Anda di halaman 1dari 0

1

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (ILPPD)


KABUPATEN BOGOR PROPINSI JAWA BARAT
TAHUN 2012
Bismillahirrohmaanirrohim
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh
I. PENGANTAR
Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah (ILPPD) Tahun Anggaran 2012 dapat diinformasikan kepada masyarakat sesuai
waktu yang ditetapkan.
Penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD),
merupakan perwujudan tanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
untuk memberikan informasi atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun
Anggaran 2012 kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 27 Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang lebih lanjut diatur
dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah, Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban Daerah (LKPJ) kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggara-
an Pemerintahan Daerah (ILPPD) kepada Masyarakat. Adapun tata cara penyampaian
ILPPD kepada Masyarakat diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri
2
Republik Indonesia Nomor 7A Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyampaian Informasi dan
Tanggapan atau Saran dari Masyarakat Atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah, sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor nomor 7 Tahun 2009 dan
Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 16 tahun 2011 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2008-2013.
II. PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum Daerah
Luas Wilayah Kabupaten Bogor adalah 298.838,304 Ha, dan secara geografis
terletak di antara 618'0" 647'10" Lintang Selatan dan 10623'45" 10713'30"
Bujur Timur. Secara administratif, Kabupaten Bogor terdiri dari 413 desa dan 17
kelurahan (430 desa/kelurahan), 3.768 RW dan 14.951 RT yang tercakup dalam 40
Kecamatan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2012 sebanyak 5.077.210 jiwa.
Adapun batas wilayah Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara, berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang,
Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi;
- Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Lebak;
- Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan
Kabupaten Purwakarta;
- Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur;
- Bagian Tengah berbatasan dengan Kota Bogor.
B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja
Pemerintahan Daerah (RKPD)
Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD), merupakan
informasi jernih tentang penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan yang telah
dilaksanakan di Kabupaten Bogor tahun 2012, dan memiliki makna khusus, karena
capaian kinerja yang dilaporkan didalamnya menunjukkan catatan kemajuan (progress
report) pada tahun ke-empat dari serangkaian rencana pembangunan yang telah
ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2008-2013. Oleh karena itu, realisasi kinerja pada
tahun ke-empat ini, diyakini akan memacu pencapaian kinerja yang lebih baik lagi pada
tahun-tahun yang akan datang.
Lebih dari itu, capaian kinerja ini diharapkan mampu memberikan kontribusi
signifikan terhadap pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2012,
yang merupakan tahun ke-empat dari rangkaian upaya untuk mencapai Visi dan Misi
Pemerintah Kabupaten Bogor, yaitu :
- Visi :
Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor Yang Bertakwa, Berdaya dan
Berbudaya Menuju Sejahtera
- Misi :
1. Meningkatkan kesolehan anggota masyarakat dalam kehidupan kemasyarakatan;
3
2. Meningkatkan perekonomian daerah yang berdaya saing dengan titik berat pada
revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis pedesaan;
3. Meningkatkan infrastruktur dan aksebilitas daerah yang berkualitas terintegrasi
dan berkelanjutan;
4. Meningkatkan pemerataan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan;
5. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas;
6. Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan
daerah;
7. Meningkatkan Kerjasama Pembangunan Daerah.
Dengan penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(ILPPD) ini, diharapkan masyarakat dapat melihat dan memahami gambaran
pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Bogor sesuai prioritas
umum pembangunan daerah selama Tahun Anggaran 2012.
Selanjutnya melalui media ini disampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012, yang
sistematika penyampaiannya diawali dengan Kinerja Keuangan Daerah, kemudian
Kinerja Menurut Urusan Pemerintahan atau Prioritas Pembangunan, dan diakhiri
dengan Penjelasan tentang Indikator Kinerja Makro Pembangunan sebagai
akumulasi atas seluruh kinerja Pemerintahan Kabupaten Bogor sampai dengan tahun
2012.
III. PEMBAHASAN
A. KINERJA KEUANGAN DAERAH
1. Pendapatan Daerah
Kinerja Pendapatan Daerah, terealisasi sebesar Rp. 3.974.405.364.234.-
(Tiga Triliyun Sembilan Ratus Tujuh Puluh Empat Milyar Empat Ratus Lima
Juta Tiga Ratus Enam Puluh Empat Ribu Dua ratus Tiga Puluh Empat Rupiah)
atau 106,07 % dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 3.747.041.814.000,-
(Tiga Triliyun Tujuh Ratus Empat Puluh Tujuh Milyar Empat Puluh Satu Juta
Delapan Ratus Empat Belas Ribu Rupiah). Realisasi dimaksud dikontribusikan
oleh tiga sumber Pendapatan Daerah, yaitu :
(1) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 1.068.548.465.318,- (Satu
Triliyun Enam Puluh Delapan MilyarLima Ratus Empat Puluh Delapan Juta
Empat ratus Enam Puluh Lima Ribu Tiga Ratus Delapan Belas Rupiah),
atau 117,35 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 911.453.125.000,-. PAD
tersebut terdiri dari Penerimaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil
Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain PAD yang Sah.
(2) Dana Perimbangan
Dana Perimbangan sebesar Rp. 2.048.587.761.028,- (Dua Triliyun
Empat Puluh Delapan Milyar Lima Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Tujuh
Ratus Enam Puluh Satu Ribu Dua Puluh Delapan Rupiah). Atau 104,31 %
4
dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 1.963.877.056.000,-. Pendapatan Dana
Perimbangan tersebut, terdiri dari pendapatan Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil
Bukan Pajak/SDA, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus.
(3) Lain-Lain Pendapatan Yang Sah
Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp. 857.269.137.888,-(Delapan
Ratus Lima Puluh Tujuh Milyar Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Juta
Seratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan
Rupiah), atau 98,34 % dari target yang ditetapkan Rp. 871.711.633.00,- . Lain-
Lain Perdapatan Daerah tersebut, terdiri dari Pendapatan Hibah, Bagi Hasil
Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya, Dana Penyesuaian dan
Otonomi Khusus, Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah
Lainnya, Bagi Hasil Retribusi dari Propinsi dan Pemerintah, Dana Alokasi
Cukai Tembakau serta Dana Transfer Lainnya.
Kinerja dimaksud menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor
sangat serius untuk memenuhi dana pembangunan, demi terpenuhinya
anggaran belanja daerah untuk merealisasikan program dan kegiatan
pembangunan yang telah ditetapkan.
