Anda di halaman 1dari 9

TEORI

DALAM

PERKEMBANGAN
STRUKTUR TATA

PERMUKIMAN
RUANG KOTA

Pendekatan ekologikal dalam pola penggunaan lahan perkotaan, dikembangkan oleh masyarakat ilmiah di Chicago School of Urban Sociology. Kota dipandang sebagai obyek studi dimana di dalamnya terdapat struktur masyarakat yang komples dan berinteraksi dengan lingkungannya. Produk hubungan tersebut mengakibatkan pola keteraturan dari penggunaan lahan. Keteraturan pola penggunaan lahan merupakan produk dan sekaligus proses interaksi antara elemenelemen wilayah kotanya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

TEORI KONSENTRIS

Dikembangkan oleh Burgess sehubungan dengan penelitiannya tentang kota Chicago. Kota akan terdiri dari zona-zona yang konsentris dan masing-masing zona ini mencerminkan tipe penggunaan lahan yang berbeda. 1 2 3 4 5 = pusat kegiatan (central business district) = zona peralihan (transition zone) = zona perumahan para pekerja = zona perumahan yang lebih baik = zona para penglaju

Zona 1 :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN


kota.

Merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik dalam suatu

Bagian paling inti (retail business district). Department stores Office Building Clubs Banks Hotels Social, civic, politycal life

Bagian di luar inti (wholesale business district). Pasar Pergudangan Gudang penympanan barang untuk tahan lama (storage building).

Semua rute transport memusat ke zona ini (aksesibilitas tinggi).

Zona 2 :

Daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan terus menerus intrusi fungsi zona 1 pembauran permukiman dengan bangunan bukan permukiman perdagangan & industri zona 1 mencaplok daerah permukiman.


Turner).

Terbentuk slumps area kumuh, padat masalah-masalah sosial. Penduduk yang sudah mampu ekonominya keluar dari daerah ini (lihat teori

Zona 3 :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

Ditempati oleh pekerja pabrik, industri, dsb, serta pendatang-pendatang baru Zona 2 yang menginginkan tinggal dekat dengan tempat kerja. Fungsi industri dan perdagangan belum melakukan invasi ke zona ini. Kondisi permukiman lebih baik (low medium status).

Zona 5 :

Desentralisasi pemukiman di daerah pinggiran kota

permukiman baru

berkualitas tinggi sampai dengan luxurious status seekers, kenyamaman hidup. Kelemahan Teori Konsentris : Kotak/MMJG CBD Rute transportasi CBD Perumahan hampir semua zona. Kota industri Amerika. Dua dimensional H. Bangunan.

TEORI SEKTOR

Dikembangkan oleh Hoyt (1939) pola sewa rumah tinggal di 25 kota-kota di Amerika serikat. Pola sewa rumah tinggal pada kota-kota di Amerika cenderung terbentuk sebagai pola-pola sektor dan bukannya pola-pola zona konsentris makin ke arah luar makin baik atau sejalan dengan aksesibilitas. 1 2 3 4 5 = < $ 10 = $ 10 - < $ 20 = $ 20 - < $ 30 = $ 30 - < $ 50 = $ 50

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

Kunci perletakan sektor ini terlihat pada lokasi dari pada high quality areas/daerah - daerah berkualitas tinggi untuk tempat tinggal.

Kemudahan terhadap fasilitas. Kondisi lingkungan (alami/non alami) baik. Prestise tinggi orang-orang terpandang. Dll.

Sektor yang ada di kota tidak terjadi secara acak, namun mengikuti jalur transportasi. Daerah permukiman bernilai sewa tinggi cenderung untuk berkembang pada daerah :


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Sepanjang jalur transportasi/komunikasi. Pusat perdagangan/kompleks pertokoan.

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

Lebih tinggi (bebas banjir), tepi danau, sungai, laut, bebas pencemaran & pemandangan indah. Bagian kota yang terbuka untuk pengembangan lebih lanjut & tidak terdapat penghalang fisikal. Kompleks bangunan perkantoran, bank, pertokoan tertata apik. Jalur transportasi cepat. Pada arah yang sama pada waktu yang lama. Sesuai dengan inisiatif promotor real estat. Jalur tertentu pada salah satu/beberapa sektor kota.

1 2 3 4 5

= CBD = Wholesale light manufacturing = Permukiman kelas rendah = Permukiman kelas menengah = permukiman kelas tinggi

Perumahan yang lebih baik (better housing) tersebar mengikuti sektor-sektor tertentu dan distribusi umur bangunan cenderung menunjukkan pola konsentris dengan bangunan baru ke arah luar. Zona 1 :

Zona 2 :

CBD (lihat Teori Konsentris)

Menembus lingkaran konsentris peranan jalur transportasi dan komunikasi kelangsungan kegiatan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

Zona 3 :

Dihuni oleh penduduk berkemampuan ekonomi lemah

mengikuti rute

transportasi dan komunikasi dekat dengan tempat kerja (hemat biaya hidup) dan banyak lapangan kerja (zona 2). Zona 4 :


sektor tersendiri. Zona 5 :

Pemukiman kelas menengah berasal dari zona 3. Kemapanan ekonomi tidak memerlukan lagi tinggal dekat tempat kerja. Rumah lebih besar dari zona 3 dan kondisi lingkungan lebih baik membentuk

Pemukiman kelas tinggi. Daerah yang menjanjikan kepuasan dan kenyamanan dalam bertempat tinggal. Hunian sangat mahal sampai dengan luxurious status seekers.

TEORI PUSAT KEGIATAN BANYAK

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir.Joni Hardi MT.

PERENCANAAN PEMUKIMAN