pelepasan 85.Masalah khusus bagi klien dalam pemberian medikasi ditekankan pada a. Praktik polifarmasi obat b. Pemberian dosis dan takaran obat c. Efek samping obat d. Ketidakpatuhan minum obat e. Penyakit iatrogenik 86.Sifat penyakit kronik a. Akut b. Semakin lama semakin bertambah parah c. Selalu menimbulkan kematian d. Contoh penyakit kronik: gastritis e. Intervensi diprioritaskan pada pasien saja Kasus (nomor 87 88): Perawat geriatrik melakukan kunjungan rumah pada klien kelolaan (wanita, 74 tahun). Klien memiliki riwayat genetik hipertensi. Berdasarkan hasil pengkajian, diperoleh informasi bahwa: klien sering mengeluh pusing dan berat di bagian tengkuk, jantung sering berdebar-debar, kesemutan di kedua ekstremitas (khususnya di pagi hari), persendian nyeri dan kaku. Klien mengaku tangannya sering tremor, lapang pandang menyempit dan kabur. Klien seorang janda dan tinggal serumah hanya dengan cucunya. Selama sakit, klien membutuhkan bantuan parsial dalam pemenuhan ADL. Perawat berencana merujuk klien ke puskesmas. 87.Sesuai dengan peran perawat advokasi, perawat dapat memberikan usulan peresepan kepada klien ... a. Pemberian analgetik paten dengan dosis tinggi untuk menetralisir nyeri persendian b. Pemberian obat dalam bentuk sirup c. Penggunaan etiket obat dengan tulisan yang besar dan mudah dibaca d. Pemberian obat untuk setiap keluhan klien e. Memberikan obat dengan harga mahal 88.Masalah masalah di bawah ini dapat dijumpai pada klien dalam pemberian medikasi, kecuali ... a. Praktik terapi polifarmasi b. Efek samping obat c. Penyakit iatrogenik d. Ketidakpatuhan minum obat e. Riwayat genetik hipertensi 89. Beberapa hal yang menghambat dan menurunkan proses penyerapan obat pada lansia adalah berkurangnya permukaan lapisan atas usus. Selain faktor di atas, faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan absorbsi obat adalah ... a. menurunnya aliran darah ke ginjal b. menurunnya albumin serum c. menurunnya HCL lambung d. menurunnya kecepatan filtrasi glomerulus e. tersimpannya obat pada jaringan lemak 90.Berkurangnya kecepatan metabolisme obat pada lansia dipengaruhi oleh ... a. menurunnya aliran darah ke ginjal b. menurunnya albumin serum 15

c. menurunnya HCL lambung d. perubahan kebiasaan makan e. tersimpannya obat pada jaringan lemak 91.Kasus: Berdasarkan hasil pengkajian, klien (75 thn) mengatakan kalau akhir-akhir ini sering mengeluh kedinginan walaupun di siang hari. Klien memperoleh riwayat terapi farmakologi obat antihipertensi. Perubahan suhu tubuh fisiologis terjadi pada klien, dimana klien lebih rentan untuk merasa dingin. Berdasarkan kasus, faktor-faktor yang turut mempengaruhi perubahan suhu pada klien, kecuali ... a. Pemberian obat antihipertensi b. Usia c. Lingkungan d. Kadar hormon e. Olahraga 92.Pusat pengatur panas yang berperan dalam mekanisme pembuangan panas terletak di ... a. Hipothalamus anterior b. Hipothalamus posterior c. Kulit d. Korteks serebri e. Hormon kortisol 93.Kasus: Klien (laki-laki, 68 thn) telah didiagnosa penyakit DM tipe II sejak 2 tahun yang lalu. Klien memiliki riwayat genetik DM. Klien post amputasi pergelangan kaki kanan 2 bulan yang lalu. Hasil pengkajian perawat psikogeriatrik, diperoleh data obyektif: KGD 220 mg/dl, luka kering pada pergelangan kaki kanan, klien melakukan kombinasi terapi medis dan alternatif, klien selalu menghindar untuk melihat kaki kanan dan menutupinya dengan sarung/kain. Data subyektif: klien mengeluh jika dirinya malu karena hanya memiliki satu kaki. Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, respon klien terhadap kondisinya saat ini yaitu ... a. Kehilangan kesehatan b. Kehilangan kemandirian c. Kehilangan situasi d. Kehilangan fungsi fisik e. Kehilangan konsep diri 94.Kasus: Klien (laki-laki, 70 thn) merupakan tokoh agama dan sesepuh di kampungnya. Akhir-akhir ini klien lebih banyak bed rest di kamar setelah 1 tahun yang lalu pernah mengalami serangan stroke. Dokter menganjurkan klien untuk lebih banyak istirahat dalam rangka memulihkan kondisi fisiknya. Pada saat melakukan kunjungan rumah, perawat psikogeriatrik memperoleh informasi bahwa klien sebenarnya kurang nyaman dengan aturan dokter, karena telah menghambat kegiatannya sebagai seorang imam masjid. Klien mengatakan bahwa sejak sakit, dirinya harus membatasi kegiatan-kegiatan pengajian yang rutin dia ikuti sebelumnya. Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, respon klien terhadap kondisinya saat ini yaitu ... a. Kehilangan kesehatan b. Kehilangan kemandirian c. Kehilangan situasi d. Kehilangan fungsi fisik e. Kehilangan konsep diri 95.Kasus: Klien (wanita, 68 thn) mengeluh nyeri badan, khususnya di punggung dan pinggul. Klien mengaku nyeri mulai dirasakan semenjak menopause. Sampai saat ini klien belum pernah mengkonsumsi obat medis dan lebih banyak menggunakan pengobatan tradisional untuk menurunkan nyerinya. Klien mengatakan bahwa nyeri yang dia rasakan bukanlah penyakit dan lebih disebabkan karena usianya yang sudah tua. Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, sebagai seorang perawat gerontik, edukasi yang paling tepat diberikan kepada klien yaitu ... 16