2. Belanja Daerah
Kinerja Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp. 3.673.996.467.719,- (Tiga
Triliyun Enam Ratus Tujuh Puluh Tiga Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh
Enam Juta Empat Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Tujuh Ratus Sembilan Belas
Rupiah) atau 88,60 % dari anggarannya sebesar Rp. 4.146.847.170.000,- (empat
Triliyun Seratus Empat Puluh Enam Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Tujuh
Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah). Hal ini disebabkan adanya upaya efisiensi
atas seluruh kelompok belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.779.883.806.732,- atau
95,39 % dari anggaran yang telah ditetapkan, yaitu Rp. 1.865.941.065.000,-
sedangkan belanja langsung Rp. 1.894.112.660.987,- atau 83,04 % dari anggaran
yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp. 2.280.906.105.000,-. Hal ini disebabkan
adanya upaya efisiensi atas seluruh kelompok belanja langsung maupun belanja
tidak langsung dan sebagian kecil dipengaruhi oleh penundaan kegiatan, sehingga
kegiatan tersebut dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya (2013).
3. Pembiayaan Daerah
Kinerja Pembiayaan, terjadi surplus sebesar Rp. 700.214.256.939,- (Tujuh
Ratus Milyar Dua Ratus Empat Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Enam Ribu
Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Rupiah). Kondisi tersebut, disebabkan oleh
dua hal, yaitu terlampauinya target Pendapatan Daerah dan tidak terealisasinya
komponen belanja daerah, baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung,
sehingga mempengaruhi keseimbangan antara target pendapatan dan belanja
daerah pada akhir tahun anggaran 2012. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan
daerah dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya (Silpa)
terealisasi Rp. 478.705.356.000,- (Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Milyar
Tujuh Ratus Lima Juta Tiga Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) atau 100 %.
5
Selanjutnya pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal atau investasi
Pemerintah Daerah terealisasi Rp. 48.900.000.000,- (Empat Puluh Delapan
Milyar Sembilan Ratus Juta Rupiah) atau sebesar 100 %. Dan pembentukan dana
cadangan terealisasi sebesar Rp. 30.000.000.000,- (Tiga Puluh Milyar Rupiah) atau
100 %. Dengan adanya kondisi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan yang
terealisasi sesuai rencana, maka terdapat surplus Rp. 700.214.256.939,- (Tujuh
Ratus Milyar Dua Ratus Empat Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Enam Ribu
Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Rupiah). Surplus dimaksud, dalam
penyusunan anggaran 2013, kembali menjadi sumber penerimaan bagi pembiaya-
an APBD Kabupaten Bogor untuk tahun anggaran 2013. Dengan demikian,
sesungguhnya Pemerintah Kabupaten Bogor senantiasa berupaya untuk
memenuhi kebutuhan dana pembangunan yang terus meningkat setiap tahun
anggaran serta menjaga kesinambungan pembiayaan pembangunan pada tahun
berikutnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
B. KINERJA URUSAN PEMERINTAHAN
Kinerja yang berkenaan dengan urusan pemerintahan atau prioritas pem-
bangunan pada tahun anggaran 2012, sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja
Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor Tahun 2012. yaitu terdapat 7 (Tujuh)
prioritas pada urusan wajib dan urusan pilihan yang telah dilaksanakan oleh seluruh
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor,
diukur berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK), realisasinya sebagai berikut :
1. Prioritas Pertama, yaitu Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan, yang dikontribusikan oleh
urusan pekerjaan umum, perumahan, penataan ruang, perhubungan, lingkungan
hidup dan energi sumberdaya mineral, yang diindikasikan dengan :
(1) Sektor Kebinamargaan, selama tahun anggaran 2012, telah mampu membangun
jalan baru, meliputi :
a. Jalan Sentul-Bojonggede-Parung, Seksi II (ruas jalan Kandang Roda-
Pakansari/Lingkar GOR) :
a) Panjang Fungsional (keseluruhan) 5,15 Km, dan lebar perkerasan 2 X 7,5
M, dengan klasifikasi tipe jalan (4/2) D = 4 lajur, 2 arah terbagi;
b) Panjang Efektif (terbangun) mencapai 3,638 Km sampai tahun 2012,
dengan capaian pembangunan jalan sepanjang 1,853 Km, melalui
sumber dana APBD Propinsi Jawa Barat;
c) Berfungsi sebagai penghubung jalan arteri Tol Jagorawi Arteri Gandaria
Bogor - Tegar Beriman dan terkoneksi Jalan Arteri Bogor Ciputat;
d) Akses GOR Kabupaten Bogor yang direncanakan sebagai pusat CBD
(Central Busines Distric) Kabupaten Bogor;
e) Rencana pada tahun 2013 akan dilaksanakan tahapan pembangunan
sepanjang 850 m yang terkoneksi dengan jalan Bintang Mas untuk dapat
6
mengurai kemacetan pada jalan Nasional dengan Jalan Bintang Mas
Naggewer.
b. Jalan Sentul -Bojonggede-Parung, Seksi III (ruas jalan Bojong Gede-
Kemang)/ Sukahati-Jampang :
a) Panjang Fungsional (keseluruhan) 10,5 Km, dan lebar perkerasan (2 X
6,5 m Jalur Lambat) dan (2 X 10,0 m Jalur Cepat) dengan klasifikasi tipe
jalan (10/2) D = 10 lajur, 2 arah terbagi;
b) Panjang Efektif (terbangun) sepanjang 1,8 Km, dan telah dilaksanakan
land clearing (pengupasan) lahan sepanjang 1,0 Km dengan lebar rata-
rata 50 m Ruang Milik Jalan (RUMIJA), melalui sumber dana APBD
Kabupaten Bogor;
c) Berfungsi mendukung rencana strategis Pemerintah tentang Rencana
Umum Jaringan Jalan Nasional yang akan terintegrasi dengan jalan
Nasional Bogor-Ciputat dan jalan Nasional Gandaria-Bogor, serta
mengurai kemacetan di Jalan Nasional Gandaria-Bogor dan jalan Bogor-
Ciputat, sehingga membuka jalur transportasi dan koordinasi wilayah
Barat-Tengah-Timur.
c. Jalan Lingkar Utara Leuwiliang :
a) Panjang Fungsional (keseluruhan) 2,6 Km, dengan klasifikasi tipe jalan
(2/2) UD = 2 lajur, 2 arah tidak terbagi;
b) Panjang Efektif (terbangun) sepanjang 200 m, dan jembatan Cianten
sepanjang 200 m, melalui sumber dana APBD Propinsi Jawa Barat;
c) Berfungsi mendukung rencana strategis Pemerintah tentang Rencana
Umum Jaringan Jalan Nasional untuk mengurai kemacetan di Kota
Leuwiliang;
d) Rencana pada tahun 2013 akan dilaksanakan tahapan pembangunan
sepanjang 1,150 Km yang terkoneksi antara jalan Leuwiliang-Kampung
Sawah dan jalan TPA Galuga.
