Anda di halaman 1dari 2

STUDI KASUS Dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan untuk penanganan penyakit demam tifoid anak di sebuah

rumah sakit, telah ada beberapa obat yang biasa digunakan dalam mengobati demam tifoid pada anak yaitu kloramfenikol dan seftriakson. Berdasarkan data yang telah didapat, sebanyak 97 penderita diberi pengobatan antibiotic kloramfenikol dan 49 penderita yang diberikan seftriakson. Usia pasien berkisar antara 1-15 tahun. Lama perawatan di rumah sakit berkisar antara 3-12 hari, dengan rata-rata hari rawat 4.408 hari untuk pasien anak yang diberikan seftriakson dan 6.598 hari untuk pasien anak yang diberikan kloramfenikol. Keberhasilan (keefektifan) pengobatan dapat dinilai dari lamanya hari rawat inap (3-12 hari), perubahan suhu tubuh, hilangnya demam, hilangnya gejala ikutan dan leukosit kembali normal. Efisiensi biaya ditentukan oleh biaya kelas perawatan, biaya pemeriksaan laboratorium, biaya jasa dokter dan biaya penggunaan obat. Hasil penelitian yang didapat untuk penggunaan kloramfenikol dan seftriakson adalah sebagai berikut : Parameter penilaian Lama hari rawat inap (hari) Perubahan suhu tubuh (hari) Hilangnya demam (hari) Hilangnya gejala ikutan (hari) Leukosit kembali normal Biaya satuan pengobatan/hari (Rp.) Kloramfenikol 6.598 3.969 4.639 5.557 5.763 179.198,37 Seftriakson 4.408 2.755 3.449 4.224 4.733 228.145,64

Berdasarkan pada analisis efektivitas biaya pengobatan demam tifoid anak menunjukkan seftriakson lebih efektif biaya dibandingkan dengan kloramfenikol. Dengan adanya perbedaan hari rawat inap tersebut maka biaya pengobatan untuk pasien demam tifoid dengan kloramfenikol sebesar Rp. 1.182.350,84 dan Rp. 1.005.670,39 untuk biaya pengobatan demam tifoid dengan seftriakson. Perbedaan hasil dari biaya satuan dengan biaya pada analisis efektivitas biaya dikarenakan mahalnya harga obat seftriakson dibandingkan dengan kloramfenikol. Demikian juga dengan biaya laboratorium dan kunjungan dokter. Namun dengan adanya perpendekkan hari rawat inap memungkinkan adanya pengurangan biaya pengobatan

yang harus dikeluarkan oleh pasien demam tifoid yang diobati dengan antibiotika seftriakson, sehingga dapat dikatakan bahwa biaya pengobatan dengan seftriakson akan lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan dengan kloramfenikol. Menurut Gani penilaian efektivitas biaya dilakukan untuk menghitung rasio antara biaya masing-masing alternative obat dengan luaran efektivitas pengobatan yang dihasilkan. Keputusan yang diambil adalah pemilihan obat alternative dengan biaya yang paling kecil.