a. Menganjurkan untuk mengurangi aktivitas berat (contoh: mencuci, masak, membersihkan rumah) b. Menganjurkan untuk segera mencari pusat pelayanan kesehatan terdekat c. Menganjurkan untuk mengkonsumsi sayuran hijau dan produk olahan laut d. Menganjurkan untuk mengurangi paparan sinar matahari e. Menganjurkan untuk menghentikan pengobatan tradisional 96.Kasus: Klien (laki-laki, 73 thn) memiliki riwayat pelaku perilaku kekerasan di masa muda. Memasuki tahap lansia, klien mengalami perubahan perilaku. Klien lebih banyak mendekatkan diri dengan agama, mampu mengendalikan emosi, dan lebih bijaksana dalam bertindak. Klien mengaku ingin meningkatkan kemampuan spiritual dalam mengisi masa tua. Berdasarkan ilustrasi kasus, perubahan spiritual yang klien alami disebabkan oleh ... a. Kesadaran akan perubahan fisik b. Kesadaran perlunya pengendalian emosi c. Makin matang dalam kehidupan keagamaan d. Perasaan bersalah akan perilaku di masa lalu e. Ingin meningkatkan eksistensi di usia tua 97.Kasus: Pasien (wanita, 68 tahun) dengan diagnosa medis DM tipe II. DM tipe II pada pasien disebabkan oleh sekresi insulin yang tidak normal, resistansi terhadap kerja insulin pada jaringan target, dan kegagalan glukoneogenesis hepatik. Berdasarkan diagnosa tersebut, tanda dan gejala yang bisa dijumpai pada pasien yaitu a. Peningkatan nafsu makan b. Hipertensi ortostatik c. Penurunan penglihatan d. Demensia e. Peningkatan nadi perifer 98.Kasus : Pasien (wanita, 78 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam RSUD selama 2 minggu dengan keluhan adanya gangguan pencernaan. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan pernah dirawat di RS sebelumnya karena peningkatan TD. Berdasarkan pernyataan tersebut, perubahan sistem gastrointestinal pada pasien yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan yaitu ... a. Esofagus menyempit b. Peningkatan fungsi absorbsi usus c. Biasanya timbul diare d. Peningkatan peristaltik e. Berkurangnya aliran darah ke hepar 99.Kasus: Pasien (wanita, 77 tahun) dirawat di RSUD selama 2 minggu dengan diagnosa adanya komplikasi hepar dan ginjal. Keluarga mengeluh kepada perawat, bahwa sejak dirawat di RS, kulit klien menjadi kering, bersisik, dan menimbulkan iritasi. Berdasarkan ilustrasi kasus, upaya yang dapat dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan integritas kulit pasien yaitu ... a. Mengubah posisi pasien 2 jam sekali b. Memandikan pasien dengan sabun yang berbahan dasar alkali dan mengandung scrub c. Memberikan kompres es/air dingin untuk meminimalkan luka iritasi d. Kolaborasi dalam pemberian antiiritasi topikal e. Memijat area yang nyeri 100. Kasus: Menopause dianggap sebagian masyarakat sebagai awal dari kemunduran fungsi kewanitaan secara keseluruhan, bahkan ada yang menganggap menopause sebagai bencana di usia senja. Klien (wanita, 57 tahun) mengaku memiliki banyak keluhan setelah memasuki masa menopause, khususnya terkait perubahan dalam gairah seksual. Klien masih terikat dalam ikatan perkawinan sah dimana usia suami 58 tahun. Sebagai perawat psikogeriatrik, upaya paling tepat yang 17

dilakukan untuk meminimalkan masalah seksual terkait menopause pada klien yaitu ... a. Memberikan konseling psikoseksual hanya kepada istri b. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian farmakoterapi c. Penggunaan pertanyaan tertutup dalam melakukan anamnesa riwayat seks untuk menjaga privasi klien d. Menghentikan pengobatan tradisional e. Pemberian psikoedukasi tentang masalah seksual kepada pasangan suami istri secara bertahap

18