d. Jalan Alternatif Lingkar Terminal Laladon :
a) Panjang Fungsional (keseluruhan) 3,25 Km, dan lebar perkerasan 7,5 m,
dengan klasifikasi tipe jalan (2/2) UD = 2 lajur, 2 arah tidak terbagi;
b) Capaian pembangunan sepanjang 130 m berupa land clearing atau
pengupasan lahan di Desa Laladon Kecamatan Ciomas;
c) Berfungsi mendukung rencana strategis Pemerintah tentang Rencana
Umum Jaringan Jalan sebagai penunjang prasarana transportasi
angkutan darat dan operasional terminal laladon, serta mengurai
kemacetan pada ruas jalan nasional Bogor-Cigelung.
e. Jalan Baru, Poros Tengah-Timur (Sentul-Puncak)
a) Panjang Fungsional (keseluruhan) 50,25 Km, dan lebar perkerasan 2 X
7,5 M, Lebar ROW/RUMIJA 30,0 m dengan klasifikasi tipe jalan (4/2) D =
4 lajur, 2 arah terbagi;
b) Panjang Efektif (terbangun) sepanjang 12,2 Km, berupa kegiatan
pematangan lahan (pembentukan badan jalan), sudah terkoneksi antara
7
Kecamatan Citeureup dengan Kecamatan Sukamakmur, namun belum
difungsikan untuk umum karena belum ada konstruksi perkerasan;
c) Fungsi Kewilayahan, untuk memudahkan jalur koordinasi wilayah Bogor
Timur dengan Pusat Pemerintahan di Kota Cibinong;
d) Fungsi Regional, untuk membuka jalan akses antar Kabupaten, yaitu
Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Karawang yang terkoneksi dengan
jalan Propinsi, Cibubur-Cibeet dan Cibucil-Cibarusah.
e) Berfungsi mendukung rencana strategis Pemerintah tentang Rencana
Umum Jaringan Jalan Nasional, yaitu mengurai kemacetan di jalan raya
Puncak/Ciawi-Puncak dengan membangun jalan baru Poros Tengah-
Timur/Sentul-Puncak.
f. Peningkatan Jalan dan Jembatan Baru, serta Irigasi dan Situ dalam
Kondisi Baik :
Peningkatan Jalan dalam kondisi baik sepanjang 1.451,3 Km atau sebesar
82,99 % dari total panjang jalan Kabupaten yaitu 1.748,9 Km serta
peningkatan jalan desa sebagai penunjang aktivitas pertanian sepanjang
70,79 Km. selain itu, pada tahun 2012 telah ditingkatkan dan dibangun
jembatan baru sebanyak 2 jembatan(Jembatan Cianteun dan Jembatan
Cimanggu I, II). Demikian juga dengan prosentase jaringan irigasi dalam
kondisi baik, telah mencapai 60,73 %, sedangkan situ dalam kondisi baik
mencapai 34 situ atau 36 %dari jumlah 95 situ.
(2) Pada sektor lingkungan hidup, kinerjanya diindikasikan dengan realisasi
pengawasan kegiatan/usaha wajib AMDAL dan UKL/UPL sebesar 60,09 %; atau
100,15 %, meliputi :
a. Penegakan hukum lingkungan dari rencana 70 % realisasinya mencapai
78,43 % atau 112,04 %;
b. Luas lahan dan/tanah untuk produksi biomassa yang telah ditetapkan dan
diinformasikan status kerusakannya dari rencana sebesar 80 % realisasinya
mencapi 89,15 % atau 111,44%;
c. Pencemaran status mutu air dari rencana 80 % realisasinya mencapai 80 %
atau 100 %;
d. Jumlah usaha/kegiatan yang mentaati persyaratan administratif dan teknis
persyaratan pengendalian pencemaran udara dari rencana 80 %
realisasinya mencapi 80 % atau 100 %.
(3) Pada fokus peningkatan pengendalian pemanfaatan ruang, telah dihasilkan
produk naskah akademik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan zoning
regulation sebanyak 3 Cluster, yaitu kecamatan Parung, Parung Panjang dan
Cileungsi;
(4) Pada lingkup pekerjaan umum, yaitu pembangunan sarana dan prasarana air
bersih perdesaan, pembangunan Sanitasi Persampahan dan Air Minum (SPAM),
sanitasi dan sarana pengolahan sampah serta optimalisasi pengelolaan
persampahan dari mulai pengumpulan hingga pembuangan akhir, dimana
kinerjanya telah menunjukkan peningkatan yang berarti, yaitu Tempat
8
Pembuangan Sampah (TPS) persatuan penduduk telah mencapai 96,49 %. Rasio
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) persatuan penduduk telah mencapai
96,40%, prosentase penanganan sampah telah mencapai 41,77%, rumah
tangga pengguna air bersih telah mencapai 67,75 %, jumlah pelayanan air
limbah domestic telah mencapai 3000 ritasi, rasio tempat pemakaman umum
persatuan penduduk (Daya Tampung) telah mencapai 99,64% dan jumlah
selektif reklame dilokasi strategis telah mencapai 100 %;
(5) Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 9.490 unit yang
bersumber dari dana APBD, APBN dan CSR, serta bertambahnya panjang jalan
lingkungan yang telah dilakukan betonisasi melalui kegiatan pembangunan
jalan lingkungan pedesaan di 12 Desa pada 7 Kecamatan sepanjang 12.000 m
2
dan PNPM Mandiri PPIP di 16 Desa pada 17 Kecamatan sepanjang 32.500 m
2
.
Selain itu, meningkatnya pula bangunan ber IMB dikawasan non perumahan
sebesar 2.479 IMB non perumahan atau target 1,10 % dalam RPJMD terealisasi
1,29 % realisasi kinerja 117,48 %. Juga meningkatnya bangunan ber IMB per KK
dalam kawasan perumahan sebanyak 24.212 IMB perumahan atau 54,45 %
dalam RPJMD terealisasi 61,90 % realisas kinerjanya 117,48 % dan
meningkatnya pula kesadaran masyarakat untuk hidup bersih melalui kegiatan
pembangunan sanitasi dasa (MCK) di 24 Desa pada 15 Kecamatan dari target 48
unit atau 32,71 % dalam RPJMD terealisasi 32,71 % atau sekitar 100%.
(6) Pelayanan listrik perdesaan (peningkatan rasio elektrifikasi) mencapai 82,10 %
serta peningkatan cakupan pelayanan PJU sebesar 70, 00 %;
(7) Pembangunan terminal angkutan penumpang sebanyak 1 (satu) terminal yaitu
di Jasinga, Rehabilitasi 1 terminal penumpang di Kecamatan Leuwiliang, serta
penanganan 7 titik rawan kemacetan (Cibinong, Citeureup, Cileungsi, Ciawi,
Laladon, Leuwiliang dan Parung) melalui peningkatan peran Forum Koordinasi
Pengendalian dan Pengaturan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKPPLLAJ)
Kabupaten Bogor dalam upaya meningkatkan kualitas sarana perhubungan dan
peningkatan kelancaran/keselamatan lalu lintas.
2. Prioritas Ke-dua, yaitu Pengembangan Perekonomian Berbasis Potensi dan
Keunggulan Lokal. Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya untuk
mengembalikan kejayaan pertanian sebagai suatu sistem terpadu yang bersinergi
dengan pembangunan ekonomi lokal perdesaan, yang tidak hanya mencakup
pengembangan aktivitas On-Farm, tapi juga Off-Farm dan Non-Farm, yang
diindikasikan dengan :
(1) Realisasi pengembangan produksi dan sentra komoditas unggulan, Pemerintah
Kabupaten Bogor telah berhasil mengembangkan sentra komoditas unggulan,
yang meliputi komoditas pertanian, peternakan dan perikanan, serta industri
perdesaan non pertanian. Pengembangan komoditas unggulan pertanian terdiri
dari Pengembangan Manggis di Kecamatan Leuwiliang, Tanaman Hias di
Kecamatan Tamansari, Karet di Kecamatan Jasinga, Kopi di Kecamatan
Sukamakmur, Nanas di Kecamatan Cijeruk, Talas di Kecamatan Cigombong dan
9
Pisang Raja Bulu di Kecamatan Cisarua. Bahkan beberapa komoditi tersebut
sudah menjadi varietas asli Bogor yang dilepas oleh Pusat Penelitian Komoditi
Buah Tropika (PKBT-IPB);
(2) Realisasi pengembangan komoditas peternakan dan perikanan mengalami
kemajuan signifikan, yang ditandai dengan ditetapkannya 4 Kecamatan yaitu
Kecamatan Kemang, Kecamatan Ciseeng, Kecamatan Parung dan Kecamatan
Gunung Sindur menjadi kawasan Minapolitan oleh Kementerian Kelautan
Republik Indonesia sebagai Pusat Budidaya Ikan Lele.
3. Prioritas ke-Tiga, yaitu Peningkatan Ketahanan Pangan
(1) Realisasi Ketahanan Pangan, telah berhasil meningkatkan produksi padi
mencapai 546.154 ton atau naik sebesar 3,68 %, sehingga tingkat kecukupan
kebutuhan pangan masyarakat tercapai sebesar 64,36 % dari jumlah penduduk
Kabupaten Bogor;
(2) Realisasi Produksi Daging meningkat menjadi sebesar 104.886.896 kg/tahun,
realisasi produksi telur meningkat menjadi sebesar 44.115.071. kg/tahun dan
realisasi produksi susu meningkat menjadi sebesar 11.422.684 liter/tahun;
(3) Realisasi Tingkat Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak meningkat, yaitu
menjadi sebesar 5,16 gramper kapita perhari. Sedangkan tingkat konsumsi ikan
pada tahun 2012 juga mengalami peningkatan menjadi 23,28 kg per kapita
pertahun;
(4) Realisasi kemampuan SDM dan kelembagaan petani mengalami kemajuan
signifikan, yang diindikasikan dengan peningkatan jumlah dan tingkat
kemampuan kelompok, dengan realisasi sebanyak 2.442 kelompok dan diikuti
dengan meningkatnya jumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) penerima
fasilitasi permodalan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)
mencapai 170 unit.
4. Prioritas Ke-Empat, Yaitu Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kesehatan.
Berkenaan dengan kinerja pendidikan pada tahun 2012 Pemerintah Kabupaten
Bogor telah merealisasikan sejumlah target kinerja, diantaranya :
(1) Meningkatnya aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan melalui operasional-
isasi 31 SMP terbuka, 15 SMP kelas jauh, 11 SD/SMP satu atap, penyelenggaraan
kelompok belajar paket A setara SD, kelompok belajar paket B setara SMPN
serta keterlibatan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) beserta ormas-
ormas islam atau yayasan yang telah sejak lama menyelenggrakan program
pendidikan, baik melalui jalur pesantren salafiyah, madrasah maupun sekolah
umum;
(2) Meningkatnya mutu dan daya tampung sarana/prasarana pendidikan dilakukan
melalui kegiatan rehabilitasi 703 ruang kelas SD, penambahan 116 ruang kelas
baru SD dan 86 ruang kelas baru SMP, pengadaan lahan untuk 4 SDN, dan 1
SMAN serta pembangunan 1 unit gedung baru SMKN;
10
(3) Memberikan fasilitas pelayanan pendidikan formal bagi warga belajar yang
berusia 5-6 tahun, melalui penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
di 80 kelompok bermain dan 5 pos PAUD serta pembinaan 5 kelompok pos
PAUD terintegrasi;
(4) Meningkatnya Angka Partisipasi Murni (APM) disetiap jenjang pendidikan, yaitu
APK pada jenjang PAUD secara signifikan naik menjadi 27,57 %, APM SD/MI
mencapai 108,09%, APM SLTP/MTS mencapai 84,74% dan APM SLTA/MAN
mencapai 40,24 %;
(5) Menurunnya angka putus sekolah di bawah 1% pada setiap jenjang pendidikan
serta peningkatan yang signifikan pada angka melanjutkan dan angka kelulusan,
baik dari ujian sekolah, maupun ujian akhir nasional. Peningkatan APM tersebut
pada akhirnya bermuara pada peningkatkan Angka Melek Huruf (AMH) yang
realisasinya pada tahun 2012 telah mencapai 95, 26 % dan Rata-Rata Lama
Sekolah (RLS) Kabupaten Bogor telah mencapai 8,12 tahun;
(6) Pemberian tunjangan kesejahteraan dan tunjangan profesi kepada tenaga
pendidik, serta tambahan penghasilan bagi guru PNSD yang belum bersertifikasi
minimal berpenghasilan menjadi Rp. 2 Juta perbulan;
(7) Meningkatnya minat baca dan akses membaca bagi masyarakat, telah
ditingkatkan jumlah koleksi buku diperpustakaan menjadi sebanyak 1.455
buku. Minat baca masyarakat juga terus meningkat, hal ini terlihat dari
meningkatnya jumlah kunjungan perpustakaan yang mencapai 22.760
orang/tahun;
(8) Untuk urusan kesehatan, dalam rangka peningkatan status gizi masyarakat,
kinerjanya menujukkan hasil yang baik. Hal ini diindikasikan oleh pencapaian
prosentase pengadaan obat esensial dengan realisasi 100 %, cakupan pelayanan
kesehatan masyarakat mencapai 64,43%, cakupan pelayanan kesehatan rujukan
pasien masyarakat miskin mencapai 100%, ratio puskesmas, poliklinik, pustu
persatuan penduduk mencapai 108,17 %, prosentase sarana kesehatan swasta
yang berijin mencapai 164 %, cakupan puskesmas mencapai 100%, cakupan
puskesmas pembantu mencapai 100%, ratio rumah sakit persatuan penduduk
mencapai 131,67 %, cakupan pengawasan terhadap obat dan makanan
berbahaya 44,05 %. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
DBD 100%, cakupan penemuan dan penanganan penderita TBC-BTA (Batang
Tahan Asam) positif mencapai 81,88 %, cakupan balita gizi buruk mendapat
perawatan mencapai 100%, presentase penanganan balita gizi buruk mencapai
0,03 %, cakupan penanganan komplikasi kebidanan mencapai 99,70 %, cakupan
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mencapai 82,91 %, cakupan
kunjungan bayi mencapai 93,96 %, cakupan pelayanan desa/kelurahan UCI
mencapai 92,3 %, cakupan rumah dengan bebas jentik mencapai 93,82 %,
prosentase TTU (Tempat-Tempat Umum) yang memenuhi syarat mencapai
77,41 %, prosentase TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang memenuhi
syarat mencapai 88,38 %, cakupan jaga (jamban Keluarga) memenuhi syarat
mencapai 70,13 %, cakupan SAB (Sarana Air Bersih) memenuhi syarat
11
mencapai 71,59 % desa siaga aktif mencapai 100% dan ratio dokter persatuan
penduduk 160,80 %, dan ratio tenaga medis persatuan penduduk mencapai
148,32 %;
(9) Berhasil memperluas akses dan kualitas pelayanan kesehatan rujukan bagi
masyarakat, terutama untuk memberikan pelayanan kesehatan rujuakan bagi
masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya melalui peningkatan layanan Rumah
Sakit Leuwiliang dan beroperasinya Rumah Sakit Cileungsi;
(10) Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui program
Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah
(jamkesda) di puskesmas dan jaringannya, serta layanan rujukan medis di
RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, Rumah Sakit Pemerintah lainnya dan Rumah
Sakit Swasta yang ditunjuk dan telah menjalin kerjasama, dengan cakupan
pelayanan meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kebidanan dan
persalinan, serta pelayanan gawat darurat;
(11) Dengan adanya peningkatan akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan
kesehatan, maka Pemerintah Kabupaten Bogor telah berhasil meningkatkan
Angka Harapan Hidup menjadi 69,49 tahun. Lebih tinggi dari tahun 2011
sebesar 69,28 tahun.
5. Prioritas ke-Lima, yaitu Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik.
(1) Pendidikan dan latihan aparat sebanyak 2.346 orang, yang meliputi Diklat
Kepemimpinan Tingkat II, Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan bagi Calon PNS
daerah, Diklat Kepemimpinan III, Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, Diklat
Kepala Sekolah dasar, Diklat Guru SMPN/MTSN Bidang Studi bahasa Inggris,
Diklat Pencerahan Heart Intelegentia bagi Kepal SD, Diklat Manajemen Lembaga
Keuangan Mikro Agribisnis, Diklat Fungsional Pengawas TK/SD,Diklat
Pengelolaan Barang dan jasa, Diklat Penatausahaan bagi aparat desa, Diklat
Pencerahan Heart Intelegentia bagi Guru SMP bidang studi Bahasa Inggris,
Diklat Pencerahan Heart Intelegentia bagi Aparatur Kecamatan, Diklat
Pengadaan Barang dan Jasa bagi Pejabat Pembuat Komitmen;
(2) Pada tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Bogor telah merealisasikan
penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah
dan kajian/penelitian untuk bidang tertentu dalam rangka meningkatkan
kinerja pembangunan di Kabupaten Bogor;
(3) Dalam rangka meningkatkan kinerja kelembagaan, telah dilakukan pemeriksaan
reguler di lingkungan SKPD dan kecamatan dan ditindaklanjuti serta
diselesaikan kasusnya sebanyak 8 kasus Laporan Hasil Audit (LHA), sehingga
mampu mencegah kerugian negara;
(4) Optimalisasi penerimaan pendapatan daerah, tertib administrasi dan tertib
pengeloaan barang milik daerah, dalam rangka mewujudkan tata kelola
keuangan daerah yang baik serta mempersiapkan tahapan berikutnya untuk
mendapatkan opini dari BPK yaitu hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP);
(5) Dibidang Komunikasi dan Informasi :
12
a) Telah dilaksanakan Penyelenggaraan Pemerintahan berbasis e-goverment,
diawali dengan penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Kabupaten Bogor
pada alamat situs : bogorkab.go.id . Situs web Pemerintah Kabupaten Bogor
berdasarkan Data Jawa Barat dalam Angka Tahun 2011 telah menduduki
peringkat 6 Se-Jawa Barat.
b) Pada tahun 2009, 2010 dan tahun 2012 telah mendapatkan bantuan Media
Center dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor.
Pengelolaan Media Center Kabupaten Bogor telah menduduki peringkat 18
dari 454 Penerima Bantuan Media Center seluruh Indonesia, dengan kriteria
penilaian, update berita ke alamat situs : infopublik.com, tersedianya tempat
penyelenggaraan, tersedianya dana penyertaan dari APBD dan tersedianya
Struktur Organisasi Pengelola Media Center.
c) Dalam Pengadaan barang/jasa melalui Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE), pengguna (user) dapat mengakses pada Situs web
Pemerintah Kabupaten Bogor pada domain : eproc.bogorkab.go.id. Pada
tahun 2012 LPSE Kabupaten Bogor telah melaksanakan Layanan Bagi
Pengguna (User) antara lain : Registrasi Penyedia Barang/Jasa sejumlah
1316, Layanan Infrastruktur Kunci Publik (IKP) sejumlah 1118, dan Total
jumlah Pengguna sejumlah 367.755.
d) Layanan pembuatan username dan password antara lain bagi Pengguna
Anggaran sejumlah 46, bagi PPK sejumlah 60, dan bagi Panitia Pengadaan
sejumlah 35.
e) Adapun kinerja LPSE Kabupaten Bogor telah melaksanakan Paket
Pengadaan Secara Elektronik sejumlah 1990 Paket, dengan total Jumlah
anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor sejumlah
Rp.1.136.366.697.361. Tingkat efisiensi anggaran yang dicapai melalui
Sistem Pengadaan Secara Elektronik adalah sejumlah Rp. 63.266.891.380,
dengan tingkat efisiensi anggaran sebesar 5,57 %.
f) Dalam pemberdayaan Pengusaha Lokal melalui Sistem Pengadaan Secara
Elektronik di Kabupaten Bogor dilihat dari jumlah Pemenang Paket
Pengadaan yaitu Penyedia Barang/Jasa dari luar Kabupaten sejumlah 406,
dari Kabupaten Bogor sejumlah 1187, dengan tingkat kearifan lokal sebesar
74,51 %.
g) Untuk meningkatkan pelayanan pengadaan secara elektronik bagi pengguna
(user) LPSE Kabupaten Bogor telah memiliki Bidding Room, sebagai sarana
layanan pendampingan, upload dokumen penawaran, pelatihan dan
bimbingan teknis bagi pengguna (user).
h) Hadirnya media baru berupa stasiun Televisi Lokal milik Pemerintah
Kabupaten Bogor dengan nama TV Teman di Chanel 24 UHF yang telah
ON AIR sejak 25 Oktober 2012.
i) Berkenaan dengan penyebarluasan sarana informasi pembangunan
Kabupaten Bogor, telah hadir majalah penerbitan internal Pemerintah
Kabupaten Bogor yaitu Majalah Inovasi secara rutin setiap bulan, dan
13
pada tahun 2012 telah berhasil meraih juara Pertama Anugerah Media
Humas Tingkat Nasional, dari Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat
Nasional (Bakohumas Nasional) pada Kategori Media Internal Pemerintah
Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota yang diselenggarakan di Makasar.
j) Terpilih dalam Lomba Citra Pelayanan Prima, Kategori Pelayanan Publik
Komunikasi dan Informasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam
Negeri. selain itu, telah berhasil pula menyelenggarakan Video Confrence
pada pelaksanaan Rabu Keliling (Boling), serta dapat membentuk Asosiasi
Pengusaha Warnet (APW) Kabupaten Bogor yang menetapkan pengurus dan
anggotanya diisi oleh wakil masyarakat Kabupaten Bogor, serta membentuk
Organisasi Etnik antar suku Indonesia.
6. Prioritas Ke-Enam, yaitu Peningkatan Kehidupan Sosial dan Keagamaan
Masyarakat. Yang diindikasikan dengan :
(1) Penerapan program NOBAT (Nongol Babat) yang dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Bogor telah berdampak positif terhadap pemberantasan Penyakit
Masyarakat (Pekat) dan penurunan gangguan ketentraman dan ketertiban
umum dimasyarakat serta permasalahan sosial lainnya;
(2) Tertanganinya pelanggaran Perda sebanyak 43 kasus dan Pemberantasan
Penyakit Masyarakat (PEKAT), yaitu dengan cara pemberantasan prostitusi
sebanyak 7 lokasi di Kecamatan Cibinong, Parung, Kemang, Cileungsi,
Tanjungsari, Cisarua dan Megamendung, seluruhnya 16 titik, pemberantasan
premanisme sebanyak 100 orang, dan Penertiban Pertambangan Tanpa Ijin
(PETI) pada 20 lokasi;
(3) Peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat melalui pendidikan
agama, pengembangan sarana prasarana pendidikan dan lembaga keagamaan,
diikuti dengan pemberian bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana
ibadah, fasilitasi forum komunikasi umat beragama serta fasilitasi peringatan
hari-hari besar keagamaan, dalam mewujudkan KABUPATEN BOGOR BERMARTABAT.
7. Prioritas ke- Tujuh, yaitu Peningkatan Investasi dan Penciptaan Peluang
Kerja.
Pada tahun 2012 kondisi ekonomi Kabupaten Bogor relative stabil, bahkan
mengalami peningkatan seiring dengan tumbuhnya beberapa sektor penggerak
ekonomi dan membaiknya infrastruktur penunjang ekonomi. Hal ini terlihat dari :
(1) Peningkatan iklim investasi dengan realisasi PMA sebanyak 2.714 perusahaan,
dengan jumlah investasi PMA mencapai Rp. 2,6 Triliyun, sedangkan jumlah
investasi PMDN mencapai Rp. 3,6 Triliyun. Sejalan dengan hal tersebut
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mampu melayani 40 jenis perizinan melalui
Badan Perizinan Terpadu;
(2) Berkembangnya jumlah koperasi aktif sebanyak 1.103 koperasi, Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 19 UMKM dan Industri Kecil Menengah
(IKM) sebanyak 21.172 IKM. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor telah
14
berhasil mengembangkan industri perdesaan non pertanian melalui program
Gerakan Untuk Membangun Bogor Inisiatif Masyarakat (GUMBIRA) di 6 Desa,
Pelatihan Perempuan di Pedesaan dalam bidang usaha ekonomi produktif
melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) seta Pengembangan
Usaha Agri Bisnis Perdesaan (PUAP);
(3) Jumlah pengangguran terbuka mengalami penurunan menjadi 227.040 orang
pada tahun 2012. Menurunnya jumlah pengangguran terbuka itu, berimplikasi
pula pada kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi 62,54 %.
C. KINERJA INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN
Kinerja dari indikator makro pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2012,
antara lain :
1. Realisasi dari Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bogor,
berdasarkan hasil pemuktahiran data Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor
Tahun 2009-2012, dimana nilai komposit pada tahun 2012 realisasinya mencapai
72,87 poin, lebih tinggi dari IPM pada tahun 2011 sebesar 72,58 poin, yang berarti
terjadi kenaikan sebesar 0,29 poin. Angka IPM sebesar 72,87 poin dikatakan dengan
standar yang telah ditetapkan oleh Badan PBB yaitu UNDP menunjukkan bahwa
penduduk Kabupaten Bogor termasuk dalam klasifikasi masyarakat dengan taraf
kesejahteraan menengah keatas.
2. Angka Harapan Hidup (AHH) pada akhir tahun 2012 terealisasi sebesar 69,49 tahun,
lebih tinggi dari tahun 2011 sebesar 69,28 tahun, Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata
usia hidup penduduk Kabupaten Bogor mengalami peningkatan sebagai akibat
semakin baiknya derajat kesehatan dan lingkungan masyarakat;
3. Angka Melek Huruf (AMH) berdasarkan estimasi BPS pada tahun 2012 terealisasi
sebesar 95,26 %, Kondisi ini menujukkan bahwa masih terdapat 4,11% penduduk
Kabupaten Bogor yang berumur 15 tahun ke atas dapat dikatakan hampir mampu
dibebaskan dari tiga buta yaitu buta pengetahuan dasar, buta bahasa Indonesia dan
buta huruf latin;
4. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada tahun 2012 mencapai 8,12 tahun, kondisi ini
menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Bogor yang berumur 15 tahun keatas
secara rata-rata telah mampu mengikuti tingkat pendidikan yang setara dengan SMP
kelas dua;
5. Kemampuan Daya Beli Masyarakat (Purchasing Power Parity = PPP) yang dihitung
berdasarkan tingkat konsumsi riil per-kapita per-bulan, realisasinya pada tahun 2012
mencapai sebesar Rp. 632.170/kapita/bulan, atau meningkat dibandingkan dengan
tahun 2011 yaitu sebesar Rp.631.630/kapita/bulan, kondisi ini menunjukkan bahwa
kemampuan daya beli masyarakat semakin meningkat pada tahun 2012, sebagai akibat
dari terbukanya kesempatan dan peluang yang dapat diraih oleh masyarakat
Kabupaten Bogor;
6. Realisasi Pergerakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Untuk tahun 2012,
PDRB Kabupaten Bogor atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 95,905 Triliyun, lebih
15
tinggi dari nilai PDRB pada tahun 2011 sebesar Rp. 83 Triliyun atau meningkat 15,50
%. Sedangkan PDRB berdasarkan harga konstan mencapai Rp. 36,5 Triliyun, atau naik
5,99 %. Lebih tinggi dari tahun 2011 sebesar Rp. 34,4 Triliyun;
7. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada tahun 2012 berdasarkan harga konstan
sebesar 5,99%, lebih tinggi dibandingkan LPE tahun 2011 yaitu sebesar 5,96%.
Meskipun LPE tersebut dalam suasana inflasi sebesar 3,56 %, jauh lebih rendah
dibandingkan inflasi pada tahun 2011, yaitu 2,57 %;
8. Pendapatan per kapita berdasarkan harga berlaku pada tahun 2012 telah mencapai
sebesar Rp.18.84 Juta/kapita/tahun, lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 yaitu
sebesar Rp.16,87 Juta/kapita/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi
peningkatan pada pendapatan per-kapita masyarakat Kabupaten Bogor yang
menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor;
9. Jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2012 sebanyak 5.077.210 jiwa, lebih
tinggi dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor tahun 2011 yaitu sebanyak 4.922.205
orang. Kondisi ini disebabkan tingginya migrasi masuk pertumbuhan alami ke
Kabupaten Bogor;
10. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor lebih tinggi daripada laju pertumbuhan
penduduk Kabupaten Bogor untuk tahun 2012, yaitu sebesar 3,15 %. Kondisi ini
merupakan implikasi dari bertambahnya jumlah penduduk secara kumulatif selama
beberapa tahun sebelumnya;
11. Penurunan jumlah penduduk miskin berdasarkan angka estimasi TNP2K (Tim
Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) pada tahun 2012 menjadi sebanyak
424.314 jiwa atau 8,62 %.
Selain berbagai keberhasilan yang telah dicapai pada tahun 2012, terdapat pula
prestasi yang diraih Pemerintah Kabupaten Bogor yang merupakan wujud pengakuan
nyata dari berbagai kalangan, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa
Barat, maupun lembaga Swasta. Prestasi yang diraih tersebut, antara lain :
No
Nama Penghargaan Pemberi Penghargaan
1 2 3
1. PENGHARGAAN LAPORAN HASIL EVALUASI (LHE) AKUNTABILITAS
KINERJA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
APARATUR NEGARA DAN
REFORMASI BIROKRASI R.I.
2. PERINGKAT I PADA KELOMPOK V (PBB LEBIH DARI 100 MILYAR)
ATAS KEBERHASILAN DALAM PEMUNGUTAN DAN PENGELOLAAN
ADMINISTRASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) SEKTOR
PERDESAAN DAN PERKOTAAN TAHUN ANGGARAN
GUBERNUR JAWA BARAT
3. PENGHARGAAN ATAS PRESTASI PEMERINTAH KABUPATEN
BOGOR YANG MASUK SEPULUH BESAR SKALA NASIONAL SEBAGAI
DAERAH DENGAN KINERJA TERBAIK DALAM PENYELENGARAAN
PEMERINTAHAN DAERAH PADA ACARA PERINGATAN HARI
OTONOMI DAERAH KE XVI TAHUN 2012 YANG DIHADIRI WAKIL
PRESIDEN R.I. DAN MENTERI DALAM NEGERI. TAHUN 2012
KEMENTERIAN DALAMNEGERI
R.I.
4. PENGHARGAAN DALAM PROGRAM P2BN (PENINGKATAN PRODUK-
SI BERAS NASIONAL ) DIATAS 5 % DALAM RANGKA PENINGKATAN
PRODUKSI BERAS NASIONAL DARI PRESIDEN R.I. TAHUN 2012
PRESIDEN R.I.
16
5. PENGHARAGAAN DAN TROPY DARI PEMERINTAH PROPINSI JAWA
BARAT SEBAGAI PERINGKAT PERTAMA, DALAM KATEGORI
KINERJA BUPATI ATAS PRESTASI MELAKUKAN PENANAMAN
POHON SEBANYAK 10,5 JUTA PADA TAHUN 2011 DALA UPAYA
MESUKSESKAN PROGRAM PENANAMAN SATU MILYAR POHON
DISELURUH WILAYAH INDONESIA. TAHUN 2012
GUBERNUR JAWA BARAT
6. PERINGKAT KEDUA PENILAIAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH
BIDANG PEKERJAAN UMUM (PKPD-PU) TAHUN 2012
KEMENTERIAN PEKERJAAN
UMUM R.I.
7. PENGHARGAAN BIDANG PENANAMAN MODAL, BADAN PERIZINAN
TERPADU KABUPATEN BOGOR SEBAGAI PEMBINA TERBAIK
PERUSAHAAN PMA/PMDN TAHUN 2012
GUBERNUR JAWA BARAT
8. PENGHARGAAN SATYA LENCANA PEMBANGUNAN BIDANG
KOPERASI TINGKAT NASIONAL DARI PRESIDEN RI PADA
PERINGATAN HARI KOPERASI UKM KE 65 TAHUN 2012 YANG
DIPUSATKAN DI LAPANGAN TEMANGGUNG TILUNG, PALANGKA-
RAYA KALIMANTAN TENGAH
PRESIDEN R.I.
9. PENGHARGAAN ANUGERAH PARATAHITA EKAPRAYA TAHUN 2012
DALAM PEMBINAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER, PEMBER-
DAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TINGKAT
MADYA
PRESIDEN R.I.
10. PENGAHARGAAN KABUPATEN LAYAK ANAK (KLA) TINGKAT
NASIONAL TAHUN 2012 KATEGORI PRATAMA
KEMENTERIAN NEGARA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK R.I
11. JUARA PERTAMA BIDANG INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI
BERUPA JUARA PERTAMA ANUGERAH MEDIA HUMAS TAHUN 2012
TINGKAT NASIONAL PADA KATEGORI MEDIA INTERNAL
PEMERINTAH DAERAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA .
BAKOHUMAS
12. PENGHARGAAN BKN AWARD PADA TAHUN 2012 SEBAGAI
PENGELOLAAN PNS, TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS
PENGELOLAAN PNS DI INSTANSI, PENEGAKKAN DISIPLIN PNS,
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DAN
INTEGRITAS DAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPEGAWAIAN
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
APARATUR NEGARA DAN
REFORMASI BIROKRASI R.I.
13. JUARA I UPR (Unit Pembenihan Rakyat) TINGKAT PROPINSI JAWA
BARAT TAHUN 2012
GUBERNUR JAWA BARAT
14. JUARA II LOMBA UMKM PENGELOLAAN HASIL PERIKANAN
TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
GUBERNUR JAWA BARAT
15. PELOPOR KETAHANAN PANGAN TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT
(UKM PRODUK OLAHAN DAGING KELINCI)
GUBERNUR JAWA BARAT
16. PENGHARAGAAN KATEGORI PEREKAMAN E-KTP TERTINGGI
TAHUN 2012. PENYERAHAN PENGHARGAAN TERSEBUT , DILAKU-
KAN PADA ACARA RAKORNAS PERSIAPAN PENYERAHAN DATA
AGREGAT KEPENDUDUKAN PER-KECAMATAN (DAK) DAN
SOSIALISASI PERPRES NO 67 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN
KEDUA ATAS PERPRES TENTANG KTP BERBASIS NIK SECARA
NASIONAL
MENTERI DALAM NEGERI R.I.
17. PENGHARGAAN DARI MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK
INDONESIA SEBAGAI TERBAIK PERTAMA PELAKSANA PELAYAN E-
KTP SELAMA TAHUN 2012 UNTUK WILAYAH INDONESIA BAGIAN
BARAT
MENTERI DALAM NEGERI R.I.
18. PENGHARGAAN TINGKAT NASIONAL DARI KEMENTERIAN AGAMA
R.I. YANG DINILAI BERKOMITMEN KUAT DALAM MENGEMBANG-
KAN PENDIDIKAN DINIYAH TAKMALIYAH UNTUK KATEGORI
REGULASI DAN ANGGARAN DIKABUPATEN BOGOR
KEMENTERIAN AGAMA R.I.
17
IV. PENUTUP
Demikian keseluruhan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
yang telah kita capai bersama, baik yang telah dikontribusikan oleh eksekutif, legislatif
dan peranserta masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Bogor sepanjang tahun
anggaran 2012 yang lalu. Berbagai prestasi dan keberhasilan telah dijelaskan diatas,
diharapkan akan menjadi pemacu bagi kita semua dalam mengarahkan upaya-upaya
perbaikan pada tahun yang akan datang, baik pada tahapan perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pengendalian, pengawasan maupun pada tahapan pertanggungjawaban
pelaksanaan kinerja pada tahun berikutnya.
Kami menyadari bahwa capaian kinerja yang telah ditetapkan menurut target
tahun ke-empat dari RPJMD Pemerintah Kabupaten Bogor, diakui masih banyak yang
harus segera diatasi dan dibenahi bersama. Beberapa permasalahan dan tantangan yang
cukup berat masih menghadang pada tahun-tahun mendatang, diantaranya masalah
pengangguran terbuka, jumlah penduduk miskin, laju pertumbuhan penduduk, tingkat
kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), masih rendahnya kemampuan daya beli
masyarakat, permasalahan pelayanan sosial, seperti penanganan bencana alam, penyakit
masyarakat, kesenjangan pembangunan fisik wilayah dan pelayanan publik lainnya masih
dirasakan belum optimal.
Dengan mencermati permasalahan dan tantangan diatas, maka rencana tindak
lanjut pada tahun yang akan datang, diantaranya :
1. Pengembangan Infrasturuktur Wilayah;
2. Penyediaan Sarana dan Prasarana Komunikasi Publik;
3. Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan Masyarakat;
4. Peningkatan Mutu dan Akses Pelayanan Kesehatan;
5. Peningkatan Investasi dan Penciptaan Peluang Kerja Meningkatkan Profesionalisme
Aparatur Dalam Pelayanan Publik Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan
Yang Baik;
6. Peningkatan Ketahan Pangan;
7. Pengembangan Perekonomian Berbasis Potensi dan Keunggulan Lokal;
8. Peningkatan Profesionalisme Aparatur dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan;
9. Peningkatan Kehidupan Sosial dan Keagamaan Masyarakat;
10. Penanganan Bencana dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup.
Rencana tindak lanjut tersebut, tentunya memerlukan penanganan yang sungguh-
sungguh melalui sinkronisasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
sebagaimana telah tercantum dalam prioritas pembangunan yang sudah digariskan dalam
RPJMD Kabupaten Bogor tahun 2008-2013, dimana kesemuanya akan dilakukan secara
konsisten dan berkesinambungan hingga akhir periode perencanaan, yaitu pada tahun
anggaran 2013 yang akan datang.
Keseluruhan pencapaian yang telah diraih tidak terlepas dari itikad baik, kerja
keras dan partisipasi dari semua pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Kabupaten Bogor.
Demikian, Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD)
Kabupaten Bogor 2012 ini disampaikan. Sebagai penutup, Pimpinan beserta segenap
18
jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh
lapisan masyarakat Kabupaten Bogor yang telah berpartisipasi aktif dalam mensukseskan
pembangunan di Kabupaten Bogor, disertai harapan dan doa semoga upaya kita bersama
menjadi nilai ibadah dihadapan Allah SWT serta senantiasa untuk terus membangun dan
meningkatkan kinerja Pemerintahan Daerah di Kabupaten Bogor.
Billahitaufik Wal Hidayah.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Cibinong, Maret 2013
BUPATI BOGOR,
H. RACHMAT YASIN